[Oneshot] Holiness of Eternal Love

Holiness of Eternal Love

Title: Holiness of Eternal Love

Scriptwriter: LA_Khilda (@LA_Khilda824)

Genre: Romance, Married Life, Sad, Hurt

Duration: Oneshot

Rating: PG-15

Cast: Kim Taehyung (BTS), Ryu Sujeong (Lovelyz)

Support Cast: BTS member, OC

Credit Poster: Laykim@Indo Fanfictions Arts

Summary: Tentang kisah seorang gadis yang masih belia. Ia menikah dengan idolanya sendiri dan akhirnya mereka harus menerima kenyataan yang pahit.

A/N: Ini fanfiction pertama yang berani aku share. Aku juga masih author amatir, jadi maaf ya jika mengecewakan dan banyak typonya😀 Dan aku juga minta maaf kalo ada yang gak suka sama TaeJeong couple..

Happy Reading, chingu…😉

All Author POV

“ Kim Namjoon! Kim Seokjin! Min Yoongi! Jung Hoseok! Kim Taehyung! Jeon Jungkook! They are BTS! Aaaaaaaaaa!! ”

Ryu Sujeong, gadis berusia 17 tahun itu tampak menutup telinganya dengan kedua tangan. Bertujuan untuk menyelematkan gendang telinganya yang hampir pecah mendengar suara di sekiarnya. Gadis bertinggi 1,68 meter itu hanya merutuk kesal. Pasalnya ia sangat terganggu dengan macam-macam suara di sekitarnya. Perlu di ingatkan, ia berada paling depan atau VIP. Mimik wajahnya sudah tertekuk dengan beberapa kali berdecak.

“ Bisakah kalian menontonnya dengan tenang? Apa kalian ingin membuat telingaku tuli, huh? ” gerutunya kencang. Merasa tidak di hiraukan, ia menutup matanya. Menetralkan pitamnya yang naik.

“ Memangnya apa yang menganggumu, nona? ”

Tiba-tiba sebuah suara masuk ke telinganya yang masih di tutup itu. Sontak gadis itu langsung melepaskan tangannya dan membuka mata. Dirinya tak kalah terkejut saat melihat seorang pria di depannya. Tepat di depannya dan ia sangat mengenal wajah itu. Suara yang mengagetkannya tadi adalah suara Taehyung BTS. Dan jangan lupakan microphone yang sedang di pakainya itu, membuat suaranya lebih kencang dari biasanya.

“ T-tae? ”

Sial! Kenapa aku jadi gugup seperti ini? Rutuknya dalam hati.

“ Tae? Kau memanggilku Tae? ” Suara itu lagi-lagi bertanya.

“ I-itu.. ”

Sungguh, Sujeong sama sekali tidak bisa menjawabnya. Lidahnya menjadi kelu dengan pandangan mata yang tidak berpaling dari pria itu.

Melihat kegugupan gadis itu, pria idola di hadapannya hanya tersenyum simpul. “ Tak apa jika kau tidak bisa menjawabku, nona… ” Pria tersebut menghentikan ucapannya sebentar sebelum melanjutkan, “ … cantik. ” Di sertai kedipan sebelah mata yang sukses membuat para fans makin histeris. Pria yang sering di sebut alien itu bangkit dan berkumpul lagi dengan teman-temannya di BTS. Member BTS sendiri tidak percaya dengan apa yang sudah ia lakukan.

Sujeong hanya mengerjap beberapa kali dengan mulut sedikit terbuka.

“ Beruntung sekali gadis itu. Di panggil cantik oleh oppa. ”

“ Aku tak habis pikir dengannya. Memanggil Taehyung oppa dengan sebutan Tae? Bodoh! ”

“ Gadis itu sangat sok akrab dengan Taehyung oppa! ”

Sujeong tidak menghiraukan semua perkataan kasar yang di tunjukkan kepadanya. Sujeong baru sadar saat ia menjawab tadi, Taehyung mengarahkan microphone yang di pegangnya ke arah gadis itu, sehingga suaranya juga lebih kencang. ‘Pantas saja mereka mendengarnya’, pikirnya.

Dia masih tercengang, belum bisa percaya dengan kejadian tadi. Apakah Taehyung BTS terlalu ramah sampai mengajaknya berbicara? Apa dia tidak takut akan di marahi managemennya? Karena BTS sudah tidak terlalu terkenal, ia yakin kejadian tadi takkan heboh di kabar berita.

>HOEL<

Taehyung menyandarkan kepalanya ke jendela mobil dan tak henti-hentinya tersenyum kecil. Yoongi yang tidak sengaja melihatnya seperti itu, memukul kepalanya. Tentu saja hal yang mudah mengingat letak mereka yang bersebelahan.

Taehyung mengaduh pelan sambil mengusap kepalanya.

“ Aww.. appo.. ”

Ia menatap Yoongi yang memasang wajah tak berdosa kepadanya. “ Hyung! Bersikaplah yang baik padaku. ”

Yoongi mengangkat bahunya acuh kemudian memasang headphone ke telinganya.Taehyung berdesis keras sebelum dia kembali melanjutkan kegiatannya yang sempat terganggu. Hoseok dan Jimin yang mendengar Taehyung berdesisi hanya terkikik geli.

>HOEL<

Di ruang itu, terlihat 6 pria yang sedang kelelahan. Duduk berdampingan di bawah lantai yang dingin. Mereka adalah boyband BTS yang baru saja selesai melangsungkan konser solo. Tetapi ada yang berbeda, Taehyung hanya bersandar di daun pintu yang menutup. Tak juga melupakan senyum andalannya yang dapat membuat gadis manapun terpesona. Sesekali, dia tertawa kecil yang mengundang tatapan aneh dari para member BTS lain.

“ Kau kenapa, hyung? ” Tanya sang maknae, Jungkook.

Taehyung tersenyum kecil. “ Aniyo, ”

Visual di BTS, Seokjin mengerutkan dahinya. “ Lalu? ”

Taehyung hanya menggeleng beberapa kali dan tersenyum lagi.

“ Kau tidak lelah? ” Kali ini Jimin yang bertanya.

“ Sedikit, mungkin? ”

“ Kau ini bagaimana, Tae? ” Wajah tampan Hoseok tampak gemas melihat sikapnya. Taehyung mengacuhkannya.

Yoongi hanya menghembuskan nafas kasar. Terlalu kesal dengan sikap real maknae mereka yang biasanya berisik menjadi pendiam. Di tambah lagi, pria itu tersenyum tanpa alasan yang jelas.

“ Sifat anehnya kambuh, dasar alien! ” rutuk Namjoon. Yang lain mengangguk, membenarkannya. Seakan tuli, Taehyung masih saja tersenyum.

“ Gadis tadi, dia cantik dan lucu… ”

Entah sadar atau tidak,Taehyung bergumam. Matanya menerawang ke depan. Mengundang kembali tatapan aneh dari para member.

>HOEL<

Sujeong berlari menuju bis yang hampir pergi dari halte. Setelah sampai di pintu, ia berpapasan dengan pria yang berpakaian serba hitam. Pria itu memakai topi dan masker yang juga berwarna hitam, sehingga Sujeong tidak bisa melihat wajahnya. Sujeong mengacuhkannya dan segera naik ke bis, di ikuti oleh pria di belakangnya.

Di dalam bis, pria itu selalu memperhatikan Sujeong yang berdiri di sampingnya. Isi bis sangat penuh. Membuat semua penumpang baru harus berdiri sambil berpegangan pada fasilitas bis yang tergantung di atap. Sedangkan Sujeong berusaha bersikap tidak peduli, meskipun ia juga merasa risih. Karena tidak tahan, Sujeong menatap tajam pria itu.

“ Berhenti menatapku! ” desisnya pelan, takut menganggu penumpang lainnya. Pria tertutup itu hanya diam tak berkutik. Sujeong mulai merasa jengah, ia memainkan kuku-kuku cantiknya. Tanpa gadis itu ketahui, pria tersebut tersenyum di balik masker hitamnya.

>HOEL<

Beberapa menit kemudian, bis berhenti di halte selanjutnya. Sujeong melihat pemandangan sekitar lewat jendela. Kemudian ia mengangguk dan berjalan menuju pintu bis, hendak turun. Tetapi tangannya di tahan oleh pria yang sejak tadi membuat dirinya risih. Sontak Sujeong mendelik, menarik tangannya dari genggaman pria itu. Hatinya mulai resah, ia takut menjadi korban kejahatan. Memang takdir seorang wanita, selalu kalah kekuatan dari pria. Hal itu membuat Sujeong mengerahkan seluruh tenaganya, tetapi tetap saja semua usahanya sia-sia.

Gadis tinggi itu menggigit bibir bawahnya. “ Ya! Lepaskan aku! ” pekiknya. Seluruh penumpang menatapnya bingung. Hanya sejenak, selanjutnya mereka bersikap seperti biasa. ’Tuhan, tolong aku’, ucapnya dalam hati.

