Student Council President x Handsome Alien [1]

Student Council President x Handsome Alien

Student Council President x Handsome Alien – Ch.1

parkhyenaKYUs Story Line

school-life, romance, teen || f(x) Krystal & Wu Yi Fan || EXO Chanyeol & Suho, A-Pink Chorong , f(x) Luna, all of WINNER member etc || PG-15  || Duration: chaptered

Disclaimer :

Berdasarkan Manga & Anime “Kaichou wa Maid-sama”

Sebagian plotnya dimodifikasi, tidak 100% mengambil dari manga/animenya .

Semua karakter disini milik Alloh, agensi & diri sendiri. Nama mereka hanya dipinjam untuk keperluan cerita kecuali original karakter,itu milik author.

No plagiat or copas!!

.

.

.

“can you keep this secret?”

“it’s about my life,my secret and..

my reputation”

Ch.1 : My Secret Job

Morning,Dongdam High School Entrance Gate

“Sudah kubilang kan? Dan—oh lihat rambut merahmu! Lalu seragammu! Siapa suruh mengeluarkan kemeja? Kau tahu aturannya kan?”

Sontak sang murid merasa risih karena Soojung-si ketua OSIS-menghadangnya.

“Aku lebih enak kalau berpakaian seperti ini. Aishh! Kau mengganggu saja, kenapa kau yang ribut?!”murid tersebut membela diri, namun apa daya Soojung tetap menghukumnya.

“Kau kemari!”Soojung memukul seorang murid berambut cepak dengan tongkat kayu panjang, ia memukul perutnya 5 kali hingga murid tersebut mengaduh.

“AWW!!!”

“Sini aku perlihatkan, contoh berpakaian dan berpenampilan yang benar!”

Soojung menarik seorang murid klimis dengan kacamata tebal serta tumpukan buku pelajaran di genggaman siswa itu.kerah murid itu digeret paksa oleh Soojung untuk dijadikan contoh murid yang berpakaian rapi.

“Kau lihat dia? dari atas sampai bawah semuanya rapi.lihat rambutnya hitam, kerahnya menutup leher,lihat kemejanya,dimasukan ke celana. Harusnya kau seperti dia yang taat aturan, kau mengerti?!”

Seunghoon, murid berambut cepak yang diceramahi Soojung, menatap sebal. Ia membuang muka saat Soojung menceramahinya. Seunghoon sudah kebal diceramahi, bahkan sudah kenyang. Ia hanya mendengus,lalu tersenyum sinis. Ia menatap remeh Soojung, membalasnya balik dengan kata-kata yang sinis.

“Kau bukan ibuku, jangan sok mengatur ataupun menceramahiku. Minggir!”jawabnya dingin.

Seunghoon menabrakkan pundaknya ke Soojung dan melengos cuek.ia tidak peduli Soojung itu siapa,yang jelas baginya Soojung  itu pengganggu. Soojung sempat naik darah dikatai seperti itu, ia hampir saja melayangkan bogem kalau saja salah satu anggota tidak  menahannya. Kedua tangan Soojung sudah dikepal, tinggal menghajar Seunghoon.

“Jangan! Bisa repot kan kalau sampai menghajarnya, reputasimu sebagai ketua OSIS bisa rusak! Tahan dan redakan amarahmu, ketua”Chanyeol menahan Soojung dengan mencengkram kedua pundaknya.

Ya reputasi. Soojung hampir saja melupakannya.

“Ah, reputasi! Jika—“Soojung memukul dahi,perlahan intonasi bicaranya menurun dan kembali seperti biasa, manik hitam Soojung mengarah ke Chanyeol,” Jika kau! Tidak ingatkan soal itu, sudah kuhajar dia”

“Ayo kembali kerja, soal dia akan kuurus nanti”

Soojung pergi ke gerbang depan kembali untuk menghadang murid-murid yang dianggap melanggar peraturan.ia meneliti pelanggaran yang dilakukan murid terutama murid laki-laki.

“Hey! Kenapa kau diam saja disana? Cepat periksa mereka lalu didata! Ayo bergerak cepat”perintah Soojung pada Chanyeol menunjuk ke arah segerombolan murid laki-laki kelas satu yang berpakaian berantakan,tidak memakai name tag juga rambut  dicat.

“Ya! Baik!”

.

.

Di lain tempat seorang murid perempuan dengan air mata bercucuran keluar dari pintu masuk sekolah,ia berlari ke halaman sekolah sambil meneriaki seseorang,ia menangis di bawah pohon pinus dekat gerbang masuk.

“Yifan oppa jahat!! Aku kan sudah menyiapkan mental menyampaikan perasaanku juga mengajaknya kencan.’maaf aku tidak bisa’cuma itu balasannya?!”

Gadis mungil bernama Lee Ji Eun itu,hanya menangis tersedu-sedu. Tangannya meninju-ninju batang pohon hingga buah-buah pinus berjatuhan. Ah lagi-lagi jatuh korban penolakan si murid populer,Wu Yi Fan. sebenarnya mau apa dia,sudah berapa kali dia menolak? dan yang ini benar-benar mengesalkan Soojung.

Soojung menatap jendela lantai 2 dimana Yi Fan yang saat itu sedang sibuk memotret.ia menatap laki-laki yang membuat Ji Eun menangis, ia memicingkan mata dan dalam hati berkata‘mentang-mentang kau populer, tampan, kau bisa menolak wanita semaumu, membuatnya menangis begitu? Awas saja kau’.

