[Prompter-Fic] Guitar Lesson

Processed with VSCO with t1 preset
Processed with VSCO with t1 preset

by jojujinjin (@sanhaseyo on Twitter)

.

starring NCT U’s Lee Minhyung aka Mark and OC’s Tanessa Jade

Ficlet // T // School-Life, Fluff

snqlxoals818’s cute prompt(s)! visit her blog for more!
4. Aku benci pelajaran musik.

.

summary

Awal mula kelas gitar private Jade di rumahnya tiap malam.

.

“Aku benci pelajaran musik.”

Pagi itu Jade sudah menggaruk-garuk kepala melihat lembaran partitur yang berserakan di atas meja.

Penghuni kelas tinggal lebih kurang seperempatnya saja, sisanya lebih memilih berlatih memainkan alat musik di studio musik luas sekolah yang berfasilitas lengkap untuk pengambilan nilai sebelum ulangan tengah semester minggu depan. Sementara yang bertahan di dalam kelas, adalah: 1) anak yang sudah biasa memainkan sebuah alat musik, atau 2) anak yang tidak mengerti apa-apa dan malas pula.

Tanessa Jade, in fact, menjadi satu-satunya orang di kategori kedua.

“Apa sih semua ini?” tanyanya melenguh, melirik tajam Mark yang justru menertawakannya. “Thank you, Mark, really.”

Jemari Mark Lee bermain dengan senar laiknya seorang desainer handal bermain dengan pensil. Ia memetik gitarnya dan Jade membuang muka ke jendela, alih-alih membiarkan kalbu terketuk mendengar melodi lembut dari gitar akustik Mark. Masih enggan menelan fakta kalau dirinya tidak pandai bermain alat musik apa pun.

Main pianika saja Jade masih tersendat-sendat.

“Ayolah, Jade, aku bisa mengajarimu,” ujar Mark. Lelaki tersebut menarik kursinya mendekat ke arah Jade dan menepuk kepalanya pelan. “C’mon, give it a try, yeah?”

Pada akhirnya Mark memaksa Jade agar memangku gitar akustiknya.

“Mark—“

“Cobalah.”

“Good Lord help me!” Jade mengembuskan napas kesal. Menatap kosong gitar dengan titel Ibanez yang beristirahat di pahanya. “Apa yang harus aku lakukan dengan benda ini?”

Dari semua alat musik yang Jade ketahui, gitar menempati urutan nyaris-nyaris terakhir dalam daftar ‘Alat Musik yang Ingin Kupelajari’ (meski sebenarnya tiada alat musik yang ingin dipelajarinya, sih). Tapi Jade membuat list itu untuk berjaga-jaga seperti saat ini—well, ia mau tidak mau harus mempelajari suatu alat musik agar rapornya tak lekas dinodai tinta berwarna merah kelak.

Dan sekarang Mark justru menyodorinya alat musik berwarna hitam tersebut.

Jade melepas sebuah rengekan beroktaf tinggi dari tenggorokannya. “Kau tau kan—“

Kau tau kan aku tidak suka gitar? Dan jemari kapalanmu itu sungguh mengerikan, Lee Minhyung, serius,” tiru Mark terhadap kalimat Jade beberapa minggu lalu, memanyun-manyunkan bibirnya selama bicara. Lantas menerima lemparan pensil mekanik Jade sebagai balasan. “Aw! Jade!”

I’m throwing your damn guitar.”

“Sekarang diam,” Mark memutar kursi Jade agar lekas menghadapnya. “Dan dengarkan aku.”

Jade berusaha tidak merespon sama sekali tatkala Mark menyelipkan sebuah pick gitar berwarna putih ke sela ibu jari dan telunjuk kanannya.

“Nah!” berpindah ke sisi leher gitar, Mark mendengus mendapati Jade menempelkan seluruh jari tangan kirinya di atas senar. Ia bahkan tidak berlagak seperti memahami satu kunci—itu merupakan sebuah masalah yang cukup … serius.

“Begini,” agak membungkuk, Mark menjulurkan lengannya dan membenahi letak jari-jari Jade sehingga membentuk serangkaian kunci G.

