The Magician and the Doll (Chapter 4)

The Magician and The Doll

Scriptwriter: @arinnai ||  Title: The Magician and The Doll  || Main Cast:  Sandara Park, Lee Donghae, Xi Luhan, Kim Hyoyeon || Duration: Chaptered  || Genre: Romance, comedy, school || Rating: PG

Previous: 1. 2. 3

“itu bukti bahwa kau milikku”

              Ottokaji? Aku tidak bisa berhenti memandang gelang pemberian Donghae dan setiap mengingatnya jantungku berdebar sangat kencang, apa yang harus ku lakukan?! Apakah aku memiliki perasaan khusus padanya?!!!! Ania, dia itu menyebalkan dan untuk apa aku menyukai prang seperti itu, jauh sekali dari tipe pria ku! Tapi disisi lain aku sering merasakan pribadinya yang hangat, sepertinya aku memang meiliki perasaan khusus padanya, Oh Tuhan apa yang harus kulakukan?!

“Dara Park!!” ujar Bom yang baru saja membangunkanku dari daydreaming aneh ku itu. “yak kau tak harus bertriak!!!” “habis kau melamun teruss! Bagaimana hubunganmu dengan pangeran itu?” “yak apa maksudmu, kami hanya pura-pura aku kan sudah menjelaskannya padamu” ujar ku. “hei Dara-ya! Besok ada festival bunga, ayo kita kesana!!” ujar Bom sambil berkutat pada handphonenya. “kelihatannya seru!” ujar ku.

You got one message

              Aku mengecek ponselku begitu notification itu terlihat di layarnya. “mwoya kau sms-an sama siapa?” ujar Bom, “ah ania” aku berusaha menghindari nya tapi ia merebut paksa ponsel ku. “hey besok kita akan tampil di festival bunga, datanglah ke apartemenku mala mini untuk latihan dan jangan lupa bawa kimono terbagusmu jangan berdan-dan lusuh dan membuat ku malu” Bom membacakan sms itu dan muncullah raut curiga di wajah perempuan itu. “yak dia menyuruhmu datang ke apartemennya!!” “paling hanya latihan untuk sulap bodohnya” “yak jangan-jangan dia ingin melakukan ‘itu’ padamu!” ujar Bom. “yak Park Bom kau mesum!!” aku memukulnya dengan bantal dan benar saja pukulan ku itu memecah perang bantal diantara kami berdua.

“sandara nunaa”

              Aku mendengar suara itu begitu aku memasuki lobby apartemen Donghae, itu Luhan! Pria cute yang ternyata adiknya Donghae. “eh hai Luhan-sshi” aku membungkuk. “nunna tak usah terlalu formal, ayo kita ke atas hyung sudah menunggu!” woah sangat ramah! Bertolak belakang dengan kakaknya si penggerutu itu. Luhan terlihat sangat ceria dan ramah, ia selalu tersenyum ketika aku melihat ke arahnya.

              “hei kau datang juga” ujar Donghae yang sibuk merakit peralatan sulap kami untuk festival besok. “kau membawa kimono yang ku suruh?” “ah ne” aku memberikan kimono paling bagus ku padanya, ia membuka lipatan kimono itu dan terlihat puas. “coba kau pakai sekarang” ujarnya sambil melempar kimono itu padaku. “eh disini?! Dasar mesum!!” sontak aku bertriak dengan wajah memerah “ya, kau ganti itu di kamar mandi! Jelek” mengapa selalu tersisipkan kata ‘jelek’ disetiap kalimatnya bila berbicara denganku.

              “hei bagaimana menurutmu?” aku akhirnya muncul dengan kimono yang aku bawa. Tidak ada respon dari Donghae, ia hanya melihatku dari bawah ke atas. “wah nuna…. Kau seperti peri, iya kan hyung?” ujar Luhan. “ya lumayan lah pastikan kau berdandan seperti ini untuk besok” lalu ia kembali lagi berkutat pada pekerjaannya. Ya Lee Donghae… apakah kau tidak pernah menganggap ku sebagai seorang wanita? “Luhan akan mengantarmu pulang, masih banyak yang harus ku kerjakan” ujarnya sambil memberikan kunci motornya pada Luhan. “ah tidak usah, aku sudah biasa pulang sendiri” “ayo nuna kajja!” Luhan menarik tangan ku dan berjalan kea rah lift sementara aku yang masih menoleh kebelakang melihat Donghae. Wajahnya selalu tenang, dan membuatku berdebar.

