[Oneshot] 9P.M.

9P.M.

Creepy pastaǁ 9 P.M ǁOne Shot

Title: 9 P.M.

Scriptwriter: Satya M

Duration: Oneshot

Main Cast:

  • Go Minsoo a.k.a Kogyeol Up10tion
  • Hwanhee Up10tion
  • Kim Wooshin Up10tion
  • Bitto Up10tion
  • Wei Up10tion
  • Gyujin Up10tion

Genre: Horror, mystery

 “kau percaya akan keberadaan hantu??”

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

 

“ Hyung!! Ayolah pulang.. apa kau ini sudah gila,eoh??!” sungut hwanhee sembari menarik-narik  seragam hyungnya sedari tadi.

”aishh.. kau ini kenapa?! Aku ini sedang dihukum! jika malam ini aku tidak mengirimkan tugas ke email jaesuk saem, pasti ia tak akan meluluskanku. Jadi tinggalkan aku sendiri disini! ” ujar minsoo yang tetap bersikukuh dengan keputusannya.

”tapi ini sudah sore hyung… sudah hampir jam 6 sore!! ayolah kita pulang hyung! Aku takut dimarahi ayah jika pulang terlambat.” Gerutu hwanhee tanpa henti.

“benar kata adikmu.. lebih baik kau segera pulang minsoo-ya.. lagipula dikelas ini sudah tidak ada siapa-siapa lagi.. apakah kau tidak takut?? ayo kita pulang bersama.” Ucap bitto seraya membujuk si pria keras kepala itu.

”kau ini siapa?? Kenapa kau ikut campur,eoh?!” tanya minsoo heran.

“hhhhh……-_______-“ *bitto menghela nafas*

“YA GO MINSOO!! Dasar bocah tidak berperasaan!! AKU INI TEMAN SEKELASMU!!! Bagaimana bisa kau lupa dengan ku,EOH??!!” teriak bitto yang seketika memecah keheningan di kelas sore itu.

“uhm..eoh?? Benarkah?? Wah jeongmal mian.. jumlah siswa dikelas terlalu banyak, sehingga sangat sulit bagiku untuk mengingatnya, hehe ” tukas minsoo dengan ekspresi polosnya.

“mworago??!! AISHH!!!” sungut bitto pada kawannya itu.

“eii… sudahlah..kalian berdua jangan bertengkar disini, lebih baik ayo kita segera pulang. Ayo hyung.. ”  bujuk sang adik tanpa henti

”ya hwan-a..sudahlah pulang saja duluan! kau kan sudah besar, untuk apa kau selalu mengintiliku eoh? Lagipula biasanya kan kau pulang bersama xiao. Lebih baik kau pulang saja bersamanya! ” balas minsoo.

”Sirheo!! Untuk apa aku pulang bersama teman pabo seperti dia, lagipula sore-sore begini pasti dia masih ada dibelakang sekolah. ”

”mwo? Belakang sekolah? Sedang apa dia disana? ” tanya bitto penasaran.

”yah,seperti biasa.. menjalankan hobi barunya. ”

”hobi baru?? ” ujar bitto dan minsoo serempak.

”mencuri jambu lagi maksudmu?” tukas bitto

”ani.. katanya dia sudah bertobat jadi pencuri jambu”

”membuat lintasan balap ulat bulu lagi?” tukas minsoo yang juga ikut penasaran.

”ani..ani! sudah sebulan yang lalu dia berhasil move on dari ulat bulu bodohnya itu. ”

” lalu? ” tanya dua senior itu secara bersamaan.

”jelangkung.”

”MWO???”

”yah, xiao memang akhir-akhir ini sangat terobsesi dengan jelangkung, hampir setiap sore hingga jam 7 malam ia pasti bermain jelangkung di halaman belakang. Entahlah, virus bodoh apa lagi yang telah merasukinya.-_____-”

”ah sudahlah , untuk apa aku membicarakan dia, intinya kau harus pulang sekarang hyung, ayolaahhh.” Ujar hwanhee yang terus mendesak minsoo.

“ya minsoo-ya, dengarkan baik-baik… kusarankan agar kau pulang sekarang juga daripada kau menyesal.” Seru bitto yang kali ini menampakkan ekspresi serius.

“wae?wae?wae?waeyoooo?????!! Mengapa aku harus menyesal,eoh?? Aishh..Kalian ini berisik sekali!”

