[Ficlet] Get You Back

get you back

“Get You Back” by Mingi Kumiko

Cast: (Monsta X) Hyungwon & (Red Velvet) Wendy ★ Genre: Fluffy, romance, school life ★ Rating: PG-15 ★ Duration: Ficlet

***

 “Hanya karena masalah sepele kamu memutuskan hubungan yang benar-benar ingin aku perjuangkan sampai akhir. Bagaimana bisa kamu terlihat begitu menikmati kesendirianmu, sedangkan ada aku di sini yang rasanya benar-benar ingin mati tanpa ada kamu di sisiku?”

.

.

          Suasana kelas begitu lengang, nampaknya untuk kesekalian kali ia harus berbangga diri menjadi siswa yang datang paling awal. Gadis itu berjalan ke sudut ruangan, bangkunya ada di nomor 2 dari depan.

Ia mendengus tatkala mendapati sekotak banana milk ada di atas mejanya. Sudah seminggu ini ia selalu melihat benda yang sama, bertengger di tempat yang sama pula. Meskipun ia selalu berusaha untuk menyingkirkannya, namun kotak susu itu selalu ada lagi. Ia mendorong perlahan benda itu ke sudut meja, seakan mengizinkan kalau-kalau nanti ada yang ingin mengambilnya.

“Sepertinya dulu kamu sangat menyukai banana milk, tapi kenapa sekarang kamu selalu menghindarinya?” sebuah celetukan berhembus melewati rungunya. Gadis itu sontak menoleh ke akar suara. Ia pun terlonjak manakala mendapati  paras rupawan seorang Chae Hyung Won sudah berada tepat di hadapannya. Jarak wajah mereka sangat dekat hingga keduanya bisa mendengar deru napas satu sama lain.

          Seungwan – nama gadis itu – lantas panik. Buru-buru ia menghindari tatapan Hyungwon yang begitu dalam menangkap irisnya.

“Tolong berhenti melakukan hal bodoh dan tidak berguna seperti ini!” sekuat-kuatnya ia coba menekan emosi.

“Oh, ya Tuhan… seminggu ini kamu terus mendiamkanku, dan akhirnya sekarang kamu mau bicara, aku benar-benar bahagia, Seungwanie.” lelaki berperawakan jangkung itu tak kuasa menyembunyikan raut sumringah-nya.

Hajima, Hyungwon-a!” Seungwan memekik tertahan.

“Hyungwonie, panggil aku Hyungwonie seperti biasanya.”

“Tidak akan pernah setelah apa yang telah kaulakukan padaku.”

          Wajah Hyungwon mendadak lesu, “Oh, ayolah… sudah berapa kali kukatakan kalau kamu salah paham.”

“Tidak, aku yakin sekali kalau kau sengaja melakukan itu.”

“Aku dan Nayeon cuma berteman, chagi-ya…”

YA! Berhenti memanggilku dengan sebutan itu, aku geli mendengarnya. Kenapa, sih, kau tidak bisa menerima kenyataan kalau kita sudah putus?”

“Kenapa juga aku harus dengan mudahnya melepaskanmu?”

“Apa sulitnya? Di luar sana banyak, kok, gadis yang berharap jadi pacarmu. Bahkan sampai ada yang repot-repot menyusun strategi agar kita segera putus. Kamu, kan, suka memberi harapan kepada mereka.” Seungwan spontan berceletuk, tanpa sadar mengutarakan keluh kesah yang ia rasakan saat menjadi pacar seorang cowok paling tenar seantero SMA Monzen.

“Aku tidak seperti apa yang kamu pikirkan! Kenapa, sih, kamu tidak mau percaya? Aku tuh sayangnya sama kamu.” Hyungwon merengek dengan manjanya. Tak peduli dengan kenyataan bahwa kini harga dirinya sudah benar-benar jatuh di hadapan mantan kekasihnya itu. Untungnya hanya ada mereka berdua di kelas.

          Seungwan terlongo dengan tatapan nanar, tak habis pikir dengan tingkah Hyungwon yang benar-benar kekanakan. Sisi lain dari sosok Hyungwon – yang notabenenya terkenal begitu manly dan dingin. Lelaki itu hanya akan menunjukkan sisi rapuhnya di hadapan Seungwan.

          Seketika memori yang terukir sejak 3 bulan yang lalu kembali tersibak dalam angannya. Mulai dari cara konyol Hyungwon mendapatkan nomor ponselnya (Hyungwon berpura-pura kehilangan ponsel dan meminjam ponsel Seungwan untuk melacaknya), hingga ciuman pertama mereka yang terjadi saat berteduh di bilik telepon umum karena hujan deras tiba-tiba mengguyur Kota Seoul.

“Boleh aku bertanya sesuatu?” Hyungwon mengambil selangkah untuk maju dan mempersempit jarak antar keduanya.

