Please Hide My Identity – 6

please hide my identity

Please Hide My Identity Part 6

Scriptwriter: Charikha

Main cast: Park ae hyeon OC, Mark Tuan (GOT7)

Support Cast: GOT7 member, Gongchan B1a4, Kim Yoora OC, Miss A, Apink

Genre: School Life, Romance, Drama, Sad

Rating: PG-15

Duration: Chaptered

Previous part: 1. 2. 3. 4. 5

Waaaah. . .akhirnya jadi juga part 6. Mulai part 6 ceritanya aku buat agak lebih pendek tiap part jadi biar gak bosen bacanya. . . so here we go, ,

Happy reading, , ,

“balduandwe,, aku hanya mengangapnya sebagai temanku saja”

******

“aku menyukaimu” dengan sentuhan lembut mark menciumku, namja tampan itu mendaratkan bibir indahnya pada bibir tipisku.

Author POV

Mark melepaskan ciumannya dan melihat hyeon diam mematung, “hei my angel?”. Hyeon tak berkedip sama sekali, namja cool ini lalu memegang kedua pipi hyeon dan satu, , dua, , tiga, , hyeon mengedipkan matanya secara terus menerus.

“kyaaaaaaaaaaaaaa” suara nyaring yang berasal dari pita suaranya seakan-akan memecahkan suasana malam seoul. Tentu saja tangan mark sigap membungkam mulut hyeon rapat.

“sssttttt, , kau akan membangunkan semua bayi-bayi yang ada di seoul arra”

Hyeon tidak mempunyai riwayat penyakit pernafasan namun nafasnya seperti orang yang terkena asma, nafasnya terlihat kembang-kempis. Hyeon masih saja diam tak berkutik karena ini adalah pertama kalinya merasakan sebuah ciuman dan first kissnya ditaklukan oleh seorang sunbae dingin itu. Baru saja mark melepaskan bungkaman dimulut hyeon namun tangannya kembali mendaratkan bungkaman karena hyeon kini berteriak lebih keras.

“noo waaaaay, my first kiss” hyeon menyesal sekali kemudian memukul kepala mark 3 kali

“yah mark. .  neo juggulae, wanna dead. Huh?!!!”

Mark tersenyum dan memberikan tawanya sedikit pada gadis itu

“So is this your first kiss. Woah! I’m so lucky, really” mark mulai mengusap-usapkan bibirnya melalui jemarinya

“yaaaaaahhh mark!!!”

****

“jadi rumahmu di myeongdong” mark memastikan alamat rumah hyeon

Hyeon masih tetap diam tak bersuara semenjak keluar dari rumah mark. Dirinya tak tau harus bagaimana. Dalam benaknya, hyeon sangat kesal terhadap namja berparas Chinese itu karena telah merebut ciuman pertamanya namun gadis yang memiliki senyum indah itu seperti sulit untuk menolak ciuman tersebut, seperti ada sesuatu yang bergetar dan terasa berdegup aneh. “apa ini perasaan suka atau cinta?” hyeon mulai membuat suatu pertanyaan yang hanya dirinya yang tau lalu kepalanya menggeleng “tapi mengapa tiap aku didekatnya, menatapnya perasaanku tak seperti biasanya” hyeon terus berdialog dengan dirinya sendiri.

“yah, , mianhe”

Hyeon menengok kearah mark yang sedang mengemudi

“jika kau masih marah pukul saja kepalaku lagi, igo” mark menyodorkan kepalanya

Hyeon tetap diam dan menatapnya tajam, kini hyeon melakukan hal yang dilakukan oleh mark. Menatap matanya dengan tatapan yang dalam. “ka-kau me-menyukaiku? jinjja?”

Mark memberhentikan mobilnya tepat didepan rumah hyeon, bodyguard hyeon bersiap keluar, mereka mengetahui ada sebuah mobil di depan gerbang melalui cctv yang dipasang disudut luar gerbang.

Beberapa menit sudah berlalu namun mark tak menjawab pertanyaan yang hyeon ajukan.

