[Oneshot] Prom15e to 13elieve

Prom15e to 13elieve

Title: Prom15e to 13elieve

Scriptwriter: @ten

Main Cast: Park Jung Soo, Kim Kibum, Han Geng

Support Cast: Member Super Junior

Genre: Brothership

Duration: Oneshot (3.464 words)

Rating: PG – 13

 ~Summary ~

Aku ingin tahu, apakah aku tetap menjadi malaikat setelah

aku kehilangan sayapku

~ Park Jung Soo

Hal terindah dalam hidupku adalah saat aku bertemu orang penting

dalam hidupku, Super Junior

~ Han Geng

Aku sangat bersyukur, saat aku menyadari bahwa aku selalu punya

tempat untuk pulang

~ Kim Kibum

Mungkin, takdir kita memang berbeda. Namun, bukankah kita selalu punya

alasan untuk berkumpul sekali waktu?

~ Cho Kyuhyun

 

Senja yang indah. Dengan puluhan burung yuang terbang kesana kemari hendak meliukkan sayapnya yang rupawan. Mempertontonkan keelokannya. Ditemani surya yang sinarnya makin dibiaskan malam. Seoul selalu ramai di saat seperti ini. Oleh para penjaja jalanan yang hanya mampu meluangkan waktu saat senja mulai menyingsing. Sebab padatnya aktifitas yang mengharuskan mereka menyumbangkan energi serta pikiran seharian penuh.

Namun, di tengah hiruk pikuk kota Seoul yang mulai padat, di sudut kota, di sebuah rumah yang hampir tak pernah dipedulikan keberadaanya – meski si empunya rumah adalah seorang idol – seorang namja berjalan mondar mandir dengan raut tegang. Dengan kunci mobil dalam genaggaman.

Berbagai pertanyaan menghambat langkahnya. Keraguan yang menelisik membuatnya enggan melaju. Ia takut keputusannya tak akan diterima. Ia takut keputusannya membawa petaka bagi yang lain.

Kibum POV

Aku mengacak rambutku kesal. Hah! Bagaiamana ini? Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana aku harus mengatakannya pada mereka? Bagaimana kalau mereka mengusirku saat mereka tahu aku yang mengetuk dorm nanti? Ottokhae??!!

Aku melirik arlojiku. Jam 6 sore. Hemhh… apapun yang terjadi nanti, aku harus mengatakannya sendiri pada mereka. Aku akan menerima konsekuensinya. Apapun itu. Ini hidupku. Aku selalu berharap bisa berada satu panggung bersama mereka. Bernyanyi bersama mereka. Tapi aku punya mimpi yang lain. Yang tak bisa aku lakukan jika aku terus berada dalam satu naungan bersama mereka. Aku egois memang. Mengharap belas kasih mereka, namun tak pernahb memikirkan mereka. Jika mereka menutup pintu untukku, aku hanya berharap bisa berkumpul bersama mereka untuk terakhir kalinya. Dan, aku tak akan muncul di hadapan mereka lagi.

Kibum POV end

Author POV

Kibum mengeratkan genggamannya. Melangkah dengan pasti menuju mobil yang sudah terparkir rapi tepat di depan rumahnya. Memutuskan untuk menekan gas bersama warna – warni Seoul yang berkelindan di matanya

***

“Hyung, cepatlah mandi. Masih banyak yang harus kita lakukan!”

“Yak! Ambil makananmu sendiri!”

“Hyung, aku pinjam laptop. Apa sandinya?”

“Kajja! Kita harus punya rencana untuk liburan nanti!”

Leeteuk hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan para dongsaengnya. Selalu saja ribut dengan hal – hal yang tidak penting. Ada saja yang diributkan. Dari Heechul hingga Kyuhyun. Bahkan Zhoumi dan Henry. Leeteuk hanya bisa menatap pasrah. Membiarkan para dongsaengnya sibuk dengan dunia masing – masing (?).

Ting Tong..

Hening dalam sekejap. Dan untuk sekejap.

