[Ficlet] Mark in Between

mark in between

Mark Lee [NCT], Vernon Chwe [Seventeen], Koeun [SMRookies], Yeri [Red Velvet]

© 2016 namtaegenic

:::::

“Karena mereka milik bersama, Bung!”

:::::

Aku punya pertanyaan untuk menguji seberapa jauh khayalanmu. Jika dua orang bidadari bertengkar karena sesuatu, dan keduanya sama-sama salah, menurutmu mana yang paling dirugikan? Mana yang jadi tumbal demi menengahi mereka? Mana yang pada akhirnya diserahkan kepalanya agar keduanya berbaikan kembali?

Jawabannya adalah, aku.

Mari putar balik waktu pada lima belas menit ke belakang.

Kakiku nyaris saja mencapai ambang pintu, ketika Vernon berdecak nyaring—sebenarnya begitulah cara Vernon memanggil orang-orang. Tidaklah terlalu sering ia memanggil teman-teman dengan nama mereka. Vernon lebih suka berdecak. Atau mendecap. Atau bersiul. Pokoknya ia jagonya suara mulut. Kurang ajar, memang. Tapi tetap saja para gadis menempel padanya bak tato permanen.

Aku mengangkat alis, menanggapinya. Lalu jemarinya menghipnotisku agar mendekat.

“Kau lihat Koeun dan Yeri,” bisik Vernon sembari melayangkan dagunya ke arah kedua gadis paling populer yang melengkapi keberuntunganku karena faktanya kami berada di kelas yang sama. Beberapa orang menyaksikan adu mulut mereka kemarin sore. Perihal tak menepati janji, entahlah. Tapi Yeri tampaknya sudah mengumumkan pada dunia bahwa ia dan Koeun tak lagi sepasang karib. Persahabatan mereka musnah. Selesai. Tamat. Tak ada sekuel.

“Lalu kenapa?” tanyaku. Vernon berdecak lagi, kali ini ludahnya mengenai ujung hidungku. Aku mengusapnya lantas membetulkan kacamata. “Ini toh bukan urusan kita. Cewek kan, semuanya seperti itu. Bertengkar soal hal sepele, mendramatisir, lalu mencari teman baru. Itulah hidup. Kau dan aku beruntung karena kita bukan cewek. Meskipun aku tahu bermacam-macam ukuran pembalut gara-gara kakakku yang cerewet itu suka suruh-suruh—“

“Mark!” Vernon bertepuk tangan satu kali, memotong rentetan kalimatku yang bercabang ke mana-mana. “Kau tahu apa efeknya bagi kita jika Yeri dan Koeun tidak juga berbaikan?”

“Apakah menyangkut perdamaian dunia?”

Vernon memutar bola matanya seakan bicara denganku jauh lebih menyusahkan ketimbang mengganti ban bus pariwisata. “Mereka akan mulai cari pacar, Bung!”

Aku mengernyitkan dahi. Masih meraba-raba ke mana arah pembicaraan Vernon.

“Mohon ingat kembali kenapa para cowok di sekolah ini menjaga jarak dari Yeri dan Koeun,” Vernon menghela napas. “Karena mereka milik bersama, Bung!”

Aku mengedik. “Kau pikir mereka lapangan futsal, milik bersama?”

“Kau tidak mengerti,” Vernon menggeleng-geleng. “Selama ini, para cowok sudah diwanti-wanti oleh senior, bahwa Koeun dan Yeri tidak tersentuh. Tidak boleh ada yang pacaran dengan mereka. Karena jika satu saja punya pacar, yang satunya lagi akan mengikuti. Dan mereka tak lagi bisa diajak mengobrol bersama, menonton film ramai-ramai, belanja ramai-ramai, belajar kelompok, dan sebagainya. Mereka akan jadi milik pacar mereka. Mereka akan jadi tidak seru.”

“Jadi maksudmu… “ selaku pada pidato Vernon. “Maksudmu jika mereka bermusuhan, maka mereka akan langsung cari pacar? Mereka memang cantik sih, tapi memangnya cari pacar seperti cari DVD RW?”

“Dengan para cowok yang diam-diam menantikan mereka untuk mulai cari pacar, Yeri dan Koeun akan dapat pacar secepat—“ Vernon menjentikkan jemarinya, “—ini!”

“Jadi apa hubungannya dengan mengorbankan waktu makan siangku?” aku mengangkat pergelangan tangan dan melirik arloji dengan sarkastis. Sementara Vernon tersenyum, makin lama makin lebar dan aku tahu ia punya niat busuk.

