[Oneshot] Seven Dragon

Seven Dragon

Seven Dragon

By Sunny Feehily

All member of BTS n Siwon, Leetuk, Yesung, Hangeng, Donghae, Eunhyuk, Kyuhyun

Oneshot

Friendship

Teen

Sore menjelang malam, sekumpulan anak remaja berkumpul di sebuah gedung tua, dengan pakaian berantakan seperti anak berandalan. Seorang remaja dari grup kiri maju kedepan dengan wajah menantang, kumudian disusul oleh grup kanan yang sudah tidak sabaran. Mereka bertemu layaknya teman lama, saling tersenyum sinis kemudian mengejek. Ketua Grup kanan yang dikenal sebagai Monster meludah seolah mengatakan jijik pada lawannya membuat sang musuh menarik kerah bajunya. Saat melihat hal tersebut seluruh anggotanya begitu murka ingin menyerang, namun Monster memberikan isyarat agar berhenti dan langsung dituruti. Monster terlihat santai, dia menatap tajam pada sang lawan kemudian tertawa kecil mengolok-olok sifat tidak sabaran sang lawan membuat sang lawan semakin mengencangkan tarikan kerah kemejanya kemudian meninjunya tepat di wajahnya, membuat Monster mengeluarkan darah dari mulutnya. Melihat hal tersebut semua anggota Seven Dragon mengamuk menghajar habis anggota Super Attack.

            Seven Dragon adalah Monster sang pimpinan, Jungkook, J-hope, V, Jimin, Jin, Suga sedangkan di Super Attack ada Siwon, Yesung, Hangeng, Leeteuk, Donghae, Eunhyuk, Kyuhyun. Seven Dragon adalah siswa dari sekolah Seungri High School yang berada di barat kota Seoul sedangkan Super Attack adalah siswa sekolah Hanyang High school yang berada di timur kota Seoul. Semua sekolah yang berada dalam wilayah timur adalah daerah kekuasaan Super Attack sebaliknya juga dengan Seven Dragon, semua sekolah yang berada di daerah barat berada dalam kekuasaan mereka. Semua siswa harus tunduk pada kekuasaan masing-masing pimpinan dan bila mana yang melanggar maka akan dihukum sesuai dengan aturan yang sudah disepakati bersama.

            Monster meninju tepat pada perut Siwon membuatnya langsung terjatuh lemas, tidak cukup hanya itu monster juga menginjak dan mendangnya tanpa pengampunan. Disisi lain Jungkook menghajar Donghae dengan sebuah pemukul baseball membuatnya langsung berlutut jatuh. Darah segar keluar dari kakinya yang robek akibat terkena beling besi saat dipukul pakai pemukul baseball. Donghae mengerang sambil menahan rasa sakit pada kedua kakinya, berlahan dia mencabuk beling yang menancap pada daging kakinya. Dengan penuh kemarahan dia kembali menghampiri Jungkook yang sedang melawan Yesung, ia mengambil sepotong besi yang tak jauh darinya kemudian memukul Jungkook tepat dipunggungya hingga membuatnya langsung terjatuh lemas. Donghae yang melihat Jungkook yang tak berdaya tersenyum sinis kemudian menacapkan beling yang dicabutnya pada Jungkook. Segera saja Jungkook mengerang kesakitan karena bukan hanya ditancapkan tetapi ditarik tanpa rasa kasihan oleh Donghae pada punggung Jungkook. Yesung yang melihat hal tersebut hanya tersenyum kemudian meninggalkan Jungkook yang sudah tak berdaya, dia membantu temannya yang lain yang kalah kekuatan dari lawannya.

            Satu jam sudah berlalu, perkelahian belum berakhir hingga akhirnya sirine mobil polisi memaksa mereka mengakhirnya. Super Attack yang masih memiliki banyak energi segera kabur dengan mulus melalui gedung belakang sedangkan Seven Dragon harus menerima kekalahan mereka dengan lapang dada, selain itu mereka harus merasakan kembali jeruji besi.

            “Apakah kalian diajarkan begitu disekolah?” bentak pak polisi pada Monster sambil memukul-mukul mejanya. Ia tidak percaya akan kembali bertemu ketujuh siswa ini untuk kesekian kalinya. Walaupun sudah berungkali diberitahu dan diberikan hukuman mereka tetap saja mengulang kembali kekerasan mereka. “Jawab, sampai kapan kalian seperti ini.” kali ini ia melotot pada semua anggota Seven Dragon. “Kalian, kalian…” emosinya hingga mau menghajar mereka sekaligus, kalau seandainya tidak dicegah oleh partnernya mungkin kelima siswa itu akan berakhir di rumah sakit. Mengingat Seunghyun adalah polisi nomor satu di distrik Seoul.

            “Tenang pak, tenang.” ujar Daesung menahan kuat-kuat tubuh Seunghyun yang sudah memanas.