“Hyung, siapa yang datang?”

“Kyu, buka pintunya!”

“Aku sibuk. Shindong, kau saja sana!”

“Aku sedang makan. Ryewoook, kau menanggur, kan? Cepat buka pintunya!”

“Heuh…” Leeteuk menghela napas panjang. Selalu saja seperti ini. Setiap kali bel berbunyi, jarang ada yang berinisiatif untuk membukanya. Dan pada akhirnya, ia harus mengalah untuk membukakan pintu.

“Hyung..” panggil seseorang yang berada di balik pintu.

“Kau? Apa..” belum sempat Leeteuk melanjutkan pertanyaananya, Kibum sudah menghambur ke pelukannya.

“Hyung, jeongmal mianhae. Jeongmal mianhae…”

“Kibum, masuklah ke dalam. Lalu kau bisa menjelaskan setelah itu” Leeteuk membiarkan Kibum masuk ke dalam. Dan membiarkannya duduk di ruang keluarga. Member lain yang tengah sibuk dengan aktifitasnya masing – masing, dikejutkan oleh kehadiran Kibum yang datang dengan sendu di matanya. Tanpa aba – aba, ketigabelas member Suju meninggalkan aktifitas untuk berkumpul di ruang keluarga.

“Hyung, ada apa ini?” ucap Kyuhyun memecah keheningan. Leeteuk hanya memberi isyarat kepadanya dan member lain untuk diam dan tenang. Meski Leeteuk sendiri diliputi kekhawatiran yang tak dirasakan member lain.

Setelah keadaan cukup stabil, Leeteuk mengangkat suara. “Kibum, kami semua di sini. Katakan apa yang terjadi.

Kibum menarik nafas panjang dan berat. Ia masih butuh waktu kebih banyak untuk menjelaskan maksud kedatangannya. Kecemasannya. Berkali – kali mulutnya terbuka. Namun hanya desahan nafas yang terdengar.

“Kami akan menunggu jawabanmu. Kami tidak akan menghentikan penjelasanmu. Santailah. Selama itu baik, kami akan selalu menerimanya” sahut Sungmin.

“Aku.. aku minta maaf sebesar – besarnya. Aku salah. Aku tahu itu. Aku egois. Maaf jika aku tak peduli tentang kalian. Kalian pantas marah padaku. Atas apa yang aku lakukan, atas keputusanku. Aku tidak apa – apa jika nanti kalian tak bisa menerima keputusanku. Aku.. aku memutuskan untuk menghentikan kontrakku dengan SM Entertaiment”

Hening. Tegang. Canggung.

Perlahan namun pasti, air mata berjatuhan. Beberapa memilih untuk pergi. Hanya tersisia Siwon, Yesung, Leeteuk dan Heechul.

Suasana mencekam. Tak ada yang berani angkat suara. Hanya hembusan angin dan tangis tertahan yang mampu menyuarakan perasaan masing – masing.

Cukup lama. Berada dalam keheningan yang sama. Hingga akhirnya Yesung memilih untuk angkat suara. “Kibum, katakan alasanmu. Agar kami mengerti. Agar kami tidak menyalahkan keputusanmu”

“Aku, selalu merasa bahagia saat bernyanyi bersama kalian. Bersama Zhoumi juga Henry. Meerasakan keindahan Sapphire Blue. Berbagi cinta dengan para fans. Aku tak ingin ingkar bahwa aku masih berharap bahwa aku bisa berkumpul dengan kalin. Tinggal bersama kalian. Tapi aku merasa SM sudah tidak seperti dulu. Aku seperti kehilangan mimpiku yang lain. Dan aku ingin mewujudkannya. Meski satu – satunya cara adalah meninggalkan kalian dan para ELF. Ini mungkin alasan bodoh. Tapi, memang itu kebenarannya. Maafkan aku..”

Hening. Lagi. Nafas seakan tercekat dalam tenggorok.

