[FICLET] Fall

Processed with VSCO with a6 preset

“Fall”

 

by sleepingpanda

Cast : UP10TION’s Kim Wooseok-OC’s Sophie | Genre : Romance | Duration : Ficlet | Rating : General

 

Fall [verb] : Move downward, typically rapidly and freely without control, from a higher to a lower level.




“W―Wooseok?”

 

Sophie kira ia hanya memasukkan semangkuk sereal rasa buah pagi ini. Ia ingatkan, Ia hanya memakan sereal rasa buah. Beberapa berwarna oranye pucat―rasa jeruk, dan sudah setengah lembek terlalu banyak menyerap susu. Namun saat ini, seperti habis menelan satu buah jeruk bulat-bulat, tenggorokannya benar-benar tak bisa diajak kompromi. Mau berteriak saja rasanya susah sekali.

Ia bergeming, tak berani membawa kakinya bergerak barang sejengkal pun. Kelima jemari kanannya masih mencengkeram kuat lengan sweater pria di sampingnya. Sedikit saja tiupan angin yang mengenai anak-anak rambutnya kembali membuat perutnya berdesir, seolah lambungnya ingin mengeluarkan semua sarapannya pagi ini.

 

Bungee Jumping, Sophie membenci permainan ini semumur hidup.

 

Hanya karena kalah suit, ia bisa berakhir berdiri enam puluh meter di atas permukaan tanah dengan suara-suara teriakan kegirangan dari sisa teman-temannya di bawah. Gadis itu pastikan ia tak akan berani bermain suit lagi, karena well, setengah dari teman-temannya ternyata memiliki bakat psikopat.

 

“Kau mau aku ikut mati, ya.” Pria di sampingnya berujar, nada setengah sarkas kembali melayang di udara. Kedua Onyx miliknya masih menatap Sophie, berharap semua ini bisa segera selesai karena udara pada ketinggian ini tak begitu bersahabat dengan ujung-ujung hidung yang hampir sewarna rambutnya―merah terang. “Ayolah, Soph. Kalau kau sebegitu takutnya, aku mau kok menggantikan.”

Tak ada gelengan, pun anggukan menyetujui tawaran Wooseok. Harga diri Sophie masih belum mau mengalah, padahal kakinya sudah lemas hebat. Oh, Sophie benar-benar benci dianggap gadis lemah. Apalagi terhadap Wooseok. Entahlah, ia juga kadang tak mengerti kenapa ia begitu susah untuk mengalah jika berhadapan dengan pria itu.

Masalahnya, hujan baru saja berhenti, meninggalkan sisa-sisa butiran kecil mengenai seluruh permukaan wajahnya seiring otaknya yang masih menimang. Kabut pekat masih menggantung, membuat ia tak begitu bisa melihat keadaan di bawah.

 

Jatuh atau tinggal. Tidak segampang itu bagi Sophie.

 

“Ugh, baiklah. Gantikan, yah.” Tanpa pikir panjang si Gadis meminta petugas melepaskan semua pengaman pada tubuhnya. Ha, harga diri pantat panda. Tangannya dengan cepat menarik Wooseok menggantikan posisinya semula, secepat rasa lega membanjiri pembuluh darahnya. “Thanks, and―ehm, I owe you everything.”

Tak ada jawaban atas kalimat malu-malu dari Sophie, membuat wajahnya merah padam dengan sedikit decihan keluar dari mulut. Selalu seperti itu, Sophie kira sambungan-sambungan syaraf di muka Kim Wooseok sudah hampir mati mengingat ia jarang sekali merubah ekspresi. Kaku, dingin, kelabu; semua kata-kata itu selalu menjadi suatu keutuhan sifat Wooseok di mata Sophie. Hal-hal itu terkadang membuat Sophie yang sedikit sensitif mengira kalau pria ini membencinya.

 

Bagaimana tidak jika seorang lelaki selalu saja mengeluarkan kalimat-kalimat sarkas jika berbicara denganmu?

 

Gigitan di bibir bawah menandakan bahwa Sophie sudah setengah tercekik dengan mulut Wooseok yang masih terkunci rapat―yang nyatanya malah membuat si gadis semakin merasa bersalah membiarkan pria ini menjadi kuda hitamnya. Maniknya yang bergerak gelisah mencoba menembus kabut. Ketika gadis itu tersadar lagi, si Pria telah memakai pengaman lengkap, siap jatuh menggantikan dirinya. Manik Sophie mengamati lamat-lamat, menyadari tak ada sama sekali perubahan ekspresi―lagi―dari Wooseok.

 

Bodoh, sih, tapi mulut gadis itu sungguh gatal ingin bertanya. “Memang kau tak takut, ya?”

 

“Takut?”

 

Senyum timpang terbentuk di sepanjang bibir Wooseok sebelum tubuhnya bertemu pekatnya kabut―bahkan ada selapis yang lebih tipis di manik Onyx Wooseok ketika Sophie bertemu dengan benda itu.



Well, percayalah Soph―”



“― Ketika jatuh cinta padamu lebih terasa menakutkan, jatuh seperti ini tak ada apa-apanya.”




end

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s