Squad!: Summer

hoseok summer

Series of Squad!:

Summer

by sleepingpanda

Cast(s) : BTS’s Hoseok-Jimin-Taehyung-Jungkook | Duration : Vignette | Genre : Family | Rating : G

+

Hoseok pikir ia tak akan pernah mengunjungi pantai bersama ketiga adiknya lagi

+

Hoseok cukup radikal untuk menginterupsi obrolan santai di tengah acara makan malam keluarganya hari itu, membuat rentetan kalimat protes dan sedikit percikan saus pasta mengudara seantero ruang makan. Biasanya sih adegan seperti ini terjadi lantaran para orang tua yang pemikirannya kelewat primitif menjodohkan anak tertua mereka dengan anak teman bisnis. Boro-boro perjodohan―Hoseok tentu malah senang jika topik makan malam keluarga mereka membahas tentang masalah krusial seperti perjodohan―keributan malam ini malah didasari perkataan papanya tentang rencana liburan musim panas keluarga.

Sehari di pantai, membiarkan kulitmu memerah karena sengat matahari sehingga saat pulang kau sudah punya kulit tan eksotis bak model majalah. Ide yang cukup menyenangkan untuk mengisi liburan musim panas yang disambut dramatis oleh sisa anggota keluarga Hoseok malam itu.

Tapi sehari di pantai bagi Hoseok sama sekali bukan seperti apa yang papanya paparkan. Sehari di pantai berarti ia harus punya tambahan pekerjaan; menjaga ketiga adik yang kelakuannya lebih mirip hewan liar. Tidak, ‘hewan liar’ disini bukan berupa kata konotasi karena, yeah, ketiga adiknya memang seperti itu.

Kadang Hoseok pikir ia harus mencoba menyewakan ketiga adiknya untuk para turis dengan judul promosi menarik seperti ‘Paket Perjalanan Alam Liar Bagi Pemburu Pengalaman Ekstrem’. Untung-untung untuk menambah uang jajan.

Maka akibat kalah debat dengan papanya dan aksi penolakan mentah-mentah yang dilakukannya membuahkan kegagalan telak, Hoseok berakhir disini―terlentang kursi malas dengan kacamata hitam dan segelas limun. Terkena sengatan matahari barang seinci kulit pun ia tak sudi. Papa dan Mamanya sudah satu jam menghilang dengan dalih membeli beberapa kantung fish and chips yang berarti ketakutannya tentang menjaga ketiga adiknya terealisasi sudah. Hoseok harusnya sadar akan seperti ini akhirnya, ia harusnya kabur saja tadi pagi dan kalimat-kalimat berawalan ‘harusnya’ lainnya terus berputar di kepala.

 

“Kak Jimin, Kak Hoseok tidak mau main sama kita, nih.” Jungkook―si bungsu―merengek di pinggiran kursi Hoseok. Bibirnya mencebik kesal, sandalnya hilang sebelah entah kemana yang membuat Hoseok mendengus setengah mati karena ia tahu ia akan disalahkan perkara sandal yang hilang sebelah ini. “Jungkook kan mau main sama kak Hoseok.”

 

“Kak, sini, dong. Airnya tidak nakal, kok.” Jimin, adiknya yang tertua, memekik sambil kegirangan menciprati Hoseok dengan air asin yang setengah mati ia hindari. “Kak Hoseok payah, takut sama air.” Taehyung yang lebih muda setahun dari Jimin ikut menimpali, bergabung bersama Jimin dalam usaha ciprat-menciprat tubuh Hoseok.

 

“Jim, Tae, please. Orang dewasa sudah tidak main air.” Sebenarnya Hoseok tak begitu mengerti apakah mahasiswa tingkat dua sudah bisa dibilang pria dewasa atau bukan. Kadang sifatnya masih seperti remaja setengah labil dan sering merajuk jika ia tak diperbolehkan pulang dini hari oleh orang tuanya. Well, ia hanya ingin terlihat keren saja di depan adik-adiknya.

 

“Kakak tuh sok dewasa, ya, belum punya pacar saja sudah sombong.” Itu Jimin omong-omong yang memekik sambil menaikkan setengah bibir―meremehkan.

 

Dan bingo. Mengerti kan kenapa Hoseok bersikeras menyebut ketiga bocah ini sebagai hewan liar.

 

Dengusan dan helaan napas tak ayal keluar dari hidung Hoseok. Menghadapi ocehan tiga bocah ini sama seperti memainkan permainan flappy birds yang baru saja Hoseok install pada ponselnya. Tak akan ada selesainya, kecuali kau menuangkan bensin diatas ponselmu dan membakarnya sambil tertawa frustasi. Well, sayangnya ketiga adiknya itu manusia bukan ponsel. “Kalian main bertiga saja, kakak mau tidur. Kalau nanti ada yang tenggelam baru bangunkan kakak.” Erang Hoseok sembari merubah posisi, membelakangi Jungkook yang masih setia memajukan bibir.

