[Vignette] Too Beautiful

Too Beautiful

Title: Too Beautiful

Scriptwriter: Red99

Main Cast: BTS’s Jeon Jungkook, Twice’s Kim Dahyun

Support Cast: OC Lee Hayeon

Genre: Romance, Fluff

Duration: Vignette

Rating: PG-13

Bagiku, menjadi perempuan adalah hal yang sulit. Merasa tertekan itu pasti. Tertekan karena selalu merasa kurang bagi pasangan mu yang bahkan lebih indah dari yang kau bayangkan. He just too beautiful.

.

.

.

Seorang gadis dengan langkah yang agak cepat berjalan menuju sebuah kafe kecil yang berada di tepi jalan. Pakaiannya yang terbilang simple dan tampak tak sefeminin pakaian gadis kebanyakan tampak begitu nyaman dipakainya. Ia terus berjalan sambil menggenggam ponsel di tangan kanannya dengan senyuman manis yang terpancar dari wajahnya.

Sampai akhirnya ia tiba di sebuah kafe yang sedari tadi ia tuju. Dengan pasti, Ia membuka pintu masuk kafe dan tampak mencari-cari seseorang. Setelah dirasa ia menemukan orang yang dicarinya, Ia pun segera menghampiri seorang lelaki yang sedang duduk di meja dekat kaca yang menunjukkan pemandangan jalanan di luar kafe tersebut.

Gadis tadi dengan rusuh mendudukkan diri di hadapan lelaki itu, dan berkutat dengan ponselnya seperti sedang mencari sesuatu,

“Ya, Jeon Jungkook! Aku baru saja menemukan sesuatu!” Ucap gadis itu yang sontak saja mengundang rasa penasaran dari lawan bicaranya yang sebenarnya adalah kekasih dari gadis tersebut.

“Apa? Apa yang ingin nona Kim tunjukkan padaku, huh?” Jawab Jungkook kepada gadis cantiknya yang memiliki marga ‘Kim’ itu.

“Aku benar-benar beruntung dapat menemukan ini. Gosh, Aku bahkan masih tak menyangkanya!” deretan kata itu semakin membuat Jungkook penasaran.

“Kim Dahyun, Jangan buat aku penasaran!” Jungkook kini bergerak untuk mengambil ponsel yang di pegang gadisnya itu. Namun dengan sigap, Dahyun –nama gadis itu— menahan tangan Jungkook dan segera menunjukkan layar ponselnya kedepan mata kekasihnya itu.

Tampak jelas ekspresi terkejut yang di lukiskan di wajah tampan milik Jungkook. Jelas saja, Itu adalah foto masa kecil Jungkook yang jujur saja dapat dikatakan ‘aib’ Jungkook selama ia hidup. Jungkook nampak tak terima oleh apa yang baru saja ia lihat, “Ya, Kim Dahyun! Bagaimana kau bisa menemukan—“

“Tentu saja aku bisa. Bahkan pada kali pertama aku menjadi stalker saja aku sudah dapat menemukan hal sehebat ini hahaha” Dahyun tertawa puas dan menarik ponselnya lagi.

“Aku bahkan menemukan lebih dari satu. Wah, ini sungguh hiburan yang sangat hebat!” Lanjut Dahyun lagi sambil menggeser-geser layar ponselnya.

“Dahyun-ah, ku mohon hapus itu semua..” Nada bicara Jungkook berubah menjadi nada memohon. Ia pun turut mengubah ekspresi wajahnya.

“Tidak. Aku tidak akan menghapusnya. Butuh banyak perjuangan untuk aku menemukan semua ini. Enak saja!”

“Lihat saja! Aku akan membalasnya!” Jungkook pun berkutat dengan ponselnya dan tampak mencari-cari hal yang serupa dengan apa yang Dahyun cari—ia berusaha mencari aib milik kekasihnya—

Tak lama kemudian, Jungkook menyeringai menatap Dahyun yang tengah meminum minuman yang tadi sempat ia pesan sambil menunggu pembalasan kekasihnya, “Apa?!” Tanya Dahyun pada Jungkook.

“Aku telah menemukannya.” Jawab Jungkook singkat.

“Tidak mungkin secepat itu. Kau pasti hanya ingin mencoba membuat ku panik atau hal sema—“

Ucapan Dahyun terpotong setelah melihat apa yang tiba-tiba Jungkook tunjukkan padanya. Tangannya dengan refleks mencoba meraih ponsel yang di pegang Jungkook. Namun tangan mungilnya itu dapat dengan mudah di genggam oleh Jungkook, “Sudahlah. Kita sudah impas, bukan?” Goda Jungkook.

“Tapi—, Ya! Kumohon hapus foto itu, Jungkook-ah” Pinta Dahyun dengan wajah memelas.

“Tidak. Aku tidak akan menghapusnya. Lagipula ini lucu. Kau tidak pernah jelek.” Ucap Jungkook sambil tersenyum manis ke arah Dahyun.

Perilaku Jungkook itu membuat Dahyun terdiam barang sejenak. Sampai ia pun mulai membuka mulutnya lagi, “Aku akan menghapus foto mu, Jungkook. Jadi tolong—“

“Tidak boleh. Kau tidak boleh menghapusnya. Memangnya kau rela untuk menghapusnya?” Pertanyaan Jungkook itu kembali membuat Dahyun terdiam. Dahyun pun menghela napasnya kasar.

“Ah, sudahlah. Aku lelah.” Dahyun kembali meminum minuman yang ada di hadapannya.

“Jangan minum terlalu banyak. Kau akan sakit perut nantinya.” Ucap Jungkook, bermaksud menggoda.

“Jeon Jungkook, Bisakah kau di—“

“Jungkook-ah, kau ternyata disini? Sedang berkencan, huh?” Tiba-tiba saja seorang gadis cantik menghampiri Jungkook dan menyapanya.

