Something Amazing About You [1]

something amazing about you

Title: Something Amazing About You

Scriptwriter: Fay du Ciel

Main Cast  :

  • Song Joohee / Alice “Hello Venus”
  • Lee Donghae “Super Junior”

Support Cast:

  • Lime “Hello Venus”
  • Nara “Hello Venus”

#1: Song Joohee

#2 : Lee Donghae

written by Fay du Ciel

Halo, saya newbie di sini *dadah dadah alay*. Fay di sini akan mempersembahkan sebuah short story yang (semoga) bisa membuat readers ketagihan membacanya.

And, here it is… *deep breath*

AU // Drama // Romance // Love-Hate  .  G

Something Amazing About You

“Kau tahu? terkadang aku berfikir ada baiknya kita tak pernah bertemu. Jadi aku tak perlu menangisimu terlalu sering, tak perlu ada patah hati karenamu, tak ada janji-janji yang kau lupakan, tak perlu bersembunyi hanya untuk curi-curi kesempatan mengobrol berdua, dan kita tak perlu berpura-pura tak saling kenal di depan umum. Tapi kemudian, aku berfikir lagi. Mungkin memang sudah seharusnya kita bertemu, dan jujur―aku senang karenanya. Karena sebenarnya, kau adalah orang pertama yang selalu bertanya apakah segalanya baik-baik saja, kau peduli saat orang lain mengabaikanku, kau mendengarkan tiap celoteh bodohku, kau tertawa saat mendengar leluconku, dan kau―adalah pria yang sudah rela melakukan banyak hal―hanya untukku.”

“Pagi yang indah, Joohee?” sebuah suara yang ramah menyapa Song Joohee dari balik punggungnya.

Suara ini lagi
, batin Joohee sambil menghela napas.

Gadis itu menoleh, dan mendapati gurunya sedang tersenyum dan seperti biasa, membawa banyak buku mengenai sejarah. Mr. Lee.

“Sepertinya begitu, Mr. Lee.” Jawab Joohee singkat dengan senyum yang dipaksakan.

Pria di belakangnya itu kemudian menatap langit yang sedang cerah tanpa awan, “Hmm, kurasa ini adalah saat yang tepat untuk kelas outdoor kita pagi ini, bagaimana?” tanyanya sambil mengalihkan pandangan pada Joohee.

Joohee menghela napas lagi. Kali ini lebih keras. Tidak─ia tidak benci pelajaran sejarah. Sejarah bahkan adalah pelajaran favoritnya selama sekolah. Ia hanya benci pada pria di belakangnya ini.
“Terserah anda saja, Mister.” Jawabnya tanpa mengalihkan pandangan dari buku tulisnya.

Pria itu langsung tergelak pelan mendengar sebutan Joohee untuknya, “Mister? Tidakkah itu terlalu formal? Biasanya kau bahkan memanggil nama kecilku.” Ujarnya sambil mendekatkan wajahnya ke telinga Joohee, “Bukankah begitu, Song Joohee?” bisiknya kemudian.

Tiba-tiba saja, Joohee langsung berdiri dari kursi taman tempatnya duduk dan menatap gurunya yang sekarang berdiri di hadapannya, “Kumohon, jangan bahas itu di sini. Kita sudah pernah membicarakannya, dan anda juga sudah berjanji untuk tidak mengatakan apapun pada saya saat kita berada di sekolah,” ujar gadis itu dengan suara bergetar, “dan saya tak pernah memanggil anda dengan nama kecil anda. Kalaupun pernah─itu sudah lama sekali.”

Kemudian, gadis itu mengemasi bukunya, memasukkannya ke tas, dan berlalu dengan dada sesak.

Gurunya hanya terdiam mematung, tanpa pernah tahu, bahwa gadis itu─Joohee─diam-diam menangis.

***

“Na ajikdo noreul jiul su eobseo
Jakku jakku niga saenggakna
Niga nomu bogoshipo”
I still cannot erase you
I keep thinking about you
I really miss you─

Pelajaran sejarah sepanjang pagi itu sungguh membuatnya tak nyaman. Berkali kali ia tampak tak konsentrasi saat mengajar murid-muridnya. Seperti kali ini, ia salah menyebut salah satu nama bendera kebangsaan dengan lagu kebangsaannya.