            “Arghhhh…” histeris Seunghyun melepaskan tangan Daesung hingga membuatnya terpental ke lantai, Seunghyun menghantam meja yang ada didepannya dengan kedua tangannya. “Cepat, cepat masukkan mereka ke jeruji itu.” tukasnya sambil menahan emosi. Monster dan kawan-kawan segera dijebloskan pada jeruji besi. Tidak ada penanganan medis untuk mengobati luka-luka mereka, yang diberika hanya obat salab. Dalam jeruji mereka saling membantu untuk membersihkan luka mereka kemudian mengusapkan salab dan membungkus dengan perban yang seadanya.

            Beberapa menit berselang, orang tua mereka berlarian memasuki kantor polisi dengan wajah marah, kesel dan juga sedih. Ayah dari Monster yang terkenal keras langsung menuju meja kapten Seunghyun “Mana anak kurang aja itu, mana?” histerisnya.

            “Dia ada disana pak.” Seunghyun menunjuk pada jeruji, segera saja ayah Monster yang sebenarnya namanya adalah Namjoon itu melotot. Dia memarahi habis anaknya yang bandel itu. Beda halnya dengan Ibu V yang selalu membela anaknya, dia memang selalu dimanja oleh ibunya. Ia menangis tak henti-hentinya melihat anaknya yang dipenuhi luka. Ibunya V memohon kepada kapten Seunghyun untuk segera membebaskan anaknya.

            Setelah mengalami negosiasi yang panjang akhirnya ketujuh siswa itu dibebaskan dengan hukuman pelayanan publik pada sebuah panti asuhan. Mereka akan membantu para pengurus untuk membersihkan panti asuhan selama 3 bulan penuh setelah pulang sekolah. Hukuman itu akan mulai dilaksanakn mulai besok.

            ****

            Matahari telah terbit, Jungkook bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Neneknya yang sudah tua menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. “Kookie-ah, ini apa?” tanya sang nenek saat melihat wajah cucunya memar-memar.

            “Tidak apa-apa.” jawab Jungkook tersenyum.

            “Bagaimana tidak apa-apa?” ujar sang nenek semakin kuatir, “Lihat, wajah tampan cucu nenek jadi jelek begini.” lanjutnya seraya mengelus-elus luka Jungkook dengan lembut.

            “Nenek, aku masih terlihat tampan, bahkan semakin tampan dengan luka ini.” candanya hingga membuat sang nenek tersenyum.

            “Baiklah, nenek tahu. Sekarang kamu sarapan dulu nanti keburu dingin.” mereka duduk kemudian menyantap makan pagi mereka yang seadanya. Jungkook hidup dengan neneknya sejak orang tuanya bercerai, ibunya pergi membawa adik kembarnya yang selalu lemah keluar negeri bersama suami barunya dan ayahnya juga meninggalkannya sejak masih umur sepuluh tahun bersama neneknya. Neneknya memiliki sebuah toko buku kecil yang berada disamping rumah, dari sana mereka bisa menghidupi kebutuhan sehari-hari mereka.

            Jungkook pamitan pada neneknya, mengeluarkan sepeda kemudian mengowesnya hingga sekolah. Sesampainya di gerbang dia bertemu dengan penjawa sekolah Mr. Leo yang terkenal galak. Dengan sebuah tongkat dia sudah berdiri di depan gerbang dengan mata elangnya. Kejelian matanya sungguh luar biasa dia bisa menemukan kesalahan sekecil apapun pada setiap siswa dengan sekali tatapan membuat setiap siswa siswa harus berhati-hati saat melewati gerbang sekolah.

            “Jeon Jungkook, berhenti.” perintah Mr. Leo membuat Jungkook terpaksa menghentikan langkahnya. “Kamu kesini.” perintahnya lagi. “Kenapa dengan wajahmu?” tanyanya.

            “Tidak apa-apa, pak.” dustanya.

            “Tidak apa-apa, lalu dari mana kamu mendapat semua itu?” tanya kembali sambil menujuk-nunjuk wajah Jungkook. tak lama kemudian J-hope, V dan juga Suga memasuki gerbang sekolah, saat melihat itu Mr. Leo semakin geram dan langsung menyuruh mereka ikut bergabung dengan Jungkook. “Kalian berkelahi lagi?” bentaknya.

            “Tidak pak.” dusta Suga

            “Tidak, lalu apa luka itu datang begitu saja?” bentaknya kembali hingga membuat siswa yang lewat berlari ketakutan. “Kemana Namjoon?” tak lama dari kalimat itu, Monster memasuki sekolah dan langsung disambut dengan jeweran dari Mr. Leo. “Kamu, kamu ketua dari mereka dan kamu yang membuat mereka seperti inikan?” cerocos Mr. Leo hingga membuat mereka tidak begitu mengerti dengan kalimat yang diucapkannya.

            “Iya, pak?” J-hope yang tidak paham mencoba bertanya apa yang dikatakan oleh Mr. Leo.