 

“Kak Hoseok tidak seru!”

 

Terserahlah.

 

Sebenarnya Hoseok tak menyangka akan ada saat-saat tenang seperti ini selama empat jam ia menapak kaki di pantai. Mungkin sekitar limabelas menit Hoseok terlelap setelah kejadian debat-mendebat perkara main air. Ia tak sepenuhnya tidur, masih ada di batas antara kesadaran dan alam mimpinya ketika ia merasa kaki-kakinya ditarik paksa. Lewat satu sekon ketika tangannya sudah terkunci rapat―entah oleh siapa. Matanya mengerjap liar ketika menemukan Jimin sedang menarik kaki-kakinya dengan wajah yang, yaampun, boleh tidak Hoseok menjual anak ini ke tukang loak saja, dihargai berapapun ia terima.

Hoseok tak bodoh untuk menyadari jika tubuhnya tengah diseret-seret sepanjang pantai. Punggungnya bergesekan dengan pasir pantai―yang sialnya lagi sebagian tercampur pecahan-pecahan kerang tajam, membuat mulutnya mengerang. Taehyung diduga sebagai oknum yang kebagian memegang tangan Hoseok. Jungkook tidak ikut dalam aksi itu, tapi ada di sebelah mereka berteriak kegirangan seolah sedang melihat pertunjukan sirkus.

 

Gila ini semua gila.

 

Belum sempat Hoseok beringsut, tubuhnya sudah ada dalam air saja―dilempar paksa. Membuat seluruh saluran pernapasannya dipenuhi oleh air asin dan butiran-butiran pasir. Barangkali ini adalah akhir dari hidup Hoseok. Well, well, Tidak separah itu sih, ia hanya sedikit hiperbola ketika menyadari pantatnya menyentuh pasir.

 

“Yes! Kak Hoseok mau ikut main!” Teriak Jungkook dari bibir pantai yang langsung melesat bergabung bersama ketiga kakaknya.

 

Mungkin sehari dipantai bagi Hoseok tidak seperti apa yang papanya paparkan. Ia tak suka kulitnya berubah kecokelatan dan hipotesisnya tentang ‘sehari dipantai’ ini terbukti ketika bahkan belum setengah hari ia menjejak disini, ketiga adiknya sudah berhasil menjatuhkan harga diri Hoseok ke dalam jurang.

 

Mana ada sih kakak yang dengan pasrah dan tak mampu melawan ketika diperlakukan seperti ini oleh adik-adiknya?

 

“Jim, Tae, Kook!”

 

Alih-alih marah dan kesal, gelak tawa malah memenuhi pantai. Bercampur dengan suara ombak. Itu dari Hoseok, omong-omong. Ternyata rasanya berada dalam air tak seburuk itu, kok. Bermain bersama adik-adiknya juga rasanya tak seburuk itu. Yeah, ketika jadwal kuliahnya semakin hari semakin tak tau diuntung, otomatis waktu bermain dengan adik-adiknya juga terpangkas.

Momen-momen ini ternyata membuat ia rindu bukan main untuk menemani adik-adiknya bermain. Malah kini Hoseok yang mengambil alih, mencipratkan air dengan brutal pada tiga adiknya―Oke, anggap saja itu bensin.

Karena delapan belas tahun menjadi seorang kakak membuat perasaan dan instingnya terbiasa dengan peran itu. Karena seliar apapun adik-adiknya, rasa sayang Hoseok pada mereka tak akan pernah habis. Karena senakal apapun adik-adiknya, toh akhirnya Hoseok juga akan memaafkan mereka.



Karena ia seorang kakak

 

Ha, pria dewasa pantat panda.



End

A/N:

Haloo semua ada yang kangen aku? nggak? oke akugapapa. Aku balik sama series nih lagi pengen bikin cerita yang genre nya family-unyu unyu terus kayanya cimit-cimit ini lucu banget kalo dibuat ade-kaka  (ini ceritanya edisi baper series brother(s) nya fika). Enjoy yah!

