[IFK Movie Request] Anne Keith

anna keith

Requested by Nathaniel

Casts Kim Mingyu [Seventeen], Anne Keith [Nath’s OC] Genre Action, fluff Rating PG-17 Duration Ficlet Disclaimer I own the plot

© 2016 namtaegenic

:::::

Anne Keith anggota Fraksi tersebut. Anne Keith anti-pemerintah.

.

Sebenarnya lebih baik kisah ini dimulai sewaktu Anne Keith sudah berada di bangunan tua bekas gudang tempat penyimpanan kendaraan berat pengangkut mobil—karena jika kau mau tahu, Anne tadinya sedang mengeringkan cat kuku barunya ketika teleponnya berdering, dan ia paling benci jika ada yang menginterupsi rutinitasnya. Tapi baiklah, mari dengar cerita ini dari awal.

Usai mengumpat karena gambar bunga di ibu jari kakinya jadi tak sempurna lantaran tersenggol sudut meja, Anne menyambar telepon.

“Kami dapatkan pacarmu.” Sebuah suara lelaki yang serak dan dalam dari seberang telepon saat itu, membuat dahi Anne mengernyit dalam. Pacar? Siapa? Josh? Oh, pasti bukan, ia sudah mencampakkan Josh minggu lalu lantaran lelaki itu bergenit-genit ria dengan junior mereka di Fraksi. Lagi pula Anne bertekad untuk tidak punya hubungan romansa dengan rekan sekantor.

“Jika yang kalian maksud adalah Joshua Hong, ya, ambillah dia—“ kalimat Anne terputus karena tampaknya suara di telepon sudah berganti menjadi suara yang dikenalnya. Anne tercengang lalu menghela napas, masih memandangi cat kukunya yang gagal total.

“Aku baik-baik saja, Nona Keith. Tidak perlu ke sini—“ kalimat itu berubah menjadi erang kesakitan dari si pembicara, tampaknya baru kena pukulan telak lantaran kalimatnya yang justru menghalangi mereka. Suara di telepon berganti lagi menjadi si serak. “Kali ini kami dapatkan kau, Keith. Satu jam, atau pria tampan ini akan segera berkalang tanah.”

Anne mengeluh. Kenapa pula orang-orang itu menculik pria paling tampan semuka bumi ketika Anne sudah punya janji kencan dengannya?

Mingyu dan Anne bertemu di acara peresmian showroom milik sebuah perusahaan otomotif yang mengundang kedua orang tua gadis itu dan diwakili olehnya. Pemuda itu bilang Anne gadis yang sangat menarik dan menanyakan apakah ia bersedia sekali dua kali makan malam dengannya, yang tentu saja disanggupi oleh gadis itu karena, well, untuk siapa lagi Anne berdandan? Lagi pula, gadis itu pecinta pesta, langit di malam hari, denting gelas sampanye, dan instrumental. Kim Mingyu akan cocok dengannya.

Tapi sekarang pemuda itu malah jatuh ke tangan CYA—Crashing Your Action (dibentuk tahun 1948, namanya norak sekali, bukan? Itu hanya plesetan dari MIA—Missing in Action, Anne selalu berusaha membuat mereka mengganti nama menjadi yang lebih baik demi pencitraan, percayalah). Ah kenapa pula Kim Mingyu ini tidak bisa menumbangkan mereka, dasar cowok lemah.

Maka di sinilah Anne sekarang, membawa kuku yang gagal dicat bersamanya, dan berkacak pinggang di hadapan anggota CYA. Kim Mingyu terikat di bangku, mulutnya disumpal sesuatu dan diplester. Bagaimanapun, ia masih tampan. Ah, lelaki tampan di mana-mana memang menyusahkan.

“Tidak ada pistol,” ujar pria besar tinggi dan bersuara serak di telepon tadi. Anne mengangkat tangan, “tidak ada pistol.”

