[Ficlet] Fifty Percent

50%

a debut movie by tsukiyamarisa

starring [SEVENTEEN] Jeon Wonwoo and [OC] Yoon Haneul aka Sky genre AU, slight!Fluff duration Ficlet rating G

.

…mungkin lima puluh persen saja cukup.

.

.

.

Jeon Wonwoo sudah seratus persen yakin akan melabeli hari ini sebagai salah satu hari tersial dalam hidupnya.

Baru pukul sepuluh pagi, dan sekujur tubuhnya sudah digelayuti oleh rasa takut. Manik tak henti-hentinya melirik satu sosok yang berdiri di samping kursi halte bus, tidak—atau mungkin belum—melakukan apa-apa tetapi sudah terlihat mengancam. Pun dengan lidahnya yang terjulur seolah mengejek Wonwoo, membuat lelaki itu ingin melemparkan sebelah sepatunya—andai saja tidak ada risiko bahwa ia akan dikejar nantinya.

Jadi, yang bisa Wonwoo lakukan hanyalah diam. Duduk dengan punggung tegak dan kaku, tungkai siap berlari kalau-kalau sosok itu memutuskan untuk merapatkan jarak. Dalam hati sibuk memanjatkan doa dan permohonan, berharap agar bus yang akan ia tumpangi segera datang. Lagi pula, bagaimana bisa sih, sosok mengerikan dan bertubuh besar macam itu—

“Guk! Guk!!”

Mengiringi deru mesin bus yang baru saja tiba, makhluk itu mengeluarkan suaranya dengan nyaring. Sial bagi Wonwoo, karena itu bukan bus yang ia tunggu. Alih-alih, ia malah mendapat tatap ingin tahu dari dua gadis yang beranjak memasuki bus, meninggalkannya seorang diri setelah mengucapkan:

“Anjingmu bagus sekali.”

Anjingmu dari mana?!

Kalau ini bukan tempat umum, mungkin Wonwoo sudah akan marah-marah pada dua gadis itu. Sayang, ia hanya bisa diam, mengamati kedua gadis tadi terkikik sebelum menghilang di balik pintu bus. Tinggalkan Wonwoo bersama anjing berbulu cokelat keemasan itu sendirian, suara mesin bus kembali terdengar sebagai latar belakang.

Menarik napas dalam-dalam, Wonwoo berusaha untuk menenangkan diri. Busnya pasti akan datang sebentar lagi, dan ia akan bisa kabur tanpa perlu takut dikejar. Jadi, untuk saat ini, Wonwoo memilih untuk sedikit menggeser duduknya. Berusaha untuk memperlebar jarak, tetapi….

“Guk!!”

Seolah semua doanya tadi diabaikan, anjing bertubuh besar itu tahu-tahu kembali menyalak. Berlari kecil mendekati Wonwoo, kedua maniknya yang bulat dan hitam terlihat polos. Mungkin, si anjing bermaksud untuk menyapa dan mencari teman bermain. Sama sekali tak ada niat menakut-nakuti, kendati reaksi Wonwoo saat ini sangat bertolak belakang.

“Ya ampun, ya ampun, menjauhlah dariku, please.”

Oke, ini memalukan.

Wonwoo sendiri sadar jikalau sikapnya saat ini pantas dilabeli pengecut. Tetapi, untuk ukuran orang yang memang benci (Wonwoo enggan menggunakan kata takut) anjing sejak kecil, ia bisa apa? Terlebih, anjing itu kini mulai mondar-mandir di sekitar kakinya. Praktis tak memberinya kesempatan kabur, lantaran Jeon Wonwoo bukan orang bodoh yang mau mengambil risiko dikejar anjing.

Jadi, ia harus bagaimana?!

Diam saja dan berharap anjing itu berlari ke arah lain?

Perlahan-lahan beringsut menjauh?

Oh, mungkinkah ia harus memanggil salah satu pejalan kaki yang melintas untuk membantunya?

Atau—

“Geum-a! Di situ kau rupanya!”

Menginterupsi kesibukan Wonwoo menyusun rencana penyelamatan diri, seorang gadis berambut panjang tahu-tahu muncul di hadapannya. Tanpa basa-basi menghampiri hewan mengerikan itu, mengecek kalung yang dikenakan si anjing sebelum mengembuskan napas panjang. Ia terlihat lega bukan main. Sebelah tangannya bahkan langsung mengelus-elus puncak kepala si anjing, memperlakukannya dengan penuh kasih sayang sampai-sampai Wonwoo tak tahan untuk mendengus pelan.

Sang gadis pun spontan mendongak.

“Lain kali, perhatikan anjingmu dengan lebih baik, Nona,” ucap Wonwoo cepat, sedikit lega karena anjing itu kini berganti mengelus-elus tungkai gadis tersebut—mungkin mencari perhatian. “Kabur sampai ke halte bus, bagaimana kalau—”

“Maaf, tapi ini bukan anjingku.”

“Apa?”