18 thoughts on “Squad!: Summer”

  1. Wow.. Diksi sama pemaparannya bagus deh, banyak banget pake gaya hiperbola yang sedikit sarkastik tapi lucu.
    At least ada beberapa hal baik yg bisa diambil dari ff singkat ini.
    Gak nyesel bacanya
    Lucu.. Gemes

    Suka

  2. ANNYEONG HASIMIKKA KAK ASA!

    oke pertama-tama aku udah lama ga baca ff dan huhuhuh I know sc ifk tulisannya pada flawless-flawless tapi setelah baca beneran kaya baru sadar beneran flawless??? ini mohon dimaafkan anaknya baru bisa memacu roda mesin biar tida mager lagi aku menyesal tida banyak membaca epep

    OKE KEMBALI KE CERITA ini penyusunan katanya asik!!! dan buat komedi selipan-selipan sarkastis tuh emang oke banget buat bikin punch-line. jehop kan semacam sunshine of the group, tapi kebayang banget dia jadi kakak yang kaya “aduh enggak deh abang capek kalian main aja sana sen–iYA ABANG IKUT ABANG IKUT SETOP NANTI CELANA ABANG MELOROT” etapi giliran di depan temen-temennya jadi bagian yang clingy motornya kegiatan pokoke kalau ada apa-apa jehop salah satu panitia yang paling rame terus entar kalo dia punya pacar, pacarnya dijadiin bahan pamer ke adek-adeknya tapi kondisinya jadi kebalikan gitu pacarnya diceritain macem-macem yang malu-maluin tentang jehop

    woh daebak cuma baca segini aja khalayanku macem-macem jusunghamnida??? tapi adek-adeknya kayak kurang brutal gitu kak asa atau jangan-jangan level rusuhku udah rusak kaliya?? bagian yang diseret tuh idenya dah keren, mungkin kalau ditambah dialog teriakannya jimin-tehyung-jehop bakal lebih ngebangun suasana berisiknya kali ya? karena yang jadi fokus pada narasinya apa yang ada di pikirannya jehop, jadi aku tida kebayang dialog di luar itu.

    TERUS JUJUR poin kelebihan cerita ini selain emang brothership-nya yang lucu ((aku suka bagian di mana meskipun jehop gasuka nemenin adek-adeknya tapi in the end dia sadar bahwa udah insting kakak yang bikin dia pengen ngebahagiain adeknya, which is something that I don’t really understand karena aku bukan kakak kandung sapa-sapa, bagus tuh kalau kakak mendalami bagian ini untuk memberikan pesan tentang “seorang kakak” karena tida semua orang merasakan bagaimana jadi kakak)) adalah awalannya! penyusunan kata di awalannya itu menarik banget untuk membuat orang lanjut baca sampe ke bawah-bawah.

    aku suka tambahan ini juga: “―Oke, anggap saja itu bensin.”
    DAN ENDING-NYA JUGA HAHAH. Pria dewasa pantat panda!

    Oh terus, “Boro-boro perjodohan―Hoseok tentu malah senang jika topik makan malam keluarga mereka membahas tentang masalah krusial seperti perjodohan.” HAHHAHAHHAHAHA sumpah aku suka banget bahasan yang anti-topik mainstream. jadi kaya biasanya di fic perjodohan kan umumnya begitu, tapi kalo di sini selipan ini seolah-olah making fun insiden umum yang terjadi di fic perjodohan. aku paling sukak bagian itu!

    terus paling, tau -> tahu, hehehe dah selain itu tak kuganggu gugat

    E BTW itu fika yang dimaksud bukan aku kan karena abis baca ini aku langsung ngegugel jadi pengen kenalan soalnya namanya mirip.
    ((kurang kerjaan))

    kak asa keep writing!!!! dan selamat menjadi MOTW!! maaf aku nyampah!!! :((

    xx, fikha.

    Suka

    1. MBAFIKHA YAALLAH TERHURA MBAFIKHA ADA DISINI duuh ini comment bomb banget fiikh terharu liatnya fikha emang terbuaek deh :’) lah siapa dulu dong budirnya mba fikha terang aja sc nya iefka flawless-flawless orang budirnya aja senpai :’) hehehe

      aak fikh duh kamu kayanya sekali kali harus nyoba bikin fanfic macem komedi gitu deh fik serius aku baca komen kamu nguquq guling-guling celana abang melorot😄 itu jehop banget deh emang jehop orangnya yang kaya begitu begitu. okeee maacii sarannya fikhaa ahaha iyah emang pas selese nulis aku kaya mikir nih adek adeknya kayanya kurang brutal deh tapi apa daya skill nulis aku begini begini aja fikh masih harus banyak belajar :’)

      ahahahaha duh kayanya aku bikin salah paham yah fikh, itu fika penname nya fikeey, aku lupa deh nama wp nya soalnya susah banget :’) kalo mau coba deh sekali sekali maen ke wp dia fikh worthed buat dibaca🙂

      fikhaaaaaaa makasih buanget bunch of thanks buat fikha aku gabisa berhenti terhura, sama mau minta maaf kalo aku selama ini rada kurang aktif di iefka :’) i love you to the moon and back lah fikha juga keep writing yah! semangat terus sekolahnya kuliahnya sama semangat terus jadi budirnya FIKHA T O P B G T DEH POKONYA❤

