[Vignette] My First Love Story

My First Love Story

MY FIRST LOVE STORY

CAST:

  • Park In Ha a.k.a In Ha
  • Jeon Jungkook a.k.a Jungkook
  • Park Ah Young a.k.a Ah young
  • Kim Seokjin a.k.a Jin
  • Min Yoongi a.k.a Suga

GENRE: Romance, Mistery(?)

SCRIPTWRITER: @Aichan

DURATION: Vignette

RATING: PG-15

DISCLAIMER: Cerita ini hanyalah fiksi belaka. Semata – mata hanya untuk hiburan. Don’t be PLAGIAT. Maaf, typo bertebaran dimana-mana.

“Akhirnya dalam hidupku, aku mengenal bagaimana arti jatuh cinta itu.”

***

Angin bertiup cukup kencang. Membuat pria itu terlihat begitu mempesona. Rambut pendeknya tertiup-tiup karena angin. Dia juga  terlihat sangat tampan.

“Halo semuanya.. Aku Jungkook. Bagian masalah darurat. Ambil jaket pelampung ini. Kemudian, berjalanlah hati-hati ke rakit penyelamat di dek,” ucap namja yang memperkenalkan dirinya sebagai Jungkook sambil menuntun segerombolan anak remaja dihadapannya.

” Ahyoung, tidakkah kau berpikir bahwa dia sangat cute?” ucap yeoja separuh baya yg masih menarik-narik lengan baju temannya yang ada disampingnya.

“ Inha, kau mulai lagi,” ucap Ahyoung yang melihat heran kelakuan temannya yang begitu tertarik pada banyak namja tampan. Salah satunya pada namja yang bertugas di kapal tempat ia berada.

 Ya, mereka berdua sedang berada di kapal untuk melakukan kunjungan wisata sekolahnya. Seperti biasa, setiap tahun, sekolah mereka akan mengadakan kunjungan wisata ke tempat-tempat yang menarik untuk mengisi waktu luang mereka saat liburan musim panas. Sama halnya dengan tahun lalu, mereka sangat antusias dalam kunjungan wisata kali ini.

“Ahyoung, dengarkan aku,” ucap yeoja bernama Inha sambil tetap fokus pada pandangan pertamanya. Pandangan untuk melihat setiap sudut yang ada pada diri Jungkook. Orang yang saat ini membuatnya tertarik. Tanpa sadar, ia menaikkan ujung bibirnya membentuk sebuah senyuman manis. Setelah itu ia beralih pandang ke arah lawan bicaranya. “Aku punya sebuah rencana.”

“Rencana apa?” tanya Ahyoung sambil menaikkan sebelah alisnya.

“Aku akan memberi tahumu nanti.Saat ini ada hal penting yang harus aku lakukan,” ucap Inha dengan senyumannya yang penuh arti. “Aku pergi dulu. ”

“Aneh sekali? Apa yang direncanakannya?” ucap Ahyoung sambil memiringkan kepalanya memandang kepergian temannya itu dengan tatapan menerawang. “Semoga saja dia tidak membuat masalah.”

***

Inha mulai berjalan perlahan ke arah Jungkook. Namun tidak benar-benar sampai ke arahnya. Ia hanya memperhatikan Jungkook secara mendetail dari jarak yang tidak begitu dekat.

“Sepatu yg ia kenakan adalah sepatu bermerk, bajunya juga. Lalu ada apa dengan jam tangannya. Tunggu, bukankah itu jam tangan edisi terbatas jebolan dari Eropa. Pasti mahal sekali. Dari penampilannya, sepertinya ia bukan orang biasa,” pikir  Inha dalam hati.

Jungkook seketika berjalan pergi begitu membaca sms yang ada diponselnya. Tanpa banyak berpikir, Inha yang melihat Jungkook tanpa sadar mulai membuntuti kemana Jungkook pergi. Layaknya seorang detektive, ia berjalan dengan mengendap ngendap. Namun, ia benar-benar sungguh tidak berbakat. Baru beberapa menit ia menjalankan aksinya, ia malah sudah ketahuan. Sebenarnya ia tidak akan ketahuan kalau saja suara bersinnya itu tak dikeluarkannya.

“Nuguya?” tanya Jungkook tanpa menoleh kebelakang, “Kau membuntutiku?”

