One Night at Alious Bridge

Processed with VSCO with b5 preset
Processed with VSCO with b5 preset

by jojujinjin (@sanhaseyo on Twitter im so sO ASTRO AND SANHA TRASH IF YOU ARE TOO FEEL FREE TO FOLLOW)

.

starring Astro’s Bin aka Moon Bin and YG Trainee’s Moon Sua aka Sua

1000+wc // T // Slice of Life, Family

.

summary

Untuk beberapa saat, Sua tidak memikirkan akan tidur di mana mereka malam itu. Mungkin di tengah jembatan Alious juga tidak masalah.

***

Ilalang menari liar, Sua sudah memandanginya sejak dua puluh tujuh menit lalu dari jendela kamarnya yang separuh terbuka. Pohon apel yang hanya sebesar ibu jari dari jarak pandangnya tersiram sinar lembut rembulan. Ia mengucek mata, melirik pula tumpukan buku di sisi kirinya yang sudah siap dimasukkan ke dalam kardus.

Bin bilang hari ini ia akan pulang lebih cepat—Sua pikir karena mereka akan segera meninggalkan rumah. Karena kemarin seseorang datang ke rumah mereka dan mengagetkan Sua, pria berjas hitam itu menunjukkan kertas yang terlihat seperti sebuah akte tanah. Lantas menyuruh Sua pergi dari bangunan tersebut secepatnya, sebelum  Bin datang secara tiba-tiba dan menyuruh Sua masuk ke dalam kamar.

Semuanya terjadi begitu cepat.

Waktu menunjukkan pukul delapan malam tatkala telepon genggam Sua berbunyi nyaring. Membangunkan Sua dari lamunannya.

“Halo?”

Sua.”

Itu Bin, tapi tidak menggunakan nomor Bin sendiri. Suaranya nyaris-nyaris tenggelam di antara napas memburunya.

Pergi dari rumah, sekarang.”

“Bin? Ada a—“

Bawa truk Ayah, bawa apa pun yang kita perlukan. Tinggalkan rumah secepatnya. Temui aku di tempat biasa. Cepat, Sua.

“O-oke, tapi apa yang kau maksud dengan apa pun—“

“Be safe, Sua. Bye.”

Sua tahu ia tidak bisa melakukan apa pun selain menuruti apa kata Bin, jadi ia meninggalkan kamarnya secepat kilat. Meski Sua sendiri tak yakin apa yang Bin maksud dengan ‘apa pun yang kita perlukan’, gadis itu mengambil berbotol-botol air mineral dan makanan ringan. Mengambil dompet dan tabungannya dengan sang kakak. Sua mengganti isi ransel sekolahnya dalam hitungan detik.

Ia menuruni dua anak tangga sekaligus, tapi tiba-tiba langkahnya terhenti. Dirabanya foto keluarga kecilnya yang tergantung di dinding. Lantas Sua mengambil pigura tersebut, untuk dihadapkan dengan sebuah celah berbentuk persegi panjang yang lebarnya hanya cukup dilalui sebuah pergelangan tangan. Perlahan Sua mengulurkan jemarinya ke dalam celah tersebut, jemari penasaran menelusup di antara butiran semen dan laba-laba.

“Dapat!” ujarnya girang, ketika ujung jari tengahnya menyentuh sesuatu yang dingin.

Adalah sebuah pistol yang berada di genggaman Sua tatkala ia mengeluarkan tangannya dan kembali berlari menuruni tangga sampai habis.

Sua beberapa kali gagal memasukkan kunci rumah ke lubang pintu utama sebelum akhirnya ia berhasil dan memacu langkahnya menuju truk ayah yang terparkir asal-asalan di depan rumah. Well, dia memang bukan pengemudi truk yang handal—tapi yang penting Sua paham dasar cara mengemudikan sebuah truk.

Truk berwarna biru langit yang lampu kanan belakang sennya sudah rusak tersebut melaju di jalanan lengang. Sua tahu benar ke mana ia harus pergi; ke jembatan Alious, tempat kesukaan Bin dan dirinya sendiri.

Jembatan tersebut tak besar-besar benar, hanya saja lokasinya yang dikelilingi kawanan rusa membuat Bin betah berlama-lama di sana. Dan tidak ayal Sua juga.

Sua sampai di sana setelah setengah jam perjalanan ugal-ugalan, ia memarkir truk sang ayah tanpa sepeser rasa peduli sebelum turun. Membanting pintu truk dan mendengar suara berisik metal bertabrakan.

Dilihatnya Bin melambai dari seberang jembatan. Rambutnya tertiup angin sepoi.

