[Vignette] LOVE ME AGAIN

Love Me Again chanyeol

LOVE ME AGAIN

Scriptwriter:

SnowFire

Main Cast:

EXO’s Park Chan Yeol – Kim So Eun

Genre:

Romance, Hurt

Rate:

T+

Duration:

2.000+ (Vignette)

Inspired Song:

Love Me Again by G.Soul

Warning! Full of Chan Yeol POV

Yang dicetak miring adalah flashback. Yang dicetak tebal, miring adalah lirik lagunya🙂

Sangat disarankan baca sambil dengerin lagunya G.Soul – Love Me Again:’3

Happy Watching^^~

.

Aku jatuh cinta padamu lagi. Jadi, bisa kau mencintaiku lagi? – Park Chan Yeol

.

Ini sudah beberapa tahun

Dan kita sendiri satu sama lain seperti ini

Seolah-olah tidak ada yang terjadi

Sama seperti hari-hari serasa tua

 

.

Aku melihatmu berjalan menysuri jalan sepi dimusim gugur, mengenakan mantel coklat kesayangan dan sebuah topi berbahan wol lembut menutupi rambut kecoklatannya yang lembut. Mengeratkan mantel ketika sampai ditempat yang ditujunya, halte. Duduk manis disana sambil sesekali mengayunkan kaki mungilnya yang berbalut jeans hitam kedepan dan kebelakang, menunggu kedatangan bus selanjutnya.

Mengikutimu seperti penguntit, melihatmu dari kejauhan. Ketika aku mendekat, kau menoleh dan seketika senyum manis mengembang dibibirmu. Menggeser sedikit dudukmu, seakan mengizinkan aku untuk duduk disampingmu.

“Chanyeol-ah.”

Oh… mendengar suaranya memanggil namaku membuatku memejamkan mata sejenak. Merasakan detak jantung berdenyut cepat ketika dia memanggilku. Merasakan kembali perasaan yang sama seperti 2 tahun yang lalu ketika dia masih…

Menjadi kekasihku.

.

Musim gugur tahun 20xx

Menggenggam tangannya dibalik saku mantel hitam yang kukenakan membuatnya menoleh dan tersenyum padaku, yang kubalas dengan senyum manisku.

“Chanyeol-ah.” Panggilnya.

“Agar kau tetap hangat.” Balasku.

“Terima kasih.” Dan ia menggenggam tanganku dengan erat dibalik saku mantelku. Melanjutkan perjalanan menuju halte terdekat dengan tangan saling bertaut, perbuatan sederhana yang membuat jantungku berdenyut cepat, menyenangkan.

Dan ia sedikit terkejut ketika aku berdiri di belakangnya dan menagkup tubuh mungilnya dengan mantel depanku, kemudian mengancingkan kancingnya, membuatnya sukses terperangkap dalam mantel hitam bersamaku. Meletakkan daguku diatas kepalanya, memeluk pinggangnya.Tak mempedulikan tatapan aneh beberapa orang yang lewat didepan kami.

“Chanyeol-ah.”

“Biarkan seperti ini Soeun-ah.” Ucapku, ia tersenyum dan membalas dengan meletakkan belakang kepalanya didadaku dengan nyaman. Kembali berjalan dengan keadaan seperti itu, sekali lagi – kembali tanpa mempedulikan tatapan aneh orang-orang yang lewat didepan kami.

.

“Oh busnya sudah datang.”

Suaranya kembali menyadarkanku dari lamunan singkatku, aku menolehkan kepalaku kekanan, benar, busnya sudah datang. Ia berdiri dan berlajalan lebih dekat kearah trotoar.

“Tidak naik?” Ucapnya.

“Aku sedang menunggu seseorang.” Jawabku.

“Kekasihmu?” Ia kembali bersuara.

“Begitulah.”

“Baiklah, aku duluan. Selamat tinggal.” Kemudian ia mulai masuk kedalam bus dan duduk dibangku dekat jendela, membuatku dapat melihatnya dari tempatku berdiri. Aku berdiri ketika bus mulai melaju meninggalkan halte.

“Aku sedang menunggu Soeun. aku menunggu dirimu kembali padaku.”

.

