I Wish You Were Here (Chapter 1)

I Wish You Were Here

Title: I Wish You Were Here Chapter 1

Scriptwriter: ZA.

Main Cast: Byun Baek Hyun  & Song Ki Na.

Support Cast: Shin Yu Ra.

Genre: Romance.

Duration: Chapter.

Rating: PG – 15.

Disclaimer: Cerita 100% murni dari pikiran saja dan terinspirasi dari lagu Avril Lavigne – I wish you were here. Don’t plagiat or bash.

Design Poster  by  Zesavanna  @ saykoreanfanfiction.wordpress.com

Keterangan: Saya mengubah nama pena  dari Minniva menjadi  ZA.

Summary: Song Ki Na, gadis yang mencintai Byun Baek Hyun, yang  mempunyai sifat dingin dan cuek. Tapi kini gadis itu tidak ada disampingnya dan Baekhyun menyesali hal itu.

++

Aku mendatangi sekolahku yang dulu. semuanya berubah, tapi tidak dengan tamannya yang berada di halaman  belakang sekolah.  dulu taman ini tak pernah dikunjungi tapi sekarang lihatlah taman ini ramai apalagi pada jam istirahat. Tentu saja yang membuat taman ini adalah Song Kina, gadis yang selalu mengejarku. Aku hanya menganggap biasa karena dia adalah penggemar dan hanya menyukaiku sebagai idola,  tapi perkiraanku salah. Ternyata  Dia menyukaiku sebagai namja.

Waktu itu aku namja populer di sekolah bahkan di luar sekolah. setelah menyanyi dan memainkan piano di acara festival musik antar sekolah, Aku tiba-tiba menjadi terkenal dan masuk di daftar 10 murid berprestasi di seluruh sekolah Korea Selatan. Sampai sekarang aku tetap terkenal sebagai penyanyi top se-asia. Melihat kedatanganku mereka berteriak histeris dan memintaku berfoto bersama mereka. Memang sekarang aku sudah menjadi terkenal dan kaya raya, tapi sampai sekarang aku belum punya kekasih. Aku tidak bisa mencintai gadis lain selain Kina. akan menyenangkan jika dia disini, berada di sampingku. Mengatakan pada mereka semua dialah Song Kina, gadis yang sangat aku cintai selamanya.

Flashback

Maret  2006.

“Baekki, tunggu dulu.”

Baekhyun berhenti dan menoleh ke arah Kina. “Ada apa?”

“Aku menagih jawaban. ”

Baekhyun tersenyum sinis   “Aku tidak menyukaimu. apakah kau tidak lelah mengejarku terus?”

Kina tesenyum   “Tidak. berikan alasan yang jelas kenapa kau tidak me

“Aku sangat membencimu. jadi jangan menemuiku lagi.”  potong Baekhyun cepat.

Kina tertegun mendengar jawaban Baekhyun yang penuh akan sarat kebencian. Kina terdiam di tempat sedangkan Baekhyun telah pergi menjauh. Kemudian dia menatap sedih kotak coklat, coklat buatan hasil jerih payahnya dan mulai memakan. “Aku benar-benar dibencinya.”

Keesok hari

Baekhyun keluar dari kamar UGD  dengan raut wajah sedih. Kemudian dia menoleh kepalanya dan menatap Kina datar.  “Ada apa ke sini?  Aku kan sudah pernah bilang jangan menemuiku lagi.”

“Baekhyun, aku bisa jelaskan. Dia mulai duluan  tapi aku  tidak mendorongnya. Dia…”

“Cukup. Aku sudah tau semuanya.”

“Baekhyun percayalah padaku. Dia terjatuh sendiri.”

“Setelah kau mendorongnya di tangga. dan sekarang kau menyalahkannya? Kau benar-benar licik.”

Mendengar hal itu, tangannya mengepal erat dengan raut wajah merah padam berusaha menahan amarah yang sebentar lagi meledak  “Apa sebegitu bencinya kau padaku?  tidak apa-apa, aku bisa menangani masalah ini.”

“Ya, bagus. ternyata kau baru tau kesalahanmu.”

“Benar! semuanya adalah kesalahanku. mulai sekarang aku tak akan menemuimu lagi. Aku juga membencimu!! ” bentak  Kina. setelah meluapkan emosinya, dia segera pergi dari hadapan Baekhyun.

Baekhyun tersentak ketika Kina memarahi sekaligus membentaknya keras. tapi sebelumnya, dia melihat Kina berusaha menahan airmata yang akan segera tumpah.  “Apa aku sudah keterlaluan?”

1 minggu setelah kejadian itu, Baekhyun merasa aneh.  biasanya Kina selalu mengusiknya setiap hari. mulai dari memasukkan burung origami di dalam loker, mendatangi kelasnya, mentraktir makan di kantin bahkan melindunginya dari kejaran penggemar lain. Suatu ketika Baekhyun terlambat dan takut masuk ke kelas, disitu Kina mengajaknya ke suatu tempat yang dijamin tidak akan ketahuan oleh siapapun.