“Sana, kau damaikan mereka.”

“Kenapa aku?!” aku mendesis protes. Namun Vernon keburu mendorong punggungku hingga aku nyaris terjungkal jika tidak berpegangan pada meja sebelah. Dengan kesal kuseret langkahku mendekati Yeri dan Koeun yang sedang bertengkar namun herannya tetap duduk bersebelahan. Menanti salah satu minta maaf lebih dulu, mungkin. Dasar cewek.

Aku menggeser bangku hingga posisiku kini berada di hadapan mereka, dan tak bicara apa pun sampai Yeri dan Koeun mengalihkan perhatian dari kuteks berkilauan itu, ke mukaku.

“Ada apa, Mark?” tanya Yeri tak bersahabat.

“Kalian mengkhawatirkan,” ucapku tanpa basa-basi. Aku ingin lekas-lekas pergi ke kantin dan makan. “Kupikir kalian harus berbaikan.”

“Kalau Koeun minta maaf lebih dulu,” Yeri menyambar.

“Maaf-maaf saja. Tapi bukan aku yang salah.”

Aku bukan ahli psikologi, apalagi perempuan adalah makhluk paling rumit untuk dipelajari bahkan dalam ranah tersebut. Tapi aku pernah dengar, bahwa memori yang indah bisa memperbaiki hubungan yang rusak. Yah, memang tidak berlaku pada siapa saja, sih, tapi tak ada salahnya kucoba.

“Ingat pertama kali kalian memutuskan untuk bersahabat?”

“Masa bodoh,” Yeri mengangkat dagu, tapi kedua matanya memandangi meja. Aku nyaris putus asa, sebelum Koeun membuka mulut.

“Waktu itu, aku duduk sendirian. Belum ada teman. Dan kurasa aku tidak akan punya banyak teman. Karena teman-temanku di SMP tidak suka padaku. Lalu Yeri menghampiri, ia bilang ia juga tidak punya teman. Dan kami duduk sebangku.”

Raut wajah Yeri berubah sedikit. Ia memandang Koeun diam-diam. Perlahan kulihat senyum tipis terulas di wajahnya.

“Koeun memberiku kertas minyak untuk wajah waktu itu. Kami berbelanja bersama hari Minggu.” ia tampak mengenang. Bagus. Ini akan berhasil.

“Lalu aku ditelepon ibuku, beliau marah karena aku pulang terlalu sore. Dan Yeri menelepon ibuku. Ia bilang ini salahnya, padahal aku yang memaksa Yeri untuk pulang sore dan menemaniku cari terusan baru. Yeri bilang, ia tidak akan mengulanginya lagi, dan akhirnya aku diantar oleh ayah Yeri.”

“Ibuku menyukai Koeun. Ia pandai masak. Koeun sering datang dan mengajariku memasak. Aku yang tadinya tidak suka, jadi rajin mencari resep di internet.”

Aku memang genius.

“Yang mengakrabkan aku dan Koeun adalah…” Yeri memandang Kouen, ia sudah tersenyum sekarang. Aku harus dapat penghargaan karena sudah menyelamatkan persahabatan dua orang. Setidaknya sebelum keduanya lantas memandangku dengan senyuman penuh maksud.

“…karena kami sama-sama membicarakan betapa anehnya kau, Mark Lee.”

“Aku?!” aku tersentak kaget. Bagaimana mungkin aku—oh, oh, tentu saja. Aku melirik Vernon yang menyeringai dua baris bangku dari mereka. Ia membalas tatapanku sambil mengangkat alis.

“Waktu itu kau tersandung kaki bangku sampai jatuh tersungkur, dan tanganmu yang meraih ujung taplak meja tak sengaja menariknya hingga buku-buku di atasnya berjatuhan di atas kepalamu. Waktu itu hanya ada aku dan Koeun. Kau lucu sekali.”

Jangan pikir aku senang dibilang lucu. Lucunya aku jelas berbeda dari yang lain. Menurut mereka, Vernon itu lucu karena selera humornya tinggi dan ia tampan. Menurut mereka, aku itu lucu, karena mukaku mirip kartu perpustakaan.

Sekali lagi kulirik Vernon, berharap ia menangkap dendam kesumatku padanya. Alih-alih meminta maaf, ia malah mengacungkan jempol.

