You’re My Girl (4)

you_re-my-girl

[FREELANCE] YOU’RE MY GIRL CHAPTER 4

Title: You’re My Girl

Scriptwriter: cahaya ningrat

Rating: PG-14

Genre: romance, family, comedy (?), and other

Main cast : park shin hye, kim woo bin

Other cast : TOP as choi seunghyun, bae suzy and other

Previous part: 1. 2. 3

HAPPY READING^^

~000~

“YA!! KIM WOO BIN…. KAU SUDAH KETAHUAN…” teriaak shin hye sambil menunjuk kearah woo bin… karena teriakan shin hye kedua pria itupun menoleh kearahnya… woo bin terlihat bingung dengan maksud shin hye, sedangkan shin hye semakin mempertajam pandangannya… pandangan shin hye sekarang beralih kea rah TOP , “ommo… oppa, seunghyun oppa… kenapa?? Kenapa… kau berad di rumah pria tak waras ini??” kaget shin hye saat melihat sepupunya TOP  berada di rumah woo bin …

“eung… ada apa denganmu??” tanya TOP bingung , woo bin masih memandang kearah shin hye dengan wajah datar dan juga bingung… shin hye maenghampiri TOP lalu bertanya lagi … “apa yang kau lakukan di sini? Cepatlah pergi dari sini!” seru shin hye sambil menarik selimut yang menutupi tubuh TOP… “pergi kemana?” tanya TOP bingung… “ayo kita pergi sekarang oppa!” seru shin hye sambil terus menarik selimut TOP… “hey aku perlu mengambil pakaianku dulu” kata TOP seraya bangkit… shin hye mengambil pakaian TOP yang berserakan di lantai, lalu mendorong TOP keluar “kajja pergi oppa…” seru shin hye sambil menarik TOP keluar dengan cara memeluk bahu TOP… woo bin memperhatikan mereka dengan wajah shok.

“cepat!” suruh shin hye sambil mendorong TOP keluar dari pintu rumah woo bin. “ah dinginnya!” seru TOP … shin hye masih terus mendorong TOP sampai keluar dari pagar rumah woo bin.. “baiklah baiklah…” kata TOP yang merasa bosan di dorong terus menerus oleh shin hye

Saat sudah berada di luar rumah woo bin , shin hye menatap tajam kearah TOP … lalu bertanya pada TOP “oppa… jawab aku dengan jujur! Apa yang oppa lakukan di sini? Kenapa kau tidur disini tanpa memakai bajumu… apa…” perkataan shin hye sengaja ia ganung, dia menatap curiga kearah TOP “apa oppa dan dia seorang guy?”  lanjut shin hye … “mwo… ya aku masih normal… aku tidak ada apa apa dengannya, lagi pula memangnya kau kenal dengannya?” tanya TOP pada shin hye “ya! jawab dulu pertanyaanku, kenapa jadi kau yang mengintrogasiku…” balas shin hye sambil memanyunkan bibirnya lucu… “ah baiklah… aku tertidur disini karna aku mabuk semalam, saat aku bangun tiba tiba aku sudah berada di sini… dia mengajakku untuk menjadi partner kerjanya dalam sebuah produksi drama dan musik… sudahkan” jelas TOP pada shin hye

“apa? Sebuah produksi drama dan music? Tidak, kau tidak boleh menerima pekerjaan itu” seru shin hye melarang TOP setelah mendengar penjelasan TOP kenapa ia bisa di sana.. “kenapa? Dia seperti pria yang baik baik” kata TOP sambil merapihkan pakaiannya. “tentu saja tidak! Dia orang yang buruk… dia mungkin menyembunyikan sesuatu!” jawab shin hye ngotot… “tidak… hei! Apa kau sedang menulis novel atau sesuatu? Selain itu dia bahkan tidak tahu siapa kita” seru TOP menentang argument shin hye sambil memakai jaketnya dan berlalu meninggalkan shin hye…

“hey! Pikirkanlah… apakah menurutmu seorang laki laki yang mengatur kontrak pernikahan selama 100 hari dengan seorang wanita hanya demi bisnis… adalah orang yang waras” seru shin hye sambil mengikuti  TOP… TOP berhenti sejenak lalu memandang shin hye “kau piker begitu?” tanya TOP

