[Ficlet] Unimportant Conversation

Unimportant Conversation

Unimportant Conversation

poster by Laykim @ Indo Fanfictions Arts

Title: Unimportant Conversation

Scriptwriter: nanana05

Casts: Park Chanyeol, Anne Kim

Genre: Fluff, Romance, a little bit comedy?

Duration: Ficlet

Rating: PG-15

Summary:

              I warn you, because this short story of The Ridiculous Park Couple, contains many unimportant night-talks before sleep.

Disclaimer:

Ini ff saya yang ke.. entah keberapa karena saya punya banyak cerita hasil imajinasi saya ditengah malam yang belum di publish selain Somebody Else, muehehehehehe..

Please Enjoy.🙂

Chanyeol yang baru saja keluar dari kamar mandi, segera menuju tempat peristirahatannya yang menurutnya sangat nyaman itu. Sungguh. Chanyeol dan tempat tidur itu bagaikan magnet yang berbeda kutub.

Sembari Chanyeol duduk bersandar pada tempat tidur dan memainkan ponselnya, ia sesekali memperhatikan istrinya, Anne yang sedang duduk di depan meja rias. Bagi para perempuan, kalian seharusnya mengerti ritual apa ini.

Ritual Anne sebelum tidur ini terkadang membuat Chanyeol kesal. Kalian akan mengerti jika membaca cerita ini hingga akhir.

Anne yang sedari tadi duduk di depan meja rias mulai memoleskan krim mata di sekitar kantung matanya, setelah itu krim malam di seluruh bagian wajahnya, dan yang lainnya. Setelah semua ritual itu dilakukan, Anne terdiam sejenak. Sepertinya ia melupakan sesuatu.

“Yeol..”

“Apa Anne?” Chanyeol mengalihkan perhatiannya dari ponselnya menuju istrinya.

“Apa aku melupakan sesuatu?” Anne menolehkan kepalanya kearah Chanyeol yang sudah duduk dengan nyaman pada tempat tidur mereka. Setelah mendapat pertanyaan itu, Chanyeol mengernyit. Ia sendiri tidak tahu apa yang Anne lupakan. Chanyeol ‘kan tidak pernah melakukan apa yang Anne lakukan setiap malam.

“Melupakan apa, Ne?”

“Hei aku justru tidak tahu! Makanya aku Tanya kamu, tapi mengapa kamu malah bertanya balik padaku?” Anne menggerutu. Ia kembali menghadap kaca dan mengingat-ingat apa yang ia lupakan.

“Bantu aku berpikir, Yeol. Jangan sibuk sama ponsel itu! Atau besok aku akan membuangnya!” Chanyeol yang mendengar ancaman itu keluar dari bibir Anne segera meletakkan ponselnya. Anne tidak pernah main-main dengan ucapannya! Maka dari itu Chanyeol menurut pada istrinya.

“I-iya Ne. Ini aku juga sedang berpikir. Memang setelah memakai perawatan wajah, apa yang biasanya kau lakukan? Langsung tidur ‘kan?

“Tidak Yeol.. Bukan itu. Aku tidak tidur. Apa ya? Aish..”

 Setelah mereka berdiam diri, berkutat dengan pikiran masing-masing, (sebenarnya Chanyeol tidak membantu berpikir, sih)  Anne berdiri dari kursinya, dan berlari kecil menuju Chanyeol.

“Yeol!!” Chanyeol yang sedari tadi melamun, terkejut ketika tiba-tiba Anne berteriak kepadanya seraya menangkup kedua pipinya.

“Aku ingat Yeol! Hahahaha!! Akhirnya!!” Setelah mengatakan beberapa kata tersebut, Anne berlalu. Ia kembali ke kursi meja riasnya dan mengambil sebuah botol kecil.

‘Ternyata serum rambut.. Erghh..’  gerutu Chanyeol dalam hati. Ia tahu setelah ini akan ada pertanyaan bertubi-tubi dari Anne yang akan mengganggu waktu beristirahatnya.

Setelah Anne memberi rambutnya vitamin itu, Anne menyisir rambutnya.

Menyisirnya beberapa kali.

Menyisirnya terus-terusan.

Entah sudah berapa menit Anne menyisir rambutnya tanpa henti.

Terlihat gurat kesedihan di wajah Anne. Chanyeol yang sedari tadi menunggui Anne pun tertidur hingga medengkur.

Anne berjalan menuju tempat tidur mereka dengan langkah gontai. Ia naik ke kasur itu dengan sedikit lompatan hingga kasur itu bergerak dan menyebabkan tidur Chanyeol terganggu.

“Yeol..”

“Yeol!!”

“PARK CHANYEOL BANGUNN!! HUAAA!!!!”

Chanyeol terlonjak. Ia sangat terkejut. Ia bingung mengapa istrinya berteriak-teriak malam-malam begini.