“Bin!” pekik Sua, setengah berlari menghampiri kakaknya dan sebuah kotak di samping sneakers berlubang Bin.

“Hai!” lambaian Bin bertambah eksesif, membuat Sua memutar bola mata melihatnya. “Kok cepat sekali?”

“Aku panik, bodoh. Kamu teleponnya buru-buru dan aku tidak tahu aku harus bawa apa.”

“Habis, keparat berjas hitam itu tadi—“

“Tunggu, ke mana motormu Bin?”

“—keparat berjas hitam itu tadi mengambil motor dan telepon genggamku, Sua,” lanjut Bin. Jemari berenang di antara helaian surai kecokelatannya. “Makanya tadi aku meminjam handphone orang yang lewat, dan dia bilang dia mau ke rumah; makanya aku menyuruhmu untuk segera pergi ke sini.”

Sua melongo. “Oh my God. So you lost your bycicle and phone. We lost our house. Now what,” desah Sua. “Pasti orang itu sudah pernah memperingatkanmu sebelumnya ya? Astaga, kenapa kita tidak pindah dari kemarin-kemarin sih, Bin? Kau ini keras kepala sekali.”

“Karena hari ini adalah hari ulang tahun keduapuluhempat pernikahan ibu dan ayah.”

Sua sama sekali tidak mengekspektasikan jawaban macam itu.

“Apa?”

“Ini hari ulang tahun pernikahan ibu dan ayah yang keduapuluhempat. Menurutmu aku rela memberikan rumah itu sebelum hari ini terlewati?” Bin menghela napas, tangan bergerak mengambil kotak di sisi kiri tungkainya. “Dan ini hari ulang tahunmu. Menurutmu aku mau merayakannya di sisi jembatan yang penuh rusa seperti ini?”

Bin membuka kotak itu dengan gestur tak niat, lekas memasang beberapa lilin silinder dan menyalakan sumbunya dalam sunyi. “Kamu pikun banget,” kata Bin, menyodorkan kue pelangi berlapis krim putih dengan topping stroberi tersebut ke hadapan Sua yang hanya bisa bengong. “Ulang tahun sendiri saja lupa. Kau pikir aku mau pulang cepat hari ini dengan alasan apa, ha?”

“Moonbin—“

“Cepat tiup dulu, nanti keburu mati lilinnya—eh, jangan lupa berdoa dulu.”

Dan Sua tidak punya alasan yang kuat untuk menolak, jadi ia berdoa seadanya. Lantas setelah lilinnya mati, Bin serta merta mencolek kue tersebut dan mencicipinya. “Mmm, manis.”

Excuse me? That’s my cake.”

I bought it.”

Sua enggan mempermasalahkan hal tak penting seperti itu. Ia mengikuti Bin yang duduk dengan cueknya di atas rumput, mencabut semua stroberi yang tertancap di krim sebelum menyuapi tiga ekor rusa yang entah sejak kapan sudah ada di belakangnya.

Kening Sua berkedut tatkala Bin tertawa sendirian setelah lidah panjang salah seekor rusa menjilat habis jemarinya, namun ia menemukan dirinya tidak mampu mengejek sang kakak. Tidak setelah Bin sudah mengingat hari ulang tahunnya—serta anniversary kedua orang tua mereka yang telah tiada yang ke dua puluh empat—dan acara kejutan super kecil di ujung jembatan Alious.

“Terima kasih, Bin. Meski pun kau ini aneh.”

“Aku mengambil alih shift Dongmin untuk membelikanmu kue ini dan kau—hei! Kau dilarang memakan kue itu setelah mengataiku aneh!”

“Ini kue ulang tahunku, tolong, terima kasih,” ujar Sua, memotong kue tersebut menjadi dua dan langsung menggigit setengah lagi bagiannya.

Dan mereka memakan kue bagiannya masing, membiarkan hening melingkupi. By silence, Sua means, kecuali suara terkejut Bin saat seekor rusa tiba-tiba menjilat belakang lehernya. Sua pun tidak bisa menahan tawa kerasnya, meski tawanya terhenti oleh pukulan Bin di puncak kepala.

 “You know you scared the fuck out of me back then, thought,” kata Sua setelah satu sesi panjang sunyi terlewati lagi. Kardus kue sudah kosong melompong.

Sorry,” ucap Bin, masih mengelus tanduk si rusa yang enggan meninggalkan sisinya. “Bagaimana jika orang itu menculikmu? Atau … menembakmu? Aku bersumpah mereka semua mempunyai sebuah pistol masing-masing. It scared me to death. Kau tahu bagaimana aku kalau sudah khawatir.”