“Tentu saja. haha” Jawab Jungkook singkat dengan senyuman yang begitu merekah.

“Oh iya, jangan lupa mengerjakan PR sejarah. Itu terlihat cukup banyak. Aku tak ingin kau sampai lupa mengerjakannya.” Ujar gadis itu yang sedikit membuat Dahyun tidak enak hati. Nada bicara gadis itu sungguh membuat Dahyun merasakan sesuatu yang aneh.

“Aku tak akan melupakan tugas sebanyak itu, Lee Hayeon. Tenang saja.” Jawab Jungkook sambil sedikit terkekeh.

Good! Baiklah, kalau begitu aku pergi duluan ya. Sampai bertemu besok di sekolah!” Gadis yang bernama Hayeon itu melambaikan tangannya ke arah Jungkook dan Dahyun lalu segera pergi dari hadapan mereka berdua.

Hening pun terjadi. Dahyun menundukkan kepalanya sambil mengaduk aduk minumannya dengan sedotan yang dipakainya untuk meminum. Sedangkan Jungkook kembali meminum minumannya sendiri sambil memandangi pemandangan kafe.

“Teman yang baik.” Ucap Dahyun tiba-tiba. Jungkook langsung menoleh ke arah Dahyun. Ia sedikit terkejut dengan tanggapan Dahyun itu. Dahyun bukanlah tipe orang yang akan dengan mudah menilai orang lain. Ia sedikit cuek.

“Hayeon memang seperti itu, bukan? Ia selalu saja mengingatkan tugas. Bahkan ia mengalahkan ibu ku sendiri.” Jawab Jungkook asal.

“Berarti Ia telah mengalahkan ku telak.” Tutur Dahyun tegas. Seketika Jungkook menegakkan tubuhnya dan mengedipkan matanya berulang kali.

“Dahyun-ah, Bukannya aku—“

“Pernahkah kau merasa bosan memiliki kekasih seperti ku?” Kata-kata itu sungguh membuat Jungkook terkejut. Ia begitu bingung apa yang sebenarnya terjadi pada kekasih nya itu.

“Kenapa kau tiba-tiba berkata seperti itu, Dahyun-ah? Apa karena perilaku Hayeon tadi?”

“Bukan. Aku berkata seperti itu karena dirimu. Aku memang ingin menanyakan hal itu sejak lama.”

Jungkook sengaja tak menjawab pernyataan Dahyun. Ia memang khawatir, namun Ia rasa gadisnya itu butuh waktu untuk berbicara serta menenangkan diri.

“Aku hanya merasa bahwa mendapatkan mu adalah keberuntungan. Aku sangatlah kurang bagi mu. Aku tak bisa memperhatikanmu, aku mungkin tak bisa menjadi pendengar yang baik, aku tak bisa mengingatkan mu untuk melakukan sesuatu, aku sangat tidak pantas bagi lelaki seperti kau, Jungkook.” Ia menundukkan kepalanya. Air mata mulai mengalir di pipi mulus nya. Nafasnya pun mulai sesak.

“Apa yang membuatmu berpikir seperti itu, Dahyun? Aku bahkan sama sekali tak pernah memikirkan hal-hal itu. Lagipula itu adalah kewajiban ku. Kewajiban seorang lelaki. Kau tak perlu berpikir seperti itu, Dahyun.” Jungkook mulai menggenggam tangan Dahyun yang tergeletak lemas di meja makan.

“Tapi aku ini benar-benar tak melakukan apapun untuk mu, Jungkook. Aku hanya datang kepada mu dan bercerita tentang diri ku sendiri. Aku terlalu egois.” Dahyun menarik tangan yang tadi di genggam Jungkook lalu melipat kedua lengannya di atas meja dan menenggelamkan wajahnya di atasnya.

Jungkook pun berdiri dari tempat duduknya dan berpindah ke sisi Dahyun. Mengangkat bahu Dahyun dan mengarahkan tubuh gadisnya itu menghadap dirinya.

“Dahyun-ah, dengar! Kau hanya berpikir terlalu berlebihan. Aku menyayangi mu, dan aku tak mengharapkan balasan. Karena aku benar-benar tulus. Kau ingat, saat aku berusaha mendapatkan mu, aku sampai benar-benar tak tahu malu. Aku tak memikirkan reaksi orang-orang yang menganggapku aneh atau apapun. Itu semua karena aku tulus, Dahyun. Kau tak perlu berpikir seperti itu.” Ucap Jungkook sambil mengusap rambut Dahyun lembut.

“Tapi masih banyak gadis lain yang bahkan lebih baik dari diriku. Gadis yang dapat memperhatikan mu dan melakukan banyak hal untuk mu. Kenapa kau masih memilih aku?”

“Itu bukan pertanyaan yang perlu ku jawab, bukan? Aku yakin kau telah mengetahui jawabannya.” Jungkook menampakkan senyuman yang agaknya sedikit membuat Dahyun tenang.

Dahyun pun memeluk tubuh Jungkook erat. Menangis di atas dada bidang lelaki itu, “Aku menyayangimu, Jungkook. Aku pun sangat mencintaimu. Kau boleh saja pergi, tapi ku mohon jangan sekarang. Tolong biarkan aku bahagia untuk saat ini saja.”

“Aku akan membuat mu bahagia sampai kapanpun, Dahyun. Aku tidak akan meninggalkan mu. Kau harus ingat itu.”

.

.

.

Kau terlalu indah sampai aku benar-benar tak bisa berpikir secara jernih. Namun dengan kehangatan mu selalu meyakinkan ku bahwa kau akan selalu berada di sisi ku. Aku mempercayaimu, Jungkook.

.

.

.

FIN

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s