“ya minsoo-ya…” lanjut bitto dengan suara yang semakin merendah.

“apakah kau tidak tahu berita yang tengah menyebar di sekolah kita?? Kudengar, akhir-akhir ini banyak yang merasa dihantui oleh sesosok pria misterius di sekolah kita. Kau tahu? Hantu itu akan bergentayangan tiap jam 9 malam..!! dan kabarnya lagi, siapapun yang dihantui olehnya, konon orang tersebut akan diikuti oleh hantu tersebut sepanjang malam…!!!” terang bitto dengan raut wajah yang makin serius.

”n..ne…! benar hyung,.. aku juga mendengar berita itu dari teman sekelas ku, dia berkata bahwa kemarin dia juga menjadi korban si hantu pria itu! Sepulang dari sekolah, ia tidak bisa tidur karena ia merasa ditemani sepanjang malam oleh hantu tersebut!” tambah hwanhee serasa meyakinkan sang kakak.

”mworago?? hahaha.. ada apa dengan kalian ini,eoh?? Mana ada di jaman sekarang cerita konyol seperti itu?! Sudahlah… kuyakinkan pada kalian berdua bahwa aku disini akan baik-baik saja! Jadi lebih baik kalian berdua pulang saja duluan… “ tukas minsoo yang masih tetap pada keputusannya untuk tinggal di kelas.

“ah..tapi hyung…”

“hwan-a.. pulanglah.,,hyung akan baik-baik saja,percayalah!” ujar minsoo seraya meyakinkan sang adik.

Yah, memang sudah menjadi hal lumrah bagi hwanhee untuk menghadapi kerasnya perangai sang kakak. Baik itu berupa perintah maupun bujukan, semua itu harus dituruti olehnya. Karena sang kakak sudah sangat bersikeras untuk tetap tinggal di kelas, dengan sangat terpaksa hwanhee dan bitto pun menuruti permintaan bocah keras kepala itu. Dan akhirnya mereka berdua pun memilih untuk meninggalkan go minsoo sendirian di dalam kelas.

“haha untuk apa aku takut dengan cerita bodoh seperti itu, lagipula setidaknya masih ada bocah yang sedang berjelangkung ria di belakang sana, jadi tentu hingga jam 7 nanti aku tidak sendirian.” Tukas minsoo yang telah ditinggal pergi oleh kawan dan adik kesayangannya itu.

Beberapa  jam kemudian….

_di kelas_

“ hah.. akhirnya selesai juga .. kau lihat sendiri kan go minsoo! jika saja kau tadi menuruti mereka untuk segera pulang, tentu tugas mu tidak akan selesai secepat ini..!” ujar minsoo lega.

“hmm.. kurasa pak kim (penjaga sekolah) akan marah besar jika ia tau aku masih disini, lebih baik aku segera bergegas pul…”

*TENG.. TENG.. TENG.. * seketika terdengar bunyi cukup nyaring dari arah luar.

“eoh??.. bunyi apa itu??” gumamnya sembari menerawang ke arah sekitar.

”mwo?? Jam dinding?? kenapa jam di lorong kelas berbunyi? Memangnya ini sudah jam berapa..?” ujarnya yang langsung melirik ke arah jam tangan miliknya.

”Eissshhh.. apakah jam itu sedang mabuk,eoh? Jelas-jelas ini baru jam 9 malam! Mengagetkan saja.” seru minsoo yang telah merapikan barangnya untuk beranjak pulang.

Namun, tatkala ia mulai bangkit dari tempat duduknya, seketika serasa ada hal yang mengganggu pikirannya hingga ia terpaku kembali di bangku tersebut.

“tunggu sebentar…. sekarang….sudah jam.. 9 malam?” bisiknya

*Kau tahu minsoo-ya? Hantu itu akan bergentayangan tiap jam 9 malam..!! dan kabarnya lagi, siapapun yang dihantui olehnya, konon orang tersebut akan diikuti oleh hantu itu sepanjang malam…!!!*

 

“Haha.. ani! ani! ani! ya go minsoo, ingatlah,,hantu itu tidak ada! Apakah kau sudah gila?! Lagipula cerita itu hanya lelucon saja! ” gumamnya pada diri sendiri.

Baru beberapa selang ia menenangkan diri, seketika terlihat dari jendela sesosok pria berjalan perlahan melewati kelasnya.

