[Ficlet] SHORTIE

Shortie

SHORTIE

Scriptwriter Bey

Starring OC’s Kim Hayi and Jeon Wonwoo a.k.a Wonwoo of SEVENTEEN   Genre school-life;slight!fluff  Duration ficlet  Rating Teen

.

.

.

.

 “makanya,kalau punya badan itu tidak usah pendek-pendek. Repot kan jadinya”

.

.

.

.

Bukannya aku tidak mensyukuri apa yang tuhan anugrahkan kepadaku, hanya saja ,sepertinya memiliki tubuh yang tinggi akan lebih baik.Betul tidak? yaa aku tidak berhak menentukan pendapat kalian tentang ‘memiliki tubuh tinggi lebih baik dari pada memiliki tubuh yang pendek’ tapi, aku betul kan??

Setidaknya dengan tubuh yang tinggi aku tidak akan bersusah payah berjinjit, melompat-lompat kecil untuk meraih buku yang ada di rak teratas dari rak buku yang tinggi ini. Coba kalau badan ku tinggi,aku pasti sudah berhenti berkutat dengan rak buku ini dan sudah duduk manis membaca buku incaran ku di bangku taman sekolah ku. Ah, sebenarnya selain pendek, otak ku agak hmm…. bodoh (ya ya ya aku mengakui itu). Kan ada tangga untuk mengambil buku kenapa tidak aku gunakan dari tadi? Hayi babo.

Kepala ku menoleh ke kanan ke kiri mencari tangga kayu yang sangat sangat sungguh sungguh aku perlukan.Nah!itu dia tangga kayu penyelamat ku. Tapi, kulihat seseorang bersandar pada tangga tersebut,sambil membaca buku. Jeon wonwoo. Cowok sok cool yang cuek dan jahat (padaku sih, jahat nya jahat usil) di kelasku yang banyak digemari kaum hawa di sekolahku. Tapi aku tidak termasuk kaum hawa itu,ok? ok.

Aku berjalan mendekati wonwoo perlahan,berdeham sekali agar wonwoo menyadari keberadaan ku “ekhem.Wonwoo-ya” panggil ku pelan agak berbisik,kan tidak boleh berisik saat di perpus. Wonwoo melirik sebentar ke arah ku dan mengedikkan kepalanya “apa”

Ugh, dasar jutek

“aku ingin menggunakan tangga itu. Tangga itu sangat kuperlukan saat ini wonwoo-ya” harap ku sambil tersenyum semanis mungkin agar wonwoo meminjamkan tangga yang dijadikannya senderan.

“kau tidak bisa lihat?” bocah itu menutup bukunya dan menatapku malas. Aku bisa melihat kok “eh…apanya?”

“ck. kau lihat kan aku sedang apa?” cih, gampang sekali sewot sih “aku sedang menggunakannya”

“Aku perlu sekali wonwoo ya….” keluh ku kesal, bisa tidak sih baik padaku. Kali iniii saja.

“wonwoo ya, kenapa kau tidak mengambil tempat duduk yang nyaman dari salah satu kursi yang sangat nyaman yang ada di sana” aku menunjuk deretan meja dan kursi untuk membaca yang ada di perpustakan itu.

“kau tau kau barusan seperti apa?” ucap wonwoo sambil kembali membuka bukunya. Aku menggeleng, eh, kenapa juga aku merespon.

“kau barusan seperti nuna nuna spg” ucap wonwoo dengan wajah yang super duper menyebalkan, ugh.

ya! kau-“

Tuk.

Jari telunjuk jeon wonwoo mendarat di bibir ku dan ya aku langsung diam terpaku. apa-apaan sih dia?

“sshhh! kau berisik sekali ah”  potongnya “aku lebih suka disini. lebih nyaman”

Oh iya. Ini di perpustakaan ya ?apa suara ku terlalu- aish,apa yang sedang kupikirkan sih. Aku mendorong tangannya menjauh dari bibir ku, idih. Aku mengelap bibir ku dengan kasar,huek.

“ah, ayolah jeon wonwoo. Aku sedang tak ingin berkelahi jadi cepat lah serahkan tangga itu padaku”

“ah. Usahalah sendiri kim hayi!” ucap nya sambil  melirikku gusar. Aku menghela napas, Dia pikir aku sejak tadi tidak usaha apa?!

“heh, kau pikir aku sejak tadi tidak usaha apa??” ucap ku sedikit berbisik. Dia kembali menutup bukunya. Tangannya menyentuh pucuk kepala ku, lalu menggeleng.

“makanya, kalau punya badan itu tidak usah pendek-pendek. Repot kan jadinya”

Heol. Jeon wonwoo kejam.

Aku menghela napas tak percaya, aku menyingkirkan tangan wonwoo dari kepala ku dengan ketus. Lalu mengangguk-angguk “geurae. aku tidak perlu tangga itu. aku bisa usaha sen-di-ri” aku menatap wonwoo dengan tajam lalu meninggalkan bocah sialan itu melanjutkan kegiatan membaca bukunya.

