Dangerous – Chapter 3

DANGEROUS

[BTS FF] DANGEROUS –Chapter 3-

 

“Apa yang tadi kau katakan?” tanya Yoongi. “Menggganggu orang yang lebih lemah, kau pikir kau tidak melakukan itu. Kau sama saja dengan kami.” ucap Yoongi. Lalu Yoongi menjambak kuat rambut Byeongsun.

 

Kyuna melihat itu. Ia langsung mendekat pada Yoongi, mengabaikan sakit akibat benturan tadi. “Lepaskan… Lepaskan… tanganmu darinya.” pinta Kyuna.

 

“Siapa kau, Lee Kyuwon?” ucap Namjoon sambil mendorong bahu Kyuna. “Siapa kau peduli dengan Byeongsun?” sambung Namjoon dengan nada meninggi sambil mendorong bahu Kyuna lagi.

 

 

Title: Dangerous

Scriptwriter:  Reixmember

Genre: School Life, Romance, Drama

Rating: PG-17

Duration: Chaptered (1-12)

Previous Chapter: 1 // 2

 

Cerita murni berasal dari imajinasi pengarang sendiri. BTS milik Tuhan, orang tuanya, agensi, dan tentunya ARMY.  FF ini pernah di-post  di https://btsfanfictionindonesia.wordpress.com/2015/11/17/bts-ff-freelance-dangerous-chapter-1/

Cast:

  • BTS members
  • Lee Kyuna (OC)
  • Lee Kyuwon (OC)
  • Daehyun (BAP)
  • and other cast

++

chapter sebelumnya…

“Kenapa kau melakukan itu? Kau ini penguasa sekolah ini, semua siswa di sini takut padamu. Bagaimana bisa kau memohon pada mereka seperti tadi. Kau ini gangster, Kyuwon.” ucap Hyejeong bertubi-tubi.

Kyuna yang dari tadi hanya diam saja, kali ini raut wajahnya berubah. Ia terkejut mendengar apa yang dikatakan Hyejeong.

“Gangster?” ucap Kyuna.

***

Malam hari…

Tampak anggota BTS asyik bermain skateboard, kecuali Taehyung dan Jin yang lebih memilih duduk di pinggiran area bermain. Jin tenggelam dalam buku yang dibacanya, sementara Taehyung memainkan ponselnya. Taehyung yang biasanya bersemangat bermain skateboard, kini lebih memilih diam memainkan ponselnya. Dalam pikirannya, Taehyung memikirkan Kyuwon yang sangat berbeda, tidak seperti Kyuwon yang dulu.

Jimin menghampiri mereka. “Taehyung, kenapa kau tidak ikut main?” tanyanya sambil duduk bersama Taehyung dan Jin.

“Hanya sedang tidak ingin saja” jawab Taehyung, ia tetap memainkan ponselnya.

“Ah… aku masih saja memikirkan Kyuwon. Bukankah dia sangat aneh. Apa dia sebenarnya punya dua kepribadian?” ujar Jimin, ia memang sangat penasaran kenapa Kyuwon bisa berubah. Bukan hanya Jimin, tapi juga semua anggota BTS, Airin, Seulgi, Hyejeong, bahkan semua siswa Diamond High School ingin tahu.

Mendengar nama Kyuwon, Jin dan Taehyung menghentikan aktivitas mereka lalu menatap Jimin.

“Aku rasa, Kyuwon tidak sekuat dulu lagi, mungkin dia mengalami sesuatu yang buruk. Itu alasan Kyuwon menghilang… dan sekarang dia tidak punya kekuatan  lagi. Makanya dia memohon seperti tadi pada kita.” ucap Jimin serius.

“Sesuatu yang buruk? Seperti apa?” tanya Taehyung.

Jimin menggelengkan kepalanya, “kalau itu, aku tidak tahu”

Jin hanya diam. Dia tahu kalau Kyuwon memang mengalami hal yang buruk. Kyuwon kecelakaan. Tapi Jin sendiri ingin tahu, kecelakaan seperti apa yang dialami Kyuwon dan apa penyebabnya.

***

Di apartemen…

Kyuna tidak bisa tidur. Ia terus memikirkan kata-kata Hyejeong.

Kyuwon… gangster di sekolahnya. Pantas saja mereka melihat begitu padaku (saat Kyuna datang pertama kali ke sekolah).”

