Sister? (Chapter 1)

Sister

Sister?

Sepertinya otakku masih terlalu muda untuk menerima seorang adik. Adik? –Kim Hanbin

Title: Sister?

Scriptwriter: Nurulqurrota22

Main Cast: Kim Hanbin (B.I iKON), Natasha Kim (OC)

Other Cast : All member of iKON and the family/?

Genre: Family, School Life, Romance, Love-Hate (maybe)

Duration: Chaptered

Rating: M

Kau tahu cinta kan?

Kau yakin cinta itu buta, kan?

-Natasha Kim PoV-

Mimpi apa aku semalam? Aku ada di Korea sekarang! Negeri yang paling kurindukan sekaligus negeri yang kubenci. Negeri kelahiran dengan jutaan memori di dalamnya. Negeri yang melahap habis keluarga intiku dan mempertemukanku dengan pria dingin nan menyebalkan. Sudah berapa lama aku diam di Amsterdam? Tujuh? Delapan? Ah tidak.. Sepertinya aku tinggal 10 tahun di negeri Adolf Hitler itu. Sangat berbeda jauh dengan masa tinggalku di Korea yang hanya berlangsung dari lahir sampai usia lima tahun. Miris, bukan?

Aku terpaksa besar di Amsterdam karena kedua orang tua yang sudah berbaik hati membiayaiku sampai detik ini. Mereka membayar semua biaya pengobatanku ketika aku di larikan ke Seoul Hospital 11 tahun lalu akibat kecelakaan jet pribadi yang membantai semua anggota keluargaku. Kakak kembarku, Ayah dan Ibu kandungku meninggal akibat kecelakaan itu. Hanya aku yang tersisa. Ralat. Ingatanku hilang akibat kecelakaan tersebut. Yang jelas, aku hanya mengingat beberapa keping masa kecilku. Miris? Tentu saja.

Kecelakaan itu terjadi ketika aku masih sangat kecil dan kedua orang tua yang ada di hadapanku ini membantuku melewati masa sulit. Tak hanya biaya rumah sakit, mereka juga mengadopsiku. Hanya saja putra mereka tidak menerimaku. Salah.. sepertinya pria tinggi yang tak memandangku sedikitpun itu memang tak menginginkanku hadir di hidupnya. Dia arogan, dingin, kental dengan cuek juga sangat acuh. Aku membencinya. Sangat membencinya. Aku sangat bersyukur ketika lelaki itu meminta Appa dan Eomma nya untuk menjauhkanku dari kehidupannya. Tapi apa yang terjadi sekarang? Sebuah dinding keras bernama kenyataan mengetahuiku  bahwa setiap orang pasti akan kembali.

“ Apa kau tidak capek,hmm? Sebaiknya kau istirahat dulu..”

“Ah.. tidak Ibu. Aku sama sekali tidak capek. . Emm.. Apa aku bisa mengurus surat-surat kepindahan sekolahku? Aku ingin sekolah lagi secepatnya. Jika bisa, aku ingin mulai sekolah besok..” cerocosku panjang lebar. Aku benar-benar ingin sekolah secepat mungkin. Aku tak mungkin harus berdiam manis di rumah menunggu Ayah, Ibu, adik kecil yang cantik juga kakak tiri menyebalkan itu pulang dari aktifitas hariannya. Aku paling tidak suka menunggu. Tetapi sepertinya keinginanku tak akan terlaksana secepat itu. Kenapa? Mereka tertawa.. Ya, Appa dan Eomma hanya menertawaiku.

“Sekolah? Hey Nona Kim! Kau tahu Han’s High School?” Ayah menanggapi kalimatku dengan nada mengejek. Menyebalkan!

“Sekolah itu milik-“

“Kim Hanbin. Pewaris tunggal Kim Corporation. Yayasan pendidikan Han’s adalah kado ulang tahunku yang ke-4 dari Kakek ku tercinta, Kim Gyudong yang meninggal ketika usiaku baru tujuh tahun. Dan satu hal penting.. Han’s disana berarti milik Hanbin.. bukan milik orang lain..”

Aku terperangah mendengar penjelasan dari pria jangkung yang seharusnya aku panggil ‘Oppa’ itu. Ia melafalkan kalimat panjang itu tanpa melirik kearah Ayah sedikitpun. Sifat dingin dan angkuhnya masih kental, bahkan lebih kental. Jika saja aku tak berhutang pada keluarganya, aku ingin menendangnya detik ini juga. Ia benar-benar melupakan etika!

“Dan kau.. Gadis kampungan yang baru kembali dari tempat pengasingan, ku harap kau tak macam-macam denganku. Dan satu hal, aku memang punya satu adik perempuan.. tapi namanya Kim Hanbyul..”

Ia meninggalkan kami dengan cara yang amat sangat tak sopan. Aku masih diam tak bersuara, tak berkutik mendengar penjelasannya. Gadis kampungan? Hey Tuan muda! Meskipun aku di biayai oleh orang tua mu, aku tidak tinggal di perkampungan kumuh! Aku tinggal di apartemen ternama di Amsterdam!

