The Magician and the Doll (Chapter 3)

The Magician and The Doll

Scriptwriter: @arinnai ||  Title: The Magician and The Doll  || Main Cast:  Sandara Park, Lee Donghae, Xi Luhan, Kim Hyoyeon || Duration: Chaptered  || Genre: Romance, comedy, school || Rating: PG

Previous: Prologue // 2

“woah jadi benar rumor itu?”

“selera Donghae oppa tinggi juga ya”

“tidak heran sih junior itu sangat cantik”

mereka pasangan sempurna”

“tidak disangka secepat ini Donghae oppa memiliki yeoja chingu huaaaa”

Begitulah suasana koridor sekolah ketika aku dan Donghae jalan berdua menyisir pandangan setiap siswa dan siswi sekolah. Tidak sedikit siswi yang menangis begitu melihat kami berjalan. Ottokae!!! Aku tidak tega melihat mereka semua seperti itu, apalagi aku dan Donghae tidak benar-benar sepasang kekasih.

“belikan aku jus” katanya sambil memberikan aku uang koin. Geez, masih dengan sifat bossy nya itu, ku kira dia akan melembut padaku karena aku pacar pura-puranya. “bagaimana cara kita agar keluar dari situasi ini?” ucapku sambil menaruh jus didepan pria itu. “molla, yasudahlah kita pacaran saja seperti yang orang-orang sangka” “mwo? Kau sudah gila Lee Donghae-ya” dia hanya cengengesan sambil meneguk jus kaleng nya.

“Dara-sshi, tolong buang sampahnya ya” “okay” hari ini aku bertugas untuk piket jadi aku tidak harus menemani Donghae melakukan aksi sulapnya yang bodoh itu, walaupun aku harus pulang telat karena membersihkan kelas yang kotornya minta ampun. Sesaat setelah aku membuang sampah di belakang sekolah aku melihat segerombolan siswi berlari ke arahku. “hei berhenti kau!” teriak salah satu diantara mereka dan beberapa orang lagi berusaha mencegat ku untuk pergi. “a-apa yang kalian mau?” Tanya ku gugup, sepertinya mereka semua seorang senior. “kau telah melanggar peraturan diantara seluruh yeoja disekolah ini!” ucap seorang wanita cantik yang wajahnya tidak asing bagiku, oh iya dia wanita cantik dari kelas Donghae! Hyoyeon. “pe-peraturan apa? Aku tidak diberitahu sebelumnya” jawabku sopan. “Donghae itu milik bersama! Tidak ada yang boleh memilikinya secara pribadi! Dia adalah pangeran sekolah ini!” mwoya apa yang ia katakan? Milik bersama? Dia hanya ingin memiliki Donghae untuk dirinya sendiri. “tapi Donghae oppa memilihku untuk menjadi yeoja chingunya, ottokaji?” ujarku dengan wajah meledek, aku sangat benci tipe gadis seperti dia. “kau ini!!!!” ‘plak’ ia menamparku tepat di pipi kiriku, aku hanya diam terpaku. “HEI APA YANG KALIAN LAKUKAN!!” teriak seorang laki-laki. “sial, lain kali kami akan menghabisimu!” dan mereka semua pun berhamburan pergi.

Laki-laki itu berlari ke arahku yang masih terdiam sambil memegangi pipiku. “gwenchanayo?” Tanya nya, laki-laki itu berporos cute tapi disaat yang bersamaan memancarkan aura kedewasaan pula. “aku baik-baik saja” “ada apa dengan pipi mu?” ia mencoba meraih pipi ku “aw!” aku merenyit kesakitan. Entah kenapa aku begitu terpesona melihat sosok pria ini, berbeda ketika melihat Donghae ya memang Donghae jauh lebih tampan tapi aku merasa aman bila bersama pria ini.

Dia membawa ku keruang UKS dan mengompres pipi ku. “apa dinginnya cukup?” Tanya pria itu, “iya, kansahamnida sudah membantuku hari ini” pria itu tersipu malu. “ah sudah tugas ku membantu perempuan yang sedang kesulitan, ah namaku Kim Su Ho” katanya sambil membungkuk formal. “ah tidak perlu terlalu formal, kita di tahun yang sama namaku Park Sandara” ujarku. “eh em, Park Sandara-sshi apa kau besok ada acara?” tanyanya malu-malu. Hmm sebenarnya aku memang harus membantu Donghae untuk acara sulapnya tapi aku harus memikirkan kehidupan percintaan ku! Untuk apa aku sekarang berwajah cantik tapi tidak bisa melakukan apa-apa dengan itu. “tidak ada, kenapa Suho-sshi?” “aku ingin mengajakmu jalan ke festival kalau kau tidak keberatan?” ‘deg’ jantungku berdebar seketika. Kencan? Aku tidak pernah pergi ke suatu tempat berdua dengan seorang pria, ya terkecuali pesulap bodoh itu. “boleh…” jawabku sambil melemparkan senyum termanis ku untuknya.