“pukul 9.15 malam, masuklah sudah malam” mark melihat jam yang ada pada dashboard mobilnya

“Kau memang mempermainkanku sunbae” hyeon memberikan wajah kekecewaan dan segera membuka pintu mobil mark. Hyeon merasa kecewa karena dirinya merasa telah dipermainkan mark yang menyatakan suka namun tak serius dengan ucapannya itu.

“yah” mark menahan tangan hyeon yang hampir membuka knop pintu mobil

“mwo? Jigeum mwo!”

“yeojachingu ga doeeojullae?” ucap mark lembut dan kini tatapan matanya membuat hyeon lagi-lagi kaku terdiam

Mark tersenyum tipis “karena kau diam itu tandanya mulai malam ini kau adalah yeojachinguku. Masuklah sudah malam.”

Hyeon keluar dari mobil mark dengan perasaan tak percaya, kakinya lemas mendengar mark membuat pernyataannya sendiri. Hyeon belum melangkah masuk karena kakinya seperti magnet yang menempel dengan jalan raya. Mark pun urung melaju dari gerbang rumah hyeon, kaca penumpang dibukanya agar dapat melihat wajah gadisnya.

“yah. .”

hyeon menggerakan matanya untuk melihat mark didalam mobil lewat kaca yang dibuka mark.

“chagii-yah gomawo,” mark langsung melajukan mobilnya dan meninggalkan hyeon yang masih seperti patung.

*****

Hyeon POV

“ aku menyukaimu angela, , mencintaimu. . tapi itu DULU kau ingat DULU!!!” mark pergi meninggalkanku begitu saja di taman kota

“ . . . . . . . . . “

A a a a a a a a a a a h h h h h h . . .

Aku terbangun dari tidurku, memposisikan pada posisi duduk sempurna, segera aku mengatur nafas yang sudah tak beraturan, menyeka rambutku yang terlihat berantakan akibat keringat dingin diseluruh wajah dan kepalaku.

”syukurlah itu hanya mimpi” aku masih mengatur nafas

Libur sekolah sepertinya membuatku semakin terlambat untuk bangun pagi. Aku melihat jam ternyata jarumnya sudah menunjukan pukul 9 pagi, sepertinya aku bangun kesiangan karena semalam aku terkena angin topan yang keluar dari bibir rewel eomma ku. Yup memang semalam adalah hal terburuk yang pernah aku alami, eomma murka dan kembali memberikanku hadiah bodyguard yang akan selalu menemaniku kemanapun.

Aku menuruni anak tangga setelah aku membereskan diri di kamar, suasana sangat sepi pagi ini. Apa eomma pergi lagi atau eomma sakit karena ulahku, “heish ini semua gara-gara mark sunbae” aku mengingat urutan peristiwa tadi malam.

“eomma eodiseo?” tanyaku pada asisten rumah tangga yang sedang membersihkan karpet tangga

“nyonya ada di ruang gym nona” aku mengangguk seraya mengerti dengan yang diucapkannya

Aku segera menuju ruang gym yang terletak di lantai dasar,sebelum pergi aku sengaja melewati meja makan untuk mengambil selembar pancake dan membawanya beserta diriku ke ruang gym.

“morning mom”

“you already wake up?” Ae kyung tetap berlari pada mesin treadmillnya

“mom, let’s go breakfast” aku memintanya untuk makan bersama diruang makan

“wait a second” Klik . .Klik. . bunyi suara pertanda mesin telah mati, ae kyung mengakhiri olahraganya dan mengambil 1 helai handuk

“sebaiknya kita cepat sarapan karena setelah itu kita akan pergi ke galeri di gangnam” ujar eommanya berjalan berdampingan dengan hyeon menuju meja makan

“kenapa mengajakku eomma?” tanya ku penasaran

“palli moko” eomma sibuk mengambilkan makanan untuk ku dan tak menjawab pertanyaan yang ku ajukan.

Tanpa membutuhkan waktu yang lama eomma mengajakku secepatnya untuk pergi meninggalkan rumah ketempat yang begitu penting. Ini adalah hari yang penting bagi eomma, Aku ingat bahwa hari ini adalah hari kunjungan rutinnya ke galeri lukisan miliknya di daerah gangnam.