Kalau Kyuwon seperti itu… berarti mungkin banyak yang tidak suka padanya. Apa Kyuwon juga menindas siswa lain di sekolah seperti mereka (BTS)?

Berarti yang menabrak Kyuwon… musuh Kyuwon di sekolah… kalau benar seperti itu… berarti aku dalam bahaya.”

Kyuna terus memikirkan Kyuwon, “Aaahhhhh……. bagaimana ini?” teriak Kyuna sambil mengacak-ngacak rambutnya.

Daehyun mendengar teriakan Kyuna dan segera membuka pintu kamarnya. Berjalan ke arah tempat tidur Kyuna, lalu duduk di sisi tempat tidurnya.

“Kyuna.. ada apa? kenapa kau berteriak seperti itu?” tanya Daehyun khawatir.

Kyuna menatap Daehyun. “Oppa… ini hanya dugaanku… tapi… mungkin orang yang menabrak Kyuwon… adalah musuhnya di sekolah” ucap Kyuna.

“Musuhnya? Di sekolah?” tanya Daehyun, terkejut.

Kyuna mengangguk, “Ternyata Kyuwon adalah orang yang paling berkuasa di sekolah, dia berpenampilan berantakan, seperti gangster sekolah. Pantas saja semua siswa di sekolah memandangku dengan tatapan aneh.” ucap Kyuna. “Karena Kyuwon seperti itu, mungkin dia mempunyai musuh di sekolah.” sambung Kyuna, menjelaskan panjang lebar.

“Benarkah? Kalau begitu kau dalam bahaya Kyuna.” ucap Daehyun cemas. Kini Daehyun merasa bersalah karena telah meminta Kyuna menyamar jadi Kyuwon.

“Karena Oppa.. kau jadi terlibat seperti ini, maafkan Oppa, Kyuna.”

“Oppa, jangan bilang seperti itu, justru dengan seperti ini…. mungkin aku bisa menolong Kyuwon, membuat semua siswa di sekolah berpikir kalau Kyuwon sudah berubah, dia tidak sejahat yang orang-orang pikirkan.”

“Tapi Kyuna… kau tau siapa musuhnya di sekolah?”

Kyuna terdiam, ia tidak tahu pasti siapa musuh Kyuwon. Walaupun BTS adalah rival Kyuwon di sekolah, tapi Kyuna tidak bisa sembarangan menuduh mereka yang menabrak Kyuwon.

“Aku tidak tahu pasti, Oppa.” jawab Kyuna.

Aku akan cari tahu siapa yang menabrak Kyuwon.” bisik Kyuna dalam hati.

***

Siang hari di sekolah…

Airin dan Seulgi heran melihat Hyejeong yang hanya diam saja. Biasanya Hyejeong paling aktif di antara mereka, namun kali ini dia hanya diam dan terkesan sedang bermusuhan dengan Kyuwon (Kyuna yang menyamar jadi Kyuwon) karena sejak tadi Hyejeong tidak berbicara sedikit pun padanya.

“Ya.. ada apa dengan kalian. Kenapa kalian terlihat seperti bermusuhan begitu?” tanya Airin pada Hyejeong dan Kyuna.

Kyuna melirik pada Hyejeong.

“Kau tanya saja pada Kyuwon” jawab Hyejeong ketus.

Airin dan Seulgi saling lirik, mereka tidak tahu kenapa Hyejeong bersikap seperti itu. Airin dan Seulgi pun beralih menatap Kyuna. “Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Seulgi pada Kyuna.

“Hmmm… sebenarnya karena kemarin malam…” Kyuna ragu melanjutkannya.

“Apa yang terjadi semalam?” tanya Airin penasaran.

Belum Kyuna menjawab, Hyejeong sudah berbicara, “Dia memohon pada BTS semalam dan kabur begitu saja setelah mengatakannya.” ucap Hyejeong dengan nada kesal.

Kyuna sedikit terkejut mendengar perkataan Hyejeong, namun bukan hanya dia, Airin dan Seulgi pun kaget mendengarnya.

Aku tidak memohon pada mereka.” ucap Kyuna dalam hati.

“Kyuwon, apa benar yang dikatakan Hyejeong? Ya Kyuwon kenapa kau lakukan itu?” tanya Airin.

