[Vignette] 71 cm

71 cm

“ 71 CM “

-gxgnn Present-

Choi Seungcheol (Seventeen) – Seo Jisoo (Lovelyz)

Friendship, Surealism – General – Vignette (1318 words)

Hujan tiba-tiba saja turun mengguyur kota seoul membuat banyak orang mengeluarkan umpatannya, tak terkecuali untuk seorang gadis yang baru saja keluar dari perpustakaan itu, ia terlihat sedikit kesal dengan 3 alasan, yang pertama karena ia lupa membawa payung, kedua karena ia tidak membawa ransel sehingga mau tak mau ia harus memeluk semua buku yang baru ia pinjam dan yang ketiga karena handphone-nya sudah mati total membuat ia tak bisa menghubungi siapa pun untuk menjemputnya. Sebenarnya ada satu alasan lagi, yakni karena ia harus terkurung di teras perpustakaan itu bersama seorang pria yang ia rasa paling menjengkelkan di dunia, Choi Seungcheol.

Pria itu baru saja keluar dan berdiri di samping Jisoo, dan entah kenapa Jisoo langsung menggerakan kakinya beberapa langkah ke samping menjauhi Seunghceol,

“ 71 centi ? “, ucap pria itu sambil menatap jisoo dengan senyum khasnya

“ Menurutmu ? “, tak seperti seungcheol, jisoo malah membalasnya dingin dengan pandangan tetap lurus kedepan.

“ Hujanya deras sekali ya ?, sepertinya baru akan redah setelah 1 jam lebih, seperti hujan kemarin pagi “, ucap seungcheol lagi yang tak digubris sedikitpun oleh jisoo, hanya saja jisoo secara tak sadar melirik sebentar kearah arloji yang terikat dengan manis di tangan kanannya. Jam setengah 6 sore ?, mungkin hal itu yang bisa diketahui jisoo menurut hasil lirikannya tadi yang sontak membuatnya kembali mengumpat dalam hati.

“ Sebenarnya aku kesini membawa mobil, aku bisa saja mengantar seseorang pulang, tapi aku takkan menawarkan hal itu padanya “, ucap seungcheol lagi dan langsung membuat jisoo menoleh ke arahnya

“ Aku juga tidak punya niat sama sekali untuk masuk ke mobilmu, dan juga— apa kau belum sikat gigi ?, maksudku— bau mulutmu sedikit menggangguku “,

“ Begitukah ?, padahal jika kau memohon sedikit saja pasti aku akan mengantarmu. Tapi ya sudah, kalau begitu aku permisi dulu, selamat menunggu disini sendirian—Seo Jisoo “,

Seungcheol pun sedikit berlari ke arahku dan langsung masuk, ia terlihat membersihkan baju nya yang sedikit terkena hujan lalu kembali melirik ke tempat jisoo berdiri tadi, tapi——— jisoo tak lagi ada disana dan hal itu membuat seungcheol cukup kaget, bagaimana bisa dia menghilang secepat itu ?, sebuah pikiran aneh pun melayang dipikirannya, ‘ apa mungkin yang tadi itu hantu ? ’ … Belum sempat ia melayang lebih jauh lagi dipikiran-pikiran anehnya, sebuah suara sudah lebih dulu membuat seungcheol tersadar.

“ Apa lagi yang kau tunggu ? “,

Ya… betapa kagetnya seungcheol ketika mengetahui bahwa jisoo ternyata sudah ada di dalam ku juga, tepatnya di jok belakang.

“ Hey! Sejak kapan kau duduk disitu ? “, seungcheol sedikit berteriak bukan karena ia marah kalau jisoo masuk, tapi karena ia sangat kaget dengan kehadiran gadis yang berinisial J itu secara tiba-tiba.

“ Memangnya kenapa ?, apa itu penting ?, sudahlah hari makin malam, aku tidak mau berlama-lama disini “, ucap jisoo singkat yang lagi-lagi tanpa melihat kearah seungcheol sedikit pun, dan entah kenapa pria itu langsung tersenyum puas.

“ Bukankah kau terganggu dengan bau mulutku ini, nona Jisoo ? “,

Ah aku tau… sepertinya seungcheol sedang berusaha menggoda jisoo sekarang.

“ Ya.. aku terganggu bahkan teramat sangat terganggu, tapi untung saja wangi ku bisa sedikit meredahkan bau mulutmu itu “,

Tidak seperti tadi, kini jisoo mulai berbicara sambil menatap seungcheol lewat kaca spion ku, sepertinya jisoo sudah masuk ke permainan seungcheol. Atau mungkin aku bisa menyebutnya fase saling menghina ?, kalau begitu—selanjutnya aku yang akan ambil bagian.

“ Benarkah ? Aah.. Tapi melihatmu langsung masuk tanpa izin kesini, aku hanya ingin tau saja, kemana semua harga dirimu yang seluas langit itu kau letakkan ? “, canda seungcheol yang lebih mengarah ke singgungan mungkin ?

“ Choi Seungcheol, sayangnya aku sedang tidak mood untuk bertengkar denganmu sekarang, jadi… bisa kita jalan sekarang ? “, ucap jisoo lalu langsung membuang wajahnya ke arah jendela, seungcheol pun hanya memancarkan senyum khasnya lalu segera menjalankan ku, tapi—yap, baru semenit aku berjalan tiba-tiba saja aku langsung berhenti sendiri, kalian bisa tebak ?, Ya aku sedang memogokkan diriku sendiri saat ini, sebenarnya tujuanku hanya satu yaitu agar jarak 71 cm antara mereka bisa berubah menjadi 17 cm.

