[Vignette] Broken Heart

Broken Heart

Title: Broken Heart…

Scriptwriter: Lisa Kim  @LisaKim0403 or @Parklisha

Genre: Romance, Fluff, little bit Comedy.

Main Cast:

  • Min Yoongi (BTS)
  • Choi Yoojin (CLC)

Rating: T

Duration: Vignette

Disclaimer Fanfic ini murni hasil Imajinasiku yang rada sedikit abal. OC’s dan Semua yang ada dalam FF ini MILIKKU!!! Min Yoongi & Choi Yoojin milik Tuhan, Orangtuanya, BIGHIT & CUBE –Selama masa kontrak berlaku- dan yang pasti milik istri/suami dan anak-anaknya kelak.kkkk~

Hati-hati banyak Typo bertebaran!

O..ya, jangan tertipu sama judulnya yaa.kkkk~

Happy Reading  ^_^

Silent Readers? Go Away!!!!!! Hush…Hush…Hush *NgusirBrngMemberBTS*

Summary:

“Oppa, memangnya patah hati itu sakit ya?”

###

“Aku ingin merasakannya!”

“Uhukkk…”

Tersedak. Itulah yang terjadi pada Yoongi. Cairan milkshake vanilla yang hampir menuruni kerongkongannya itu terpaksa harus ia semburkan dengan sangat tidak elitnya. Lelaki bersurai pirang itu terlampau kaget saat mendengar gadis disampingnya berucap –lebih tepatnya mengeluarkan sebuah pernyataan-.

Mungkin reaksi yang diberikan Yoongi nampak berlebihan hanya untuk sebuah pernyataan yang ia dengar dari katup bibir gadis bersurai legam yang duduk disampingnya. Namun, Yoongi punya alasan untuk rasa keterkejutan berlebihannya itu. Pasalnya, gadis itu berucap disaat yang tidak tepat. Saat ini mereka’kan sedang—

“Ck, Oppa. Seharusnya kau minum dengan hati-hati!”

Yoojin -gadis yang duduk disampingnya- menyodorkan selembar tisu. Yoongi menerimanya, namun sedikitpun tidak berniat untuk mengelap bibir dan bajunya yang telah ternoda cairan lengket milkshake. Ia lebih tertarik menatap Yoojin dengan matanya yang membulat.

“Ka-kau bilang apa tadi?”

“Aku ingin merasakannya juga!”

Jawaban Yoojin membuat mata sipit Yoongi semakin membulat. Lelaki bermarga Min itu meneguk salivanya susah payah. Ternyata ia memang tidak salah dengar. Jadi….

“Ka-kau ingin merasakan……..i-itu?”

Ragu, Yoongi mengarahkan jari telunjuknya ke arah dimana layar televisi 42-inch berada, -yang berada sekitar 4 meter dari tempat mereka terduduk.

Yoojin ikut mengalihkan fokus matanya kearah yang di tunjuk Yoongi dan, “Eoh,” matanya ikut membulat. Detik berikutnya ia kembali memfokuskan pandangannya pada lelaki disampingnya, “Yya, Oppa. Kau mesum!” ujarnya sembari meninju bahu Yoongi.

Yoongi meringis sembari mengelus-ngelus bahunya. Tinju yang ia terima dari Yoojin ternyata cukup menyakitkan.

“Bukan merasakan itu yang aku maksud!”

Gadis Choi itu mengerucutkan bibirnya sebal. Sebal, karena Yoongi –kekasihnya itu- baru saja berpikiran mesum.

Ya, saat ini mereka berdua memang sedang menonton romantic drama. Dan yang menjadi objek tunjukan jari Yoongi tadi adalah sebuah adegan dimana sepasang kekasih sedang melakukan Hot Kissing yang hampir menjurus ke bed scene. Oh… ya ampun, Yoongi tidak benar-benar berpikir Yoojin ingin merasakan ‘itu’, kan?

Yoongi mengerjapkan matanya lambat sebelum akhirnya berujar, “La-lalu?”

Diam-diam Yoongi bernapas lega. Lega, mengetahui Yoojin ternyata masih polos. Seharusnya ia memang tidak berpikiran seperti itu sejak awal. Oh…. ayolah, bagi Yoongi, gadisnya itu masih terlalu polos untuk melakukan hal-hal seperti ‘itu’. Bahkan untuk saling mengecup pipi saja Yoojin tidak pernah mau memulainya duluan –Biasanya Yoongi yang selalu mencuri adegan seperti itu. Mendaratkan sebuah kecupan manis dipipi mulus Yoojin yang akan berujung dengan mendaratnya sebuah tinjuan maut dari gadisnya itu.

Yoojin tersenyum bodoh, lalu kembali membuka suara, “Aku ingin merasakan….”

Yoongi Menaikkan sebelah alisnya bingung saat Yoojin menggantungkan kalimatnya.