“tentu saja begitu… baginya pernikahan itu hanya sebuah bisnis…dia hanya mau memanfaatkanmu” jelas shin hye lagi “lalu apa hubungannya denganmu?” TOP berbalik tanya kepada shin hye, shin hye membuang nafasnya berat “ aku adalah wanita yang akan… ah tidk, maksudku… aku adalah wanita yang malang itu, aku sudah dinikahkan dengannya” kata shin hye “ck… permasalahanmu benar benar rumit…” kata TOP sambil mengacak acak rambutnya… “ya… maka dari itu, jangan mau untuk di manfaatkan olehnya” kata shin hye meyakinkan “tapi kelihatannya dia tidak berbahaya ketika sedang membicarakan music” seru TOP seraya pura pura berfikir. “ah itu tidak benar… dia hanya memikirkan keuntungannya sendiri dan sombong, dan juga orang  brengsek yang berlaga sopan” kata shin hye seraya merengut kesal.. TOP menoleh kearah shin hye sejenak dan meneruskan langkahnya… lalu tiba tiba ia berhenti “ aisssss” kesalnya lalu berbalik arah menuju rumah woo bin.. “oppa… seunghyun oppa, kau mau kemana?” tanya shin hye hawatir sambil mengikutinya dan menghalangi jalan TOP. “aku meninggalkan gitarku di sana” kata TOP sambil menunjuk kearah rumah woo bin “tidak! Kau tidak boleh kesana” larang shin hye sambil memegangi kedua tangan TOP “kenapaaaa?” tanya TOP kesal dengan shin hye “pokoknya tidak boleh… dia tidak boleh tau kalau kita bersepupu… kalu dia tau dia akan benar benar memanfaatkanmu untuk membujukku agar mau menyepakati pernikahan ini…” jelas shin hye “aissss park shin hye kau benar benar menyebalkan” kata TOP kesal “biar aku yang mengambilnya nanti”

~000~

Di ruangan woo bin shin hye berdiri menghadap kearah woo bin lalu berkata “nah… situasiku di sini tidak mendukung… tapi tolong jangan manfaatkan seunghyun oppa dalam urusan pernikahan ini melalui bisnismu itu” kata shin hye pda woo bin , woo bin pun menjawab “meskipun begitu, tapi kelihatannya tidak begitu… dia orang yang berbakat” kata woo bin santai lalu meminum kopinya “kami membutuhkan orang seperti dia dalam drama ini, serta dalam produksi music” imbuhnya… “aku sudah bilang tidak… aku bilang tidak” kata shin hye tetap pada pendiriannya. “direktur… aku di sini” kata suzy yang datang ke ruangan woo bin, woo bin dan shin hye melihat kearah sumber suara… shin hye kage begitu juga dengan suzy “anyeong…” sapa shin hye pada suzy

“kalau begitu aku pergi” pamit shin hye pada woo bin … “park shin hye ssi… tunggu sebentar” panggil suzy menghampiri shin hye sambil menyerahkan bungkusan hadiah “terima ini”

“eung… maaf?” kata shin hye “ada apa ini?” tanya woo bin  yang heran melihat keduanya … “aku menghancurkan ponsel milik shin hye” seru suzy lalu tersenyum kepada woo bin “aaahhh tentang insiden di studio…” kata woo bin “meskipun aku tidak bisa menerimanya… aku tidak percaya kau berbohong” ucap suzy seraya tersenyum kepada shin hye “kau tidak mengambilnya?” tanya suzy yang melihat shin hye hanya diam saja “tidak apa apa… ponselku tidak rusak… aku hanya menerima permintaan maafmu… “ jawab shin hye seraya memohon izin untuk meninggalkan ruangan…

“suzy tersenyum melihatnya… “direktur, apakah gambar gambarnya sudah keluar?” tanyanya pada woo bin.

~000~

Di lobi kantor para karyawan tengah asik bergosip. “ tidakkah kau berfikir direktur dan suzy sangat cocok jika bersama?” “begitukah” seru yang lain… “cih apanya yang cocok… artis secantik suzy tidak mungkin menyukai manusia seperti kim woo bin” gerutu shin hye “lihatlah mereka datang…” terlihat suzy dan woo bin keluar bersama sama dari ruangan. Shin hye menengok kearah keduanya “apa ini? Kenapa dia tidak berkencan saja dengan wanita yang lebih cocok untuknya ? kenapa dia harus menyeretku ke sini… aaaahhh dia benar benar namja menyebalkan” gumam shin hye dalam hati lalu menyeruput kopinya.. “ah panas…” ucap shin hye yang merasakan kalau kopinya masih panas…

Di lobi kantor,

“aku harus berlatih bernyanyi serta bermain gitar” ucap suzy sambil mengamati naskah drama… “kita mempunyai studio di kantor, jadi kau bisa berlatih di sana.” Saran woo bin.. “baiklah aku selalu bisa menggunakan pembinaan dari seorang direktur music seperti dirimu” balas suzy…

“ah itu benar! Direktur, pengucapan jepang untuk ini… saiko desu ka  *maaf yak lo bahasa jepang nya rada aneh * apa benar?” tanya suzy seraya menunjuk naskah. “kau harus menekankan pada  saikou untuk membuatnya terdengar lebih alami.” Ucap woo bin mengajari suzy “hmmm aku mengerti

Di dalam ruangan woo bin shin hye sedang membersihkan meja sambil mengucapkan bahasa jepang “ogenki desu… sayonara, konbawa, boku ga iru!” lalu ia terdiam seperti teringat sesuatu dan mengulang kalimatnya kembali “boku ga iru, apa itu??” serunya lalu kembali bersih bersih.

