[Vignette] What the Meaning of Birthday

What the Meaning of Birthday

Title: What the Meaning of Birthday?

Scriptwriter: Veee (vidyantipswr)

Cast: Krystal Jung (f(x)) || Kang Minhyuk (CN Blue), Park Jiyeon (T-Ara), Jessica Jung (Girls Generation), Choi Junhee (Juniel), Park Hyunsik (ZE:A), Kim Myungsoo (Infinite), and others OC’ as cameo

Genre: family(?), friendship(?)

Duration: Vignette

Rating: G

Bagaimana cerita tentang hari ulang tahun kalian? Apakah istimewa? Menyenangkan? Dan…apakah yang akan terjadi di hari ulang tahunku ini? Apakah sama seperti yang kalian dan orang lain rasakan?

 

24 Oktober 2015

Ulang tahunku yang ke delapan belas.

Sejak tadi malam aku sudah menunggu dengan antusias, menyambut hari kelahiranku, dan menyambut umurku yang dua tahun lagi akan berkepala dua. Aku mengucapkan selamat tidur dengan senyum kebahagiaan kepada Ibuku, lalu pergi tidur dengan senyum lebar.

Tadi pagi.

Begitu membuka kedua mataku, yang pertama kulakukan meskipun nyawaku belum terkumpul benar adalah mengecek handphone. Pukul lima lebih tujuh pagi. Dengan semangat aku membuka pesan yang masuk ke handphone-ku.

Ada 7 pesan yang belum kubaca.

6 pesan dari obrolanku dengan teman-teman sekelasku yang belum sempat kubaca tadi malam. Dan satu pesan lagi dari Park Jiyeon, salah satu sahabatku di kampus. Pesan itu masuk pukul 01.24 dini hari.

“happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday happy birthday, happy birthday to you. Ya, Krystal Jung! Selamat ulang tahun! Astaga, umurmu memang satu tahun lebih muda dariku, tap harus kuakui bahwa kau lebih dewasa dariku. Sukses selalu ya! Kudoakan dari kampung halaman! ^^~”

Sambil tersenyum, kubalas pesannya.

“ya Park Jiyeon! Terima kasih banyak atas doamu kekekeke. Kau tahu, kau berhasil membuatku terharu. Kau adalah orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun padaku! Hati-hati saat kembali kesini nanti. Jangan lupa pesananku, dan oleh-oleh tentunya. Awas jika kau kembali tanpa buah tangan, kutendang pulang kau ke Jeju!”

 

Ini masih dini hari. Pasti orang-orang belum bangun untuk mengucapkannya padaku.

Aku keluar dari kamar, pergi ke dapur dan minum air. Ibuku sedang mencuci piring, dan hanya menyapaku seperti biasa.

Hei apa apaan ini. Masa Ibu tidak tahu tanggal berapa ini?!

Tapi aku berlalu tanpa terlalu banyak ambil pusing. Sudahlah.

Rupanya sampai pukul delapan pagi pun Ibuku masih belum mengucapkan apapun padaku, dan sungguh, itu membuatku jengkel. Sampai akhirnya ia hendak pergi kerjalah akhirnya ia ingat.

“Hei Krystal Jung! Hari ini hari ulang tahun-mu kan? Selamat ulang tahun ya! Maaf, Ibu lupa hehehe”

Dalam hati aku menggerutu. Ingat juga rupanya.

“Ish Ibu menyebalkan sekali baru ingat” aku memasang wajah kesal, sebisa mungkin terlihat imut agar Ibuku hanya menganggap aku pura-pura kesal. Padahal sesungguhnya, aku dongkol sekali.

“Iya maaf ya, Ibu baru ingat. Baiklah, Ibu pergi dulu ya. Hati-hati dirumah. Daah!”

Dan hanya itu yang ia ucapkan.

                                                            ——–

Sambil menonton film, aku menunggu nunggu siapa lagi yang akan mengucapkan selamat padaku. Menonton film pun aku tak fokus, karena lama kelamaan rasa dongkol di hatiku semakin bertumpuk. Ini sudah pukul sepuluh pagi, dan baru dua orang saja yang mengucapkan selamat padaku. Apa apaan sih ini? Sebegitu dilupakankah aku?

TRIIING!!!

Buru-buru kulihat handphone, yang sengaja ku aktifkan seluruh notifikasinya agar aku bisa tahu dengan cepat pesan atau hal lain yang masuk lewat media sosialku.

Notification : Jessica Jung tagged you in a photo

 

Huh, ingat juga dia rupanya, sambil tersenyum sinis kubuka sosial mediaku.

