Across The Universe

edit 1.jpg

Winner Song Mino and OC Val

on

Accross The Universe

Fantasy, Romance

Vignette

G

Semesta tampaknya tak menginginkan kita bersama.

Cengiran lebar di layar itu seolah bisa menebus tenaga yang sudah ia keluarkan sejak tadi.  Mau tak mau ujung mata Val ikutan terangkat dan ia menirukan senyuman pria di seberang sana.

Mereka sudah tidak pernah mengawali sambungan telepon dengan kalimat apa kabar. Sudah basi, kata mereka. Keduanya sama-sama tahu kalau mereka sudah lelah dan sama-sama saling merindu. Mengucap kata aku rindu kamu hanya akan menambah kepedihan.

Val mengangkat sebah botol yang sejak tadi ingin ia pamerkan kepada Mino.

“Tebak ini apa?”

“Crouchen 1947?”

“Jauh lebih tua dari pada itu.”

“Kau serius?”

Val mengangguk. Ia menuang sedikit cairan merah itu pada gelas kecil di atas panel kontrol kapalnya. Cairan itu mengeluarkan wangi manis yang menggoda, Val bersumpah ia merasa bahwa Mino di seberang sana dapat merasakan wangi anggur merah ini.

“Ini wangi sekali, kau harus rasakan yang punya Menteri Choi. Jauh lebih tua dan sialnya rasanya enak sekali.”

“Kau dikasih?”

“Tidak tapi tadi ada sampelnya, aku mencicipi sedikit.”

“Kalian diberi kenang-kenangan oleh penduduk sana?”

“Iya Song, iya. Kau sendiri bagaimana?”

“Payah. Penduduk di sini hanya tahu membuat senjata saja.”

“Siapa suruh kerja untuk Menteri Pertahanan.”

Val menggoyangkan gelas kacanya dan cairan kental itu bergoyang menggoda. Pada dasarnya minuman beralkohol bukan salah satu hobi Val. Tapi menjadi awak kapten kapal milik Menteri Budaya membuatnya mulai tertarik dengan hobi sekaligus bisnis milik bosnya itu. Jadilah ia memungut sedikit dari kegemaran Seunghyun. Begitu juga dengan Mino yang juga tertular hal yang sama.

Mino terdiam memandangi kontur wajah Val yang terlihat lelah. Tapi perempuan itu masih kukuh menunggui ruang kemudi. Padahal ia tahu, jarak dari Planet Teglomiar ke Stasiun Luar Angkasa Nox bukan dekat.

“Kapan rencananya kau pulang?” tanya Mino sembari menyobek kantong keripik kentang yang sempat ia selundupkan secara ilegal sebelum pergi. Ratusan tahun berlalu semenjak manusia mulai menjalin hubungan dengan mahkluk lain di luar angkasa, tapi makanan untuk para utusan dari bumi tidak juga berkembang menjadi lebih enak. Begitu juga peraturan tentang makanan dari Bumi, tetap dilarang.

“Ini kami dalam perjalanan pulang. Wah, kau dapat dari mana?”

“Ini?” Mino mengangkat kantong keripik kentang itu, “Biasalah…”

Val menggeleng sambil berdecak kagum.

“Kau sendiri kapan pulang?”

“Masih ada satu planet lagi yang harus kukunjungi.”

“Waktu kau kembali, aku sudah akan ada tugas lagi,” Val berujar, kaget sendiri dengan nada suaranya yang agak mengeluh.

“Sabar. Kita akan menemukan waktu untuk bertemu selain lewat layar.”

Mino merasa kepingan keripik kentang itu menggerus kerongkongannya. Terpisah selama dua tahun dalam luasnya angkasa dan jadwal padat membuat mereka hampir lupa apa rasanya sentuhan masing-masing.

Tapi ini adalah mimpi mereka. Menjelajah dunia di luar bumi. Mengagumi gugusan bintang dan belajar tentang mereka yang bukan manusia. Suatu keharusan untuk mengutamakan perintah daripada kebutuhan untuk dicintai dan mencintai. Toh pencipta peraturan ini bilang bahwa perasaan rindu akan membuat mereka yang sedang bertugas melaksanakan tugasnya dengan lebih baik, dengan imbalan bisa berada bersama dengan mereka yang tercinta.