IM JAEBUM HOUSE

“jaebum-ah” panggil ayahnya

Jaebum yang asik mendengarkan musik dan berlatih koreo di studio dance miliknya tak dapat mendengar panggilan ayahnya itu. Tak berselang lama ayahnya mendatanginya ke ruang studio dan mematikan soundsystem hingga lagu tersebut berhenti

“bersiaplah karena 1 jam lagi keluarga Bae akan tiba”

Jaebum terkejut karena appanya tak memberitahunya terlebih dahulu soal pertemuan keluarga yang diadakan hari ini. Jaebum mendengus kesal karena ini merupakan hari dimana got7 akan berlatih dance di studionya.

“Appa tapi aku sudah membuat janji dengan teman-temanku untuk berlatih”

“apa kau kini sudah pandai membantah appa? Cepatlah berganti pakaian. Appa tunggu di ruang keluarga” ayahnya berlalu meninggalkan jaebum yang terlihat membanting handuk yang di bawanya ke lantai studio

“yaaaaaah!!!!” jaebum berteriak sekencang-kencangnya dirinya selalu mengekspresikan kemarahan dengan teriakan khasnya. Jaebum kembali ke kamarnya dengan terpaksa membatalkan jadwal latihan hari ini

To: Jinyoung

From: Jaebum

Jinyoung-ah hari ini latihan di batalkan

****

Jinyoung dan yang lainnya sudah berkumpul di rumah mark karena mereka ingin berangkat bersama. Saat mereka telah berada di mobil, mark memasukkan gigi satu dan mulai berjalan namun tiba-tiba ponsel jinyoung bergetar

Deerrrt Deerrrrt

 

From: Jaebum hyung

Jinyoung-ah hari ini latihan di batalkan

Jinyoung yang baru saja membaca pesan dari hyungnya itu mendengus kesal. Mulut manisnya di manyunkan beberapa sentimeter “mwoya ige” jinyoung mencubit pipi yugyeom yang ada di sebelahnya sebagai pelampiasan kekesalannya

“aa . . aa . .aaakkhhh . . . a-appo hyung” teriak yugyeom kesakitan

“kenapa kau mencubitku hyung?” tanya yugyeom sambil meraba pipinya yang merah

Jinyoung memberikan ponselnya pada youngjae yang juga ada di sebelah kirinya saat youngjae mulai membaca teks tersebut matanya bulat membesar dan berteriak “ yaaaahhh hyung kalau tau begini aku lebih baik tidur dirumah”

“wae youngjae-yah?” tanya Jackson dari arah kursi depan

“mwo jinyoung-ah, mwo ya?” tanya mark hingga memberhentikan mobilnya yang baru melaju 2 meter.

“jaebum hyung membatalkan latihannya hari ini tanpa memberikan 1 alasan apapun” jelas jinyoung dengan menyenderkan kepalanya di bahu yugyeom

Jackson terlihat bingung sesaat namun senyumnya kembali terpancar “ kita akan tetap pergi, let’s go”

“hyung, bagaimana kalau jaebum hyung marah. Kau kan tau jika jaebum marah melebihi youngjae hyung” ungkap bambam dari balik kursi youngjae,jinyoung dan yugyeom

“ey. . solma. Kita akan tanya alasannya pada jaebum hyung” tambah Jackson sambil menyuruh mark untuk menjalankan mobil melaju ke rumah sang leader got7

 

Author POV

Kediaman keluarga Im terlihat berbeda siang ini, memang sengaja ayah Jaebum mendekorasi rumahnya untuk perbincangan penting antara kedua keluarga. Sang tuan rumah telah berpakaian rapi mengenakan setelan jas berwarna hitam dan dihiasi dengan dasi yang terkesan mewah, tak kalah dengan suaminya nyonya Im terlihat begitu cantik dengan gaun berwarna hitam blink-blink dipadukan dengan warna pink muda yang sangat cerah ketika dikenakannya. Akhirnya namja yang ditunggu-tunggu Im Jaebum turun dari kamarnya setelah pelayan rumah mengetuk pintu kamarnya dan memnyuruhnya untuk turun sebanyak 3 kali. Jaebum terlihat begitu mempesona, mulai dari tatanan rambutnya yang sangat fresh kemudian mengenakan kemeja putih bercorak hitam di tambah celana panjang putih membuatnya tampak lebih tampan dari biasanya hanya saja raut wajahnya tak memancarkan aura bahagia, memang jaebum tak setuju dengan rencana appanya.

