[Ficlet] 5 y.o

PicsArt_02-07-12.50.11

by slmnabil

starring iKON’s Goo Junhoe x Oc’s Claire

genre Romance duration Ficlet (<500w) rating G

related to : Quick Stop

.

Claire, main jungkat-jungkit di cincin Saturnus, yuk?


Goo Junhoe menemukan jalan keluar paling cemerlang agar Claire tidak menyangkutkan soal lampu merah lagi dengan operasi pengejaran masa depannya (dibaca: Claire). Berkat argumennya tempo hari, gadis itu malah lebih sering menekan saklar sehingga Junhoe megap-megap tahan-tancap gas. Seratus dua puluh detik dikali tiga ratus dalam rentang satu hari bukanlah ide yang oke.

Jadi sepanjang pelajaran sejarah yang dalam opini Junhoe sah-sah saja untuk dilewatkan, dia lebih memilih merenung dan membiarkan isi kepalanya adu gulat. Pengorbanan yang mengantarkannya pada satu keputusan gila.

Junhoe akan membawa Claire ke tempat dimana lampu lalu lintas tidak berlaku.

Batas langit terendah? Bukan, tentu saja. Masalahnya adalah dia tak pernah tanggung-tanggung soal tekad. Berapa, sih, yang harus dikeluarkannya untuk biaya wisata ke Saturnus? Pikiran semacam itu yang sejak tadi bolak-balik di sekitar aksonnya, sedang derap tungkainya mentransportasikan diri ke ruangan paling luas di sekolahnya.

Perpustakaan.

Berbeda dengan Junhoe yang memanfaatkan gudang pengetahuan tersebut menjadi pelarian saat diserang kantuk -kabur dari kelas maksudnya, Claire adalah tipikal yang eksistensinya perlu dipertahankan di dunia ini. Untuk keberlangsungan orang-orang pintar katanya.

Kata Claire sih, itu agak berlebihan. Tapi Junhoe santai saja dengan opininya.

“Claire! Claire!”

Rose, teman akrab sang gadis melayangkan sikutan ringan ketika Goo Junhoe muncul dari sudut matanya. Dia melambai-lambaikan tangan lima belas langkah dari ujung sepatunya, macam orang tengah berparade.

“Pacarmu, tuh!” kata Rose.

Sontak saja Claire mengikuti jangakauan pandangnya. Berani taruhan yang mesin ketiknya kerjakan dalam isi kepalanya pasti; Ugh, dia lagi.

Melihat realita kalau penjaga perpustakaan memelototinya sampai bola matanya hampir ke luar, Claire menerima impuls kalau ia perlu melakukan aksi. Menendang bokong Goo Junhoe boleh juga.

“Apa lagi, sih?”

Jenis prolog yang selalu Claire ciptakan saat akan bercakap dengan cowok ini. Orang lain mungkin akan langsung mengerti di kali pertama kalau dia tidak ingin diganggu, tapi Junhoe tidak begitu. Kalian tahulah kapasitas mencerna perkataannya, di bawah min tak hingga.

“Me-“

“Kamu mau menyalakan lampu merah, kan?” potong Junhoe sebelum Claire berhasil menuntaskan kalimatnya. Terlalu sering diperlakukan seperti itu menjadikannya penuh dengan pengalaman.

“Kamu harus hemat daya Claire, kasihan bayarnya mahal,” bubuh Junhoe agar lebih meyakinkan.

“Beri aku uang kalau begitu, untuk membeli daya sebanyak-banyaknya,” timpal Claire.

Junhoe tersenyum, siap melancarkan opini yang dalam pandangannya amat gemilang.

“Daripada untuk beli daya, bagaimana kalau kita main saja?”

Junhoe selalu punya kemampuan untuk membuat Claire edan mendadak.

“Main jungkat-jungkit di cincin Saturnus yuk?”

Tak ada perubahan signifikan di ekspresi milik Claire, mengindikasikan emosi yang tidak habis pikir harus menunjukkan reaksi seperti apa lagi. Jalan pikiran Goo Junhoe benar-benar payah buatnya. Mungkin cowok itu perlu mengganti bio di akun media sosialnya menjadi 5 y.o kalau begini ceritanya. Kebohongan soal usia bakal mulai nge-tren sepertinya.

“Jun, main tukar isi kepala yuk? Biar yang aku alami kamu rasakan juga.”

Goo Junhoe malah berbinar.

Ugh, pola pikir yang romantis sekali. Jadi kapan kita akan mulai?”

Oh, sial.

.

-fin.

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s