[Ficlet] Another Loss

another loss

Another Loss

presented by thelittlerin

.

BAP Youngjae, OC Choi Rin

.

Friendship, Fluff, College-Life

PG-15 | Ficlet (900+ words)

.

Warning! word-vomit

.

Aku kalah lagi

Siang itu, hujan turun.

Cukup deras untuk membuat orang-orang memilih berteduh ketimbang berjalan di bawahnya. Namun tidak terlalu deras untuk membuat orang-orang merasa takut karenanya.

Sedikit teredam oleh empat dinding yang membatasi ruang, suara hujan masih sempat menyambangi kedua telinga Yoo Youngjae. Memberi lelaki itu sensasi menenangkan sembari dirinya membolak-balik buku tebal di hadapannya—ada rumor yang mengatakan kalau akan ada kuis pada kuliah hari ini. Namun sayang, Youngjae tidak bisa menikmati sensasi itu lebih lama—keributan di dalam ruang kuliah semakin lama semakin parah.

Untuk yang kesekian kalinya, pintu ruang kuliah terbuka. Dan untuk yang kesekian kalinya pula, suaranya membuat Youngjae tanpa sadar mengalihkan pandangannya, melihat siapa yang datang kali ini.

Tetapi kali ini Youngjae tidak mengembalikan perhatiannya segera setelah ia mengenali siapa yang datang. Pandangannya masih bertahan di sana, memandangi sesosok gadis yang kini berjalan menuju deretan kursi di depan ruangan, menghampiri sang teman yang duduk di sana.

“Choi Rin! Kamu kehujanan?!” pekik Park Junghwa begitu melihat keadaan Rin yang menurutnya sedikit mengenaskan. Jaket hitam dan rambut pendeknya basah oleh hujan, tetapi gadis itu kelihatannya masih baik-baik saja.

“Aku kehujanan dari halte,” balas Rin sembari membuka jaketnya. Memamerkan kemeja lengan panjang berwarna mint yang tampak lembab—terkena dampak jaketnya yang basah.”Tapi aku baik-baik saja kok. Sepatuku masih baik-baik saja.”

Seketika, pandangan Junghwa—dan juga Youngjae—terarah pada sepasang sneakers yang dikenakan gadis itu. Tampak baik-baik saja walaupun Youngjae masih bisa melihat bekas tetes-tetes air hujan tercetak di permukaan berwarna abu-abu itu.

“Tapi hari ini pendinginnya kejam sekali,” kata Junghwa. Menunjukkan bahwa ada seseorang di luar sana yang telah mengeset suhu ruangan menjadi sedingin udara di luar sana. Bahkan Junghwa sendiri merasa kedinginan, namun ia masih selamat berkat bahan pakaiannya yang lumayan tebal hari ini. Berbanding terbalik dengan kemeja Rin, yang jatuh lemas mengikuti postur badan sang pemilik—Junghwa bisa memastikan gadis itu akan kedinginan selama dua setengah jam kuliah berlangsung.

Segerombolan orang kemudian secara tiba-tiba masuk, menyebabkan Youngjae kehilangan fokus untuk tetap mendengarkan percakapan antara dua adik tingkatnya itu. Terlebih lagi ketika gerombolan itu duduk di sekitarnya dan berusaha mengajak dirinya bercakap-cakap.

Teman-teman yang menyebalkan.

Setelah menjawab salam dan melemparkan senyuman—Youngjae menolak untuk ikut serta dalam obrolan—lelaki itu kembali melayangkan pandangannya ke depan.

“Sudahlah, aku ke toilet dulu ya.” Entah apa yang mereka bicarakan selama perhatian Youngjae teralihkan, tiba-tiba saja Rin sudah tersenyum memohon dan kemudian berjalan cepat menuju luar kelas. Seakan-akan takut jika Junghwa akan mengomelinya macam-macam—nyatanya ekspresi kesal memang tercetak jelas di wajah Junghwa.

Kedua manik Youngjae dengan telaten mengikuti setiap pergerakan gadis berambut seleher itu. Hingga akhirnya sosoknya menghilang di balik pintu dan Youngjae menarik napas pelan—beruntung, teman-temannya tidak ada yang memperhatikan sikapnya hari ini.

Perlahan, lelaki itu mendorong tubuhnya supaya berdiri. Tidak mengindahkan tatapan orang-orang di sekitarnya yang memandangnya heran. Meraih jaket yang ada disampirkan di sandaran kursi sebelum mulai melangkah.

“Youngjae-ya! Mau ke mana?”

“Kopi!” jawab Youngjae, juga sambil berteriak, tanpa sedikit pun berbalik dan menatap sang lawan bicara.

Ada hal yang lebih penting daripada itu sekarang.

.

.

Udara dingin menyergap tubuh begitu Rin keluar dari toilet.

Bagaimana tidak? Beberapa jendela koridor kini terbuka lebar tanpa ada satu orang pun yang berusaha menutupnya, mengantarkan udara dingin dari luar sana bertemu dengan hembusan pendingin ruangan dari sela-sela pintu ruang kelas.