“Whoops, pelanggaran!” sepucuk pistol serta-merta teracung ke arah gadis itu, melepaskan sebutir peluru, dan merobohkannya dalam hitungan nanosekon. Darah mengucur di mana-mana, membasahi mantel putih si gadis dari Fraksi—musuh lama mereka. Jeritan teredam mengiringi tatapan penuh horor Kim Mingyu yang melihat Anne sudah tergeletak di tanah.

“Abrakadabra, kau kami lepaskan. Mudah sekali menumbangkan—“

Tadinya mereka pikir stiletto merah itu hanya bayangan. Namun ketika lima orang tergeletak sekaligus, si suara serak memahami apa yang terjadi. Fraksi membodohi mereka lagi. Alih-alih meregang nyawa dengan peluru melubangi paru-parunya, Anne Keith bangkit bak sambaran kilat dan melakukan gerakan favoritnya, Serangan Stiletto, yang mana sangat praktis dan tingkat keberhasilannya bisa sampai sembilan puluh persen. Urusan gerakan menggunakan kaki, gadis itu memang jagonya.

Kemudian Anne melompat, kakinya bertolak pada salah satu boks aluminium bekas di samping, lalu melentingkan tubuhnya di udara. Dalam satu-dua mikrosekon, jauh di alam bawah sadar si pria serak, hak stiletto Anne sudah bersarang di mulutnya, mematahkan beberapa giginya, dan membenturkannya ke boks aluminium di belakang.

Adegan terakhir yang Mingyu tahu, Anne menyarangkan telapak tangannya ke leher samping lawan, melumpuhkan beberapa orang lainnya dengan tendangan yang diawali dengan salto, lantas memiting yang bertubuh paling besar hingga terdengar bunyi krak yang mengganggu sekali sebelum si antek CYA tumbang tanpa berusaha bangkit lagi.

“Kerja yang baik, Keith!” seseorang bertepuk tangan dari lantai dua gudang. Pria jangkung dengan sisiran klimis itu menginjak cerutunya. “Negara seharusnya mawas diri dengan kualitas agen-agen di luar pemerintahan yang berani datang meskipun seorang diri. Para gadis selalu menyukai hal-hal sentimental, eh?”

“Roger Pratt, hai! Lama tak bersua!” Anne menyuguhkan senyumam lebar dan merentangkan tangannya, sementara si pria merasa gusar karena kehadirannya ternyata tak mengancam sama sekali. Tak sabar lagi, ia mengeluarkan sepucuk pistol dari balik jasnya, dan diacungkannya pada Anne, membuat pipi si gadis menggembung dan dahinya berkerut. “Tidak ada pelukan selamat datang? Kau tidak pernah jadi tuan rumah yang baik!” gerutunya.

Seluruh pemandangan itu membuat alis Mingyu bertaut. Ia pikir ia sudah cukup mengenal Anne Keith—si gadis jelita yang tak pernah habis topik pembicaraan, tidak jual mahal, namun sangat cerdas hingga Mingyu tidak pernah bosan bicara dengannya.

Anne Keith yang itu ternyata anggota Fraksi yang dibentuk di luar persetujuan Presiden. Fraksi berisi ratusan agen terlatih yang bertindak di luar perintah negara. Fraksi yang dicurigai hendak merusak sistem presidensial Amerika Serikat dan merombaknya menjadi pemerintahan baru dengan bergerilya baik secara media maupun terang-terangan.

Anne Keith anggota Fraksi tersebut. Anne Keith anti-pemerintah.

Namun Mingyu buru-buru menyingkirkan pikiran tersebut demi melihat gerak-gerik menarik pelatuk dari atas sana. Mingyu ingin meneriakkan kata ‘awas’ pada gadis itu, namun apa daya, mulutnya masih tersumpal dan lidahnya tak bisa bergerak.

Ide ini tidak pernah terlintas di benak Kim Mingyu, tapi yang ia tahu, dengan tubuh yang masih terkunci di kursi, ia merangsek ke arah Anne dan menjatuhkan gadis itu ke lantai gudang. Tampak kaget, Anne bangkit sembari membersihkan debu di mantelnya.