“Aku… hanya tidak ingin terlibat masalah.” ucap Kyuna jujur.

“Ya, Kyuwon ada apa denganmu? Kau bukan Lee Kyuwon yang aku kenal… Kau tahu, Kyuwon yang dulu akan menghajar orang-orang yang tidak setuju dengannya. Bahkan membuatnya tunduk.” ucap Airin, kecewa.

“Ya. Kyuwon… aku kira hanya penampilanmu saja yang berubah, tapi juga sikapmu. Apa kekuatanmu sudah hilang?” sahut Seulgi.

“Awalnya aku kira dengan kembalinya Kyuwon, keadaan akan berubah. Tapi, aku salah, sekarang keadaan semakin sulit. Mereka (BTS) pasti akan menindas kita lagi.” ujar Hyejeong, kali ini Hyejeong tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya pada Kyuwon.

Kyuna tidak tahu apa yang harus ia katakan pada tiga sahabat kakaknya itu. Kyuna sendiri sedih, ia tidak bisa menyamar dengan baik sebagai Kyuwon. Bahkan yang membuat Kyuna lebih sedih lagi karena ternyata ia tidak mengenal dengan baik bagaimana sebetulnya kakaknya itu.

***

Malam hari di sekolah…

Bel pulang sekolah sudah sejak tadi berbunyi. Kyuna masih ada di kelas. Ia sedang mengerjakan tugas Kyuwon saat absen. Airin, Seulgi, dan Hyejeong sudah sejak tadi pulang duluan. Banyak tugas Kyuwon saat ia absen dan ternyata ada beberapa tugas Kyuwon yang belum ia kerjakan sebelum Kyuwon menghilang. Guru Han meminta Kyuna mengerjakan tugasnya satu per satu.

“Huhh… aku sudah lama mengerjakannya, tapi kenapa ini seperti tidak selesai-selesai.” keluh Kyuna. Ia melirik jam tangannya. “Sampai pukul 7 aku harus sudah selesai.”

Tepat pukul 7 malam, Kyuna menyelesaikan tugasnya. Ia pergi ke ruang guru. Di sekolah masih ada beberapa siswa yang mengikuti kelas malam. Kyuna bertemu Guru Jung di koridor.

Kyuna membungkuk. Menyapa Guru Jung.

“Kyuwon, kenapa kau belum pulang?”

“Aku baru selesai mengerjakan satu tugas saat aku absen, Guru Jung.”

Kyuna melirik barang yang dibawa Guru Jung. “Guru mau pergi ke mana membawa bola basket itu?” tanya Kyuna.

“Oh, aku mau menyimpannya di gedung olahraga.”

“Hmmm… Guru Jung, biar aku saja yang menyimpannya. Sekalian aku berjalan ke lantai bawah.”

“Oh, terima kasih Kyuwon, ini.” ucap Guru Jung sambil memberikan bola basket itu. “Hati-hati di jalan.” sambungnya.

***

Di gedung olahraga

Kyuna membawa beberapa bola basket ke gedung olahraga. Kyuna menyimpan bola basket itu lalu menutup kembali. Tapi ketika Kyuna hendak melangkah pergi, ia mendengar sedikit keributan di belakang gedung itu.

Kyuna penasaran dan berjalan ke arah belakang gedung olahraga. Di sana, Kyuna melihat BTS dan juga Byeongsun. Jarak Kyuna dan mereka sekitar 10 meter.

Bugh

Kyuna menutup mulutnya, ia kaget melihat apa yang terjadi di belakang gedung olahraga. Byeongsun sedang dipukuli oleh BTS. Kyuna melihat wajah Byeongsun lebam dan sudut bibirnya berdarah.

Apa yang harus aku lakukan?… Aku harus menolongnya, tapi aku tidak mau terlibat masalah dengan BTS… Bagaimana ini?

Bugh

Yoongi memukul Byeongsun sampai dia membentur tembok. “Ini akibatnya jika kau melawan kami.” ucap Yoongi.

“Apa kau menghindari kami tadi? Kau tidak bisa lari dari kami. Kau tau itu.” ucap Jimin.

“Maafkan aku… aku tidak menghindar… aku tadi tidak datang… karena aku harus menemui kepala sekolah dulu.” jawab Byeongsun sambil meringis kesakitan.