Kami berdua bertukar nomor ponsel dan id line dan tiba-tiba. ‘krek’ pintu uks terbuka dan aku bisa melihat pesulap itu dengan sangat jelas tepat didepan kami berdua. “chagiya ternyata kau disini, aku sangat khawatir” cih aku bisa melihat senyum liciknya itu. “ah aku tak apa hanya terluka sedikit” ujarku, tiba-tiba Donghae merangkulku dan menatap ku, mwoya ada apa dengannya hari ini “maaf yak arena fans ku yang sangat mengagumi ku kau jadi kena imbasnya” pesulap sialan ini, aku tahu dia hanya menyombongkan dirinya saja. “ayo kita pergi” belum sempat mengucap selamat tinggal pada Suho Donghae sudah menarikku keluar dari UKS.

“sini handphone mu” ia mengulurkan tangannya begitu sampai di depan apartemennya. “mwoya untuk apa?” “sudah berikan saja!” akhirnya akupun memberikan ponselku padanya dan tiba-tiba ‘prak’ DIA MEMBANTING PONSEL KU!!!!!! “HEI KAU SIALAN APA YANG KAU LAKUKAN AKU BARU SAJA MEMBELI NYA BODOH IDIOT!!!!!” aku mencoba menjenggut rambut sialannya itu tapi karena ia terlalu tinggi jadi aku hanya terlihat seperti orang idiot kala itu. “kau itu boneka ku, tak akan kupinjamkan pada laki-laki lain” ucapnya tegas. “hei aku tidak peduli pokoknya kau harus ganti!!” “okay akan kuganti dengan wajah cantik mu yang akan ku renggut kembali” “baiklah tuan aku tak akan mendekat pada laki-laki itu” ucapku sambil membungkuk padanya, dia tahu aku lemah kalau sudah berurusan dengan wajah ku ini.

Keesokan harinya aku benar-benar tidak mengindahkan perkataan Donghae dan tetap pergi untuk kencan dengan Suho, aaaa aku benar-benar menyukai pria itu!! wajahnya yang lembut dan tutur katanya yang sopan pada wanita, berbanding terbalik dengan pesulap bodoh itu. aku berdandan habis-habisan untuk tampil mengesankan di depan Suho.

Sesampainya di gerbang festival aku melihat Suho dengan balutan kaus polo hijau yang simple tak lupa dengan potongan jeans belel yang keren bila dipadukan dengan polo hijau itu. Suho kelihatan sangat keren dengan baju biasa!! “Suho-sshi, apa kau sudah lama menunggu?” ucapku begitu sampai. “Dara-sshi kau begitu cantik” ujar Suho. Kami pun masuk kedalam dan menikmati festivalnya, berjalan dengan Suho sangatlah menyenangkan. Ia selalu mendengarkan dan menyampaikan hal-hal yang ingin kudengar darinya, ia selalu meminta pendapatku saat hendak membeli sesuatu dan aku senang sepertinya kencan hari ini berjalan dengan baik.

“ini untukmu” ia memberikanku sebotol greentea. “te-terima kasih Suho untuk hari ini” aku tersipu. “Dara-sshi sebelumnya apakah boleh aku bertanya?” “ya silahkan saja” wajahnya sekarang menunjukan kegelisahan. “apakah kau dan Donghae sunbae benar-benar pacaran?” aku harus menyelamatkan hubungan ini! Aku tidak bisa kehilangan Suho begitu saja! “ania, kami berdua hanya pura-pura pacaran karena kesalah pahaman semata akku hanya membantu nya….” “mwoya ?! woah sangat disayangkan!” eh? Apa aku tak salah dengar, jawaban Suho-sshi barusan bukan jawaban yang kuharapkan keluar dari mulutnya. “maafkan aku ya, aku mengencanimu hanya karena dendam di masa lalu pada Donghae dia merebut pacarku sewaktu SMP jadi aku ingin melakukan hal yang sama padanya. Aku tidak tertarik sama sekali denganmu” aku hanya diam tak bisa berkata apa-apa. Jadi semua yang ia lakukan semata-mata hanya tipuan? Aku begitu bodoh.

“oy jelek” suara itu…. Lee Donghae! “sudah kubilang jangan menemui laki-laki lain!” ia muncul tepat dibelakang kami berdua. “D-Donghae sunbae, jadi benar kalian berdua pacaran?!” Suho terlihat sangat kaget ketika melihat sosok Donghae dibelakangnya. “tidak, tapi dia milikku dan aku tak pernah merebut siapapun dari siapapun mungkin pacarmu saja yang terpesona oleh ke tampanan ku, ayo jelek!” ia menarik pergelangan tanganku, sakit… genggamannya amat sakit. “lepaskan aku” tidak ada respon darinya. “kumohon lepaskan aku” tidak ada respon juga darinya. “LEE DONGHAE LEPASKAN AKU!” dan akhirnya kami berhenti melangkah dan ia melepaskan genggamannya. “apa yang kau pikirkan? Aku sudah bilang pada mu jangan menemuinya kenapa kau tetap menemuinya” aku tak pernah melihat wajahnya se getir ini. “m-maafkan aku” aku tak sanggup melihat wajahnya dan alih-alih melihat ke tanah. Ia menarik tanganku dan memakaikan sebuah gelang berhias kupu-kupu plastic ke pergelangan temanku. “apa ini?” “itu bukti bahwa kau milikku” ‘deg’ apa ini, kenapa jantungku berdebar ketika melihat wajahnya?! Kenapa semua ini sangat membingungkan?!!!

2 thoughts on “The Magician and the Doll (Chapter 3)”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s