Student Council President x Handsome Alien [2]

Student Council President x Handsome Alien

Student Council President x Handsome Alien  – Ch.2

 » Incident & School Festival«

parkhyenaKYU’s Story Line

school-life, romance, drama, teen || F(x) Krystal, Wu Yi Fan || WINNER Seungyoon; Mino; Seunghoon; Taehyun, EXO Chanyeol, F(x) Luna & Amber, A-Pink Chorong & Bomi, SISTAR Hyorin, slight!Monsta X Wonho & Kihyun, RV Wendy, SNSD Seohyun || PG-15 || Duration: chaptered

Disclaimer:

terinspirasi dari manga & anime“Kaicho wa Maid-sama”,hanya mengambil scene pendukung cerita. sisanya murni imajinasi Author.

beside story & plot,not owned anything

Ch.1

previous:

 

Betapa kagetnya Soojung, setelah membuka pintu ruang OSIS.yang didapatinya sebuah pemandangan yang membuat otaknya mendidih, apalagi keadaan ruang OSIS yang lebih-lebih membuatnya semakin naik darah.

 

“in..i..perbuatan siapa?” Seungyoon tercengang.

 

Soojung mengumpat penuh kemarahan,”BENAR-BENAR ORANG YANG BERANI MELAKUKAN INI,AKAN KUHAJAR HABIS-HABISAANNN!!LIHAT SAJA NANTI

Soojung benar-benar murka mendapati tempat kerjanya selama ini diporak-porandakan begitu saja, bagaimana tidak? Dokumen-dokumen sponsor dan proposal pengajuan dana untuk bazaar dirobek,disilet dan dihamburkan kertasnya ke segala arah. Belum dokumen-dokumen lain seperti daftar pengajuan ekstrakulikuler baru, daftar siswa dari kelas satu hingga kelas tiga,entah dokumen apalagi yang diperlakukan seperti proposal.

“Ini sudah kubuat susah payah dan seenaknya dihancurkan begitu saja? Apa tidak berpikir membuat proposal itu mudah?! Memangnya tinggal menjentikkan jari, bisa seperti semula?”Seungyoon mengumpat sejadi-jadinya, melihat proposal sponsor yang baru selesai ia print dan ditaruh rapi di meja kerjanya, kini tinggal potongan-potongan kertas yang bertebaran seperti sampah.

Yifan yang ikut masuk ke ruang OSIS,mengitari setiap sudut,ia terus mengikuti Soojung ke manapun, Soojung ke ruang ketua OSIS ia mengikutinya. Dia ini membuat Soojung risih, tapi lelaki jangkung satu itu malah tersenyum senang. Soojung berusaha fokus menyelamatkan dokumen, mengambil kertas di lantai hingga sebuah kertas berisi perencanaan kerja OSIS jatuh di atas sepatu converse hitam seseorang. Tapi kertas tersebut keburu diambil olehnya, Soojung yang membungkuk langsung berdiri,tatapan kesal terpancar dari matanya.

“Kau lagi! Sampai kapan mengikutiku?”

“Cepat serahkan kertasnya! Itu dokumen penting”Soojung berjinjit untuk mengambil kertas yang Yifan pegang.postur Yifan yang tinggi menjadi halangan Soojung.ia sengaja mengibas-ibaskan kertas, meninggikan kertas itu sampai Soojung harus meloncat.

“Bilang dulu’tuan muda Yifan yang tampan tolong berikan kertasnya’bisa kan?”senyum jahil terukir saat Yifan mengajukan syarat—yang menurut Soojung kekanakan—

Soojung tidak mau mengabulkannya,ia tidak mengindahkan permintaan Yifan.ia hanya fokus pada kertas yang dipegang Yifan,keseimbangan tubuh Soojung oleng dan ia menimpa Yifan,posisi membuat orang salah paham.tubuh Soojung menindih Yifan,hingga memperpendek jarak pandang mereka.

“Hey, kau tidak sadar posisimu, nona ketua?”