Aku berjalan ke tempat semula ku,rak buku tinggi yang menyebalkan. Merepotkan saja. Apa tadi yang wonwoo bilang? badan pendek repot? yang merepotkan itu rak buku ini! siapa sih yang membuat rak buku tinggi seperti ini? harus nya mereka memikirkan orang-orang pendek seperti ku dong! Argh, aku kesal sekali.

—Author POV—

Diam-diam setelah hayi meninggalkannya, wonwoo memperhatikan gadis berbadan mungil tersebut dari balik bukunya. Hayi terlihat mulai melompat-lompat lagi, mencoba meraih buku incarannya. Melihat hayi yang melompat-lompat imut mau tak mau membuat wonwoo tertawa kecil. Mendengar tawa wonwoo,hayi menoleh dengan tatapan kesal. Bukannya di bantu malah di tertawakan.

Nah, sekarang saatnya.

Tentu saja wonwoo tidak meminjamkan hayi tangga bukan karena tidak ada maksud apa-apa. Wonwoo tidak meminjamkan hayi tangga itu memang ada apa-apanya.

Wonwoo menutup bukunya dan mengembalikkan nya pada rak yang ada didekatnya. Ia menggerakkan kakinya mendekati hayi yang masih berkutat dengan rak-buku-tinggi-menyebalkan.Setelah sampai di belakang hayi, ia diam sebentar, tersenyum kecil melihat hayi.

Wonwoo mengangkat tangannya untuk meraih buku yang sejak tadi jadi incaran hayi. Spontan hayi berhenti melompat-lompat dan berjinjit. Bertanya dalam hati, siapa yang berbaik hati membantunya mengambil buku incarannya dan kenapa baru saja membantu kenapa tidak dari tadi saja. ckckck, kim hayi memang tidak tau terima kasih.

Begitu hayi membalikkan badannya untuk melihat si ‘pem-bantu’, wonwoo menundukkan kepalanya untuk melihat hayi. Tuk! kepala hayi terantuk dagu wonwoo dengan keras,tanpa sengaja.

“ouch..” hayi meringis kesakitan sambil mengelus dahi nya pelan. Ah,siapa sih pemilik dagu yang sangat keras ini. Begitu ia mendongakkan kepala untuk yang kesekian kalinya, akhirnya ia mengetahui siapa yang membantunya. Wonwoo menatap ha yi lembut,tidak seperti tatapan yang tadi-tadi. Kali ini beda.

Jeon Wonwoo tidak meminjamkan tangga pada hayi itu, supaya wonwoo saja yang membantunya mengambilkan buku incarannya itu.

Modus maksudnya.

—Hayi POV—

Mwoya, jadi dia yang membantuku. Apa-apaan sih dia, bukannya dia yang tadi tidak mau meminjamkan ku tangga ya? aneh.

—Wonwoo POV—

Berhasil. wah, dia imut sekali kalau dilihat dari dekat seperti ini.

—Author POV—

Keduanya membeku dengan posisi yang canggung itu. Bagaimana tidak canggung? jarak wajah hayi dan jarak wajah wonwoo kini bisa dibilang sangat dekat. Setelah beberapa detik dengan posisi seperti itu, hayi tersadar lalu mendorong wonwoo dengan keras, tetapi tidak cukup keras bagi wonwoo.

Wonwoo berdehma beberapa kali lalu menyerahkan buku yang barusan diambilnya pada hayi, tanpa menatap ha yi, matanya malah melihat ke arah lain “ekhem.. uh.. ini”

Hayi menerima buku itu dengan bingung dan menatap wonwoo curiga “apa yang membuat mu mau membantu, jeon wonwoo?bukannya tadi kau tidak mau meminjamkan tangga?”

“itu supaya aku bisa-eh-maksud ku, yaa aku merasa kasihan padamu melompat-lompat berkali-kali tapi tidak sampai” ucap wonwoo agak tergagap ,hampir saja ia mengucapkan alasan yang sebenarnya .

“hah” hayi terdiam beberapa saat. Masa hanya karena kasihan sih. Baru hayi mau mengucapkan sesuatu wonwoo memotong “gara-gara kau aku jadi kerepotan dan kini dagu ku sakit karena terantuk dahi mu”

Hayi ternganga. Ada yang aneh dengan jeon wonwoo

—Hayi POV—

Oh, please jeon wonwoo.

Tidak ada yang menyuruhmu membantuku!

.

.

.

.

.

-end-

PS:please comment and give me some critique,so i can be a better scriptwriter.Terima kasih sudah membaca!^^

2 thoughts on “[Ficlet] SHORTIE”

  1. Kyaaa~ ini ceritanya bikin gue baper. Ya, iyalah karena gue juga pendek -_-
    Emang sih jadi pendek itu ada gak enaknya, tapi banyak momen sweet jadi orang pendek yang gak bisa dibeli :’v
    Ceritanya menarik banget, cuma EYD-nya aja yang kurang tertata.
    Fighting, Thor!

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s