 Yifan memang menyadari apa yang dipikirkan Soojung, ia bisa merasakan aura menakutkan dari bawah sana.seperti ada api yang  menyembul dari diri Soojung, saat menatapnya.

Yang diperhatikan malah menyunggingkan bibir walaupun ia ditatap penuh amarah. Yifan mengarahkan kamera hitam Canon  XLRnya ke bawah,ia memperbesar ukuran fotonya.murid-murid perempuan yang kebetulan lewat mengira kalau ada yang mau memotret mereka.

“lihat!bukannya itu Yifan-oppa dari kelas 2-E?Yifan oppa!!OPPA!!OPPA!!foto ke sini,ayo ke sini”seorang murid perempuan berkuncir kuda juga teman-temannya melambai-lambaikan tangan ke kamera,kemudian suara jepretan kamera terdengar.

‘jepret!’

Murid-murid perempuan dibawah kebingungan siapa yang Yifan foto,mereka mengira salah satu dari mereka adalah objek kamera Yifan.sementara setelah menfoto objek yang diinginkannya, Yifan masuk kembali ke dalam gedung,tanpa sepengetahuan  mereka.sebuah senyuman terukir di wajah Yifan,setelah memandangi hasil jepretannya.

“Meskipun marah, kau tetap terlihat cantik.”gumamnya pelan.

“Foto ini, foto pertamaku tentangmu”

.

.

Selepas pemeriksaan, Soojung bergegas kembali ke kelas menjalankan tugasnya sebagai murid,mendengarkan pelajaran,mencatat,lalu mengerjakan tugas.berusaha menjadi murid yang bertanggungjawab terhadap apapun. Sebelum Yang ssaem mengakhiri, diumumkan PR matematika mengenai persamaan kuadrat. Salah satu teman sekelas Soojung yang berada di depannya berbalik, Ia menyodorkan bukunya.

“Soojung-a, tolong  jelaskan maksud soal cerita untuk tugas nanti? Terus bagaimana mengubahnya jadi bentuk persamaan kuadrat? Tadi kan kau bisa menyelesaikannya”Seulgi,murid perempuan yang dikenal lambat dalam pelajaran matematika.

Soojung memang  dikenal sabar dalam mengajari temannya yang sulit dalam pelajaran,ia tidak pelit berbagi ilmu.

“Oh soal yang tadi ya? Umpakan saja dengan x, kau lihat angka-angka yang muncul di soal cerita kan? Masukkan itu sebelum variable x. Buat persamaan kuadratnya, seperti ini lalu—bla-bla”Soojung membuat coret-coretan kecil di buku catatan Seulgi.

Seulgi mengigit bibir,alis matanya mengerut,matanya memicing berusaha memahami penjelasan Soojung.kepalanya manggut-manggut,ibu jari dan jari telunjuk tangan kanannya memegang dagu sedangkan tangan kirinya menopang tangan kanan.

“apa kau mengerti,Seulgi?”tanya Soojung setelah selesai menjelaskan.

“ya,lumayan.tapi sedikit bingung di bagian akhirnya”

“mungkin aku tidak bisa menjelaskan secara rinci disini,nanti hubungi aku saja jika masih belum mengerti,ok?ini bukumu”

Selanjutnya pelajaran sastra,karena Kim ssaem sedang dirawat di rumah sakit selama seminggu karena tifus ,hanya disuruh merangkum bab sastra klasik kemudian mengerjakan soal lalu dikumpulkan.serta tugas tambahan membuat makalah contoh sastra klasik yang dikumpulkan minggu depan setelah Kim ssaem sembuh. Murid-murid menyerahkan tugas ke Kim Junmyeon,ketua kelas.Junmyeon berdiri di meja guru,mengingatkan teman-temannya.

“Teman-teman yang belum, nanti serahkan sendiri ke meja Kim ssaem! Taruh di tumpukan kelas 2-D, jangan lupa itu ”

Junmyeon dibantu oleh Chorong,wakil ketua kelas membawa tugas ke ruang guru.Soojung kebetulan berpapasan dengan Junmyeon,sekalian memberi pengumuman.

“Junmyeon-a, Chorong-a bersiap-siaplah untuk bazaar nanti. Aku ingin kelas mempersiapkan matang soal ini dan maaf, kemungkinan aku hanya membantu sedikit.”

Junmyeon dan Chorong mengiyakannya dengan anggukan.

“Ya, kalau kau ada waktu bisa menengok ke kelas.kami paham kau juga banyak yang diurusi.”Soojung memberi isyarat’ok’ pada mereka berdua dari jauh.

“Oh, soal ini belum kita bicarakan ya?soal bazaar tahunan”celetuk Chorong disela-sela membawa tugas.

Ding dong dong

 “Yas!! Istirahat, akhirnya datang juga”teriak Yerin antusias.

Saat murid-murid kelas 2-D akan keluar kelas,lewatlah sesosok murid laki-laki jangkung dari kelas sebelah ,kelas 2-E.murid-murid perempuan kelas 2-D,langsung berteriak histeris.

“Kyaaaa…Yifan oppa!!! Oppa!! OPPPAAA!!”mereka berbondong-bondong mengikuti Yifan, sehingga murid-murid lain yang mau lewat, terhalang oleh mereka.

Sangat gaduh dan riuh saat Yifan melewati koridor,rasanya seperti di pasar .untung saja Soojung keluar sebelumnya,kalau tidak ia bisa berdesak-desakan dengan fans si murid transfer kelas 2-E yang bisa menghabiskan waktu berharganya.

–sebagai ketua OSIS yang sibuk.