Aku membuka handphone sejak tadi pagi, dan aku baru ingat setelah aku memperhatikan tanggal di handphone-ku tadi. Ha! Aku hampir saja lupa ulang tahunmu Krystal-ah. Selamat ulang tahun my dearest sista! Tidak terasa sudah 18 tahun berlalu sejak terlahirnya dirimu ke dunia ini. Aku masih ingat sekali, betapa senangnya aku saat kau lahir waktu itu, dan betapa manisnya kau saat mulai bisa memanggilku ‘oniii’, meskipun sekarang hilang entah kemana panggilan sopan itu–_– pokoknya selamat ulang tahun, Krystal Jung!

Sudah kuduga, batinku. Mana mungkin dia mengucapkan selamat dengan manis. Ya meskipun aku tidak kecewa, karena saat ia berulang tahun dulu pun aku mengucapkan dengan cara yang sama, tetapi aku tidak hampir lupa seperti dirinya dan mengucapkan sejak pagi-pagi sekali.

Kubalas ucapannya.

Ya, Sica-ya! Jangan harap aku akan memanggilmu eonni, kau tahu. Cepatlah pulang! Dan jangan lupa bawa kado untukku ya.

Baik, ucapan Sica cukup menaikkan sedikit mood-ku.

                                                                        ———

Hari semakin siang, dan yang mengucapkan selamat ulang tahun padaku tidak  meningkat banyak. Hanya ditambah ucapan dari Jung Eunji teman sebangkuku saat SMP dulu, Luna teman sekolah dasarku, dan teman-teman dekatku di kampus selain Jiyeon. Lee Hyojung, Eun Bomi, Choi Junhee, dan Kim Seohyun. Semua mengucapkannya di group chatting kami, kecuali Jiyeon.

Aku semakin kesal. Ku ingat-ingat, rasanya aku punya banyak teman. Yoo Miyeon, temanku sejak kecil. Belum lagi sahabat SMA-ku. Chae Mira, Shim Eunkyung, dan Hae Geumjung. Huh, aku tahu pasti mereka menyiapkan sesuatu untukku, sebagaimana bila salah satu diantara kami berulang tahun. Kalau teman-teman kuliahku tak apa tak mengucapkan, kami baru kenal selama satu semester dan belum banyak tahu tanggal ulang tahun satu sama lain. Dan teman-teman sekelasku saat SMA? Padahal dua hari yang lalu kami bertemu. Tapi mungkin mereka memang tak ingat. Tak apalah.

Ada yang lebih menyebalkan! Tak satupun dari sahabat-sahabat dekatku, yang terdiri dari 10 orang keparat itu mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku. Tak satupun! Dasar sialan mereka. Park Hyunsik, Lee Jaehyuk, Ji Kangjun, Kim Jooshin, Ahn Sora, Choi Jinri, Cha Dahee, Lee Eunran, Song Jihyun, Dong Taebin, lihat saja. Kalian semua akan mati!

Dan hal terakhir, yang paling menyebalkan sekaligus membuatku paling kecewa karena ialah yang paling kutunggu. Si sial Kang Minhyuk. Ya! Menyebalkan sekali dia! Padahal, saat ulang tahunnya lima bulan lalu, aku berkeliling pusat perbelanjaan untuk mencarikannya hadiah. Aku bukan tipe orang yang memberikan kado yang umum diberikan, seperti jam tangan atau jaket. Aku ingin memberikan sesuatu yang sudah pasti berguna dan sedang dIbutuhkan oleh orang tersebut. Maka dari itu, aku berputar-putar lama sekali mencarikan hadiah untuknya yang baru saja masuk kuliah. Bagi mahasiswa baru, flashdisk dan buku catatan sangatlah penting, jadi kucarikan itu untuknya, yang sudah pasti tak mau repot beli sendiri. Setelah dapat, aku titipkan hadiah tersebut pada Kim Myungsoo, sahabat dekatnya, karena aku sulit bertemu dengannya. Setelah menerima hadiahku, dia mengirimiku pesan berisi ucapan terima kasih yang panjang, beserta kalimat penutup ‘aku kangen kamu’ yang sukses membuat pipiku merona.

Dan kali ini apa? Jangankan mengirimiku hadiah. Mengirim pesan singkat ucapan selamat saja tak ia lakukan. Sebenarnya ia menanggap aku ini apa sih?!

Aaaaakh! Aku kesal sekali!

Tapi dipikir-pikir….

