[Vignette] SLIPSTREAM SAGA – New Divide

New Divide (fix version)

NEW DIVIDE

Scriptwriter: Aoko Cantabile [ @watashiwaisti ]

Main Cast: Bang Yongguk (Yongguk B.A.P) & Lee Chaerin (CL 2NE1)

Genre: Fantasy, AU, Crossover, Crime, Tragedy, Angst, Hurt,  OOC, Songfic

Duration: Vignette (± 1825 words)

Rating: PG-12 (for some harsh words)

Disclaimer:

I just own my storyline.

The casts belong to GOD, TS Entertainment, YG Entertainment and themselves.

Don’t judge story by title & poster!!

Let’s Read & Review !!!

**********

_In every loss in every lie. In every truth that you’d deny

And each regret and each goodbye was a mistake too great to hide

And your voice was all I heard. That I get what I deserve.

[Linkin Park ; New Divide]

Gelombang panas bekerjasama dengan tiupan pasir telah menyengat dua orang yang terselubung jubah tebal. Mereka berdiri di hamparan gurun bersamaan dengan seekor unta di samping mereka, tengah beristirahat di sepetak oasis sekaligus menampung air sebanyak-banyaknya untuk perjalanan mereka yang belum terlihat ujungnya.

Seseorang yang paling tinggi disana mencolek pundak temannya yang mengisi botol-botol plastik berukuran seliter masing-masing, menyadarkan temannya itu dari lamunan panjang.

“Nona Chaerin. Apakah kau telah usai beristirahat?” tanya orang tersebut. Yang dipanggil lalu tersentak kaget dan menatap balik orang yang bertanya padanya.

“Ah..Maafkan aku oppa. Aku telah selesai mengisi air untuk perbekalan kita. Mari kita lanjutkan perjalanan kita ke desa terdekat!” Teman yang ternyata adalah wanita dan bernama Chaerin itu lalu berdiri dan memeluk botol-botol yang telah penuh. Tetapi, tangan kekar milik pria di hadapannya –Bang Yongguk menahan pergerakan si wanita dan memandang Chaerin dengan sendu.

“Sampai kapan dirimu akan berhenti merasa bersalah, Nona Chaerin? Kau tak bisa terus-terusan berpindah ke satu desa ke desa lain dan menawarkan pengobatanmu. Kau juga harus memikirkan kondisi badanmu yang telah di ambang batas. Aku akan mengantarkanmu balik ke ibukota dan membawamu ke tabib.” Yongguk kemudian menarik salah satu lengan Chaerin dan Chaerin memberontak dengan menyentak genggaman Yongguk.

“Aku takkan pernah bisa hidup tenang sebelum aku melihat rakyat penduduk ini sembuh total dari bakteri V. Mengingat, penawar bakteri itu hanya aku yang memegangnya. Jangan pernah kau mengkhawatirkan kondisiku ini! Jika kau memang lelah, kau bisa kembali ke ibukota tanpa diriku.” jawab ketus Chaerin. Dia lalu membuang pandangannya ke arah lain dan menaruh botol-botol plastik ke sampiran pelana unta.

Yongguk menghela nafas lalu memeluk Chaerin dari belakang. “Jangan pernah kau pergi meninggalkanku, Nona Chaerin. Aku akan pergi bersamamu sampai kapanpun.” desah Yongguk di rungu Chaerin. Chaerin memejamkan netranya sesaat, menghayati pelukan mereka.

“…..dan jangan pernah memanggilku Nona Chaerin. Kita telah bersepakat bahwa tak ada hubungan seorang nona dan bodyguard-nya disini, yang ada sepasang kekasih bernama Chaerin dan Yongguk!!” perintah Chaerin membuat senyuman Yongguk melebar. Ia lalu menganggukan kepalanya dan mengecup puncak rambut Chaerin.

“Mari kita teruskan perjalanan kita sebelum badai pasir datang!!”

^^

Situasi desa yang jauh dari kata layak telah mengugah nurani Chaerin. Chaerin, seorang ilmuwan calon penerima nobel, profesor ternama dan guru besar serta putri dari Perdana Menteri di negara tersebut, menunduk dalam saat menyaksikan kondisi desa terluar dan berbatasan langsung dengan negara tetangga. Apa yang dilakukan oleh Chaerin bukan tanpa sebab. Dia merasa bertanggung jawab atas epidemik bakteri yang mewabah di negaranya. Menurut Chaerin, bakteri V takkan menjangkit penduduk disana jika dia tak menemukannya dan menceritakannya pada sang ayah. Ya, ayah Chaerin berniat untuk menjadikan bakteri V sebagai senjata biologis dan alat deterrence dari ancaman perang yang terjadi di kawasan negara sekitar.