Jade secara tak langsung sedang membaui rambut Mark tatkala jemarinya menyentuh kepunyaan Jade, tapi toh ia tidak protes. Tidak ketika surai Mark menguarkan bau kental mint dan parfum kesehariannya yang merupakan Boss Orange menginvasi indra penciumannya dengan didominasi harum jeruk.

Tidak ketika Mark sengaja menjaga posisinya lebih dari yang diperlukan dan tersenyum lebar mendapati Jade hanya bisa mengedip bodoh; masih tenggelam pada rasa menggelitik di sekujur badannya tatkala bibir Mark nyaris sekali mencium epidermisnya.

“Ini namanya kunci G.”

Jade mengerjap, menghela napas panjang yang bahkan tak disadari sudah ditahannya entah sejak kapan.

“Coba kau petik senarnya, Jade.”

Jika Jade sedang dalam status ‘normal’-nya—dalam artian seorang Jade yang galak dan bawel dan pemalas tingkat akut—mungkin ia akan cepat-cepat mengembalikan gitar di pangkuannya ke Mark sambil ngedumel. Tapi Jade diam, menatap kosong Mark yang mengangguk-anggukkan kepalanya kecil.

“O-oke,” ucapnya, hampir melepas pick yang kini terasa licin di genggamannya karena Jade selama ini benar-benar meremas benda kecil yang menyerupai segitiga tersebut.

Dan Mark menyadarinya begitu saja. “Kok tanganmu basah?”

It’s—I’m fine.”

Namun pick itu tergelincir dari tangan Jade ketika gadis itu mencoba memetik senar gitar Mark.

Hey,” Mark beranjak mendekat lagi, dan Jade refleks merapatkan punggungnya dengan sandaran kursi serapat mungkin. Sepasang netra melebar atas dasar panik. “Yah, Tanessa Jade,” sebut Mark; Jade bersumpah ada sekelibat nada jahil di sana. Lelaki itu tertawa kecil sebelum mengangkat bokongnya dari kursi sepenuhnya. “Are you … nervous?”

Excuse me?!” Jade meletakkan kedua tangannya di pundak Mark. Berusaha mendorongnya menjauh, namun sia-sia saja karena Mark tengah mengulas sebuah senyum manis dan Jade tak begitu yakin ke mana tenaga kudanya melesap dalam hitungan sekon. “Why do you—I’m not. Sekarang duduk kembali ke kursimu atau—“

You’re blushing.”

Perlahan, Mark menangkup tangan kiri Jade dengan kepunyaannya sebelum meletakannya di pipi Jade, yang memang sudah sehangat sinar rembulan.

“Kalau aku bisa melihat pipimu memerah begini setiap kali aku mengajarimu main gitar, I would love to teach you 24/7 even when you’re stubborn as hell. Really.”

.

.

.

Well, itulah awal mula kelas gitar private Jade di rumahnya tiap malam.

Fin.

a/n: YAK TANESSA JADE ADALAH 1/5 DARI KELUARGA HACEP YANG STRUKTURNYA:

-jae park 92
-brian kang 93
-wonwoo jeon 96
-lara jean 98 (dhiloo98’s<3)
-tanessa jade 99

doakan,, semwanya bisa bersatu dlm waktu dkadh,,,, trims,

xx

9 thoughts on “[Prompter-Fic] Guitar Lesson”

  1. WOT KENAPA AKU IKUT2AN NGAP
    markeu… aku baru tau nama aslinya lee minhyung hahai makin smol aja nih anak. dan kenapa aku ngebayanginnya waktu mark benerin tgn si jade di gitar aku malah bayangin si jade nyium bau bayi daripada mint haha *lagi2 bawaan noona
    tapi di sini nakal nih marknya, udah tau malah mancing2 aja.
    manis, manis! keep writing!

