The Magician and the Doll (Chapter 2)

The Magician and The Doll

Scriptwriter: @arinnai ||  Title: The Magician and The Doll  || Main Cast:  Sandara Park, Lee Donghae, Xi Luhan, Kim Hyoyeon || Duration: Chaptered  || Genre: Romance, comedy, school || Rating: PG

Previous: Prologue | 1

“Hei kau dimana? Apa kau membawa pesanan ku?” ujar Donghae di telepon. “aku sedang menuju ke apartemen mu, sabar sedikit dan berhenti menelpon ku setiap 10 menit!!!” aku langsung menutup teleponnya. Yap beginilah kehidupan ku setelah bertemu dengan orang aneh itu. Aku diperbudaknya sekarang, aku disuruh membawakan barangnya, membelikannya peralatan sulap dan lain-lain. Kapan ini akan berakhir!!!!

              Aku tiba di sebuah gedung apartemen sederhana. Di lobby nya terdapat berbagai mesin penjual minuman koin dan seorang pemuda penjaga resepsionis. “ada yang bisa ku bantu nona?” pemuda itu sangat cute untuk ukuran seorang resepsionis mungkin kalau kutebak dia seumuran denganku. “aku ingin menemui Lee Donghae-sshi” jawabku. Pemuda itu tampak sangat kagum dengan wajah cantikku, hehe aku sedikit percaya diri sekarang. “sebentar ya” pemuda itu menekan sebuah tombol di telepon, “hyung seorang perempuan cantik mencari mu… ok arasseo” hyung? Mungkin mereka mengenal satu sama lain dengan baik.

              Aku menaiki lift dan menekan angka 4 tempat kamar Donghae berada. Aku menyusuri koridor gedung apartemennya dan aku berhenti tepat di depan kamar nomor 213 lalu ku tekan bel nya. “yak buka pintunya” ujarku “changkaman” tidak lama kemudian pria itu membuka pintu. “woah kau benar-benar niat ya menjadi pesulap” ucap ku setelah melihatnya dengan tuxedo dan topi ala pesulap, persis ketika aku pertama kali bertemu dengannya. “apa kamu sudah bertemu dengan Luhan?” “mworago? Luhan?” “resepsionis di lobby” “Yap, dia sangat cute, apa dia seumuran dengan kita?” “dia adikku dia seumuran denganmu, hanya saja dia tidak satu sekolah dengan kita” HAH?! Adiknya?! Tidak heran pria itu memiliki poros tampan, apa ayah dan ibunya sangat cantik dan tampan ya? Sampai-sampai melahirkan dua anak laki-laki yang tampannya bukan main. “hei kau ini udah jelek suka melamun lagi” pria itu sekali lagi membuatku sangat kesal dengan menjulukki ku ‘jelek’ dengan seenaknya.

              Kami sampai di Tribecca Park, taman yang tidak jauh dari apartemen Donghae. Aku bisa melihat beberapa gadis SMA dan anak-anak sudah menunggu-nunggu kehadiran pesulap aneh satu ini. “aaaaa Magician oppa!!” teriak salah satu dari kawanan gadis itu. “maaf membuat kalian menunggu” mwoya, apa-apaan pria ini melemparkan senyumnya yang super tulus pada penggemarnya itu, ingin muntah aku melihatnya. “oppa siapa dia?! Jangan bilang dia yeoja chingu mu!” “oppa curang masa membawa wanita lain” ujar para penggemarnnya. “ah anio aku bukan yeoja chingu nya, aku hanya asistennya saja” dan bisa kulihat wajah-wajah lega dari pada gadis itu.

