Gravity

gravity

Casts Jeon Wonwoo [Seventeen], LeAnn Lee [OC] Genre Surrealism, fantasy, school life Length Ficlet Rating PG-17 Disclaimer I own the plot

.

© 2016 namtaegenic

.

‘Olengkan keseimbangan LeAnn Lee 1,27 detik setelah ia berlari—sekitar dua detik lagi. Catatan khusus: Lutut menghantam lantai dengan benturan ringan.’

.

Sebelumnya, Jeon Wonwoo tak pernah lalai dalam menjalankan tugas. Sebagai sosok gaya tarik bumi yang diproyeksikan di salah satu SMA terkemuka di ibukota, Jeon Wonwoo selalu siaga. Bahkan Jeon Wonwoo sudah mendapatkan penghargaan sebagai Gravitasi Terbaik Se-ibukota.

Oh iya, omong-omong Jeon Wonwoo itu aku.

Sebagai info singkat, aku termasuk salah satu dari jutaan Gravitasi yang tersebar di seluruh tempat di planet Bumi. Aku sendiri ditempatkan di sebuah sekolah menengah, di mana tugasku—sebagaimana tugas utama dari semua Gravitasi di tempat lain—adalah menjatuhkan apa yang digariskan atau dinasibkan untuk jatuh pada suatu detik. Jika semua benda—hidup dan mati—terjatuh tepat pada waktu yang ditugaskan padaku, maka aku akan mendapatkan tiga belas poin terhitung dari banyaknya benda yang jatuh. Tidak ada penalti untuk kelalaian ringan, tapi jika dilakukan berkali-kali, semua kelalaian tersebut akan terakumulasi dan akan mencacati poinku.

Tugas Gravitasi dibagi berdasarkan ketinggian jarak jatuh objek.

Aku adalah Gravitasi Tingkat Menengah. Dibandingkan dengan Gravitasi Tingkat Rendah yang tugasnya hanya menjatuhkan benda-benda kecil seperti penghapus, pensil, flashdisk, dan lain-lain, tugasku lebih keren. Aku harus menjatuhkan yang lebih dari itu—manusia.

Beruntungnya memiliki jabatan sebagai Gravitasi Tingkat Menengah adalah aku tidak diharuskan menjatuhkan manusia atau pesawat dari ketinggian beratus-ratus kaki. Ugh, aku akan dihantam rasa bersalah ratusan kali jika terlibat dalam tugas-tugas tersebut. Daftar pekerjaan seperti menarik manusia yang melompat dari lantai dua puluh sebuah pencakar langit—sengaja atau tidak—adalah tugas dari Gravitasi Tingkat Lanjutan. Sementara menarik benda langit seperti bulan, meteor, dan satelit, merupakan tugas istimewa yang hanya dimiliki oleh Gravitasi Pengalokasian Bimasakti—jabatan impian semua Gravitasi di muka bumi, termasuk aku.

Cukup soal pekerjaan. Kembali pada saat di mana aku mengabaikan tugasku—secara tidak sengaja, sekali lagi, tidak sengaja.

Ini semua gara-gara LeAnn Lee. Lihat? Namanya saja terdengar menyebalkan—kebanyakan ‘li’ diobral oleh vokal dan verbal. Ia anak baru di sekolah ini. Gadis itu berpapasan denganku lantas berhenti. Pandangannya menembusku—aku tahu aku tak kasatmata, tapi tetap saja aku terusik. Apalagi kulihat dahinya berkerut, alisnya menukik tajam, seakan ia bisa melihatku. Seakan kami bersimuka—bersitatap lekat tanpa satu pun yang berminat berpaling lebih dulu.

Ugh, tingkahnya benar-benar mengganggu saat itu. Kuharap aku lekas diberi tugas untuk membuatnya jatuh tersungkur, kalau bisa sampai mencium lantai.

Tepat ketika aku berharap bisa mempermalukannya di hadapan teman-temannya yang lain, senyumnya melengkung sempurna, menghiasi wajah separuh Korea separuh negeri dongengnya (apa boleh buat, dia memang cantik, ah, kenapa sih aku!)