“…Ingin merasakan rasanya……. patah hati!”

Hening.

Saat ini, Yoojin sibuk dengan cengiran bodoh lebarnya. Sementara Yoongi sibuk mencerna ucapan gadisnya. Sampai pada detik berikutnya…

“APAAAAA???”

Yoojin tersentak kaget saat Yoongi berteriak dihadapannya, “Oppa, kau membuatku kaget!” ia mendengus sebal.

Mata sipit Yoongi kembali membulat. Kali ini ia merasa dua kali lipat lebih terkejut dari keterkejutannya di awal tadi.

“Ka-kau bilang apa? Ka-kau ingin merasakan—”

“Aku ingin merasakan rasanya patah hati,” Yoojin melanjutkan ucapan Yoongi, “Kenapa?” tanyanya dengan tatapan polos.

Oh… baiklah, Yoongi memang tidak salah dengar.

“Kau ingin merasakan rasanya patah hati? Yya! kau gila!!!?”

“Aku? Gila? Tidak!” Yoojin menggeleng polos, “Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya patah hati. Memangnya salah, ya?”

Yoongi memijat pelipisnya. Menghadapi kepolosan Yoojin memang kadang membuat kepalanya berdenyut nyeri. Bayangkan saja, gadis itu dengan polosnya berujar ingin merasakan rasanya patah hati. Apa Yoojin kira patah hati itu semanis saat ia mengemut permen lolipop!?

Oh… ya ampun, Yoongi benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran gadisnya yang terlampau polos atau bahkan sudah menjurus ke bodoh. Ahh, entahlah.

“Dengar ya Nona Choi. Patah hati itu bukan sesuatu yang bisa kau coba begitu saja jika kau menginginkannya. Patah hati itu—”

“Tapi aku ingin merasakannya!” Yoojin memotong kalimat Yoongi. Lagi-lagi ia mencibir sebal.

Yoongi menghembuskan napasnya berlahan, “Oke. Sekarang beri aku alasanmu kenapa kau tiba-tiba ingin merasakan rasanya patah hati?”

“Semalam aku menginap dirumah Sorn. Oppa tahukan?”

Yoongi mengangguk kecil. Raut wajahnya seolah berkata ‘Lalu?’.

“Semalam Sorn bilang dia sedang patah hati. Jimin ketahuan berselingkuh. Lalu 4 hari yang lalu mereka resmi putus karena Jimin lebih memilih selingkuhannya itu,” Yoojin menghentikan ucapannya sejenak, “Oppa tahu tidak, Sorn menceritakan semua itu sambil menangis? Penampilannya sangat kacau. Bahkan aku rasa berat badannya berkurang banyak. Dia nampak kurus,”

Mendengar penuturan Yoojin, Yoongi hanya mampu memanggut-manggutkan kepalanya.

“Ahh… iya, Sorn juga bilang hatinya sangat sakit,”

Yoongi tersenyum tipis. Ia rasa penuturan Yoojin tentang Sorn –teman mereka- yang sedang patah hati cukup jelas menggambarkan arti dibalik kata ‘patah hati’ itu. Jadi, bukankah seharusnya Yoojin sudah tahu, atau bisa sedikit membayangkan seperti apa rasanya patah hati itu?

“Oppa, memangnya patah hati itu sakit ya?”

Yoongi menjilati bibirnya yang entah mengapa terasa kering. Menghelan napas kecil sebelum akhirnya berujar, “Ya, patah hati itu sangat sakit,” dengan sekilas senyuman tipis.

“Sungguh?”

Yoongi mengangguk.

“Apa rasa sakitnya sama seperti rasa sakit yang aku rasakan saat Oppa tidak sengaja melemparkan bola basket kewajahku?”

Yoongi berpikir sejenak, “Ya, anggap saja rasa sakitnya seperti itu,” jawabnya.

Sesungguhnya Yoongi tidak tahu harus memberi jawaban seperti apa pada Yoojin. Pertanyaan gadis itu terlampau polos dan Yoongi ingin mengakhiri pembahasan konyol ini dengan segera.

“Ahhhhhhhh~,” Yoojin ber ‘ahhh’ ria sembari memanggut-manggutkan kepalanya, “Tapi, semalam aku sama sekali tidak melihat bagian tubuh Sorn yang terluka. Tidak seperti hidungku yang mengeluarkan darah dan membiru saat terkena lemparan bola basket itu. Jadi, dimana letak rasa sakitnya, ya? Aneh,” Mata Yoojin menerawang langit-langit. Seolah sedang mencari jawaban dari pertanyaanya sendiri.