Saat Miyeon ulang tahun dua bulan lalu, aku mengucapkannya sebulan setelah ia ulang tahun. Rencananya, aku memang ingin memberikan hadiah atau semacam surprise kecil padanya, tetapi karena ia yang tinggalnya tidak tetap, aku tidak tahu apakah ia sedang di Seoul ataukah di tempat kost-nya di Songdo, jadi aku tak jadi mengirimnya hadiah. Dengan menyesal, kuucapan selamat ulang tahun padanya dengan terlambat. Dan jelas, ia marah, meskipun akhirnya bisa menoleransi kesalahanku.

Lalu saat Eunkyung ulang tahun pun, aku tidak mengucapkan selamat ulang tahun padanya, sampai akhirnya aku, Geumjung dan Eunkyung bertemu beberapa minggu lalu dan memberikannya late surprise berupa kue dan kado. Saat itu Mira tak bisa ikut karena jadwal kerja paruh waktunya. Dan… jika diingat ingat lagi, saat Mira ulang tahun pun aku sama sekali tidak mengucapkan selamat padanya. Aku hanya titip salam lewat Eunkyung dan Geumjung yang saat itu dapat menyempatkan waktunya untuk datang ke rumah Mira, karena saat itu jadwal kuliahku sangat padat. Dan… saat Geumjung ulang tahun pun, aku, Mira, dan Eunkyung hanya mengirim kado lewat paket pos dengan surat berisi ucapan selamat dari kami bertiga.

Lalu…

Saat Hyunsik ulang tahun pun, aku tidak mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Tapi memang, pada saat itu aku dan kesembilan temanku yang lain merencanakan surprise untuknya, dan akulah yang menggagaskan hal tersebut. Lalu saat Kangjun dan Jooshin yang memang dekat jarak ulang tahunnya, aku dan Hyunsik menggagaskan kembali surprise untuk mereka. Jadi aku menyiapkannya untuk mereka tanpa mengucapkan selamat.

Dan, si Kang Minhyuk sialan itu pun baru menerima hadiahku hampir dua minggu setelah tanggal ulang tahunnya.

Mungkin jika dipikir-pikir, aku keterlaluan juga pada teman-teman dekatku. Jadi mungkin mereka membalasku dengan cara yang sama. Yah, hukum karma kan pasti berlaku. Dengan dongkol dan kecewa, kuakui hal itu.

Tapi… hei! Jinri kan ulang tahun seminggu yang lalu, tepat sebelum ulang tahunku! Dan mereka semua mengucapkan selamat ulang tahun padanya, meskipun hanya di chat group, dan aku pun ikut mengucapkan padanya!

Dan, ya! Kenapa Minhyuk baru menerima hadiah dariku kan semua salah si Myungsoo jelek itu! Dia yang baru memberikannya setelah dua minggu lamanya, dengan alasan dia sibuk hingga tidak bisa menemui Minhyuk. Padahal aku sudah menitipkan hadiahku sehari sebelum Minhyuk ulang tahun!

Ish, keterlaluan sekali mereka. Aku sebal!

Dan sekarang sudah pukul enam sore. Dan yang mengucapkan selamat ulang tahun padaku tidak bertambah.

Ayolah, kesal tidak sih? Memangnya sebegitu terlupakankah aku?

Sebenarnya dalam hatiku, aku ingin sekali mendapatkan surprise seperti banyak orang lain jika kulihat di sosial media. Setiap berulang tahun, selalu ada yang datang kerumahnya, menghias kamarnya dengan balon-balon, datang beramai-ramai membawa kue. Lalu mereka berfoto, mempostingnya ke sosial media, dengan caption mengisahkan betapa bahagianya mereka saat berulang tahun. Dan mereka pun menerima banjir ucapan dari orang lain di sosial medianya karena foto yang ia posting.

Sementara aku?

Mau kuceritakan apa saja yang terjadi padaku saat ulang tahunku tahun-tahun sebelumnya?

Tahun lalu, ulang tahunku ke tujuh belas.

Saat semua orang bahagia dengan sweet seventeen mereka, apa yang kudapatkan? Charger handphone-ku hilang oleh si brengsek Han Jaejin. Dan aku pulang dengan keadaan benar-benar kesal saat itu. Meskipun aku sedikit terhIbur dengan voice note dari teman-teman organisasiku yang bernyanyi Happy Birthday untukku dengan suara yang kacau balau karena bernyanyi bersama-sama tetapi nadanya tidak sama.

Dua tahun lalu, ulang tahunku ke enam belas.

Saat itu aku dan teman-temanku sangat sibuk, karena tiga hari setelah ulang tahunku, kami mengadakan pentas seni akbar yang betul-betul menguras tenaga. Jangankan orang lain, akupun lupa bahwa hari itu aku berulang tahun karena kami benar-benar sibuk dan lelah.