“eoh? Kukira hanya aku saja yang masih ada di sini, ternyata masih ada siswa lain juga yang berada di sekolah jam segini.” Ujar minsoo yang masih saja terpaku dibangkunya.

“ah,, apa sebaiknya kuhampiri siswa itu saja..? kali saja aku bisa pulang bersamanya dan mencari alasan agar tak dihukum sendirian oleh pak Kim,hihi” gumamnya dalam hati.

Akhirnya dengan segera go minsoo pun bergegas meninggalkan kelas dan mencari siswa yang baru saja dilihatnya.

Sesaat setelah keluar kelas, herannya tak terlihat sama sekali oleh minsoo akan keberadaan siswa tersebut. Dilihatnya ke arah depan dan belakang , namun sepanjang lorong kelas tak terlihat seorang pun yang berada disana.

“aneh.. kurasa belum lama siswa itu melewati kelas ku, tapi kenapa sekarang sudah tidak ada..” pikirnya heran.

Dengan rasa kecewa, minsoo pun akhirnya berniat untuk beranjak meninggalkan sekolah seorang diri. Dilaluinya kelas demi kelas di sepanjang lorong itu dengan perlahan dan tak bisa dipungkiri ternyata masih ada sedikit keganjalan yang bernaung di pikirannya,

“hmm benar-benar aneh, bagiku lorong kelas ini begitu panjang, namun baru selang beberapa menit kenapa dia sudah tidak ada, apakah dia itu atlit pejalan cepat eoh??” ujar minsoo yang masih heran akan kejadian yang baru saja dia alami.

Disaat ia masih berkutat dengan keganjalan yang ada di pikirannya, tiba-tiba dari arah belakang terdengar suara lembut seraya memanggil-manggil namanya dari kejauhan…

“minsoo-ya… go minsoo…. “ didengarnya suara itu samar-samar.

Tak ayal hal itu membuat bulu kuduk minsoo merinding, suara itu begitu lembut, juga terdengar sedikit menggema. Sesekali terdengar pula suara tawa kecil yang menyertai.

”ani..hantu itu tidak ada…hantu itu tidak ada…” bisik minsoo berkali-kali sembari memejamkan mata dan terus melanjutkan langkahnya perlahan-lahan.

”minsoo-yaa… hihihi………” suara itu masih saja menggema dari sudut lorong.

Tak pernah rasanya ia mengenal suara yang didengarnya malam itu. Jangankan menoleh ke belakang, untuk melangkahkan kaki saja rasanya ia sudah tak sanggup.

“minsoo-ya… ya go minsoo…” dikala minsoo tengah memaku, suara itu justru terdengar makin mendekat.

“eishh, minsoo-ya kenapa kau diam saja? ini aku… Kim Wooshin..” ujar suara itu yang saat ini tepat terdengar jelas di belakang minsoo.

“n..ne?? woo..kim wooshin?” gumam minsoo dengan kernyitan di dahinya.

Dikala minsoo hendak menoleh ke arah suara itu berasal tiba-tiba…

“AH GAPJAGI…! *teriaknya seketika* aishh.. mengagetkanku saja…!!!” ujar minsoo sembari mengelus-eluskan tangan ke dadanya.

“hehehe kau terkejut? Ckck maafkan aku..” ujar wooshin yang sudah tepat berdiri di hadapannya.

*tunggu…bukankah..dia adalah siswa yang baru saja aku lihat melewati lorong itu?tapi kenapa dia…* batin minsoo.

Dilihatnya perlahan-lahan sosok pria yang kini ada dihadapannya. Dari ujung kepala hinga kaki berkali-kali minsoo mengamati dengan seksama, namun entah mengapa pria tersebut terasa begitu asing bagi dirinya.

“kim wooshin? kau ini ….. siapa? Kurasa aku tidak pernah melihatmu sebelumnya,” tanya minsoo heran.

Wajar saja jika minsoo merasa asing pada siswa itu, karena dari parasnya saja wooshin terlihat berbeda dari tampilan siswa korea pada umumnya,wajah mulus bak porselen, hidung mancung, mata bulat sempurna, kulit seputih susu, ditambah lagi bibir tipis nan merah muda yang dimilikinya tak ayal membuat minsoo terperangah akan ketampanan siswa tersebut.