Di dalam ruang OSIS pun suara riuh itu masih terdengar,anggota OSIS yang sedang mengerjakan tugas deadline untuk penyelenggaraan bazaar sekolah,agak terganggu pekerjaannya.tidak sedikit mereka mengumpat karena konsentrasinya buyar.

“Arghhh! Proposal kegiatan harus aku selesaikan, tapi mereka membuatku kesal!”Seungyoon berdiri dari duduknya dan tidak sengaja menekan keras keyboard laptopnya,huruf-huruf di keyboard terketik tidak beraturan di layar laptop.

“Aku juga sama sepertimu, tapi kau juga semakin membuatku tidak konsentrasi jika berteriak seperti itu, Kang- Seung-yoon. Cuek saja, untuk apa dipedulikan”Chanyeol membalas  umpatan Seungyoon,Chanyeol memang kesal tapi tidak mungkin kan berteriak kesal karena suara-suara itu?malahan ia akan mendapat death glare Soojung,jika mengurusi hal yang tidak penting dan melupakan kewajibannya,apalagi tugasnya sebagai sekretaris.

Keadaan ruang OSIS yang sedang dilanda kejar deadline,membuat orang-orang didalamnya sangat focus mengerjakan tugasnya masing-masing,sang ketua OSIS pun ikut sibuk di ruang ketua,ia mencek sponsor juga proposal pengajuan dana untuk bazaar.sampai ia lupa kalau perutnya berontak minta diisi,ia memegangi perut yang keroncongan,tapi ia berusaha kembali focus ke pekerjaannya namun nihil karena terganggu suara perut juga kepalanya yang pusing karena sejak pagi ia hanya minum air putih dan sedikit gigitan roti .sampai sebuah ketukan keras pintu  menghentikan sejenak keseriusan Soojung berkencan dengan dokumen-dokumen.pas sekali ada yang datang ke ruangannya.

Tok tok tok

“Ketua, aku masuk ya!”

“Hm, masuk saja”

“Begini, ketua kan dari awal jam istirahat belum makan apapun, mau dipesankan sesuatu? Setidaknya ketua harus makan supaya tetap fokus”tawar Sunyoung, salah satu anggota OSIS bagian kesiswaan.

Sebenarnya Soojung,bisa langsung bilang’tolong pesankan ya’tapi dengan sifat yang workaholic juga overfocusnya membuat dia enggan mengatakan itu.

“Kau saja yang makan, aku tidak apa-apa.”

“Ketua selalu begitu, tidak sadar dengan kondisi tubuh! Ketua harus makan, nanti ketua bisa sakit. Pokoknya ketua harus makan ya, dan … ketua tidak boleh menolak!”Sunyoung dengan cerewet memarahi Soojung.

 “Lihat! Wajah ketua terlihat pucat begitu, tubuh ketua memerlukan asupan untuk mengembalikan kesehatan. Ayo ikut aku ketua!”Sunyoung menarik paksa Soojung dari kursi-lebih tepatnya menyeret Soojung. Aishh gadis ini terkadang mengesalkan tapi Soojung tidak menampik kalau Sunyoung,anggota yang peduli dengannya.ia sangat peduli,sampai saking pedulinya ia begitu cerewet.bahkan soal kelaparan pun diurusinya.

Mereka berdua sampai di kantin,Sunyoung memilihkan makanan untuk Soojung,pilihannya jatuh pada Sandwich isi sayur dengan sedikit daging juga salad sayur karena ia tahu kalau Soojung yang memilih pastinya, makanan murah dan gizi seadanya.dasar Sunyoung!mentang-mentang ibunya seorang ahli gizi,dia juga jadi ikut mengatur pola makan Soojung. di nampan melihat tumpukan sayur selada di roti sandwichnya dengan bayangan’kenapa sayur ini terlihat seperti monster hijau,ewww’,di sebelah sandwich,dia menatap jus oranye dari penampakannya terlihat seperti jus jeruk.

“sandwich sayuran ditambah jus itu aku pesankan khusus untuk ketua,jus wortel.wortel membantu penglihatan semakin tajam dan sandwich sayur ini sebagai tambahan serat.ketua harus habiskan itu ya.”

Soojung menunduk pasrah,makanan yang dipesankan Sunyoung bukan seleranya.Sunyoung selalu cerewet soal makanan juga kesehatan,harusnya Soojung bersyukur punya anggota sekaligus sahabat selain Amber,yang memperhatikan dirinya.sebagai balasan,ia sepantasnya menghargai perhatian Sunyoung.lalu mereka kemudian duduk di meja di bawah kipas angin,sekaligus menyejukkan diri.Sunyoung membuka bekalnya,kotak bento hitam berisi nasi merah dan salad sayuran,melihatnya saja Soojung sudah bergidik.seorang vegetarian harus makan seperti ini?seumur hidupnya?ia memakan bekalnya lahap, dengan sangat lahap.

Soojung menatap malas makanan didepannya,Sunyoung tersenyum tapi dengan aura mengancam,’awas ya,kalau tidak habis’. Akhirnya Soojung menyantapnya sampai gigitan Terakhir juga minum jus wortel pun hingga tak tersisa.

“Waw, ketua hebat. Dihabiskan rupanya.”

“Ayolah cepat kita kembali.”

“Hey aku sedikit lagi. Tinggal sausnya belum habis, tunggu ketua!”

“Aku tunggu di pintu saja ya”

Ding dong ding dong..