Sujeong menyerah. Ia tidak meronta-ronta lagi. Benaknya selalu memanjatkan doa untuk keselamatan dirinya.

>HOEL<

Sang pria misterius menuntun Sujeong untuk turun dari bis, setelah berhenti melewati halte tujuan Sujeong. Sujeong mengikuti langkahnya dengan tubuh bergetar. Pria itu mengetahuinya. Oleh karena itu, ia menenangkan Sujeong. “ Tenanglah,aku tidak jahat. ”

Sujeong mengangkat kepalanya. Suara itu, ia seperti mengenal suara itu.

“ Suara itu seperti suara.. ” gumamnya pelan. Tetapi Sujeong menggeleng, “ Tidak, tidak mungkin. ” sambungnya.

“ Kau kenapa? ” Suara berat mengintrupsinya.

“ A-aniyo.. ”

>HOEL<

Sujeong mengerutkan dahinya, pertanda ia bingung. Untuk apa pria itu membawanya ke sebuah apartemen? Jangan-jangan..

“ Hei. Hentikan pikiran burukmu tentang diriku. Sudah aku katakan, aku tidak jahat. Mengerti? ”ucap pria itu seolah membaca pikiran Sujeong.

“ Apa buktinya? ” tantang Sujeong seraya melipat tangannya di depan dada. Perlu di ketahui, pria itu sudah melepas Sujeong sejak tadi. Saat mereka berhenti di pintu kamar bernomor 124. Setelah menaik lift sampai lantai 5 dan berjalan sebentar melewati lorong-lorong apartemen yang sunyi.

Tanpa aba-aba, sang pria membuka masker dan topinya. Tak lupa ia juga menarik Sujeong untuk masuk ke dalam kamar karena mereka sudah lama berdiri di depan pintu dan menutupnya.

“ Kau.. ” Sujeong merasa suaranya tercekat.

Pria itu tersenyum. “ Kim Taehyung. ” jawabnya.

Sujeong memekik. “ Apa? Jadi kau yang membuat aku bolos sekolah, huh? ”

“ Apa itu reaksimu saat bertemu seorang idola? Aku bahkan tidak percaya kau masih sekolah. ” ujar Taehyung sambil memperhatikan penampilan Sujeong yang memakai seragam Senior High School.

“ Hyung! ” panggil seseorang.

Kedua orang itu menoleh ke asal suara. Sujeong terkejut. “ Jung-jungkook? ”

“ Kau membawa seorang gadis, hyung? ” tanya Jungkook.

“ Apa dia terlihat seperti seorang gadis? Appo.. ” Tiba-tiba Sujeong menginjak kaki Taehyung. Taehyung mengaduh pelan.

Tidak lama kemudian, datang 5 pria menghampiri mereka. “ Ada apa ini? ”

Dan Sujeong tambah terkejut saat mengetahui bahwa mereka adalah member BTS  lainnya. ‘Aku yakin, aku sedang bermimpi’,kata hatinya. Tetapi kita tidak bisa lari dari kenyataan. Karena nyatanya, kejadian ini benar-benar terjadi.

“ Kau tau alasan kenapa aku membawamu kesini? ” celetuk Taehyung. Jawaban Sujeong hanyalah sebuah gelengan yang terlihat sangat kaku.

Taehyung mengabaikan sikap Sujeong, meskipun ia mengetahuinya. “ Arraseo, akan aku jelaskan. ”

Keenam member BTS  menatapnya penuh tanda tanya. Bahkan Taehyung yakin, isi kepala mereka sama.

>HOEL<

Semenjak kejadian itu, Sujeong dan Taehyung sering bertemu. Sayangnya Sujeong begitu polos untuk menyadari jika semuanya merupakan kesengajaan Taehyung sendiri. Di tempat manapun, baik di café, tempat hiburan, halte, bahkan Taehyung pernah kesekolahnya. Hal itu membuat Sujeong bingung dan marah. Bagaimana pria itu mengetahui sekolahnya? Apa yang akan terjadi bila teman-temannya mengetahui identitasnya? Meskipun ia menyamar dan hanya Sujeong yang sangat hafal gaya berpakaiannya, penggemar tetap saja masih bisa mengenalinya. ’Dia memang makhluk luar angkasa’. Sujeong pernah berpikir seperti itu.

Masalah di apartemen 2 bulan yang lalu, sudah terselesaikan. Ternyata Taehyung mengajak gadis itu ke tempat tinggal BTS untuk memperkenalkannya kepada semua member, alasannya karena ia tertarik  kepada Sujeong sejak pertama kali mengajaknya bicara di konser.

Sujeong sempat meragukannya dan bertanya ke Taehyung. Pria idola itu menjawab tegas, sehingga Sujeong percaya. ‘Lagipula ia hanya tertarik denganku’, pikir Sujeong.

Rasa salut Sujeong makin tumbuh saat Taehyung mengatakan bahwa tujuan ia naik bis agar ia bisa bersosialisasi dengan dunia luar. Keseharian pria itu hanyalah dunia entertainmen yang penuh kefiktifan. Selama berkarir sebagai member BTS, ia selalu di atur, tidak bisa bebas berkeliaran menggunakan kendaraan umum jika memiliki waktu luang. Itulah yang membuatnya tergerak untuk melakukan hal tersebut. Ia mengira karena sekarang BTS  sudah tidak terlalu terkenal, ia bisa bebas kemanapun. Pikiran yang sangat bagus, menurut Sujeong.

“ Sujeong-ah! ” Lamunan Sujeong seketika buyar mendengar sebuah teriakan.

Matanya membulat, menatap seseorang yang kini berdiri di depan gerbang tinggi rumahnya.“ Taehyung? Untuk apa dia kesini? Hari sudah hampir malam. Tunggu dulu, darimana dia tahu rumahku? ” gumamnya.

“ Hei, Kim Sujeong! Cepat buka gerbang ini! ”

Sujeong berdecak. Ia bangkit dari krusi di teras rumah dan berjalan menghampiri Tehyung. Saat dirinya sudah sampai, ia segera membuka gerbang yang terkunci tersebut. Tanpa Sujeong suruh, Taehyung masuk dan menutup kembali pintu gerbang.

Melihat ketidaksopanan Taehyung, Sujeong hanya mengabaikannya. “ Darimana kau tahu rumahku, eoh? Perlu ditekankan, margaku ‘Ryu’ bukan ‘Kim’, ahjussi! ” protes Sujeong.

“ Simpan pertanyaanmu dulu, nona. Dan jangan panggil aku ‘ahjussi’. ” Taehyung juga protes.

“ Wae? Bukankah sekarang umurmu memang sudah tua? Bahkan berada 7 tahun di atasku! ”

Taehyung menekuk wajahnya. Lagi-lagi Sujeong membahas tentang umur. Beberapa minggu ini, mereka memutuskan untuk berbicara bahasa informal satu sama lain.

Sujeong memperhatikan penampilan Taehyung. Beberapa kali  kepalanya naik turun, membuat Taehyung bingung. “ Ada apa? ”

“ Kau tidak menyamar, hah? ” Bukannya menjawab, Sujeong malah melontarkan pertanyaan kepada Taehyung.

“ Untuk apa menyamar? Aku sudah jarang muncul dilayar kaca, mereka tidak akan mengenaliku. ” jawab Taehyung santai.

“ Tapi.. ”

“ Sudahlah, aku kesini bukan untuk membicarakan ini. ” potong Taehyung sambil menarik tangan Sujeong kearah rumahnya sendiri.

Sujeong memberontak. “ Sebenarnya apa maumu kesini? ” Tetapi, Taehyung menghiraukannya.

Kini mereka sudah sampai di ruang keluarga, tempat ayah dan ibu Sujeong bersantai.

“Ibu, ayah..” panggil Taehyung ke orang tua Sujeong. Mereka terpanggil, mereka menoleh ke asal suara.

“ Sujeongie, dia siapa? ” tanya ibu Sujeong. Wanita paruh baya tersebut melirik ke bawah, dimana tangan keduanya menyatu.

Karena di perhatikan oleh ibunya, Sujeong mencoba melepaskan genggaman Taehyung.

“ Aku ingin menikah dengan Sujeong. Aku harap kalian merestuinya. ” ujar Taehyung mantap dan semakin mengeratkan pegangan tangannya.

“ Apa?! ”

>HOEL<

“ Ibu, ayah. Kenapa kalian menerimanya? Aku masih sekolah, tidak mau menikah muda! ”

Sudah seharian ini, Sujeong terus merengek. Bagaimana tidak? Orang tuanya tersebut menerima lamaran Taehyung!

“ Sayang, kami punya alasan tersendiri. Kau pasti mengetahui jika semua orang tua di dunia ini selalu melakukan yang terbaik untuk anaknya. Sejak pertama kali melihat Taehyung, kami bisa melihat aura yang baik dalam dirinya. Kami yakin, dia akan membahagiankanmu. ” jelas ibunya memberi pengertian kepada Sujeong. Ayah Sujeong hanya mengangguk.

