Grey Eyes (Part 9 END)

Grey Eyes

———————————————————————————-

Title: ♥ Grey Eyes ♥ FINAL PART ♥

Scriptwriter:♥Rhym♥

Main cast:

♥ Oh Ji Hyeon (OC) ♥ Kris (EXO) ♥ Kim Jong In (EXO) ♥ Do Kyung Soo (EXO) ♥ Lee Donghae (SuJu) ♥ Oh Sehun (EXO) ♥ Park Ji Min (BTS) ♥ Park So Jin (Girls Day)

Genre: Romance. Angst. Fantasy. Crack. Sad. Tragedy

Rating: ♥PG –13

Duration: ♥Series Story. Chap 9/9

Previous part: 1 // 8

//////

Ada yang tak biasa dari mata abu-abu pria itu. Tapi entah kapan Oh Ji Hyun bisa tahu ‘apa itu?’. Selama ini yang ia tahu, mata itu yang membuat waktunya beku. Benar! Ada yang tak biasa mata abu-abu Kim Jong In! Sedikit demi sedikit Ji Hyun tahu arti warna pada mata itu. Kris, pria asing yang baru muncul menoreh namanya pada hidup Ji Hyun, tahu semua rahasia kelabu itu. Rahasia kelabu seorang Kim Jong In. tapi mengapa Kris tahu. Untaian kusut rahasia itupun membuat hidup Ji Hyun terjebak pada dimensi paling kelabu, paling tak teraba dan mungkin antara ada dan tidak ada. Satuan sensasi gelap dan terang dalam ketegangan, aksi, dan gelintir rasa cinta.

////

———————————————————————————-

FINAL part has come! Jangan lupa RCL ya~

disclaimer : all of the characters in here are belongs to God and his/her family. If there is a similarity of the plot, weird storyline, typo(s) and etc, i’m sorry~ i’m still an amateur. It’s pure beyond my imagination. Don’t be SiDer, Ok~

—♥♥♥—

<Author POV>

10 Tahun kemudian

“ Luhan-ie! Jangan lari-lari nak,” ucap Ji Hyun mengejar Luhan, anak lelakinya yang baru berusia 3 tahun.

Kris melihat Ji Hyun mengejar Luhan dengan wajah ceria di area pemakaman. Ya! Sekarang ia dan Ji Hyun sedang berada di pemakaman tempat orang tua dan kakek-nenek Ji Hyun dikuburkan. Ia melihat ke sekitar pemakaman. Meski kompleks itu berubah total seperti yang ia tahu dulu saat masih menjadi Do Kyung Soo, namun ia masih hapal dimana ia menguburkan sahabatnya, Kim jong In.

Rasa rindu itu kembali menyeruak. Diam-diam Kris pergi ke makam Jong In.

Padahal baru 2 bulan Kris tak berkunjung ke sini, tapi makam itu sudah begitu tak terurus. Kris mencabuti rumput di pemakaman sahabatnya sambil mengenang tawa mereka berdua.

Kris pun tak kuasa menangis jika harus mengulang semua ingatan itu. Ingatan manis namun pedih. Kalau disuruh memilih untuk menjalani hidupnya yang sekarang atau kembali ke hidupnya yang dulu, Kris akan memilih hidup sebagai Do Kyung Soo. Ia akan kembali ke sana merubah hidupnya, keluarganya dan Jong In. Merubah lingkaran setan diantara mereka berdua menjadi lingkaran kebahagiaan. Namun … Kini ia disini. Hidup sebagai pribadi baru dengan garis hidup yang terasa asing. Ia memang senang dapat menikahi Ji Hyun dan memiliki Luhan sebagai anaknya namun …

“ Apa yang kamu sesali bodoh!” rutuk seseorang di belakang punggungnya.

Kris menoleh dan mengaktifkan mata kelabunya.

Ia disana. Lelaki itu tersenyum hangat pada Kris. Kim Jong In.

Kyu Hyun menghampirinya, “ Kenapa menyesal. Kamu harusnya senang dapat istri seperti Ji Hyun. Dia wanita terbaik yang pernah aku kenal,” tambah Kyu Hyun memandangi makam dengan torehan namanya.

“ Diapun … Mengenalmu sebagai pria terbaik yang pernah ia kenal,” balas Kris.

Jong In menatap heran sahabatnya, “ Dia tidak mengenalku lagi, Kyung Soo-ya. Ingatannya dihapus hari itu.”

“ Kalau dia mengingatmu, dia tidak akan pernah sudi menikahiku. Dia …”

“ Appa!” panggilan riang dibelakang Kris memotong perbincangan mereka.