“mianhe eomma tak bisa membatalkan keinginan appamu untuk pertunangan ini, kau ikuti saja appamu jb-ah”

Tak berselang lama keluarga Bae tiba di kediaman tuan Im, mereka bertiga disambut baik oleh kedua orangtua jaebum. Ayah dan ibu Bae suzy telah bersalaman dan duduk di meja makan yang sudah dipenuhi oleh jamuan khas korea. Suzy terlihat begitu cantik dengan dress warna merah tua ditambah dengan rambut yang sengaja dibuat ikal bergelombang menjadikan suzy tampak manis dan menarik. Suzy memberikan senyum terbaiknya di depan orang tua jaebum dan tak ketinggalan senyuman indahnya diberikan pada jaebum namun jaebum lebih memilih melihatnya sekejap dan kembali memalingkan wajahnya.

“Mari silahkan duduk,” ujar Tuan Im membuka pembicaraan

Kedua keluarga semua masih menikmati jamuan makanan tanpa membicarakan proses pertunangan anaknya. Suzy terlihat begitu bahagia bisa mendapatkan jaebum lebih cepat, selama jamuan suzy terus menatap jaebum hanya saja jaebum tak sedikitpun melihat suzy tatapannya hanya fokus pada makanan yang ada di depannya, sampai pada ayahnya kembali membuka pembicaraan.

Tuan Im mengeluarkan sesuatu dari sakunya seperti benda berbentuk kotak “ baiklah dengan adanya ini aku meresmikan hubungan jaebum dan suzy, sebuah pertunangan” Tuan Im membuka kotak tersebut dan terlihat sebuah gelang lengkap dengan nama mereka.

“Ne. .ne dengan begitu perusahaan kita akan bergabung dan menjadi perusahaan yang lebih besar” Ayah suzy tersenyum

“jaebum-ah, kemarilah” ujar ayahnya

Jaebum masih terlihat terkejut saat ayahnya mempersiapkan 2 buah gelang, kedua tangannya digenggam kuat seperti ada rasa kebencian yang begitu mendalam, Jaebum mendekati ayahnya dan sudah pasti suzy pun berada di sebelah appa jaebum.

“pasangkanlah di tangannya” perintah ayah jaebum pada namja sipit itu

Tanpa berkata satupun jaebum mengambil gelang bertuliskan namanya pada tangan suzy yang lembut kemudian sebaliknya suzy yang sudah antusias mengambil gelang bertuliskan namanya dan dipasangkan ditangan kanan jaebum. Kini kedua gelang tersebut menjadi saksi bahwa keduanya telah bertunangan.

“hyuuung . . jaebum hyung” teriak yugyeom dari balik pintu utama

“hyung, uri waseoyo” ujar Jackson dengan gayanya yang tengil

Sontak mereka berhenti berjalan riang ketika melihat 6 pasang mata yang memandangi tajam kedatangan 6 namja tampan. Appa jaebum sudah menaikkan alisnya dibatinnya, teman anaknya itu telah mengganggu hikmatnya acara pertunangan.

“Jaebum-ah bukankah appa sudah menyuruhmu untuk membatalkan latihan?” ujar ayahnya yang berbisik pada jaebum

“ne . .aku sudah memberitahunya namun jika temanku masih tetap datang itu bukan salahku appa” jaebum berlari meninggalkan appanya menuju teman-temannya

“kajja” tambah jaebum dengan merangkul junior

Jaebum langsung mengalihkan perhatian pertunangannya dengan terus merangkul teman-temannya menuju ruang latihannya. Jaebum tak peduli dengan keluarga Bae yang masih duduk manis di meja makan. Jaebum masih mendengar dari kejauhan saat ayahnya meminta maaf atas perlakuan anaknya yang tidak sopan.