“ Kenapa ? “,

“ Entahlah, tunggu sebentar, aku periksa dulu “,

Seungcheol pun langsung keluar dari diriku dan mengecek bagian cap depan sambil basah-basahan dengan hujan yang masih saja berguyur, sementara jisoo awalnya tidak terlalu peduli dengan keadaan itu tapi lama-kelamaan ia juga ikut keluar bersama dengan sebuah payung yang ia ambil dari jok paling belakang. Ia lalu datang dan meneduhkan seungcheol dibawah payung itu. Oke, aku menyebut ini fase perkembangan, dimana rasa perhatian mereka mulai tumbuh satu sama lain.

“ Apa yang kau lakukan ?, masuk saja, aku tidak apa-apa “,

“ Kau pikir aku disini untuk meneduhkanmu ?, aku hanya melakukan ini agar kau bisa lebih cepat memperbaikinya “, ungkap jisoo yang tentunya hanya dusta belaka, aku yakin kalau sejujurnya ia melakukan ini karena tak tega melihat seungcheol basah-basahan.

10 menit akhirnya berlalu tanpa hasil, seungcheol sama sekali tak menemukan apapun yang salah dariku, haha maklum saja, aku tidak bergerak bukan karena rusak tapi karena memang aku tak mau untuk berjalan. Mereka pun kembali masuk ke mobil dengan raut yang bervariasi, seungcheol dengan wajah tanpa dosanya dan jisoo dengan wajah kesalnya.

“ Bagaimana ini ? memangnya mimpi apa aku semalam sampai bisa sesial ini ? “,

“ Jangan-jangan ban mobilku kempes karena dimasuki oleh gadis gendut sepertimu “,

Kata-kata seungcheol barusan sontak membuat darah jisoo tambah panas, dan untuk saat seperti ini, aku menyebutnya fase pendekatan, ya, pendekatan melalui pertengkaran.

“ Hey Choi Seungcheol ?, apa kau rabun ?, kau bahkan tak bisa membedakan wanita dengan proporsi tubuh yang bagus dengan wanita yang gendut “, ucap jisoo sedikit keras dan cepat, menandakan ia sedikit marah dengan perkataan seungcheol barusan.

Tapi sepertinya kemarahan itu tidak berlangsung lama, raut wajah jisoo tiba-tiba merona ketika melihat mobil kakaknya baru saja datang dan terparkir dengan indah tidak jauh dari diriku, mungkin sang kakak memang sengaja mencari jisoo karena khawatir dia belum pulang… Dan hal itu otomatis akan menggagalkan rencanaku.

“ Tuan Seungcheol, orang yang harus menunggu disini sendirian sepertinya adalah dirimu “,

“ Maksudmu ? “,

“ Kakakku datang, kalau begitu aku pergi dulu ya, Tuan Seungcheol yang terhormat “, canda jisoo sambil mulai memegang ganggangku, sepertinya jisoo ingin membalas seungcheol sekarang

“ Hey!, kau ingin meninggalkanku disini sendiri ? “,

“ Menurutmu ?, lagipula aku tidak akan memberimu tumpangan meski kau memohon, aku pergi dulu, Bye tuan seungcheol “,

Jisoo pun langsung membuka pintu ku dan keluar sambil menggelegar payung yang ia dapat di jok belakang tadi, tapi—kesialan sepertinya memang sedang menimpanya hari ini, tepat setelah ia keluar dariku, mobil kakaknya itu sudah langsung pergi dan meninggalkan tempat itu, sang kakak sepertinya mengira kalau jisoo sudah pulang karena ia tak dapat menemukan sosok jisoo di sekitar tempat itu. Jisoo pun hanya bisa menatap parah mobil kakaknya yang semakin menjauh. Dan dengan cepat juga, seungcheol langsung mengunci semua pintu ku yang mengakibatkan gadis malang itu tak bisa lagi masuk.

“ Yakk! Choi Seungcheol, buka pintunya! Aku bilang buka pintunya! “, jisoo pun terus berteriak sambil mencoba membuka pintuku, dan didalam kalian bisa tebakkan, seungcheol sudah memancarkan senyum kemenangannya dan menurunkan kaca ku agar ia bisa melihat wajah penderitaan jisoo dengan jelas.

“ Kenapa mau masuk lagi ?, bukankah kau sudah mau pergi dengan kakakmu, Nona Jisoo ? “,

“ Yakk Seungcheol-ya, berhenti bermain. Disini sangat dingin tau “, jisoo pun masih belum menyerah dan terus berusaha memutar ganggangku,

Wae ?, Lagi pula aku takkan membiarkan siapapun masuk ke sini meski orang itu memohon. Jadi, bersenang-senanglah diluar Nona Jisoo yang sangat terhormat “,

“ Yakk Yakk! Seungcheol-ya ! ! .. CHOI SEUNGCHEOL ! ! ! “

Baiklah, aku rasa rencanaku tidak berjalan lancar, tapi aku rasa aku sudah berhasil sedikit menurunkan harga centimeter diantara mereka, dan aku yakin, sesuatu yang disebut dengan cinta sudah mulai tumbuh di antara mereka walau kadarnya mungkin masih sangat sedikit. Dan aku menyebut ini sebagai Fase Pertumbuhan.

-fin-

One thought on “[Vignette] 71 cm”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s