“Ibu, aku-“

“Jangan di pikirkan Baby.. tidurlah, ini sudah malam. Bukannya besok kau ingin mulai sekolah?”

-Morning-

First day, must be a good day.

Aku kembali menyisir rambut blonde kesaanganku juga merapikan seragam Han’s High School yang tentunya sudah aku manipulasi sebelumnya. Pukul 5 tadi aku bangun lebih awal karena Hanbyul menangis. Tangisan nya cukup keras dan hampir membuat telingaku pecah. Alasannya singkat, bocah kecil itu menangis karena Hanbin ‘Oppa’ menyelinap ke kamarku, membuka lemari dan menggantung seragam sekolah disana. Berhubung dengan minimnya penerangan, Hanbyul menyangka pria sombong itu sebagai pencuri dan kau tahu? Aku tak bisa tidur lagi karena si bocah kecil itu terus menangis. Sialnya, Hanbin dengan datarnya menyalakan lampu lalu menggendongnya. Menyisakan aku yang masih belum tersadar sepenuhnya. Yang pasti, Tubuh Hanbin bau alkohol dan tangan keparatnya menyentuh dadaku. Gila!

“NATHA EONNI…”

Aku meniup poniku asal. Hanbyul sudah berteriak lebih dari 3 kali. Intinya, ia ingin aku cepat turun, menghadapnya lalu sarapan bersama. Baiklah.. aku sudah cukup baik pagi ini, semuanya akan berlangsung indah! Tapi tunggu…

KENAPA ROKNYA MENUTUPI LUTUTKU??????

Ini tak bisa dibiarkan!

Aku menarik bagian pinggang rok ini lalu melipatnya dan WOW! Rok indah dengan panjang sekitar 3cm diatas lututku telah terpampang rapi. Aku kembali mengancingkan blazer dan merapikan seragamku –lagi-. Aku menatap pantulan wajah cantikku, menampilkan senyum manis dan bergerak meninggalkan kamar ini. Lets get breakfast!

—Han’s High School

“Gyahaha! Mianhae, molla. Aku tidak membaca urutan paling terakhir. Kukira Chanwoo tidak bisa mabuk!”

Lelaki dengan bibir ber-lipgloss tebal itu terkekeh paling keras. Dia memegangi perutnya akibat tawa yang ia keluarkan sejak tadi.

“Sembarangan kau, hyung

Chanwoo merengek. Walaupun mukanya setampan itu, ia sangat manja dan polos. Otaknya cemerlang. Harusnya ia berada di kelas satu, tapi ku ulang.. otaknya cemerlang ditambah dengan kekayaan orang tuanya. Wajar saja ia dengan mudahnya loncat kelas juga menempati kelas unggulan.

“Pokoknya iKON tetaplah iKON! Aku tak ingin ada perpecahan..”

Jinhwan menengahi kekacauan yang dibuat Yunhyeong. Semuanya mendadak berhenti tertawa dan mengangguk pasti. Detik berikutnya semuanya hening hingga..

“YA!”

Kim Hanbin, si ketua gank iKON itu tiba-tiba berteriak. Sejak tadi Hanbin memang melamun, tak ikut menertawakan Chanwoo yang di-bully habs-habisan. Namun, mereka tak tahu apa yang sedang Hanbin pikirkan.

“KIM HANBIN!, Kau bisa hangat sedikit eoh?”

Kim Jiwon atau yang lebih di kenal Bobby Kim itu membentak Hanbin. Mungkin terdengar sedikit aneh karena tak ada yang berani membentak Hanbin, tapi entahlah.. Hanbin tunduk begitu saja.

“Haish..”

Hanbin mengacak rambutnya asal. Diantara semua member iKON memang Bobby yang paling dekat dengannya. Hanya Bobby yang bisa mengendalikannya. Entah mantra apa yang Bobby baca hingga membuat Hanbin seperti itu.

“Ya B.I! Kusarankan kau sering berbagi dengan kami..”

Jinhwan yang terkenal sebagai ‘penasihat’ itu hanya bisa memandang Hanbin. Hanbin hanya menunjukan ekspresinya yang datar dan dingin.

Wae hyung?” Katanya malas.

“Kau pelupa? Bukannya adik tirimu sudah kembali dari Amsterdam?”

“Dan jika kau..”

Jinhwan lalu menyipitkan matanya. Membuat matanya yang kecil itu menjadi lebih kecil bahkan menjadi segaris. Hanbin hanya menaikkan salah satu alisnya.

Mwoya? Aku tak perlu berbagi tentang Natha karena aku yakin kalian akan mudah mengenalnya. Terlebih ia akan sekoah disini juga..”

“Benarkah?”

Hanbin mengangguk, memberikan tatapan seriusnya pada Bobby yang masih membulatkan bibirnya lalu berlanjut ke anggota lainnya.

“Aku melamun bukan karena ada masalah. Namun aku punya permainan untuk delapan orang. Tujuh untuk kita dan satu untuk Natha.. Kalian butuh refreshing, bukan?”

Semua anggota iKON mengangguk setuju meskipun beberapa diantara mereka masih belum mengerti. “Get Ready? Showtime!”