Sunyoung segera menghabiskan sausnya dan membungkus cepat bekalnya,Sunyoung segera menyusul Soojung.eh,sebelum Sunyoung menghampiri Soojung,ia melihat Soojung berbicara dengan seseorang.Sunyoung tahu siapa orangnya.dia,Wu Yi Fan, murid transfer,teman sekelasnya di kelas 2-E.

Soojung menunggu Sunyoung di pintu kantin,saat itulah sosok yang tadi pagi dilihatnya dari bawah gedung melewati Soojung.laki-laki jangkung berambut pirang keemasan yang menggendong kamera hitam Canon XLR di lengan kanannya.murid pembuat histeris para murid perempuan,tanpa banyak pikir,Soojung menghentikan langkahnya.

“Hey, kau yang disana! Aku ada perlu denganmu”

Tapi laki-laki itu tidak bergeming ketika Soojung memanggilnya.

“hey,aku sedang bicara padamu!balikkan wajahmu!tidak sopan mengabaikan orang yang mengajakmu bicara”

Dia tetap diam,tapi tak lama ia menggerakan tubuhnya.

Yifan membalikkan badannya,menghadap Soojung.

“Kau, Wu Yi Fan dari kelas 2-E yang membuat Lee Ji Eun dari kelas 2-C menangis kan? Membuat menangis tersedu-sedu setelah kau tolak kan? Dia sudah sungguh-sungguh, tapi sebagai laki-laki, kau tidak menghargai”Soojung mengkonfirmasi kejadian yang dilihatnya tadi pagi,ia berkata dengan tatapan tajam sambil kedua tangannya bersedekap.

“Oh itu? Ketua OSIS begitu memperhatikan hal remeh seperti tadi? Kau perhatian sekali,ah aku merasa tersanjung”jawabnya datar.

“Enteng sekali kau bicara seperti itu. Ingat ya, aku tidak segan-segan mematahkan lehermu jika sekali lagi membuat seorang perempuan menangis. Ini adalah peringatan dariku, camkan baik-baik! Juga—”

Gomsemari hanje ieso,appa geom,eomma geom,aegi geom…

Ringtone ponsel berdering keras saat Soojung sedang bicara Yifan,kemudian Soojung pergi terburu-buru karena suara penelpon yang  menyampaikan berita penting dan saat itu Yifan yang mendengar bunyi ringtone ponsel Soojung hanya tersenyum  menahan tawanya,ketika Soojung pergi menjauh,tawanya meledak.

“Hmpfh..HAHAHA…astaga dia gadis yang imut dan lucu. Ringtone ponselnya unik, dari musiknya seperti music anak-anak”

Yifan memandang Soojung yang sudah pergi menjauh.dalam hatinya ia bergumam

‘terbukti,aku tidak salah menyukaimu..

..nona ketua,kau gadis yang menarik’

.

.

“Soojung-a,jam shiftmu jadi bertambah.tidak apa-apa kan?hari ini aku tidak menyangka akan banyak order dan booking tempat”

“manajer,tidak usah merasa berat.secepatnya dari sekolah aku akan datang ke kafe,oke?”

                                                                              ———

Jam pelajaran terakhir kelas 2-D,seni musik.

“Soojung-a, pinjam buku tugas seni musikmu dong, ayolah pinjami ya? Ya! Ya? Cuma kau yang sudah mengerjakan tugas itu ”Jinwoo mengulurkan tangannya, ia merajuk dan menggunakan aegyo nya untuk meluluhkan Soojung.

Aegyomu, tidak mempan tahu! Kau ini, makanya jangan keluyuran saat jam pelajaran, mana di pelajaran Hwang ssaem pula, kau tahu kan dia guru seperti apa”

“Maaf. Tapi—aku sungguh saat mau balik ke kelas, aku tersesat. Aku lupa di mana kelasku. Jadi, kau mau pinjami aku kan? Kumohon! Ya? Ya?”

Soojung menghela nafasnya,terpaksa ia mengeluarkan buku tugas berwarna hijau toska dengan gambar not balok hitam di tengahnya,ia menyodorkan buku itu ke Jinwoo.Jinwoo senangnya bukan main,dipinjami buku.

“Kim Jinwoo! Ingat, aku hanya pinjami kau sekali. Bukan tanggung jawabku jika kau keluyuran  dan ketinggalan pelajaran lagi”

“Iyaaa…aku janji. gomawo chingu, ini akan kukembalikan lusa”Jinwoo membentuk V dengan jari telunjuk dan tengahnya, lalu ia menepuk pundak kanan Soojung.

Soojung  merapikan bukunya, lalu menutup tas ransel ungu tuanya, keluar dari kelas menuju loker kemudian ia merapikan serta mempersiapkan buku pelajaran untuk esok.saat ia akan keluar untuk pulang,trio preman sekolah menghadangnya. Soojung menghindarinya dengan cara halus yaitu melewati samping mereka,tapi tangan Taehyun menghalanginya,melewati samping Mino juga dan terakhir melewati Seunghoon.Soojung mulai kesal karena merasa dihalangi,ia pun terpaksa menghadapi trio tersebut.

“Jung Soojung, jangan mentang-mentang kau ketua OSIS bisa mengatur kami, akan kubuat kau kerepotan mengatasi kami,juga akan kubuat kau—“Mino mengitari Soojung dengan perkataannya yang mengancam.

“—stress dan menyerah “lanjut Taehyun.

“Lalu mengundurkan diri”terakhir,Seunghoon menutup ucapannya.