“Punya kesatria sekarang, Keith?” Pistol itu tampak semakin siap, tinggal tembak. Sementara Mingyu melolong dengan suara yang tenggelam, dan Anne hanya menggelengkan kepala. Lalu, lebih cepat dari satu kali kedipan mata, terdengar jeritan dari si lelaki di lantai dua. Ia terjatuh dan memegangi telapak tangannya yang mengeluarkan darah. Pistolnya sudah terpental dan jatuh, membuatnya tak mungkin untuk dipungut.

Keheningan membuat Mingyu menoleh ke arah gadis di sebelahnya. Di tangan Anne telah bertengger manis sepucuk pistol, yang tampaknya dikeluarkan secepat kilat dari balik mantelnya. Jadi, sedari tadi tidak ada istilah tidak ada pistol di antara kedua kubu ini.

Mingyu menahan napas—terpesona. Gadis ini menakjubkan. Kekuatan, kecepatan, dan ketepatan, semua bersemayam di dalam wajah dan tubuh yang ramping itu.

“KEPARAT KAU, KEITH! KEPARAT! ARGH!” si jangkung klimis memegangi tangannya. Anne memasukkan kembali pistolnya ke balik mantel dan segera membuka semua belenggu Mingyu. Pemuda itu buru-buru meraup oksigen dengan rakus dan terbatuk-batuk. Entah apa yang digunakan orang-orang tadi untuk menyumpal mulutnya. Yang jelas ia harus lekas-lekas sikat gigi, berkumur, atau bahkan operasi mulut.

Anne menarik Mingyu untuk lekas keluar dari tempat itu. Stiletto-nya berkeletak-keletok dan hal itu bahkan tidak mengganggu larinya. Mereka lari sekencang mungkin hingga dirasa aman. Lalu Anne mengatur napas, dan bicara pada Mingyu.

“Makan malamnya harus kita batalkan,” ujar gadis itu. Mingyu terbelalak. Dibatalkan? Kalaupun ada yang harus membatalkan acara makan malam, Mingyu-lah orangnya! Memangnya apa yang gadis itu kira terlintas di benak Mingyu kala mengetahui identitasnya? Mingyu tidak berpihak pada pemerintah ataupun Fraksi, tapi ia jelas harus berpikir dua kali untuk mendekati Anne Keith.

Lagi pula, memangnya kenapa harus batal?

“Tu-tunggu, Nona Keith, kau tidak bisa membatalkan makan malamnya sesuka hati. Kita harus bicara banyak mengenai ini—“

“Mantelku kotor, Tuan Muda.”

Mingyu melongo, tidak percaya pada pendengarannya sendiri.

“Lagi pula,” Anne menunjukkan cat kukunya yang gagal dibentuk tadi. “Aku akan mempermalukanmu nanti. Jadi batal saja makan malamnya, oke?”

Tanpa bisa dicegah oleh dirinya sendiri, Mingyu meloloskan tawa takjub. Sebal sekaligus semakin menyukai gadis ini. Ini bukan lagi perihal siapa Anne Keith sebenarnya. Tapi ini adalah Anne Keith. Mingyu perlu waktu lebih untuk mengetahui semua tentangnya, dan Mingyu rasa ia tidak akan keberatan.

Memberanikan diri, Mingyu mengacak rambut Anne.

“Tidak ada makan malam yang dibatalkan. Dan karena kau sudah menyelamatkanku, maka kau akan ikut aku ke Amarcorde Vintage! Carilah Dior, Pierre Cardin, Versace, Missoni, apa pun yang kausuka, Tuan Putri!” Mingyu menyodorkan sikunya untuk digamit. Sementara kedua mata Anne berbinar cerah. Sesuatu terlintas di benaknya, bahwa seharusnya Fraksi memberikan para agen mereka masing-masing sebuah kartu kredit yang tagihannya ditanggung oleh pihak agensi tiap kali mereka berhasil menyelesaikan suatu tugas.

Dan benda-benda yang cantik, terutama untuk Anne Keith.

.