—Han’s High School

Author POV

Suasana kelas itu sangat ramai. Banyak siswa disana saling sapa, memperlihatkan senyum mereka. Memperlihatkan kebahagian mereka. Terlebih para siswi. Siswi Hans mana yang tidak bahagia jika sekelas dengan member iKON? Meskipun Chanwoo tidak dikelas ini, setidaknya mereka tetap bahagia.

So, yang mana adikmu itu?”

Junhoe melepas jaket kulit hitam miliknya. Ia menaikkan alisnya pada wajah Jinhwan yang sedari tadi memang sangat serius. Matanya yang semakin menyipit terus menangkap bayangan yang ada di pintu masuk kelas.

“Hmm.. aku juga sedang mencarinya. Namun, tak ada tanda-tandanya”

Setiap pasang mata anggota iKON terus-menerus menatap pintu masuk kelas (kecuali Hanbin yang mendengus kesal). Menunggu ada yang menggeser pintu itu.

“HAHAHAHAHAHA…”

Semuanya berbalik. Tak hanya member iKON, semua orang yang ada di kelas 11A itu berbalik memandang Hanbin yang tertawa keras memegangi perutnya. Merasa ada yang salah, Junhoe melepas nafas berat dan menurunkan bahunya.

“Ini tak lucu, Tuan Muda Kim Hanbin..”

Kim Hanbin, si pusat perhatian itu masih saja tertawa terpingkal-pingkal memegangi perutnya. Ia tak menyangka bahwa adik tiri yang ia jadikan objek permainan itu malah mengundang mata jelalatan member iKON untuk keluar.

“Hahahaha.. baiklah aku berhenti..” Hanbin membekap mulutnya, berusaha menetralkan suara dan menahan tawa. “Kita ke 11E sekarang..”

“Kelasku?” Chanwoo dengan polosnya menunjuk dirinya sendiri. Matanya membulat seolah bertanya “Apa yang akan kita lakukan disana?”

“Ya ya ya.. Kalian tahu kan aku tidak suka basa-basi juga menunggu.. So, kita ke 11E sekarang..”

Atmosfer hening menyelimuti kelas 11A. Semua mata memandang ke-tujuh pria tampan nan pintar itu. Beberapa siswi sibuk memainkan ponsel, beberapa diantara mereka mengirim pesan kepada rekan di 11E, memberi tahu bahwa tujuh pria hebat itu akan menuju kesana.

Koridor kelas 11 ramai, terlebih ketika iKON berjalan maskulin melewati koridor itu. Seolah red carpet, beberapa siswi menangkap belasan foto ketika mereka berjalan atau bahkan tersenyum menjawab sapaan.

“Jung Chanwoo..”

Semua anggota iKON berhenti. Mereka membungkuk memberi hormat pada Mrs. Lee, Kesiswaan Han’s High School.

“Chanwoo-ya, bisakah kau membubuhkan tanda tangan di beberapa surat pernyataan?”

Chanwoo mengernyit, “Surat?”

“Ah mian.. maksudku pernyataan loncat kelas juga verifikasi nilai..”

“Tentu saja.. aku harus kemana sekarang?”

“Kau bisa mengikutiku. Em.. Tuan muda Kim-..”

“Nilai Natasha bagus kan? Apa ia juga bisa loncat kelas?” Hanbin memotong pembicaraan seenaknya. Perlu kalian ingat, tak ada yang berani melawannya.

“Ah.. Nona muda tak kalah jenius dengan Chanwoo. Nilainya tinggi dan aku akan menempatkannya di kelas-“

“11E. Biarkan Natha di kelas itu. Setidaknya Chanwoo tidak sendirian di 11E..”

“Ah baik Tuan Muda..”

Mrs Lee membungkuk. Membungkuk? Tentu saja! Hanbin adalah pemilik sekolah ini. Ia sangat disegani dan juga wewenangnya sangat besar.

Mereka kembali menyusuri koridor kelas 11 hingga pada akhirnya Donghyuk membuka pintu kelas 11E, membiarkan Hanbin masuk duluan diikuti oleh dirinya juga empat temannya. Keadaan kelas masih sepi, hanya beberapa siswi kutu-buku sedang membaca disana. Hanbin memicingkan matanya, mencari objek manis yang sedang ia cari untuk permainannya. Tapi si objek belum hadir. Natasha belum ada disana.

ZRRR

Pintu itu bergeser. Ekspresi Yunhyeong yang konyol berubah begitu saja. Mata Jinhwan semakin memicing.

Bobby lalu dengan berani menjaga pintu yang hampir terbuka sepenuhnya itu. Ia menunggu di ambang pintu, menunggu siapa yang masuk.

Sekali lagi pintu itu bergeser, lebih jauh. Memperlihatkan pelaku yang menggesernya.

Seorang gadis manis dengan rambut blonde yang tergerai memasang ekspresi kaget. Tentu saja kaget melihat Bobby yang menghalangi pintu. Matanya membulat sempurna. Mengapa banyak orang yang melihatnya?

 

2 thoughts on “Sister? (Chapter 1)”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s