“jwesongheyo tuan dan nyonya Bae dan juga suzy paman benar-benar minta maaf atas jaebum”

“anio. . gwenchanayo tuan Im Aku akan menyusul mereka” tanpa jeda suzy langsung menuju ruang latihan got7

******

“Mwooooo?” kompak ke enam namja tampan menjawab setelah jaebum menceritakan kejadian sebelum teman-temannya datang

“hyung, ka-kau bertunangan dengan suzy? Jinjja?” sambar Jackson dengan celotehannya

“jadi hyung membatalkan latihan hanya karena bertunangan, aigooo kenapa tidak memberitahu kami” ujar junior yang terlihat sudak tak begitu marah

“ania , , bukan seperti itu. Ini karena ayahku memaksa ku untuk bertunangan dengan suzy demi bergabungnya 2 perusahan besar InBae Entertainment”

“woah. . aku pikir hyung menyukai suzy noona” ujar bambam menatap hyungnya heran

“jika ajoshi memintamu menikahi suzy noona bagaimana hyung?” tanya yugyeom yang duduk di lantai

“balduandwe,, aku hanya mengangapnya sebagai temanku saja” jawab jaebum dengan raut wajah tegang

“o . .kau di sini noona?” pekik youngjae yang melihat suzy berdiri dipintu

Anggota popular itu bingung harus berbuat apa, mereka takut sekali suzy mendengar percakapan yang sedang dibicarakan. Mereka takut melukai hati suzy, mereka kini merasa canggung di depan sang boneka cantik itu.

*****

Hyeon POV

“yoora-yah apa kau masih ingin menatap mereka?” hyeon tepaksa menemani yoora untuk mendampinginya di rutinitas pagi seperti biasa

“gerom, ,  aku masih ingin menatap mark sunbae”

Walaupun yoora telah bertemu mark tapi dirinya masih tetap tak ingin melewatkan kesempatan untuk menatap mark sunbae idolanya itu dari dekat.

“omona!”

“yah. . waeyo angela?” yoora bertanya pada sahabatnya itu yang berteriak tiba-tiba

Aku beberapa kali mengedipkan mata lalu menatap yoora dengan penuh rasa cemas. Aku teringat bahwa yoora sangat mengidolakan mark sunbae ”kau boleh tertarik pada got7 sunbae tapi jangan sekali-kali kau mengagumi mark sunbae dia hanya milikku”.

“yah angela park.   . kau kenapa?” yoora mengguncangkan bahuku

“Aniyo. . gwenchanayo” aku tak menatapnya lagi dan mengalihkan pandanganku ke arah gerbang institute

Bagaimana jika yoora mengetahui jika aku dan mark sunbae berpacaran. Bagaimana aku menjelaskan padanya. “I can be crazy”

Sementara itu yoora terus menatap arah gerbang seperti biasanya, yoora menunggu kedatangan got7 di pagi hari dan tak membutuhkan waktu lama namja yang ditunggu-tunggunya datang. Aku melihat Yoora menatap mark tanpa jeda, dilihatnya dari membuka pintu mobil  hingga berjalan mendekati barisan yoora. Kelompok popular itu kini ada tepat di depan ku dan yoora, aku yang tadinya memandangi yoora kini menatap namja yang telah membuat hatiku berdegup dan mematung dikala bersamanya. Hari ini sunbae dingin itu tak seperti biasanya dia berjalan tak lagi di baris belakang melainkan disamping tepat didekat ku dan yoora berdiri. Aku dapat melihatnya jelas, aku tersenyum tipis ketika wajahnya ternyata benar begitu tampan dan matanya “oh my god” apa baru saja dia mengedipkan salah satu matanya.