Woo bin memasuki ruangannya.. “apa yang kau lakukan eoh?” tanyanya pada shin hye .. “ah aku selalu menyukai drama, tapi aku belum pernah melihat naskah sebelumnya” kata shin hye “ dan bagaimana menurutmu?” tanya woo bin pada shin hye tentang drama nya “ ahhh itu segar dan menyenangkan” komentar shin hye tentang drama tersebut “sebuah drama komedi romantic bertema music tentu ide baru” serunya mengemukakan pendapat kepada woo bin “Aku mengerti…” jawab woo bin lalu kembali mengamati naskah “tapi tampaknya ini drama untuk kalangan remaja… aku tidak yakin orang dewasa akan menontonnya” kata shin hye kembali mengomentari drama woo bin “aku mengerti… aahhh kau pasti lelah, kau bisa pergi sekarang” suruh woo bin “kau selalu menyuruhku untuk bergegas dan pergi… “ protes shin hye sambil mengerucutkan bibirnya. “itu benar, tolong berikan gitar seunghyun oppa padaku…” ujarnya tiba tiba karena teringat gitar TOP . “aku ingin mengembalikan gitar itu sendiri padanya” ucap woo bin sambil beranjak berdiri yang membuat mata shin hye membulat seketika “mwo… ah tidak bisa kau tidak boleh bertemu dengannya…” larang shin hye sambil melebarkan tangannya untuk menghalangi woo bin… woo bin menatap shin hye dia terkekeh didalam hatinya karena melihat tingkah shin hye yang lucu menurutnya… “ah baiklah kalau kau takut aku bertemu dengannya, lebih baik kau ikut denganku , dn memberitahuku dimana TOP berada” ucap woo bin lalu merangkul pinggang shin hye, shin hye sangat terkejut dengan apa yang woo bin lakukan “kajja” kata woo bin  “mwo… apa yang kau lakukan…! Lepaskan1 lepaskan! “ suruh shin hye pada woo bin , bukannya melepaskan woo bin justru malah semakin memper erat rangkulannya “bukankah kau istrku, aku berhak melakukannya…” ucap woo bin, dia melakukan ini agar shin hye mau menemaninya bertemu dengan TOP “ah baiklah aku akan memberi tahumu dimana TOP tapi lepaskan aku dulu!” ucap shin hye menyerah, woo bin pun mulai melepaskan rangkulannya lalu berjalan mendahului shin hye …

“aisss, dasar namja tengik…” gerutu shin hye lalu berjalan menyusul woo bin

“seunghyun oppa…” teriak shin hye sambil melambay lambaykan tangannya pada TOP … woo bin berada di samping shin  hye, dan ikut berjalan menghampiri TOP … TOP yang sedang duduk bersandarkan mobil vannya pun menoleh kearah shin hye dan woo bin “ada apa?” tanya TOP dia lalu menoleh kearah woo bin yang sedang membawa giarnya “oh gitarku” lanjut TOP

“ini gitarmu…” kata woo bin seraya memberikan gitar TOP kepada TOP “aku sengaja ingin memberikan langsung kepadamu seraya ingin bertanya apakah kau setuju atau tidak?” ucap woo bin yang menanti jawaban dari TOP… TOP sedikit melirik kearah shin hye yang sedari tadi mengisyaratkan kepada top untuk tidak menerimanya… woo bin ikut melihat kearah pandang TOP yaitu shin hye, karena terkejut dia lalu menghentikan aktivitasnya, dengan kembali diam seperti tidak terjadi apapun…

“bagaimana?” tanya woo bin sekali lagi… “eummm… aku masih memikirkannya, dan aku masih tidak percaya padamu” jelas TOP “keapa? “ tanya woo bin yang penasaran kenapa TOP tidak bisa mempercayainya… “kau menikahi se… emmmppp ya! lepaskan” ucapan shin hye terpotong saat shin hye dengan tiba tiba membekap mulut TOP “ya! jangan memberitahunya!” bisik shin hye di telinga TOP , shin hye lalu melepaskan tangannya dari mulut TOP “eh maksudku… keu menikahi shin hye hanya karena bisnis… iya kan? Aku tidak menyukai orag yang seperti itu” jelas TOP , shin hye tersenyum menang kearah woo bin “apa karena itu kau tidak mempercayaiku? Sepertinya kau salah faham…” ucap woo bin terpotong oleh perkataan TOP “bukan hanya seperti itu, aku juga tidak mempercayaimu karena aku sudah terlalu banyak di tipu oleh orang lain yang berlagak seperti kau” jelas TOP lagi