Seperti yang aku lihat dirimu

Orang yang memanggilku teman baik

Aku mencoba untuk menahannya

Tapi aku harus mengatakan sesuatu

.

Tak

Suara gelas yang bertemu dengan meja kaca membuatku menoleh, mendongak ketika melihat seseorang berdiri didepanku. Soeun, ia tersenyum dan duduk didepanku.

“Menunggu lama?” Tanyanya padaku.

“Tidak, hanya sekitar 3 menit yang lalu.”

Sebenarnya 2  tahun. 2 tahun aku menunggumu Kim Soeun.

“Maaf membuatmu menunggu, salju pertama akan turun malam ini. Jadi aku membeli beberapa keperluan ketika kau mengajakku bertemu.”

“Tak masalah. Seharusnya aku yang minta maaf karena memintamu untuk bertemu ketika kau sedang sibuk.” Ucapku tersenyum dan kembali meminum kopiku.

“Tidak apa-apa. Ada apa kau mengajakku untuk bertemu? Ingin mengenalkanku pada kekasihmu?” Ucapnya, kemudian senyum manis kembali menyapa bibir tipismu.

“Maksudmu?” Balik bertanya kepadanya.

“Ey~ 2 minggu lalu aku melihatmu menggandeng seorang gadis cantik didaerah Hongdae. Apa itu kekasihmu? Kita kan teman baik, kenapa kau tidak ingin mengenalkannya padaku?” mengatakan dengan dengan semangat, tersenyum lebar hingga eye smile terbit dikedua matamu. Sungguh, melihatnya seperti itu membuatku ingin mencubit pipinya. Tapi aku menahannya.

Perkataannya membuatku tersadar akan sesuatu…

Ya, kita hanya teman baik sekarang.

.

Aku tahu aku menyakitimu

Bisa kau cintai aku lagi?

Tanpa kau tau, aku jatuh cinta denganmu lagi

Jadi, bisa kau mencintaiku lagi?

.

Meneleponnya puluhan – atau bahkan ratusan kali, jawabannya sama. Nomornya tak aktif. Sungguh, 3 hari ini seakan neraka bagiku. Ia seakan menghindariku, menghindari untuk berhubungan denganku. Aku tau aku salah – mencoba untuk berhubungan dengan gadis lain selain dirinya. Tapi sungguh, adalah hal wajar ketika suatu hubungan menemukan titik jenuhnya – dan mungkin inilah titik jenuhku akan hubunganku dengan Soeun.

Yang biasanya selalu mengantarnya saat pulang  kuliah, menjadi seminggu 5 kali, menjadi seminggu 2 kali,  menjadi mengantarnya saat ia hanya ada kuliah malam, kemudian aku beralasan ini-itu dan akhirnya ia berangkat kuliah sendiri seterusnya, tak masalah. Yang biasanya bertemu dengannya saat ada waktu, menjadi bertemu saat ada mata kuliah yang sama, aku lebih memilih bersenang-senang dengan taman-temannku dan beberapa kenalan wanita – tanpa sepengtahuan Soeun tentunya, tak masalah.

Selama beberapa bulan aku sedikit membuat jarak dengan Soeun. aku ingin suasana yang baru, bersenang-senang dengan temanku dan mengenalkan beberapa wanita cantik kepadaku, melupakan Soeun sepenuhnya. Berhubungan dengan mereka, dan sesekali bertemu dengan para wanita-wanita itu saat ada waktu luang. Berhubungan dengan mereka membuatku merasakan kesenangan yang tak pernah kutemukan saat bersama Soeun sebelumnya.

Dan ketika aku berjalan bersama mereka didaerah jajaran club Gangnam malam itu, mengencani salah satu kenalan wanitaku. Hanya kali ini saja, mengencani mereka, mendapatkan kesenangan, kemudian kembali pada Soeun, dan selesai. Semudah itu.

Tapi tidak. Soeun melihatnya, melihatku mencium wanita itu didepan pintu mobilku.

“Chanyeol-ah.”

Mendengar suarannya membuatku terkejut setengah mati dan seketika melapaskan pagutanku. Dengan air muka yang sukar kuartikan malam itu, Soeun meninggalkanku begitu saja bersama wanita itu. Tanpa kata. Ia bebalik dan berjalan begitu saja.