            “Apa? apa kalian tidak mengerti bahasa manusia?” gertaknya membuat V berbisik pada Jungkook. “Memang dia manusia? dia kan singa penjaga sekolah.” ujar V hingga membuat mereka tertawa ditahan. “Kalian berdua, maju kedepan.” perintahnya kepada V dan Jungkook. “Push up 100 kali.” mendengar itu semua langsung protes tidak terima. “Apa kalian tidak mengerti, push up sekarang.” gerangnya dengan mengacungkan tongkat yang ada ditangannya. Melihat Mr. Leo yang sudah marah mereka langsung saja mengambil posisi push up. Jimin dan Jin yang datang terlambat menambahkan 50 kali push up jadi total mereka push up adalah 150.

            Usai menyelesaikan hukuman mereka berjalan menaiki anak tangga satu persatu menuju kelas mereka yang ada dilantai lima. Ini merupakan ujian terberat, lebih berat daripada push up 100 kali. Kaki mereka yang sudah kesakitan mencoba menaiki anak tangga yang tiada akhirnya. Sesampainya dikelas mereka menemukan wali kelas Mrs. Youngmi memperkenalkan anak baru yang akan mulai hari ini menjadi teman mereka. Seven Dragom memasuki kelas, Mrs. Youngmi yang geram melihat wajah mereka langsung melemparkan penghapus kearah Monster, beruntung dia bisa menghidar dengan mulus, tapi malangnya dia terjatuh saat sebuah kapur mengenai tepat dikeningnya hingga membuatnya terjungkal kebelakang. Semua murid kelas 2-2 tertawa saat melihat Monster yang tergeletak dilantai dengan kedua kaki keatas. Murid baru yang masih berdiri di depan ikut tertawa melihat adegan lucu tersebut.

            “Baiklah anak-anak, harap tenang.” seru Mrs. Youngmi sambil mengetuk-ngetuk papan tulis dengan penghapus. “Biarkan anak baru ini memperkenalkan diri, Jungki silahkan perkenalkan dirimu pada teman-temanmu.” lanjutnya.

            Jungki maju selangkah, menunduk memberi salam “Nama Saya Choi Jungki, pindahan dari Manchester High School, England. Mohon bimbingannya.” sekali lagi dia membungkukan badannya diikuti teriakan anak gadis kelas itu.

            “Kamu bisa duduk disana.” ujar Mrs. Youngmi menunjuk pada bangku kosong dibelakang Jungkook. Itu adalah tempat yang paling nyaman, paling belakang dan juga dekat jendela.

            Jungki berjalan menuju bangkunya, meletakkan tasnya kemudian mengeluarkan buku pelajarannya. Jungkook yang berada tepat didepan menberikan ucapan selamat datang di kelasnya, dan Jungki hanya tersenyum menerima ucapatan tersebut. Namjoon memberikan salam perkenalan diikuti oleh anggota seven dragon yang lainnya, mereka mengatakan kalau Jungki harus memahami beberapa aturan disekolah ini termasuk daerah kekuasaan antara Seven Dragon dan juga Super Attack. Ini dilakukan agar kelak tidak terjadi kesalahan yang tidak diingikan. Peraturan pertama adalah siswa dan siswi yang berada di Seoul barat dilarang pacaran dengan siswa siswi yang ada di seoul timur. Peraturan kedua adalah, siapapun dari sekolah Seoul timur dilarang membuat onar di seoul barat demikian juga sebaliknya. Peraturan ketiga adalah siapapun yang bisa mengalahkan ketua dari lawan akan menjadi ketua selanjutnya dan harus dihormati oleh semua orang baik itu dari barat mau pun timur. Selama ini belum ada yang bisa mengalahkan Monster baik siwon, sehingga sudah beberapa tahun mereka menguasai gelar ketua, mungkin sejak meraka masih SMP.

            Mendengar beberapa hal tersebut, Jungki mulai merasa tidak terlalu nyaman dengan hal tersebut. Ini berarti dia harus menjaga sikap mulai dari sekarang. Usai pelajaran sastra saatnya istirahat. Jungki sang murid baru menjadi perhatian, dia tinggi, wajah tampan, model rambut yang bagus, kulit yang bersih, semua tentang dia sempurna. Saat Jungki sendiri berjalan menuju kantin, tiba-tiba seven dragon mengajaknya untuk bergabung bersama dan karena takut dianggap tidak sopan dia menerimanya. Mereka memesan beberapa makanan dikantin kemudian duduk di bangku yang biasa mereka duduki. Jungki yang masih canggung terus saja memasukkan nasi kemulutnya tanpa henti.

            “Yahh, pelan-pelan makannya.” ujar Suga yang melihat Jungki hanya diam sambil melahap habis makanannya. Jungkook yang melihat itu hanya memperhatikan.

            “Aku tidak tahu kalau orang inggris makan nasi juga.” sindir J-hope hingga membuat Jungki berhenti mengunyah.

            “Iyahh, jangan menganggunya.” ujar Jungkook dingin.

            “Baiklah, Jeon Jungkook emang malaikat pelidung untuk siapa saja.” timpal Jimin yang masih terus memperhatikan Jungki yang masih diam membuatnya semakin tidak nyaman.

            “Diamlah Jimin, kalau kamu tidak ingin kehilangan mata sipitmu itu” ujar Jungkook membuat yang lain ingin tertawa.

