[Ficlet] The Sad Day

A man sits hunched over on a staircase in Tokyo November 17, 2008. Japan slid into its first recession in seven years in the third quarter as the financial crisis curbed demand for Japanese exports, and the economy minister and analysts offered little hope of a recovery until next year. REUTERS/Yuriko Nakao (JAPAN)

The Sad Day

presented by thelittlerin

.

SPEED Choi Sungmin, OC Choi Rin

and mentioned Kim Jungwoo

.

Family, Sad, Hurt/Comfort, slight!Friendship

PG-15 | Ficlet (230+ words)

.

Haruskah aku mengikutinya?

Pintu kamar terbuka perlahan, menampakkan sesosok laki-laki yang tengah duduk termenung melipat lutut di depan jendela kamar. Langit di luar terlihat mendung, tak ubahnya dengan suasana kamar berukuran sedang itu. Gelap dan murung.

Rin berjalan perlahan mendekati kakak kembarnya itu. Tahu persis apa yang menyebabkan seorang Choi Sungmin yang periang dan cerewet bisa berubah seratus delapan puluh derajat. Dan bukan hanya di hari ini saja., sudah sejak berhari-hari yang lalu—namun hari ini menjadi puncak dari segala hal yang terjadi.

“Sungmin-ah,” lirih gadis itu memanggil nama Sungmin.

Tak ada jawaban. Sungmin masih betah menatap langit mendung di kejauhan yang tampak seperti sedang menjiplak suasana hatinya. Masih terdiam bahkan ketika Rin duduk di sebelahnya dan memeluknya erat.

“Semuanya akan baik-baik saja, Sungmin-ah.”

Sebuah lengkungan miring tercetak di wajah Sungmin begitu ia mendengar perkataan Rin yang satu itu. Lelaki itu tidak akan pernah percaya dengan semua orang yang mengatakan semuanya akan baik-baik saja.

Apapun yang terjadi, semuanya tidak akan kembali seperti dulu. Walaupun ia akan baik-baik saja, semuanya tidak akan pernah sama.

“Dia meninggalkanku, Rin-ah. Setelah enam tahun bersamaku. Kamu pikir semuanya akan baik-baik saja?”

Rin tersentak. Menyadari bahwa ia telah melakukan kesalahan dengan membuka mulutnya. Seharusnya ia diam saja dan menemani Sungmin di sore ini.

“Maafkan aku.”

Sungmin mengacuhkannya. Kedua maniknya kembali menatap langit mendung di kejauhan.”Rin-ah?”

Adik kembarnya menggumam menjawab.

“Haruskah aku mengikutinya?”

“Siapa?”

“Jungwoo hyung.”

Rin kembali memeluk kakak kembarnya itu.

fin.

A/N:

ditulis langsung di wordpress without beta what-so-ever (I’m nearly cried to do so)

anyone who follow SPEED must be aware of the news (atau siapa pun yang follow twitter-ku) and I’m too heartbroken to write another note.

2 thoughts on “[Ficlet] The Sad Day”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s