“aishh.. kau ini, aku adalah siswa kelas 2 B, sedangkan kau..kelas 2 A bukan? Kurasa aku cukup sering bertemu dengan mu,bahkan kita pernah saling menyapa di kantin 2 minggu yang lalu, tapi kenapa bisa-bisanya kau tidak mengenalku,, ishh menyebalkan.” Ujar wooshin dengan bibir tipisnya yang mengerucut.

“oh benarkah??,,ah tapi sungguh.. kurasa aku tak pernah melihatmu sebelumnya, ah..mungkin aku hanya lupa, karena siswa di sekolah ini terlalu banyak..”

“ckck yah ternyata kebiasaan lupamu itu memang belum hilang,ayo lebih baik kita pulang! Kita lewat jalan belakang saja..agar tak ketahuan pak kim” ucap wooshin yang tanpa ragu merangkul tangan minsoo untuk jalan bersama.

Sejujurnya, kala itu minsoo merasa begitu canggung pada sosok yang ia rasa baru mengenalnya namun sudah bersikap akrab padanya. Tapi apadaya, dibandingkan harus dihukum oleh penjaga sekolah, lebih baik ia pasrah untuk menuruti ajakan wooshin malam itu.

Baru beberapa langkah saja mereka berjalan, seketika langkah minsoo terhenti hingga membuat langkah wooshin pun ikut tersendat.

“kim wooshin .. uhm.. sejujurnya ada yang aku ingin aku tanyakan padamu”

“ne?? tanyakan saja…”balas wooshin.

“uhm.. beberapa menit yang lalu aku melihat ada seorang siswa yang melewati lorong ini , dan kurasa itu kau, sangat persis dengan kau, namun saat ku mencoba menghampiri ternyata di sepanjang lorong sudah tidak ada siapapun dan anehnya tiba-tiba kau sudah berada tepat di belakangku…” ujar minsoo seraya menjelaskan segala keganjalan yang sedari tadi ia pendam .

“oh itu…. hehe memang benar, siswa yang kau lihat adalah diriku, namun saat itu aku hanya ingin memastikan apakah pak kim sedang berjaga di depan gerbang atau tidak, dan ternyata dia masih berjaga, sehingga aku kembali untuk pulang melalui jalan belakang, dan tak kusangka aku bertemu dengan mu disini” terang wooshin pada kawannya tersebut.

“ah.. begitu ternyata.. hehe sungguh tadinya kukira kau punya kekuatan supranatural untuk berjalan secepat itu dan tiba-tiba muncul dibelakangku.” Ujar minsoo dengan perasaan sedikit lega.

“eishh..mana mungkin, ckck baiklah..ayo kita segera pulang, akan kuajarkan kau bagaimana caranya memanjat pagar belakang.”

“apa kau bilang?? Kau meremehkanku,eoh? Walau begini aku juga ahli dalam bidang panjat memanjat!” ujar minsoo sembari mendongakan kepala.

“jinjaa?? Tapi kurasa.. kau tidak ahli dalam berlari…hahaha… ayo kejar aku kalau kau sanggup!!!!” ucap wooshin sembari berlari kencang meninggalkan minsoo.

“mworago?? Akan kukejar kau wooshin-ah… hahahaha!!!” balas minsoo yang seketika berlari secepat kilat mengejar temannya itu.

_1 jam kemudian_

Sesampainya dirumah…

“aku pulang…” ucap minsoo dengan tingkah mengendap-endap.

“Ya Hyung! Dari mana saja kau!” teriak hwanhee seketika dihadapan sang kakak.

“aishh.. pelankan suaramu bodoh!! Nanti jika ayah mendengar bisa habis riwayatku.” Jawab minsoo dengan nada berbisik.

“eiiii,,, ayah dan ibu sedang tidak dirumah, mereka sedang menjemput nenek yang baru saja pulang dari rumah sakit, mungkin besok mereka baru kembali.” Terang hwanhee.

“ah benarkah? Baguslah kalau begitu..” balas sang kakak yang langsung meninggalkan sang adik ke dalam kamar.

“ya hyung!! Apakah kau mengalami kejadian aneh di sekolah? Ini sudah lewat dari jam 10, tentu jam 9 malam kau masih berada di sekolah bukan?apakah hantu itu muncul??” Tanya hwanhee sambil berdiri tepat di depan kamar minsoo.

“ eobseo! Aku tidak bertemu hantu sama sekali, justru aku pulang bersama dengan temanku di sekolah.. “

“apa katamu? teman? siapa dia? hati-hati hyung, bisa jadi dia adalah hantunya.. “ ujar hwanhee dengan nada sedikit menggoda.