“Wah ternyata ada tempat  indah di halaman belakang sekolah.”  kagum Baekhyun.

Kina tersenyum  “Disini luas, jadi aku membuat tempat ini menjadi taman. lihat aku yang menanam pohon dan bunga di sini. Bagaimana? Kau suka?

Baekhyun mengangguk. “Kupikir aku  tertarik pada Kina.”  setelah itu dia menggeleng kepalanya  “Tidak, kau tak boleh melupakan Shin Yura.”

“Kau tidak suka?”  tanya Kina ketika Baekhyun menggelengkan kepala.

“Eh. Aku suka kok tempat ini.” jawab Baekhyun supaya Kina tak mencurigainya.

Baekhyun melanjutkan “Bagaimana bisa kau menemukan tempat ini?”

Kina tersenyum cengir  “Ah itu. Aku sering membolos di tempat ini. Karena tempatnya sepi dan luas kutanam saja bunga dan pohon-pohon agar bisa menjadi taman. dan juga aku mengambil kayu bekas dan kubuat menjadi tempat duduk. hehehehe”

Baekhyun terkejut mendengar jawaban Kina yang sering membolos.  jangan-jangan kelasmu..”

“Ya. Aku berada di kelas 10-10 jurusan bahasa.”  jawab Kina santai.

Bagaikan tersambar petir di siang bolong, Baekhyun melongo terkejut. Kelas 10-10 adalah kelas buangan yang di dalamnya banyak murid yang  bermasalah, kelas, sering mendapat kasus bahkan merajai angka tertinggi mulai dari masalah kehadiran dan kasus baik yang kecil maupun besar. dia tak percaya Kina adalah gadis bodoh. Pasti ada alasan lain kenapa Kina mempunyai kebiasaan buruk, yaitu membolos.

“Kau pasti ada alasan kenapa membolos?”

“Omo kau menakutkan. Baekhyun, semua orang sudah tau kalau  orang membolos sudah pasti gurunya killer atau membosankan.”

“Aku tau.”

“Kalau  sudah tau, kenapa bertanya?”

“Pasti ada alasan lain. katakan saja sebenarnya, aku tidak akan memarahimu.”

“Nilaiku jelek waktu hasil tes keluar dan wajar  aku berada di kelas 10-10. Karena sekarang kita sedang menikmati waktu luang, ganti topik saja ya ?”

“Tapi…”

“Kau adalah orang pertama yang kuajak kemari.”  potong Kina cepat.

Mengerti maksud dari Kina, Baekhyun tak melanjutkan pembicaraan dan mengambil bekal makanan.

“Uwaa lucunya. jadi tidak tega memakannya.”   komen Kina.

“Ibuku memperlakukanku anak-anak. padahal umurku sudah 15 tahun.”  jawab Baekhyun kesal.

Ketika Baekhyun asyik mengunyah makanan, dia menatap iba kepada Kina.  tak tega melihat Kina memegang perut, menandakan rasa lapar menyerang Baekhyun segera menghampirinya.

“Ada apa Baekhyun?”

“Makanlah, kau pasti lapar kan?”

“Aku tidak

“Jangan menolak dan makan saja.”

“Karena kau memaksa, aku akan makan. Kau tidak marah kan?”

Baekhyun mendengus kesal  “Aku akan memarahimu jika kau tidak makan.”

Kina tersenyum sumringah  “Terima kasih. Baekhyun baik sekali.”

Baekhyun mengunjungi taman itu lagi ketika pulang sekolah. tidak ada Kina yang biasa berada di taman pada jam terakhir sampai pulang sekolah.  “Apakah dia sudah berubah?”

Di bulan Mei, hari Jumat berakhirlah ujian kenaikan kelas. Mendengar bunyi bel pulang membuat semua murid lega, akhirnya ujian terakhir telah selesai. Baekhyun melesat keluar kelas dan pergi ke kelas 10-10.

“Chogiyo. Apakah Kina sudah pulang?”  tanya Baekhyun.

“Pulang ? tidak dia sudah pindah.”  jawab temannya.

“Pindah?!  apakah perkataanku waktu itu menyakitinya?”  batin Baekhyun.

“Ah aku salah bicara. dia dikeluarkan dari sekolah karena kasus waktu itu. aku benci sekali pada gadis itu, Shin Yura. dia gadis munafik dan licik.”

“Apa?”

“Kau tak tau permasalahannya. Kina melindungi klub seni lukis dari ancaman Yura. dia kan berasal dari keluarga terhormat dan penyumbang dana di sekolah ini. Mungkin karena Yura punya kuasa, jadi seenaknya mengancam kami.”

Baekhyun terdiam. Dia tak menyangka jika Shin Yura bukanlah gadis yang baik.

“Kina menitipkan surat untukmu. maaf aku terlambat memberikan ini.”

Setelah temannya pergi, matanya berkaca-kaca ketika membaca surat itu. “Dia menanggung semua bebannya sendirian.  “Maafkan aku.”

TBC

One thought on “I Wish You Were Here (Chapter 1)”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s