[Vignette] STAND ALONE – What’s on (Y)our Mind

whats on our mind (STAND ALONE 3)

[FICLET] WHAT’S ON (Y)OUR MIND?

Tittle: What’s on (y)our mind? // scriptwriter: ER // cast: Im Jaebum a.k.a JB (GOT7), Mark Tuan (GOT7), Park Jinyoung a.k.a Junior (GOT7), Lee Yura (OC) // Genre: Romance, hurt/comfort // Category: vignette // Duration: ± 1821 word // rating: PG-15

Disclaimer : Got7 not belongs to me. OC and the story are mine. So please, don’t be a copycat yaa baby! please Read and Review for a better me, I love you readers :* happy reading!

let’s see, who is your real destiny?”

Im Jaebum is my destiny, isn’t he?’

“apa kau benar-benar tak bisa jatuh cinta kepadaku sekali saja?”

i just wanna keep my promise!’

AUTHOR’S NARRATIVE

Lee Yura, seorang gadis patah hati yang kemudian ‘berhasil’ move on. Ia akhirnya memilih untuk menerima cinta pria yang sudah mencintainya selama bertahun-tahun –Park Jinyoung-. Tapi, Mungkinkah ia benar-benar bisa melupakan Jaebum –cinta pertamanya sekaligus mantan pacarnya yang baru  saja membuatnya patah hati- ?

Lalu, bagaimana dengan Mark? Pria ‘tertolak’ yang sebenarnya sanggup membuat hati Yura sedikit tergerak? Pria yang tersingkirkan, karena gadis itu lebih memilih Park Jinyoung, pria yang akan selalu ada di dekat gadis itu, daripada dirinya yang akan berada jauh di benua lain karena masa studinya di korea sudah berakhir hingga ia harus kembali ke California, di benua Amerika.

Gadis itu selalu bergantung pada prianya. Ia tak ingin jauh dari kekasihnya. Itu adalah alasan yang diyakini Mark –juga Jaebum– yang membuat gadis itu meninggalkan cinta pertamanya dan juga menolak dirinya, pria yang sepertinya sanggup mengalihkan sedikit pikiran Yura tentang Jaebum. Inggris, –tempat kuliah Jaebum– tentu negara itu sangat jauh dari Korea. Yura itu gadis yang kejam ya? Mungkin begitu.

Kini, Yura dan Jinyoung sudah lulus kuliah, begitu juga dengan Mark. Yura berkuliah di universitas yang sama dengan Jinyoung, meskipun mereka berbeda jurusan. Dan Mark, ia juga berhasil lulus dari California University dan bekerja sebagai salah satu staff di salah satu perusahaan multinasional ternama di Amerika. Hingga terjadi suatu kebetulan yang seperti drama-drama romansa, ia dipindah tugaskan ke salah satu cabang perusahaan itu. Seoul, di kota itulah ia akan ditempatkan setelah mengabdikan diri selama setahun ini di perusahaan bonafit tersebut. Tentu saja sebagai seorang staff, ia harus rela di mutasi kapanpun dan dimanapun.

let’s see, who is your real destiny?” batin Mark dengan ekspresi wajah yang menggambarkan kebahagiaan, rasa sakit, penasaran, kekecewaan, dan kemarahan dalam waktu yang sama. Sepertinya ia masih belum bisa melupakan gadis yang menolaknya mentah mentah hanya karena alasan jarak?