Mereka bertiga kemudian tertawa keras dan seperti biasa menabrakkan pundaknya ke Soojung lalu pergi dengan suara tawa masih terdengar dari jauh,tawa yang merendahkan serta meremehkan.Sementara di tempat parkir,tak sengaja Sunyoung bertemu Seungyoon,dia sedang  memakai helm serta sarung tangan,dia bersiap pulang.

“Hey! Kang Seungyoon”

“Oh! Nona vegetarian!”panggilnya jahil.

“Hey, ganti model lagi? Kenapa terlihat lusuh?”Sunyoung memandangi sekilas motor Seungyoon.

“Jangan mengejek, ini motor baru tahu! Ah kau ini dasar. Omong-omong kau tumben menghampiriku, biasanya cuek padaku”

“Kata siapa? Kau salah paham. Eh-aku punya berita terbaru, kau mau dengar?”

“Berita apa? Bukan gossip kan?”

“Hey, dengarkan ini tentang ketua kita, tadi habis istirahat aku melihatnya di pintu keluar kantin, kau tebak dia bertemu siapa? Wu Yi Fan! Mereka terlihat intim berdua terus—”

“Ah, sudah kuduga ke mana arah pembicaraan ini”Seungyoon naik ke atas jok motornya dan menghidupkan mesin.

“Ihh..kau tidak mau dengar? Aku belum selesai! Kau tidak asik ah”

Seungyoon mengacak-acak rambut coklat caramel Sunyoung.

“Lalu kenapa? Kau penasaran dengan mereka? Lagipula belum tentu mereka berhubungan. Ok sekarang  aku harus ke warnet untuk print. Kau?”Sunyoung tiba-tiba naik di kursi belakang,ia melingkarkan erat tangannya ke pinggang Seungyoon

“Antar aku! Ini sudah sore, tidak baik gadis perawan pulang malam-malam. Kau tahu kan, sekarang menjelang malam dan  ayahku akan marah jika aku tidak pulang tepat waktu ”

“Ya, nona!”

Aishh gadis ini,dia selalu begitu.menggunakan alasan ayahnya sebagai tameng.Sunyoung tersenyum penuh kemenangan ketika Seungyoon menggas motor ninjanya.

‘mentang-mentang dia perempuan,bisa menggunakan alasan gender untuk menekanku’Seungyoon misuh-misuh dalam hati.

.

.

Dari lantai 3,lantai klub-klub ekstrakulikuler bertempat,di jendela ruang klub fotografi,seorang laki-laki jangkung memperhatikan Soojung dari bawah.walau tidak terlihat jelas ekspresi wajah Soojung, gadis itu memendam amarah pada trio preman,tapi gadis ini sama sekali tidak melawan dan berusaha sabar menghadapi mereka.

“Yifan-a, kau masih mau disini? Nanti kalau kau pulang, jangan lupa kunci pintunya” Chanyeol mengingatkan sambil menaruh tas,memasukkan dokumen-dokumen penting ke dalam tasnya.tak lupa ia mengambil helm putih dan jaket hitam belang-belang  yang tergantung di tiang baju.

“Aku tahu”jawabnya singkat.

Chanyeol hampir menutup pintu tapi ia ingat sesuatu,”Oh—jangan lupa kau setor fotomu  untuk pameran fotografi nanti, tinggal kau yang belum”

“Tidak apa kan aku tinggal sendirian? Kau jangan rindu padaku ya, jangan menangis”ia mencandai Yifan dengan wajah melankolisnya.

“Pulanglah sana! Besok juga ketemu lagi”jawabnya dengan melempar bola kertas ke lengan Chanyeol.

“Iya, iya aku pulang”

Tinggallah di ruang klub tersebut Yifan seorang diri,saat matahari mulai kembali ke peraduan juga langit yang berubah oranye.suasana sekolah sudah sepi,hanya penjaga sekolah dan satpam sekolah sedang berpatroli mengunci setiap ruang.tibalah saat penjaga sekolah tiba di ruang klub,penjaga sekolah separuh baya bertubuh tambun melihat cahaya dari salah satu ruang klub dan itu berasal dari klub fotografi.penjaga tersebut mengintip dari sela-sela,membuka pintu.

“Nak, kau belum pulang? Ini sudah menjelang malam, cepatlah pulang. Yang dirumah pasti mengkhawatirkanmu”

 “Ah, paman. Sebentar lagi aku pulang, ada dua foto lagi yang harus kucetak, tanggung kalau dibiarkan”

Penjaga itu hanya mengangguk-angguk,”oh begitu.”lalu ia keluar dan kembali berpatroli bersama satpam sekolah.

                                                                             ——

Malam sudah tiba,jalanan kota menunjukkan geliatnya,apalagi jalan-jalan di daerah Myeongdong yang menjadi pusat keramaian dan tempat nongkrongnya anak-anak muda.ada beberapa destinasi favorit yang berjajaran dari mulai kafe hingga toko-toko pakaian di sana.salah satu diantaranya sebuah kafe yang menarik perhatian pengunjung,Moe moe café. Sebuah kafe yang mengadaptasi kafe maid di jalanan Akihabara,Jepang,yep!bukan hanya konsepnya yang menarik tapi pegawai alias pelayan-pelayan di sana mengenakan kostum maid yang manis dan menggemaskan.sehingga dari luar pun ,orang-orang merasa penasaran ingin memasuki kafe tersebut,setelah melihat bagaimana suasana di dalamnya.

“selamat datang,nona muda,tuan muda”para pelanggan disambut oleh maid-maid cantik yang berdiri di samping pintu masuk,lalu salah satu maid mengantar pelanggannya ke meja.