      Suka

  3. Nggak ngerti lagi…
    this is soooo adorable😀
    bayangan keempat makhluk imbisil main2 di pantai jadi muter2 terus di kepala >.<
    Kalo hoseok gamau adeknya.. aku rela kok ngadopsi mereka :3 LOL

    Suka

  4. Enak kali yak punya kakak kek Hoseok: v mau semester dua ato udh kawin juga tetep aja kece 😂 Btw, jdi pingin ke pantai. Siapa tahu ketemu 3 anak kecil dgn kakak laki-laki berkacamata 😄😄

    Suka

  5. KAK ASA HALO MASIH INGAT AKU KAH ((yha))

    Ini aku udah baca beberapa hari yang lalu belom ninggalin jejak hu. Abis baca fic nya kaeci terus keinget belom mampir ke sini ((geplaked)) anw congrats ya kak udah jadi motw❤❤

    Bener kata fikha inimah kuatnya di brothership. Aku suka ngebayangin hoseok bareng maknae line abis dia itu kayak hyung paling favoritnya mereka karna bisa diajak main haha. Aku suka family vibes nya, aduh kebayang banget ini manusia manusia super berisik ada di pantai terus dengan cheerfulnya lari ke sana ke sini lol. Jadi kakak itu emang ga gampang huhu.

    Masalah bahasa dan lain-lain menurut aku udah flawless; aku menikmati banget bacanya ehehehe. Ditunggu fic bangtan yang lain, kak. Semangaat❤

    Suka

  6. VELIIII (sek ini veli kan ya?) hiks maap yah bari bales komen :” iyaa gapapa hehe motw…..tuh yaampun padahal ini abal banget gatau kenapa bisa jadi motw sedih tapi makasih yah!

    habis aku gatahan argh hoseok tuh vibe nya kakaable banget terud kalo udah sama maknae line abis udah bisa bakar rumah mereka. masalah bahasa….aku masih belajar ko vel masih banyak senpai senpai laen diluar sana yang tulisannya lebih bagus :’)

    THANKS VELII UDAH MAMPIR CIUM SINI CIUM :*

    Suka

  7. AH SEBENERNYA AKU MBACA FF INI BUAT REFRESHING DISELA-SELA BELAJAR DAN PENGEN SPOT DULU TAPI KAYAKNYA GAK ENAK DEH KALO GAK LANGSUNG KOMEN (eh rusuh banget-)

    Hai, kak Asa! Mungkin kakak gak kenal aku, bikos aku jarang aktif dan lagi hiatus panjang sampe habis UN SMP nanti dan aku sendiri juga belum begitu kenal member ifk jadi mohon bantuannya ya kak😀 tapi terserahlah yang penting ff ini bikin gemeeeeessssssssss!

    Rasanya kek langsung kebayang di pantai ada empat manusia itu lagi beradegan. Yakali jehop sok dewasa (padahal sebenernya aku lebih setuju dia cuman nutup2in sipat penakutnya) dan langsung kebayang di kepala ekspresi doi nolak main sama tiga hewan liar di pantai *-*)/\

    Jujur aja kak, ff kak Asa rada ngena, mengingat aku sendiri punya satu adik liarnya 11 12 sama jim-tae-kook. Jadi berasa banget kayak aku diposisi jehop disitu #bahks (bedanya aku selalu menganiaya adek tiap adek bertingkah liar hahahahahaha) dan (maaf sebelumnya gara2 lihat komen2 sebelum aku) jadi banyak setuju sama mereka 😂 (mungkin karena akunya yang gak pinter bikin komen)

    Bahwa sebenernya kurang rame kak ‘-‘ coba aja ada adekku disana pasti tambah rusuh (eh). Ya tapi tetep ajalah, gaya tulisannya apik banget kak jadi jatuh cinta (eh maksudnya jadi sambil ikutan belajar). Kok kayaknya nyepam banget ya komenanku :v keep writing yah, kak! Kak Asa jjang deh!! Btw panggil dila / qudil ya kak, aku 01L salam kenal kak Asa^^

    Suka

  8. ngebayangin mereka main di pantai kayaknya enak banget, apalagi bareng adek yang unyu – unyu. ah, tulisannya bagus, aku suka. semangat buat tulisan selanjutnya kak!

    Suka

  9. Anyeong, akubreader baru di indofanfictkpop, Oh ya aku suka bnget sm cast yg author buat Bts dan aku ARMY, BTS bru rilis Mvny yg Fire,,,dn Ffny bgus n kece, go go semangat

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s