“Kami.. menghargai mimpimu. Apapun keputusanmu. Namun, bagaimana kau mengatakannya pada ELF? Pada Snowers? Mereka selalu menunggumu, Hyung. Selalu terselip namamu dalam setiap konser kami. Mereka merindukanmu”

“Ryeowook – ah..” semua mata tertuju pada Ryeowook yang berdiri dengan mata sembab.

“Karenja itulah aku di sini, Hyung. Aku tak pernah oerhatian pada kalian. Tapi aku membutuhkan kalian. Aku btahu aku lancang. Maafkan aku..” ucap Kibum dengan perasaan berat.

“Kami, akan selalu membrikan pembelaan kepadamu. Namun kami tak bisa memastikan apakah ELF akan langsung menerima keputusanmu. Ini memang berat bagi kami. Namun, bagi ELF, pasti akan terasa lebih berat dari yang kami rasakan. Kami tak akan mempersalahkan keputusanmu. Namun, satu hal, berjanjilah pada kami dan ELF, bahwa kau tetap bagian dari Super Junior” ujar Leeteuk pada akhirnya. Sebelum akhirnya, ia meninggalkan ruang tengah menuju kamarnya.

“Apakah kalian akan tetap menerimaku sebagai member Super Junior?”

“Super Junior Prom15e to 13elieve” dengan segala kerendahan hati Kyuhyun berteriak dengan lantang. Dengan gaya khasnya.

“Jika kalian bersedia menerimaku…”

“Yak! Hyung! Neo paboya! Bukankah aku sudah mengatakannya? Super Junior itu Prom15e to 13elieve. Apapun yang terjadi. Mau kamu pergi kemanapun, Super Junior tetaplah Super Junior. Dan jumlah membernya tetap 13 + 2. Arrasseo?!” Kyuhyun melipat tangan ke dada. Menunjukkan bahwa dia tengah merajuk sekarang. Satu per satu member berkumpul di ruang tengah. Meberikan dukungan masing – masing kepada Kibum. Kecuali Leeteuk.

Author POV end.

Leeteuk POV.

Aku Leeteuk. Aku adalah malaikat. Aku Leeteuk, sosok malaikat yang kehilangan sayapnya. Namun aku Leeteuk, leader Super Junior. Aku harus bisa menjadi seseorang yang melindungi. Bukan membiarkan dongsaeng ku kesakitan tanpa teman. Tapi kali ini, melihat Kibum datang dengan penderitaan yang telah lama ia pendam, rasanya lebih sakit dari apapun. Sudah cukup kami kehilangan Hangeng karena kami gagal melindunginya. Tidak ada lagi yang boelh meninggalkan kami dan ELF. Jika mereka pergi satu per satu, bagaimana aku harus mengepakkan sayapku? Hanya mereka yang bisa kupertahanakan. Yang hanya bisa mengembalikan sayapku. Setelah aku kehilangan ayahku, aku merasa bebanku lebih berat hari ke hari. Apa yang harus ku lakukan? Iya, aku lelah. Tapi aku tak ingin member lain lmerasakan sakita yang lebih sakit. Super Junior harus tetap 13 apapun yamng terjadi. Karena itulah janjiku pada malaikat biru kami. Kareana aku yang berjanji pada mereka. Apa yan g harus ku katakan?

Aku ini Leader. Jika aku seperti ini, bagaiamana dengan para donsaengku?

Aku mengacak rambutku kesal. Dan menidurkan kepalaku di atas laptop. Memikirkan masa depan Super Junior. Apakah akan berdiri sebagai boyband legendaris, atau gagal saat kami hampir mencapai puncak..

appa.. aku harus bagaimana?

Leeteuk POV end.

 Author POV.

Kyuhyun berjalan dengan gelisah. Bolak – balik tidak jelas. Membuat para member Super Junior risih dengan tingkahnya.

“Kyaaaaa!!!!” teriaknya frustasi.

“Kenapa, Kyu?” tanya Kangin.

“Sudahlah!”jawab Kyuhyun kasar dan mengembalikan aktifitasnya berjalan bolak balik tanpa sebab.

