Serenity Side – One Of These Nights

Serenity Side - OFTN

Joonisa present

Serenity Side – One of These Nights

Starring RED VELVET Kang Seulgi, EXO Suho

Genre Dark, Surrealism, Slice of Life | Duration Ficlet (+400 wc) |Rating PG – 13

Rose Quartz Side – Serenity Side

.

Kedatanganku terkadang diharapkan, contohnya oleh orang sepertimu.

.

.

Malam seharusnya terasa sama untuk Suho. Sunyi, sepi, sendiri, dan tentunya gelap. Pun saat hewan nocturnal mulai menampakkan diri dan sebagian dari mereka mengeluarkan suara bersama-sama layaknya simfoni hampa di tengah temaramnya cahaya rembulan, seharusnya rasa yang dinikmati Suho terasa sama.

Namun untuk hari ini jelas berbeda.

Saat malam masih jauh dari kemunculannya, Suho sudah merasa gelap. Tidak hanya itu, rasa yang lain pun ikut menyapa siang harinya yang memang tidak-pernah-istimewa. Pengap, sesak, menghimpit, dan mencekam. Suho sampai harus membuka jendela untuk menagih sapaan mentari dari luar rumah. Ia menadahkan tangan, kemudian melambai-lambaikannya, berharap menemukan sapaan hangat yang biasa tidak diacuhkannya.

Tapi Suho malah menemukan kedatangan tamu yang lain.

“Seulgi?”

Wanita itu tersenyum, matanya melengkung serupa kurva bulan sabit.

“Melihatmu menyapaku, itu artinya kau mengharapkan kedatanganku, benar begitu?”

Suho membuang muka. Ia benci tertangkap basah seperti itu. Ia benci privasinya terganggu. Ia benci perasaan seperti dikuntit. Ia benci semuanya.

“Kau habis makan kertas, huh?”

Seulgi yang tahu-tahu sudah berada di dalam rumah Suho memungut sebuah sobekan kertas di antara hamparan sobekan kertas lainnya yang membentuk sebuah gunungan kecil di atas lantai parkit. Sebenarnya, tanpa bertanya pun Seulgi sudah tahu kalau Suho telah menjadi pemakan kertas dalam tiga puluh hari terakhir. Ia telah melihat semuanya dari sebuah celah yang tidak disadari oleh Suho.

“Aku tidak suka basa-basi dan membuang waktu. Katakan saja apa maumu lalu pergi dari sini.”

Seulgi berbalik menghadap Suho. Ia menatap lamat-lamat laki-laki itu tanpa memperkecil jarak.

“Kau membenci waktu yang kau lalui sendirian, bukan?”

Suho diam. Suara dentang jam yang ada di rumahnya pun tak mampu membuyarkan selubung gelap fiktif yang mengungkung pikirannya bersama Seulgi.

“Kau sebenarnya tidak suka memakan kertas peninggalan masa kejayaanmu, bukan?”

“Tidak. Aku melakukannya karena suka.”

Seulgi mendecih. Ia tahu Suho tidak suka itu.

“Kau selalu mengharapkan kedatanganku saat malam hari dan hal yang paling kau benci di dunia ini adalah ketika kau membuka mata, siang hari selalu menyapamu ramah – “

“Tidak usah sok tahu!”

“Aku memang tahu segalanya dan itu fakta!!!”

Bentakan Seulgi mampu membungkam Suho. Semua yang dikatakan wanita itu memang benar, tiada satu pun yang terlewat, dikurangi, atau dilebih-lebihkan. Suho terduduk di sudut kamar besarnya. Lututnya sudah terlanjur lemas kala mengingat sebutan apa yang diucapkan Suho untuk mengusir wanita itu saat ia jatuh cinta setengah mati sampai lupa mati.

Seulgi mendekat dan mendudukkan diri di sebelah Suho, membelai laki-laki itu dari puncak kepala hingga pelipis.

“Mulai sekarang, aku akan menemanimu dan membuatmu mengingat semuanya dari nol tanpa kurang satu pun. Salah satu dari sekian banyak malam ke depan akan menjadi akhirnya. Kau siap?”

Suhu tubuh Suho tiba-tiba menghangat. Ia melirik Seulgi lewat ujung matanya.

“Kalau aku bilang tidak, apa kau akan pergi?”

.

.

.

“Tidak.”

FIN

p.s:

Ada yang tahu Seulgi itu apa/siapa?🙂

p.s 2:

Jadi ceritanya kan warna yang lagi hits 2016 itu adalah warna Rose Quartz sama Serenity (pantone series), makanya aku bikin fanfiksi dari dua sisi itu. Anggap saja Rose Quartz itu sisi ceria, Serenity itu sisi gelap. Kurang lebihnya begitu😀

4 thoughts on “Serenity Side – One Of These Nights”

  1. hm, ini random sih, tapi seulgi itu apa… kematian? well soalnya dia gak mau pergi walau si suho bilang ‘nggak siap’
    entah kenapa aku mikirnya suho ini semacam personifikasi usia dan jatuhnya seulgi itu ya… begini. hahaha interpretasinya ngaco sih berdasar feeling aja ga berdasar analisis.
    btw kak ini rasa2nya ga terlalu serenity sebnernya hahaha, genrenya dark sih ya jadi rada2 serem penggambarannya gitu. tapi ttp seneng krn kakak mau nulis ‘one of these nights’ pake tokoh ini.
    maaf ya kak kalo interpretasiku kurang akurat hehei, diri ini tidak pandai memecahkan riddle. btw kak aslinya ‘nocturnal’ itu bisa diganti nokturnal biasa jadi ga usah dimiringin, saran aja sih🙂
    keep writing!

    Suka

    1. Halo liana😀 *lambai lambai*
      Wah ga terlalu serenity ya? Baiklah aku akan belajar lagi hahaha..
      Iya sih.. sebenernya niat dimiringin gitu biar terlihat keren /PLAK/ /dibuang/😄 baiklah saran diterima😀
      Ga tau sih kayanya cocok aja gitu serem2nya klo pakai seulgi-suho. Dan sebenernya seulgi itu adalah…. jeng jeng jeng /drum roll/ … malaikat pencabut nyawa😀. Jawabanmu hampir bener, sedikit lg he he..
      Soalnya manusia kalau udh mau berhadapan sama ajal, sekitar 40 harian gitu malaikat maut udah di sekitar dia, memutar semua memory hidup dia sampai kdg2 org itu ga sadar klo dia jadi aneh. Begitulah kira2 jawabannya ehe ehe.. maaf klo ffnya masih banyak kekurangan😀
      Makasih komen dan reviewnya ya liana😀

      Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s