“ Ibu.. ”

“ Percayalah, Sujeongie. Lagipula kau akan lulus, bukan? ”

Sujeong menatap ayah dan ibunya bergantian. Gadis itu menghela nafas pelan kemudian mengangguk pasrah.

>HOEL<

Terlihat sekelompok pria berkumpul di ruang tengah. Mereka serempak menatap satu orang yang sedang bercerita.

“ …dan merestuinya. ” ucap Taehyung mengakhiri ceritanya.

“ Jadi kau akan segera menikah? ”

“ Dengan gadis yang baru 2 bulan kau kenal? ”

Belum sempat Taehyung menjawab pertanyaan Seokjin, Hoseok melontarkan hal yang sama.

“ Ne, tapi membutuhkan waktu. Akupun belum memberitahu orang tua dan saudaraku di Daegu. Lagipula ia juga belum lulus sekolah. Memangnya dengan siapa lagi, hyung? Hanya dia yang bisa membuat aku tergila-gila seperti ini. ”

“ Lalu bagaimana dengan karirmu di BTS? ”

Taehyung menatap Yoongi. “ Bukankah kontrak kita akan segera berakhir? Aku tidak berniat memperpanjangnya karena aku juga butuh kebebasan. ”

“ Aku juga berniat begitu, hyung. Aku lelah menjadi seorang artis, penuh peraturan. ” keluh Jungkook.

Satu persatu member mengangguk. “ Baiklah, kami akan mengikuti kalian. ” kata Namjoon yakin.

>HOEL<

Sujeong dan Taehyung sedang melaksanakan pernikahan mereka. Seperti pasangan lain, mereka memakai pakaian pengantin yang berpasangan, tampak serasi. Di gereja yang megah ini, kedua mempelai mengundang seluruh keluarga besar dan teman-teman terdekat mereka, membuat seluruh kursi di sana terisi penuh. Sesungguhnya bukan keluarga besar keduanya, tapi hanya keluarga besar Taehyung dan orang tua Sujeong yang hadir. Tentu saja secara tertutup untuk menghindari wartawan.

“ Y-ya, aku ber-bersedia. ” jawab Sujeong terdengar gugup.

Sang pastur mengarahkan Sujeong dan Taehyung untuk bertukar cincin. Pastur dan semua tamu undangan tersenyum bahagia.

“ Baiklah, kalian sudah resmi menjadi pasangan suami-istri. ”

“ Cium! Cium! Cium! ”

Tiba-tiba semuanya bersorak. Membuat Sujeong dan Taehyung yang berhadapan menjadi canggung. Reflek Sujeong menutup mata saat Taehyung mulai mendekatkan wajahnya. Ia menelan salivanya susah payah dan bergerak gelisah. Taehyung tersenyum kecil melihatnya.

Cup

Sujeong sempat menghela nafas lega. Taehyung hanya mencium dahinya. Terdengar gumaman kecewa dari tamu undangan, tetapi mereka tetap tersenyum.

“ Semoga mereka akan menjadi pasangan abadi.. ”

>HOEL<

Setelah semua tamu undangan mengucapkan selamat kepada Sujeong dan Taehyung serta menikmati hidangan, mereka pulang ke rumah masing-masing. Begitupun dengan pasangan ini, keduanya pulang ke rumah baru mereka. Di belakang Taehyung, Sujeong berjalan pelan sambil mengamati rumah tersebut. Mereka melihat kamar utama yang berada di lantai dua dan tertegun. ‘Apa kita akan tidur seranjang?’, pikir mereka.

Taehyung berdeham dan berbalik menghadap Sujeong. “ A-aku akan tidur di kamar sebelah dan kau tidur d-di sini. ” ucap Taehyung tergagap seraya mengusap tengkuknya.

Respon Sujeong hanya mengangguk pelan, karena iapun juga masih canggung. Tatapan Sujeong dan Taehyung kembali ke ranjang kingsize yang penuh dengan bunga berwarna merah.

>HOEL<

Dua bulan sudah berlalu sejak Sujeong dan Taehyung menikah pada awal bulan Desember. Taehyung sama sekali belum pernah menyentuh Sujeong. Hal itu kadang membuat Sujeong merasa bersalah.

Cklek

Sujeong membuka pintu kamar Taehyung. Ia melihat Taehyung yang sedang membaca novel di ranjangnya dengan bersandar di headboard.

“ Tae? ” panggil Sujeong.

Taehyung segera menutup novelnya dan duduk tegak di pinggir ranjang . “ Ada apa? ” tanyanya pada Sujeong yang kini berdiri di hadapannya.

“ Aku.. ”

Drrt

Sujeong menghentikan ucapannya saat merasakan getaran ponselnya. Ia merogoh saku celananya kemudian menjawab panggilan.

“ Yeoboseyo? ”

Taehyung menatap Sujeong teliti. Wajahnya berubah menjadi sendu. Tanpa sepatah katapun, gadis itu menutup telpon dan menjatuhkan dirinya. Taehyung terkejut, dengan cepat ia menghampiri Sujeong. Taehyung ingin bertanya, tetapi Sujeong sudah memeluknya dan menangis.

“ T-tae.. ibu, ayah.. kecelakaan mobil. Dan mereka.. meninggal di tempat.. ” jelas Sujeong terisak.

Jantung Taehyung berdegup kencang. Sungguh, dirinya tidak pernah di peluk seorang wanita selain ibunya. Taehyung membalas pelukannya dan mengelus kepala Sujeong. ” Jangan menangis. Aku selalu ada untukmu.. ”

>HOEL<

Setelah pulang dari pemakaman, Sujeong duduk termenung di sofa ruang tamu. Gadis itu menunduk lesu.

“ Minumlah. ” Taehyung datang dengan membawa segelas air dan menyodorkannya ke Sujeong.

Sujeong mengangkat kepalanya. Taehyung tersenyum kecil. “ Untuk menenangkanmu. ” lanjutnya kemudian duduk di depan Sujeong.

Kedua tangan Sujeong mengambilnya. “ Terima kasih. ”

Taehyung berdeham untuk membahasnya. Ia memperhatikan Sujeong yang meminum air pemberiannya.

“ Kau tidak punya saudara di sini? ” tanya Taehyung memulai pembicaaan.

Sujeong meletakan gelas yang masih terisi setengah itu ke atas meja di antara mereka.” Sebenarnya aku mempunyai seorang kakak bernama Ryu Suyeon. ”

Mendengar itu, Taehyung menyiapkan pendengarannya.

“ Tetapi ia sudah meninggal 3 tahun yang lalu karena bunuh diri. ”

“ B-bunuh di-diri? ”

Sujeong mengangguk. “ Ayah dan ibuku sangat tidak menginginkan kedua putrinya tersentuh oleh pria sebelum menikah. Dan kakakku melanggarnya. Takut ayah dan ibuku mengetahuinya ia memutuskan untuk bunuh diri. Sebenarnya, ibuku hamil Suyeon eonni saat belum resmi menikah dengan ayah. Karenanya, keluarga besarku tidak menganggap kami sebagai keluarga. Mungkin selama ini, ayah dan ibuku trauma akan hal itu. ”

Taehyung menatap Sujeong iba. Sekarang gadis itu tidak memiliki siapa-siapa lagi. Sujeong menunduk. Air matanya tidak bisa keluar walaupun ia ingin menangis. Meja tergeser ke samping oleh Taehyung. Ia berlutut di hadapan Sujeong dan menggenggam tangannya.

“ Mulai hari ini, aku tidak akan canggung untuk menyentuhmu karena kau adalah istriku. Aku akan menjagamu. Dan panggil aku ‘oppa’, oke? ”

Sujeong mengerjap. “ A-apa? ”

Taehyung terkekeh, sedetik kemudian ia memeluk Sujeong. “ Saat ini, kau akan benar-benar menjadi istriku Kim Sujeong.. ”

>HOEL<

Sujeong dan Taehyung menonton televisi di ruang keluarga. Sujeong bersandar di bahu Taehyung dan memeluk lengannya. Gadis itu melihat Taehyung yang sedang tertawa.“ Oppa, ”

“ Ya? ” jawab Taehyung sambil menatap Sujeong. Hal itu membuat wajah mereka sangat dekat.

Sujeong tersenyum. “ Tidak. Oppa, aku mau.. hmmpt.. ” Gadis itu menutup mulutnya. Ia merasa sangat mual. Tanpa di duga, Sujeong berlari ke kamar mandi.

“ Sujeongie, kau kenapa? ”

Taehyung menyusul Sujeong dengan panik. Terlihat Sujeong yang mengusap bibirnya. Taehyung menghampiri Sujeong dan menangkup wajahnya. Sujeong mengeluh, “ Mual, oppa. Kepalaku pusing. ”

Taehyung menatap Sujeong intens. “ Kapan terakhir kali kau datang bulan? ” tanya Taehyung frontal. Entah kenapa, ia berpikir jika istrinya itu..