FIN.

namtaenote:

Rikuesannya genre fluff-action, ya Allah …

Btw Nath semoga suka, dukung terus IFK ya ^^

20 thoughts on “[IFK Movie Request] Anne Keith”

  1. KAKECIIII AKU ABIS LIAT POSTERNYA LANGSUNG TEKAN READ MORE…
    TRUS KHILAF Karena
    1. Minggyu yg ganteng di poster
    2. Ada nama Joshua Hong di sana. #tambahKhilaf #dor
    3. ‘Laki-laki tampan memang menyusahkan’ YEOKSI KAKECI INI 10000% BENAR
    4. ‘Sebal namun tambah menyukainya’ KAKECI INI GUE BANGET #Plak #Dor
    Sepertinya aku tak bisa berkata apa2 lagi.. baiklah aku akan membombardir di ff yg lain. BHAY

    Suka

  2. HAAAAHHHHHH INI KEREN BANGET!!! Aku suka diksinya dan cara penggambaran tokoh Anne yang gak biasa. Tokoh cewek gak menye selalu jadi favoritku wkwkwk. Alur ceritanya juga bagus dan aku bacanya enak aja kaya mengalir gitu ;;;___;;; terlebih ternyata ada kim mingyu di sini hahah. “…Carilah Dior, Pierre Cardin, Versace, Missoni, apa pun yang kausuka, Tuan Putri!” Sejujurnya aku gatau mereka semua itu apa tapi mereke terdengar keren so nevermind 😂

    btw, balta dari garis 01 di sini c: lagi ngescroll dashboard dan akhirnya sampai di sini! fiksinya keren bgt dan yah, keep writing! ❤

    Suka

    1. halo, balta! kenalkan, aku Eci, 89 line. dior, pierre cardin, dsb itu merek-merek ngehits kalo kita belanja di vintage apalah itu tadi nama tokonya, soalnya aku browsing toko fashion yang hyped di new york dan ketemunya itu beserta merek yang mereka jual. hehehe perihal karakter sih aku lumayan menikmati menulis karakter cewe yang unik ketimbang menye sih, Alhamdulillah kalau cocok dengan selera balta. terima kasih sudah mampir ya ^^

      Disukai oleh 1 orang

  3. Waw ini bisa banget ya Kak Eci /maaf sksd banget heheww/ meramu fic Fluff-Action yang mendebarkan gitu 😊 kalo bener-bener ada cewe kaya Anna Keith ini boleh deh pesen satu buat bodyguardnya mz Mingyu hahaha /g
    Nice >_<

    Suka

  4. duh asik banget ini ff nya…keren! gak tau kenapa semacam lucu sama degdegan gitu bacanya. poin +++ buat ka eci ^^
    thanks for sharing dan semangat buat cerita yang lainnya!

    Suka

      1. Baik! Tapi keadaan ideku gak baik…😀
        Sebenernya ff kaeci lain masih reading list nih tar aku sambangin satu satu yah. Pertama aku kira ini c mingyu yang bakal jadi hero yg nyelametin loh ka ehh.. Ternyata dia yang malah jadi sandera, duh orang ganteng suka-suka dialah hhaha
        Ok sip, bakal tungguin ff kaeci yang laen 💕

        Suka

  5. Posternya kece, fanficnya kece, penulisnya kece, jadi serasa butiran debu 😂
    Sbnrny mls banget baca fanfic yg genrenya fluff+action, soalnya udh kebayang pasti cast cwenya bakal ‘the tragis plus melankolis’ bangett. Dan nanti pasti si cwo bakal datang terus nyelamatin, terus bakal ada adegan tangis mengharu-biru dan ituuu–ahh, basi banget. Tapii, fanfic kak eci (iya kan?) yg ini bener2 beda banget. Anne Keith mematahkan image cwe yg unyu2 tak berdaya menjadi powerfullll/ngomongapasih?
    Diksinya keren lagi, alurnya engga kecepetan atau pun kelambatan, sukaaaa~
    Fight untuk fanfic lainnya yaa 💪

    Suka

  6. annyeong hasimikka namtaegenic-san sumpah ku malu banget ini kali pertamanya aku muncul di lapak kakak kan??? atau udah pernah sekali? karena aku familiar dengan pembentukan opening kak eci dan aku inget itu dari fenfiknya kak eci juga.

