You’re A Liar (1)

You're A LiarYou’re a Liar

Title: You’re a Liar

Scriptwriter: Han Eun Ra

Main Cast:

  • Kim Min Gyu (SVT)
  • Jeon Won Woo (SVT)
  • Song Chae Rin (OC)
  • Choi Hye Rin (OC)

Support Cast:

  • Jeon Jong Kook (BTS)
  • Other random cast

Genre: Mistery, Drama, Romance

Duration: 3 Chapter

Rating: 16+

Mengapa tanganku selalu berkeringat ketika aku memegangnya? Mengapa pikiranku selalu terusik ketika mendengar namanya? Manusia yang ku anggap bukan manusia.

Chaerin POV

Huhh.. Lagi-lagi kena marah sama professor itu lagi. Capek lama-lama. Mana panas kaya gini lagi. Aigoo jinjaa. Harusnya normal dong aku banyak salah huruf kapital di makalahku apalagi ini percobaan kedua ku. Bukannya dia tahu sendiri aku lebih fokus ke baletku dibandingkan jurusan tekhnik ini. Huh. Ini smua gara-gara appa.

“Chaerin-aah!”

Eoh?? Wae?”

Anii.. aku hanya senang saja makalah ku sudah diterima tinggal menunggu waktu graduation!”

Aigoo.. cukhae Su Yeon -aahh”

“Bagaimana denganmu?”

“Hmm mimpi saja. Kau beruntung bisa memilih jurusan seni”

“Hahahha.. nee.. kau bisa Chaerin! Kau ini pintar, otak encer,…”

“Sstt jangan mulai yaa..”

“Yasudah aku habis ini ada konser piano, duluan yaa!! Annyeong!”

Huhh.. beruntungnya dia. Andai aku bisa masuk jurusan seni seperti dia. Hah sudahlah. Mau apalagi. OMMO! Aku lupa! Aku ada persiapan lomba balet hari ini!

Author POV

Chaerin berlali menuju parkiran mobil dan segera mengendarai mobilnya. Awalnya Chaerin menyetir sambil ngos-ngosan habis lari, tetapi sekarang sudah mereda. Hati Chaerin masih berdegup kencang takut kalau kalau ia terlambat lalu dimarahin lagi sama guru baletnya. Jackpot. Guru balet dan proffesor.

Saeem!! Songsaengnim!”

Sudah 10 menit chaerin mencari gurunya tetapi tidak ketemu. Ya, sekolah baletnya memang sangat besar, susah untuk mencari orang.

“Chaerin! Song Chae Rin!”

Tiba-tiba suara itu menghentikan Chaerin berlali di koridor lantai 4. Takut. Itu yang dirasakan Chaerin. Karena dari unsur-unsur suaranya, terlihat mencurigakan. Chaerin memberanikan diri untuk berbalik arah dan terlihat jauh di ujung koridor itu siluet manusia, seperti laki laki tapi tak terlihat mukanya karena jauh.

Nu.. nuguseyo?”

Kaki siluet itu melangkah dekat menuju Chaerin. Chaerin baru menyadari manusia itu memegang suatu benda. Chaerin pun berlali ketakutan. Ia berlari menuju main hall di lantai 7. Ia mendengar bahwa manusia itu mengejar nya.

“Chaerin!! Song Chaerin!”

Itu yang duteriakkannya berkali-kali sampai mereka sampai ke hall. Saat di pintu hall Chaerin sudah kehilangan nafas. Ia istirahat sebentar karena mendengar sudah tidak ada yang mengejarnya. Plok. Tangan yang entah punya siapa itu menyentuh pundak Chaerin dan Chaerin pun berteriak.

Mingyu POV

 

Chaerin lama sekali. Pantatku akan pegal jika melihat gladi bersih balet ini tanpa dia ada. Padahal dia pemeran utama. Kenapa lama sekali. Sudah banyak orang tua pemain yang menunggu melihat latihan gladi bersihnya karena mereka malas pulang habis mengantar anaknya. Aku? Aku.. akuu.. yaaa aku menunggu tetangga apartementku. Tak lebih. Hanya sekedar tetangga. Ia tinggal sendiri. Walaupun sebenarnya ia memiliki seorang appa di Gangnam. Jadi aku selalu menemaninya. Bagaikan kakak. Hugh. LAMA SEKALI. Aduh aku ingin ke toilet.

“Aaaaaaa!!”

Suara apa itu? Seperti teriakan seorang yeoja. Lebih anehnya lagi seperti yeoja yang ku kenal. Tetapi entah siapa. Krinng.

Yoboseyeo?”

 

“Ne.. apakah ini Kim Mingyu?”

“Ne.. benar. Nuguseyo?”

“Ahh.. Mingyu-ah. Ini aku, Hyerin.”

“Ohh!! Hyerin-aaah. Aigoo.. bogoshipeosoo. Kau ganti nomormu?”

Jinjja?? Ahh.. Ne.. Jangan bohong kau ini. Apa kau sudah punya yeojachingu baru ?”