“ Lima minggu yang lalu. ”

“ Jeongie, apa kau hamil? ”

Mereka berdua saling bertatapan. Taehyung tersenyum lembut, berbeda dengan Sujeong yang masih tidak percaya. Secara tiba-tiba, Taehyung mencium seluruh wajah Sujeong. Mulai dari dahi, mata, pipi, hidung, dagu, dan berakhir di bibirnya.

“ Terima kasih, Sujeong-ah.. ” ucap Taehyung tulus.

>HOEL<

Kandungan Sujeong sudah beranjak 8 bulan. Semakin hari, Sujeong semakin manja. Tetapi sebagai suami yang baik, Taehyung tidak mempersalahkannya.

“ Oppa, kau menginginkan sesuatu? ” tanya Sujeong.

Taehyung melirik Sujeong sekilas dan kembali fokus menyetir. “ Memangnya kenapa? ”

“ Hari ini ulang tahunmu, oppa. ” jawab Sujeong antusias.

“ Bukankah dulu kau melupakannya? ” Taehyung terkekeh.

“ Baiklah. Kau sangat menyebalkan, oppa! ” tukas Sujeong cemberut. Pria di sampingnya terkikik geli.

Tin! Tin!

Tak lama kemudian, mereka mendengar suara klakson mobil di arah kiri Sujeong saat mereka menyebrang jalan. Sontak mereka terkejut dan Taehyung reflek melepas stir. Pria itu memeluk Sujeong dengan erat. Ia bisa merasakan tubuh Sujeong bergetar ketakutan.

“ Tenanglah.. ” Taehyung berusaha berbicara walaupun ia sangat panik.

Brak! Mobil itu terpental ke pinggir jalan.

>HOEL<

Mata Sujeong terbuka pelan-pelan. Sekujur tubuhnya masih terasa sakit. Ia bangun dari pembaringannya dan membuka tabung oksigen.

“ Sujeong-ah, kau sudah sadar? ” tanya Seokjin sambil berdiri menghampiri Sujeong.

“ Tae.. Dia dimana,oppa? ”

Ekspresi Seokjin berubah drastis. Wajahnya terlihat sangat sedih.

“ Oppa? Dia dimana? ”

Cklek

Pintu terbuka. Menampakan orang tua Taehyung dan kelima member. Ibu Taehyung segera memeluk Sujeong. “ Sayang.. Kau harus kuat. Ibu mohon jangan menangis. ”

“ Kenapa? Kenapa jika aku menangis? ” Sujeong tidak mengerti.

Ayah dan keenam teman Taehyung hanya diam menatap mereka. Setelah beberapa menit, Sujeong menyadari sesuatu. Ia melepas pelukan ibu mertuanya.

“ Jadi, Taehyung oppa.. ”

Melihat anggukan semua orang, air mata Sujeong menetes. “ La-lalu anakku? ” Sujeong menyadari perutnya sudah tidak membesar.

“ Dia selamat, nona Kim. ” Tiba-tiba, seorang dokter wanita memasuki ruang kamar dengan menggendong bayi.

“ Ini anak Anda, nona. ” kata dokter memberikan bayi itu kepada Sujeong. Sujeong menerimanya. “ Seorang anak laki-laki yang sangat tampan dan lahir prematur. ”

Sujeong melihat bayi di gendongannya dengan sendu, yang lainnya juga begitu. Bahkan orang tua Taehyung baru sempat datang dari Daegu. Sedangkan member BTS  sedang berlibur, menikmati kebebasan mereka. Semuanya datang karena mendengar Taehyung dan Sujeong kecelakaan. Sebelum mendatangi Sujeong, mereka pergi ke tempat peristirahatan terakhir Taehyung dan Seokjin di suruh menjaga Sujeong.

“ Kapan dia lahir, dokter? ”

Dokter tersebut tampak berpikir. “ Tanggal 30 Desember, kurang lebih jam 11 malam melalui operasi sesar. Maaf, aku melakukan ini tanpa persetujuan kalian karena keadaan nona Kim sudah sangat darurat. ”

Sujeong dan lainnya terkejut. “ 30 Desember? ”

“ Aku harap dia akan menjadi Kim Taehyung kedua. ” ucap Namjoon.

Sujeong mengangguk. “ Aku akan memberinya nama Kim Taehyung. ”

“ Apa? Kenapa harus sama? ”

“ Ini pesan terakhir darinya.. ” Sujeong menangis lagi.

Flashback

Sujeong merasa bahunya basah, dan ia mencium bau anyir. Seketika mata Sujeong berkaca-kaca. “ Oppa.. ”

Taehyung meringis, kepalanya terus mengeluarkan darah karena terkena pecahan kaca mobil. Ia semakin mengeratkan pelukannya, berusaha melindungi istrinya. Sedangkan, Sujeong menahan rasa sakit di perutnya dengan menginggit bibir bawahnya.

“ Jangan khawatirkan aku. Aku melakukan ini agar kalian selamat. Maaf.. aku.. ” Taehyung mengambil nafas. Dadanya terasa sangat sesak . “ …tidak bisa bersama kalian. ” lanjutnya pelan.

“ Tidak, oppa. Berhenti berbicara seperti itu, aku mohon.. ”

Mobil hitam itu mulai berasap. Nafas Taehyung tersendat-sendat.

“ Dengarkan permintaanku, Sujeong.. Karena hari ini ulang tahunku, aku menginginkan… sesuatu… Berikan nama kakakmu jika anak kita… perempuan dan berikan namaku… jika anak kita laki-laki.. aku ingin kau selalu mengingatku dan kakakmu.. ” jelas Taehyung putus-putus. Mata Taehyung mulai menutup. Sayangnya, Sujeong tidak mengetahuinya.

“ Oppa.. ” Sujeong pingsan di pelukan Taehyung yang lemah.

Flashback End

>HOEL<

“ Ibu!! ”

Sujeong menunduk dan merentangkan tangannya, menyambut putra kecilnya.

“ Bagaimana sekolahmu hari ini, Tae? ” tanya Sujeong kepada Taehyung, anaknya yang berusia 5 tahun. Setelah mengucapkan itu, mata Sujeong sedikit berkaca-kaca. Entah kenapa, jika menyebut nama Taehyung, ia selalu begitu. Wajah dan tingkahnya sangat mirip dengan sang ayah.

 “ Sangat baik, ibu. Ibu, kau memiliki janji denganku. Ayo kita kunjungi ayah! ” ucap Taehyung kecil ceria.

Air muka Sujeong berubah. “ Tapi.. ”

“ Ibu! Taetae mau bertemu ayah.. ” Taehyung kecil memohon.

“ Baiklah, ” Sujeong tidak tega melihatnya.

>HOEL<

Taehyung kecil terlihat bingung memandangi sekitar lingkungan. Penuh dengan gundukan tanah berwarna hijau muda dan tertera nama pada ukiran semen di atasnya.

“ Ibu, kenapa kita kesini? Ayah dimana? ”

Sujeong menatap Taehyung kecil yang di tuntunnya. “ Ini adalah tempat abadi ayahmu, Tae.. ”

Anak itu hanya mengangguk, meskipun ia tidak mengerti penjelasan Sujeong. Tiba-tiba ia berhenti karena ibunya juga berhenti.

“ Kita sudah sampai. Beri salam pada ayahmu. ” ujau Sujeong lembut.

“ Hai, ayah! ” Taehyung kecil yang tidak mengerti hanya menuruti perkataan ibunya.

Sujeong tersenyum, dan memandang ke pusara Taehyung.

“ Oppa.. Maaf karena aku baru datang sekarang. Aku membawa pangeran kecilmu,oppa.. Dia sangat ingin bertemu denganmu. Aku juga menuruti permintaan terakhirmu. Anak kita bernama Kim Taehyung. ”

“ Ibu, kenapa kau berbicara dengan fotoku? ”

“ Tae.. ” Sujeong mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan Taehyung kecil. “ Yang berada di dalam foto itu bukan dirimu, tetapi ayahmu. ” jelas Sujeong memberi pengertian.

“ Foto itu-”

“ Kau dan ayahmu memang sangat mirip, seperti kembar identik. ” potong Sujeong.

“ Sekarang dia sudah tidak berwujud. Meskipun begitu, dia bisa melihat dan melindungi kita dari atas sana.. ” Sujeong melanjutkan ceritanya dan memandang langit biru.

Tanpa Sujeong sadari, anak kecil di sampingnya sedang tersenyum kepada seseorang yang berada di balik pohon besar. Dia melambai ke arah mereka berdua dan menghilang dalam sekejap.

“ Ayah.. ” gumam Taehyung kecil.