Seorang wanita kantoran yang datang bersamaan dengan seorang mahasiswa diantar oleh Victoria.sedangkan mahasiswa pria diantar oleh Soojung. Soojung memilihkan tempat duduk di sebelah jendela pojok,ia mempersilahkan duduk dan menyerahkan menu yang dibawanya.Soojung berdiri di depan mahasiswa itu,dengan tidak henti-henti menebar senyum.membuatnya salah tingkah karena dipandangi.

“Tuan muda, ini menunya. Favorit menu bisa mencoba chocolate macaron dengan krim vanilla, minumnya ada Green Tea Bubble, untuk menu-menu pilihannya, mungkin mau coba paket special?”gadis itu—Soojung— menjelaskan panjang lebar ditambah aura manisnya  membuat mahasiswa di depan Soojung terpesona hingga ia lupa memesan menu.

“Tuan muda, mau pesan apa?”

“Ehh…aku hampir lupa. Aku pesan cheese cake, oh yang tadi apa namanya?—“ Dia pura-pura menggaruk kepalanya,ia lalu melihat menu kembali.

Chocolate Macaron?”

“Ya itu, sama..hmm.. blue soda saja” mahasiswa itu menyerahkan buku menu ke Soojung.

“Hm, baik.saya ulangi pesanannya,1 chocolate macaron krim vanilla,1 cheese cake dan 1 blue soda. Ada pesanan lain,  tuan?”

“Ti..da..k”

“Pesanan akan segera diantar, harap ditunggu”Soojung kembali membuat pria tersebut berdegup kencang karena senyumannya.

Soojung menuju dapur untuk menyerahkan pesanan ke koki.

“Ini pesanan untuk meja nomor 2, 1 chocolate macaron krim vanilla, 1 cheese cake dan 1 blue soda”

“Siap!”

Dari luar dapur terdengar suara sang manajer kafe,memanggil Soojung.Soojung pun tanggap memenuhi panggilan.ternyata ada pelanggan yang memintanya menjawab kuis,dan jika Soojung kalah,pelanggan itu berhak mendapat full service dari Soojung,jika Soojung yang menang maka pelanggan mendapat hukuman dengan memakan cake tiga tingkat ukuran besar tanpa minuman yang disediakan kafe dalam waktu satu jam.Soojung melakukannya,ia menang dan sang pelanggan harus bersedia menerima hukuman,makan cake ukuran besar.kemudian setelah selesai  Soojung menyambut kembali para pelanggan yang datang,seperti biasa dia mengantar para pelanggan,saat selesai mencatat, Soojung ke dapur untuk mengambil pesanan,dan ia menengok  ke pintu belakang,Victoria sedang kesusahan mengangkat 2 kantong plastic besar.

“Soojung-a..”Victoria membawa 2 kantong sampah plastic besar, melihat itu Soojung berinisiatif membantu Victoria.

“Sudah. Ini aku yang buang, Vic unnie. Tolong layani pesanan meja 10 tadi dia minta 1 porsi lagi parafait. Aku sudah bilang ke koki, Vic unnie tinggal mengantarnya.”Victoria mengangguk,ia menyanggupi permintaan Soojung.

“Ah, maaf aku merepotkanmu”

Yifan tidak sengaja berjalan-jalan di jalanan Myeongdong,ia tidak menggunakan motor karena sedang diperbaiki.tak sengaja ia melewati jajaran kafe di sana,tapi satupun tidak ia sambangi.kemudian di salah satu gang kecil di pintu belakang Moe Moe kafe ada yang menarik perhatiannya.ia melihat seseorang yang familiar,ya dia sangat mengenalnya.

Dia, orang yang menjadi objek foto Yifan tadi pagi.

Ketua OSIS.

Soojung mengangkat 2 kantong sampah ke bak pembuangan sampah di belakang kafe,ia mengangkat satu persatu sampah dari dalam menuju keluar.Soojung membelakangi seseorang,saat akan membuang sampah.dengan suara berat,orang itu menyeletuk,

“oh ketua?kebetulan ya ketemu disini” Soojung menoleh ke sumber suara,ia melihat di seberang ada pria jangkung berdiri,menyandar ke tembok cuma bagian wajahnya kabur  karena remang-remang.perlahan pria itu mendekat dan Soojung memasang kuda-kuda takutnya dia om-om genit yang mencoba merayunya.namun semua pikiran negative yang Soojung pikirkan buyar,dengan jelas sosok itu mendekat,wajahnya terlihat jelas.

  Wu Yi Fan.orang ini!

‘menyebalkan!kenapa dia bisa muncul disini?dia datang tiba-tiba lagi,kenapa bisa tahu tempat ini?rahasia yang kusimpan rapat jadi sia-sia’

“jadi takut rahasia terbesarmu terbongkar nona ketua?toh cuma aku saja yang tahu.kenapa panik begitu?kau pikir aku ini apa?”

‘dia ini apa?kenapa bisa tahu yang kupikirkan?’

Alisnya naik sebelah,pandangan Yifan seperti meremehkan. Soojung menatap pria itu sebal,juga karena ini, ia masih mengenakan kostum maid.kostum maid yang membalut tubuhnya,sambil membawa 2 kantong plastik berisi sampah.ya,pria itu memergokinya seperti ini.Soojung merasa posisinya tidak aman,ia jaga jarak dengan Yifan saat berbicara dengannya.

“kau tidak berniat membocorkan ini bukan?”tanya Soojung curiga.