Dan, malang tak dapat diraih! Terjadi kebocoran di laboratorium pribadi Chaerin, tabung-tabung bakteri V terbuka dari segel pengaman. Dan detik itu juga, bakteri V telah tersebar di penjuru negara dan menyerang siapapun tanpa belas kasihan. Chaerin yang begitu mengetahui permasalahan itu, dengan sigap menciptakan penawar bakteri dari antibakteri patogen -komposisi bakteri V, membuatnya secara massal dan mendistribusikannya kepada publik. Meski penawar itu hanya beredar di daerah sekitar ibukota, setidaknya korban bakteri V sedikit berkurang. Itulah yang membuat Chaerin bertekad untuk berkeliling ke seluruh wilayah di negaranya, bermaksud untuk memberikan si penawar. Walau keinginannya itu sempat ditolak oleh sang ayah juga kekasih yang merangkap sebagai bodyguardnya, Chaerin akhirnya bisa meyakinkan mereka dengan prasyarat Yongguk akan selalu menemani Chaerin berpergian kemanapun.

Rekognisi Chaerin terputus kala Yongguk menawarkan sepiring kentang tumbuk padanya. Chaerin menerima dengan senyuman sumringah lalu memakannya dengan setengah hati.

“Menurutmu, apa cara terbaik untuk menembus dosa?” tanya Chaerin acak. Yongguk yang tengah mengunyah sesendok kentangnya lalu terdiam dan menelannya susah payah.

“Aku tak bisa menjawab pertanyaanmu karena kurasa aku belum menemukan cara untuk menembus dosa-dosaku.”

“Seumpama…nanti…aku…..mati karena aku menembus dosa-dosaku. Apakah kau masih mengingatku?”

“Chaerin-ah…jika peristiwa itu benar-benar terjadi. Aku adalah orang yang paling merasa terkutuk dan…mungkin..aku akan menyusulmu.”

“…….dan kenapa kau harus menanyakan hal seperti itu? Kurasa manusia sepertimu takkan memiliki dosa sebesar diriku.” ujar Yongguk tanpa beban. Chaerin meletakan piring makanannya di sisi lain lalu menatap manik kelam milik kekasihnya.

“Seandainya saja aku tak pernah menciptakan bakteri V maka negaraku tidak akan menderita seperti ini.” desah Chaerin pelan. Yongguk menelaah ucapan Chaerin dalam keheningan. Atensinya lalu menyoroti sebuah pagar pembatas di ujung desa. Guratan wajahnya lalu mengeras seakan dia sedang memikirkan sesuatu.

“Chaerin-ah…aku memiliki sebuah rahasia dan jika rahasia itu memperlihatkan kenyataan yang pahit dan….wujudku yang sebenarnya….yang ternyata adalah penjahat. Masih berhak kah aku mencintaimu dan apakah kau mau menerimaku?” mendengar kalimat Yongguk, Chaerin memicingkan mata, heran dengan apa yang dikatakan oleh pacarnya.

“Kau tidak salah makan kan, oppa? Sekalipun kau adalah mata-mata, aku tetap mencintaimu apa adanya.” Yongguk menelan salivanya perlahan. Bulir keringat menetes dari dahinya. Chaerin kemudian menjinjit kakinya dan mengusak rambut Yongguk seraya tertawa kecil.

 “Yasudah kita lupakan saja obrolan andai-andai kita ini! Sebentar lagi matahari akan terbenam dan kita harus mempersiapkan makan malam untuk penduduk desa.” Chaerin menggandeng lengan Yongguk dan membawanya ke tenda peristirahatan mereka.

^^

Mentari belum menyembul dari peraduannya. Angin gurun bertiup kencang saat Chaerin terbangun oleh suara ribut-ribut dari luar tendanya. Jantungnya semakin berdegup saat melihat Yongguk tidak berbaring di sampingnya. Secepat kilat itu juga, Chaerin bangkit dari sleeping bag dan keluar dari tenda.

