[Ficlet] Quick Stop

PicsArt_01-16-09.00.36.jpg

by slmnabil

starring iKON’s Goo Junhoe x Oc’s Claire

genre Romance duration Ficlet (<400w) rating G

.

Berarti setelah seratus dua puluh detik, aku boleh maju lagi, dong?


Pernah tidak merasa kalau bahasa ibu terdengar lebih mirip suara-suara radio butut yang kosakatanya nyaris mustahil diterjemahkan? Claire pernah, dan itu semua karena cowok yang namanya cuma perlu diintonasikan dalam satu helaan napas.

Goo Junhoe.

Gadis itu tidak mengerti lagi, apakah ia tidak lulus di kelas bicara atau sering absen dari pelajaran bahasa, yang jelas ia merasa bertransformasi menjadi ciptaan luar angkasa tiap kali bercakap dengan Junhoe. Bumblebee saja kalah, lho, jika dibandingkan dengan perubahan edan-edanan Claire.

“A-ku ti-dak su-ka pa-da-mu, o-ke?”

Adalah pencarian kalimat paling populer dari perbendaharaan kata milik Claire. Entah dia yang tak pandai menjelaskan atau Junhwe yang terlalu malas untuk mengartikan.

Dua tahun mengejar Claire tanpa menerima tanggapan tidak membuat Junhoe ingin menyerah apa? Gadis itu masih bisa terima kalau dikagumi diam-diam. Tapi peran figuran Goo Junhoe kepalang dominan sampai-sampai mulai dipromosikan jadi lakon utama. Dan sayangnya, cowok itu terlalu nyaman dengan puncak ketenarannya sekarang. Dia tidak akrab dengan kata berhenti.

“Sudah saja, Jun. Ya? Gadis-gadis masih banyak kok di luaran sana,” tukas Claire.

Klise memang. Namun tampaknya dia butuh setumpuk dialog dalam opera sabun untuk menyadarkan seorang Junhoe.

“Baiklah kalau kau memilih merah.” *

Nah, kan? Apa Claire bilang? Bukan hanya seorang penerjemah bahasa, ia bahkan butuh ahli isyarat untuk membangun konversasi ringan dengan cowok ini.

“Bu-kan me-rah, Jun. A-ku min-ta ka-mu un-tuk ber-hen-ti.”

Junhoe beberapa kali menaik turunkan dagunya. “Iya, Claire merah. Aku mengerti.”

Dia benar-benar hampir gila.

“Lampu merah, tandanya kamu harus berhenti,” bubuh Junhoe agak memberikan harapan untuk Claire.

Analoginya boleh juga, sih. Kalau ia sudah pandai dengan pengandaian yang seperti itu, artinya Junhoe mengerti perkataannya, kan, sekarang?

“Iya, iya betul! Lampu merah!” Intonasi Claire terdengar ceria.

“Tapi kamu melewatkan satu poin penting, Claire.”

Dia lebih khidmat dari mendengarkan proklamasi kemerdekaan.

“Berarti setelah seratus dua puluh detik, aku boleh maju lagi, dong?” bubuh Junhoe.

Bukan Claire, ternyata Junhoe yang perlu bersekolah lagi. Terutama dia tidak boleh melewatkan Kelas Menyerah Sajalah.

.

-fin.

* Diambil dari prompt di sini

4 thoughts on “[Ficlet] Quick Stop”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s