Tiba – tiba, pintu kamar Leeteuk terbuka. “Maaf” sesalnya.

“Kamu bilang kamu kuat? Atau kau kelelahan karena kau sudah lemah? Leader!! Grup apapun akan hancur ketika leadernya jatuh seperti ini. Membermu percaya bahwa kau yang terbaik. Jika kau tidak kuat, kami juga tidak akan kuat. Kami akan membantumu. Kita Super~ Junior!” sahut Shindong dengan tekanan dalam setiap kata yang diucapkannya.

“Iya, aku tidak akan seperti ini. Aku tidak akan lemah lagi. Aku berjanji”

“Hyung, apapun yang seorang leader lakukan, tak akan ada member yang berani membantahmu. Tak akan ada berani yang menyalahkan. Terlalu banyak yang telah kau lakukan untuk kami. Jadi, jangan pernah minta maaf”

“Urineun Syupeo Junior..”

“~oeo”

“Kibum, apapun yang kamu lakukan, kamilah tempatmu pulang” ujar Sungmin pelang sambil berlalu.

***

Seoul, April 2017

15.00 p.m

Beberapa staf sibuk menyiapkan peralatan yang belum sepenuhnya siap. Dari tata panggung, pencahayaan, dan tempat duduk penonton. Juga beberapa keperluan lain.

Para member yang sedang mempersiapkan diri di ruang tunggusibuk dengan kegiatan masing – masing. Sebagian menyiapkan kostum dan make up. Sedang sebagian yang lainmemilih untuk tidur atau bermain dengan gadget.

Hari ini, benar – benar menjadi hari yang paling ditunggu oleh ketigabelas namja yang rata – rata menginjak usia 30an itu. Tegang, dan menjadi waktu yang sangat panjang. Begitupun dengan para namja dan yeoja yang sibuk di luar dengan membawa lighstick warna biru safir kebanggan mereka. Hanya saja, para namja dan yeoja di luar tak mengerti mengapa ketigabelas namja di dalam menunggu dengan resah.

Leeteuk mencoba menghubungi seseorang dengan iphonenya. Beberapa kali ia harus mendial nomor yang dihunbunginya. Hingga akhirnya, seseorang di seberang memilih untuk menjawab panggilan Leeteuk.

“Yeoboseyo”

“…..”

“Ottokhae?”

“….”

“Ne. Arrasseo”

“….”

“Cheonmaneyo”

Tulit. Leeteuk mematikan sambungan teleponnya.

“Bagaimana, Hyung?” tanya Donghae dengan tergesa.

“Aku tak bisa memastikan. Kita tunggu saja”

***

Seseorang memutus sambuangan teleponnya. Wajah tampannya kembali berawan. Tegang. Resah. Ragu. Barangkali itu yang menjejaki kepalanya kini. Ia memilih duduk di sofa apartemennya. Barangkali, dengan seperti itu, keresahannya berkurang. Ia tak ingin ambil pusing sebenarnya. Tinggal katakan tidak dan semua masahnya bakan selesai. Namun, keberadaannya di kota ini, membuatnya harus berpikir berulang kali.

  Tak dapat ia pungkiri. Bagaimanapun, mereka adalah titik balik hidupnya. Berperan penting dalam perjalanan hidupnya. Menuntunnya menuju impian besarnya. Sejujurnya, ia tak ingin munafik terhadap dirinya sendiri. Mengatakan benci saat sisi lain hatinya mengatakan hal yang sebaliknya. Ia merindukan nmereka. Sangat. Bahkan nmelebihi apapun. Ia ingin menyampaikan terimakasih dan permintaan maaf yang hanya sempat ia gumamkan kala itu.

Namun, jika ia mengatakan iya, berarti pula ia harus siap dengan konsekuensinya. Termasuk membuka luka lama yang tak pernah ingin ia buka kembali. Luka yang membuatnya harus pergi.

Ia masih duduk di sofa. Menegadahkan kepala, memejamkan mata.