Kris-pun membentangkan tangannya bersiap menyambut tubuh mungil Luhan yang berlari ke arahnya.

“ Makam siapa?” tanya Ji Hyun menoleh melihat makam yang ia sambangi.

“ Oh ini …”

“ Appa! Aku ingin beli es krim. Kajja?” ajak Luhan dengan kerlingan mata imutnya.

“ Ok!” sahut Kris lalu pergi sambil meletakan Luhan di atas punggungnya.

<Kyu Hyun POV>

Ia terus memandangi makamku dengan pandangan penuh selidik.

“ Rasa-rasanya aku tidak pernah mendengar nama ini. Kim Jong In? Tapi kenapa aku merasa ini nama yang tidak asing?” gumam Ji Hyun mendekati batu nisanku.

Ia mengelus batu nisanku itu dan kini menangis.

“ Kenapa dadaku tiba-tiba terasa sakit begini?” tanya Ji Hyun memandangi terus nisanku.

Ji Hyun-ah~

—♥♥♥—

((Flash Back))

3 Bulan sebelum tanggal 10 Desember

“ Kenapa kamu datang ke sini?” tanya kakek tua, malaikat maut yang pertama kali bertemu denganku.

“ Aku ingin mengambil payung hitamku,” ucapku

“ Wae?”

“ Payung itu memberi kesialan kan? Aku ingin membuat sial seseorang.”

“ Kenapa tidak gunakan kekuatanmu saja.”

“ Kalau kugunakan terus-menerus, Ji Hyun tidak akan bisa melihatku.”

Kakek tua itu memincingkan mata curiga.

“ Kau mulai menaruh hati pada manusia yang kamu dampingi itu?” tanyanya

“ Ani! Untuk apa? Untuk menggugurkan perjanjian kita?”

“ kau tahu kan bahwa malaikat maut bisa membaca pikiran dan hati. Sekecil apapun hal yang tersembunyi itu. Dan hatimu kini jelas penuh dengan dia. Oh Ji Hyun..”

….

….

….

“ Sudahlah! Jangan banyak bacot! Berikan saja payung itu!”

—♥♥♥—

Kau harus membayar perbuatanmu Do Kyung Soo! Aku pun melemparkan payung hitam ke kamar Kyung Soo. Meski ia aktifkan mata kelabunya, ia tak akan bisa melihat payung itu.

Aku berdiri di atas tiang listrik untuk memonitor efek kesialan apa yang akan menimpa dia di pagi ini. Pagi ini, dia akan berangkat ke sekolah.

“ Kris!” panggil seseorang di kejauhan.

Ji Hyun? Oh iya! Mereka kan pacaran. Aku terus melihat sosok Ji Hyun. Senyumnya … Aku rindu senyum itu dan berharap … Itu tertuju padaku. Ia menoleh ke atas. Ke tempatku? Aku bersiap melenyapkan diri tapi … Untuk apa? Toh dia masih tidak bisa melihatku. Karena terlalu sering menggunakan kekuatanku untuk melindunginya, dia tidak bisa melihatku untuk beberapa saat. Bahkan menurut perhitunganku, dia baru bisa melihatku setelah tiga bulan. Sial! Cukup lama juga. Ya! Manusia itu membuatku rindu setengah mati. Saat dia tak bisa melihatku rasanya tersiksa sekali harus muncul dihadapannya tanpa ia ketahui.

CITTTT. Bunyi ban berderit beradu aspal terdengar melengking. Aku kembali fokus melihat apa yang terjadi di bawah sana. Sebuah mobil merah beratap terbuka menuju Kris dan … Ji Hyun.

“ Andwae!” teriakku menyetop mobil itu dan mengembalikannya ke jalan.

Henry memeluk tubuh Ji Hyun yang bergetar karena ketakutan.

Aku melihatnya dengan dada yang terasa sesak. Harusnya aku yang menenangkanmu. Kenapa harus dia? Bukankah aku yang selama ini menemanimu dalam masa-masa sulit?

Aku segera menghilang dan pergi ke kamar Kris.

Kuambil payung hitam yang kutaruh di sudut kamarnya.

“ Bodoh! Jika aku membuat sial orang ini, Ji Hyun pun kena imbasnya,” kesalku lalu kembali pergi mengelana.

10 Desember

Kris tampak bersiap-siap dengan wajah begitu riang. Aku muncul di depannya tepat saat mata kelabunya muncul.

“ Apa yang kamu lakukan?” kaget Kris.

“ Kris, ani … Do Kyung Soo! Bolehkan aku minta tolong untuk terakhir kalinya?” tanyaku.

Ia terperangah.

“ Apa maksudmu, terakhir?”