            “Jangan bawa-bawa fisik dong.” seru Jimin yang tidak terima.

            “Diamlah kalian.” ujar Namjoon meletakkan sumpitnya, matanya yang tajam menatap kesemua anggota seven dragon.

            Seketika saja mereka diam, Namjoon yang sebenarnya penasaran dengan Jungki mulai bertanya. “Kamu bisa berkelahi?” tanyanya hingga yang lain tertawa lepas, melihat fisik Jungki yang terlihat lemah. Selain itu dia memiliki wajah dan kulit yang sangat bangus. Mereka berfikir bagaimana mungkin pria ini bisa berkelahi, mungkin membunuh kecoa saja dia tidak berani.

            “Menurutmu?” Jungki tersenyum hingga membuat Namjoon salah tingkah.

            “Tunggu-tunggu.” tiba-tiba Jin memperhatikan Jungki dengan seksama, “Wajahmu familar sekali, mirip siapa ya?” Jin mengarut2 kepalanya sambil terus berfikir.

            “Nah itu dia, kamu mirip siapa ya?” timpal V menyentuh wajah Jungki seraya membolak-balik. Jungki yang risih dengan tangan V menepisnya dengan sopan kemudian bangkit berdiri meninggalkan seven dragon dengan sejuta pertanyaan.

***

            Pulang sekolah, Jungki langsung pulang tapi diperjalanan pulang dia bertemu dengan segerombolan anak sekolah distrik barat. Mereka yang gerah dengan kekuatan seven dragon mulai mencari celah untuk meluluh lantahkan kekuasaan itu. Jungki yang tidak menyadari hal itu terus berjalan, dan saat dia dihentikan secara mendadak oleh salah satu dari mereka dia berhenti, menatap tajam seolah bertanya ‘ada perlu apa?’

            “Saya tidak pernah melihat kamu di Seungri high school, siswa baru?”tanya dengan nada mencemooh dan memandang rendah kepadanya. Jungki hanya diam tidak menjawab, “Kamu bisu?” bentaknya seraya menarik kerah seragam Jungki. Jungki tetap diam, menatapnya dengan tajam membuat sang lawan semakin geram dengan tatapan matanya. Siswa yang bernama Jackson itu melayangkan sebuah tinju keras kepada wajah Jungki hingga membuat wajah tampannya berdarah, tapi dia tetap diam membiarkan darah segar keluar dari selah-selah bibirnya.

            “Iyaahhhh..” histeris seseorang dari belakang, dia berlari kemudian menendang punggung Jackson hingga membuatnya tergeletak di aspal. “Kamu tidak apa-apa?” tanya Jungkook pada Jungki yang hanya diam. Melihat Jungkook yang mulai garang membuat kelima siswa itu berlarian tidak karuan.

            “Aishhh, dia itu orang terkuat setelah Monster.” gerutu Soohyuk kemudian dia ikut melarikan diri bersama yang lainnya.

            “Iyahhh, jangan kabur kalian.” histeris Jungkook mengejar, tapi setelah mereka jauh Jungkook kembali. “Iyahh, kamu itu..kamu itu..” dia prustasi melihat Jungki yang hanya diam seperti patung. “Iyahhhh..” histerisnya kembali tapi lagi-lagi tidak direspon, membuatnya semakin kesal.

            Jungki pergi begitu saja tanpa mengucapkan terima kasih membuat Jungkook semakin kesal. Jungkook mengejarnya, melemparkan tasnya pada Jungki tapi tidak ditanggapi olehnya. “Iyahhh, iyahhhh…” histerisnya kemdian Jungki menghilang dari padangannya.

            Keesok harinya, pagi-pagi Jungki sudah berada di bangkunya. Tiba-tiba seorang gadis menghampirinya memberikan susu pisang sambil tersenyum ramah. Nama gadis itu Naeun, siswa tercantik di sekolah ini. Bahkan Monster saja menyukainya, tapi selalu gagal untuk mengajaknya berkencan. Naeun tidak menyukai pria yang menyukai kekerasan dia lebih menyukai tipikal pria seperti Jungki yang terlihat ramah.

            “Iyahhh..” tiba-tiba Namjoon muncul mengambil susu yang diberikan oleh Naeun, membuat sang pemberi kesel dan merebutnya kembali. “Iyahh, itu bukan milikmu.” seru Naeun mengambil terus memberikannya kembali kepada Jungki.

            “Wow.. sepertinya ada yang jatuh cinta.” sindir Suga dari belakang.

            “Berhenti mengganggunya.” ancam Naeun hingga membuat seven dragon tertawa geli.

            “Sang malaikat telah datang.” sindir Jin

            “Berhentilah menganggu Namjoon.” ujar Naeun hingga membuat sang Monster tertawa geli melihat wajah Naeun.

            “Baiklah, baiklah.” Namjoon mengangkat tangan seolah menyerah.

            Keributan kelas seketika berhenti saat melihat Mr. Bobby memasuki kelas. Ya, dia adalah guru ter-Killer di sekolah ini, dia mengajar Matematika dan fisika membuat semua siswa kalang kabut saat menghadapi guru yang satu ini. Monster yang terkenal badung tapi pintar membuat guru apapun angkat tangan padanya tapi berbeda dengan Mr. Bobby. Dia selalu berhasil mendisiplin murid badungnya itu dengan berbagai hukuman.