              Selama di perjalanan Luhan sangat baik dengan mengajakku berbicara dan sedikit membuatku tertawa dengan ke polosan dan keluguannya 180 derajat berbeda dengan Donghae yang selalu menggerutu dan memanggilku jelek. Mwoya kenapa aku membandingkannya dnegan Donghae?!! “nunna? Apa ada yang mengganggu pikiranmu?” Tanya Luhan. “ah ania, aku hanya gugup untuk besok” jawabku berbohong. “nuna kau suka ubi bakar?” Tanya Luhan sambil menunjuk sebuah stand kecil di pinggir jalan dan aku pun mengangguk, mengingat aku belum makan dari tadi sore hehehe.

              “eh iya nuna sejak kapan kenal dengan hyung?” Tanya Luhan sambil mengunyah ubi nya. “eh? mungkin sejak pertama masuk SMA” “tidak biasanya hyung membawa perempuan ke rumah, kau yang pertama nuna” mwoya, ia punya wajah yang amat tampan, tapi apakah ia tak pernah berpacaran sebelumnya? Lee Donghae, sungguh sosok yang amat misterius. “padahal ia termasuk pria paling popular di sekolah ku” jawab ku. “benarkah? Ku kira dia suka menyendiri karena hyung lebih senang dengan dunianya sendiri” Donghae memang suka menyendiri dan sangat asik di dunia nya sendiri, tapi terkadang ia melakukan sesuatu yang tak terduga seperti kejadian dengan Suho pada kala itu. “tapi aku bersungguh-sungguh nuna mengatakannya” seketika wajahnya memerah. “mengatakan apa Luhan-ah?” “bahwa kau wanita tercantik yang pernah kutemui……” eh apa yang ia katakana barusan, wajahku memanas “mianhae nuna, aku hanya mengatakan apa yang kupikirkan” katanya sambil tersenyum ke arahku.

              Keesokan harinya aku dan Bom pergi ke apartemen Donghae dan membantunya untuk membawa barang-barang sulapnya, Luhan juga ikut pergi dengan kami ke festival. Sesampainya disana aku langsung memakai kimono di backstage karena acara sulap Donghae mendapatkan urutan kedua tampil setelah band pembuka. Aku mulai mengeluarkan alat-alat sulap dari kardus sementara Donghae merapikan Tuxedonya, woah ia terlihat sangat tampan dengan tuxedo dan topi tingginya, aku tak bisa berhenti menoleh ke arahnya ‘srek’ MWOYAAA!!!! Kimono ku terkena pisau yang akan digunakan untuk sulap nanti. “DONGHAEE OTTOKE?!”  “mwo? YAAA kenapa kimono mu?!!” “aku tidak sengaja maafkan aku!!!” aku pun menangis, aku telah membuatnya kecewa dan menghancurkan pertunjukannya. Ia hanya menatapku yang terduduk di lantai sambil menangis, aku melihatnya berjongkok, ia memegang dagu ku dan berkata “semuanya akan baik-baik saja kau tak usah khawatir” wajahnya yang tenang seperti biasanya kembali muncul. Ia lalu menarikku ke dekapannya, aku bisa merasakan dada nya yang begitu hangat.

              “hyung apa kau sudah….” Aku bisa mendengar suara Luhan dan Donghae pun langsung melepas pelukannya. “apa yang kalian lakukan?” Tanya Luhan yang masih belum mengerti apa yang barusan ia lihat, wajahnya terlihat lumayan kaget. “Ya Dara apa ayang terjadi?!” ujar Bom yang baru datang dan melihat kimonoku yang terkoyak. “aku tidak sengaja merobeknya” “kau bisa pakai gaunku ini!” aku melihat Bom dengan balutan gaun putih yang bagus “apa kau yakin?” “yak kau lebih membutuhkan nya!! Ayo cepat kita berganti” aku dan Bom lekas berganti pakaian dan akhirnya pertunjukan kami berjalan dengan lancar! “ayo kita nikmati festival ini!!” ujar Bom penuh semangat. Dan kami pun mulai menyisir seluruh area festival, hehehe banyak makanan enak disini.

              Akhirnya acara puncak! Kembang api!! Ini bagian favoritku dalam sebuah festival! Yap kembang api yang disuguhkan amat sangat indah! Aku pun menikmati kembang api sambil mengunyah jajanan apel berlapis caramel yang enak. “hei aku mau itu” “yak kau mengagetkan ku!!” Donghae tiba-tiba sudah berada di sampingku sambil mencondongkan badannya kea rah makananku dan mengigitnya. “mian…” ucapku pelan tapi cukup untuk didengarnya “untuk?” “aku sudah membuatmu repot” ia melihat ke arahku dan kembali memusatkan pandangannya pada kembang api “kau adalah boneka ku, aku harus merawat dan menjagamu”. ‘deg deg’ jantungku berdebar tak terkontrol. Apakah aku jatuh cinta padanya? Sepertinya memang benar… aku jatuh cinta pada Donghae.

 

One thought on “The Magician and the Doll (Chapter 4)”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s