“hemm… aku bukan orang seperti itu, aku tidak akan menipumu, lagi pula ini semua tidak ada kaitannya dengan pernikahan ini, jadi percayalah padaku” pinta woo bin sambil meyakinkan TOP… “ah aku mengerti…” ucap TOP sambil memakai sarung tangannya kembali dan melanjutkan aktivitasnya lagi

Di dalam mobil, tuan kim dan ayah shin hye tengah mengintai shin hye dan woo bin “ hyung… tidak ada yang perlu dihawatirkan” ucap ayah shin hye.. “namja itu adalah sepupu dari shin hye, dia bukan namja chingu shin hye… “ ucap ayah shin hye lagi meyakinkan tuan kim “ya aku mengerti, lagi pula kalau bukan sepupupun shin hye dan woo bin akan tetap bersatu

Di pinggiran jalan hongdae, shin hye , woo bin , dan juga TOP masih melanjutkan percakapannya “sepertinya hari ini bukan hari yang baik unuk berbicara” ucap TOP sambil memperbaiki alat elektronik. “aku akan kembali lagi lain waktu…” ucap woo bin sambil memakai kacamatanya kembali bersiap ingin pergi “aku rasa tidak perlu bertemu kembali” ucap TOP . “memang , mohon tidak menemui oppaku lagi” ucap shin hye pada woo bin.

Woo bin pergi meninggalkan TOP dan shin hye, shin hye mengawasi kepergian woo bin lalu menepuk nepuk pundak TOP ‘ kau melakukannya dengan baik… kau melakukannya dengan baik..”puji shin hye.. “ah oppa aku harus pergi bekerja, aku pergi dulu” pamit shin hye pada TOP.

“ah bocah itu menyusahkanku saja” gerutu TOP

~000~

Di kantor woo bin, rapat akan segera di mulai. “masalah terbesar dari pengambilan gambar lagiadalah jadwal para actor” ucap PD nim

“masalahnya hanya lee jong suk, dia mungkin akan melepaskan dan menjatuhkan seluruh drama..” ucap salah satu anggota tim

“jika dia melepaskan, kita harus mulai dari awal. Dan tanpa dia , kita mungkin akan menghadapi kehilangan… KRW 5 milyar. Dan jika kita menambahkan biaya para actor lain…” seru PD nim

Ayah woo bin berkunjung ke rumah woo bin “kau tidak terlihat baik.” Ucapnya pada woo bin

“ada beberapa perkembangan akhir akhir ini. Bagaimana kesehatanmu akhir akhir ini, ayah?” tanya woo bin pada ayahnya, “hmmm dalam masa pengobatan  aku mungkin harus melakukannya jika dokter bilang begitu, dan jika mereka bbilang beristirahat, aku akan beristirahat” jawab ayah woo bin . “kau pergi kerumah sakit hari ini bukan? Maaf, aku seharusnya berada di sana denganmu” ucap woo bin merasa bersalah … “tenang saja… hmmm bagaimana kesepakatannya?” tanya si ayah.

“ah maksudmu, kesepakatan 100 hari? Aku agak sibuk belakanga ini” ucap woo bin berusaha mengelak pertanyaan ayahnya.

“tampaknya prioritasmu tidak benar. Shin hye harus memilihmu ketika waktu habis” ucap ayah woo bin

“mwo?” tanya woo bin kaget

“tapi tampaknya aku harus mengatur kondisi lain melihat skapmu dengannya , jika kontrak tersebut batal… aku akan menarik investasiku” ancamnya pada woo bin

“ayah…” seru woo bin kaget

“jadi, lebih baik kau bekerja  lebih keras selama waktu yang tersisa. Jangan mengecewakanku.” Ucap ayah woo bin lalu meninggalkan woo bin sendiri  yang masih duduk di sofa miliknya, woo bin terdiam…

Di rumah shin hye

“ya! shin hye yah kenapa kemarin kau bertemu dengan seunghyun dan berlaku seperti kau kekasihnya… apa kau ingin menipu woo bin agar dia membatalkan perjanjian itu? Tanya ayah shin hye

“mwo? Dari mana ayah tau? Apa ayah mengikutiku kemarin?” tanya shin hye balik dan ternyata ayah shin hye mengangguk mengiyakan “ayah! Sudahlah ayah menyerah saja… aku tidak akan menikah dengan pria yang tidak mencintaiku…. Dan memperlakukan pernikahan sebagai bisnis” ucap shin hye

“shin hye, bukan begitu … aku yakin woo bin akan memperlakukanmu dengan lebih baik, jadi…” seru ayah shin hye terpotong.