            Hari ini ujian sesuai dengan yang dijadwalkan. Semua tas diletakkan di dalam loker tidak ada buku diatas meja kecuali soal dan kertas jawaban. Jungki yang duduk paling belakang menjadi perhatian ekstra untuk pak Bobby, mengingat dia baru beberapa hari pindah sekolah, dan itu membuatnya kuatir dengan nilainya. Jungkook yang duduk di depan Jungki mencoba memperhatikannya diam-diam demikian juga dengan Jimin yang duduk di sampingnya.

            45menit telah berlalu, kertas jawaban dan soal dikumpulkan secara estapet kedepan. Monster yang kuatir dengan Jungki segera menghampirinya menanyakan apakah dia bisa menyelesaikan soal-soalnya dengan baik, tapi lagi-lagi hanya dibalas dengan senyuman tipis. Membuat Monster semakin aneh melihat wajahnya yang semakin familiar. Dia mulai frustasi melihat wajah dan senyum itu.

            “Kenapa?” tanya Jin.

            “Ini benar-benar membuatku gila, sepertinya aku sering melihat wajah itu.” ujarnya dengan wajah kesal.

            “Aku juga, semakin aku liat dia mirip dengan…” dia tidak bisa melanjutkan kalimatnya, dia kembali memperhatikan Jungki dan tanpa sengaja Jin memperluas penglihatannya dia melihat Jungkook. “Tunggu, ini tidak mungkin.” ujarnya tidak percaya.

            “Kenapa?” tanya Monster.

            “Coba perhatikan mereka berdua.” Jin menunjuk pada Jungki dan Jungkook.

            “Ahhhh, benar-benar.” seru Monster seraya bangkit dari kursi, dia memaksa Jungki dan Jungkook berdiri berdampigan. Dilihat dari tinggi mereka sama, wajah mirip, saat mereka tersenyum sangat mirip.

            “Ada apa?” tanya Jungkook.

            “Iyahhhh, kamu tidak merasa aneh?” tanya Jin saat melihat Jungkook yang masih melongo.

            “Kalian sangat mirip.” ujar Monster membuat Jungkook melihat Jungki dengan seksama, memperhatikannya mulai dari mata, alis, hidung, bibir, rambut. Jungkook memperhatikan secara detail, dan sekarang dia tahu kalau yang dikatakan oleh Monster benar adanya. Kenapa selama ini dia tidak menyadarinya.

            “Hyung..” tiba-tiba Jungki memanggil Jungkook dengan sebutan hyung membuat langsung menyadari kalau pria yang ada dihadapannya adalah adiknya.

            “Jungki..” panggil Jungkook ingin menangis.

Jungki hanya tersenyum lebar saat melihat Jungkook yang sudah berkaca-kaca. Jungkook memeluknya dengan erat, tanpa disadari airmata membasahi wajah tampannya. Seven Dragon yang menyaksikan ikut terharu mengingat selama ini Jungkook hanya hidup berdua dengan neneknya yang sudah tua. Sekarang adik satu-satunya sudah kembali.

            Lama mereka bercerita, ternyata Jungki memutuskan untuk kembali ke Korea untuk hidup bersama Jungkook. Tapi mengingat waktu pertama mereka bertemu, Jungkook tidak mengenalinya maka dia membiarkan semua berjalan apa adanya. Ibu mereka yang masih tinggal di Inggris bersama suamianya dan mereka tidak memiliki anak. Jungki selama ini menjadi anak yang dimanja dan disayang oleh ibu dan ayah tirinya membuatnya menjadi pribadi yang penyayang dan ramah. Kehidupannya berbanding terbalik dengan Jungkook yang hidup dengan kekerasan dan kemiskinan.

            Sepulang sekolah Jungkook mengajak Jungki untuk pulang kerumahnya. Neneknya yang melihat Jungki begitu terharu, dia tak henti-henti bersyukur karena sebelum dia meninggal Tuhan mengijinkannya bertemu dengan cucunya. Baru kali ini Jungkook melihat neneknya begitu bahagia hingga menagis seperti itu. Iya, setelah ayahnya kabur dari rumah yang mereka rasakan hanyalah kesedihan. Kerasnya kehidupan harus mereka rasakan sejak usia Jungkook masih sepuluh tahun. Itu membuat Jungkook tumbuh menjadi anak yang kuat dan tegar.

            Jungkook mengajak Jungki kekamarnya yang berantakan. Buku-buku tidak tertata di meja, baju yang bergelantungan dimana-mana serta kasur yang sudah lusuh. “Kamu tidur diatas, aku disini aja.” Jungkook memberikan kasurnya pada adiknya dan dia harus mengalah untuk tidur dilantai.

            “Kita bisa tidur berdua disini.” ujar Jungki tersenyum seraya memukul-mukul lembut kasurnya.