“ Maaf, aku tidak bisa bersama kalian. Tetapi percayalah, aku akan selalu berusaha menjaga kalian dari jauh. Semoga kalian berbahagia, istri dan anakku… ”

-END-

Aku yakin 100%, fanfict ini sad gagal >.< Maaf ya, aku gak bisa buat kalian nangis, aku lagi giat belajar buat fanfict genre sad. Makasih untuk kalian yang membaca fanfiction ini!😀 Aku mohon, tolong kasih saran untuk aku ya, supaya tulisan aku bisa lebih baik dan menarik lagi.. Dan aku bener-bener minta maaf bagi kalian yang gak suka TaeJeong couple😥

Title                     :             Holiness of Eternal Love

Author                :             LA_Khilda (@LA_Khilda824)

Genre                  :             Romance, Married Life, Sad, Hurt

Length                 :             Oneshoot

Rating                 :             PG-15

Cast                     :             Kim Taehyung (BTS), Ryu Sujeong (Lovelyz)

Credit Poster     :             Laykim@Indo Fanfictions Arts

A/N                      :             Ini fanfiction pertama yang berani aku share. Aku juga masih author amatir, jadi maaf ya jika mengecewakan dan banyak typonya😀 Dan aku juga minta maaf kalo ada yang gak suka sama TaeJeong couple..

Happy Reading, chingu…😉

All Author POV

“ Kim Namjoon! Kim Seokjin! Min Yoongi! Jung Hoseok! Kim Taehyung! Jeon Jungkook! They are BTS! Aaaaaaaaaa!! ”

Ryu Sujeong, gadis berusia 17 tahun itu tampak menutup telinganya dengan kedua tangan. Bertujuan untuk menyelematkan gendang telinganya yang hampir pecah mendengar suara di sekiarnya. Gadis bertinggi 1,68 meter itu hanya merutuk kesal. Pasalnya ia sangat terganggu dengan macam-macam suara di sekitarnya. Perlu di ingatkan, ia berada paling depan atau VIP. Mimik wajahnya sudah tertekuk dengan beberapa kali berdecak.

“ Bisakah kalian menontonnya dengan tenang? Apa kalian ingin membuat telingaku tuli, huh? ” gerutunya kencang. Merasa tidak di hiraukan, ia menutup matanya. Menetralkan pitamnya yang naik.

“ Memangnya apa yang menganggumu, nona? ”

Tiba-tiba sebuah suara masuk ke telinganya yang masih di tutup itu. Sontak gadis itu langsung melepaskan tangannya dan membuka mata. Dirinya tak kalah terkejut saat melihat seorang pria di depannya. Tepat di depannya dan ia sangat mengenal wajah itu. Suara yang mengagetkannya tadi adalah suara Taehyung BTS. Dan jangan lupakan microphone yang sedang di pakainya itu, membuat suaranya lebih kencang dari biasanya.

“ T-tae? ”

Sial! Kenapa aku jadi gugup seperti ini? Rutuknya dalam hati.

“ Tae? Kau memanggilku Tae? ” Suara itu lagi-lagi bertanya.

“ I-itu.. ”

Sungguh, Sujeong sama sekali tidak bisa menjawabnya. Lidahnya menjadi kelu dengan pandangan mata yang tidak berpaling dari pria itu.

Melihat kegugupan gadis itu, pria idola di hadapannya hanya tersenyum simpul. “ Tak apa jika kau tidak bisa menjawabku, nona… ” Pria tersebut menghentikan ucapannya sebentar sebelum melanjutkan, “ … cantik. ” Di sertai kedipan sebelah mata yang sukses membuat para fans makin histeris. Pria yang sering di sebut alien itu bangkit dan berkumpul lagi dengan teman-temannya di BTS. Member BTS sendiri tidak percaya dengan apa yang sudah ia lakukan.

Sujeong hanya mengerjap beberapa kali dengan mulut sedikit terbuka.

“ Beruntung sekali gadis itu. Di panggil cantik oleh oppa. ”

“ Aku tak habis pikir dengannya. Memanggil Taehyung oppa dengan sebutan Tae? Bodoh! ”

“ Gadis itu sangat sok akrab dengan Taehyung oppa! ”

Sujeong tidak menghiraukan semua perkataan kasar yang di tunjukkan kepadanya. Sujeong baru sadar saat ia menjawab tadi, Taehyung mengarahkan microphone yang di pegangnya ke arah gadis itu, sehingga suaranya juga lebih kencang. ‘Pantas saja mereka mendengarnya’, pikirnya.

Dia masih tercengang, belum bisa percaya dengan kejadian tadi. Apakah Taehyung BTS terlalu ramah sampai mengajaknya berbicara? Apa dia tidak takut akan di marahi managemennya? Karena BTS sudah tidak terlalu terkenal, ia yakin kejadian tadi takkan heboh di kabar berita.

>HOEL<

Taehyung menyandarkan kepalanya ke jendela mobil dan tak henti-hentinya tersenyum kecil. Yoongi yang tidak sengaja melihatnya seperti itu, memukul kepalanya. Tentu saja hal yang mudah mengingat letak mereka yang bersebelahan.

Taehyung mengaduh pelan sambil mengusap kepalanya.

“ Aww.. appo.. ”

Ia menatap Yoongi yang memasang wajah tak berdosa kepadanya. “ Hyung! Bersikaplah yang baik padaku. ”

Yoongi mengangkat bahunya acuh kemudian memasang headphone ke telinganya.Taehyung berdesis keras sebelum dia kembali melanjutkan kegiatannya yang sempat terganggu. Hoseok dan Jimin yang mendengar Taehyung berdesisi hanya terkikik geli.

>HOEL<

Di ruang itu, terlihat 6 pria yang sedang kelelahan. Duduk berdampingan di bawah lantai yang dingin. Mereka adalah boyband BTS yang baru saja selesai melangsungkan konser solo. Tetapi ada yang berbeda, Taehyung hanya bersandar di daun pintu yang menutup. Tak juga melupakan senyum andalannya yang dapat membuat gadis manapun terpesona. Sesekali, dia tertawa kecil yang mengundang tatapan aneh dari para member BTS lain.

“ Kau kenapa, hyung? ” Tanya sang maknae, Jungkook.

Taehyung tersenyum kecil. “ Aniyo, ”

Visual di BTS, Seokjin mengerutkan dahinya. “ Lalu? ”

Taehyung hanya menggeleng beberapa kali dan tersenyum lagi.

“ Kau tidak lelah? ” Kali ini Jimin yang bertanya.

“ Sedikit, mungkin? ”

“ Kau ini bagaimana, Tae? ” Wajah tampan Hoseok tampak gemas melihat sikapnya. Taehyung mengacuhkannya.

Yoongi hanya menghembuskan nafas kasar. Terlalu kesal dengan sikap real maknae mereka yang biasanya berisik menjadi pendiam. Di tambah lagi, pria itu tersenyum tanpa alasan yang jelas.

“ Sifat anehnya kambuh, dasar alien! ” rutuk Namjoon. Yang lain mengangguk, membenarkannya. Seakan tuli, Taehyung masih saja tersenyum.

“ Gadis tadi, dia cantik dan lucu… ”

Entah sadar atau tidak,Taehyung bergumam. Matanya menerawang ke depan. Mengundang kembali tatapan aneh dari para member.

>HOEL<

Sujeong berlari menuju bis yang hampir pergi dari halte. Setelah sampai di pintu, ia berpapasan dengan pria yang berpakaian serba hitam. Pria itu memakai topi dan masker yang juga berwarna hitam, sehingga Sujeong tidak bisa melihat wajahnya. Sujeong mengacuhkannya dan segera naik ke bis, di ikuti oleh pria di belakangnya.

Di dalam bis, pria itu selalu memperhatikan Sujeong yang berdiri di sampingnya. Isi bis sangat penuh. Membuat semua penumpang baru harus berdiri sambil berpegangan pada fasilitas bis yang tergantung di atap. Sedangkan Sujeong berusaha bersikap tidak peduli, meskipun ia juga merasa risih. Karena tidak tahan, Sujeong menatap tajam pria itu.

“ Berhenti menatapku! ” desisnya pelan, takut menganggu penumpang lainnya. Pria tertutup itu hanya diam tak berkutik. Sujeong mulai merasa jengah, ia memainkan kuku-kuku cantiknya. Tanpa gadis itu ketahui, pria tersebut tersenyum di balik masker hitamnya.

>HOEL<

Beberapa menit kemudian, bis berhenti di halte selanjutnya. Sujeong melihat pemandangan sekitar lewat jendela. Kemudian ia mengangguk dan berjalan menuju pintu bis, hendak turun. Tetapi tangannya di tahan oleh pria yang sejak tadi membuat dirinya risih. Sontak Sujeong mendelik, menarik tangannya dari genggaman pria itu. Hatinya mulai resah, ia takut menjadi korban kejahatan. Memang takdir seorang wanita, selalu kalah kekuatan dari pria. Hal itu membuat Sujeong mengerahkan seluruh tenaganya, tetapi tetap saja semua usahanya sia-sia.

Gadis tinggi itu menggigit bibir bawahnya. “ Ya! Lepaskan aku! ” pekiknya. Seluruh penumpang menatapnya bingung. Hanya sejenak, selanjutnya mereka bersikap seperti biasa. ’Tuhan, tolong aku’, ucapnya dalam hati.

Sujeong menyerah. Ia tidak meronta-ronta lagi. Benaknya selalu memanjatkan doa untuk keselamatan dirinya.