“Ini bukan anjingku,” ulang gadis itu lagi, memandang Wonwoo lekat sebelum tersenyum kecil. “Dia dititipkan di pet shop tempatku bekerja.”

“Oh.”

“Dan saat aku datang tadi, semua sedang ribut mencari-carinya. Untung sekali aku bisa menemukannya di sini.”

Wonwoo mengangguk-angguk, manik bergulir sampai ia menemukan nametag yang tersemat di kemeja gadis itu. Menyipitkan mata, Wonwoo bisa melihat nama “Yoon Haneul” yang tertulis di sana. Lengkap dengan hiasan berbentuk anak kucing dan nama sebuah toko, cukup untuk meyakinkan Wonwoo bahwa gadis ini memang berkata jujur.

“Eh, maaf—”

“Tidak apa-apa,” potong Haneul, kali ini seraya mengaitkan tali pada kalung leher si anjing. Memastikan agar Geum tidak bisa kabur lagi, sebelum melanjutkan, “Kami yang minta maaf karena sudah teledor. Tetapi….”

“Ya?”

“Kelihatannya Geum suka padamu,” ucap Haneul ringan, berkebalikan dengan kening Wonwoo yang spontan berkerut dalam. “Tadi, dia bahkan mau mengajakmu bermain.”

Tak ada jawaban, lantaran Wonwoo hanya mampu memandang Geum—yang sekarang sibuk mengendus-endus trotoar—dengan tatap menusuk. Berpolah kalau ia sebal, namun tanpa sadar menggeser tubuhnya menjauh. Ia masih tak mau mengakui bahwa ia takut anjing, terlebih di hadapan seorang gadis yang tampaknya sangat andal menangani anjing.

Namun, tanpa perlu Wonwoo mengaku pun, Haneul sudah berdeham untuk memecah keheningan.

“Kamu tidak suka anjing, ya?”

Wonwoo menggaruk tengkuknya sambil memaksakan senyum. “Yeah, begitulah.”

“Aku minta maaf lagi.” Haneul membungkukkan tubuhnya, membuat Wonwoo seketika merasa tak enak hati. “Kuharap Geum tidak mengganggumu?”

Kalau boleh jujur, sesungguhnya Wonwoo ingin berkata bahwa Geum sangat menganggu. Anjing itu hampir saja membuat emosinya meledak, pun mengancam harga dirinya sebagai seorang lelaki. Oh, Jeon Wonwoo punya banyak hal untuk dikeluhkan, tetapi….

“Tidak, kok.”

Ia malah menggeleng. Mungkin karena gengsi, tetapi toh sikapnya itu sukses menghadirkan senyum di wajah Haneul.

“Untunglah. Kalau begitu, kami pamit dulu, ya.”

Menarik tali pengikat Geum, Haneul menganggukkan kepalanya sekilas sebelum berlalu pergi. Membawa serta semua rasa takut dan kesal milik Wonwoo, membuat sang lelaki mengeluarkan desah lega karenanya. Oh, ia bahkan bisa menjungkitkan sudut-sudut bibirnya sekarang—buah dari absennya anjing tadi, busnya yang mulai tampak di kejauhan, dan…..

…yah, Wonwoo rasa, ia harus meralat perkataannya tadi.

Karena bagaimanapun juga, ia tak lagi seratus persen yakin kalau ini akan menjadi salah satu hari tersial dalam hidupnya.

.

.

.

Well, mungkin lima puluh persen saja cukup, benar begitu?

.

fin.

a/n:

Happy debut, Haneul-a!

Oke, setelah ngobrol kesana-kemari dengan Kak Yeni dan Kak Riris, akhirnya Haneul aka Sky ini bisa debut juga :’) Big thanks untuk kakak-kakak berdua, karena akhirnya kesampaian juga bikin fluff-petshop!AU /?

Dan fyi saja, Haneul itu adiknya Junghan, line 97😀

Oke, sampai jumpa lagi di fic Wonwoo-Haneul atau Haneul-Junghan berikutnya! See ya!

p.s. do drop your review, please

4 thoughts on “[Ficlet] Fifty Percent”

  1. Sebenernya aku nggak hapal member 17, hehe
    aku suka aja baca ceritanya, ringan gituu, terus asik juga.
    Wonwoo, kita sama…
    Aku jg takut bgt sama anjing. Kalau liat dari jauh sih lucuu, tpi kalau udah dideketin…
    Pengen kabur aja rasanya.

    Suka

  2. Selamat debut haneul /walau telat ngucapinnya tp ga papa kan ehe ehe/
    Ecieeeeee Wonu ga jadi sebel😄 di kesialan terdapat dua keberuntungan..
    p.s: aku juga takut anjing sama kaya wonu /plak

    Suka

  3. Yoon haneul adiknya junghan? Yg ditelpon junghan pas ofd svt itu? Kalo boleh tau haneul gb atau soloist? Masuk agensi mna? Sma kek junghan yah? Dd bru tau ini:V

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s