“Ahhh… kau hanya beralasan saja, apa kau berani melawan kami sekarang”. Hoseok hendak mengarahkan pukulan pada Byeongsun. Namun sebelum ia melakukannya, ia mendengar seseorang berteriak.

“HENTIKAN….” teriak Kyuna, Ia menghampiri BTS dan Byeongsun. Kyuna akhirnya memberanikan diri untuk menolong Byeongsun.

BTS dan Byeongsun mengarahkan tatapannya pada Kyuna. Jarak mereka kini hanya satu meter.

Kyuna melirik ke arah Byeongsun yang kesakitan. Lalu mengalihkan pandangannya pada BTS, “Berhenti mengganggu orang yang lebih lemah dari kalian.” ucap Kyuna.

“Apa-apaan ini. Apa kau sedang menolongnya?” tanya Hoseok tidak percaya.

 “Kurasa Kyuwon sekarang jadi malaikat.” ejek Namjoon.

“Berhenti mengganggu orang yang lebih lemah dari kalian.” ulang Kyuna. “Kalian hanya terlihat seperti pengecut.” sambungnya.

Brukk..

Hoseok mendorong keras Kyuna sampai ia membentur tembok. Kyuna sedikit meringgis kesakitan. Hoseok mendorong Kyuna karena ia tidak terima ucapan Kyuna tadi.

“Apa yang tadi kau katakan?” tanya Yoongi. “Menggganggu orang yang lebih lemah, kau pikir kau tidak melakukan itu. Kau sama saja dengan kami.” ucap Yoongi. Lalu Yoongi menjambak kuat rambut Byeongsun.

Kyuna melihat itu. Ia langsung mendekat pada Yoongi, mengabaikan sakit akibat benturan tadi. “Lepaskan… Lepaskan… tanganmu darinya.” pinta Kyuna.

“Siapa kau, Lee Kyuwon?” ucap Namjoon sambil mendorong bahu Kyuna. “Siapa kau peduli dengan Byeongsun?” sambung Namjoon sambil mendorong bahu Kyuna lagi dengan nada meninggi.

Jin tidak tega melihat Kyuwon (Kyuna yang menyamar jadi Kyuwon) diperlakukan kasar. Jin pun mendekat pada Namjoon. “Sudahlah, ayo kita pergi.” ajak Jin sambil menarik Namjoon.

Namjoon tidak mau pergi, “Aku belum selesai” ucapnya pada Jin.

“Sudahlah Namjoon, bukankah kita sudah terlambat.” ajak Jin lagi.

“Aishh…” Namjoon kesal.

“Urusan kita belum selesai.” ucap Namjoon pada Kyuna dan Byeongsun.

Namjoon dan Jin pun pergi, diikuti oleh Hoseok, Yoongi, Jimin, dan Jungkook. Sebelum pergi, Taehyung melirik pada Kyuna sebentar lalu pergi mengikuti teman-temannya di belakang.

Kyuna mendekati Byeongsun, “Kau baik-baik saja?” tanya Kyuna khawatir.

***

Keesokan harinya, jam istirahat…

Kyuna berdiri sendirian di balkon atap sekolah. Ia melihat siswa lain bermain basket di lapangan, ada juga yang memakan bekalnya di bawah pohon, dan juga ada siswa yang hanya duduk-duduk mengobrol dengan temannya di tangga pinggir lapangan.

Seulgi sebenarnya sudah mengajak Kyuna untuk makan bersama di kantin, tapi ia menolaknya. Saat ini Kyuna tidak selera makan. Pikirannya penuh dengan Kyuwon dan sekolah ini.

Kyuna memegang lengan kanannya. Sakit akibat benturan semalam masih sedikit terasa.

“Apa lenganmu masih sakit?” tanya Jin tiba-tiba. Pertanyaan dari Jin membuat Kyuna menoleh kaget.

Sedari tadi, memang Jin memperhatikan Kyuna yang hanya memandangi keadaan lapangan dan sesekali mengalihkan pandangannya ke langit. Jin juga memperhatikan Kyuna yang memegang lengannya. Ia khawatir pada Kyuwon (Kyuna yang menyamar jadi Kyuwon), “Apa cideranya semakin parah gara-gara semalam?” pikir Jin cemas dan memutuskan untuk menghampiri Kyuna.