Yoongi yang mendengar ucapan Yoojin hanya mampu menghelan napas dalam. Lelaki itu kembali memijat pelipisnya. Pertanyaan polos Yoojin benar-benar membuat kepalanya berdenyut nyeri. Kalau saja ia tidak ingat Yoojin adalah kekasihnya mungkin Yoongi sudah menghanyutkan gadis polos itu ke rawa-rawa. Jadi, bersyukurlah Yoojin karena kekasihnya itu masih bisa bersabar menghadapi kepolosan dirinya yang sudah berada dalam zona bahaya.

Ya, karena walau bagaimanapun Yoongi tetap harus memaklumi kepolosan gadisnya. Pasalnya, Yoongi tahu dirinya memang pacar pertama Yoojin –dan Yoongi pastikan ia juga akan menjadi yang terakhir- jadi wajar jika Yoojin tidak terlalu mengerti dengan apa yang dinamakan patah hati, karena gadis itu memang belum pernah merasakannya dan Yoongi pastikan gadisnya itu tidak akan pernah merasakannya. Ya, Yoongi berjanji untuk itu!

“Eoh, Oppa,” Yoojin kembali berseru. Gadis bergigi kelinci itu kembali menfokuskan pandangannya pada Yoongi, “Apa Oppa pernah merasakan rasanya patah hati?” Tanyanya.

Yoongi mendengus pelan. Merasa mulai jengah dengan pembahasan ‘patah hati’ ini. Tapi mau tidak mau ia tetap menjawab, “Ya, aku pernah merasakannya dulu. Jauh sebelum bertemu denganmu,”

“Uwah, Sungguh?”

Yoongi mengangguk malas.

“Apa saat itu Oppa sama seperti Sorn? Mengurung diri dikamar, menangis, tidak mau makan sampai-sampai membuat berat badan Oppa berkurang?”

Lagi, Yoongi mengangguk malas.

“Uwah, itu sungguh keren!”

Yoojin berseru heboh, bahkan matanya berbinar. Membuat Yoongi harus kembali memijat pelipisnya. Oh, ayolah…. patah hati bukan sesuatu yang bisa dikatakan ‘keren’. Yoongi sudah benar-benar angkat tangan untuk kepolosan atau bahkan kebodohan gadisnya itu. ‘Terserah apa kata lu aja deh!’, mungkin saat ini itulah yang berada dibenaknya.

“Ahhhh, aku jadi semakin ingin merasakan rasanya patah hati. Kurasa itu akan sangat menyenangkan. Iyakan, Oppa?”

Oh…. ya Tuhan. Tolong jangan salahkan Yoongi yang saat ini menjadi benar-benar ingin menghanyutkan Yoojin ke rawa-rawa. Pasalnya, bagaimana bisa gadis itu dengan polosnya mengatakan patah hati itu ‘menyenangkan’?  Apa gadis itu tidak mengerti arti dari: mengurung diri dikamar, menangis, kehilangan nafsu makan yang di akibatkan oleh patah hati? Apa semua itu memang terlihat menyenangkan dimatanya? Atau memang gadis itu mempunyai definisi yang berbeda untuk sesuatu yang ia bilang ‘menyenangkan’ itu? Ahhh… entahlah, Yoongi sendiri tidak mengerti dengan jalan pikiran gadisnya.

Dan, baiklah. Yoongi rasa ia harus segera mengakhiri pembahasan konyol ini sebelum dirinya benar-benar kehilangan akal sehatnya dan sungguh-sungguh menghanyutkan Yoojin ke rawa-rawa. Ugh, jangan sampai itu benar-benar terjadi!

“Dengar ya, Chagi~” Yoongi menangkup kedua sisi pipi Yoojin. Mendekatkan wajahnya pada wajah gadisnya. Menatap mata bulatnya intens, “Seberapa besarpun keinginanmu untuk merasakan bagaimana rasanya patah hati, aku bersumpah tidak akan pernah mewujudkan keinginanmu itu. Tidak akan pernah, mengerti!!!?” Yoongi berujar lembut namun penuh penekanan.

Yoojin mengerjab lambat, “Ke-kenapa?”

Menghembuskan napasnya berlahan, sebelum akhirnya kembali berujar, “Karena aku mencintaimu, Choi Yoojin! Dan aku bersumpah tidak akan pernah membuatmu merasakan apa yang dinamakan patah hati itu. Jika memang aku melakukannya, kau bisa membunuhku saat itu juga. Kau bisa pegang janjiku, jika kau mau,”

Untuk penuturan Yoongi kali ini Yoojin hanya mampu terdiam dengan wajah polosnya. Detik berikutnya, entah sadar atau tidak kepala gadis itu mengangguk kecil. Membuat Yoongi tersenyum lebar karenanya. Syukurlah, akhirnya Yoojin mengerti dan tidak banyak tanya lagi. Yoongi bisa bernapas lega sekarang.

Hening.

Keduanya masih saling tatap.