            “Baiklah kalau kamu memaksa.” ujar Jungkook segera meloncat kekasur dan berbaring disamping adiknya.

            Malam semakin larut, tapi mereka belum mengantuk, banyak yang harus mereka ceritakan tentang kehidupan mereka selama ini. Sesekali mereka tertawa geli saat diantara mereka menceritakan cerita konyol. Mereka tertawa sambil ditahan karena mereka tidak ingin membangunkan neneknya yang sudah tidur. Hingga pukul 2 subuh mereka masih asyik bercerita, seandainya saja mereka tidak pergi sekolah mungkin mereka masih terjaga hingga pagi.

***

            Beberapa bulan berselang, berita tentang hubungan Jungki dan Jungkook sudah tersebar diseluruh sekolah di Seoul. Itu membuat Super Attack merencanakan balasan untuk kekalahan mereka waktu itu. Jungki terkenal sangat lemah, jadi itu membuat Super Attack menargetkannya sebagai umpan. Hari ini Jungki yang pulang sekolah pergi mengambil beberapa pakaian di apapartemt.nya memberikan kesempatan untuk Super Attack menculiknya.

            Pukul 19.15 Jungki belum sampai dirumah membuat Jungkook kuatir. Dia menelepon anggota seven dragon, bertanya apakah mereka melihat Jungki tapi jawabannya adalah tidak. Jungkook mulai dikuasai rasa kuatir, menginggat waktu dulu dia sempat diganggu oleh anggota Super Attack. Jungkook berlari keluar rumah mencari disepanjang jalan tapi dia tidak menemukan adiknya.

            Beberapa menit sudah berlalu, Jimin menemukannya bercucuran keringat. Dengan wajah bersalah dia menghampiri Jungkook memberitahu keadaan sebenarnya. Tepat lima menit yang lalu Monster menerima pesan dari Siwon kalau Jungki sedang bersama mereka. Jungkook yang mendengar hal tersebut langsung murka dan meninju tembok yang ada dihadapannya. Jimin memberitahukan kalau Super Attack meminta mereka untuk bertemu dan bertarung kembali untuk menyelesaikan masalah beberapa bulan yang lalu. Mereka mengatakan kalau mereka akan bertarung habis-habisan hingga ada yang mati. Mendengar hal tersebut Jungkook semakin murka, dia mengacak-acak rambutnya, menendang apa saja yang dihadapannya. Lima menit kemudian anggota Seven Dragon sudah berkumpul mereka tidak membawa apapun menuju lokasi yang sudah dijanjikan.

            Sementara di gedung tua terlihat anggota Super Attack sedang duduk-duduk santai menunggu Seven Dragon sampai. Donghae, Yesung, Eunhyuk dan Kyuhyun sedang asyik bermain kartu, sesekali mereka saling membentak satu sama lain. Siwon dan Leeteuk sedang berbincang mengenai rencana mereka menghabisi Seven Dragon, sedangkan Hangeng sedang mengasa pisau kecil dipojokan ruangan.

            Jungki yang terbangun dari biusan masih merasa linglung. Dia mencari tahu dimana dia berada, dan alangkah terkejutnya saat ia menyadari kalau dirinya sedang terikat dikursi di sebuah gedung tua. Pelan-pelan dia bergerak mencoba melepaskan ikatannya tapi itu tidak berhasil yang ada malah dia merasa kesakitan sendiri karena gesekan tali tambang yang kaku melukai keras kulitnya.

            Kyuhyun yang menyadari kesadaran Jungki menghampirinya, membawa air dalam botol kemudian menyiramkannya pada Jungki. “Akhirnya kamu sadar juga anak kecil.” ledeknya seraya memegang wajah kecilnya kemudian memukul-mukulnya.

            “Iyahhh, jangan perlakukan tamu kita seperti itu.” ujar Donghae menghampirinya. Donghae melihat wajahnya kemudian menjambaknya dengan sangat kuat hingga membuat Jungki histeris kesakitan. Bukan hanya itu, sebuah tamparan keras bersarang pada wajahnya dan segera saja darah keluar dari mulutnya.

            Ditengah siksaan anggota Super Attack, Jungki masih mampu bertahan dengan kesadarannya. Dia masih terus merontah-rontah pada kursinya memcoba melepaskan diri, tapi tidak berhasil. “Sudah-sudah, kalian sudah melewati batas.” ujar Siwon saat melihat Jungki yang sudah babak belur. “Lihat, wajah tampannya jadi seperti ini.” ujar Siwon seraya ingin menyentuk wajah Jungki tapi ditolak seolah meledek. Siwon yang kesal langsung memegang wajah kecilnya menekan kedua pipinya kemudian membolak-balik wajan Jungki yang sudah berdarah-darah. “Anak manja, sampai kapan kamu bertahan.” ujarnya sinis.

            Belum beberapa detik aggota seven dragon memasuki gedung tua, Jungkook yang melihat Jungki luka parah langsung berlari tapi dihadang oleh super attack. Jungkook yang sudah tidak memiliki rasa kasihan langsung memberikan tendangan kuat pada Yesung dan Donghae sekaligus. Super Attack langsung berpencar mencari lawan masing-masing, mereka saling bertarung dengan kekuatan ekstra. Jungki yang masih terikat pada kursi masih mencoba untuk melepaskan diri.