Yifan diam dan hanya menyengir lebar,Soojung bingung kenapa dia menyengir lebar,apa maksudnya?Kemudian ia mengucapkan hal tak terduga,

“Ya tergantung. Kalau kau mengijinkanku datang setiap hari, aku akan mempertimbangkannya”

‘apa?setiap hari?’

SETIAP HARI?

Soojung hampir saja lupa,2 kantong plastic besar masih teronggok di pintu belakang.dengan sekuat tenaga ia mengangkat 2 kantong sampah besar sendirian ke kotak besi pembuangan sampah,tugasnya sudah selesai,sekarang ia harus kembali ke dalam.sebuah juluran tangan yang panjang juga berisi,menghalangi jalan Soojung.saat Soojung menoleh,jaraknya dengan Yifan hanya beda beberapa senti.

“K..ka..u”Soojung kaget karena Yifan begitu dekat, bahkan ia bisa merasakan nafasnya.

“Nona ketua, kau sangat manis. Aku suka reaksimu tadi”

Skakmat. kau. Jung Soojung.

Kenapa tidak aku bisa berhenti menatapnya?

Yifan mencium ujung  helai rambut hitam Soojung,itu membuat Soojung makin salah tingkah,ditambah sudut bibir Yifan yang menaik sebelah.

Oh!tidak.jangan bilang kau berdebar-debar Soojung!

Soojung menenangkan dirinya dan bersikap senormal mungkin.ia menyingkirkan tangan Yifan yang menghalangi pintu, Soojung masuk ke dalam,lalu menutup pintu belakang dengan keras.

Dari luar, Yifan tertawa kecil.

Hahaha…

‘dasar gadis dingin,kenapa kau tidak akui saja kalau tadi kau terpesona padaku?’

——

Kicauan burung serta terang benderangnya mentari  menunjukkan tandanya,bahkan sinar mentari sudah menembus kamar seorang  Jung Soojung,yang saat itu masih di alam mimpi.kelelahan tersirat dari wajah gadis itu,setelah pulang kerja sambilan dan sebelum tidur pun ia masih menyempatkan belajar.telinga Soojung menangkap suara,ia kira sedang bermimpi tapi..

“Ayo bangun,Soojung-a! Bangun!”

Pagi-pagi Soojung sudah dikagetkan dengan suara Sooyeon.Soojung menolehkan wajah,dengan mata setengah terbuka,ditambah lagi tubuhnya digoncang-goncangkan.Soojung bangun,ia membelalakan matanya lebar lalu duduk di tempat tidur,dia memperhatikan kakaknya begitu antusias melihat  dua kotak besar di depannya. Kenapa harus dibawa ke kamarku juga?

Unnie, ini apa?”

“Kau tahu? Ini hadiah special! Aku menang kuis  dan dapat hadiah sembako! Lihat ini! Ada beras, minyak goreng, oh dan juga 2 bungkus besar ramyun ”Sooyeon mengeluarkan satu persatu isinya.

Ah,kakaknya ini memang jago kalau urusan menjawab kuis,apalagi kuis yang selalu ada di Koran pagi.ya paling tidak,ia,kakak dan juga ibunya bisa menghemat mengeluarkan membeli kebutuhan sehari-hari.tapi pagi ini bukan hanya itu kejutannya,Sooyeon memberikan sesuatu ke tangan Soojung.

“Oh,ya Soojung-a. Aku mau memberikan ini,mungkin tidak seberapa,tapi semoga cukup untuk keperluan sekolah.maaf,sebagai kakakmu aku tidak bisa memberikan lebih”Sooyeon menatap sedih ke Soojung. Kemudian Soojung dengan sigap menyerahkan kembali uang itu ke Sooyeon, Soojung merasa uang itu lebih baik ditabung untuk menyicil utang ke rentenir juga untuk keperluan mereka,jika ada sisa.

“Aku bisa menyicil uang sekolah dengan sedikit uang dari hasil kerja sambilanku, uang ini baiknya disisakan sedikit untuk keperluan kita dan sebagian untuk membayar utang. Aku berterimakasih unnie mau memberikan ini, tapi aku tidak bisa menerimanya”

“Soojung-a. Setidaknya buatlah unniemu ini sedikit berguna, selama ini kau terus yang bekerja keras. Ijinkan unniemu ambil bagian juga, kau mengerti kan?”

Tiba-tiba Sooyeon memeluk erat Soojung sambil menangis dan mengelus puncak kepala gadis itu dengan kasih sayang.drama kakak-adik yang mengharukan sampai Eomma Jung dengan celemek putih renda-rendanya mendatangi kamar Soojung,melihat kakak-adik tersebut berpelukan.

“Hey,kalian mau sampai kapan pelukannya?kalian tega sekali tidak menyadari keberadaan eomma

“Ah, eomma.maaf”Soojung dan Sooyeon melepaskan pelukannya.

“Ya, sudahlah tidak apa-apa. Ayo Soojung-a,mandi sana. Ini sudah jam berapa?”

“Aku mau keluar dulu dan membereskan ini juga”Sooyeon keluar dari kamar Soojung dengan membawa kotak  box hadiahnya tadi.

Saat melihat jam weker woody woodpecker-nya ,paruh woody menunjukkan jam setengah tujuh.Soojung tidak mau terlambat datang ke sekolah,apalagi rutin setiap jam tujuh lebih dia harus berdiri di depan gerbang sekolah untuk inspeksi kedisplinan.

“ah!aku harus cepat-cepat!”Soojung menyambar baju sekolah yang tersampir di kursi belajarnya,kemudian mengambil handuk dan menuju kamar mandi.