“AYAH!” teriak shin hye

“bagaimana bisa kau berteriak pada ayahmu di pagi pagi seperti ini?” kata ayah shin hye yang berbalik memarahi shin hye. Ponsel ayah shin hye bordering dan ternyata adalah telfon dari woo bin .. “oh itu suamimu” kata ayah shin hye gembira karena woo bin menelfonnya

“ah yeoboseo menantu… ada apa?” tanya ayah shin hye pada woo bin

Ternyata woo bin sudah menjemput  dan menunggu shin hye di luar, ayah shin hye mengantar shin hye keluar menemui woo bin

“coba lihat betapa cocok kalian!” puji ayah shin hye . “ayah!” ucap shin hye tidak enak

“ini, cepatlah… cepat masuk, shin hye… pergilah” ucap ayah shin hye seraya mendorong shin hye untuk masuk ke dalam mobil. Woo bin hanya diam saja

“kalau begitu , kurasa kami lebih baik pergi, ayah” ucap woo bin cool

“huh? Ayah?” seru ayah shin hye kaget di panggil woo bin seperti itu

“apa kau bilang? Ayah? Ya! dia bukan ayahmu” protes shin hye seraya keluar dari mobil

“tentu saja… tentusaja… *ayah *ya itu benar” ucap ayah shin hye membenarkan

“yah… cepat… cepat, shin hye cepat masuk” suruh ayah shin hye pada shin hye untuk masuk lagi… woo bin ikut masuk kedalam mobl.

“hey shin hye…” bisik ayah shin hye menyuruh shin hye menggunakan sabuk pengamannya

“pergilah! Berkemudilah dengan aman menantu!” ucap ayah shin hye ceria kepada woo bin

Woo bin mengendarai mobilnya “kita pergi kemana? Bagaimana bisa kau mengajakku bertemu ayahmu tanpa memberi tahuku terlebih dahulu?” tanya shin hye… woo bin sama sekali tidak menjawab pertanyaan shin hye

“haiiisss susah memang jika berbicara dengan manusia sepertinya” dumal shin hye yang sayangnya di dengar oleh woo bin, tapi untungnya woo bin sama sekali tiak memperdulikannya

Shin hye dan woo bin sampai di kediaman ayah woo bin, shin hye berjalan enggan

“bisakah kita masuk?” ajak woo bin pada shin hye. Merekapun memasuki rumah , di dalam pelayan menyambut mereka.

“oh… bagaimana mungkin anda datang tanpa memberi tahu kami terlebih dahulu, tuan muda” sapa si pelayan

“hallo paman… kemana ayahku pergi?” tanya woo bin

“tuan keluar untuk berjalan jalan. Izinkan saya untuk pergi menemuinya.” Ucap sang pelayan.

Tiba tiba poncel woo bin berbunyi “yeoboseo” sapa woo bin kpd yang di sebrang telefon.

Ternyata ada rapat di kantor “aku perlu menghadiri  sebuah pertemuan. Tinggallah di sini dan tunggu aku” ucap woo bin pada shin hye

“apakah kau menyuruhku untuk tingga di sini sendirian?” tanya shin hye “aku akan segera kembali” ucap woo bin lalu pergi meninggalkan shin hye.

“direktur!…direktue!… ck kau bukan satu satunya yang sibuk… kau tahu” gerutu shin hye

Shin hye berjalan mengamati rumah tersebut, “aneh… kenapa tempat ini begitu familiar? Aku pasti melihatnya dalam gambar di suatu tempat. “ kata shin hye lalu shin hye melihat kearah sebuah foto “oh ini ibu dan ayahku! Tapi siapa orang ini? “ gumamnya sambil melihat lihat deretan foto

Tiba tiba tuan kim memasuki ruangan lalu berkata “oh jadi kau yang bernama park shin hye” sapanya

“ah ya senang bertemu denganmu” sapa shin hye

 Shin hye dan ayah woo bin sedang memandangi foto, mengenang masalalu

“aku benar benar bersyukur padamu untuk membayar hutang kami, tapi… kenapa kau ingin aku menjadi menantumu?” tanya shin hye

“apakah kau begitu penasaran tentang hal itu?” tanya ayah woo bin

“ya. paman apakah kau tau tentangku sebelumnya?” bukannya menjawab shin hye justru balik bertanya pada ayah woo bin

“aku tau kau dan ayahku di besarkan di lingkungan yang sama… tapi kau tau ibuku juga?” tanya shin hye penasaran.