            Jungkook melawan Donghae, serangan demi serang mereka lancarkan. Beruntung Jungkook selalu bisa menghidar dari serangan Donghae yang bertubi-tubi. Pertahanan Jungkook yang kuat membuat Donghae kewalahan dan melemah. Saat Jungkook merasakan ada celah dia melancarkan sebuah tinju pada perut Donghae hingga membuatnya terjungkal dan terjatuh. Donghae bangkit berdiri, mencoba menendah kuat pada Jungkook tapi lagi-lagi berhasil dielak dengan baik. Donghae semakin murka, dia terus menyerang dari kiri-kanan, belakang-depan, semua sisi mulai diserang membuat Jungkook harus lebih berhati-hati. Nafas berat mulai terasa, Jungkook kewalahan hanya menangkis semua serangan Donghae yang terus menerus. Dia tidak bisa memberikan semua serangan pada Donghae karena kecepatan yang luar biasa yang dia meliki. Donghae memang yang terkuat di Super Attack selain Siwon tentunya.

            Arghhhh… terdengar teriakan dari J-hope ternyata sebuah pisau baru saja bersarang pada perutnya. Darah segar segera mengalir dan J-hope memegangin perutnya kuat-kuat. Hangeng yang melihat J-hope terkapar begitu bahagia, dia tersenyum dengan kemenanganya. Jimin yang melihat J-hope terkapar langsung berlari menghampirinya kemudian membawanya ketempat aman.

            “Kamu tunggu disini.” ujarnya kemudian meninggalkannnya dekat Jungki. Jungki yang masih terikat meminta pada J-hope untuk membantunya melepaskan ikatannya dan dengan sisa-sisa tenaga yang dia miliki akhirnya dia berhasil melepaskan tali yang sejak tadi mengekang tubuh Jungki. J-hope yang sudah sangat lemah langsung terjatuh lemas untung langsung ditangkap oleh Jungki. Melihat J-hope yang terluka Jungki langsung merobek paksa seragamnya untuk menghentikan pendarahan yang dialami oleh J-hope. Jungki mengikatnya dengan kencang membuat J-hope sedikit merintih kesakitan.

            Sementara itu, Monster yang masih bertarung melawan Siwon masih  memiliki tenaga lebih. Mereka masih terus menerus meyangkan serangan demi serangan untuk menembus pertahanan lawan. Monster yang terkenal dengan serangan cepatnya membuat Siwon sedikit kewalahan menghadapinya, beruntung dia memiliki pertahanan yang kuat sehingga semua serangan Monster dapat dia elak dengan baik. Monster kembali menyerang memberikan tinjunya pada Siwon tapi itu hanya mengenai angin, lagi-lagi siwon dapat mengelak. Siwon yang semakin geram memperkuat serangannya, tendang dengan kaki panjangnya tepat mengenai kaki kiri Monster hingga membuatnya sedikit kehilangan keseimbangan. Kembali Siwon memberikan pukulan keras pada ulu hati Monster hingga membuatnya langsung terjatuh kelantai. Monster bangun kembali, senyum tipis menghiasi wajahnya seolah meledek. Siwon semakin geram, dia marah kemudian berlari kearah Monster dengan tendangan kuat.

            Krakkkk terdengar suara kepala membentur lantai, membuat Seven Dragon langsung berlari kearah sang ketua, dan Jungkook menendang dari belakang Siwon. Jin dan Suga membantu Monster untuk duduk bersandar pada tembok, sedangkan Jungkook, V dan Jimin masih harus bertarung habis-habisan dengan ketujuh anggota super attack. Kali ini mereka memang sudah mempersiapkan diri dengan sangat baik, pertahanan dan serangan mereka selalu saja berhasil membuat seven dragon sangat kewalahan. Jungkook harus melawan Siwon, Kyuhyun dan juga Eunhyuk secara bersamaan. Serangan bertubi-tubi mereka tidak bisa dikalahkan maupun dihindari. Jungkook terjatuh untuk kesekian kalinya membuat sang lawan merasa sangat puas dengan kemenangan mereka.

            Disisi lain Jungki yang masih terus merawat J-hope menyaksikan Jungkook disiksa oleh mereka bertiga. Dia ragu-ragu untuk berdiri tapi akhirnya dia berlari saat Kyuhyun mencoba untuk menyerangnya. Arghhh.. histeris Kyuhyun saat sebuah tinju keras bersarang pada wajahnya. Jungkook yang melihat Jungki sontak kaget tidak percaya. Jungki kembali memberikan serangan pada Kyuhyun hingga akhirnya dia tidak bisa bangkit berdiri. Kyuhyun tergeletak begitu saja dihadapan Siwon dan Eunhyuk. Mereka sungguh tidak percaya kalau pria yang mereka anggap lemah memiliki kekuatan seperti itu.

