[Ficlet] How are You, My Friend

HOW ARE YOU, MY FRIEND

HOW ARE YOU, MY FRIEND?

 

An absurd fanfic by whitewind

Seventeen’s Joshua, OC’s Hyunhee

fluff, friendship, hurt // G // ficlet

Soundtrack : YUI – My Friend

a lovely poster by p i n k s u m m e r @artzone

Enjoy and happy reading😀

“I keep my promise and we will meet someday”

==000==

Jisoo duduk seorang diri di sebuah halte yang sepi sembari meneguk minuman kalengnya yang dingin tersebut. Di sampingnya sebuah tas gitar bersandar dengan manis di kursi, dia mengambil dan membuka tas tersebut lalu memetik gitar tersebut dengan irama yang harmonis.

Angin berhembus lembut menenangkan hati dan pikiran Jisoo.

Teringat akan kisah masa lalunya yang menyenangkan di tempat itu. Dia merindukan seseorang yang pernah bersamanya setiap suka maupun duka. Kenangannya kembali melayang ke masa indah itu.

==000==

“Jisoo! Mainkan gitarmu, aku akan bernyanyi! Ayo cepat!” kata Hyunhee dengan nada memaksa.

“Bernyanyi? Suaramu pas-pasan seperti itu mau bernyanyi?” Ejek Jisoo sambil terkekeh.

Hyunhee memukul lengan Jisoo keras hingga laki-laki itu mengaduh kesakitan.

“Aku hanya bercanda Hyunhee. Kau mau bernyanyi apa? Lagu yang cocok untukmu hanya lagu miliki PSY,” Jisoo mengejek Hyunhee dan kembali mendapatkan pukulan dari gadis itu.

“Iya iya maafkan aku. Aku hanya bercanda. Kau mau bernyanyi lagu apa?” tanya Jisoo sambil membuka tas dan mengeluarkan gitar dari dalamnya.

“Complete milik Girls Generation! Kau pasti tahu jika itu lagu kesukaanku!” sahut Hyunhee.

Jisoo tersenyum mengangguk. Dia menyetem gitar miliknya dan memainkan tiap senar gitar tersebut. Hyunhee mulai bernyanyi setelah Jisoo memberi aba-aba.

Suara lembut milik Hyunhee mengalun bersama dengan petikan gitar Jisoo terdengar kontras dan menyenangkan di tengah siang yang terik ini. Di dalam halte tersebut, mereka berdua asyik bermain gitar dan bernyanyi. Jisoo tak menyangkan jika sahabatnya itu memiliki suara yang bagus dan begitu lembut didengar.

“Bagus juga suaramu. Kupikir setelah kau bernyanyi akan terjadi hujan badai,” canda Jisoo kepada Hyunhee.

Hyunhee memandang laki-laki itu dengan tatapan membunuh dan Jisoo hanya memberikan cengiran lebar.

“Jisoo,”

“Hmm?”

“Akankah kita bisa seperti ini terus?” tanya Hyunhee.

Jisoo terdiam sejenak, kemudian dia membuka suaranya sambil menepuk kepala Hyunhee pelan.

“Tentu saja! Kita kan sudah bersahabat sejak kecil! Aku takkan meninggalkanmu, dan kau juga berjanji takkan meninggalkanku.”

Hyunhee tersenyum lalu menyandarkan kepalanya dipundak Jisoo dan melihat bayangan Jisoo dan dirinya yang panjang terpantul di jalanan karena cahaya matahari.

“Haaah~~ kau itu memang separuh jiwaku Jisoo. Kau adalah sahabat terbaik yang pernah kumiliki. Aku bahagia bisa berada di sampingmu.”

Jisoo tersenyum mendengar ucapan Hyunhee. Dia juga bahagia bisa berada di samping gadis itu. Dia merasa nyaman ketika bersama dengan Hyunhee, dia tak pernah bosan bersama gadis itu walaupun dia memang sering menjahilinya.

Dia berharap ini takkan pernah berakhir.

==000==

Jisoo berhenti memainkan gitarnya dan merasakan angin yang berhembus melewati tubuhnya. Dia menatap bangku kosong di sampingnya. Dia tak lagi mendengar suara lembut milik gadis itu dan melihat senyumnya. Namun masih terasa jika bayangan gadis itu ada di tempat itu.

Dimasukannya gitar ke dalam tas dan berjalan meninggalkan halte tersebut.