>HOEL<

Sang pria misterius menuntun Sujeong untuk turun dari bis, setelah berhenti melewati halte tujuan Sujeong. Sujeong mengikuti langkahnya dengan tubuh bergetar. Pria itu mengetahuinya. Oleh karena itu, ia menenangkan Sujeong. “ Tenanglah,aku tidak jahat. ”

Sujeong mengangkat kepalanya. Suara itu, ia seperti mengenal suara itu.

“ Suara itu seperti suara.. ” gumamnya pelan. Tetapi Sujeong menggeleng, “ Tidak, tidak mungkin. ” sambungnya.

“ Kau kenapa? ” Suara berat mengintrupsinya.

“ A-aniyo.. ”

>HOEL<

Sujeong mengerutkan dahinya, pertanda ia bingung. Untuk apa pria itu membawanya ke sebuah apartemen? Jangan-jangan..

“ Hei. Hentikan pikiran burukmu tentang diriku. Sudah aku katakan, aku tidak jahat. Mengerti? ”ucap pria itu seolah membaca pikiran Sujeong.

“ Apa buktinya? ” tantang Sujeong seraya melipat tangannya di depan dada. Perlu di ketahui, pria itu sudah melepas Sujeong sejak tadi. Saat mereka berhenti di pintu kamar bernomor 124. Setelah menaik lift sampai lantai 5 dan berjalan sebentar melewati lorong-lorong apartemen yang sunyi.

Tanpa aba-aba, sang pria membuka masker dan topinya. Tak lupa ia juga menarik Sujeong untuk masuk ke dalam kamar karena mereka sudah lama berdiri di depan pintu dan menutupnya.

“ Kau.. ” Sujeong merasa suaranya tercekat.

Pria itu tersenyum. “ Kim Taehyung. ” jawabnya.

Sujeong memekik. “ Apa? Jadi kau yang membuat aku bolos sekolah, huh? ”

“ Apa itu reaksimu saat bertemu seorang idola? Aku bahkan tidak percaya kau masih sekolah. ” ujar Taehyung sambil memperhatikan penampilan Sujeong yang memakai seragam Senior High School.

“ Hyung! ” panggil seseorang.

Kedua orang itu menoleh ke asal suara. Sujeong terkejut. “ Jung-jungkook? ”

“ Kau membawa seorang gadis, hyung? ” tanya Jungkook.

“ Apa dia terlihat seperti seorang gadis? Appo.. ” Tiba-tiba Sujeong menginjak kaki Taehyung. Taehyung mengaduh pelan.

Tidak lama kemudian, datang 5 pria menghampiri mereka. “ Ada apa ini? ”

Dan Sujeong tambah terkejut saat mengetahui bahwa mereka adalah member BTS  lainnya. ‘Aku yakin, aku sedang bermimpi’,kata hatinya. Tetapi kita tidak bisa lari dari kenyataan. Karena nyatanya, kejadian ini benar-benar terjadi.

“ Kau tau alasan kenapa aku membawamu kesini? ” celetuk Taehyung. Jawaban Sujeong hanyalah sebuah gelengan yang terlihat sangat kaku.

Taehyung mengabaikan sikap Sujeong, meskipun ia mengetahuinya. “ Arraseo, akan aku jelaskan. ”

Keenam member BTS  menatapnya penuh tanda tanya. Bahkan Taehyung yakin, isi kepala mereka sama.

>HOEL<

Semenjak kejadian itu, Sujeong dan Taehyung sering bertemu. Sayangnya Sujeong begitu polos untuk menyadari jika semuanya merupakan kesengajaan Taehyung sendiri. Di tempat manapun, baik di café, tempat hiburan, halte, bahkan Taehyung pernah kesekolahnya. Hal itu membuat Sujeong bingung dan marah. Bagaimana pria itu mengetahui sekolahnya? Apa yang akan terjadi bila teman-temannya mengetahui identitasnya? Meskipun ia menyamar dan hanya Sujeong yang sangat hafal gaya berpakaiannya, penggemar tetap saja masih bisa mengenalinya. ’Dia memang makhluk luar angkasa’. Sujeong pernah berpikir seperti itu.

Masalah di apartemen 2 bulan yang lalu, sudah terselesaikan. Ternyata Taehyung mengajak gadis itu ke tempat tinggal BTS untuk memperkenalkannya kepada semua member, alasannya karena ia tertarik  kepada Sujeong sejak pertama kali mengajaknya bicara di konser.

Sujeong sempat meragukannya dan bertanya ke Taehyung. Pria idola itu menjawab tegas, sehingga Sujeong percaya. ‘Lagipula ia hanya tertarik denganku’, pikir Sujeong.

Rasa salut Sujeong makin tumbuh saat Taehyung mengatakan bahwa tujuan ia naik bis agar ia bisa bersosialisasi dengan dunia luar. Keseharian pria itu hanyalah dunia entertainmen yang penuh kefiktifan. Selama berkarir sebagai member BTS, ia selalu di atur, tidak bisa bebas berkeliaran menggunakan kendaraan umum jika memiliki waktu luang. Itulah yang membuatnya tergerak untuk melakukan hal tersebut. Ia mengira karena sekarang BTS  sudah tidak terlalu terkenal, ia bisa bebas kemanapun. Pikiran yang sangat bagus, menurut Sujeong.

“ Sujeong-ah! ” Lamunan Sujeong seketika buyar mendengar sebuah teriakan.

Matanya membulat, menatap seseorang yang kini berdiri di depan gerbang tinggi rumahnya.“ Taehyung? Untuk apa dia kesini? Hari sudah hampir malam. Tunggu dulu, darimana dia tahu rumahku? ” gumamnya.

“ Hei, Kim Sujeong! Cepat buka gerbang ini! ”

Sujeong berdecak. Ia bangkit dari krusi di teras rumah dan berjalan menghampiri Tehyung. Saat dirinya sudah sampai, ia segera membuka gerbang yang terkunci tersebut. Tanpa Sujeong suruh, Taehyung masuk dan menutup kembali pintu gerbang.

Melihat ketidaksopanan Taehyung, Sujeong hanya mengabaikannya. “ Darimana kau tahu rumahku, eoh? Perlu ditekankan, margaku ‘Ryu’ bukan ‘Kim’, ahjussi! ” protes Sujeong.

“ Simpan pertanyaanmu dulu, nona. Dan jangan panggil aku ‘ahjussi’. ” Taehyung juga protes.

“ Wae? Bukankah sekarang umurmu memang sudah tua? Bahkan berada 7 tahun di atasku! ”

Taehyung menekuk wajahnya. Lagi-lagi Sujeong membahas tentang umur. Beberapa minggu ini, mereka memutuskan untuk berbicara bahasa informal satu sama lain.

Sujeong memperhatikan penampilan Taehyung. Beberapa kali  kepalanya naik turun, membuat Taehyung bingung. “ Ada apa? ”

“ Kau tidak menyamar, hah? ” Bukannya menjawab, Sujeong malah melontarkan pertanyaan kepada Taehyung.

“ Untuk apa menyamar? Aku sudah jarang muncul dilayar kaca, mereka tidak akan mengenaliku. ” jawab Taehyung santai.

“ Tapi.. ”

“ Sudahlah, aku kesini bukan untuk membicarakan ini. ” potong Taehyung sambil menarik tangan Sujeong kearah rumahnya sendiri.

Sujeong memberontak. “ Sebenarnya apa maumu kesini? ” Tetapi, Taehyung menghiraukannya.

Kini mereka sudah sampai di ruang keluarga, tempat ayah dan ibu Sujeong bersantai.

“Ibu, ayah..” panggil Taehyung ke orang tua Sujeong. Mereka terpanggil, mereka menoleh ke asal suara.

“ Sujeongie, dia siapa? ” tanya ibu Sujeong. Wanita paruh baya tersebut melirik ke bawah, dimana tangan keduanya menyatu.

Karena di perhatikan oleh ibunya, Sujeong mencoba melepaskan genggaman Taehyung.

“ Aku ingin menikah dengan Sujeong. Aku harap kalian merestuinya. ” ujar Taehyung mantap dan semakin mengeratkan pegangan tangannya.

“ Apa?! ”

>HOEL<

“ Ibu, ayah. Kenapa kalian menerimanya? Aku masih sekolah, tidak mau menikah muda! ”

Sudah seharian ini, Sujeong terus merengek. Bagaimana tidak? Orang tuanya tersebut menerima lamaran Taehyung!

“ Sayang, kami punya alasan tersendiri. Kau pasti mengetahui jika semua orang tua di dunia ini selalu melakukan yang terbaik untuk anaknya. Sejak pertama kali melihat Taehyung, kami bisa melihat aura yang baik dalam dirinya. Kami yakin, dia akan membahagiankanmu. ” jelas ibunya memberi pengertian kepada Sujeong. Ayah Sujeong hanya mengangguk.

“ Ibu.. ”

“ Percayalah, Sujeongie. Lagipula kau akan lulus, bukan? ”

Sujeong menatap ayah dan ibunya bergantian. Gadis itu menghela nafas pelan kemudian mengangguk pasrah.