“omona, , angela kau melihatnya? Kau lihat tidak?” yoora meloncat-loncatkan tubuhnya sambil memegang tanganku dengan penuh semangat

Entah apa yang harus aku lakukan, tanganku seharusnya hangat saat digenggam oleh yoora tapi tanganku dingin dan lunglai. Aku tahu pasti mark melakukannya bukan untuk yoora melainkan ditujukan padaku. Aku merasa berdosa sekali pada yoora, aku tak ingin yoora tersakit. “ne. .aku melihatnya yoora-yah”

“ini kemajuan besar angela, mark sunbae memberikan wink padaku” yoora tersenyum bahagia

 

K r i i i i n g   .  . k r i i i n g

Bel istirahat berbunyi namun kelas visual art tak bergeming karena memang kelas kami masih mendiskusikan tugas yang diberikan oleh Mr. Jason walapun guru itu telah meninggalkan kelas beberapa menit yang lalu. Meskipun tugas ini adalah tugas individu aku, yoora dan chan mendiskusikan tugas bersama karena kami pikir ini akan memudahkan kami untuk menyelesaikannya.

“mianhe. . apa kalian tidak lapar?” kata yoora sambil memegang perutnya yang bunyi seperti orang yang tidak makan 3 hari

“yah. . suara perutmu mengganggu sekali” cela chan

Plak . . “ini tanda alami chan-ah, aish jinjja neo” yoora mendengus kesal

“sudahlah kalian jangan bertengkar lagi, kita ke kantin eotte?”

“andwea, , diskusi kita belum selesai. Chan-ah jebal” yoora mengatupkan kedua tangannya memohon secara manis pada chan untuk membelikan ku dan yoora makanan

“arraseo, , arraseo . . aku sudah tau jika kau bertingkah seperti ini. Aku pergi” chan berlalu ke kantin karena mendapat permohonan dari sahabat karibnya itu

Aku dan yoora masih berdiam di kelas membahas tugas yang masih belum terselesaikan. Kami masih berdebat dan saling memecahkan masalah bersama.

“yah! kalau kau menggambar bunga itu tak akan termasuk sudut perspektif” aku membantunya menjelaskan tugas perspektif miliknya

“ani , ,kau salah angela,  aku bisa membuat sudut dari bunga” bantah yoora

“lihatlah pintu itu kau bisa menggambar sudut dari pintu itu dan nantinya dari pintu itu kau akan dapat menggambar perspektif dengan menarik salah satu sudutnya” aku menjelaskannya secara rinci dengan menunjuk kearah pintu kelas

Yoora melihat kearah pintu sambil membayangkan arah perspektif yang akan dia gambar, tangannya membuat bentuk kotak lalu matanya disipitkan fokus kearah pintu namun tiba-tiba dari arah luar terdapat sosok mark yang berdiri tepat diantara bentukan tangan yoora yang membentuk kotak.

“yah mark sunbae” yoora histeris dan menghampiri mark

aku melihat mark dengan tetap menempelkan tubuhku pada kursi dan tak ingin beranjak dari bangku. Mata mark seperti berkeliling mencariku, tak membutuhkan waktu lama matanya dapat mencari posisiku. Aku dengannya terlibat kontak mata dan sebelum mark sunbae membuat keributan didalam kelas aku menyusul yoora yang masih berdiri setia dipintu di depan mark sunabe.

“sunbae apa kau mencariku?” yoora merapihkan rambut dan seragamnya

“ani, , aku mencarinya” mark berbicara lalu menunjukku yang berjalan perlahan mendekatinya

“daebak, setelah kau memberikan wink pagi tadi kau kini menjawab ku. Sunbae nan joaheyo” yoora semakin salah tingkah ketika mark menjawabnya walapun dengan nada datar

“ada apa kau mencariku sunbae, bukankah urusan kita selesai” aku mengerutkan alisku seraya memberikannya kode agar dirinya mengerti jika aku dan sunbae tidak boleh terlihat dekat jika di institute

Mark sunbae bukannya mengerti dengan kode yang ku berikan namun kini dirinya tersenyum melihatku dan matanya seperti berbicara jika dirinya sedang berhadapan dengan yeojachingunya.