Sua tersenyum tipis melihat sudut bibir Bin tertarik barang beberapa sentimeter ke bawah. Untuk beberapa saat, Sua tidak memikirkan akan tidur di mana mereka malam itu. Mungkin di tengah jembatan Alious juga tidak masalah.

.

.

.

“Terima kasih, Bin. Meski pun kau ini aneh—you’re the best.”

That’s so … cheesy, but okay. I love you too?”

Fin.

a/n:

-unedited. dan maaf gajelas..

-HABEDE BANG JINWOO AKA JINJIN! #HappyJinjinDay Sukses di SMTM 5, semoga lolos dan jadi setim sama doki<3 ((lha kok ngeposnya malah fic moonbin thor)) abis kepepet gimana dong maafin

-Sebenarnya aku punya fic Sanha yang udah jadi lebih dulu, tapi nanggung, tanggal 21 bocah itu ulang tahunn wkwk jadi ya diundur dulu yha

-kangen ifk huhu udah lama sekali tak bersua. review sangat diharapkan!

xx, lais!

10 thoughts on “One Night at Alious Bridge”

  1. hai, kak lais! /es-ka-es-de dikit XD/ kak lais, sebenernya aku udah sering baca ff buatan kak lais, tapi kayaknya barusan ini comment, abisnya ff yang kubaca selalu udah lama ngepost-nya, jadi agak gimana gitu mau nulis review, hihi~ eh malah curhat(!)
    kak lais, ini so sweet banget >< aih, engga ngebayangin mereka makan kue sama rusa2😄 ff-nya keren, kak! btw, salam kenal ya kak lais, aku hyeon, 01L, maaf selama ini udah jadi penguntit(?)nya kak lais, hehe😄 keep writing, kak lais! semangat ^^

    Suka

    1. halooo wkwkwk gapapa sehat sksd :]] ahh gapapaa komenin ajaa, aku bacain kok😀 tapi makasih akhirnya muncul juga yha, hyeon! selamat sudah menempati first spot di sinii, dan semangat buat kamu juga!<33

      xx

      Suka

  2. PARRAAHHHHHHH

    LAIS UPDATE FIC KAGAK NGOMONG-NGOMONG JUGA WKWKWK LIKE EONNI LIKE DONGSAENG! (iyha tadinya mau pake english tapi masa like sister like sister kan gaseru heu)

    ETERUS INI APA BANGET MOONBINNYA!!!!!!!!!!!!!!!!! Aku semakin daisuki kepadanya AHAHAHAHAHA mungkin ini cara yang dipersiapkannya melalui Lais untuk membuat level rocky merosot tajam di mata q.

    Suka banget sama latar, alur, ide, dan castsnya!!! Bin sama Sua tuh so lovely buat diliatin huhu aku suka banget kalo ada artis yg ade-kakakan apalagi abang-ade kayak gini kan kujadi teringat Vernon sama Sophia. Ehini malah Bin&Sua bener-bener paket lengkap dua-duanya talented dan bedanya cuma setaon kusuka sekale.

    Tadinya gue deg-degan fak kirain pas Sua mau ngambil pistol tuh bakal ada tangan halus atau black-suited-mannya tbtb kan aku atut tapi untunglah tidak ada Haha. Karakter keduanya kuat banget di sini w suka lais u memang andal sekali dalam hal perffan kubanggaaaaa!!❤❤ SUKA BANGET!!!!
    See u at home!

    ps : lahade gua nulis wkwkwkwwkwkwkwk ㅡ재
    pss : gitu dong bakatnya disalurkanㅡ브리안
    psss : ck, besok masukin majalah aja sekalian dapet duit buat bensinㅡ원우
    pssss: DAEBAK THOR WKWKWKㅡ빈&민혁
    psssss:❤❤❤ <3ㅡ산하

    Suka

    1. AKU MAU BALES PSNYA AJA ABIS MENARIK

      kak jae: sirik lo bang
      kak brian: ah emang kakakku yg ini dabes
      kak wonwoo: beli bensin ndiri anjir fakuy
      bang binhyuk: MAKASIH DER HAHAHAH
      sanha: sayang km juga<3

      Disukai oleh 1 orang

  3. moon bersaudaraaa~~ iya sih bin bikin deg deg an gitu dan bikin naikin alis juga karena alesannya agak bisa ga bisa diterima. Helloo, kirain bakal ada kejar2an gitu taunya malah makan kue dan main sama rusa? wk but this was nicely written!

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s