[Ficlet] Out

out

scriptwriter Liana D. S.

starring

EXO Xiumin (Kim Minseok) x EXID Hani (Ahn Heeyoon)

genre Romance, Slice of Life duration Ficlet rating General

.

.

Di akhir… hanya ada dirimu.

***

“Kim Minseok, besok pokoknya tunggu aku! Jangan ke mana-mana atau aku akan menendang bokong bulatmu itu sampai ke ruang angkasa!”

Mengingat ancaman Heeyoon tempo hari, Minseok mengusap pantatnya khawatir, tentu secara sembunyi-sembunyi. Heeyoon itu kalau menendang orang bukan main kuatnya, demikian pengakuan salah satu rekan kekasih Minseok itu di klub bela diri kampus. Minseok sendiri sih tidak pernah ditendang—jangan sampai perkara jemput-menjemput ini membuatnya menerima hukuman tersebut untuk pertama kali. Jadi, meskipun harus setengah mati menahan dingin dan sangat ingin segera pulang, Minseok rela menunggu gadisnya di halaman sebuah bangunan.

“Minseok-ah!!!”

Oh, itu dia. Gadis semampai bersurai coklat sepinggang yang tengah berlari kecil dengan membawa dua cup kopi hangat itulah kekasih Minseok, Ahn Heeyoon. Kedatangannya mengembalikan binar yang cukup lama lesap dari sepasang netra Minseok. Pria muda itu baru menyadari betapa rindunya ia pada sosok Heeyoon setelah mereka berdua bertemu lagi. Iya, sebelumnya Minseok juga selalu rindu, hanya barangkali atmosfer seram dari bangunan tempat Minseok menanti membuat perasaannya menumpul sementara.

“Kyaaa!!!”

Aih.

Bahkan sifat ceroboh Heeyoon juga lumayan dirindu Minseok.

“Sudah tahu salju licin, masih saja lari-lari sambil bawa minuman. Jadinya jatuh, ‘kan?” Minseok meraih tangan Heeyoon yang tertelungkup di atas jalan putih, mengabaikan dua gelas kopi yang tumpah di sisi gadisnya, “Ayo, berdiri. Kau tidak apa-apa?”

Perlahan, dengan bantuan Minseok, Heeyoon menegakkan tubuh, namun belum berani mengangkat wajah. Kedua mata jernih nan jujur itu tertutup poni, sehingga Minseok tidak mampu membaca rautnya. Semula, Minseok menduga Heeyoon kesakitan akibat jatuh, tetapi hei, Ahn Heeyoon ketua klub bela diri kampus tidak mungkin mendadak diam begini cuma gara-gara rasa nyeri. Apalagi setelah itu, dua lajur air mata menuruni pipi Heeyoon; memang segera dihapus, sayang bibirnya yang mencebik mengkhianati usahanya untuk tak menangis. Sebelum wajahnya berkerut lebih jelek lagi, Heeyoon memeluk Minseok erat-erat.

Yang dipeluk tertawa.

“Kau kenapa? Menangisi kopi? Tidak masalah, nanti kita beli—“

“Jangan bercanda!” sahut Heeyoon seraya memukul lemah dada Minseok yang ia gunakan meredam tangis, “Kamu tahu tidak sih berapa lama aku menunggumu pulang? Kamu bisa tidak membayangkan perasaanku yang setiap hari menyilang tanggal pada kalender, berharap Desember cepat datang tapi malah terasa makin lama? Kalau kamu mengingatku sebesar aku mengingatmu, kamu pasti tidak bisa bercanda seperti itu, tau! Minseok bodoh!!!”

Berbeda dengan Minseok, Heeyoon termasuk orang yang cengeng biarpun kelihatannya tangguh dan easy-going. Di awal-awal perkenalan, Minseok senantiasa mencegah Heeyoon menangis agar tidak perlu melihat ekspresi sedih si gadis yang kusut sekali, tetapi seiring dengan mendalamnya hubungan mereka, rasa-rasanya kalau Heeyoon menangis, Minseok jadi ikut terluka. Karenanya, Minseok yang biasa serius mulai belajar melempar lelucon—termasuk yang tadi—semata-mata supaya Heeyoon bahagia.