Aku membeku sesaat. Tidak mungkin ia bisa melihatku. Tidak ada ceritanya manusia bisa melihat Gravitasi. Manusia Bumi akan terpengaruh Gravitasi. Tapi melihat? Yang benar saja.

“Halo, Gravitasi.”

Oh sumpah, kenapa dia bisa lihat aku, sih?! Aku bukan ektoplasma hantu dan roh gentayangan yang kenampakannya masih bisa ditolelir. Aku ini Gravitasi!

Sinyalku berbunyi. Hah! Aku nyaris melempar kepalan tanganku ke udara dalam euforia kesukacitaan. Sinyal biru, tandanya aku kedapatan tugas.

Kulirik panel sinyal di telapak tanganku. Senyumku terkembang kala panel tersebut memunculkan tulisan ‘Olengkan keseimbangan LeAnn Lee 1,27 detik setelah ia berlari—sekitar dua detik lagi. Catatan khusus: Lutut menghantam lantai dengan benturan ringan.’

Jatuh, jatuh, jatuh, ayo lari sekarang. Lari…lari…la—tunggu sebentar. Apa yang ia lakukan? Kenapa ia tidak lari? Ia seharusnya sudah lari.

Kudengar Im Nari sudah memanggil namanya dari kejauhan, mengajak ke kantin. Tapi alih-alih lari menghampiri Nari, LeAnn Lee malah tersenyum makin lebar ke arahku.

Satu detik terlewatkan. Sialan, larilah! Tugasku terancam!

“Sampai jumpa lagi, Gravitasi.”

Yeah, akhirnya ia lari ju—sebentar, apa? Sampai jumpa lagi, katanya?

Lantas semua berakhir nyaris di luar perkiraanku. Sekejap mata, selewat 1,27 detik, kubiarkan kedua kaki LeAnn Lee berhenti di udara. Tubuh gadis itu mengambang. Pada detik kedua, semua mata terpesona. Semua murid menyaksikan sosok tersebut melayang-layang di udara. Tanpa pertahanan, namun stabil.

Aku mungkin sudah gila. Perlahan kuturunkan dirinya hingga kakinya menyentuh lantai. Aku bahkan belum melepaskannya hingga ia berdiri tegak.

“Apa-apaan yang tadi itu, LeAnn Lee? Sulap?”

“Anak baru bisa sulap!”

“Di Inggris sana ada sekolah sulap, eh?”

“Kamu lihat tidak? Tadi LeAnn Lee terbang!”

Kulihat LeAnn Lee sama terperangahnya dengan mereka. Ia menoleh, mengangkat tangan tanda tak tahu apa-apa. Namun para hadirin tak lantas begitu saja memercayainya. Tanpa butuh alasan apa pun lagi, mereka berbondong-bondong menyoraki gadis itu. Si anak baru tiba-tiba jadi terkenal. Pandai sulap, kata mereka.

Di sini, aku menyesali perbuatanku. Kenapa aku tadi malah mencegahnya agar tidak menyentuh tanah? Kenapa aku menyelamatkan mukanya dari nasib untuk jadi bahan tertawaan? Kenapa aku sealpa itu?

Berhasil lepas dari teman-temannya, LeAnn kembali memandangku. Sudut bibir kanannya terjungkit ke atas. Maniknya menembusku penuh kuriositas ganjil, membuatku tak berkutik.

“Wow, Gravitasi.”

Berani bertaruh ia bisa melihat wajahku yang memucat pasi.

“Mungkin kita bisa mengobrol lain kali.” Usai mengatakan hal itu, ia meninggalkanku di sini, terpaku dalam presensi, tak punya pilihan selain memaki.

“Lain kali kamu akan benar-benar mencium lantai! Atau beton! Atau aspal!”

Aku tahu ia mendengarkanku. Ia hanya memilih untuk mengabaikanku kali ini, mempermainkan logikaku, menguji kesiagaanku akan tugas, lantas melambai ringan dan menertawakanku.

.

| FIN

26 thoughts on “Gravity”

  1. Owh. Wow. Hah! Gravitasi.
    Wonwoo adalah seorang (atau sebuah?) Gravitasi.
    Seperti Gravitasi adalah sebuah pekerjaan. Ada tingkatanya, keren!
    Dan LiAnn Lee itu apa bisa lihat Gravitasi?
    Disapa lagi .-.