“Jin..” ucap Kyuna pelan. “Kenapa… kau ada di sini?” tanya Kyuna, ia masih kaget karena Jin menghampirinya dan bertanya ramah.

“Kau sendiri kenapa di sini sendirian? Kau tidak ikut bersama teman-temanmu?” Jin malah balik bertanya pada Kyuna.

Kyuna hanya diam. Ia sebenarnya merasa aneh karena ada anggota BTS yang ramah padanya. Padahal kemarin-kemarin mereka bersikap menyeramkan padanya.

“BTS itu tidak sejahat atau semenakutkan yang orang-orang pikirkan.” ujar Jin, seakan tahu pikiran Kyuna.

“Apa lenganmu masih sakit?” Jin mengulangi pertanyaan awalnya.

“Lenganku tidak apa-apa.” jawab Kyuna lalu mengalihkan pandangannya ke lapangan lagi.

Jin mengambil susu kotak dari saku seragamnya. Melepas sedotan yang menempel pada sisi kotak, membuka plastik yang membungkus sedotan itu, lalu memasukannya pada sisi atas susu kotak itu sehingga bisa langsung diminum.

“Minumlah” ucap Jin pada Kyuna sambil menyodorkan susu kotak itu.

Kyuna menatap Jin.

“Setidaknya kau harus minum ini kalau kau tidak makan… kalau tidak… nanti kau sangat lapar di kelas.”

Kyuna mengambil susu kotak itu walaupun masih ragu. Kyuna melihat susu kotak yang ada di tangannya kini. Kyuna ingin mengucapkan terima kasih pada Jin.

“Aku harus pergi…” ucap Jin lalu ia pergi meninggalkan Kyuna. Jin sempat tersenyum sebelum ia menuruni tangga. Sedangkan, Kyuna sendiri masih mematung, menatap punggung Jin yang sudah hilang.

“Kenapa dia baik padaku? Apa benar mereka tidak sejahat itu?” ucap Kyuna pelan.

Kyuna lupa, kalau semua orang itu pada dasarnya baik, hanya saja ada beberapa hal yang membuat orang berbuat jahat.

***

Jam pulang sekolah…

Kyuna, Airin, Seulgi, dan Hyejeong duduk bersama di bangku panjang pinggir lapangan sekolah. Seulgi membuka minuman kalengnya kemudian meminumnya. Seulgi melirik Kyuna yang duduk di sebelahnya. “Kau mau?” tanya Seulgi sambil menyodorkan minumannya.  Kyuna menggelengkan kepalanya, “tidak”.

Mereka tidak banyak berbicara. Airin, Seulgi, dan Hyejeong sebenarnya masih kecewa pada Kyuwon (Kyuna yang menyamar jadi Kyuwon). Tapi, mereka tidak mau membiarkan Kyuwon sendirian, bagaimana pun juga Kyuwon adalah sahabat mereka.

Ketenangan Kyuna, Airin, Seulgi, dan Hyejeong terusik karena BTS datang menghampiri mereka.

Hyejeong berdiri, “Apa yang kalian inginkan sekarang?” tanya Hyejeong sinis. Seulgi dan Airin juga ikut berdiri, kecuali Kyuna. Ia masih duduk dan mengalihkan pandangannya dari BTS.

“Kalian mungkin belum tahu. Aku yakin, Kyuwon tidak menceritakannya pada kalian.” ucap Jimin, membuat Airin, Seulgi, dan Hyejeong penasaran.

“Apa yang sedang kau bicarakan?” sahut Airin.

“Kalian tahu, pemimpinmu itu menolong Byeongsun semalam. Dia berubah jadi malaikat.” ujar Hoseok.

Wajah Airin, Seulgi, dan Hyejeong berubah, mereka tidak percaya pada apa yang dikatakan Hoseok.

“Ini tidak menarik. Harusnya kita meluruskan peringkat. Tapi kalau seperti ini terus, tanpa melakukan itu, kita tahu siapa yang paling berkuasa di sini.” ucap Namjoon.

Sementara Kyuna hanya diam. Ia tidak ingin masalah semakin rumit.

“Kembalinya Lee Kyuwon tidak menolong kalian sama sekali. Ini sangat mengecewakan.” timpal Yoongi.