>HOEL<

Terlihat sekelompok pria berkumpul di ruang tengah. Mereka serempak menatap satu orang yang sedang bercerita.

“ …dan merestuinya. ” ucap Taehyung mengakhiri ceritanya.

“ Jadi kau akan segera menikah? ”

“ Dengan gadis yang baru 2 bulan kau kenal? ”

Belum sempat Taehyung menjawab pertanyaan Seokjin, Hoseok melontarkan hal yang sama.

“ Ne, tapi membutuhkan waktu. Akupun belum memberitahu orang tua dan saudaraku di Daegu. Lagipula ia juga belum lulus sekolah. Memangnya dengan siapa lagi, hyung? Hanya dia yang bisa membuat aku tergila-gila seperti ini. ”

“ Lalu bagaimana dengan karirmu di BTS? ”

Taehyung menatap Yoongi. “ Bukankah kontrak kita akan segera berakhir? Aku tidak berniat memperpanjangnya karena aku juga butuh kebebasan. ”

“ Aku juga berniat begitu, hyung. Aku lelah menjadi seorang artis, penuh peraturan. ” keluh Jungkook.

Satu persatu member mengangguk. “ Baiklah, kami akan mengikuti kalian. ” kata Namjoon yakin.

>HOEL<

Sujeong dan Taehyung sedang melaksanakan pernikahan mereka. Seperti pasangan lain, mereka memakai pakaian pengantin yang berpasangan, tampak serasi. Di gereja yang megah ini, kedua mempelai mengundang seluruh keluarga besar dan teman-teman terdekat mereka, membuat seluruh kursi di sana terisi penuh. Sesungguhnya bukan keluarga besar keduanya, tapi hanya keluarga besar Taehyung dan orang tua Sujeong yang hadir. Tentu saja secara tertutup untuk menghindari wartawan.

“ Y-ya, aku ber-bersedia. ” jawab Sujeong terdengar gugup.

Sang pastur mengarahkan Sujeong dan Taehyung untuk bertukar cincin. Pastur dan semua tamu undangan tersenyum bahagia.

“ Baiklah, kalian sudah resmi menjadi pasangan suami-istri. ”

“ Cium! Cium! Cium! ”

Tiba-tiba semuanya bersorak. Membuat Sujeong dan Taehyung yang berhadapan menjadi canggung. Reflek Sujeong menutup mata saat Taehyung mulai mendekatkan wajahnya. Ia menelan salivanya susah payah dan bergerak gelisah. Taehyung tersenyum kecil melihatnya.

Cup

Sujeong sempat menghela nafas lega. Taehyung hanya mencium dahinya. Terdengar gumaman kecewa dari tamu undangan, tetapi mereka tetap tersenyum.

“ Semoga mereka akan menjadi pasangan abadi.. ”

>HOEL<

Setelah semua tamu undangan mengucapkan selamat kepada Sujeong dan Taehyung serta menikmati hidangan, mereka pulang ke rumah masing-masing. Begitupun dengan pasangan ini, keduanya pulang ke rumah baru mereka. Di belakang Taehyung, Sujeong berjalan pelan sambil mengamati rumah tersebut. Mereka melihat kamar utama yang berada di lantai dua dan tertegun. ‘Apa kita akan tidur seranjang?’, pikir mereka.

Taehyung berdeham dan berbalik menghadap Sujeong. “ A-aku akan tidur di kamar sebelah dan kau tidur d-di sini. ” ucap Taehyung tergagap seraya mengusap tengkuknya.

Respon Sujeong hanya mengangguk pelan, karena iapun juga masih canggung. Tatapan Sujeong dan Taehyung kembali ke ranjang kingsize yang penuh dengan bunga berwarna merah.

>HOEL<

Dua bulan sudah berlalu sejak Sujeong dan Taehyung menikah pada awal bulan Desember. Taehyung sama sekali belum pernah menyentuh Sujeong. Hal itu kadang membuat Sujeong merasa bersalah.

Cklek

Sujeong membuka pintu kamar Taehyung. Ia melihat Taehyung yang sedang membaca novel di ranjangnya dengan bersandar di headboard.

“ Tae? ” panggil Sujeong.

Taehyung segera menutup novelnya dan duduk tegak di pinggir ranjang . “ Ada apa? ” tanyanya pada Sujeong yang kini berdiri di hadapannya.

“ Aku.. ”

Drrt

Sujeong menghentikan ucapannya saat merasakan getaran ponselnya. Ia merogoh saku celananya kemudian menjawab panggilan.

“ Yeoboseyo? ”

Taehyung menatap Sujeong teliti. Wajahnya berubah menjadi sendu. Tanpa sepatah katapun, gadis itu menutup telpon dan menjatuhkan dirinya. Taehyung terkejut, dengan cepat ia menghampiri Sujeong. Taehyung ingin bertanya, tetapi Sujeong sudah memeluknya dan menangis.

“ T-tae.. ibu, ayah.. kecelakaan mobil. Dan mereka.. meninggal di tempat.. ” jelas Sujeong terisak.

Jantung Taehyung berdegup kencang. Sungguh, dirinya tidak pernah di peluk seorang wanita selain ibunya. Taehyung membalas pelukannya dan mengelus kepala Sujeong. ” Jangan menangis. Aku selalu ada untukmu.. ”

>HOEL<

Setelah pulang dari pemakaman, Sujeong duduk termenung di sofa ruang tamu. Gadis itu menunduk lesu.

“ Minumlah. ” Taehyung datang dengan membawa segelas air dan menyodorkannya ke Sujeong.

Sujeong mengangkat kepalanya. Taehyung tersenyum kecil. “ Untuk menenangkanmu. ” lanjutnya kemudian duduk di depan Sujeong.

Kedua tangan Sujeong mengambilnya. “ Terima kasih. ”

Taehyung berdeham untuk membahasnya. Ia memperhatikan Sujeong yang meminum air pemberiannya.

“ Kau tidak punya saudara di sini? ” tanya Taehyung memulai pembicaaan.

Sujeong meletakan gelas yang masih terisi setengah itu ke atas meja di antara mereka.” Sebenarnya aku mempunyai seorang kakak bernama Ryu Suyeon. ”

Mendengar itu, Taehyung menyiapkan pendengarannya.

“ Tetapi ia sudah meninggal 3 tahun yang lalu karena bunuh diri. ”

“ B-bunuh di-diri? ”

Sujeong mengangguk. “ Ayah dan ibuku sangat tidak menginginkan kedua putrinya tersentuh oleh pria sebelum menikah. Dan kakakku melanggarnya. Takut ayah dan ibuku mengetahuinya ia memutuskan untuk bunuh diri. Sebenarnya, ibuku hamil Suyeon eonni saat belum resmi menikah dengan ayah. Karenanya, keluarga besarku tidak menganggap kami sebagai keluarga. Mungkin selama ini, ayah dan ibuku trauma akan hal itu. ”

Taehyung menatap Sujeong iba. Sekarang gadis itu tidak memiliki siapa-siapa lagi. Sujeong menunduk. Air matanya tidak bisa keluar walaupun ia ingin menangis. Meja tergeser ke samping oleh Taehyung. Ia berlutut di hadapan Sujeong dan menggenggam tangannya.

“ Mulai hari ini, aku tidak akan canggung untuk menyentuhmu karena kau adalah istriku. Aku akan menjagamu. Dan panggil aku ‘oppa’, oke? ”

Sujeong mengerjap. “ A-apa? ”

Taehyung terkekeh, sedetik kemudian ia memeluk Sujeong. “ Saat ini, kau akan benar-benar menjadi istriku Kim Sujeong.. ”

>HOEL<

Sujeong dan Taehyung menonton televisi di ruang keluarga. Sujeong bersandar di bahu Taehyung dan memeluk lengannya. Gadis itu melihat Taehyung yang sedang tertawa.“ Oppa, ”

“ Ya? ” jawab Taehyung sambil menatap Sujeong. Hal itu membuat wajah mereka sangat dekat.

Sujeong tersenyum. “ Tidak. Oppa, aku mau.. hmmpt.. ” Gadis itu menutup mulutnya. Ia merasa sangat mual. Tanpa di duga, Sujeong berlari ke kamar mandi.

“ Sujeongie, kau kenapa? ”

Taehyung menyusul Sujeong dengan panik. Terlihat Sujeong yang mengusap bibirnya. Taehyung menghampiri Sujeong dan menangkup wajahnya. Sujeong mengeluh, “ Mual, oppa. Kepalaku pusing. ”

Taehyung menatap Sujeong intens. “ Kapan terakhir kali kau datang bulan? ” tanya Taehyung frontal. Entah kenapa, ia berpikir jika istrinya itu..

“ Lima minggu yang lalu. ”

“ Jeongie, apa kau hamil? ”

Mereka berdua saling bertatapan. Taehyung tersenyum lembut, berbeda dengan Sujeong yang masih tidak percaya. Secara tiba-tiba, Taehyung mencium seluruh wajah Sujeong. Mulai dari dahi, mata, pipi, hidung, dagu, dan berakhir di bibirnya.