Aku hanya bisa membeku ditempatku dan melihatnya berjalan hingga siluet punggungnya menghilang dibelokan. Melepaskan tautan tanganku dengan wanita itu dan berjalan memutar menuju bangku kemudi.

“Yah! Chanyeol kau manu kemana?!”

“Pergilah.” Ucapku dingin.

“Kau tega meninggalkanku sendiri disini setelah apa yang kita lakukan?!”

Tanpa mempedulikan wanita itu, aku melajukan mobilku dengan cepat tanpa mempedulikan wanita itu yang terus berteriak memanggil namaku.

.

“Terima kasih untuk tumpangannya Chanyeol-ah.” Ia turun dari Ducati merahku dan melepas helmnya, memberikannya padaku. Memandang tangannya yang terulur padaku.

“Chanyeol?” Ia menolehkan kepalanya padaku, dengan gerakan kepala yang membuatku ingin mengecup bibirnya, meski aku tau ia bahkan tak sadar apa yang telah dilakukannya.

“Hm.” Aku hanya membalasnya dengan gumaman dan menerima helm yang diulurkannya padaku.

“Terima kasih. Selamat malam Chanyeol-ah.” Ia tersenyum sebentar kemudian berbalik dan berjalan pulang. Kembali melihatnya berjalan hingga siluet punggungnya hilang dibelokan.

Setelah pertemuan kita malam ini, perasaan ini semakin kuat Soeun. aku semakin ingin memiliki kembali dirimu. Membuatku semakin mencintaimu.

Jadi, bisakah kau mencintaiku lagi?

.

Soeun turun dari motorku, melepas helmnya dan mengulurkannya padaku.

“Terima kasih, Chanyeol-ah.”

Aku hanya mengambil helm yang diulurkannya padaku sekaligus menarik tangannya hingga wajahnya sukses menghadap wajahku.

“C-Chanyeol.” Ia berujar gugup. Bagaimana tidak, jarak wajah kami bahkan tidak lebih dari 10 centi. Pipi putihnya memerah membuatku semakin tak bisa menahan senyum nakal dibibirku.

Menarik tengkuknya dengan salah satu tanganku dan mengecup bibir pinknya yang sedari tadi terus menarik perhatianku. Menggerakan perlahan bibirku diatas bibirnya, dan ia mebalasnya, membuatku tersenyum ditengah pagutan kami. Mendorong tengkuknya semakin dalam dan memagut bibirnya berulang kali.

Menarik tengkuknya kembali dan melepas pagutan kami. Ia sedikit kualahan mengambil napas. Aku kembali tersenyum, mengusap sedikit saliva disudut bibirnya.

“Sama-sama, kkkk~” Aku terkekeh dan ia mendorongku menjauh, berbalik dan berjalan menjauhiku.

“Selamat malam Soeun.” Aku berteriak dan ia menghentikan langkah.

“Selamat malam Chanyeol.” Ia berbalik dan tersenyum padaku, kemudian berbalik dan berjalan pulang. Melihatnya berjalan hingga siluet punggungnya hilang dibelokan.

“Aku mencintaimu.”

.

Aku tidak tahu cinta saat itu

Sayang cintai aku lagi

Sayang tolong

Kuperlu kau mencintaku lagi

.

Satu bulan penuh. Satu bulan penuh aku tak bertemu dengan Soeunku. Dan disinilah aku, didepan pintu apartemen bernomor 1127. Menekan bel beberapa kali disamping pintu, terdengar bunyi kunci pintu dan ketika pintu terbuka, aku langsung memeluknya. Memeluk erat tubuh mungilnya dan membenamkan wajahku disela rambut halusnya. Mengecup puncak kepalanya dengan penuh kerinduan.

“K – kau. Lepas!” Berusaha mendorongku menjauh. Tapi aku kembali memaksa memeluknya, bahkan mencium bibirnya, menggigitnya dengan gemas. Menciumnya sedikit keras dan dalam. Kembali berusaha mendorongku menjauh, dan kemudian menampar pipiku. Nafasnya tersengal. Dan dari sini aku baru menyadari ia tak baik-baik saja.