“Aku tidak sedang membuntutimu,” ucap Inha gugup, “Aku hanya sedang berjalan di belakangmu. Ya, itu saja.”

Inha hanya bisa menundukan kepalanya. Dia tidak bisa berkata apa apa lagi. Dia sudah gagal dalam aksinya. Jungkook yg mendengar ucapan Inha langsung menoleh dan mulai berjalan mendekati Inha.

“Baiklah, kalau begitu kau bisa jalan didepanku sekarang,” ucap Jungkook sambil mundur beberapa langkah dari posisinya.

Inha hanya diam. Ia tidak bisa berkata-kata lagi.

 “Waeyo? Apa kau ingin mencari-cari alasan lain lagi?” tanya Jungkook sambil memiringkan kepalanya.

“Baiklah aku akan mengakuinya,” ucap Inha masih dengan wajah tertunduk. “Aku memang sedang membuntutimu, aah, ani aku hanya berjalan dibelakangmu. Aah, baiklah, lebih tepatnya lagi aku berjalan dibelakangmu untuk membuntutimu. Ya, mianhae.”

“Mwo? Apa alasannya?”

“Alasan apa?”

“ Alasan kenapa kau mengikutiku?”

“ aahh..,” ucap Inha kaget, “aa..kk..uu ttii..ddakk bbisaa menjawabnya.”

“ Eeh?”

“Karena itu…. rahasia,” ucap Inha pelan yg kemudian ia mencoba berjinjit dan langsung  mencium pipi Jungkook lembut. Setelah ia berhasil melakukan aksinya itu, ia langsung berlari menjauh dari Jungkook sebelum ia benar-benar terkena masalah yang lebih besar.

***

Inha berdiri di pinggir kapal sambil menatap laut. Ia masih memikirkan kejadian tadi.

“Aah, aku gagal membuntutinya. Tapi, paling tidak aku telah berhasil mencium pipinya,” ucap Inha sambil tersenyum bahagia, “aaaahhh, ini menyenangkan.”

Di tempat lain…

“Siapa gadis itu. Berani sekali ia menciumku. Dasar gadis aneh,” pikir Jungkook dalam hati.

Tiba-tiba Jungkook mendengar sebuah jeritan yeoja dari kabin bawah.

“AAAAA…..”

Jungkook yg mendengarnya langsung berlari menuju sumber suara tersebut.

***

” Inha!” Jin segera turun menghampiri sumber suara teriakan temannya itu. Begitupun dengan Ahyoung. ya, mereka berdua adalah teman dekat Inha. Mereka sudah berteman dari kecil.

“Hueekkss.. aku merasa tidak enak badan..” kata Inha lemas.

“Kau pasti mabuk laut,” kata Ahyoung khawatir.

Para pembina pun segera turun memeriksa keadaan Inha.

“Apa kau baik-baik saja Inha?”  tanya  Kanghee- sonsaengmin sambil meraba tubuhnya. Dia adalah wali kelas Inha.

” Saengmin.. ini pelecehan seksual,”  kata Inha kesal, karena dia sebenarnya hanya ingin diperhatikan Jungkook. Ya, Jungkook memang berada didekatnya, namun ia merasa Jungkook tidak begitu memperdulikannya. Mungkin, ia kemari hanya karena tugasnya saja dikapal ini, bukan karena menghawatirkannya.

Sesampainya di dalam resting room, Inha diselimuti oleh Jungkook dan dirawat olehnya, sementara Kang hee- sonsaengmin memberi obat anti mabuk  untuk  Inha. Itu juga karena Inha benar-benar memaksa Jungkook untuk melakukannya.

“Geezz.. apa yang sebenarnya terjadi pada seorang gadis yang biasanya menaikki kapal pesiar miliknya sendiri di rumah, sekarang malah mabuk laut?” kata Jin dengan nada mengejek. Inha yang mendengarnya langsung memelototi Jin tidak suka.

“Kapal pesiar ini milikmu?”  tanya Jungkook sambil menaikkan sebelah alisnya.

“Meskipun penampilannya seperti itu, sebenarnya dia adalah putri direktur Artha Group, benar kan?”  Kang hee-sonsaengmin menambahi. Inha  semakin shock dan bingung untuk menjawab. Ya, itu memang benar. Inha merupakan putri dari direktur Artha Group. Sebuah perusahaan ternama di Korea.