Jisoo berjalan sembari menikmati sinar matahari. Matanya lalu tertuju pada pemadangan laut yang berada di sisi jalan. Suara deburan ombak yang samar-samar terdengar di telinganya membuat hatinya tenang.

Ingatannya kembali saat dia bersama dengan Hyunhee menikmati pemandangan laut dan suara deburan ombak. Mereka juga sering menikmati indahnya matahari tenggelam di tempat itu sepulang sekolah.

Dia lalu bersenandung kecil menyanyikan lagu kesukaan Hyunhee. Dia merasakan kerinduan yang sangat kepada gadis itu saat menyanyikannya lagu tersebut.

Memorinya terputar di hari itu. Hari dimana dia tidak ingin mengingatnya dan ingin melupakannya. Di saat itulah hatinya terasa sesak dan sakit saat mengingatnya.

==000==

“Jisoo,” panggil Hyunhee pada Jisoo yang saat itu sedang menikmati indahnya matahari tenggelam bersama-sama.

Jisoo menoleh  memandang wajah Hyunhee. Wajah gadis itu tidak seperti biasanya. Jisoo langsung tahu jika Hyunhee sedang dalam masalah.

“Ceritalah padaku Hyunhee, aku akan mendengarkannya,” ucap Jisoo lalu menarik tubuh Hyunhee mendekat kepadanya.

Hyunhee menarik nafasnya dalam-dalam ke relung paru-parunya dan memandang langit yang mulai sedikit menghitam.

“Setelah kelulusan SMA, aku dan keluargaku akan pindah ke Jerman. Dan aku tak tahu kapan akan kembali lagi.”

Jisoo merasakan hatinya seperti jatuh dari ketinggian dan pecah menjadi kepingan. Dia hanya terdiam dan mengangguk mendengarkan cerita Hyunhee namun ia menggigit bibir dalamnya. Dia tak ingin kehilangan seseorang yang sudah bersamanya selama ini, baginya ini terasa begitu mendadak.

“Apakah kita akan bertemu kembali, Hyunhee?” tanya Jisoo ingin memastikan dia bisa bertemu kembali dengan gadis itu.

Hyunhee menggeleng pelan dan terlihat garis-garis kemuraman di wajahnya. Jisoo merangkul Hyunhee dan menyandarkan kepala gadis itu dipundaknya. Jantungnya entah kenapa berdetak lebih cepat dari biasanya, dia belum pernah merasakan ini sebelumnya.

“Berjanjilah, kita pasti akan bertemu lagi suatu saat. Kita memang meraih mimpi di jalan yang berbeda sekarang. Tapi setelah kita sudah mencapai mimpi kita, aku harap kita bisa bertemu kembali. Berjanjilah, Hyunhee.” Ucap Jisoo.

Wajah muram Hyunhee perlahan menghilang dan dia tersenyum pada Jisoo.

“Aku berjanji, suatu saat kita akan bertemu kembali.”

Mereka berdua kembali menikmati indahnya matahari yang tenggelam tersebut. Diam-diam Jisoo merasakan debaran jantungnya yang tak beraturan itu. Dan berharap gadis tersebut tak mendengarnya.

==000==

Tersisip senyum kecil mengingat semua itu. Dia memandang langit yang biru dan menghembuskan nafasnya pelan.

“Hyunhee, bagaimana kabarmu?” gumannya.

Terasa hampa baginya tanpa gadis itu di sisinya, dia merasa kosong di setiap sudut hatinya. Begitu menyakitkan baginya ketika hanya bisa melihat bayangan gadis itu yang selalu menghampirinya sedangkan dia tidak bisa melihatnya secara nyata.

Kembalilah ia bersenandung lagu kesukaan gadis tersebut dengan rasa rindu yang teramat sangat. Walaupun terasa kesedihan saat mengingat kenangan bersama gadis itu.

Jisoo berharap suatu saat kan bertemu kembali dengan gadis itu. Dan kembali bersama-sama seperti dulu.

-END-

Eum… rencana sih mau bikin sekuelnya juga nih wakakaka tapi ga tau nih bakal jadi apa ga sekuelnya wekekeke.

Ohya biar lebih terasa feelnya (apaan) coba sambil denger soundtracknya. Lagunya emang lagu Jepang sih ya, tapi bisa kok cari translatenya wekekekeke

Semoga kalian suka ^_^

XOXO

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s