“itu benar aku bertemu dengannya sebelum ayahmu” ucap ayah woo bin menjelaskan . “ “ahh begitukah?” tanya shin hye antusias. “mari kita bicara tentang ibumu nanti saja” ucap ayah woo bin yang terihat tidak nyaman

“ya” jawab shin hye

Woo bin sudah kembali kerumah ayahnya, shin hye dan ayah woo bin sedang asyik bermain.

“assa, aku bisa bermain lagi kan?” kata shin hye gembira

“oh kau pandai sekali” puji ayah woo bin terhadap shin hye

Woo bin pun menghentikan langkahnya, lalu menandatangi  suara shin hye dan ayahnya yang asyik bermain. “sekarang giliran paman” ucap shin hye. “baiklah aku akan menunjukkan kepadamu siapa aku, jadi, aku bisa mengambil sekaligus kan?” seru ayah  woo bin

‘ya… yah secara teori tapi..” ujar shin hye.

“baiklah kalau begitu” ucap ayah woo bin yang sudah siap membidikkan biji igonya. Tapi ternyata ayah woo bin gagal. “tidak apa apa! Kau benar benar melakukan yang terbaik pertamakali bermain ini. Bagus!” puji shin hye di iringi tepuk tangan darinya.

“gomawo” ucap ayah woo bin sambil terkekeh pelan

Tiba tiba woo bin sudah ada di depan ruangan tempat ayahnya dan shin hye bermain. Woo bin pun pangling meihat ayahnya begitu bahagia dan antusias bermain dengan shin hye. Ayah woo bin pun bertanya “ah kau sudah kembali?” katanya. Lalu woo bin pun memberi hormat.

Woo bin, ayah woo bin dan juga shin hye makan bersama. Tapi suasananya sangat canggung. “ini, silahkan di lanjutkan.” Suruh ayah woo bin mempersilahkan woo bin dan shin hye makan. Lalu datang pelayan menyiapkan makanan untuk ayah woo bin

“tidak apa apa, bibi. Aku akan melakukannya.” Kata woo bin sambil mengambil sumpit dari bibi pelayan untuk menyiapkan hidangan untuk ayahnya.

Ayah woo bin pun asik makan “tampak sempurna, tolong tetap menyiapkan makanan yang lunak untuk ayah” pinta woo bin melihat hidangan masakan bibi itu.

“ya aku mengerti” jawab bibi pelayan. Woo bin pun mulai memilihkan makanan untuk ayahnya, shin hye memperhatikan lalu bertanya “tapi, bagaimana kau bisa makan makanan yang berbeda dengan yang lain, paman?” tanya shin hye

“itu karena aku sedang dirawat gara gara kanker.” Jawab ayah woo bin santai

“kanker? Apakah kau baik baik saja paman?” tanya shin hye khawatir. “tentusaja aku baik baik saja, jangan khawatir… nikmati saja makanannya.” Ujar ayah woo bin

“ah ya paman silahkan makan perlahan lahan” seru shin hye

“baiklah “ ujar ayah woo bin. Lalu ia menengok kea rah woo bin dan mempersilahkan woo bin melanjutkan makananya. “oh kau bekerja keras lanjutkan makannya” seru ayah woo bin kepada woo bin.

Woo bin pun melanjutkan makannya, suasana menjadi canggung kembali, shin hye melihatnya dengan aneh, karena shin hye merasa terlalu tenang maka ia berpura pura tersedak.

“uhuk…uhuk…” shin hye berpura pura batuk

“apa kau baik baik saja?” tanya ayah woo bin khawatir melihat shin hye yang tersedak. Woo bin pun menghentikan makannya.

“ah ya hanya saja itu terlalu tenang, biasanya saat aku dan ayah makan selalu berisik.” Ujar shin hye  menenangkan ayah woo bin yang khawatir. “itu benar… begitulah biasanya cara orang hidup” ujar ayah woo bin sambil tertawa kecil. Shin hye mengangguk lalu melihat kearah woo bin.

Shin hye memasuki sebuah ruangan di rumah ayah woo bin, dilihatnya banyak buku bacaan dan barabg barabg antic di sana.