    maafkan aku in syaa Allah ke depannya kihyukha kian banyak berkeliaran di postingan sc ifk sekali lagi maafkan saya😦

    yeokshi kak eci penyusunan katanya khanmaen asik banget. selipan-selipan informasi tambahan kayak josh udah diputusin krn flirting sama cewek (ini mau kukomentari karena ini?? kangjosh???? kangjosh yang tak terjangkau kENAPA KANG AKU SAJA TAK BISA MENJANGKAUMU TAPI KAMU MAEN CEWEK??? ngebayangin kangjosh bagian dr organisasi macem Fraksi gitu mantap kakeci apalagi kalo dia dibikin playboy beneran terus sekarang gaya rambutnya bisa masuk badboy dulu kan literally gentleman kaya-raya) itu pun pas semua, ngga ada yang kesannya dipaksa ada supaya banyak tambahan komedinya.

    Aduh MAAF banget kak eci aku tuh kalo komen selalu spazzing nyampah gini huhuhuh. tapi so kul loh action-fluff emang susah untuk dipikirkan tapi kak eci bagus membawakan karakternya, apalagi karakterisasi Anne-nya ngga nanggung. kalaupun nanggung juga masih oke sih, cuma aku suka aja sama kesantaiannya. DAN karena aku anaknya demen pake bangett organisasi-organisasi gitu pikiranku teralih oleh Fraksi kayak wow this is going to be a very cool organization dengan orang-orang seperti Anne di dalamnya. tapi dia hampir mary sue ya? ngga terkalahkan, santai, cantik, mudah berteman. tapi posisinya di fenfik ini pas hehe.

    meanwhile untuk Mingyu entah kenapa kok emang lebih cocok jadi cowok yang ditangkap daripada agen kaya Anne HAHAHAHAHAHA mianhamnida oppa tp kalo josh meski begitu tidak pantas dijadikan lemah, tapi kalo Mingyu tuh oke-oke aja jadi ‘putri’nya nga tau kenapa?

    alurnya baik, tidak dilebih-lebihkan untuk ukuran satu vignette. cukup informatif, dalam artian segala informasi tersimpan di dalamnya tanpa orang perlu banyak tanya, ending-nya bagus! tipikal ending fluff romance (dan mungkin sengaja begitu supaya fluff-nya kerasa ya?) tapi terasa beda karena genre action yang dominan membungkus ceritanya.

    btw bagian yang aku suka itu kurang lebih:
    1) Sama seperti yang lain karena orang ganteng emang seperti dua mata pedang bikin hidupku susah tp kalo ngaada orang ganteng di mana cuci mataku??
    2) Opening-nya di mana dia ngecat kuku dan ternyata gagal itu bagus banget untuk ngebangkitin karakternya Anne tanpa perlu susah-susah dijelasin.
    3) “Tidak ada pelukan selamat datang? Kau tidak pernah jadi tuan rumah yang baik!” wow aku selalu suka dengan orang-orang kurang ajar yang suka memainkan lawannya seperti ini
    4) Dan aku suka cerita ini diakhiri dengan si Anne pengin batalin acaranya karena mantelnya kotor dan cat kukunya gagal HAHA tbh I think I can truly understand the way Anne thinking

    maaf kalau terlalu bacot dan tidak beresensi kak eci huhu seru kali ya kalo kak eci punya waktu dan ide ini bisa dipanjangin lagi menjadi lebih luas dengan Fraksi sebagai roda ceritanya tapi kalau ini hanya harapanku semata tida apa-apa aku cukup puas hanya dengan mengimajinasikannya sajha.

    tetap menulis kak eciiii karena kakak sangat berbakat dan sangat disayangkan pekerjaan di kehidupan nyata mengusir kakak dari bakat kakak. IFK mendukung selaluu!

    dan terima kasih sudah mengerjakan banyak rikues buat movie-freaks x)) ganbatte-ne!

    sumpah komentar ini gaasik banget berantakan banget kesal liatnya.

    xx, fikha

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s