“ngomong-ngomong apakah kau kenal wooshin?”  tukas minsoo yang langsung menyodorkan pertanyaan pada adiknya sembari membuka pintu kamar.

“wooshin?? Kim wooshin maksudmu? Ah,tentu aku mengenalnya.. dia siswa kelas 2 B setahuku, lagipula siapa juga yang tidak mengenalnya di sekolah, dia siswa tertampan,terpintar,jago menggambar ,pintar bernyanyi… arghhh.. aku iri padanya…><.. tapi, mengapa tiba-tiba kau menanyainya?”

 “ani,, hanya saja siswa yang tadi pulang bersamaku adalah dia.”

“benarkah?? Wahh..tadinya  kukira hyung akan pulang bersama hantu.. ckckck” ledek sang adik.

“hati-hati hyung.. hantu di sekolah kita bisa saja akan menggentayangimu malam ini.. hahaha” lanjut hwanhee terkekeh sembari meninggalkan minsoo ke dalam kamar.

“tapi bagaimana jika …” minsoo tiba-tiba melanjutkan.

“bagaimana jika apa??” Tanya hwanhee penasaran.

“bagaimana jika kau yang justru ditemani oleh hantu itu sepanjang malam ini?” balas sang kakak yang tak ingin kalah.

“hahaha, dasar konyol, tentu aku tidak akan takut!! Lagipula aku tidak sebodoh dirimu yang harus berada di sekolah hingga larut malam hanya untuk mengerjakan tugas dan ditemani para hantu.ckckck” jawab hwanhee yang langsung berlari ke dalam kamarnya.

Hanya senyuman tipis yang tergambar di bibir minsoo kala melihat tingkah sang adik. Dan tak lama berselang, mereka berdua akhirnya terlelap di kamar masing-masing untuk kembali bersekolah di keesokan harinya.

8 jam kemudian….

_Pukul 06.30 pagi_

*tok..tok..tok..

“hyungg… ayo cepat berangkat, kau lupa jika hari kamis pak park yang menjadi guru piket? Ayolah,,” tukas hwanhee yang mengetuk-ngetuk pintu sang kakak.

“kau duluan saja, aku masih menyiapkan buku”

“aishh,, dasar pemalas, kenapa tidak dari malam saja kau siapkan bukumu,eoh?!” sungut hwanhee kesal.

“baiklah aku pergi duluan hyung, kau naik motorku saja agar tidak telat, aku akan naik bus”

“baiklah.. gomawo saeng” balas minsoo yang masih enggan keluar dari kamarnya.

Akhirnya hwanhee pun memutuskan untuk meninggalkan hyungnya dan berangkat ke sekolah seorang diri dengan menaiki bus sekolah tepat di seberang rumahnya. Baru saja beberapa menit ia terpaku di halte, bus yang ia tunggu pun datang juga menghampirinya. Dan saat di dalam bus, tak disangka senior yang ia kagumi selama ini “kim wooshin” tengah duduk tepat di depan kursi yang kini hwanhee duduki. Sepertinya kim wooshin saat itu tidak sendiri, pria tampan itu memang terlihat sedang berbincang dengan teman sekelasnya yang juga tengah duduk disamping kursinya.

Dengan bermodalkan pendengaran yang tajam, hwanhee penasaran untuk mencoba mendengarkan percakapan dua senior yang ada di hadapannya tersebut.

“ya wooshin-ah.. apakah kau sudah mengerjakan tugas yang diberikan jaesuk saem?” Tanya wei.

“tentu. Aku tidak ingin mencari perkara dengan guru seperti dia. Oleh karenanya aku bergegas mengerjakan tugas dari sore hingga malam di sekolah.” Jawab wooshin.

“woahh..jinjja?? Kemarin kau mengerjakannya di sekolah?? Haha jika aku dibayar pun aku tak akan mau mengerjakan tugas di sekolah hingga malam sepertimu”

“hehe, itupun aku melakukannya hanya sesekali.”

“ ah tapi,,hingga jam berapa kau mengerjakan tugas di sana?”

“uhmm.. hanya sebentar kurasa..sekitar 2 jam mungkin? Entahlah, aku mengerjakannya dari jam 5 dan pulang sekitar jam 7 malam.”