Namun bukan itu yang menyebabkan kedua alis Rin berjengit heran. Melainkan sesosok lelaki yang tengah berdiri bersandar di dekat mesin penjual minuman, menyesap pelan kopi kalengan di tangannya. Padahal lima menit lagi kelas akan dimulai.

Tidak ingin berspekulasi macam-macam, Rin dengan cepat melangkah. Berusaha masuk ke dalam ruang kelas sebelum dosen mereka datang—juga sekaligus berusaha mengingatkan Yoo Youngjae akan waktu yang terus berjalan.

“Rin-ah.”

Suara pelan itu menyapu pendengarannya, bersamaan dengan genggaman lembut pada pergelangan tangannya. Rin berbalik, menatap Youngjae dengan tatapan heran.

Bukannya menjawab rasa heran gadis di hadapannya, Youngjae malah mengulurkan tangannya. Memasangkan jaket berwarna abu-abu miliknya pada tubuh mungil Rin. Masih terdiam seribu bahasa bahkan ketika gadis itu menahan napas lantaran terkejut.

“Tidak usah, o—“

“Pakai saja. Kamu bisa masuk angin.”

Eh?”

Sebelum Rin sempat melepaskan jaketnya, atau sebelum Rin sempat melepaskan kalimat penolakan, Yoo Youngjae sudah berjalan mendahului gadis itu. Benar-benar tidak ingin menerima penolakan apa pun dari Rin.

Helaan napas keluar dari bibir Rin. Pandangannya terus mengikuti sosok Youngjae hingga lelaki itu hilang di balik pintu. Tanpa berbalik sedikit pun. Itu tandanya Rin sama sekali tidak bisa berkata tidak untuk kali ini.

Menghela napas sekali lagi, sebelum akhirnya gadis itu menyusul sosok Youngjae masuk ke dalam ruang kelas.

Semoga ia tak perlu menjelaskan apa pun pada Junghwa.

.

.

Seorang gadis berusaha menerobos kerumunan, hendak mengejar sesosok lelaki yang sudah lebih dahulu keluar ruangan. Berkali-kali mengucapkan kata ‘permisi’, berharap orang-orang akan berbaik hati untuk memberikan jalan dan membiarkannya keluar.

Namun hal itu tidak terjadi hingga kerumunan itu berpencar, berjalan menuju tujuan masing-masing.

“Youngjae oppa!”

Rin berteriak ketika menangkap sosok Yoo Youngjae yang tengah meninggalkan gedung fakultas. Sedikit bersyukur ia masih bisa melihat Youngjae sebelum lelaki itu benar-benar menghilang.

Youngjae sendiri mau tak mau menghentikan langkahnya, lantas berbalik demi mendapati jaket miliknya kini terulur kembali padanya. Setengah hati lelaki itu meraihnya, kemudian tersenyum tipis sembari berkata,”kembalikan saja besok, tidak apa-apa kok.”

Lawan bicaranya menggeleng, membuat kedua alis Youngjae berjengit heran.

“Aku tidak bisa,” kata gadis itu pelan.

“Kenapa?”

Tiba-tiba saja, gadis itu tersenyum lebar. Tetapi, bukan untuk Youngjae, pandangannya mengarah ke arah lain. Youngjae berbalik, mengikuti arah pandangan Rin dan terpaku sesudahnya.

“Aku duluan, oppa.”

Dengan itu, Rin berjalan mendahului Youngjae. Menghampiri seorang lelaki berambut hitam yang tengah berdiri di depan pintu gedung fakultas. Seorang lelaki yang kini tengah menatap Youngjae tajam—Youngjae bisa merasakannya walaupun mereka terpisah tak kurang dari lima meter.

Dan ketika lelaki itu merangkul Rin yang masih tersenyum, Youngjae tak bisa melakukan hal lain selain tersenyum pahit.

“Aku kalah lagi.”

fin.

A/N

Karena saya sering kedinginan kalo lagi kuliah ‘-‘ tapi sayangnya nggak ada cowok macam Yoo Youngjae yang mau minjemin jaketnya :”) [soalnya aku jaketan mulu sih .__.]

mind to review then?

3 thoughts on “[Ficlet] Another Loss”

  1. ………kamu udah pake jaket tapi masih kedinginan…..
    mau pake berapa lapis jaket kamu nak…?

    ANW, awalnya aku sebel, panas-panas gitu kan ada yongjexrin, terus makin panas pas yongje dengan manisnya ngasi jaket
    semacam kayak, “WOI ITU CEWE ORANG!! GAK USAH SOK BAIK!!!” #plak
    tapi pas tau diujung2 Rin tau diri (mari bersyukur) terus kembali ke pelukan Jong Up… langsung “HAHAHAHA SUKURIN!! UDAH TAU CEWE ORANG MASI BERUSAHA NGEMBAT JUGA?!” /iya aku tahu aku jahat/
    tapi setelah dipikir2…. kesian juga yongje… tapi salahnya juga dulu PHP huhu… TT^TT
    ah walaupun word vomit ini masi tetep berbahaya, terutama bagi tim kampanye #MoonRin

    LANJUT WI!! MOONRIN YESH! 2016 = MOONRIN YEAR <3<3
    wakakakak

    All.Want.Candy

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s