Sir, kalau anda memang tidak enak badan, anda bisa minta guru lain untuk menggantikan anda,” ujar Hyelim, salah satu muridnya.

“Ya, Sir, sejak tadi anda berulang kali salah menyebut nama-nama bendera. Bisa gawat kan, kalau kami sampai salah menerima informasi?” timpal Nara, muridnya yang lain.

Pria itu tersenyum dan membungkuk pelan, “Maafkan aku. Sungguh, aku baik-baik saja. Tak akan kuulang lagi setelah ini.”

Sial, batinnya getir. Ada apa denganku? Tak biasanya aku kacau begini.

Sebenarnya, ia sedang mencari. Ia mencari gadis yang tadi pagi sengaja ia buat kesal─yang pagi ini malah tak muncul di mata pelajaran yang diajarnya. Padahal ia sudah menunggu seminggu agar bisa mengajar di kelas ini. Ralat, agar bisa bertemu dengan gadis itu, tepatnya.

Bodoh. Aku benar-benar mengacaukan segalanya, batinnya lagi.

~~~

Song Joohee sengaja tidak masuk ke kelas sejarah pagi itu. Ia sedang marah pada gurunya. Marah sekali. Ah, tidak. Sebenarnya, ia sama sekali tidak marah. Ia hanya… takut? Ya, mungkin kata takut lebih tepat untuk menggambarkan perasaannya sekarang. Ia takut. Takut menatap wajah gurunya. Takut menghadapi gurunya di hadapan teman-temannya. Dan yang paling ditakutkannya adalah─menghadapi kenyataan.

Kenyataan bahwa ia tak bisa lepas dari pengaruh pria itu. Kenyataan bahwa ia sebenarnya─juga ingin memanggil gurunya itu dengan nama kecilnya. Seperti dulu. Jauh sebelum kenyataan membuatnya terluka. Peristiwa mengerikan yang tak pernah ingin diingatnya.

Ah, sudahlah. Batinnya pahit. Aku tak akan bisa mengulang waktu agar tak bertemu dengannya.

Gadis itu baru saja akan beranjak dari salah satu kubikel di perpustakaan saat matanya tertuju pada pintu masuk perpustakaan.

Pria itu. Guru sejarahnya. Dan dia adalah orang yang paling tidak ingin ditemuinya saat ini.

Dengan mengendap-endap, Joohee berjalan mengitari rak buku dan berencana melewati pintu belakang perpustakaan. Tapi sial, di ujung lorong perpustakaan yang menuju ke pintu keluar, dia bertemu dengan Nara, teman dekatnya.

“Alice! Di sini kau rupanya. Kau kemana saja sepagian ini? Kami mencarimu, tahu. Aneh juga kau melewatkan pelajaran sejarah. Biasanya itu pelajaran favoritmu kan?” Nara mencorocos begitu keras sampai seluruh pengunjung perpustakaan menatapnya dengan pandangan kesal.

Dan Nara memanggilnya dengan nama kecilnya, yang membuat pria di depan pintu masuk langsung berbalik, mengurungkan niatnya untuk mencari gadis itu di kafetaria sekolah.

Joohee menepuk jidatnya, “Bagus. Terima kasih banyak, kawan. Kau benar-benar menolong.” Ujarnya sambil menatap Nara lemas.

~~~

“Hentikan, Mr. Lee. Anda tak bisa membuntuti saya terus menerus.” Ujar Joohee kesal. Ia sudah benar-benar kehabisan ide harus pergi kemana lagi agar tak dibuntuti oleh pria menyebalkan di belakangnya.

“Aku akan berhenti membuntutimu─Alice─ jika kau mengijinkanku berbicara denganmu, sebentar saja.”

Joohee mendengus mendengar pria itu menyebut nama kecilnya dengan nada lembut seperti biasa. Gadis itu menoleh dan menatap gurunya sebal. Pria yang ditatap hanya tersenyum dan menaikkan alis, seolah bertanya bagaimana-apakah-kau-setuju.

Joohee memutar bola matanya, “Baiklah, di taman belakang sekolah. Seusai bel pelajaran terakhir berbunyi.”

to be continued…

3 thoughts on “Something Amazing About You [1]”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s