Dan, Chaerin terperangah, menyangsikan pemandangan yang tak pernah terlintas di benaknya. Kedua tanggan Yongguk dibelenggu oleh sekompi tentara. Wajah Yongguk babak belur, seperti habis dipukuli. Chaerin hampir saja meneteskan air matanya jika saja ia ingat posisinya sekarang.

“Ada apa ini? Kenapa Yongguk-ssi kalian perlakukan seperti itu?” jerit Chaerin dengan emosi mengepul di ubun-ubun.

“Maafkan atas kekacauan dan keteledoran yang telah kami lakukan. Kami mendapatkan laporan dari sumber terpercaya kami dan mengidentifikasikan bahwa Bang Yongguk adalah mata-mata dari negara rival kita. Selain itu, dia adalah dalang utama peristiwa kebocoran laboratorium milik Nona Chaerin. Perdana Menteri telah memerintahkan kami untuk sesegera mungkin menangkapnya dan membawanya ke ibukota agar bisa diadili secepatnya.” Kalimat demi kalimat yang diucapkan dari salah satu tentara itu telah membobol keyakinan Chaerin. Kekasih yang ia cintai segenap hatinya dan ia rela untuk melakukan apapun agar Yongguk bahagia telah merusak kepercayaannya.  Yang bahkan telah menjerumuskannya pada kemelut bakteri V ini. Kedua tungkai Chaerin melemas, dia terjatuh lalu menangis –yang merupakan suatu aib baginya.

“Kau…… Apakah benar yang telah dikatakan oleh mereka? Harap kau jujur padaku kali ini!!” tanya Chaerin sambil menatap tajam manik Yongguk.

“Ya. Semua yang mereka katakan benar sekali tanpa ada satupun yang direkayasa. Aku adalah mata-mata dari negara I dan telah diinstruksikan oleh pimpinan negaraku untuk membobol laboratoriummu dan mengkondisikan negaramu chaos.” ucap Yongguk dengan ekspresi datar.

“Kau sungguh kejam, Yongguk-ssi!!! Kau…kau…mengkhianatiku, ayahku juga penduduk yang tak bersalah di negara ini. Aku benci padamu!!! BENAR-BENAR MEMBENCIMU!!” jerit Chaerin. Ia tak kuasa berlama-lama melihat sosok Yongguk. Dia kemudian meninggalkan Yongguk dan meminta tentara-tentara itu untuk menyerahkan Yongguk pada pengadilan militer selekasnya.

^^

Tujuh hari sudah Yongguk diperiksa oleh pengadilan militer dan pengadilan telah memutuskan untuk menghukum mati Yongguk . Selama tujuh hari tanpa kepastian, Chaerin menjelma selayaknya manusia tanpa emosi. Bergerak tanpa berekspresi. Mengerjakan misinya dengan pikiran yang entah kemana.  Tersenyum namun tak ada rona kebahagiaan yang terpancar di wajahnya.

Dan, ketika berita hukuman mati Yongguk telah terdengar di kupingnya. Chaerin lalu berkemas-kemas, mempersiapkan kepulangannya ke ibukota. Dengan sedikit waktu yang tersisa, Chaerin berharap dapat menemui Yongguk untuk terakhir kalinya.

Sehari sebelum eksekusi Yongguk, Chaerin akhirnya tiba di ibukota negaranya. Dengan langkah terburu-buru, ia datang ke tempat yang sementara menawan Yongguk, memohon bak pengemis pada Jenderal Besar dan Perdana Menteri agar dapat berjumpa dengan Yongguk.

Setelah diizinkan dengan berbagai macam prasyarat, Chaerin berhasil menemui Yongguk. Ia sekarang duduk berhadapan dengan Yongguk di dalam ruangan kedap suara dengan kamera CCTV terpasang di beberapa sudut serta pasukan penjaga yang berjaga di depan pintu ruangan.

Yongguk tak mempercayai penglihatannya kala melihat Chaerin duduk di depannya. Ia yakin Chaerin telah membencinya dan tak ingin melihat dirinya lagi. Sedangkan Chaerin terenyuh menyaksikan kondisi Yongguk yang kurus dengan lingkaran hitam yang menghiasi kedua pelupuknya.

“Lama tak berjumpa, oppa.” Kata pertama menguar dari bibir Chaerin. Likuid yang berhasil ia tahan dan keluar terakhir kalinya saat mengetahui Yongguk mengkhianatinya, lantas tumpah merupa anak sungai. Secara hati-hati, tangan kanan Yongguk mengusap bulir air mata Chaerin.