“ Terima kasih, Sujeong-ah.. ” ucap Taehyung tulus.

>HOEL<

Kandungan Sujeong sudah beranjak 8 bulan. Semakin hari, Sujeong semakin manja. Tetapi sebagai suami yang baik, Taehyung tidak mempersalahkannya.

“ Oppa, kau menginginkan sesuatu? ” tanya Sujeong.

Taehyung melirik Sujeong sekilas dan kembali fokus menyetir. “ Memangnya kenapa? ”

“ Hari ini ulang tahunmu, oppa. ” jawab Sujeong antusias.

“ Bukankah dulu kau melupakannya? ” Taehyung terkekeh.

“ Baiklah. Kau sangat menyebalkan, oppa! ” tukas Sujeong cemberut. Pria di sampingnya terkikik geli.

Tin! Tin!

Tak lama kemudian, mereka mendengar suara klakson mobil di arah kiri Sujeong saat mereka menyebrang jalan. Sontak mereka terkejut dan Taehyung reflek melepas stir. Pria itu memeluk Sujeong dengan erat. Ia bisa merasakan tubuh Sujeong bergetar ketakutan.

“ Tenanglah.. ” Taehyung berusaha berbicara walaupun ia sangat panik.

Brak! Mobil itu terpental ke pinggir jalan.

>HOEL<

Mata Sujeong terbuka pelan-pelan. Sekujur tubuhnya masih terasa sakit. Ia bangun dari pembaringannya dan membuka tabung oksigen.

“ Sujeong-ah, kau sudah sadar? ” tanya Seokjin sambil berdiri menghampiri Sujeong.

“ Tae.. Dia dimana,oppa? ”

Ekspresi Seokjin berubah drastis. Wajahnya terlihat sangat sedih.

“ Oppa? Dia dimana? ”

Cklek

Pintu terbuka. Menampakan orang tua Taehyung dan kelima member. Ibu Taehyung segera memeluk Sujeong. “ Sayang.. Kau harus kuat. Ibu mohon jangan menangis. ”

“ Kenapa? Kenapa jika aku menangis? ” Sujeong tidak mengerti.

Ayah dan keenam teman Taehyung hanya diam menatap mereka. Setelah beberapa menit, Sujeong menyadari sesuatu. Ia melepas pelukan ibu mertuanya.

“ Jadi, Taehyung oppa.. ”

Melihat anggukan semua orang, air mata Sujeong menetes. “ La-lalu anakku? ” Sujeong menyadari perutnya sudah tidak membesar.

“ Dia selamat, nona Kim. ” Tiba-tiba, seorang dokter wanita memasuki ruang kamar dengan menggendong bayi.

“ Ini anak Anda, nona. ” kata dokter memberikan bayi itu kepada Sujeong. Sujeong menerimanya. “ Seorang anak laki-laki yang sangat tampan dan lahir prematur. ”

Sujeong melihat bayi di gendongannya dengan sendu, yang lainnya juga begitu. Bahkan orang tua Taehyung baru sempat datang dari Daegu. Sedangkan member BTS  sedang berlibur, menikmati kebebasan mereka. Semuanya datang karena mendengar Taehyung dan Sujeong kecelakaan. Sebelum mendatangi Sujeong, mereka pergi ke tempat peristirahatan terakhir Taehyung dan Seokjin di suruh menjaga Sujeong.

“ Kapan dia lahir, dokter? ”

Dokter tersebut tampak berpikir. “ Tanggal 30 Desember, kurang lebih jam 11 malam melalui operasi sesar. Maaf, aku melakukan ini tanpa persetujuan kalian karena keadaan nona Kim sudah sangat darurat. ”

Sujeong dan lainnya terkejut. “ 30 Desember? ”

“ Aku harap dia akan menjadi Kim Taehyung kedua. ” ucap Namjoon.

Sujeong mengangguk. “ Aku akan memberinya nama Kim Taehyung. ”

“ Apa? Kenapa harus sama? ”

“ Ini pesan terakhir darinya.. ” Sujeong menangis lagi.

Flashback

Sujeong merasa bahunya basah, dan ia mencium bau anyir. Seketika mata Sujeong berkaca-kaca. “ Oppa.. ”

Taehyung meringis, kepalanya terus mengeluarkan darah karena terkena pecahan kaca mobil. Ia semakin mengeratkan pelukannya, berusaha melindungi istrinya. Sedangkan, Sujeong menahan rasa sakit di perutnya dengan menginggit bibir bawahnya.

“ Jangan khawatirkan aku. Aku melakukan ini agar kalian selamat. Maaf.. aku.. ” Taehyung mengambil nafas. Dadanya terasa sangat sesak . “ …tidak bisa bersama kalian. ” lanjutnya pelan.

“ Tidak, oppa. Berhenti berbicara seperti itu, aku mohon.. ”

Mobil hitam itu mulai berasap. Nafas Taehyung tersendat-sendat.

“ Dengarkan permintaanku, Sujeong.. Karena hari ini ulang tahunku, aku menginginkan… sesuatu… Berikan nama kakakmu jika anak kita… perempuan dan berikan namaku… jika anak kita laki-laki.. aku ingin kau selalu mengingatku dan kakakmu.. ” jelas Taehyung putus-putus. Mata Taehyung mulai menutup. Sayangnya, Sujeong tidak mengetahuinya.

“ Oppa.. ” Sujeong pingsan di pelukan Taehyung yang lemah.

Flashback End

>HOEL<

“ Ibu!! ”

Sujeong menunduk dan merentangkan tangannya, menyambut putra kecilnya.

“ Bagaimana sekolahmu hari ini, Tae? ” tanya Sujeong kepada Taehyung, anaknya yang berusia 5 tahun. Setelah mengucapkan itu, mata Sujeong sedikit berkaca-kaca. Entah kenapa, jika menyebut nama Taehyung, ia selalu begitu. Wajah dan tingkahnya sangat mirip dengan sang ayah.

 “ Sangat baik, ibu. Ibu, kau memiliki janji denganku. Ayo kita kunjungi ayah! ” ucap Taehyung kecil ceria.

Air muka Sujeong berubah. “ Tapi.. ”

“ Ibu! Taetae mau bertemu ayah.. ” Taehyung kecil memohon.

“ Baiklah, ” Sujeong tidak tega melihatnya.

>HOEL<

Taehyung kecil terlihat bingung memandangi sekitar lingkungan. Penuh dengan gundukan tanah berwarna hijau muda dan tertera nama pada ukiran semen di atasnya.

“ Ibu, kenapa kita kesini? Ayah dimana? ”

Sujeong menatap Taehyung kecil yang di tuntunnya. “ Ini adalah tempat abadi ayahmu, Tae.. ”

Anak itu hanya mengangguk, meskipun ia tidak mengerti penjelasan Sujeong. Tiba-tiba ia berhenti karena ibunya juga berhenti.

“ Kita sudah sampai. Beri salam pada ayahmu. ” ujau Sujeong lembut.

“ Hai, ayah! ” Taehyung kecil yang tidak mengerti hanya menuruti perkataan ibunya.

Sujeong tersenyum, dan memandang ke pusara Taehyung.

“ Oppa.. Maaf karena aku baru datang sekarang. Aku membawa pangeran kecilmu,oppa.. Dia sangat ingin bertemu denganmu. Aku juga menuruti permintaan terakhirmu. Anak kita bernama Kim Taehyung. ”

“ Ibu, kenapa kau berbicara dengan fotoku? ”

“ Tae.. ” Sujeong mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan Taehyung kecil. “ Yang berada di dalam foto itu bukan dirimu, tetapi ayahmu. ” jelas Sujeong memberi pengertian.

“ Foto itu-”

“ Kau dan ayahmu memang sangat mirip, seperti kembar identik. ” potong Sujeong.

“ Sekarang dia sudah tidak berwujud. Meskipun begitu, dia bisa melihat dan melindungi kita dari atas sana.. ” Sujeong melanjutkan ceritanya dan memandang langit biru.

Tanpa Sujeong sadari, anak kecil di sampingnya sedang tersenyum kepada seseorang yang berada di balik pohon besar. Dia melambai ke arah mereka berdua dan menghilang dalam sekejap.

“ Ayah.. ” gumam Taehyung kecil.

“ Maaf, aku tidak bisa bersama kalian. Tetapi percayalah, aku akan selalu berusaha menjaga kalian dari jauh. Semoga kalian berbahagia, istri dan anakku… ”

-END-

Aku yakin 100%, fanfict ini sad gagal >.< Maaf ya, aku gak bisa buat kalian nangis, aku lagi giat belajar buat fanfict genre sad. Makasih untuk kalian yang membaca fanfiction ini!😀 Aku mohon, tolong kasih saran untuk aku ya, supaya tulisan aku bisa lebih baik dan menarik lagi.. Dan aku bener-bener minta maaf bagi kalian yang gak suka TaeJeong couple😥

4 thoughts on “[Oneshot] Holiness of Eternal Love”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s