“Haruskah aku mengguanakan ini sebagai titik balik hidupku, lagi? Setelah semua berjalan begitu lancar? Haruskah aku kembali meresakan sakit itu lagi, jika aku berada di sisi mereka?”

***

Jutaan pasang mata tertuju pada tiga belas namja yang berdiri di tengah panggung dengan peluh di sekujur tubuh. Fanchat menggema. Lighstick Sapphire Blue meliuk mengikuti gerakan dance yang Super Junior bawakan. Satu per satu lagu selesai dibawakan. Menyisakan 20 menit dari durasi yang dijadwalkan.

Musik berhenti. Meninggalkan biru yang semakin merdu. Bersama ribuan balon yang sengaja diterbangkan. Hening. Hanya teriakan fans yang tersisa. Cukup lama. Kemudian, satu per satu lampu stage dinyalakan.

“Aku selalu memberitahu fansku, kami mempunyai anggota 13 + 2 orang dan akan selalu menjadi 13 + 2”

“Kami begitu banyak anggota, ada waktu dimana kami harus berjauhan, tapi aku berharap kita selalu bisa meluangkan waktu bersama. Walaupun hanya semenit. Walaupun kami semua sibuk dan tidak bisa bertemu satu sama lain”

“Kita tidak boleh lupa kalau kita adalah anggota Super Junior. Kita adalah keluarga”

“Apapun yang terjadi di masa yang akan datang, berpisah, ataupun tidak menjadi seorang artis, aku berharap aku bisa memberitahu kepada seluruh anggota, bahwa ini adalah keluargaku, kami Super Junior”

“Aku selalu berharap bisa berada di samping kalian…dan menjadi anggota Suju yang tidak akan mempermalukan grupnya”

“Saat  perkenalan, kami akan selalu bilang ‘Aku adalah member Super Junior’. Ini adalah momen yang terbaik”

“Betapa beruntungnya diriku, aku yang tidak begitu special, namun selalu diperkenalkan dengan bangga oleh anggota yang lainnya. Terima kasih untuk itu”

“Aku cinta kalian. Selamanya. Untukku, kalian adalah keluargaku yang tidak akan pernah berubah dan tidak pernah meninggalkanku”

“Walaupun begitu, mau itu M atau H, pasti SJ yang selalu di depan”

“Ketika aku melihat spanduk itu, aku selalu menghitung jumlah anggota yang ada, dari 1 sampai 13. Jika sudah mencapai angka 13, aku merasa jika anggota yang lainnya sedang bersama lagi”

“Walaupun kami sering berjauhan, para anggota yang selalu bekerja keras tanpa henti dinamakan tim Super Junior, TERIMA KASIH!”

“……

Sowuhni innayo yeah marhaebwayo (ever more)

Honja haneun sarang yeah geuguhn olhji anhjyo (you got to have me)

Sesang modeun guhshi dowa jul guhyeyo geudae ganjuhrhi wuhnhandamyuhn

Sowuhni innayo yeah marhaebwayo sowuhni innayo yeah

Geuguhn sarangijyo

Sowuhni innayo yeah marhaebwayo sowuhni innayo yeah

Geuguhn sarangijyo

Geudae ganjuhrhi wuhnhandamyuhn

…….”

“Lagi?” seru Leeteuk lantang.

“Lagi! Lagi! Lagi!”

“Baiklah, baiklah. Sudah siap?” kali ini Yesung yang berbicara.

“Nee!!”

This song is dedicated to the world’s biggest fan club The “ELF”,

 my girls, my angels

Urin, su nyeon jeone cheoeum manna cheot nune sarangeppajyeobeoryeotgo

Baby, naega eodil gadeun machi geurimjacheoreom nae gyeote seo itgo

Saranghandaneun ge ttaeron jeungmyeonghal ge neomu neomu manha

Apeul ttaeedo naega muneojil ttaedo

Geunyeomani naegenama itneungeol

Baby baby baby baby baby uri jeoldae heeojiji malja

Oh my lady lady lady lady lady naege jeongmal neoreul saranghanda

Shawty shawty shawty shawty shawty ojik neoya nareul seontaekhan geon

Naui nunmulkajido, jakeun misokajido.. Ani? Neorobuteo neungeoya

….”