“Aku pikir dengan kembalinya Kyuwon, akan jadi semakin menarik. Tapi ternyata tidak, ini sangat membosankan.” ucap Namjoon. “Apa perlu kita buat ini jadi menarik?” lanjut Namjoon, dengan memperlihatkan seringainya.

Airin, Seulgi, dan Hyejeong hanya diam sambil tetap menatap BTS. Mereka mau tak mau mengiyakan apa yang dikatakan Yoongi memang benar, kembalinya Kyuwon (Kyuna yang menyamar jadi Kyuwon) justru tidak bisa menolong mereka. Sementara, Kyuna sendiri masih diam di tempat duduknya. Walaupun nama Kyuwon disebut, Kyuna lebih memilih untuk diam, ia tidak ingin terjadi keributan.

Di sisi lain, Daehyun keluar dari gedung sekolah, ia melihat Kyuna. Daehyun juga melihat tiga siswa perempuan di samping Kyuna dan tujuh siswa laki-laki di hadapannya. Daehyun melihat Kyuna sendiri yang duduk sementara yang lainnya berdiri. Ia melihat Kyuna seperti sedang terlibat masalah.

Daehyun pun menghampiri Kyuna.

“Kyuwon” panggil Daehyun.

Kyuna langsung berdiri, melihat siapa yang datang, “Oppa.” ucapnya.

BTS, Airin, Seulgi, dan Hyejeong mengalihkan tatapannya pada orang yang memanggil Kyuna.

Daehyun kini sudah berada di depan Kyuna. BTS, Airin, Seulgi, dan Hyejeong penasaran siapa laki-laki berambut merah yang menghampiri Kyuna.

“Oppa, kenapa kau ada di sekolah?” tanya Kyuna.

“Oh, Oppa ada urusan dengan kepala sekolah tadi.” jawab Daehyun.

Daehyun mengalihkan pandangannya bergantian pada BTS dan Kyuna.

“Kyuwon, apa yang terjadi? Apa mereka mengganggumu?” tanya Daehyun sambil menatap BTS.

BTS pun menatap Daehyun, dengan tatapan seperti mengajak berkelahi.

Kyuna berpikir sebentar, “Bukan seperti itu.” jawabnya.

Jawaban Kyuna membuat BTS, Airin, Seulgi, dan Hyejeong heran. kenapa Kyuna menjawab “bukan”, padahal memang benar BTS mengganggunya.

Kyuna tidak mau melibatkan Daehyun dalam urusannya dengan BTS. Kyuna pun berinisiatif mengajak Daehyun segera pulang, “Oppa, ayo pulang.” ajak Kyuna lalu menarik tangan Daehyun.

BTS, Airin, Seulgi, dan Hyejeong melihat Kyuna dan Daehyun pergi.

“Siapa dia? Apa dia pacar Kyuwon?” ucap Jimin.

***

Malam hari…

Kyuna berjalan sendirian melewati jalanan pertokoan yang mulai sepi. Akhir-akhir ini ia butuh banyak udara segar. Sebenarnya kyuna jarang keluar malam, ia lebih banyak menghabiskan waktu di rumah meskipun itu di akhir pekan. Tapi, persoalan yang ia hadapi saat ini membuat Kyuna sedikit frustasi. Menyamar jadi Kyuwon, berurusan dengan BTS, masalah akademiknya di Jepang yang harus ia korbankan dulu, dan juga Kyuwon yang masih koma. Kyuna menarik nafasnya panjang-panjang dan membuangnya pelan. Ia sedikit mengacak-acak rambutnya.

Kyuna tidak menyadari bahwa ia sedang diperhatikan oleh dua orang laki-laki yang seperti akan berbuat jahat padanya. Dua orang laki-laki itu tepat di belakang Kyuna, jaraknya cukup jauh darinya. Lalu dengan sedikit berlari kedua laki-laki itu menghampiri Kyuna dari belakang. Salah satu dari mereka menarik tangan Kyuna hingga membuat Kyuna membalikkan badannya. Kyuna takut melihat mereka, firasatnya tidak baik. Keadaan jalanan yang sepi pada malam hari dan bertemu dua laki-laki yang tidak ia kenal, membuat Kyuna berpikir buruk.