*

*

Sudah enam tahun. Enam tahun yang membuat Yura frustasi. Enam tahun setelah ia putus dari Jaebum, satu tahun setelah ia terombang-ambing di antara tiga hati, lima tahun setelah ia menolak Mark, dan lima tahun ia telah menjalin hubungan dengan Jinyoung –guardian angelnya-. Guardian angel? Tentu saja, Yura selalu menganggap Jinyoung adalah malaikatnya yang tak bersayap. Pria yang tak pernah meninnggalkannya. Pria yang selalu ada untuknya meskipun ia terkadang tak menganggap eksistensi pria itu yang menyandang status sebagai kekasihnya selama lima tahun ini. Pria yang tak pernah menuntut apapun padanya. Ia terkadang merutuki dirinya sendiri, bagaimana  bisa ia tak mencintai pria itu seperti ia mencintai Jaebum ataupun menyukainya seperti ia menyukai Mark. Ya, ia pernah menyukai Mark, tetapi ia selalu menepis perasaan itu demi hatinya. Ia tak ingin hatinya merasakan sakit lagi karena harus berada jauh dari kekasihnya. Ia menyukai Mark tapi ia tak ingin menjadi kekasih Mark. Hanya karena jarak. Ya, hanya sesimpel itu alasannya. Alasan yang berasal dari pikiran lugu seorang gadis SMA, yang akibatnya ia sesali sampai sekarang. ‘Cinta tak mengenal jarak, karena bagaimanapun hati akan tetap bertaut kalau memang sudah takdirnya’. Seperti itulah yang ia pahami sekarang, namun pemikiran matang itu, tak sanggup membuatnya melepaskan Jinyoung kemudian menemui pria yang selama ini ingin ia miliki. Ia terlalu takut untuk kehilangan Jinyoung dan menyakiti pria itu sekali lagi. Ia selalu membutuhkan Jinyoung, ia tak sanggup melakukan apapun tanpa Jinyoung. Ia sadar betul dengan kelemahannya, tak dapat menjalani hidup tanpa orang lain, mungkin dalam ini ia tak dapat jauh dari kekasihnya. Dulu ia berpikir naif bahwa ia tak seorang kekasih harus selalu berada di samping, kalau mereka jauh bahkan terpisah oleh jarak beribu-ribu kilometer, itu namanya bukan kekasih, tapi hanya seseorang yang kau anggap sebagai milikmu, tetapi kau bahkan tak tahu apa yang sedang atau akan terjadi pada dirinya maupun pada dirimu saat kalian saling berjauhan, dan tentu saja hal seperti akan berakhir dengan kegagalan. Itulah pandangan Yura tentang pacaran jarak jauh yang baginya sangat memuakkan dan pasti akan gagal pada akhirnya, makanya ia memilih untuk menghindari jenis hubungan seperti itu, dulunya. Tapi sekarang, mungkin ia sedang menyesali kenaifannya dulu. Kalau saja dulu ia tak memutuskan Jaebum, dia tak akan tertarik pada Mark mungkin, atau dia tak akan menjalin hubungan dengan Jinyoung yang membuat perasaannya terpenjara, meskipun Jinyoung tak pernah melakukannya. Ia hanya terlalu takut untuk meninggalkannya, terlalu takut untuk keluar dari zona nyamannya bersama Jinyoung di dalamnya. Tetapi hati dan pikirannya tak pernah fokus hanya pada Jinyoung seorang, pikirannya masih memikirkan Jaebum, atau Mark kadang-kadang. ‘Im Jaebum is my destiny, isn’t he?’  Sekarang Yura dapat memastikan kepada siapa perasaannya tertaut. Tapi apakah pria itu masih memikirkannya walau hanya sedikit saja? Arrrgh Lagi-lagi memikirkan hal itu membuatnya frustasi.  Mark, ia memikirkan pria itu hanya karena merasa bersalah karena dulu ia menolak Mark tanpa perasaan sekaligus tanpa memberikan penjelasan apapun kepadanya. Semoga Mark mengerti dan memahami, ‘ah pasti Mark sudah memiliki pasangan sekarang’. Hal itulah yang selalu ia gumamkan untuk menutupi rasa bersalahnya kepada Mark. Tentang Jinyoung? Hampir setiap hari ia bertemu dengan kekasihnya itu, hingga ia hampir tak pernah merindukan pria itu, mungkin karena setiap hari mereka bertemu? Ah tapi dulu saat ia bersama Jaebum, ia selalu merindukannya pria itu meskipun mereka bertemu setiap hari. Jinyoung pasti akan sangat kecewa kalau ia tahu apa yang dipikirkan kekasihnya itu, tapi Jinyoung pasti sudah tahu tanpa gadis itu mengatakannya, karena Jinyoung sangat-sangat memahami gadis bermata sipit berhidung mancung tersebut. Tentu saja Yura tak pernah tahu bahwa selama lima tahun ini secara tak langsung ia telah menyakiti kekasihnya itu berulang kali, bahkan seringkali. Ia tak ingin menyakiti kekasihnya, tetapi ia justru sering menyakiti kekasihnya tanpa ia sadari.