“Apa maksudmu mengatakan ‘meskipun penampilannya seperti itu’?” kata Inha sambil menatap sinis Kang hee-sonsaengmin.  “Ehm, Jungkook-ssi maukah kau tetap disini denganku?” akhirnya Inha  mengatakan maksud yang sebenarnya..

“Mian, aku masih ada pekerjaan lain,” ucap Jungkook sambil menarik ujung bibirnya membentuk sebuah senyuman kecil. “Aku tidak bisa menemanimu.”

Inha terlihat kecewa mendengar jawaban Jungkook.

“Tenang saja, kami yang akan bersamamu, Inha,” tiba-tiba Ahyoung  angkat bicara.

” Baiklah… kalau begitu kami keluar dulu ya,” kata Kang hee-sonsaengnim sambil menuju pintu diikuti Jungkook.

“Yaaah…. Jungkook pergi, ” ratap Inha  kecewa.

“Inha,”  Ah young  mengambil kursi untuk duduk disamping ranjang Inha dengan maksud menghibur dan menemani sahabatnya itu.

“Aku baik-baik saja jika sendirian, kalian berdua bisa pergi,” kata Inha datar.

“Apa kau yakin akan baik-baik saja?.. tetap disini dan jangan lakukan apapun,” ucap Jin menasehati.

“Hey, sudah sana pergi..”  kata Inha sambil mengusir mereka secara halus.

“Inha, pastikan kau mengunci pintu dari dalam. Jangan buka pintu untuk siapapun kecuali aku dan Ahyoung. Mengerti?”  kata Jin sebelum keluar.

Inha terlihat agak bingung namun akhirnya menganggukkan kepala pertanda iya. Beberapa waktu kemudian, tanpa disadari siapapun. Ada seseorang yang membuka kenop pintu restroom tempat Inha beristirahat.

***

“Namanya Inha. Ternyata gadis itu anak orang kaya. Kurasa itu jadi informasi yg bagus untuk tim ku,” pikir Jungkook dalam hati.

Jungkook pun mengeluarkan ponsel dari sakunya. Ia pun mulai mencoba menelphone seseorang.

“Hallo, Suga hyung ,” ucap Jungkook saat hubungannya tersambung, “ini aku… Jungkook.”

“Ada apa,” ucap seseorang diujung sana, “Apa ada masalah?”

“Tidak ada masalah. Namun ada sebuah informasi.”

“Informasi apa?”

“Apa kau mengetahui bahwa anak dari salah satu target kita sedang mengikuti kunjungan wisata ini.?”

“Apa maksudmu,?”

“Tadi aku mendengar bahwa putri direktur Artha Group mengikuti kunjungan wisata ini. Dan aku bahkan sudah melihat sendiri anaknya.”

“ Baiklah, tetaplah menyamar menjadi pekerja di kapal itu. Aku akan segera menyelidikinya.”

“Kalau begitu,akan kuhubungi lagi nanti,” ucap Jungkook yang langsung memutuskan sambungannya.

Jungkook akhirnya melanjutkan tugasnya. Yap, tugas dia yang sesungguhnya. Tugas untuk mengawasi bisnis dari Artha Group. Tim nya  mencurigai bahwa ada yg aneh dalam bisnis tersebut. Ia pun bertugas di sekitar kawasan transportasi yang Artha Group kelola. Meskipun ia  jadi harus menyamar sebagai pekerja kapal.

***

“TRAASSSHH”

tiba-tiba terdengar suara  seperti orang dilempar ke laut. Semua orang panik. Dari belakang kapal, mereka melihat bando Inha terapung di air.

Jin dan Ah young seketika  berlari ke resting room begitu melihat bando temannya itu mengapung di laut, sementara kapal telah dihentikan. Ketika Jin dan Ah young  sampai di resting room, mereka kaget melihat ruangan itu yang telah berantakan dan ranjangnya telah kosong.

“Inha… hilang…” kata Ah young cemas.

“Dimana  Inha– shi ?” tanya  Kanghee yang tiba-tiba muncul di depan pintu rest room bersama Jungkook dan panitia lainnya.