Yoongi mengamati wajah Yoojin intens. Melihat wajah manis nan polos gadisnya dari jarak sedekat ini entah mengapa selalu membuat hatinya bergetar. Yoojin terlampau menggemaskan. Yoongi menyukainya, sangat!

Entah sudah berapa lama mereka saling tatap. Sampai sebuah senyuman aneh terukir dikedua sudut bibir Yoongi. Tiba-tiba saja sebuah pikiran jahil terlintas dibenaknya. Entah pikiran macam apa itu.

“Hey, kau mau aku tunjukan sesuatu yang jauh lebih ‘menyenangkan’ dari patah hati tidak?” Yoongi  berujar masih dengan senyuman anehnya.

“Eoh,” Yoojin berguman tidak mengerti, “Memangnya ada?” Tanyanya polos.

“Tentu saja ada,” Yoongi mengerlingkan sebelah matanya, “Sesuatu yang jauh lebih menyenangkan seperti…….” ia kembali mengikis jarak. Senyum anehnya semakin lebar, “…Ini,”

CUP…

DEG!

Tubuh Yoojin menegang. Matanya membulat sempurna saat ia merasakan bibir Yoongi mendarat sempurna di bibir pinknya.

Ya, yang Yoongi maksud dengan ‘sesuatu yang jauh lebih menyenangkan’ itu adalah sebuah ciuman. Seperti yang saat ini tengah ia lakukan pada bibir mungil milik Yoojin. Awalnya hanya menempel, sampai akhirnya Yoongi mulai berani menggerakan bibirnya secara berlahan. Melumat setiap inci bibir gadisnya dengan sangat lembut. Terasa sangat manis!

10 detik

25 detik

40 detik

1 menit

3 menit

5 menit

6 menit

7 menit

Dan,

“YYA! OPPA, KAU MESUM!!!”

Oh…. jangan salahkan Yoojin atas reaksi terkejut yang sepertinya sudah sangat terlambat itu. Pasalnya, bibir Yoongi sudah hampir lebih dari 7 menit bermain diatas bibirnya, namun gadis polos itu baru menyadari perbuatan kekasihnya itu sekarang. Oh, ya ampun!

Plukkk~

Yoojin mendaratkan sebuah bantal sofa tepat diwajah Yoongi.

“Akhhhh~, Sakit,” Yoongi meringis.

Plukkk~

Lagi, Yoojin mendaratkan bantal sofa tepat diwajah kekasihnya itu.

“OPPA MESUM!!! HUAAAAAAAA….. OPPA TELAH MENODAI BIBIR SUCIKU. DASAR MESUMMMMMM!!!”

Plukkk~

“Akhh~”

Plukkk~

“Akhh~”

Plukkk~

“Ya..ya..ya, hentikan! Ini sungguh menyakit—”

Plukkk~

“Akhhhhhhh~”

Pada akhirnya Yoongi hanya bisa pasrah menerima pukulan brutal dari Yoojin, gadis kesayangannya.

Walaupun begitu, Yoongi bersumpah ia tidak akan benar-benar menghanyutkan Yoojin ke rawa-rawa.

Karena, Seorang Min Yoongi terlampau mencintai Choi Yoojin dengan segala kepolosan gadisnya itu!

~FIN~

YeY…. Setelah sebelumnya Taehyung dan Seunghee yang aku nistakan di FF, kali ini giliran Yoongi dan Yoojin yang aku nistakan/? kkkk~  dan lain kali mungkin Jungkook dan Yeeun atau Seungyoon dan Namjoon atau bisa juga Jimin dan Sorn. Entahlah. Ditunggu aja.kekekek…. Yang jelas semoga kalian suka dengan Couple2 itu.hheeee…

Ide FF ini tercetus saat temenku curhat soal dia yang baru putus dari pacarnya karena terhalang restu orangtua *PukpukinLiaa* kkkk~ Temenku itu curhatnya sambil nangis-nangis. Trus aku cengo ngeliatnya dan langsung mikir ‘Patah hati emang sesakit itu ya?’. Karena jujur aku emang belum pernah ngerasain yang namanya patah hati yang bener-benar sesakit itu. Jadi, beneran gak tau rasanya kaya gimana.heheheh…

O..ya, FF ini aku post diberbagai blog dengan cast yang berbeda-beda. Jd, jangan kaget klw kalian nemu yang beginian dimna-mana.kkkk~

Okelah, itu saja. Bagi yang sudah baca dimohon tinggalkan jejaknya. Terima kasih banyak *HugAtuAtuBrngMemberBTS*

 

 

One thought on “[Vignette] Broken Heart”

  1. astaga yoojin ada” aja patah hati pengen dirasain emang kayak cokelat kali ahh
    bagus yoongi gk ngabulin hahahahaha
    kebangetan banget polosnya tuh cewek
    konyol + lucu

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s