“Berikan kertas itu! Aku tidak peduli dengan permintaan bodohmu itu. Berikan sekarang, sebelum lututku ini menghancurkan aset berhargamu”Soojung menyeringai dengan mengambil ancang-ancang untuk menendang bagian vital Yifan.

Lelaki ini melakukan hal tidak terduga.

“Hey! Singkirkan tanganmu dariku!”

“Lepaskan! Cepat lepaskan!”

KYAAAAAA

.

.

Seungyoon ikut memungut kertas yang bertebaran,ia tidak sengaja mendengar lengkingan suara,suaranya berasal dari ruang ketua OSIS.Seungyoon berpikir ketua OSIS berteriak kencang,karena ada kecoa berterbangan.itu sudah biasa,namanya perempuan pasti akan berteriak histeris dengan serangga bersayap warna coklat itu.Seungyoon meremehkannya,tapi untuk yang ini apa dia akan diam juga tetap meremehkannya?

“Hey! Dasar menyebalkan, sudah kubilang kan jangan harap aku memenuhinya. Cepat berikan!”

‘Apa ada orang disini selain kami berdua?’

Seungyoon bergegas ke ruang ketua OSIS, ia ingin membuka pintu, tapi karena pegangan pintu yang karatan juga pintu yang terkunci, Seungyoon mendobrak pintu dengan membenturkan pundak kanannya. Seketika pintu terlepas, debu bertebaran dan membuat Seungyoon terbatuk-batuk. Saat debu-debu itu perlahan menghilang,sebuah suguhan apik terhampar di depan matanya. Raut wajah Seungyoon yang khawatir berubah menjadi senyuman nakal serta tawa jahil.

Seungyoon mengeluarkan smartphonenya, menekan aplikasi kamera lalu mengarahkan ke pemandangan yang ia anggap menarik. Ia tersenyum jahil serta tawa mengejek saat merekam pemandangan indah di depannya.

“Kau! Bukannya menolong malah merekam ini, ya! Kang Seungyoon!”

“Ouh, jarang sekali ada pemandangan langka seperti ini, hohoho”

.

Chanyeol dengan entengnya baru datang pada jam setengah delapan,bibirnya bersiul-siul sambil melepaskan helm ber-grafitti bertuliskan ‘Happiness Delight’dari kepalanya, kemudian ia berkaca di spion, merapikan rambut yang berantakan.

“Kalau dilihat-lihat,ternyata aku tampan juga”pujinya pada diri sendiri,lalu Chanyeol meletakkan helm di dalam jok motornya,tak lupa ia mengambil kunci stang, mengunci motornya.

“Sip! Beres sudah.”

ia berjalan santai memasuki gedung sekolah,Chanyeol memandang sekitar,ia heran kenapa hari ini lengang,biasanya ia kena dampratan Soojung karena datang terlambat.apa mungkin ketua OSIS tidak masuk?

“Sunyoung-a, kenapa? Apa terjadi sesuatu?”

ia melihat Sunyoung lari tergesa-gesa,tapi Sunyoung terus berlari tidak menjawab pertanyaan Chanyeol,Chanyeol sebal karena dia diabaikan dan ia memilih berlari juga mencari tahu apa yang terjadi.Sunyoung berlari menuju ruang OSIS,nafasnya terengah-engah ketika sampai di depan ruang OSIS.

kriett…

“Eh? Kenapa tidak terkunci?”

Chanyeol menunduk lalu melihat beberapa kertas menyelip di bawah pintu,pikiran Chanyeol membawanya pada firasat,firasat buruk.ia membuka pintu,betapa terkejutnya dia mendapati ruang OSIS yang berantakan persis seperti baru dirampok.

“Oh, tidak bisa dipercaya. Chan-a, siapa yang kurang ajar melakukan ini?!”Sunyoung menatap nanar seluruh sudut ruang OSIS.langkah demi langkah, Sunyoung dan Chanyeol menyusuri ruang OSIS.

langkah Chanyeol terhenti,ia ingat sesuatu.

‘Oh foto untuk pameran, apa ikut dirusak juga? Awas saja,kalau rusak.’

“Aku mau memastikan sesuatu, kau periksa komputer, pastikan apa si perusak membobol komputer, oke?”