Semua melambaikan tangan bersama. Member Super Junior dan ELF. Menikmati salah satu persembahan Super Junior untuk ELF.

“Kyaaaaa!! Kibum oppa!! Hangeng oppa!!” teriak ELF histeris. Member suju celingukan. Saling berpandangan.

“Ma ELF! Ma Snowers”

“Ma ELF! Ma Gengfans” teriak Kibum dan Hangeng bersamaan. Member Suju serentak menengok ke belakang. Dan tanpa basa – basi, mereka berpelukan satu sama lain. Melepas kerinduan yang selama ini hanya mampu melintas dalam mimpi.

Air mata bercucuran. Bagi ELF, mereka seperti menonton film terbaik yang belum pernah mereka tonton sebelumnya. Menyaksikan secara langsung para aktor terbaik bermain di depan mereka. Mereka menangis bersama. Melihat kebersamaan yang kembali terulang setelah sekian lama Suju berdiri di panggung dengan jumlah member yang selalu minus. Menikmati hasil dari penantian mereka selama ini. Melihat betapa member Suju pun juga sangat merindukan kebersamaan yang pernah terjadi di antara mereka. Yang pernah hilang oleh mimpi dan kewajiban masing – masing.

Dirasa cukup, semua member menghadap ke jutaan ELF yang menangis haru. Memperlihatkan senyum yang paling indah.

“Urineun Syupeo..”

“~Junior”  Ini adalah kali pertama. Setelah 7 tahun Super Junior tidak pernah tampil dengan member lengkap. Ini adalah kali pertama ia berteriak dengan begitu lantang. Kali pertama ia tersenyum begitu bahagia. Dengan 14 namja yang siap menopang sayapnya yang hampir patah.

“……..

Neorang na duri joheun geotman gachi bogo gachi meokgo

Gachi jeulgyeo deutgo ulgo utgo areumdapgiman haetdeon naldeul

Naega muneojiji anhge mideojugo gyeoteul jikyeojwoseo gomapda jeongmalgomawo

Neul gomapgo saranghandan

………”

Semua bernafas lega. Membentuk love sign dengan tangan di kepala. Tak pernah menyangka akan membawakan Frum U dengan 15 member berdiri di panggung yang sama. Waktu yang sama.

“Kibum, Hangeng, ini waktu kalian” Leeteuk menyilahkan Kibum dan Hangeng untuk angkat suara.

“Gumawo, Hyung”

“Annyeong Haseyo~. Kibum imnida. Apa kalian merindukanku? Aku juga. Saranghae..”

“Nado saranghae oppa~”

“Annyeong haseyo~. Hangeng imnida. Maaf pergi cukup lama”

“Gweanchanayo, Oppa. We always love and support you”

“Benar – benar sudah lama, ya. Biasanya, aku harus memperkenalkan diri sebagai Kibum dan Hangeng. Namun kali ini, aku sudah lebih tua. Dan aku hanya perlu memperkenalkan diri sebagai Leeteuk saja. Karena malam ini, kita bersama mereka. Mereka mungkin keluar dari SM, tapi mereka tetaplah bagian dari Super Junior. Sebab Super Junior tanpa mereka bukanlah Super Junior” ungkap Leeteuk dengan senyum merekah.

“Aku tak menyangka akan berdiri di sisi mereka. Aku terlalu takut menghadapi ketakutan yang aku buat sendiri. Aku rindu berdiri seperti ini. Di tengah lautan Sapphire Blue. Bersama orang – orang yang sudah ku anggap keluarga. Aku merindukan kalian. Dari Leeteuk hyung hingga Kyuhyun. Juga Zhoumi dan Henry yang berjuang sangat keras hingga kalian mampu bertahan hingga detik ini. Terimakasih, telah memberiku tempat untuk pulang. Sungmin, sekarang aku paham yang kau katakan waktu itu. Benar yang kau bilang. Tempatku pulang adalah bersama kalian. Sebab, saat aku bersama kalian, aku merasa nyaman. Menemukan tempat untuk melupakan maslahku. Juga, untuk ELF di dunia, terimakasih telah menungguku. Terimakasih telah mencintaiku. Aku merindukan kalian. Aku mencintai kalian. Jeongmal kamsahamnida” terang Kibum.