“Ta, tanya apa?” respon Seungwan terbata-bata. Kardiotoraksnya tak berdetak sesuai ritme.

Hyungwon menarik napas, bersiap memulai suatu ujaran, “Bagaimana perasaanmu padaku selama ini? Kenapa kamu tak bisa mempercayaiku? Apa kamu tidak memikirkan perasaanku? Apa kamu tidak tahu cintaku untukmu sangat besar? Dari sekian banyak gadis, hanya kamu yang aku lihat. Tidak bisa kah kamu memahamiku? Hanya karena masalah sepele kamu memutuskan hubungan yang benar-benar ingin aku perjuangkan sampai akhir. Bagaimana bisa kamu terlihat begitu menikmati kesendirianmu, sedangkan ada aku di sini yang rasanya benar-benar ingin mati tanpa keberadaanmu di sisiku?”

          Celetukan Hyungwon yang bak seorang presiden tengah mendeklarasikan proklamasi itu sontak membuat Seungwan tertegun. Lelaki itu seperti bukan Hyungwon yang selama ini ia tahu. Apa ditinggal olehnya membuat keadaan Hyungwon menjadi seburuk itu?

“Oke, kalau begitu…, bisa jelaskan kenapa kau berpelukan dengan Nayeon? Oh ya, jelaskan juga apa yang sebenarnya terjadi, seseorang mengirimiku sebuah foto saat kamu memberikan se-bucket bunga untuk Yerin.”

Aigo, Seungwanie… aku sudah menjelaskannya, bukan? Kami sedang berselebrasi karena show theater berjalan dengan sukses. Semua pemain saling berpelukan, kebetulan saja aku dan Nayeon berada di posisi paling dalam dari gerombolan. Jadi kami yang terakhir melepas pelukan.

“Kalau masalah Yerin…, kamu benar-benar salah paham. Dia hanya menyampaikan titipan bunga dari sepupunya yang katanya mengagumi aktingku. Karena aku sangat tersanjung, jadinya terlihat aku sedang salah tingkah saat hendak memberinya bunga, begitu? Sebuah dokumentasi tanpa deskripsi bukanlah hal yang bisa langsung kamu percayai.”

          Bungkam sejenak, Seungwan berusaha menelaah penjelasan Hyungwon sebaik mungkin.

“Hm, maaf ya…” Seungwan bersengut, bibirnya mengerucut karena merasa bersalah telah mencurigai Hyungwon. Namun di sisi lain, ia merutuk pada dirinya sendiri yang begitu cepat meleleh karena ucapan meyakinkan Hyungwon. Entah itu sebuah kesungguhan atau karena mantan kekasihnya itu adalah anggota club theater, Seungwan tidak tahu.

“Aku menyayangimu, Hyungwonie…, dan mulai saat ini aku akan berusaha untuk selalu mempercayaimu.”

          Seulas senyum mengulum secara simpul di wajah Hyungwon. Hatinya benar-benar lega sekarang. “Aku merindukanmu.” ucap pria bersurai kecoklatan yang kini secara perlahan menggeladikkan tangannya untuk meraih pinggang gadis di hadapannya itu.

Mianhae, Hyungwonie.” kata Seungwan lirih.

“Kau tidak mau memelukku?” tawar Hyungwon.

“Kita direkam CCTV, tahu!”

“Apa peduliku? Toh, CCTV juga hanya akan diperiksa kalau ada tindak kekerasan atau kasus pencurian.”

“Tapi, kan, tetap saja tidak boleh! Nanti kalau ketahuan guru bagaimana?”

          Tanpa tedeng aling-aling Hyungwon segera membenamkan kepala gadis yang kini telah kembali menjadi miliknya itu ke dadanya. Membiarkan ia menelusuri setiap degupan jantungnya yang membuncah karena begitu gembira. Ia elus helaian selembut sutra itu dengan penuh kasih sayang. Menyalurkan setumpuk kerinduannya yang melebihi tingginya Gunung Everest.

          Selang beberapa menit, Seungwan coba menarik kepalanya untuk mendongak dan menatap wajah Hyungwon. “Aku bodoh, ya, hampir saja aku menyia-nyiakan pria yang begitu memperjuangkanku.” kata Seungwan.

“Aku yang salah karena membuatmu menanam begitu banyak keraguan di hatimu.” balas Hyungwon. Sebuah kecupan singkat menyapu dahi dan bibir Seungwan, wajah gadis itu pun menjadi bersemu merah karena tersipu malu.

– END –

Kalian baper ngga baca kalimat Hyungwon yang panjang itu? Kekeke ~

Salam kenal, Lely 99liner🙂 Mind to review? ^^

3 thoughts on “[Ficlet] Get You Back”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s