Belum sempat terlaksana,suara teriakan terdengar dari ruang ketua OSIS.Mereka sempat terkaget dan juga terdengar suara tawa dari dalam sana.Chanyeol mengesampingkan urusan pribadinya,menuju ruang ketua OSIS. Sunyoung juga malah mengikuti Chanyeol.

“Kau periksa komputer sana! Kenapa mengikutiku? Biar aku saja yang periksa ke dalam.”

Sunyoung cengar-cengir,ia juga ingin tahu apa yang ada di dalam sana. Chanyeol cuma mendesah,

“Ehehe..boleh kan aku ikut? Ya? Ya?”Sunyoung memasang muka imut dengan mengedip-ngedipkan matanya.

****

Murid-murid SMA Dongdam mulai berdatangan,mereka bisa melenggang bebas masuk gerbang yang tidak dijaga termasuk murid yang menjadi langganan kena dampratan juga hukuman disiplin dari OSIS. Salah satu diantara mereka menyeletuk,

“Haha..akhirnya hari yang tenang datang juga.”Mino merentangkan tangannya lebar-lebar,merenggangkan sedikit ototnya.

Taehyun menyeringai senang,”Tentunya, aku bisa terbebas pemeriksaan tas”ia membuka sedikit tasnya lalu menunjukkan sesuatu ke Mino dan Seunghoon.

“Dari mana kau dapatkan ini? Tidak sabar ingin nonton, iya kan Mino-ya?”Seunghoon menyenggol lengan Mino.”Ah, terserah deh“jawab Mino asal.mata Mino lebih fokus pada pesan di ponselnya.

From: nae dongsaeng<3<3

Lihat ke atas,mereka lucu,aku tak bisa bayangkan wajah mereka yang kepanikan.hahaha…bisa bayangkan wajah ketua OSIS bodoh itu sedang kelimpungan.

Mino memandang lantai tiga di ruangan tengah sejajar jarum menara, terdengar suara berisik dari ruang itu. Mino tertawa kecil sambil menyeringai sinis.

.

“Chorong-a, selamat pagi! Tumben datang tepat waktu. Biasanya hampir gerbang ditutup kau baru datang”sapanya sambil menepuk pundak Chorong, Chorong membalas sindiran itu cengiran. Ternyata Bomi,teman sekelas yang menepuk pundaknya.

“Memangnya salah aku datang pagi?”jawabnya dengan mengerucutkan bibir.

“Tidak sih.hmm … apa mungkin kau takut kena ocehan Junmyeon, makanya datang pagi?atau mungkin…—”Bomi menyengir lebar, nada bicaranya seperti menggoda Chorong.

“Datang pagi sekali-kali tidak apa-apa kan? Lalu apa hubungannya dengan Junmyeon? Kau memikirkan yang lain soal aku dan Junmyeon? Dengar, hubunganku dengannya hanya sebatas wakil dan ketua kelas—

lagian sebagai wakil ketua,aku harus punya kesan baik di mata Junmyeon kan? Terus..hmm..karena dia..Kyaaa!!aku bingung”

Bomi tertawa kecil saat Chorong menjelaskan itu padanya,Bomi menangkap aura pink Chorong.auranya kentara sekali,ia tahu Chorong menyimpan perasaan khusus ke ketua kelas,Kim Junmyeon. Bomi menepuk keras pundak Chorong,senyumnya seperti menyindir.

“Sudah,ah. Nanti kau tambah salah tingkah kalau aku terus membicarakan Junmyeon, lihat wajahmu sudah merah padam begitu, hahaha”

Bomi melihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul delapan kurang duapuluh menit,ia ada janji bertemu Lee Jonghyun sebelum jam pelajaran pertama dimulai.

“Eh, aku ada janji, aku duluan ya? Sampai jumpa di kelas nanti”Bomi melambaikan tangan kanannya.

“Wajahku tidak merah, kok!”Chorong mengaca di layar ponsel. Tapi, kenyataan memang tidak bisa disangkal. Ia menyukai Junmyeon, mukanya tidak berbohong.

.