            “Siapa lagi?” tantang Jungki membuat Jin dan Suga tertawa lepas, mereka tidak tahu kalau Jungki bisa berkelahi seperti itu. Mereka hanya melihat dari Jungki dari penampilannya, tampan, kutu buku, ramah dan juga terlihat lemah.

            Eunhyuk yang kesal langsung meloncat maju, mencoba menyerang dari depan tapi gagal total. Mereka tidak tahu kalau Jungki adalah atlit Taekwondo sejak dia masih sekolah dasar dan dia telah mememiliki gelar sebagai master taekwondo di kota mancherter. Dia sudah mengikuti beberapa pertandingan internasional dan selalu menjadi juara.

            Lagi-lagi eunhyuk terjatuh, wajahnya yang sudah babak belur masih terus berusaha untuk bangkit. Jungki melayangkan sebuah serangan terakhir untuk Eunhyuk, tepat pada kaki kanannya yang luka para Jungki menendangnya dengan sangat kuat hingga membuat pemilik kaki histeris kesakitan. Siwon yang melihat berlari kearah mereka mencoba menghentikan Jungki yang terus meninjak kaki Eunhyuk yang terluka. Siwon melayangkan sebuah tinju tepat pada perut Jungki tapi berhasil dihindari. Siwon membantu Eunhyuk berdiri dan membawanya menjauh dari keributan. Jungkook yang melihat Siwon membawa Eunhyuk menendang kuat pada punggungnya membuat Siwon mengerang dan mencoba tetap berdiri. Siwon yang melihat Jungkook merasa murka, dia terus melayangkan serangan demi serangan dan mereka melakukan duel yang begitu dasyat. Setiap serangan yang mereka lancarkan berhasil dielak masing-masing, di detik-detik terakhir Jungkook berhasil mendaratkan tinjunya pada ulu hati Siwon hingga membuat langsung terjungkal kebelakang. Siwon sudah tidak memiliki kekuatan lagi, Super Attack tidak memiliki kesempatan untuk menang. Mereka saling pandang memberikan isyrat untuk menyerah dan kabar begitu saja. Jimin dan Suga berusaha untuk mengejar tapi Monster menghentikan mereka.

            “Kenapa, kenapa?” histeris Jin tidak mengerti kenapa mereka tidak diperbolehkan untuk menghabisi super attack.

            “Sudahlah, mereka sudah kalah.” ujar Monster sambil memegang perutnya yang luka. J-hope yang terluka parah dibantu oleh V untuk berjalan.

            “Jungki.” histeris V merangkulnya erat-erat, kemudian meninju-ninju kecil pada perut. “Bagaimana kamu bisa memiliki kekuatan seperti itu?” lanjutnya tak percaya.

            Jungki tersenyum, “Jangan pernah menilai dari luar saja.” sindir Jungki pada V yang suka mengejeknya.

            “Wow..” seru Jin.

            “Kamu pernah belajar bela diri?” tanya Jimin.

            “Iya, Taekwondo.” jawabnya enteng.

            “Taekwondo??” ulang Suga.

            “Sabuk hitam, pemenang taekwondo championship inggris dan eropa.” ujarnya membanggakan gelarnya.

            “Wowww…liat-liat dia membanggakan diri.” seru Jin.

            “Kamu tidak pernah cerita.” ujar Jungkook yang masih tak percaya.

            “Kamu tidak pernah bertanya.” jawabnya nyegir.

            “Oke, jadi pahlawan kita kali ini adalah Jungki.” ujar Monster membuat semua tertawa dan mengglitik tubuh Jungki hingga kegelian. Suara tawa mereka bergelar memenuhi gedung tua itu. Mereka sangat bahagia karena Jungki tidak apa-apa dan pastinya karena mereka bisa mengalahkan kembali Super Attack.

            “Oke, mari kita pulang.” histeris Jimin.

            “Ayo.” Jawab yang lain serentak.

            Mereka berpisah di persimpangan, mereka saling memberikan salam persahabatan kemudian tersenyum satu sama lain. Intinya adalah pertempuran malam ini dimenangkan oleh Seven Dragon, dengan tersenyum lebar mereka bisa pulang kerumah walaupun dengan luka-luka yang ada pada tubuh mereka. J-hope yang terluka parah dibawa kerumah Jungkook untuk mendapat perawatan terlebih dahulu sebelum pulang kerumahnya. Tidak mungkin J-hope pulang dengan luka separah itu, jadi untuk meminimalis dia harus mendapat perawatan yang seadaanya.

            Sesampainya di rumah setelah J-hope sudah menyelesaikan perawatannya dia langsung segara pulang karena sudah larut malam. Jungkook masuk ke kamar menemukan adiknya yang sudah tidur pulas, dia memperhatikan dengan seksama wajah adiknya tersebut kemudian mengoleskan salab pada wajahnya yang memar. Dia tersenyum saat melihat kembali wajah adiknya kemudian berbaring di sampingnya dan memeluknya.

            “Selama malam, mimpi indah.” ujarnya kemudian pergi ke alam mimpi bersama yang lainnya.

The end

One thought on “[Oneshot] Seven Dragon”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s