“Tak jauh berbeda dengan Kibum, aku juga merasakan ketakutan yang sama. Takut akan kemungkinan – kemungkinan yang sebenarnya tidak pernah terjadi. Terlalu pengecut untuk sebuah keputusan yang besar. Terimakasih, untuk para member yang selalu membuka lebar pintu kembali untukku. Terimakasih untuk semua usaha yang telah kalian perjuangkan. Hingga aku bisa berdiri di sini bersama kalian. Bersama Zhoumi, juga Henry. Kita sama – sama berasal dari China. Tapi kalian benar – benar hebat. Bertahan dengan semua ketidakadilan. Berdiri tegak untuk sebuah persaudaraaan. Untuk para ELF, terimakasih untuk kesetiaan yang telah kalian berikan. Menunggu untuk waktu yang lama. Aku tahu itu bukan hal mudah. Jeongmal kamsahamnida” Hangeng maupun Kibum membungkuk bersama. Menyatakan perasaan masing – masing bukanlah hal mudah. Dan kenyataan bahwa mereka bisa berkumpul lagi, mereka sangat berterimakasih.

“Haahhhh…! Mengharukan sekali. Aku jadi ingin menangis”

“Ku rasa itu tidak akan cocok dengan umurmu”

“Dongsaeng kurang ajar! Harusnya kau bersikap lebih sopan kepadaku!”

“Love oh baby my girl

Geudaen naui juhnbu nunbushige areumdawoon

Naui shinbu shini jushin suhnmul”

“Hey! Lagunya sudah dimulai”

“Haengbokhangayo geudaeui ggaman nunesuh nunmuri heureujyo

Ggaman muhri pappuri dwel ddaeggajido

Naui sarang naui geudae saranghal guhseul na maengsehalgeyo

Geudaereul saranghandaneun mal pyuhngsaeng maeil haejugo shipuh

Would you marry me? Nuhl saranghago akkimyuh saragago shipuh

 Geudaega jami deul ddaemada nae pare jaewuhjugo shipuh

Would you marry me? Iruhn naui maeum huhrakhaejullae?

 Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (I do) Nuhl saranghaneun guhl (I do)

Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (I do)

Nuhreul jikyuhjulge (My love)

…….”

“Berapa menit lagi yang tersisa?” tanya Kyuhyun pada Leeteuk.

“Mungkin, sekitar 10 menit lagi. Ada apa?”

“Boleh aku minta sesuatu?” tanya Hangeng tiba – tiba.

“Silahkan”

“Kibum telah menyayikan lagu Marry You bersama kita. Sesuai dengan harapan ELF. Kali ini, aku ingin kita menyanyikan Shining Star. Rasanya sudah lama sekali aku tidak menyanyikannya” Hangeng menarik nafas sebentar. “Tapi aku sudah menghafal liriknya lagi. Jadi, bolehkah?”

*musik mengalun*

“Tidak ku sangka akan secepat ini. Hangeng, kau start”

“Shining Star! like a little diamond, makes me love

Naegen kkoomgyeolgateun dalkomhan misoro nal barabomyeo soksagyeojweo

Hangsang hamkke halgeora till the end of time”

Semua member saling melempar senyum. Merasa kembali ke masa – masa debut mereka. Member yang utuh, dan seperti tanpa beban.