“Jangan pernah menangis untuk orang jahat sepertiku, Chaerin-ah! Aku tak pernah pantas untuk kau tangisi dan kau khawatirkan. Hiduplah bahagia dengan menjadi Lee Chaerin bersama orang yang layak bersamamu”

“Aku tak pernah bisa membayangkan aku hidup tanpa dirimu,oppa. Kau takkan pernah melakukan kejahatan itu jika aku tak pernah menciptakan bakteri V. Aku sama sepertimu, seseorang yang seharusnya dihukum atas kejahatannya.”

“Tidak, Chaerin-ah. Kau jangan berpikir seperti itu! Aku sangat sedih melihatmu seperti ini. Kubur saja masa lalumu bersamaku dan lanjutkan lah dengan bahagia ya.. Sebaiknya kita harus berpisah kali ini!” Yongguk lantas berdiri dari bangkunya, bersiap untuk memberi pertanda pada penjaga bahwa pertemuannya telah usai.

Oppa …Bagaimana kalau kebahagiaanku berotasi padamu?” tanya Chaerin singkat. Yongguk menunduk, tak sanggup memandang Chaerin lebih lama lagi.

“Aku mencintaimu apa adanya, Bang Yongguk.” ujar Chaerin pelan. Ia lalu bergegas menuju pintu yang telah dibukakan oleh si penjaga.

“Aku juga mencintaimu, Lee Chaerin.” jawab Yongguk lirih. Kalbu Chaerin serasa tertusuk mendengar kalimat perpisahan itu. Ia ingin sekali memutar waktu jauh sebelum ia menciptakan bakteri V. Dan jika saja ia mengetahui Yongguk adalah mata-mata sedari lama, maka ia akan membujuk Yongguk untuk melupakan misi tersebut dan hidup bahagia bersamanya.

^^

Seorang pelayan menggedor pintu kamar putri majikannya, berniat untuk memberi kabar bahwa makan malam telah siap dan sang ayah telah menunggunya di meja makan. Namun, hingga ketukan ke puluhan kalinya, tak ada respon dari dalam kamar.

Dengan perlahan, ia membuka pintu kamar tersebut. Suara pembawa berita dari layar datar televisi yang terdengar begitu lantangnya menyambut kehadirannya, menyampaikan peristiwa eksekusi salah seorang mata-mata telah dilaksanakan beberapa jam yang lalu. Matanya melihat si putri majikannya tengah tertidur pulas di kasur dan secara lembut, ia membangunkannya.

“Nona Chaerin, makan malam telah siap.” Lagi-lagi yang dibangunkan tak ada tanda-tanda menunjukkan gerakan untuk terjaga. Pelayan lalu mengoncang badan Chaerin agak keras dan tanpa sengaja tangannya menyentuh leher Chaerin yang dingin.

Pelayan itu kemudian panik dan memeriksa nadi di leher Chaerin, yang ternyata sudah tak berdenyut lagi.

Sekilas ia menatap sebuah tabung obat yang kosong dan secarik kertas yang tertera di meja sampingnya. Dengan hati yang sesak, ia membaca pesan di kertas tersebut,

Yongguk Oppa…

Entah kenapa, beberapa hari sebelum aku terakhir kali menemuimu, rasa benciku padamu telah hilang.

Aku selalu teringat pada kalimatmu yang menyatakan bahwa kau akan menyusulku apabila aku mati karena menembus dosa-dosaku.

Dan…maafkan aku yang tak bisa mengiyakan kemauanmu untuk hidup bahagia sebagai Lee Chaerin tanpa kau disisiku.

Karena sungguh kebahagiaanku beredar di sekeliling keberadaanmu dan aku juga tak ingin hidup tanpa dirimu.

Semoga kita dapat bertemu lagi nantinya.

Love U always,

Lee Chaerin

Fin.

*Aoko’s Note:

This fic is a part of Slipstream series that already published in https://ygentertainmentfanfiction.wordpress.com/ , you can also found this fic in there.

Dimohon kritik dan saran yang membangun..

Thanks a lot for reading J

Warm Regard,

Aoko Cantabile

One thought on “[Vignette] SLIPSTREAM SAGA – New Divide”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s