Aku bangkit dengan kesal. Yeri dan Koeun menanyakan kenapa aku tiba-tiba berdiri—huh, menyebalkan sekali mereka. Aku tidak percaya sudah membuang waktuku untuk mendamaikan mereka yang ternyata membina hubungan persahabatan atas kesamaan hobi menertawakan penderitaanku.

Dan Vernon, huh! Aku akan melakukan segala cara agar si berengsek itu memohon maaf padaku, yang akan berakhir dengan ia menjadi pelayanku selama seminggu—

“Trims, ya, Mark. Sabtu nanti ikut aku jalan dengan Yeri dan Koeun, ya. Kita karaoke. Aku yang traktir, sumpah.”

—wah, ditraktir. balas dendamnya nanti-nanti sajalah.

:::::

FIN.

namtaenote:

Adegan di mana Mark berusaha membuat Koeun dan Yeri berbaikan ini terinspirasi dari adegan di film/novel/serial apa gitu saya lupa judulnya, di mana A mendamaikan B dan C dengan cara memberi beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh B dan C, dan jawabannya ditulis pada kertas-kertas kecil, lalu ditukarkan dan mereka saling membaca.

Di sini, adegannya tidak saya buat sedemikian rupa. Mark hanya membuat keduanya mengenang masa lalu.

Warm regards buat Feby yang sudah mengenalkanku pada kelompok Mark-Yeri-Koeun-Vernon melalui obrolan pas nongkrong cantik di mall.

27 thoughts on “[Ficlet] Mark in Between”

  1. WOW INI

    ENAK BANGET DIBACA????
    hahaha aku suka rentang umurnya, karakter Marknya juga!!!! terus ada kata kayak cewek juga enak dibacaa. belakangan aku emang lagi seneng tulisan yg ada sedikit gituannyaaaa x) Sukses terus kaeciii❤

    Suka

    1. Dhiloo ciye yang libur ciye hahaha ya iya nih dhil aku keserimpet NCT gegara sering ngobrolin mereka sama sohib.
      Makasih Dhila sudah mampir! ^^

      Disukai oleh 1 orang

  2. munyaaaaaa kawaiiiiii, tumben2 kakak nulis pake cast banyak SM-nya ehe
    dan marknya di sini sial banget, udh disuruh ndamaiin tuh cewek berdua, ternyata dulunya jadi bahan omongan cewek. vernon minta dibejek/? emang, ‘mereka milik bersama’ wth vernon…. -.-
    hahaha pas banget sama judulnya, mark in between. dan… ya ampun kalo aku udah muv on ke nct pasti bocah ini deh yg bakal jadi bias utama😄
    tapi gpapa tuh mereka berempat hangout bareng kan yeri-koeun milik bersama, nanti mark-vernon dikeroyok lagi kalo masuk sekolah :p
    lucu bgt kaeci aiiiiii❤ keep writing!

    Suka

    1. ahahaha lagi kepincut NCT, li. lagian ketiganya 99 liner, paling vernon doang yang 98, yang kubikin aja mereka temen sekelas. btw mark aslinya kayaknya ga pake kacamata sih, itu edit pake png dari google. Di sini Vernon ternyata ngga sembarangan memanfaatkan Mark. dia tahu banget kalo Koeun sama Yeri itu suka ngomongin Mark makanya mendingan Mark aja yang terjun langsung ke medan perang hahaha. Makasih Liana sudah mampir ^^

      Suka

  3. AKU MAU SELEBRASI DULU BOLEH GA KA ECI (aku liat ka liana manggil gitu so can i call you that too) ini trio yeri – mark – koeun emang kesukaanku kalo buat ff school-life begini ;~; terus ditambah si hansolo pulak aaaaah ;~;

    mark kok gampang banget sih bikin dua cewek balik temenan? nanti kalo aku berantem sama temen boleh dong ya panggil si mark /nga. terus apa pula itu yeri-koeun milik bersama yagusti pengen terjungkal pas mark bilang “emangnya lapangan futsal?”

    ka eci, aku sukaaaa banget ini. temanya, genrenya, castnya, bahasanya, aku suka banget huhu menghibur banget. maaf ya ka eci komenannya gamutu gini ;~;

    keep writing!❤

    xx,
    aisya – 00liner

    Suka

    1. Halo, Aisya! Ehe baguslah kalo kamu suka. kalo aku berantem dipisahinnya sama mark bolehlah aku berantem tiap hari sama temen aku hahaha (husss) terima kasih Aisya sudah mampir ^^

      Suka

  4. Suka banget kak! Dari Tata bahasa gak usah dikomentari lagi, ini mah udah suka dari dulu dan rapi omong-omong wkwk.

    Dengan adanya ff ini melpaskan kerinduan aku pada tulisan kak eci (ngikut yang lain).