“Kenapa sih, Ne? Jangan berteriak-teriak dong! Nanti kamu mengganggu tetangga sebelah!”

“Yeol coba sisir rambutku dengan tanganmu.”

“Hah? Permintaan macam apa itu?” Chanyeol sedikit jengkel dengan Anne. Penderitaannya dimulai. Dari sekarang.

“Sudahlah! Sisir saja..”

Chanyeol menyisirkan tangannya di rambut Anne yang cukup panjang dan bergelombang itu.

“Sudah. Memangnya kenapa sih? Aku kan sudah bilang-“

“Rambutku kasar ya?”

Oh sial. Pertanyaan itu lagi.’ Chanyeol mengumpat. Dan lagi-lagi di dalam hati. Sementara itu Anne mulai menyisirkan tangannya ke rambutnya sendiri.

“Rambutku kasar tidak Yeol?! Jawab dong! Jangan hanya diam saja!”

“Tidak Anne..”

“Oh.. begitu ya? Baiklah. Ayo tidur.”

Hening. Tidak ada suara apapun. Namun Anne masih terjaga. Ia masih merasa tidak percaya dengan perkataan suaminya.

“Yeol..”

“Apa lagi, Ne?”

“Rambutku kasar tidak?”

“Astaga.. aku sudah bilang, rambutmu tidak kasar. Rambutmu itu halus! Tidak kusut! Sudahlah.. Ayo tidur!”

“Tapi Yeol..”

Chanyeol tidak menghiraukan Anne. Ia malah merubah posisi tidurnya menjadi membelakangi Anne.

“CHANYEOL!!”

Oh tidak! Kesabaran Chanyeol mulai berkurang!

Chanyeol bangun dari posisinya. Di ikuti Anne yang juga bangkit dari posisi tidurnya. “Apasih?! Ayo kita tidur saja! Besok masih ada waktu untuk membicarakannya! Ini sudah malam. Aku sangan mengantuk, Anne!” Chanyeol meninggikan suaranya. Sedikit meninggikannya.

“Tapi rambutku terlihat kasar Yeol!” tutur Anne dengan wajah memelas.

“itu hanya kelihatannya saja! Dan dengarkan aku, RAMBUTMU TIDAK KASAR! Sudahlah aku mau tidur lagi.. Kau sangat mengganggu! Aku tidak mau berbicara denganmu lagi malam ini!” Chanyeol kembali dengan posisi tidur yang membelakangi Anne. Sementara Anne hanya memasang wajah sedihnya dan kembali berbaring di tidurnya.

Hening beberapa saat. Chanyeol pun sudah mulai memasukki alam mimpinya. Tapi, gagal lagi. Suara Anne kembali mengganggunya.

“Yeol..”

Chanyeol menghela nafas kasar. Ia bangun dan bersiap-siap memarahi Anne.

“APA LAGI SIH ANN—“

“Aku mencintaimu.”

Chanyeol mengurungkan niatnya untuk memarahi Anne. Ia melihat Anne yang sudah membelakangi dirinya. Chanyeol berbaring lagi. Perlahan-lahan ia menggeser tubuhnya untuk mendekati Anne.

Ia menarik Anne supaya perempuan mungil kesayangannya setelah ibunya ini berbalik kearahnya. Posisi Anne pun sekarang menghadap Chanyeol. Tiba-tiba Chanyeol menyelipkan tangan kirinya di punggung Anne melalui bawah, dan kedua kakinya mengempit kaki Anne. Dan tangan kanannya pun akhirnya diletakkan di punggungnya tanpa harus menyelipkannya.

Chanyeol menarik Anne untuk lebih mendekat kepadanya. Terang saja Chanyeol kuat untuk menarik tubuh Anne hanya dengan tangan dan kakinya. Tubuh Anne jauh lebih kecil dari tubuh Chanyeol.

Chanyeol mendekap Anne.

Ah, tidak.

Chanyeol menjadikan tubuh mungil istrinya sebagai guling!

Chanyeol yang melakukan semua pergerakan itu dengan cepat, membuat Anne terkejut. Anne memukuli dada Chanyeol yang saat itu ia sudah dijadikan korban suaminya yang hobi tidur itu.

“Hei! Lepaskan aku Yeol!”

“Tidak mau. Diam lah. Aku lebih mencintaimu”

Anne berhenti memukul Chanyeol. Ia tersenyum didalam rengkuhan Chanyeol. Anne sangat suka mendengar detak jantung Chanyeol. Ia suka wangi Chanyeol. Dan.. sekarang Chanyeol sudah mulai mendengkur.

Anne sadar ia sangat mengganggu Chanyeol. Anne juga tahu bahwa ia sangat menyebalkan. Anne berjanji untuk tidak menanyakan pertanyaan itu lagi! Janji!

The End

4 thoughts on “[Ficlet] Unimportant Conversation”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s