Kyuna pun mencoba melepaskan tangannya. Nihil, laki-laki itu memegang kuat tangan Kyuna. “Lepaskan tanganku! Apa yang ingin kalian lakukan?” ucap Kyuna terus mencoba melepaskan tangannya.

“Tidak baik perempuan berjalan sendirian apalagi di malam hari.” ucap salah satu dari mereka. “Sebaiknya kau ikut kami saja, cantik.” sambungnya sambil meraih dagu Kyuna, namun Kyuna menepisnya.

Mendengar mereka berkata seperti itu, membuat Kyuna semakin takut. “Lepaskan atau aku akan teriak” ancam Kyuna.

“Tidak ada yang bisa menolongmu di sini. Kau tidak lihat di sini hanya ada kita saja.” ucap laki-laki itu sambil tertawa.

“Sudah, kau ikut saja bersama kami. Kita akan bersenang-senang malam ini.” ucap laki-laki yang memegang tangan Kyuna.

Lalu dua laki-laki itu menarik paksa Kyuna. Tapi, Kyuna memberontak, ia tidak mau ikut dengan mereka. Kyuna saat ini sangat ketakutan. “Lepaskan tanganku… kubilang lepaskan tanganku.” Tapi mereka tidak melepaskan tangan Kyuna, malah semakin kuat menariknya.

Daehyun Oppa, tolong aku.” batin Kyuna.

“Lepaskan tangannya.” ucap seorang laki-laki yang datang dari arah belakang mereka. Sontak Kyuna dan dua orang laki-laki itu menoleh ke belakang.

“Aishh… kau tidak usah ikut campur” jawab salah satu dari mereka. Dua orang laki-laki itu terlihat kesal karena ada yang mengganggu mereka.

“Taehyung…” ucap Kyuna, ia kaget karena mengetahui ternyata Taehyung yang datang.

Tapi yang membuat Kyuna lebih kaget lagi saat Taehyung tiba-tiba memukul salah satu dari orang laki-laki itu hingga membuatnya jatuh tersungkur. Tak terima temannya dipukul, laki-laki yang satu lagi mencoba memukul Taehyung. Namun, dengan sigap Taehyung menghindar dan balik memukul laki-laki itu tepat di wajahnya dan membuat sudut bibirnya berdarah.

Kyuna hanya terpaku melihat Taehyung yang memukul dua laki-laki itu dengan kuat dan tanpa henti hingga keduanya tidak sanggup lagi melawan Taehyung. Mereka pun berlari ketakutan, menyisakan Taehyung dan Kyuna.

Kyuna masih mematung di tempatnya, ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya tadi. Taehyung datang dan menolongnya.

Taehyung melirik ke arah Kyuna. “Cepat pulang” ucap Taehyung. Kyuna menatap Taehyung. Tidak ada respon dari Kyuna, ia masih menatap Taehyung.

Lalu Taehyung pun berjalan meninggalkan Kyuna. Melihat Taehyung pergi, Kyuna pun berlari sedikit. Ia mengejar Taehyung. Kyuna takut jika ia berjalan sendirian, ia takut jika bertemu dengan laki-laki yang akan berbuat jahat padanya.

Taehyung hanya diam, ia tahu kalau saat ini Kyuna sedikit takut makanya Kyuna mengikutinya. Kyuna berjalan sejajar dengan Taehyung. Mereka berjalan di sisi jalan raya. Tidak ada percakapan antara mereka, Taehyung hanya diam dan terkesan dingin. Sementara Kyuna sebenarnya ingin berterima kasih pada Taehyung, namun dari tadi ia ragu mengatakannya.

“Taehyung…” panggilan Kyuna membuat Taehyung menghentikan langkahnya dan menoleh pada Kyuna.

“Gomawo… karena telah menolongku… kalau tidak ada kau.. mungkin…” Kyuna menghentikan perkataannya karena mendengar seseorang memanggilnya.

“Kyuna… Lee Kyuna…” panggil seseorang perempuan dari arah depan mereka. Panggilan itu membuat Kyuna melihat ke arah depan. “Yeonjoo… kenapa dia ada di sini? Ini gawat..” batin Kyuna.

Raut wajah Kyuna berubah, ia kaget melihat Yeonjoo dan juga karena panggilan Yeonjoo padanya. Sementara Taehyung terlihat sedang berpikir.