    Aku suka pas adegan dimana mark sarkas ke Vernon Dan Vernon yang nyebelin tapi lcu gitu. Suka deh suka, makasih ya kak^^

    Nadya, 98liner. Xx

    Suka

    1. Halo, Nadya! Ehehe aku selalu menikmati menulis tentang anak sekolahan sih, soalnya dunia mereka itu kayak nggak ada habisnya buat dikupas dan diolah. Sarkasme itu bumbunya aja sih, soalnya kadang ketimbang kasar, sarkas itu malah cenderung lucu kalo bagi aku.
      Makasih Nadya sudah mampir ^^

      Disukai oleh 1 orang

  5. Selesai. Tamat. Tak ada sekuel. >> Aku ngakak astaga (selera humornya tolong ya fey)

    Ini enak banget ka asli ga boong no tipu tipu (please bahasanya dikondisikan ya fey) tapi serius ini aku suka bangetttt bahasanya ka eci bangetlah!

    Aku padamu lah kak /loh

    Suka

  6. Ada adek Mark…hehe.. Aku sukaaa….
    Please kasih tau movienya apa itu (padahal udah dibilang lupa judulnya yaa…)
    Bahasanya enak… Trus bayangin muka Marknya juga enak.. Bikin kesel Mark juga kayaknya enak hahaa..
    Suka temanyaa… Dan ‘milik bersama’ itu alasan paling rasional hehe…

    Suka

  7. kaeci … bener kan yaa? ehe /lupaan/

    HAHAHA itu si Mark kasian bener, niatnya ‘cuma’ ngedamaiin eh malah dapet bonus. wkwkwk apaan2 lagi juga, mau bls dendam tapi ngga jadi gara2 mau ditraktir, #ealah😀

    kak, tulisannya santai kusuka. terus ada ilmu soal psikologi juga. suka suka suka pokoknya!!! maaf yaa kak komenku pendek. huhu KEEP WRITING!!!

    Suka

    1. iya aku Eci. Vernon itu sebenernya udah tahu kalo Mark pasti bisa ngedamaiin, soalnya dia punya benang merahnya hahaha. btw itu bukan ilmmu psikologi sih aku cuma mengira-ngira aja soalnya cewe itu nggak semuanya rumit, tapi ngga semuanya mudah dipahami kan.
      Makasih, Anee ^^

      Suka

  8. Ya ampun suka banget ff ini. Pas liat cast nya aja udah seneng banget. Dan ternyata ff nya juga bagus banget. Sampe senyum senyum sendiri haha. Adek aku aja sampe ngelirikin aku dari tadi. Mungkin dia pikir aku gila.
    Lucu pas ternyata Yeri-Koeun suka ngomongin Mark guna ‘memperdekat’ persahabatan mereka. Pokoknya suka lah sama ff ini.

    Suka

  9. IH IH AKU SUKA BANGET SAMA INI KAK. Aku asalnya cuma iseng search ‘Koeun fanfic’ berharap ada fanfict about koeun yang baru, eh nemu gitu aja ini aku senyum-senyum sendiri bacanya wkwk. Mark juga disini sial banget ya kayaknya wkwk pokoknya ini keren, keep writing kak❤

    Suka

    1. wah, kamu suka koeun? dia suaranya bagus ya! dan yah, mark-koeun-yeri-vernon ini kelompok cechinguan yang suka jadi bahan obrolan dari temenku sih makanya aku tertarik buat menulis tentang mereka. hehehe, makasih zahra ^^

      Disukai oleh 1 orang

  10. Uwaaah, ini kereeen…
    Lucu bgt ceritanya Kak Eciii, walaupun cuma tau Vernon, tapi tetep bisa nikmatin ceritanya. Bikin senyum terus tuh pas bacaa…
    Jadi Mark pasti kesel bgt itu yaa, haha

    Suka

  11. Hallo, Kakak, Popo 01’line, lagi jalan-jalan cari fanfict Akang Mark Lee lalu nyangkut di sini. Aseeek, dapet bonus Vernon. Biasku semua<3 Hahaha, di sini Marknya culun, ya? Astaga, kau jahat /loh?/ pacarku dibikin culun agak dudul gitu, tapi tak apa, aku akan tetap menyayanginya (: Vernon gabut banget sumpah -,- Mark dibikin sama aku aja, hahaha :3 Good fic, Kaaaak (y)

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s