Matanya telah dibasahi dengan air mata. Wajahnya benar-benar pucat. Kantong matanya kelihatan menebal dan ketika aku memeluknya, ia terlihat kurus. entah berapa ia kehilangan berat badannya. Dengan sweeter abu kebesaran dan celana tidur yang dipakainya, ia terlihat semakin kecil.

Keadaannya membuatku terdiam ditempat. Melihatnya yang berjalan gontai menuju pintu keluar, membuka pintu lebar-lebar.

“Pergilah.”

“Setidaknya dengarkan penjelasanku dulu.”

“Pergilah.”

“Kim So Eun.” Aku memanggil nama lengkapnya. Membujuknya.

“Park Chan Yeol.” Ia meniru memanggil nama lengkapku.

“Ini hanya kesalahpahaman Soeun, aku tak ingin hubungan kita buruk karena ini.” Aku mencoba menggenggam tangannya, tapi kemudian ia menepisnya.

“Tak ada hubungan diantara kita. Semuanya selesai, sekarang pergilah.”

“Baiklah. Tapi setidaknya kita bisa menjadi teman baik.” Adalah kalimat yang benar-benar kusesali seumur hidupku.

“Akan kupikirkan.” Dan ia menutup pintunya kemudian. Membiarkanku bagai patung yang berdiri didepan pintu apartemennya yang tertutup.

.

Ini sudah pukul 03.00

Kita berdua sedikit mabuk

Seolah-olah tidak ada lagi perasaan diantara kita

Kau berbicara tentang pacar barumu

.

Soeun kembali meminum gelas ke-2 Martininya. Matanya sayu, pipinya memerah dan sesekali keningnya mengerut samar.

“Kekasih barumu?” Akulah yang pertama kali bersuara sejak sampai didalam club sekitar 1 jam yang lalu. Mencoba memancingnya tentang kekasih barunya.

“Tidak. Kami bahkan sudah 1 tahun berhubungan.”

Selama itukah?

“Siapa namanya?” Aku kembali bertanya, menyesap sedikit Martini ditanganku, sambil meliriknya yang tersenyum dari ujung mataku.

“Wu Yi Fan. Keturunan China dan Korea, ia berencana mengajak orang tuanya untuk menemui orang tuaku bulan depan.” Ia kembali tersenyum, senyum yang sama saat aku melakukan hal-hal yang disukainya dulu.

“Bukankah itu terlalu cepat?”

“Kurasa tidak. Dia adalah pria baik, kami saling mencintai Chanyeol-ah.” Jawabannya membuat suaraku tercekat ditenggorokan.

Setidaknya dia baik untukmu Soeun.

.

 

Oh tolong percayalah sayang

Kali ini, aku akan benar-benar sangat mencintaimu

Oh sayang sekali lagi

Cintai aku lagi

.

“Kenapa kau mengajakku kesini Chanyeol?” Ia menghentikan langkah didepan pintu teater. Matanya menatapku heran.

“Aku akan menunjukkanmu sesuatu. Ayo.” Aku menggenggam tangan mungilnya, menuntunnya untuk mengikuti langkahku semakin dalam memasuki gedung teater. Menuruni tangga dan melewati kursi merah yang berjajar disisi kanan dan kiri. Ketika kami sampai dibawah, aku mendudukkannya dibangku paling depan. Ia menatapku bingung, yang kubalas dengan senyum lebar dari bibirku.

Ada sebuah piano didepan sana. Aku mulai berjalan kearah piano itu dan duduk didepannya. Dapat kulihat dari sini, Soeun menatapku dengan kening berkerut. Dan ketika nada piano terdengar pas ditelingaku, aku mulai menyanyikan sebuah lagu untuknya. Untuk Soeunku. Akan kudapatkan kembali hatinya.