“Aku mau ganti giliran jaga.”

Val yang memutuskan komunikasi itu.

“Aku juga.”

Tepat sebelum Mino mematikan sambungan, suara Val bergema lewat pengeras suara. “Semesta tampaknya tak mengizinkan kita bersama.”

Gumpalan yang menyumbat kerongkongan Mino serasa akan lepas menjadi aliran sungai dari matanya.

“Jangan cengeng,” Val menenggelamkan wajahnya dalam sweater kebesaran yang Mino kenal betul milik siapa.

Angkasa jauh lebih berbahaya daripada jalanan manapun di Bumi. Bahkan seribu ibu-ibu pengguna motor transmisi otomatis tidak bisa disandingkan dengan luar angkasa. Jika detik ini mesinmu terlihat baik-baik saja, detik berikutnya bisa jadi sebuah batu kecil mengganggu kerjanya dan kau meledak dalam hitungan menit.

Ketidakpastian yang mereka jalani itulah yang membuat mereka begitu tidak aman.

“Kau tahu tidak, dalam beberapa waktu, Bulan menjumpai Matahari dalam satu garis, meski mereka seharusnya tidak pernah berjumpa. Bulan datang waktu malam, dan Matahari datang waktu siang. Tapi mereka pasti akan bertemu.”

“Tapi aku tidak mau jadi Bulan. Lagipula perjumpaan antara Bulan dan Matahari mengakibatkan kegelapan bagi Bumi.”

“Taruhan seribu, kau tidak mau jadi Bulan karena permukaan Bulan bopeng-bopeng?”

Tawa mereka bergabung meski tidak sempurna karena yang satu berasal dari speaker, dan sudah berkeliling sangat amat jauh.

“Kita pasti berjumpa, kau ingat itu.”

“Janji ya?”

“Iya.”

“Awas mati.”

“Kau juga, Bodoh.”

Kay’s corner: hai long time no see /ditimpuk/

6 thoughts on “Across The Universe”

  1. waw mino-val baru :3 dan mereka jadi manusia di luar angkasa, nice nice :3
    suka pas analogi matahari-bulan nya keluar, bahkan candaan mino soal bopeng bopeng ga kedengeran nyebelin tapi malah bikin makin kangen wkwk
    masih ada bbrp typo di atas, but overall nicee~~~

    Suka

  2. ASTAGAAA KALIAN BERDUAAA………..AKU KANGEEEN AKSKSJDNRJDKDHRHRJRU DUH DUH😄
    Bahagia bisa baca fic kalian lagi huhuhu btw btw aku suka kaay tulisan kamu yang iniii sukak banget mereka bisa romantis (dan enga romantis yang bikin mabok) huhuhu ini keceee apalagi duh apalagi yaa…….apalagi temanya juga antimenstrim dan aku enjoy bacanya. Good job, kaay! Kusayang minoval ♡♡♡

    Suka

  3. Woaaaaaahh long time no see too, MinoVal~
    Ya ampun kay bener2 udah lama banget ga baca minoval dan ini…. KECE!!! Ugh setuju kata riris. Ini romantis tapi ga menye2. Tipikal minoval😄 bagus lagi kamu buat ini jadi series *eh* tapi serius deh ini seru dan penasaran gimana mereka ketemuan nanti > <

    Disukai oleh 1 orang

  4. Kak kaaay kujatuh cinta dengan dialog awas mati nyaaa waaaaa x) nabil belum pernah sih baca mino val yang lain, tapi kayaknya rame buat dibaca kalau liat komentar di atas hehee :))

    Suka

  5. ASTAGAH!! INI IMUTNYA GAK KETULUNGAN!!!
    TOLING SIAPAPUN TOLONG SELAMATKAN SAYA!!!
    hubby ini tingkat fluffnya tinggi banget astaga, ih lucu pisan….
    huhu jangan jadi bulan ama matahari dong… kan gak bisa ketemu… ketemu nya besok tuh hubby, jam 7 pagi… /plak
    Ah val minta mino jangan mati, mana bisa mino mati kalo nggak di pelukannya val /eeeee
    Ini tipikal minoval tapi level fluffnya tinggi banget haha!! Tapi aku sukaa, sering2 bikin yang manis gini ya hubby!!

    From
    All.Want.Candy

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s