“jinjaa???daeeeebakkk…!!! aku saja mengerjakan tugas dari jaesuk saem bisa menghabiskan waktu sekitar 5 hingga 6 jam!! Yeokshii!!! Uri Wooshin-i Jinnnjjja Daebakkk!!hahaha”

“eisshh.. kau ini berlebihan..ckck” ucap wooshin sembari tertawa kecil.

*ne? jam 7 malam? Bukankah hyung ku bilang bahwa malam itu dia pulang bersama wooshin? Itu berarti wooshin seharusnya pulang sekitar jam 9 lewat..tapi kenapa…”bisik hwanhee dalam hati.

“sepertinya aku harus menanyakan hal ini pada hyung nanti…” gumam hwanhee disaat bus yang dinaikinya tepat berhenti di depan sekolah.

_Pukul 9 A.M_

Setelah 2 jam berkutat dengan berbagai mata pelajaran di kelas, para siswa SMA Kyungin pun segera berhamburan keluar kelas untuk bergegas menyambut hidangan makan siang mereka. Namun berbeda dengan hwanhee, dengan langkah yang tergesah-gesah ia justru meninggalkan kelas untuk bertemu dengan sang kakak demi menanyakan hal yang masih menggelayuti pikirannya kala itu.

_di kelas 2 A_

“kau tidak makan?” Tanya gyujin.

“tidak. Aku ingin tidur saja, lelah sekali rasanya.” Jawab minsoo yang tengah terkapar di mejanya.

“hahaha..kemarin kubilang juga apa, jangan terlalu larut.baiklah aku pergi ke kantin dulu ya.” Ujar gyujin yang meninggalkan minsoo sendirian di dalam kelas.

Disaat gyujin akan beranjak dari kelas, tiba-tiba hwanhee pun sudah berada tepat dihadapannya.

“hwanhee? Sedang apa kau disini?”Tanya gyujin pada adik temannya itu.

“apakah hyung ada di dalam? Aku ingin menemuinya.” Jawab hwanhee.

“oh masuk saja, dia sedang tidur di kelas, kurasa dia sangat lelah karena tadi malam.”

“oh begitu, baiklah gomawo gyujin hyung.” ucap hwanhee sopan.

Tanpa ragu, hwanhee langsung menerobos masuk ke dalam kelas dan benar saja yang dikatakan gyujin, hyung kesayangannya itu tengah tergolek pulas di bangkunya. Dengan langkah perlahan hwanhee pun membangunkan sang kakak dari tidur pulasnya.

“hyung..bangunlah..” ujar hwanhee perlahan.

“eoh? Ada apa hwan-a? hyung sedang tidak ingin ke kantin” jawab minsoo yang masih terlihat setengah sadar.

“ani..ada yang ingin aku katakan padamu hyung..ini penting.”

“ada apa?? katakan saja..” tukas sang kakak yang masih belum beranjak dari posisi tidurnya.

“uhm…hyung…..anu…kurasa….hyung…. “ ucap hwanhee dengan nada terbata-bata.

Minsoo yang masih enggan untuk membuka mata seketika merasa terganggu dengan ocehan sang adik yang terdengar tak jelas di telinganya.

“waeyo?? cepat katakan ada apa hwan-a?”

“uhm.. itu… hyung,,kurasa…tadi malam… sepertinya hyung memang didatangi oleh hantu itu…” lirih hwanhee.

Go minsoo yang sedari tadi terlelap pulas langsung melebarkan pupilnya tatkala mendengar ucapan sang adik.

“a.apa maksudmu,eoh?” ujar minsoo dengan raut panik.

“kau bertemu dengan wooshin tadi malam di sekolah kan?” Tanya hwanhee

“ne.”

“kau pulang bersamanya sekitar pukul 9 lewat bukan?” Tanya hwanhee lagi.

“n..ne..benar. memangnya kenapa?” balas minsoo dengan raut penuh tanya.

“begini,, tadi pagi, kebetulan aku bertemu dengan wooshin hyung di bus, dan aku tak sengaja mendengar percakapan antara dia dan temannya kala itu, ia berkata bahwa kemarin memang benar ia mengerjakan tugas di sekolah hingga malam,,, tapi… “

“tapi? tapi apa??” Tanya minsoo yang makin penasaran.

“tapi ia sudah beranjak pulang sekitar jam 7.. dan kau pulang bersama dia justru jam 9 lewat..maka dari itu..kurasa..”