“Aku tidak tahu…” kata Jin masih dalam kondisi kebingungan.

“Salah satu jaket pelampung disini hilang, ” kata Jungkook begitu ia sedang mengecek barang-barang yang berantakan diruang ini.

Jin terlihat kaget,  “Jaket pelampung?”

“Lalu.. apa Inha benar-benar melompat ke air?” tanya Kanghee sonsaengnim.

“Terlalu cepat berkata begitu Kanghee-saengnim. Jungkook-shi.. tolong berpencar dan cari dia di seluruh ruangan kapal.  Kapten, segera hubungi polisi agar mereka bisa mencarinya di tepi laut. Gyuri-songsaenim ,  tolong katakan pada seluruh siswa bahwa tidak  ada yang perlu dikhawatirkan,” kata Jin memerintah. Ya, Jin merupakan salah satu murid terpintar di sekolah. Ayah Jin adalah seorang detektif hebat di kepolisian. Tak jauh berbeda, daya analisis Jin juga hebat.

***

Dimana gadis itu. Mengapa ia hilang tiba-tiba. Tuhan, kumohon jaga dia. Pikir Jungkook. Entah apa alasannya, Jungkook tiba-tiba begitu khawatir. Ia takut hal yg buruk akan menimpa Inha. Padahal ia baru saja mengenalnya. Tidak, rasanya mereka belum sempat berkenalan. Mereka hanya sekedar tau nama masing-masing. Perasaan yang aneh memang.

Di tempat lain…

“Dimana aku?” ucap wanita separuh baya setelah ia terbangun dari tidurnya, “Mengapa tanganku di ikat..?”

Inha terlihat sangat lemas dan heran disebuah tempat  yang ia sendiripun tidak tau dimana. Ia pun mulai memejamkan matanya kembali.

Beberapa jam kemudian…

“Inha.. bangun  Inha,” kata  Ah young  sambil mengguncang-guncangkan tubuh  Inha.

“Ah young…” kata  Inha  yang hampir menangis bisa bertemu dengan  Ah young. “Mengapa kau ada disini..?”

“Ku kira korban penculikan kedua adalah aku,” ucap Ah young sambil membuka ikatan tali di tangan Inha, “Ayo kita lari dari sini,”

Mereka berdua bergegas mencari jalan keluar, namun mereka tak bisa menemukannya. Hanya  ada satu  jendela  yang  ada di langit-langit.

“Apa yang akan terjadi pada kita?” tanya  Inha panik.

“Jangan khawatir, Jin pasti akan menemukan kita,” kata  Ah young mencoba menghibur.

“Kalian berdua selalu bersama-sama, kau dan Jin-ah. Kalian berdua selalu bertengkar, tapi.. kau tetap percaya padanya walau dalam situasi seperti  ini? Itu sungguh indah,” kata  Inha sambil tersenyum kecil.

“KYAAA”

Inha  tiba-tiba berteriak, ternyata  ada  bom di dalam tempat itu. Tinggal sekitar  4 jam lagi, dan  bom itu akan meledak.

“Itu.. bom kan?”  tanya Inha takut.   Ah young  hanya mengangguk.

“Apakah  kita  akan mati disini?”  tanya Inha  lagi. Ah young  mencoba  memegang  bom itu.

“Ah young.. itu bahaya,”  teriak  Inha.

“Aku tidak tahu bagaimana bom ini akan bekerja, tapi kurasa kita masih punya waktu,” kata  Ah young.

Inha  terduduk  lunglai  dilantai,  “Aku berharap, aku bisa jatuh cinta sekali saja sebelum aku mati.”

“Jangan bicara seperti itu. Kau masih bisa jatuh cinta berkali-kali semaumu setelah hari ini. Kau tidak boleh menyerah,” kata  Ah young.

“Tapi apa yang bisa kita lakukan?”

Ah young  melihat-lihat lagi di sekeliling ruangan. Dia menemukan pintu kecil yang sudah ditutupi kayu-kayu. Ah young  bersiap-siap untuk menendang kayu-kayu tersebut. Dia terus menerus menendangi kayu-kayu itu, hingga kakinya terluka.

“Berhenti  Ah young. Jika kau terus melakukannya, kakimu akan bertambah sakit,” kata  Inha khawatir.