Ironisnya, malah ia sendiri yang memicu kesedihan Heeyoon sekarang.

“Maaf.” Minseok mendekap Heeyoon balik, jemarinya menelusuri gelombang lembut rambut si gadis. Beberapa detik, posisi mereka bertahan seperti itu, berbagi kehangatan sebagai ganti kopi tumpah, hingga Heeyoon memberanikan diri menengadah. Tidak ada lagi kerut-kerut sedih, tinggal pipi sembab dan bibir gemetar yang tengah mengusahakan seulas senyum. Minseok menyusut air mata Heeyoon sebelum sempat jatuh—dan si gadis bertanya lirih.

“Kenapa masa hukumanmu di penjara harus sepanjang ini, Minseok?”

“Siapa yang tahu?” Minseok membuang bahu, tampak tak peduli dengan hasil sidangnya sebelum keluar bangunan tadi—lembaga pemasyarakatan—lalu mengangkat sudut-sudut bibirnya ceria, “Yang penting, aku sudah bertemu denganmu lagi, bukan begitu?”

Kabut putih melayang pelan dari bibir Heeyoon kala gadis itu mendesah panjang. Ditukarnya ucapan ‘selamat datang kembali’ dengan satu kecupan pada pipi Minseok yang tirus digerus kehidupan bui. Minseok memejam, sejenak meresapi sensasi mendebarkan yang Heeyoon salurkan ke permukaan kulitnya. Catatan kelam masa lalunya telah resmi ditutup sekarang.

“Aku pulang.”

TAMAT

.

.

.

aku tahu hani sdh sama junsu tapi shipper memiliki hak bebas dari canon :p jgn syok ya liat pair ini, di blogku ficnya udh banyak, cuman di IFK belum ada satu pun. jgn tanya juga apa yg bikin aku ngeship mereka, aku sendiri ga tau. dan aku ga menulis detil ttg knp minseok dihukum krn aku ga begitu ngerti hukum korea dan apa di sana dikenal istilah semacam ‘lembaga pemasyarakatan’. maaf.

terima kasih sdh membaca ^^

5 thoughts on “[Ficlet] Out”

  1. Liaa long time no seeee….
    /emg akunya yg jarang buka wepe/
    Dan yesh, ada yg ngeship’in hani sm org lain yesssshhhhhh /nari kecak/
    Udah deh mbak hani sm mas minseok aja, udah lepasin mas junsunya… sini mas junsu buat aku seorang saja /oot.
    Btw, aku shock lihat endingnya, twist tipis2 aheeyy… kebayang gak sih muka imut pipi bakpao kek umin jadi kriminal, tahanan pulak wkkwkwk x)
    Sumve ya, kirain ini cerita ttg kekasih ldr’an… tapi secara yg nulis master yhaa ternyata plotnya antimainstream kan debaqueee…
    Love liana and junsu to the moon and back lah pokoknyaaa :))

    Suka

  2. Kaklia halo xD

    Btw, twistnya lumayan banget yha buatku nyaris jantungan. Minseok melakukan apa sampe-sampe dipenjara….. Oke. Aku cuma mau bilang kalau ini manis sangat heu. Terlepas dari posternya yang bagus banget (kaklia jago bikin poster begitu deh iri jdnya), aku agak kaget tadi agak di awal, kirain hani bakal marah-marah soalnya dia jago bela diri kan dan aku mikir dia cewek yang keras dan aku nggak nyangka dia bakal nangis gitu dan memeluk abang minseok ;;-;; mai poor heart ;;-;;

    Nice fic kakliaaa, keep writing!

    Suka

  3. Hani-Minseok jadi inget waktu di Crime Scene (varshow-nya JTBC)🙂 dan di situ Minseok dua kali jadi pembunuhnya, dipenjara sekali😄
    Mungkin komen ini OOT banget, tapi gara2 endingnya jadi teringat aja sama varshow itu😄

    Anyway, nice fic❤

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s