Mendengar pernyataan sang adik,sontak membuat wajah minsoo menjadi pucat pasi..

“a…apa?? Jadi .. yang tadi malam kutemui itu,, bukan wooshin maksudmu??jadi yang kemarin malam kutemui adalah…hantu maksudmu?” tukas minsoo dengan keringat yang makin mengucur di dahinya.

Disaat minsoo tengah panik dan berkucuran keringat akibat ketakutan, hwanhee pun justru hanya terdiam menatapi go minsoo dan…

“BWAHAHAHAHAHAHAHA” suara tawa pun pecah dari mulut sang adik..

“m..mwo? apa yang kau tertawakan eoh?” ujar minsoo keheranan.

“haha ani… hanya saja sangat lucu melihat tampang hyung yang panik seperti itu. Seingatku kau tidak pernah percaya akan keberadaan hantu, namun saat aku menceritakan hal tersebut ekspresimu sangat ketakutan dan lucu…hahahaha” ledek hwanhee yang masih terkekeh tanpa henti.

“YAA!!!  Apakah kau berniat mempermainkan hyung mu,eoh?!! Sungguh ini tidak lucu!” sungut minsoo dengan wajah merah padam.

“haha..ani…jangan marah dulu hyung!! cerita yang tadi aku jelaskan memang benar adanya, tapi ya sudahlah, tak apa jika tadi malam yang kau temui adalah hantu, toh di dunia ini memang lumrah jika mengalami hal seperti itu, sudahlah jangan takut hyung! Jika aku mengalami sepertimu tentu aku akan bersikap biasa saja dan menganggap hantu adalah hal yang biasa. Haha jangan terlalu dipikirkan, aku pergi ke kantin dulu ya. “ ujar hwanhee sembari berbalik meninggalkan minsoo.

Baru beberapa langkah ia beranjak meninggalkan sang kakak, tiba-tiba minsoo baru menyadari ada satu hal yang mengganjal dari seluruh ucapan adiknya sedari tadi.…

“hwan-a tunggu sebentar…” ujar minsoo yang seketika menghentikan langkah sang adik.

“ne hyung? Ada apa?”

“ada yang hyung ingin tanyakan padamu…”

“ne, tanyakan saja…”

“ngomong-ngomong kau tahu darimana tadi malam aku pulang bersama wooshin?” Tanya minsoo dengan tatapan menyelidik.

“mwo? Bukankah kemarin malam kau yang bilang sendiri bahwa kau pulang bersamanya. Haha kau ini..”

“………”

“waeyo? Kenapa dengan wajahmu, apa ucapanku ada yang salah?” Tanya hwanhee.

“hwa…hwan-a……” lirih minsoo pada hwanhee dengan wajah memucat.

*bipp bipp*

“eoh tunggu sebentar hyung, kurasa hp ku berbunyi.. ah pasti sms dari temanku.” Ujar hwanhee sembari merogoh kantung celananya.

*hwanhee,, hp mu tidak aktif ya?? Padahal aku ingin pamerkan tamiya baru milikku!!! _from: xiao_ *

 

“haha,, benarkan!! tadi malam hp ku mati jadi seluruh sms baru masuk pagi ini, dasar hwanhee pabo.” Gerutu hwanhee pada dirinya sendiri.

“hwan-a…….” ucap minsoo yang makin terlihat memucat.

“iya sebentar hyung ada sms lagi.. sebentar ya..” jawab hwanhee seraya tak menghiraukan sang kakak.

Yah , tanpa diduga,  bulu kuduk hwanhee pun harus dibuat merinding…. matanya sontak terbelalak saat melihat pesan singkat yang tengah ditatapinya kala itu…..

*hwanhee , kurasa jika aku pulang jam 10 lewat ayah akan marah besar padaku, karenanya malam ini aku akan menginap di rumah gyujin. Jangan bilang-bilang ayah ya,,hihi. _from: minsoo hyung_*

 

“hyung……berarti……..tadi malam kau……?” tutur hwanhee dengan keringat yang kian berkucuran di dahinya.

hwan-a…….kurasa bukan hanya aku yang digentayangi olehnya…”

_THE END_

2 thoughts on “[Oneshot] 9P.M.”

  1. udah gk bisa berkata apa apa lagi… bener bener merinding… trnyata gk cuma minsoo yg digentayangi hwanhee juga digentayangi…
    KEREEENNNNN….. diluar perkiraanku semua….

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s