“wow… lihatlah barang antic ini” gumam shin hye lalu ia menyalakan lampu di sebuah meja belajar dan di ambilnya sebuah buku. Di bukanya buku itu lembar perlembar, ia pun menemukan selembar foro anak kecil yang di gendong yang ternyata anak kecil yang di gendong itu adalah shin hye waktu masih kecil. “oh itu aku, anak ini tidak mungkin…” gumam shin hye terpotong

Tiba tiba woo bin masuk keruangan itu, “aku sudah mencarimu dari tadi. Kau ada di sini” seru woo bin lalu menghampiri shin hye. “ direktur lihat foto ini!” ucap shin hye lalu menunjukkan foto yang ia pegang kepada woo bin. Woo bin pun memperhatikan foto itu lalu berkata” ini…” tapi terpotong oleh shin hye “aku, bukan ?” tanya shin hye. “kenapa dalam foto ini kau menggendongku di punggung mu?” tanya shin hye, “aku tidak yakin. Aku juga tidak bisa mengingat dengan baik.” Jawb woo bin sambil mencoba mengingat ingatnya.

Shin hye masih memandangi foto masa kecilnya dan mencoba mengingat ingatnya. Shin hye pun menghampiri woo bin yang sedang duduk di sebelahnya. “apa yang dikatakan di sini?” tanya shin hye tentang arti tulisan yang tertulis di foto tersebut

“boku ga iru. Boku ga kimi wo mamotte ageru eien ni” jawab woo bin

“eung… boku ga iru kau bilang?” tanya shin hye . “ya” jawab woo bin

“aku pernah mendengar itu sebelumnya… apa artinya?” tanya shin hye lagi . “aku di sini dan aku akan melindungimu selamanya” ujar woo bin. Suasana pun menjadi hening dan canggung tanpa kata kata.

Woo bin dan shin hye berjalan ke taman bersama untuk mengingat kejadian di foto itu, shin hye memegangi ato itu. “bekas luka itu…. Bisakah aku melihatny?” tanya woo bin. “tidak, aku tidak mau” tolak shin hye sambil menutupi jidatnya dan berlari tapi tiba tiba shin hye hampir terjatuh dengan sigap woo bin pun menahannya. “hati hati” ujar woo bin lalu melepaskan pegangan tangannya. “ini aneh meskipun kau berumur 8 tahun. Namun kau tidak bisa mengingat apapun” ujar shin hye heran

“aku tidak memiliki kenangan… waktu sebelum aku berumur 8 tahun.” Seru woo bin. “kenapa? Apakah kau mengalami sebuah kecelakaan?” tanya shin hye. “aku benar benar tidak ingin mengingatnya.” Ujar woo bin. “kalau begitu kau tidak perlu membicarakannya. Dalam kasus apapun, ini menarik bahwa kita telah bertemu di sini sebelumnya, dua puluh tahun yang lalu” kata shin hye kepada woo bin.

Lalu woo bin mengambil foto yang ada di tangan shin hye. Woo bin memperhatikan foto itu. “ ini romantic” ujarnya. “yah itu yang akan  terjadi jika itu adalah sebuah cerita” seru shin hye

“terlepas dari masa lalu kita, aku akan tetap menikahimu” kata woo bin

“mwo?kenapa ini tiba tiba?kau bilang kau tidak tertarik pada pernikahan, dan yang harus aku lakukan adalah bertahan selama 100 hari” protes shin hye. “ya situasi telah berubah. Aku harus mendapatkan persetujuanmu sekarang” ujar woo bin sambil memandang kearah shin hye.

“aku tidak setuju… aku masih terlalu muda untuk menikah, lagi pula aku tidak menyukaimu” ujar shin hye beralasan. Shin hye pun bergegas pergi, namun beberapa langkah shin hye tersandung, dia tersungkur ke tanah. Woo bin yang melihatnya hanya bisa menghela nafas dan mengusap usap keningnya..

Woo bin menggendong shin hye kerumah karena kaki shin hye keseleo. “kau membuatnya lebih sulit bagi kita berdua. Santai saja” kata woo bin yang masih menggendong shin hye

Ketika woo bin masuk rumah sekilas ayah shin hye melihat mereka berdua lalu diperhatikannya woo bin yang menggendong shin hye naik ke kamar atas. Ia pun tersenyum senang yang di ikuti ayah woo bin.

Saat sudah di kamar , woo bin menyeka kaki shin hye yang keseleo. “aku baik baik saja” ucap shin hye sembari menarik kakinya, tapi di tahan oleh woo bin. “aku hampir selesai.” Ujarnya sambil terus menyeka kaki shin hye. “jadi kenapa kau memutuskan untuk menikahiku sekarang?” tanya shin hye kepada woo bin “ karena bisnis dank arena ayahku menginginkannya.” Jelas woo bin . “direktur, kau sangat patuh. Kau tahu” puji shin hye. “ya ayahku seperti dewa bagiku” kata woo bin lagi

“dewa?” tanya shin hye lagi. “ya, ramah tapi tanpa ampun” jawab woo bin, shin hye pun terdiam mendengarnya, dia tidak mengerti maksud woo bin barusan.