Beolsseo myeoccnyeoni jinago

Uri ireohge tto seoro ape

Amuil eopsdeon geoscheorom

Geuttaecheorom tto ireohge

Geunyang joheun chingu rago

Malheneun neol baraboyeonseo

Chamaboryeogo haessjiman na

Kkok haeya hal mari issneunde

 

Apeuge hangeon aljiman

Could you love me again

Nado moreuge dasi tto neol

So could you love me again

Geutten sarangeul mollasseo

Baby love me again

Baby please please please

Need u love me again

 

Beolsseo eoneusae saebyeoksesi

Dul da jogeumssik chwihaegago

Amureohji anhge tto neon

Ni saenamjachingu yaegil

Neon jeongmal joheun chingurago

Malhaneun neol barabomyeonseo

Chamji moshago ireohge na

 

Kkok halmari issdagooh jebal medojwo girl

Na ibeonen jeongmal neol

Rove you harder

Oh baby henbeonman deo

Rove me again

 

Oh baby apeuge hangeon aljiman

Could you love me again

Nado moereuge dasi tto neol

Could you love me again

Geuttaen sarangeul mollasseo

Baby love me again

Baby please please please

Need you love me again

 

Oh baby just please please please

Could you love me again

Again, love me again

Oh girl i need you

Love me baby

Love me again

Soeun langsung berdiri dari tempatnya, matanya berkaca-kaca. Ia berbalik dan berlari menaiki tangga, meninggalkanku bersama pianoku. Menatap siluet punggungnya hingga menghilang dibalik pintu.

“Bisakah kau mencintai aku lagi?”

,

END

.

Hai~ Long time no see^^ hehe seperti biasa, snow kembali dengan membawa oneshoot! Seperti biasa juga, snow kembali dengan pairing tercinta snow, abang Chanyeol & mbak Soeun:3

FF ini terinspirasi ketika snow dengerin lagunya G.Soul – Love Me Again. Dan ngerjainnyapun sambil denger lagu ini dan ide langsung ngalir gitu aja kaya air:D meski snow bukan fansnya G.Soul, tapi snow punya semua lagunya>< lagunya enak didenger semua, dan G.Soul ini punya suara khas yang bikin snow selalu suka sama lagu2nya. Sering dengerin lagu2nya waktu ngerjain tugas or nulis FF kaya gini, bawaannya enak aja:D

Okeh~ jan lupa RCL okeh ^.~ seeyaaa~

XOXO

SnowFire

13.10.2015

7 thoughts on “[Vignette] LOVE ME AGAIN”

  1. Mungkin akunya aja yang belum berpengalaman baca adegan rated begini pake bahasa indonesia, jadi agak risih gimana gitu ((krn biasa baca di aff)) ((lebih parah)) ((ga deng)). Tapi aku suka Chanyeol yang jahat (yang manusiawi juga sih, selalu ada jenuh di setiap aktivitas manusia), suka Chanyeol yang akhirnya sadar kesalahannya, dan suka Chanyeol yang terlambat. Aku suka ff yang realistis begini, karena setiap keputusan selalu punya konsekuensi. Keep writing!🙋🙋🙋

    Suka

  2. Apapun yang pernah dilakukan chanyeol mungkin sekarang saatnya dia sadar jika so eun sudah jauh.cinta terkadang memang lebih baik berakhir seperti chanyeol dan so eun…….jangan berharap bersatu lagi.ada wu yi fan….yang akan menggantikan chanyeol…..kkkk

    Suka

  3. Sblumnya aku sdah pernah bca tpi lpa di wp mna.

    Menyesal memang selalu dtang di akhir. Tpi apakah semuanya sekrg sdah terlambat…?
    Aku slut pda chayeol yg meskpun dia telah tau bahwa so eun telah mempunyai penggantinya tapi dia – chanyeol msih berusaha meraih so eun kembali…
    So kesempatan kedua itu pasti ada…

    Cba TBC atau ngak seq

    Suka

  4. Banyak yang suka ff ini tapi komen di wp susah.bisa minta alamat fb nya ga….biar yg ga bisa komen di wp paling tidak komen di fb author!!fb ku widiyati endang

    Suka

  5. mank pnyesalan sllu dtng trlmbat,,mngkin jg udh saat ea chanyoel mlupakn sso,,chansso hrs mncri kbhagiaan mrk msing2.. cnta ga hrs sling mmiliki…

    Suka

  6. sedih banget😥
    love me again huhuhu
    chanyeol sih pake main main sama perempuan lain segala, pas ketawaan aja baru nyesel… akhhh bikin nyesek, sso kaya nya udah move on dari chanyeol bukti nya udah ngegandeng kris… kasian banget baby yeollie T_T

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s