Tiga tahun lalu, ulang tahunku ke lima belas.

Aku dikerjai habis-habisan. Aku disiram air dan mukaku diacak-acak dengan krim kue murah oleh teman-teman sekelasku didalam kelas. Dan setelahnya, aku disuruh membersihkan kelas dari sisa-sisa kejahilan mereka. Akupun mengepel kelas yang basah bagaikan banjir sendirian dalam keadaan basah kuyup. Dan saat turun ke bawah, tiba-tiba aku dimarahi habis-habisan oleh kakak kelasku di organisasi, dibawa ke lapangan, dijemur sambil dimarahi disana, dan tiba-tiba saja aku disiram air lagi. Kali ini bonus tepung terigu. Aku pun sadar jika saat itu aku dijahili, dan kami semua berlarian di lapangan sambil saling menyiram air dan melempar tepung, yang diakhiri dengan dimarahi oleh guru karena kami membuat keributan dan mengotori lapangan.

Dan tahun-tahun sebelumnya, aku lupa.

Mungkin, ulang tahunku ke lima belas itu yang paling berkesan. Karena rasanya tahun-tahun sebelum dan sesudahnya, aku selalu menghadapi tanggal 24 Oktober dengan menyedihkan dan menjengkelkan.

Dan sejak tadi, kedongkolan di hatiku semakin bertumpuk. Handphone-ku sudah dalam mode diam lagi, karena kurasa percuma. Tidak ada lagi yang mau repot-repot mengucapkan selamat ulang tahun untukku.

Dan sejak tadi, aku berusaha menganggap bahwa hari ini bukanlah hari yang spesial. Ini hanya hari libur kuliahku, sama seperti kemarin-kemarin

Dan sejak tadi aku hanya duduk manis di hadapan laptopku. Menonton film, caraku menghabiskan waktu libur kuliahku, sama seperti kemarin-kemarin.

Dan aku berharap hari ini cepat berlalu. Aku lelah memupuk dongkol di dalam hati karena tidak ada yang menganggap hari ini adalah hari yang spesial bagiku, dan tidak ada yang mau repot-repot membuat hari ini menjadi spesial bagiku. Jangankan menjadi hari yang spesial. Hari ini bahkan Ibuku tidak masak nasi sama sekali untukku makan. Dimana biasanya Ibu orang lain memasak banyak makanan enak di hari ulang tahun anak-anaknya, sementara aku? Nasi saja tidak punya. Sial benar aku di hari ulang tahun begini harus menahan lapar. Iiiiish sebal!!!

Sebenarnya aku heran. Apakah cuma aku yang seperti ini? Kesal setengah mati di hari ulang tahun. Apakah ada yang lebih sial dari aku? Apakah orang lain juga ada yang merasa bahwa hari ulang tahunnya biasa saja, tidak dibuat spesial oleh orang lain?

Rasanya tidak mungkin. Mungkin hanya aku saja yang begini. Semua orang pasti kebalikan denganku. Semua orang pasti merasa bahagia di hari ulang tahunnya. Aku iri pada mereka-mereka di luar sana yang merasa one and only di hari ulang tahun mereka. Diberi kejutan oleh keluarga, teman-teman, atau pun kekasih mereka.

Sial sekali sih aku.

Aku mengambil selimutku dengan kasar dan menutup mataku rapat-rapat. Sekarang sudah pukul sepuluh malam, dan aku tidak tertarik lagi untuk melihat handphone-ku. Masa bodoh deh, jika ada lagi yang mengucapkan selamat padaku. Aku sudah tidak peduli karena mood-ku sudah hancur berantakan. Aku mau tidur saja!

Dan mulai hari ini, kuputuskan dengan bulat dalam hati, bahwa pada tanggal 24 Oktober bukanlah hari apa-apa untukku. Tanggal itu hanyalah tanggal biasa, tidak ada yang spesial. Tidak ada hari spesial untukku. Bahkan sepertinya, aku akan membenci tanggal 24 Oktober selamanya. Terserah lah!

Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan ulang tahun?!

Notes from scripwriter : baiklah, hai. Pertama-tama penulis mau meminta maaf atas umur cast yang tidak sesuai dengan kenyataan. Mian! Dan yang kedua, ini adalah pengalaman pribadi penulis yang di dramatisir.

Hmmm… oke, sekian. Semoga kalian menikmati ceritanya!

Jangan lupa comment. Ditunggu kritik dan sarannya, yeorobun!

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s