Lee Kyuna?” pikir Taehyung.

“Kyuna…” panggil Yeonjoo sambil melambaikan tangan pada Kyuna. Yeonjoo sedikit berlari menghampiri Kyuna.

“Yeonjoo…” ucap Kyuna pelan.

“Kyuna, kenapa kau di sini? Aku kira kau masih di Jepang? dan kenapa kau cuti dari universitas?” tanya Yeonjoo bertubi-tubi. Yeonjoo sangat senang bertemu Kyuna. Yeonjoo adalah teman Kyuna sejak kecil di Jepang.

Berbeda dengan Yeonjoo yang terlihat senang, Kyuna tampak begitu kaget, ia bahkan sulit menjawab pertanyaan Yeonjoo. “Itu… karena…” jawab Kyuna ragu.

“Tapi Kyuna, bagaimana dengan kakakmu, Kyuwon, apa kau ke Korea untuk mengunjunginya?”

Kyuna mengangguk ragu. Ia tidak tahu harus menjawab apa.

Yeonjoo mengalihkan tatapannya pada Taehyung. “Kyuna, apa dia pacarmu? Wah.. dia sangat tampan, kau sangat beruntung.”

Ucapan Yeonjoo membuat Kyuna terkejut. Sementara Taehyung hanya diam saja.

“tidak… bukan… bukan seperti itu…” Kyuna menyanggah pernyataan Yeonjoo.

“Ah… Kyuna aku harus pergi, ayah dan ibuku sudah menunggu. Aku harus berangkat ke Tiongkok” ucap Yeonjoo. “Sampai bertemu lagi, Kyuna.” sambung Yeonjoo lalu meninggalkan Kyuna dan Taehyung.

Kyuna bingung menjelaskan pada Taehyung. Penyamaran Kyuna sudah diketahui Taehyung. “Ini gawat… apa yang harus aku katakan pada Taehyung.” pikir Kyuna. kyuna menggigit bibir bawahnya.

 “Lee Kyuna?” ucap Taehyung pada Kyuna.

“Taehyung… itu… tadi…” belum Kyuna menyelesaikan kalimatnya. Taehyung sudah pergi meninggalkannya.

Kyuna mengejar Taehyung. Mengikuti Taehyung yang sekarang berjalan sedikit cepat. Sampai di halte, Taehyung langsung menaiki bis. Kyuna yang melihat Taehyung masuk bis, tanpa berpikir panjang Kyuna juga ikut menaiki bis itu walaupun ia tidak tahu ke mana Taehyung akan pergi.

Kyuna duduk di sebelah Taehyung. Mereka duduk di bangku paling belakang. Kyuna ragu untuk bicara pada Taehyung, pikirannya saat ini sangat gelisah. Taehyung sendiri hanya diam.

20 menit kemudian…

Taehyung keluar dari bis. Kyuna pun menyusulnya. Ia berjalan di belakang Taehyung. Menatap punggung Taehyung. “Bagaimana ini… apa yang harus aku katakan?” batin Kyuna.

Kyuna masih mengikuti Taehyung yang berjalan ke sebuah gedung apartemen, masuk ke dalam lift. Mereka hanya diam. Taehyung tidak berkata apa-apa pada Kyuna yang mengikuti Taehyung bahkan sampai ke apartemennya.

Di depan pintu, Taehyung menyentuh sebuah layar di dekat gagang pintu, memasukan password-nya. Taehyung menarik gagang pintu itu dan membukanya.

Taehyung menoleh pada Kyuna yang sedari tadi di sampingnya.

“Taehyung…” ucap Kyuna pelan.

Taehyung berjalan ke belakang Kyuna, lalu mendorongnya pelan, masuk ke apartemennya.

Taehyung menutup pintu apartemen. Kyuna sendiri masih diam. Lalu Taehyung akan pergi ke ruang tamu, tapi Kyuna memegang tangannya, mencegah Taehyung pergi. Taehyung pun membalikkan badannya pada Kyuna dan menatapnya. Kyuna pun menatap Taehyung.

“Taehyung… aku mohon… jangan katakan pada yang lain… kalau aku… bukan Kyuwon…” ucap Kyuna.

Bersambung

 

2 thoughts on “Dangerous – Chapter 3”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s