Sepuluh menit lebih sedikit, Soojung keluar dari kamar mandi dan sudah berpakaian lengkap.ia ke kamarnya kembali.memasukkan buku-buku catatan pelajaran,ditambah data sponsor tambahan kiriman dari Seungyoon. Lalu ia bergegas ke meja makan,sekedar berpamitan dengan ibu juga kakaknya.

“ Eomma,unnie aku berangkat!”

“eit..Soojung-a,ini bekalnya”tahan Eomma Jung pada Soojung yang hampir keluar rumah.

“Eomma!tidak usah!”

“menurut pada Eomma!jangan bandel!”Eomma Jung menyerahkan paksa bekal itu ke tangan putri bungsunya.

.

.

Sepanjang perjalanan,Soojung merasa tidak enak dan perutnya keroncongan karena tadi dia lupa sarapan,melihat bekal yang dibawakan Eomma nya,terpikir untuk memakannya tapi dia mengurungkan niat itu,tapi apa daya perutnya keroncongan tidak mau berkompromi.Soojung sampai di halte bus dan apesnya bus itu sudah jalan cukup jauh.Soojung berusaha mengejarnya tapi energi tidak cukup karena lapar yang mendera.ia duduk di halte bus dengan kesal,kalau begini ia bisa terlambat,tapi bagaimana caranya bisa sampai ke sekolah tanpa terganggu rasa lapar?sedangkan uangnya hanya cukup untuk ongkos transportasi.

Sigh! Ini membuat Soojung sebal!

Tak lama motor ninja warna hijau metalik meluncur dari kejauhan.Soojung mengenali siapa pemilik motor itu.lalu ketika motor itu mendekat,Soojung berteriak dan ia menuju tengah jalan untuk menghentikannya,untung saja kendaraan tidak banyak berlalu lalang saat Soojung berjalan ke tengah.

“HENTIKAN MOTORNYA!!!”teriaknya kencang.

Seungyoon terkaget dan merem mendadak motornya.hampir saja menabrak orang itu,

‘orang ini gila ya berdiri di tengah jalan?mau bunuh diri?’umpat Seungyoon,motornya terhenti dan ia baru tersadar saat membuka helmnya.

“Ka—ketua!”

“Pinjam kunci motormu! Aku mau ambil helm!”Seungyoon menyerahkan kunci,tanpa basa basi Soojung membuka jok kursi motor Seungyoon dan mengambil helm didalamnya.lalu dia duduk di kursi penumpang.

“Kenapa? ayo cepat! Aku hampir terlambat! pakai helmmu lagi”

Seungyoon tidak suka ada yang duduk di kursi penumpangnya,entahlah alasannya apa.tapi keadaan ini darurat,apa dia akan mengusir Soojung?tidak mungkin kan?jadi Seungyoon membiarkannya. Seungyoon kembali menaiki motornya, menghidupkan dan segera tancap gas.perjalanan dengan motor tidak sampai lima belas menit,tepat jam tujuh lebih lima, Soojung dan Seungyoon tiba di sekolah.

“Ketua! Lain kali jangan berbuat seperti tadi lagi, Kau membuatku jantungan. Untung saja aku mengerem, kalau tidak—”ia mulai menggerutu.

Soojung melepas helmnya, satu kata yang ia ucapkan”kau cerewet!”

“ketua!!ah,selalu saja aku memperingatkan tapi dianggap cerewet”

 Soojung dan Seungyoon langsung ke ruang OSIS,wuah..sebuah kebetulan atau memang sengaja,Yifan berdiri di pintu ruang OSIS.ia sedang mengutak-atik kameranya,saat itu Soojung mengabaikannya,ia tidak memberi salam ke Yifan.entah kenapa,sejak insiden semalam ia jadi cuek juga menjaga jarak.apa Soojung takut rahasianya ketahuan?atau dia sengaja berdiri disini,memberitahu para anggota OSIS tentang rahasianya?

“Hey, nona ketua!”

“Ketua! Kau dipanggil tuh”Seungyoon mencolek pundak Soojung.

“N-o-n-a k-e-t-u-a”

Soojung tidak mempedulikannya,ia sibuk merongoh kunci di tasnya.

“Ah akhirnya ketemu juga”

Betapa kagetnya Soojung,setelah membuka pintu ruang OSIS.yang didapatinya sebuah pemandangan  yang membuat otaknya mendidih,apalagi keadaan ruang OSIS yang lebih-lebih membuatnya semakin naik darah.

“In..i..perbuatan …siapa?”Seungyoon tercengang.

 Soojung mengumpat penuh kemarahan,“BENAR-BENAR ORANG YANG BERANI MELAKUKAN INI,AKAN KUHAJAR HABIS-HABISAANNN!!LIHAT SAJA NANTI”

                                                                       _Tbc_

Hello,readers.  aku ucapin terima kasih yang udah nyempatin baca sampai akhir.maaf kalau hasilnya ga sesuai ekspetasi ataupun serame yang di komik tapi kuharap kalian nikmatin ceritanya.part ini emang scenenya ada yang kuambil dari komik/anime dan untuk selanjutnya juga ada,hanya mengambil scene yang menurutku pas sama sikon dan setiap part akan muncul cast baru disesuaikan dengan ceritanya.

Ditunggu kritik,saran,uneg-uneg kalian  tentang ff ini di kolom komen ^^dan yang jelas komennya tidak nge-bash atau mojokin,ok?

3 thoughts on “Student Council President x Handsome Alien [1]”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s