*

*

Yura adalah kebahagiaan Jinyoung. Pria itu tak pernah peduli bagaimana perasaan gadis itu yang sebenarnya pada dirinya. Ia tahu, tentu saja sangat tahu, lima tahun yang lalu saat gadis itu menyatakan bahwa ia mencintai dan membutuhkan Jinyoung, ia menerima dengan tangan terbuka meski ia tahu di hati gadis itu ada nama pria lain yang tak akan dengan mudahnya hilang hanya karena ia berpacaran dengan Jinyoung. Tentu saja, sampai sekarang, ia masih sangat paham bahwa gadis itu tidak sepenuh hati mencintainya. Meskipun gadis itu tak pernah benar-benar menyakiti hatinya, tetapi tatapan gadis itu kepada dirinya-lah yang terkadang membuat hati Jinyoung merasa ngilu. “apa kau benar-benar tak bisa jatuh cinta kepadaku sekali saja?” kalimat itu yang selalu Jinyoung katakan dalam diam, saat hatinya merasakan nyeri. Tapi tentu saja ia akan selalu bersyukur atas anugerah ini, ia dapat memiliki dan mempertahankan Yura, cinta pertamanya dan satu-satunya gadis yang ia cintai selama ini. Ia tak akan pernah memaksa Yura untuk mencintainya, karena ia sadar betul bahwa yang membuat Yura bertahan dengannya adalah kenyamanan yang diberikan Jinyoung kepada gadis itu. Jinyoung memang tak pernah menuntut apapun pada Yura, ia juga tak pernah mengharapkan balasan apapun akan perasaan dan apapun yang telah ia berikan pada gadis itu. Yang ia tahu hanya memberi dan memberi. Ia tak pernah menyesal. Karena hanya dengan melihat dan memeluk gadisnya itu setiap hari sudah membuatnya sangat bahagia, sampai­ ia tak pernah peduli meski gadis itu tak pernah lagi menyatakan cinta setelah pertama kalinya ia menginginkan Jinyoung menjadi kekasihnya. Bukankah Jinyoung selalu mengucapkan kata cinta setiap hari? Tentu saja, hampir setiap hari dan setiap momen. Tapi gadis itu dengan dinginnya hanya membalas dengan senyuman atau pelukan, yang tentu saja membuat senyum terlukis di wajah Jinyoung, entah itu senyuman kebahagiaan ataupun senyuman kekecewaan. Toh, gadis itu tak akan tahu, atau mungkin tak akan peduli. Jinyoung sangat tahu itu, dan sekali lagi ia tak pernah menyesal. ‘mengapa cinta sedemikian membahagiakan dan menyakitkan dalam waktu sama?’ kata lain yang sering Jinyoung ucapkan saat pertahanannya hampir tumbang. Tapi sesakit apapun dan seberapa besarpun keinginannya untuk menghilangkan rasa nyeri di hatinya itu –dengan cara melepaskan Yura- , ia tak akan pernah sanggup untuk melepaskan gadisnya. Kalau ia melepaskan, itu berarti perjuangannya selama delapan tahun mencintai Yura akan sia-sia. Ya, Jinyoung memang sudah mencintai gadis itu selama delapan tahun, sejak kelas satu SMA, sejak pertama kali ia melihat Yura, beberapa saat sebelum gadis itu melihat Jaebum dan jatuh cinta pada lelaki itu, Jinyoung sudah mencintainya. Mungkin terdengar aneh, tetapi Jinyoung menikmati rasa sakit yang diberikan gadis itu, semakin gadis itu menyakiti perasaannya –secara sengaja maupun tak sengaja-, cintanya untuk gadis itu malah semakin kuat dan beranak pinak selama delapan tahun ini, dan dia semakin takut untuk kehilangan gadis itu. Poor Jinyoung!