Ah young  menggeleng-gelengakan kepala,  “Jika kita tidak menggunakan waktu yang tersisa. Untuk apa aku selama ini berlatih karate?”

Ahyoung memang ahli dalam bela diri. Sejak usianya 5 tahun ia sudah mulai berlatih. Itu semua karena keluarganya pemilik tempat pelatihan karate terkenal di Seoul. Inha terkadang iri dengan teman-temannya, mereka semua memiliki keahlian yang hebat. Bahkan, untuk Inha, terkadang ia selalu berpikir bahwa ia banyak sekali menyusahkan temannya.

“Ah young,”  kata Inha was-was.

“Jika itu adalah Jin, dia tidak akan menyerah sampai akhir. Dia tidak akan menyerah,” kata  Ah young  sambil terus menendang-nendang pintu, dia hampir menangis.

“Ah young.. geumanhae.”

Tapi Ah young  tak mau berhenti. Setiap kali terjatuh, dia bangkit, dan terus-menerus menendangi pintu, meski  kakinya  sudah  banyak  luka. Akhirnya dia bisa mematahkan  kayu-kayu  di pintu itu, meski  lubangnya juga tidak cukup besar. Namun karena kelelahan, Ah young  terjatuh di lantai, kakinya terluka parah.

“Ah young,” teriak  Inha.

“Kurasa, aku mematahkan tulangku,” kata Ah young  sambil tersenyum.

“Kau rasa?? Jangan mengatakan hal itu dengan raut wajah seperti itu,”  kata Inha khawatir.

“Inha .. segeralah keluar, cepat.”

Inha  memapah Ah young ,mereka  mendekati lubang yang tadi dibuat  Ah young. Tapi, betapa terkejutnya  Ah yong. Ternyata yang selama ini dia kira sebuah pintu kecil, adalah jendela yang berada di lantai 2 sebuah gudang.

“Kita tidak bisa,” kata Ah young  putus asa.

“Mengapa?” tanya Inha. Setelah melihat keluar, akhirnya Inha juga mengetahui hal itu.

“Apa yang harus kita lakukan?” tanya Inha pasrah.

“Dengan kaki yang seperti ini, aku tidak bisa melompat keluar. Inha, larilah dan katakan pada Jin kalau aku berada disini,” kata Ah young.

“Aku tidak bisa, aku tidak bisa turun Ah young. Dan aku tidak bisa meninggalkanmu sendirian disini,” kata Inha lirih.

“Jika kita berdua tetap disini. kita berdua akan mati,” kata Ah young tegas.

Sekali lagi Ah young  mencari-cari sesuatu di sekeliling ruangan. Dia teringat tali yang tadi digunakan untuk mengikatnya dan Inha. Kemudian, dengan tali itu, Inha mencoba menuruni gudang. Sedangkan Ah young, memegang tali itu dari dalam.

Akhirnya Inha berhasil turun.

“Ah young, aku janji  akan membawa Jin kesini. Jadi tunggulah aku,”  teriak Inha  begitu dia sampai di bawah. Iapun segera berlari menuju jalan raya

Inha  yang telah keluar dari gudang tersebut tidak memelankan larinya. Dia ingin segera menemukan Jin. Tapi di tikungan jalan, Inha mendadak berhenti karena seseorang  tiba-tiba muncul di balik tikungan. Ia  memukul perut  Inha, dan itu membuat  Inha  terjatuh dan pinsan.

***

Perlahan Inha mulai membuka matanya….

“Dimana aku?” ucap Inha lirih.

“Kau sudah sadar.  aku dari tadi cemas melihat kondisimu yang tadi terbaring di jalanan,” ucap lelaki separuh baya tersebut dengan senyuman yg mengembang di wajahnya.

“Jumgkook,” ucap Inha pelan, “apakah itu benar-benar kau..?”

“Tentu saja.”

Inha pun tersenyum mendengar hal itu, “Lalu kita dimana..?”

“Kita  sedang berada di rumah temanku,”

Tiba-tiba datang seorang laki-laki.

“Kau sudah bangun,.?” tanyanya ramah.

Inha pun mengangguk pelan, “Kau siapa ..?”

“Aahh, dia adalah temanku..,”  ucap Jungkook sambil menepuk-nepuk bahu temannya, “Namanya Min Yonggi tapi kau bisa memanggilnya dengan sebutan Suga.”

