[Ficlet] Tear-Sodden

hayoung

scriptwriter Liana D. S.

starring

Apink Hayoung x EXO Sehun

genre Hurt/Comfort duration Ficlet (nearly 400 words) rating General

.

ide diambil dari skenario EXO di tumblr ini, jadi tidak sepenuhnya milik saya. for my OTP self-collection #11: SeYoung

.

Televisi di ruang tengah menyala, menayangkan acara komedi malam, tetapi Hayoung sadar baik dia maupun Sehun tidak menikmati tayangan tersebut. Selama tiga puluh menit terakhir, meski disuguhi lawakan yang normalnya mengocok perut, keduanya diam, sama-sama murung dengan pikiran yang tidak berada di tempat. Sehun, sebagai orang yang menyarankan mereka menonton acara itu, malah yang tampak paling tidak terhibur.

Hayoung mendesah keras.

Percuma.

“Kenapa kau mematikan televisinya?” tanya Sehun lemah pada gadisnya yang baru memencet tombol power di remote control, “Kemari—“

Kata-kata Sehun tak tuntas sebab ia telah lebih dulu ditarik dalam sebuah dekapan, sebuah hal yang selama ini sangat dihindari Hayoung si pemalu. Hingga saat ini, sebetulnya Hayoung masih menunjukkan ketidaknyamanan: gadis itu sedikit gemetar manakala kulit wajah Sehun bersentuhan dengan bagian bahunya yang tak terlindung kaus. Kendati semula berusaha melepaskan diri sambil sedikit protes, Sehun akhirnya berhenti saat didengarnya bisikan sedih Hayoung.

“Aku tahu… ini bukan cara terbaik untuk menyenangkanmu lagi… tetapi kukira, menangis di pundakku akan lebih melegakanmu ketimbang menonton televisi…”

Ujaran ragu-ragu Hayoung tidak direspon Sehun selama beberapa detik. Sempat Hayoung cemas perbuatannya yang di luar kebiasaan ini akan membuat mereka canggung, tetapi bukankah perasaan Sehun yang lebih utama sekarang? Hayoung ingat kata kakaknya bahwa lelaki cenderung enggan membiarkan kelemahan mereka mengemuka dan tentu saja, Sehun termasuk dalam kategori lelaki yang demikian. Akan tetapi, lara Sehun sudah keterlaluan dan sebagai teman hidup yang baik, Hayoung merasa bertanggung jawab untuk ikut menanggung perih itu.

Ah. Perih itu, amat luar biasa sampai-sampai Hayoung turut merasakan apa yang kekasihnya rasakan. Tanpa disadari, air matanya jatuh dan tangis sunyi Sehun menyusul kemudian. Pemuda itu merangkul Hayoung erat, isaknya yang teredam di bahu Hayoung mulai terdengar, pilu, menyakitkan si empunya bahu. Perlahan, telapak Hayoung menemukan jalan menuju punggung lebar Sehun. Mengusap melingkar. Menepuk lembut. Naik ke kepala. Membelai surai jelaga Sehun. Hayoung tidak pernah melakukan ini sebelumnya, tetapi melalui pelajaran yang ia dapat dari ibu Sehun sebelum menikah dulu, ia yakin telah membantu Sehun cukup banyak.

Atau membangkitkan memori bahagia yang berubah pahit?

Karena orang yang biasa membelai Sehun kecil seperti ini telah dikebumikan kemarin siang.

“Maaf, Hayoung-ah…” Sehun tertawa getir, sengau, masih berupaya melenyapkan tangisnya namun gagal, “…membasahi bahumu.”

“Tidak apa-apa, kok,” Segera Hayoung menghapus jejak basah di pipinya sendiri sebelum kembali menenangkan Sehun, “Mungkin tidak senyaman bahu Ibu,” –Hayoung merujuk pada mendiang ibu mertuanya tercinta—“tetapi ‘kan bahu ini milikmu juga, yang akan selalu siap untuk menampung dukamu.”

TAMAT

4 thoughts on “[Ficlet] Tear-Sodden”

  1. eiii, kak liana lagi demen bikin marriage life nih kayaknya❤ ini salah satu genre favorit terselubung/? yang aku juga payah dalam menulisnya. udah pokoknya aku kaga bisa nulis romance tp

    Suka

  2. eh maap kepotong :3
    tp aku suka genre yg kayak gini kak. romancenya tuh dewasa bgt, gak muluk-muluk dan digambarkan melalui tindakan, bukan kata-kata cheesy macem cinta monyet :3
    /cusss lagi/

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s