“Hmm.. tentu saja ada.”

Yak!”

 

“Namanya Choi Hye Rin.”

“Ihh.. jangan bikin jantungan deh. Oiya aku sampai sana kira- kira 2 jam lagi. Mau ketemu dimana?”

N..nee??? Ketemu? Sekarang? Tapi..”

“Kau ini sama saja. Sudah 5 tahun ku tinggal tak ada perubahan juga. Yasudah. Besok saja. Annyeong.”

“Jangan marah chagii.. mianhaee. Saranghae chagiiyaang~”

Yaa. Choi Hyerin. Kami sudah pacaran selama 7 tahun. Dan 5 tahun kami merasakan LDR Korea-USA. Sangat sulit. Sungguh sulit bagiku. Tapi aku tetap setia tentunya. HAHA.

 

Chaerin POV

 

Aku hanya bisa berteriak. Aku tak tahu harus berbuat apa. Aku memberanikan diri untuk menengok. Tidak! Dari bayangan terlihat ia mengangkat suatu barang dari tangan satunya. Aku terlalu takut. Takut. Takut untuk meninggalkan dunia ini sekarang dan mengetahui siapa pelakunya. Ayo Chaerin. Kamu haruss….

Annyeong.”

 

Ommona setelah aku menengok ternyata..

Aigoo.. Jeon Wonwoo! Kau sangat menyebalkan. Kukira siapa.”

“HAHAHHAA! Kau lucu sekali saat ketakutan. Oiya. Nih, sepatu balet kamu ketinggalan di ruang praktikum mesin tadi.”

“Ohh.. Hahahaha! Gomaptaa~”

“Kau sudah selesai latihan ?”

“AH! Aku hampir lupa! Gomawoo.. annyeongg!!”

 

Untung manusia yang biasanya iseng ini mengingatkanku. Kalau tidak, mungkin aku tidak jadi latihan hari ini. Hugh.

Songsaengnim!”

“Yak! Kau ini benar-benar. Cepat ganti bajumu kita sudah telat 30 menit gara gara kamu.”

“Hehehe. Arraseo. Mianhabnida~”

 

Mingyu POV

 

Huh. Habis dari toilet, bahkan aku lupa jalan baliknya kemana. Terakhir kesini 1 tahun yang lalu saat Chaerin persiapan konser. Oiya. Chaerin kemana sih? Ditelfon gak diangkat. Dan suara teriakan tadi ?

“Chaerin-ah! Song Chaerin!”

Arghh.. aku benar-benar tidak tahu harus kemana. Sangat besar. Dan seperti labirin. Tunggu. Siapa itu?

“Song Chaerin?”

“Ani. Ini aku. Hyung tak sedarah daging kesayanganmu.”

“Jeo.. Jeon.. Jeon Wonwoo??”

Chaerin POV

 

Hugh.. Cukup melelahkan hari ini. Aku malas untuk pulang ke Gangnam. Adanya hanya bertemu dengan appa yang selalu memaksaku untuk belajar tentang tekhnik yang bukan cita-citaku. Bahkan aku sama sekali tidak tertarik terhadap hal itu. Tapi mau bagaimana lagi. Masa emnolak appa untuk yg ke 4 kalinya? Huh. Hugh. Eomma. Bogoshipesoo.

“Chaerin! Kau sudah pulang ?”

“Ne..”

“Chaerin, sini sebentar. Appa mendapat universitas teknologi terbagus di Jerman. Kau mau? Ini sangat menarik Chaerin!”

“Ergh.. Anni. Siro. Disini saja cukup. Aku lelah mau tidur.”

Argh. Tidak bisakah appa mengerti? Aku sama sekali tidak tertarik dalam bidang lain kecuali seni. Setiap kali aku menjelaskannya ke appa, appa akan memelas tegas yang membuat ku tak tega. Bahkan aku ikut sekolah balet ini saja tanpa diketahui appa. Biaya. Biaya? Beasiswa. Argh. Aku lelah. Ingin tidur.

“Chaerin-ah!”

“Ne?”

“Chaerin-ah, appa sudah mencoba mendaftarkanmu di universitas yang di Jerman! Dan kau bisa ujian minggu depan! Appa belikan tiket besok jam berapa?”

“MWO?! Appa!! Siroo! Aki tidak mau!”

“Tak apa Chaerin-ah. Appa tidak akan kesulitan mengurus universitasmu yang disini,…”

“APPA!!”

“Wae? Kau tidak suka? Anak siapa kau? Dilahirkan oleh siapa kau ?”

AAAAAA. Rasanya aku hanya ingin berteriak! Aku menyesal pulang kesini. Aku ignin segera kembali ke apartement yang apa tidak tahu tempatnya itu. Argh!

“Chaerin-ah. Ini demi masa depanmu. Kau harus mencobanya.”

“Appa. Apakah appa tidak puas? Appa mau aku meninggal seperti Chaeyeon eonnie?”

“CUKUP! Jangan. Jangan sebut anak tak tahu diri itu di depan appa.”