“ Jangan pergi ke tempat dia menunggumu sekarang, Aku … Ingin menyampaikan salam perpisahanku pada Ji Hyun.”

“ Kamu …”

“ Ya! Aku menyerah pada reinkarnasiku. Aku … Mencintainya.”

—♥♥♥—

“ Sarangheyo,”

Air matanya berhenti mengalir. Dia …

“ Aku gagal. Aku gagal membuat niat reinkarnasi itu bertahan di dadaku. Karena kini … Dadaku penuh namamu, Oh Ji Hyun.”

Dia masih terdiam.

“ Aku akan menyerah dengan opsi reinkarnasi itu. Aku tak akan tenang hidup di dunia ini jika harus membunuhmu. Aku …” Aku terisak. Baru kali ini dadaku begini sesak.

….

Ia memelukku

“ Aku akan kembali ke dunia sana. Tempatku bukan di sini,” ucapku.

“ Aku ikut Jong In-ah!” ratapnya.

“ Aku merindukanmu lebih dari yang kamu tahu selama 3 bulan ini. Aku tidak ingin kamu meninggalkanku lagi.”

Ikut? Hanya satu dari kita yang harus pergi Ji Hyun-ah.

Aku mengangkat wajahnya yang penuh dengan air mata.

“ Jangan pergi, jebal! Akupun memiliki rasa yang sama denganmu.”

“ Lalu Donghae?”

“ Bukan. Bukan cinta yang kurasakan padanya. Aku yakin. Karena … Aku tak pernah begitu tersiksa ketika ia tidak ada di sampingku. Tapi kamu … Hanya kamu yang mampu membuat aku begini.”

Kupandangi matanya yang masih memohon padaku.

Kubuka payung hitamku.

“ Payung ini adalah payung sial yang pernah membuatmu dijauhi teman SD-mu. Mian~ Waktu itu aku hanya usil. Tapi melihatmu selalu menangis, membuatku membenci payung ini dan memberikannya pada malaikat maut yang memberikan payung itu terdahulu. Tapi … Payung ini punya satu hal istimewa lagi. Ia dapat melindungi. Melindungi keturunanmu dari nasib didampingi malaikat maut sepertiku. Malaikat maut yang mendampingi manusia memang hanya mempunyai satu tujuan : reinkarnasi. Aku tidak ingin keturunanmu merasakan kesengsaraan yang kamu rasakan,” ucapku sambil memayunginya.

“ Sengsara? Aku tidak pernah merasakan hal itu. Kamu hadiah Tuhan untukku Jong In dan aku ingin memilikimu selamanya. Aku …”

Aku memutus kalimatnya dengan mengecup bibirnya. Mata itu perlahan kehilangan beberapa cahayanya. Aku mengambil semua memorinya tentangku melalui kecupan ini. Kecupan terakhir.

((Flash Back end))

—♥♥♥—

Aku berjongkok disamping Ji Hyun yang masih meratapi makamku.

“ Kenapa kamu menangis untuk nama yang tidak ada di memorimu?” tanyaku dengan suara bergetar.

Ji Hyun berbalik. Mata kami saling bertemu. Perlahan aku mendekatkan wajahku ke wajahnya. Lalu pelan mengecup bibir kemerahannya. Terasa. Aku mundur beberapa langkah. Mengapa aku bisa merasakan bibirnya?

Mata Ji Hyun terbelalak.

“ Kim Jong In?” pekiknya.

—♥End♥—

^Closing Stat^

*Bowing* Gomawo dah menyelesaikan membaca FF ini hingga part ke-9. Kalopun ada yang membaca bolong-bolong, it’s okay. Jangan lupa budayakan RCL (kalo loe bisa baca, komen aja suka ato engga suka and kalo emang suka tinggalin like dong, cingudeul) FIUH~ Untuk semua pihak yang tercantum baik sebagai prota atau anta, terima kasih (-_-‘) Dan bagi kalian yang biasnya dapat peran anta, Mian~ Engga ada maksud apapun cingu~ Nantikan FF lain dengan sensasi berbeda dari Rhym. Anyeong~

———————————————————————————-

♥ ending can always be a new beginning ♥

———————————————————————————-

_Rhym_

3 thoughts on “Grey Eyes (Part 9 END)”

  1. Great story,, I love this story.
    Tapi kenapa namanya ganti” ya? Kan jadi bingung, terkadang Kris jadi Henry padahal Kris itu reinkarnasinya Kyungsoo dan Jongin tetep manggil dia Kyungsoo. Trus, di ending kenapa Kim Jongin jadi Kyuhyun ya?
    But, over all nice and great. Writer nya kreatif banget. Fighting…!!

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s