“Iiaa,” ucap Suga penuh senyum , “Namaku Suga, senang bertemu denganmu.”

“ Dia ini adalah seorang dokter,” ucap jungkook, “selain itu ia juga bekerja sebagai…”

“PLAAK”  Suga segera memukul kepala Jungkook. Kalian tau kenapa? Karena Jungkook hampir saja membeberkan rahasianya.

“aaisshh,” ucap Jungkook lirih, “Kenapa kau memukulku?”

“Kau ini bodoh, benar-benar bodoh,” ucap Suga kesal.

Inha yang melihat tingkah Jungkook dan Suga hanya bisa tertawa pelan. Sejenak, ia mulai bisa melupakan kejadian yg ia alami barusan. Hey,tapi kejadian itu tidak akan mudah untuk dilupakan.

“ Jam berapa ini..,?” tanya Inha panik.

“Jam 11.45 ,” ucap Suga begitu ia melihat ponselnya, “Memangnya kenapa..?”

“Gawaatt,” ucap Inha cemas, “Aku harus menolong Ah young.”

Inha pun mulai bergegas untuk pergi. Namun, seketika  gerakannya tertahan. Jungkook menarik lengan Inha cukup keras. Sehingga Inha terbanting ke pelukannya. Tidak, lebih tepatnya Inha jadi terduduk di paha Jungkook. Ia tidak berani menatap Jungkook.

“Aahh, cuaca disini sangat panas,” ucap Suga meledek, “Aku harus cari udara segar.”

Suga pun mulai pergi meninggalkan Inha dan Jungkook berdua. Suasanapun menjadi canggung. jantung Inha berdetak 2 kali lebih cepat, begitupun dengan Jungkook.

“Aku harus segera menolong Ah young,” kata Inha yang sadari tadi menundukkan kepalanya, Iia pasti sudah menunggu.”

“Tenanglah. Temanmu itu sudah diselamatkan oleh seseorang yang bernama Jin. Sepertinya Jin sangat cerdik, ia bisa menebak tempat dimana kalian diculik,” kata Jungkook panjang lebar.

“Lalu, mengapa kau menahan ku pergi..?,” tanya Inha yang mulai berani menatap wajah Jungkook.Wajah mereka hanya berjarak beberapa centi saja. Bahkan, Inha bisa merasakan hembusan nafas  Jungkook.

“ Apa kau benar-benar ingin tau?”  ledek Jungkook.

Inha pun hanya bisa mengangguk pelan.

“Baiklah, aku akan memberitahumu,” ucap Jungkook dengan senyuman nakal nya.

Jungkook pun mulai mebisikan sesuatu ..

“Itu adalah…. Rahasia,” ucap Jungkook pelan.

Seketika Jungkook pun langsung mencium bibir Inha lembut.

~~~~^^~~~~

“Setelah sekian lama aku menunggu saat saat ini. Saat saat dimana jantungku akan berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Inilah saat yang aku tunggu, saat-saat ketika aku sedang  jatuh cinta.” Inha

^^END^^

Akhirnya selesai juga FF ini. Gimana niih menurut kalian?? Agak ngegantung ya?? Sebenernya aku mau bikin terusan FF ini dalam chapter kalau banyak yang suka. Soalnya kan masih banyak banget tuuh misteri yang masih belum terungkap. Karena takut kepanjangan, jadi aku nulis bagian intinya ajah. Kritik dan saran ditunggu yaa. Bye.. Bye..!!

 

One thought on “[Vignette] My First Love Story”

  1. Sbnrnya kosa kata km msh krg, kalo km sk nulis mesti byk2 baca buku, novel dll buat referensi. Trus, setahu aku di Korea itu, bela dirinya adlh taekwondo, bkn karate. Kalo km buat disitu Ah Young seorg cwe yg jago taekwondo, mgkn lbh pas.^^ satu lg, wkt Inha teriak ada bom itu, gak dijelasin dmn dia nemunya, didpn pintukah?di plafonkah? dan org yg tahu kalo bom itu meledak 4 jam kemudian, gak akan sepanik itu. (efek kbykn nonton Conan). Sekian masukannya, smg berguna. (Sori komen kepanjangan).

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s