“APPA!”

“Dia yang tidak mau menuruti Appa. DIA YANG TIDAK MAU.”

Aku tidak tahu harus berbicara apalagi. Appa terlalu keras kepala. Aku hanya berlari oergi menuju mobil dan memgendarainya cepat. Ini tidak hanya sekali. Appa sudah sering mendaftarkanku tiba tiba seoerti ini. Tapi aku selalu memberontak dan pergi. Tapi baru pertama kalinya aku mengungkit tentang Chaeyeon Eonnie. Ya. Eonnie kandungku.

Mingyu POV

Hari ini berakhir dengan tanpa melihat Chaerin sama sekali. Agak mengganggu. Karena mungkin hampir setiap jam aku akan melihatnya. Tetapi tidak hari ini. Ah iya! Hyerin!

“Yoboseyo?? Hyerin-ah”

“Mm.. Waeyo?”

Aaa. Dugeun dugeun! Sudah 5 tahun sejak aku melihatnya. Walaupun aku skype dengannya tapi melihat langsung pasti akan sangat berbeda. Kami akan bertemu di tempat favorit kami, restoran cheese ramyeon dengan sojunya yang sangat enak. Sudah 5 tahun juga terakhir aku kesini. Ah! Itu dia!

“Hyerin-ah!”

“Mingyu-yaa!!”

Kami larut dalam pelukan. Wow. Dia sedikit berbeda. Rambutnya sekarang panjang, hitam, wavy, lembut, matanya yang masih hitam lekat dari dulu dan tingginya yang masih setinggi pundakku. Terlihat cantik. Sangat cantik.

“Aigoo.. Untung saja tak ada yang mengambil yeoja kecilku ini.”

“Mwoya.. Adanya aku yang khawatir namja ini akan punya banyak yeoja”

“Au.. Gwiyopta. Poppo ??”

“Aish.. Sirooo.. Jangan disini namja aneh.”

Aa. Dia lucu sekali. Gemas. Andai kalian bisa bertemu langsung dengannya, oops. Jangan. Kalian mungkin bisa fall in love. Andwae. Tidak boleh. Setelah makan yang banyak kami jalan menyusuri Sungai Han. Tangan yang sudah 5 tahun tidak kupegang akhirnya kupegang lagi. Aku tidak pernah bertingkah seaneh ini didepan yeoja lain kecuali dia. Choi Hyerin. Sangat memalukan. Sepanjang sungai ini, tanganku yang bersatu dengannya berkeringat. Padahal biasanya kalo photoshoot juga gak pernah. Argh. Memalukan.

“Mingyu-ya”

“Eoh?”

“Fotomu. Sampai majalah USA.”

“Ne?? Jinjja?”

“Em.. Kau yakin mau keluar dari model?”

“Eoh. Aku sangat yakin. Aku ingin masuk bidang bisnis. Ah iya. Sejak kapan kau membaca majalah?”

“N..ne? Ah.. Teman Koreaku yang disana,Jeon Jungkook memberitahuku”

“MWO?!”

Author POV

 

Lalu Mingyu cepat-cepat mengganti topik dan mengantar Hyerin pulang. Setelah mengobrol hal lain di rumah Hyerin, Mingyu pun segera pulang ke apartementnya. Pikirannya sangat berantakan. Hari dimana ia bertemu dengan Jeon Wonwoo dan mendengar kata Jeon Jungkook. Dua nama yang selalu menganggunya bahkan hanya mendengarnya saja. Sebenarnya Jeon Jongkook tidak begitu masalah baginya. Jeon Wonwoo. Manusia yang menurut Mingyu bukan manusia. Ia tak menyangka akan bertemu Wonwoo lagi setelah 3 tahun berlalu. Sampai di apartement ia menuju mini market yang berada di lobby terlebih dahulu.

“Eoh? Mingyu-ya!”

“Song Chaerin!”

Tanpa disadari Mingyu berlari ke arah yeoja berambut panjang coklat yang lurus serta bermata coklat itu dan merangkulnya segera. Chaerin kaget melihat hal ini. Karena biasanya, Mingyu hanya akan membullynya, mengejek pakaiannya jika tidak kontras, mengacak-acak rambutnya dan menginjak sepatunya jika ia memgganti yang baru. Tiba-tiba apartement itu listriknya padam. Tidak hanya disitu, di wilayah sekitarnya pun juga. Mingyu pun segera memeluk Chaerin karena tak bisa melihat apa-apa. Setelah sekian lama lampu pun menyala. Tetapi Chaerin menghilang dari pelukan Mingyu.

 

— TBC —

 

Notes : Hi readers! Cerita ini asli ya bukan plagiat dan ini hasil imajinasi sendiri dan pergabungan segala tontonan yang pernah ku tonton! Terimakasih juga kpd Tuhan yang udh bolehin aku berkesempatan bikin cerita ini . Cerita ini di post juga di wattpad @cookiepuff76 bts version aku juga yang nulis. Gimana menurut kalian?

 

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s