    Suka

  2. DOAKAN LARA JEAN MASIH SELAMAT SAMPAI SEMUANYA SELESAI. WKWKWKWKWK. PENGEN NGECURSE INI TUH MANIS BANGET!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Aku bacanya literally nahan napas mulu sial gue harusnya gak begini!!!!! Tapi beneran deh ini manis banget, dan iya! setuju juga! Prompt kak Yeni cute sekalii! Cocok buat keseharian Jade dan Mark HAHAHAHA selamat ya Jade udah diresmikan hari ini tanggal 19 april 2016 waseekkkk!!

    Anyway, yang paling kusuka dari fic ini adalah kalimat Jade yg kepotong-potong tiap kali mau jawab mark!!! Itu nunjukin banget seberapa jauh dia diacakacak sama presensi mark sendiri HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA MAMPOS LO APA GAK GELOJOTAN NULISNYA!!!!!!!

    Ini manis banget, akut! dan semoga keluarga kita bisa hidup bahagia! wkwk!

    Yours truly,
    Lara Jean

    Suka

    1. ((((((((((diacakacak sama presensi mark sendiri)))))))))

      HAHAHAHHAHAHAHAHAHA MENURUT LO AJA JIR GUE NULISNYA AJA TYPO MULU YHA THX. yayy semoga keluarga kita bisa hidup bahagia!!~~~~ makasih udah mampir kadhill maaf balesnya telat ha ha :((

      xx

      Suka

  3. Ngap2nya begitu terasa.
    Pas baca juga perasaan tuh kayak ‘duh plis helo gue ga mau ke RS buat reparasi jantung jadi mark, tolong minggir!’ HAHAHAHAHA /menghayati/ /NUNAMODE: ON/
    Sekian komentarnya. Semoga semua tokoh hidup bahagia ya.. dalam waktu dkadh XDXD

    Suka

  4. MARKEU, KENAPA YANG NAMANYA MARKEU SELALU BEGINI /betulincapsdulu/ halo laiis (ini lais kan ya?) lama nggak baca tulisan kamu jadi kangen hehehe maap yah padahal sekian lama ngga muncul tapi udah tebar caps. first aku selalu bayangin Mark tuh anak baik-baik, polos gitu macem taeil (ya kalo si taeil taeil ini emang adem banget mukanya) tapi ternyata dia jail gitu ya cocok sama karakter dia disini terus Jade ini lucu ya manis gitu karakter dia aak wkwk

    Dan believe me i know how it feels Jade, main gitar tuh susah abis, aku pernah nekat coba belajar gitar otodidak tuh, aku inget banget pertama kali main gitar belajar lagunya winner yang empty sampe kaya orang gila cari kunci nya, tapi obsesi nya cuma bertahan tiga hari doang soalnya baru nyadar kalo susah banget jari-jari aku sakit semua palagi aku males gitu ya kaya si Jade :’) tapi yaampun bedanya Jade punya Mark dan aku gapunya sapa-sapa (baper)

    Laiiis ffnya manisnya banget ga kurang dan ga berlebihan, nyaman aja bacanya ketawa ketiwi sendiri baca konversasi mark sama jade yang kaya pengen cubit mereka terus teriak ‘YAAMPUN MANIS BANGET SIH KALIAN NIKAHIN NIH NIKAHIN’ gitu🙂 semangat yah buat part lainnya Laiiis keep writing!

    Suka

    1. taeil tuh ((LAH)) ((SALAH FOKUS KE TAEIL)) kalo taeil mah emang dari senyumnya aja awkward kak lol everything yang dia lakukan itu pasti awkward HAHA HAAAAAAIIII KAK ASAA! iya ini lais-mu tersayang<3 /geli. SEBENERNYA ini rada ooc sih ya?? dia di real life mayan pendiem sih ya malu-malu(in kadang)

      N I K A H I N H U H U kak kami masih kecil but thank you :" makasih banyak udah mampir kaksa! sori balesannya telatt<3

      xx

      Suka

  5. Fluff sekaleeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee ;A; gaququ, “I would love to teach you 24/7 even when you’re stubborn as hell. Really,” miapah banget kalimat itutuh miapah sekali :v Markku T^T aku diduakan /plak/ lanjutkan fluffy-fluffynya, Kak, lanjutkan😀

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s