“geure sunabe, masalah kau dan angela sudah selesai semenjak angela melakukan hukuman yang kau berikan” yoora beranggapan dirinya kini lebih dekat dengan mark sehingga yoora berani memegang pundak mark

Mark yang sedari tadi memandangku dengan tatapan yang begitu jelas terlihat mencurigakan kini beralih memandang yoora fokus “lepaskan tanganmu dan 1 hal, lebih baik kau tidak terlalu percaya diri karena wink itu bukan untukmu tapi untuknya yeojachinguku” mark menekankan kata yeojachingu didepan yoora

“yah! Neo” aku berteriak pada mark karena dirinya begitu berani membuka hubungan ku dengannya

Yoora terdiam, matanya tak bergerak menatap mata sunbae begitu dalam hingga membuat matanya berkaca-kaca dan menitikkan air mata. 1 tetes air mata tak membuatnya mengeluarkan suara, kini pandangannya dibuang ke arahku yoora menatapku tajam. Aku bisa membacanya dari manik matanya yang seolah-olah mengatakan bahwa aku bukanlah teman yang baik.

“yoora-yah kau salah paham, sunbae kenapa kau berbicara omong kosong?!” Aku menaikkan nada suaraku namun tetap saja yoora tak mengatakan apapun kecuali matanya yang dipertajam menatapku

“yoora, , biar aku jelaskan. Aku dan sunbae tidaklah seperti yang . . . .” ucapanku terputus ketika yoora mulai bicara

“apa benar itu? Ka-kau yeojachingunya?”

“yoora-yah kau” aku tetap berusaha menjelaskan

“cukup, , ,aku pikir kau ini adalah teman baik. Kau tau persis kalau aku menyukai sunbae tapi kenapa kau malah menggodanya? Kau ini tidak lebih dari wanita penggoda, nappeun yeoja!” yoora meneriaki ku dengan nada suaranya yang begitu nyaring

Mendengar perkataan yoora yang mengatakanku wanita penggoda mark sunbae tidak tinggal diam, dia merasa bahwa yeojachingunya dihina di depan umum didepan kelas yang kini banyak mata tertuju pada kami. Mark mencengkram lengan yoora dengan kekuatan penuhnya, terlihat dari otot lengan mark yang mengeras “Yah! Jika kau berani mengatakannya lagi kau akan mati”

“yah mark tuan mwohanya?!!!!” aku melepaskan cengkraman di lengan yoora

“yoora yah mianhe, biar aku jelaskan dulu” aku terus meyakinkan yoora dengan menggenggam tangannya hingga ku tak sadar jika bulir air mataku menetes

“jigeum, nan noerul miwoheyo (sekarang, aku membencimu) angela park!” yoora membalikkan badan dan berlari menjauhi aku dan mark

“yoora-yah” aku memanggilnya yang sudah terlihat menjauh

“yoora-yah” aku hendak mengejarnya namun mark sunbae mencegahku dengan menggenggam tanganku erat

“biarkan saja, dia pantas mendapatkan itu”

P L A K . .

Aku menampar pipi kanannya, tanganku begitu sakit akibat menamparnya begitu kuat namun hatiku jauh lebih terluka ketika melihat temanku tersakiti olehku. “mianhe sunbae, ini untuk temanku atas perkataanmu yang menyakitinya” aku berlari mengejar yoora meninggalkan mark sunbae yang terpukul mendapati tamparan dari wanita yang disukainya.

TBC

Jangan lupa tinggalkan jejak ya chingu demi kelanjutan FF ini, kalau chingu bosen aku stop sampai part ini. Gomawo chingudeul ^_^

8 thoughts on “Please Hide My Identity – 6”

  1. annyeong thor.. ane reader baru disini..😁 ane suka banget ama ni ff 😁 ni ff ngena banget feelnya 😍 sumpah bner2 ngena.. next dong thor.. 😆 gue tunggu loh 😆

    Suka

  2. Author jangan di stop dong…aku penesaran banget sma ceritany,,,oh iy aku juga mau minta maaf karena baru komen di part ini,jujur aja ceritanya keren…Lanjut doang thor,Jeball!! >-<

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s