“selesai…” kata woo bin. Tapi woo bin ingin memastikannya kembali, namun dengan cepat shin hye menutupi kakinya dengan selimut. “aku sudah mengatakan kalau kakiku baik baik saja, jadi kau harus pergi” usir shin hye, bukannya pergi woo bin justru berdiri lalu membungkuk kearah shin hye dengan cepat shin hye menutupi wajahnya dengan selimut karena dia takut jika woo bin akan menciumnya tapi ternyata woo bin hanya mengambil bantal yang ada di samping shin hye, bantal itu lalu woo bin letakkan di bawah kaki shin hye lalu digunakannya untuk menahan kaki shin hye yang keseleo. Shin hye lalu hendak mengambil poncelnya untuk mengsms ayahnya namun ponselnya diambil woo bin. “kau tidak boleh bermain hp saat di malam hari” suruhnya… “mengapa kau peduli?” tanya shin hye kepada woo bin “ karena aku adalah suamimu” jawab woo bin tegas… “cih itu konyol…” ejek shin hye lalu mulai memejamkan matanya.

Woo bin tersenyum lalu duduk di samping shin hye.shin hye pun mengintip dengan membuka sedikit matanya untuk memastikan apakah woo bin sudah pergi atau tidak, namunternyata woo bin masih duduk di samping shin hye *kenapa dia masih ada disini, apa yang akan di lakukannya?* tanya shin hye di dalam hatinya.

“mulai sekarang, aku berjanji akan melakukan yang terbaik” ujar woo bin.

Lalu di lihatnya dahi shin hye, di simpangnya dahi poni rambut shin hye dan di sentuhnya luka di dahi shin hye.

“boku gairu…” gumam woo bin lalu di kecupnya dahi shin hye, shin hye sangat terkejut dengan apa yang di lakukan woo bin, dia sedikit membuka kedua matanya, tak berselang lama woo bin mengakhiri kecupannya di dahi shin hye, dan shin hye kembali menutup matanya , woo bin sama sekali belum beranjak dari posisinya , dengan tiba tiba woo bin beralih menempelkan bibirnya dengan bibir shin hye… mata shin hye terbuka sempurna karena terkejut, jantungnya berdegup dengan kencang *ommo, apa yang dia lakukan?*tanya shin hye di dalam hatinya.

TBC

Gimana? Jelek ga? Mohon komennya ya chingu…

Aku mohon y reader deul, apapun kesalahanku atau kekurangan ff ku, kalo kalian dah baca tolonglah! Kalian ngasih tanggepan…*syukur syukur klo panjang* soalnya buat nih ff itu susah dang a mudah … jadi aku agak kecewa klo kalian cuman koment ‘next’/ komentnya kurang dari 5 kata… mohon ya reader …

9 thoughts on “You’re My Girl (4)”

  1. Ommo , woobin.na nyium shin hye ..
    Trus mksud.na woobin mau nikahn shin hye krna bisnis apa emang woobin udh suka ea ma shin hye .
    Apa woobin inget qlo trnyata shin hye tmen msa kcil.na , wobin bner2 cool namja ..
    Jd ksian ma shin hye , hihi
    Jd pnasaran ma next part.na nii .. Kekkeke~
    smangat ea thor nulis buad next part.na , crita.na mkin seru aja .
    Buad author gomawo ..

    Suka

  2. aigooo… ada apa dgn woobin. ciee udh berani ya woobin… apa woobin trauma masa lalu mknnya dia gk inget…. bikin penasaran… nexttttt ditunggu loh author🙂

    Suka

  3. Akhirnya muncul lagi ff.nya… Yeaaayy. Tp eonni, ku sedikit bingung dg perasaan woo bin nih.. Msh belom dpt feel dia sbnrnya suka ga sih sm shin hye.. Hhe, mohon kelanjutannya yahh eonni. Finghting

    Suka

  4. 0m0, . . Wobin apa yang terjadi?kenapa main cium2. . Itu apa ya yang dibilang w0obin sebelum ciuman, . .
    Ah m0ga aja mereka cepet nikah,tinggal serumah dan saling cinta,saling cemburu juga. . Hi hi
    begitU bAcA DIpart 4 tapi seru k0q,beneran bAgus . .
    Next th0r,fiGhthINg😉

    Suka

  5. apa yg terjadi sebenernya sama woobinn ???

    ciee,, ciee apa woo bin mulai suka ma hyeee ??

    makinnn seruuu

    Penasaran

    next chap d tunggu eon ^^

    LIKE

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s