              “Terimakasih sudah datang kesini ya!! Sekarang aku minta sumbangan sukarela untuk kami agar dapat meningkatkan peforma kami di pertunjukan-pertunjukan berikutnya” ujarnya ketika pertunjukan benar-benar selesai dan para penonton bertepuk tangan selagi aku me nyuguhkan mangkuk agar diisi ulang oleh mereka. Tidak sedikit penggemar Donghae yang memberinya coklat, kue, permen bahkan rangkaian bunga. Memang tidak heran sih secara ia memiliki wajah di atas rata-rata. “gomawo” aku menerima kopi yang ia sodorkan pada ku, sungguh sejuk suasana taman pada sore menjelang malam, aku dan Donghae duduk di salah satu bangku di Tribecca Park. “hei apa aku boleh bertanya?” tanyaku pada nya “ya silahkan” “kenapa kau memilih jadi pesulap, padahal kalau boleh jujur kau bisa saja jadi idol atau pemain film karena wajahmu yang tampan” dia diam dan akhirnya menjawab “aku jatuh cinta pada seni sulap, karena itu bisa membuat yang melakukan dan penontonnya bahagia ya itu saja sih” lalu ia kembali menyeruput kopinya. Benar-benar orang yang misterius.

…………………..

              Badanku terasa remuk setelah kemarin membawa peralatan sulap Donghae kerumahnya lalu membawanya pulang lagi dan saat aku terbangun dan melihat ke cermin, dibawah mataku sudah terdapat kantung mata yang berat dan menghitam aku mencoba menyamarkannya denganbanyak foundation dan concealer untuk mata, ya setidaknya aku tidak terlihat seperti zombie ketika aku berangkat ke sekolah nanti.

              Sesampainya di sekolah seperti ada yang beda dari biasanya. Aku melihat mata sinis para murid perempuan melihat tajam ke arahku, aku mulai merinding dibuat mereka. “Dara-ya!!” Park Bom menghampiri ku dengan terburu-buru. “yak apa ada sesuatu di wajahku? Kenapa mereka memperhatikan ku seperti itu?” ujarku sambil mengusap-usap wajahku. “kau harus lihat ini!!!!” Bom menarikku ke sebuah mading di lobby sekolah dan tebak apa yang ter tempel disana? “MWOYAAA!!! Siapa yang melakukan ini!!!” sontak aku teriak ketika melihat majalah sekolah dengan rubrik ‘Pangeran Sekolah Pergi Kencan Dengan Junior Cantik” disana tertempel fotoku di dan Donghae di depan apartemennya dan saat kita minum kopi di taman kemarin sore. “yak kau pergi kencan dengan Donghae sunbae?” ujar Bom, “anio Bommie-ah aku hanya mengantarkan barang-barangnya! Aku harus menemui orang bodoh itu” dengan langkah lebar aku menyusuri lorong dan akhirnya tiba di kelas Donghae. Sesampai nya di kelas pria itu, beberapa pasang mata wanita melihat ku seakan mereka ingin mencabik-cabik tubuhku dan memberinya pada seekor serigala.

              “aku tidak pernah memberitahu siapapun kalau aku pergi dengan orang jelek seperti mu kemarin” ujar Donghae yang sama bingungnya denganku. “yak Donghae-ah apa benar kau kencan dengan junior ini?” Tanya seorang perempuan berambut pirang nan cantik tetapi melihatku dengan tatapan super sinis. “Hyoyeon, urusi saja urusan mu” ujar Donghae, woah pria ini kasar juga. “yak kau tak menghiraukan aku tapi malah pergi dengan junior ini, aku akui dia memang cantik tapi ya tidak sebanding denganku Donghae-ah” wanita itu mengalungkan tangannya ke lengan Donghae tapi tidak sampai semenit Donghae langsung melepaskan eratan tangan wanita itu. “dia yeoja chinguku, jauhi kami aku tidak ingin berurusan denganmu” MWOOYAA?!!! Kenapa ia malah memperburuk keadaan!!! Donghae menarik tanganku keluar dari kelasnya, meninggalkan beberapa pasang mata dalam intensitas kaget dan kebingungan yang tinggi.

“apa yang kau lakukan?!!!!” aku melepaskan genggamannya sesampainya kami ditempat dimana tidak ada orang yang mengawasi kami

“yaa, aku terpaksa habisnya wanita itu terus saja mengganggu ku” ujarnya

“lalu apa yang harus kulakukan bodoh!!!”

“ya kau pacarku sekarang” jawabnya enteng

ANDWEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE

3 thoughts on “The Magician and the Doll (Chapter 2)”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s