*

*

Sudah lima tahun Jaebum berada di negara Inggris. ia kuliah disana selama 4 tahun, dan bekerja di negara itu selama setahun, sekedar untuk menjajal kemampuannya di perusahaan eropa. Tetapi keinginan utamanya adalah bekerja di tanah kelahirannya –Korea-, untuk itu kembali ke Korea setelah lima tahun meninggalkan negara itu beserta soerang gadis yang sampai sekarang masih ia harapkan. Ya, siapa yang tahu bahwa ternyata seorang Jaebum, pria keren, cerdas, dan berkharisma itu bahkan tak pernah menjalin hubungan dengan gadis manapun selama ia berada di Inggris. ‘i just wanna keep my promise!’ ia memang sudah berjanji bahwa ia akan terus mencintai Yura dan tak akan tertarik pada siapapun, sebelum gadis itu memilih untuk memutuskan hubungan dengannya. Tapi meskipun gadis itu sudah meninggalkannya. Toh ia masih tetap menyimpan rasa cinta untuk gadis itu, hanya untuk gadis itu. Jaebum tahu, saat ini gadis pemilik hatinya itu sedang menjalin hubungan dengan Park Jinyoung, adik tingkatnya di sekolahnya dulu sekaligus teman sekelas Yura. Tapi meskipun Jaebum tahu akan hal itu, ia masih berharap bahwa ia dapat membuat Yura kembali kepadanya dan meninggalkan Jinyoung, pria yang selama lima tahun ini menjaga mantan kekasihnya itu. ‘Bukankah Yura gadis yang kejam? Ia bisa meninggalkan siapa saja kapan saja kan?’ itulah sugesti yang sering Jaebum berikan pada pikirannya untuk meyakinkan dirinya bahwa ia masih memiliki kesempatan untuk kembali ke pelukan Yura. Karena ia berpikir bahwa Yura mungkin akan meninggalkan Jinyoung apabila ia meminta gadis itu untuk kembali kepadanya. Jaebum memang terlampau percaya diri, atau mungkin ia memang sangat memahami seperti apa ‘Yura-nya’ itu? Jaebum juga tahu tentang pria bernama Mark yang sempat dekat dengan Yura. Ah, Jaebum memang tahu segala hal tentang Yura meskipun ia berada ribuan kilometer dari gadis itu. Ia selalu menggali informasi kepada orang-orang terdekat Yura, jadi tak sedikitpun informasi tentang Yura yang ia lewatkan. Ia memang orang yang posesif, dan ternyata Yura memang menyukai sikap posesif pria cinta pertamanya itu. Makanya tak heran banyak orang yang mengatakan bahwa mereka adalah pasangan yang sangat cocok, yang pria posesif, sedangkan yang gadis menyukai keposesifan kekasihnya dengan alasan hal itu merupakan tanda cinta. Jinyoung memang tidak posesif, karena ia takut kalau gadis itu dikekang maka gadis itu akan melepaskan diri. Begitulah dua orang yang bertolak belakang namun sanggup bertahan hingga berada di angka kelima tahun hubungan mereka. Jaebum tak habis pikir, bahkan kepercayaan dirinya hampir hilang, karena meskipun ia yakin akan perasaan Yura padanya, tapi  sekarang kondisinya sudah berbeda, Yura tidak akan dengan mudah meninggalkan Jinyoung. Itu yang ia tangkap dari foto-foto beserta caption yang ada di jejaring sosial milik Yura, yang selama ini tak pernah luput dari pengawasan Jaebum. Di satu sisi Jaebum sangat percaya diri bahwa Yura akan kembali padanya, tetapi melihat fakta yang terjadi, tak dapat dipungkiri bahwa ia merasa pesimis terhadap Yura, dan minder kepada Jinyoung. Entah mengapa…

8 thoughts on “[Vignette] STAND ALONE – What’s on (Y)our Mind”

  1. kya.. awal.a emng jinyoung paling bruntung krna mndptkn yura… tpi mngkin ia yg akan sngt trsakiti setelah.a…. welcome back jaebum oppa.. hmm yura trllu srkah_kah?? hee.
    lanjuttt ya…

    Suka

  2. Aku rasa manusiawi ya.. Biasanya kan orang lebih suka ada di zona nyaman dan menyukai kepastian. Jadi daripada yura menjalin hubungan yg endingnya gak jelas bersama jaebum atau mark.. Mendingan sama yg pasti aja bersama jinyoung yg jelas2 mau ngelakuin apa aja buat dia..biarpun agak gak greget feel-nya.. Hehe
    hei dek sofie, kamu rajin sekali mereview dan mengapresiasi.. gomawo🙂
    Sebagai newbie aku terharu :’)

    Suka

    1. ne eonni….
      aq juga suka nulis n klau ada yg comments apapun pasti senang. walau baru share tulisan cuma k tmn2….. ah yaa blog eonn nama.a apa… hiii

      Suka

      1. Kamu klik aja namaku di comment ini dek, bisa lgsg diarahin masuk ke blog ku kok..
        Tapi tulisannya baru dikit, soalnya lagi writer’s block beberapa bulan ini huhu
        Eiy kamu IGOT7 kah?
        Aku jadi pengen baca tulisan tulisanmu dek🙂

        Suka

  3. Ngomong-ngomong maafkan disclaimer-nya yang agak ‘anu’ ya reader-nim sekalian.. Sebenarnya itu claim buat yg untuk postingan di blog aku.. Dan sebenernya yg mau kukirim di ifk udah aku edit sedemikian rupa tapi ternyata yang terlanjur terkirim malah yang belum di edit..
    Jadi Maafkan aku..mianhae..

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s