“Oh! Day by Day hangsang nae gyeote geudaega meomoolleo jweo

Stay in my heart noonbooshin Shining my love

Neul barago ijjyo hangsang geogieseo wooseumjitgireul

Ddeut moreul ohaewa iyoo eobneun miwoome himi deureodo

Deo meon goseul bwayo ije shijakijyo woolgo shipeul ddaen naege gidaeyo

Boojokhajiman geudael jikilgeyo

Sarangeun geureohke cheoeum soonganbooteo chajawa gajang gipeun gose narawa nal ddeugeopge hae

Byeonhaji anhneun ddeollim geudaeneun

Shining Star! like a little diamond, makes me love

Naegen kkoomgyeolgateun dalkomhan misoro nal barabomyeo soksagyeojweo hangsang hamkke halgeora till the end of time

Shining Star taeyangboda balka haetsal gateun geudae nonbicheun naege hyooshigeul jweo

Jichyeoisseul ddaen nae mameul balkhyeo jweo Promise midgiro hae eonjedeun ne pyeoni dweyeojoolge

Noogooboda deo keun sarangeuro ni jageun eoggae gamssajoolge”

Sarangeun geureohke cheoeum soonganbooteo chajawa gajang gipeun gose narawa nal ddeugeopge hae

Byeonhaji anhneun ddeollim geudaeneun

Shining Star! like a little diamond, makes me love

Naegen kkoomgyeolgateun dalkomhan misoro nal barabomyeo soksagyeojweo hangsang hamkke halgeora

Shining Star! like a little diamond, makes me love

Naegen kkoomgyeolgateun dalkomhan misoro nal barabomyeo soksagyeojweo

Hangsang hamkke halgeora till the end of time”

“Saranghamnida…” teriak member Suju saat Shining Star berakhir. Bergandengan tangan dan membungkukkan badan memberikan salam perpisahan.

“Terimakasih telah datang malam ini”

“Aku mencintai kalian. Tetaplah jadi ELF kami”

“Sampai jumpa lagi di Super Show selanjutnya”

“I Love You”

“All you need is 13elieve our Prom15e. So, keep being our Friends. Because Super Junior is nothing without ELF. I’ll miss you. Good bye. Have a nice dream. Saranghae”

Lampu – lampu meredup. Meninggalkan bayang para member Super Junior yang saling merangkul dan berjalan meninggalkan panggung Super Show. Meski lelah dan kantuk menyerang, mereka tak ingin menghabiskan hari ini dengan cepat. Hari yang membuat mereka puas dengan kinerja yang telah mereka lakukan selama ini. Begitu juga ELF. Satu per satu mulai meinggalkan panggung dengan senyum yang tak pudar. Penantian, kesetiaan, kerja keras yang mereka lakukan membuahkan hasil.

Para staf mulai membereskan peralatan saat kursi penonton lengang.

Super Show 7 encore telah usai.

Namun cerita yang Super Junior dan ELF miliki, tidak akan usai di sini.

Masih akan ada yang terukir.

Masih ada yang harus mereka kerjakan.

Sampai jumpa di Super Show selanjutnya!

Urineun Syupeo Junior – oeo!!

END.

 

5 thoughts on “[Oneshot] Prom15e to 13elieve”

  1. *nangis tersedu-sedu*
    Ga bisa dipungkiri, pertama kali kenal kpop dari Super Junior. Walaupun aku bukan seorang ELF tapi aku memang selalu suka dengan lagu” dan tingkah aneh mereka. Setiap kisah haru & lucu mereka. Dan begitu tau ada yg keluar, rasanya sedih. Walaupun aku bukan ELF tapi aku memang merasa sedih mendengarnya.
    Huwaa hwaiting ELF & Super Junior!

    *ngawur karena baper*

    Suka

    1. sama, pertama kenal kpop juga karena super junior.
      bikinnya juga sambil nangis, baper habis ditinggal kibum T^T

      Gumawo udah komen ^^

      Suka

  2. Berawal dari super junior akhirnya kenal Kpop , baca ff ini serasa pulang ke rumah kayak kata kibum n hangeng kembali ke awal ke rumah awal.
    Saranghae suju
    Saranghae elf 13ELIVE TO PROM15E 😂

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s