The Magician and the Doll (Chapter 5)

The Magician and The Doll

Scriptwriter: @arinnai ||  Title: The Magician and The Doll  || Main Cast:  Sandara Park, Lee Donghae, Xi Luhan, Kim Hyoyeon || Duration: Chaptered  || Genre: Romance, comedy, school || Rating: PG

Previous: Prologue1. 2. 3. 4

“kau adalah boneka ku, aku harus merawat dan menjagamu” sejak malam itu, aku pun secara resmi sudah jatuh hati pada Donghae.

………..

“PARK SANDARA!!!” teriakan guru ku baru saja membangunkanku dari lamunan tengah hari bolong, dan alhasil hukuman menungguku sepulang sekolah dan kurasa hari ini aku tidak bisa bertemu dengan Donghae karena hukuman ini. Sejujurnya bertemu dengan Donghae hanya membuat kepala ku pusing, karena sekarang aku memiliki perasaan terhadapnya jadi chemistry diantara aku dan dia pasti berubah.

Seharusnya sekarang aku ada di apartemen Donghae mempersiapkan alat-alat untuk sulap kami nanti sore bukannya di sekolah, menyapu koridor yang tak berujung ini. “apa yang kau lakukan?” terdengar suara seorang pria dibelakangku dan ternyata suara itu berasal dari pria itu, Donghae. “a-apa yang kau lakukan disini?” tanyaku. “aku menelponmu! Dan kita harusnya berada di apartemenku menyiapkan segalanya” ujarnya agak seidkit kesal. “aku dihukum dan ponselku low” ujarku masih sambil menyapu. Ia melihat ke arahku dan menarik paksa tanganku “kau seharusnya tak membuatku khawatir, dengan wajah secantik itu kau bisa terkena masalah bila keluyuran tidak jelas dijalanan” matanya menatapku tajam. Entah kenapa aku mulai terbiasa dengan sikap Donghae yang menganggapku sebagai ‘barang’ miliknya dan entah kenapa aku mulai menyukainya. “ikut aku!” katanya sambil menarik tanganku dan berlari menyusuri koridor yang harusnya ku sapu. Biasanya aku akan memberontak kalau dia mengaturku tapi sekarang, aku malah menikmatinya.

Akhirnya kami sampai di taman biasa kami melakukan pertunjukan sulap, terlihat ebberapa orang siswi smu yang bergerombol sudah bersiap untuk menonton pertunjukan sulap Donghae. “kau lihat? Mereka sudah menunggu kita tapi karna kesalahanmu mereka harus menelan kekecewaan” ujarnya. “kesalahan ku?!!” ujarku penuh amarah, apa maksudnya dia barusan menyalahkan ku?! “kau harus lebih bertanggung jawab, kau ini boneka ku lakukan seperti apa yang ku suruh kau untuk lakukan!” ujarnya dengan nada yang semakin menajam. “boneka? Aku sudah muak dengan semua permainan sulapmu” ucapku lirih. “apa maksudmu?” Tanya nya. “aku berhenti, aku sudah tak sanggup” aku berlari kea rah jalan raya lalu memberhentikan taksi, sempat aku menengok kebelakang dan aku melihatnya hanya mematung disana, memandangku dengan tatapan yang belum pernah kulihat darinya sebelumnya.

Apakah aku menyayanginya? Tidak. Tapi aku mencintainya. Aku sadar bahwa aku tidak akan pernah bisa menjadi bonekanya lagi, aku tidak mau jadi boneka nya aku ingin menjadi kekasihnya. Aku ingin dilindungi sebagai kekasihnya bukan sebagai bonekanya. “Dara-ya!!!” suara ibuku menggema dari lantai bawah, tapi tak kurespon. Aku mulai memjamkan mataku, semua masalah ini membuatku lelah secara fisik dan batin. Aku pun memejamkan mata dan akhirnya mulai memasuki gerbang dunia mimpi.

Tes

Tes

Tes

Tes

              Air? Ada air yang menetes di keningku. Aku pun membuka mataku dan aku melihatnya berdiri tepat diatasku, Lee Donghae. Ini hanya mimpi dan aku memejamkan mataku kembali. “Dara… aku kedinginan” ucapannya barusan membuatku membuka mata untuk yang kedua kalinya dan aku yakin yang satu ini bukanlah mimpi. “yak! Apa yang kau lakukan disini?!” “setidaknya bisakah kau memberiku handuk, kau lihat aku menerobos hujan sebesar ini” ujarnya sambil membuka tirai kamarku, woah hujan bercampur petir dan angin pun Nampak di jendela, aku bergegas mengambilkan Donghae handuk dan teh hangat.

              “jangan pernah berkata seperti itu lagi” ujarnya sambil menyeruput teh hangat yang baru kuberikan untuknya. “berkata apa?” “bahwa kau tak mau menjadi boneka ku lagi” kali ini wajahnya terlihat murung. “aku tidak yakin bisa melanjutkannya lagi” jawabku, “maafkan aku…. Aku terlalu keras padamu, tapi aku mohon padamu… jangan berhenti menjadi boneka ku” ia meraih tanganku dan menggenggamnya kuat kuat. Aku tersenyum kepadanya “sebaiknya kau pulang” ujar ku. “mwoya, apa m-aks…” “besok kita ada pertunjukan kan?” lanjutku membuat senyumnya kembali mengembang di wajahnya. “gomawo…” ujarnya, “mwoya, aku sudah membuatmu kerepotan seperti ini” “kau boneka ter cantik yang pernah ku miliki” ujarnya sambil mengusap kepalaku. ‘deg deg’ jantungku kembali berdebar, debaran khas yang hanya ia seorang yang bisa membuat debaran ini bersemi di dalam diriku. “yak arena memang hanya kau boneka yang kupunya jadi kau paling cantik” “YAK! Kau merusak moment ini!” ujarku sambil melemparkan bantal ke arahnya.

              “aku pulang dulu” ujar Donghae yang sudah naik ke motornya. “jangan lupa mandi kalau tidak kau akan terserang flu besok” “ngomong ngomong soal flu….” Ia menarik tanganku dan ia mencium bibirku, bukan ciuman penuh nafsu hanya kedua bibir yang menempel, ia bahkan tak memejamkan matanya. “kau harus tertular karena kaulah penyebab semua ini” ujarnya tepat didepan wajahku, aku bisa merasakan aliran nafasnya menyapu seluruh bagian wajahku. “aku pulang, sayonara!” ujarnya lalu menghilang dibalik bunyi mesin motornya. Aku tidak percaya ini, Lee Donghae mencuri ciuman pertamaku. Dan aku semakin tidak yakin bahwa aku bisa menahan perasaanku terhadapnya lebih lama lagi.

Aku mencintai mu…..

Lee Donghae.

 

One thought on “The Magician and the Doll (Chapter 5)”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s