    Very Nice!! Like^^ Like^^

    Suka

    1. sebuah? seorang? repot memang kalau ternyata gravitasi itu dibagi-bagi menjadi individu ya, hehehe. selama ini kan yang kita tahu kalau gravitasi itu cuma satu jadi ga perlu pake satuan. Karena semua ketidakmasukakalan inilah makanya aku memasukkan cerita ini ke dalam kategori surealisme (biar aman, haha) (lalku dikeplak reader)
      Terima kasih sudah mampir, Sisilia ^^

      Suka

  2. Owh. Wow. Hah! Gravitasi.
    Wonwoo adalah seorang (atau sebuah?) Gravitasi.
    Seperti Gravitasi adalah sebuah pekerjaan. Ada tingkatanya, keren!
    Dan LiAnn Lee itu apa bisa lihat Gravitasi?
    Disapa lagi .-.

    Very Nice!! Like^^ Like^^.

    Suka

  3. Aku sebut apa yaa, seorangkah? Atau segravitasi(?)…
    Keren ini Kak, fresh bgt. Gravitasinya jatuh cintaaa yaa, ternyata gravitasi bisa jatuh juga😀
    Gravitasi aja bisa jadi fic kece beginiii…
    Sukaaa❤

    Suka

  4. fantasy… aku sukaaa, kak. keren weh. itu LiAnn Lee kok bisa liat gravitasi sih? apa dy sebangsanya? tp, mana mungkin? -_-
    ada sequel ngga kak? penasaran sama perjumpaan kedua mereka. hoho

    Suka

  5. annyeong author, new reader here ^^ jeon wonwoo….>< duh bias. ini keren banget ff nya, kak author… sumpah, ngebayangin wonwoo kek gitu, gravitasi…, duhh, speechless.. keren kak.. keep writing ^^

    Suka

      1. Iya, anak IFK yg tak punya kontribusi apapun :’). Ah, Eci ya… rasanya aku pernah komen di ff kamu yg lain, tp gara2 kelamaan hiatus, aku lupa nama2 senpai di IFK. Tulisan kamu bagus bangeeet, pertahankan yaa :*

        Suka

  6. uwahhh kak eciiii ini nenaonan euy!
    idenya patut dikasih apresiasi lanjutan bima sakti juga ini😀 aku jadi kepikiran untuk mengangkat ilmu fisika lainnya masa. haha.
    well, ini keren banget kak🙂 karya lainnya ditunggu, keep writing-yo!😀

    Suka

    1. halo xianara ^^ aku tadinya kepikiran dunia tanpa gravitasi tapi berujung mengkhayalkan apabila gravitasi itu manusia sih hehehe. Ayo, Xi, tulis juga pake ilmu Fisika yang lain ^^ makasih sudah mampir, xianara ^^

      Disukai oleh 1 orang

      1. dan khayalan kak eci berujng pd kemunculan wonwoo, si makhluk gravitasi (gatau lah si wonwoo in manusia apa bukan, sebutan makhluk lebih cocok) ehehe. siap kak eciiii^^

        Suka

  7. KAECI!
    OMO OMO GILAK AKU MELEWATKAN FF SEKECI INI BEBERAPA BULAN YANG LALU?! ASTAGA KAK TENGGELAMKAN SAJA DAKU PADA LAUT TERDALAM 😂

    AKU LAGI NYARI FF WONU KETEMU DISINI DAN… WONU-YA KAMU JADI GRAVITASI AJA UDAH PEN KUBEJEK APALAGI JADI YG LAIN 😂 INI KIYUT KIYUT SUREAL NEOMU JOHA SEKALI KAK TUMBEN AKU BACA SUREAL YG GAK BIKIN SAKIT KEPALA TAU :”)
    WONU WONU WONU BISA SALFOK JUGA YA GEGARA CEWE LAIN AWAS DI RUMAH PATAH TULANG GEGARA JOLLY #PLAK

    POKOKNYA AKU SUKA IDENYA! AKU SUKA TULISAN KAECI! AKU SUKA SI MAS GRAVITASI! LAST… LAFYU KAECI ❤

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s