.

“Apa yang mereka lakukan, kenapa membiarkan murid-murid melenggang bebas dan melanggar peraturan?! Ke mana mereka? Beraninya mengabaikan tugas!”

Lee ssaem berkacak pinggang, wanita pertengahan usia tiga puluhan itu menunggu di depan pintu sekolah, dia memandang terus ke koridor masuk tapi tidak satupun anggota OSIS tertangkap mata. Stiletto merah hati setinggi lima sentinya tak henti mengetuk-ngetuk tanah.

.

.

Ponsel hitam Soojung tiba-tiba berdering keras di saku jas seragamnya,nomor Lee songsaem tertera disana,saat Soojung masih bergelut dengan Yifan mengambil kertas dokumen.tentu saja,panggilan ini akan semakin bahaya kalau tidak diangkat.

“Nona ketua,kau membiarkan panggilan penting demi ini? Sebaiknya kau angkat itu, Lee ssaem pasti marah karena kau mengabaikan panggilannya.” sudut bibir Yifan menaik, sebenarnya dari mana dia tahu Lee ssaem akan menelpon?

“Jangan mengalihkan, cepat berikan!”

Chanyeol masuk ke ruang OSIS,ia mengambil kertas yang digenggam Yifan lalu menaruhnya diatas meja OSIS. Pendengaran Chanyeol terganggu,ia menggorek-ngorek telinganya dengan pandangan sebal. Tidak sabar, Chanyeol mewakilkan Soojung mengangkat telepon yang dari tadi berbunyi.

“Halo, disini Chanyeol. Maaf ssaem, aku yang menjawabnya.”ia sambil memandang ke Soojung.

“APA INI WAKTUNYA SANTAI -SANTAI?! Ini waktunya inspeksi, kalian lebih memilih bolos? Jam istirahat segera menghadap!”

****

“Jung Soojung, ke depan. Gambarkan ini, lalu jelaskan menurut bahasamu!”Soojung mendapat undian untuk menjelaskan proses terjadinya angin darat dan laut di mata pelajaran Geografi. Suara Park ssaem, seperti hembusan angin yang numpang lewat, sementara pikirannya melayang entah kemana. Sebuah lemparan pulpen, mengenai dahi Soojung.

Soojung menoleh ke sana kemari, ia bingung. Karena semua murid menertawakannya, Park ssaem kembali memberi peringatan. Kali ini dengan melempar keras penghapus yang tepat mengenai kepalanya. Soojung berdiri, memegang kepalanya yang sakit.

“Jung Soojung haksaeng, dari tadi saya menyuruh ke depan. Apa tidak dengar? Tadi saya perintah apa? Coba katakan!”

“Membuat peta, iya kan ssaem?”

Semua murid langsung tertawa keras mendengar jawaban Soojung,bagaimana bisa membuat peta?Soojung perlu air supaya pikirannya fokus. Astaga, apa karena kejadian ruang OSIS yang kacau tadi pagi, bisa membuatnya kepikiran?

.

.

Sepuluh menit terakhir Park ssaem,beliau mengumumkan bahwa akan ada study tour dalam waktu dekat, study tour ke pulau Jeju, study tour ini ada hubungannya dengan pelajaran juga absensi, dimana murid yang bolos tanpa ijin atau sengaja membolos akan dapat pengurangan nilai. Sebelum keluar, Park ssaem memberikan surat minta ijin kepada murid untuk diserahkan ke orangtua dan harus ditandatangani orangtua sebagai syarat ikut study tour.

Soojung mendelik ketika menerima surat permohonan ijin itu, pada lampirannya tertera biaya study tour sebesar tiga ratus ribu won, semua itu sudah termasuk snack, makanan berat juga penginapan. Dia mendesah berat, dagunya bersandar di pinggir meja.

‘Argh..gajiku apa bisa cukup? Kenapa mendadak begini pengumumannya? Uang tabungan baru dua puluh lima ribu won,apa aku harus cari tambahan kerja lagi?ya!cari kerja lagi’

Amber mendatangi meja Soojung, ia hendak mengajaknya keluar, tapi Soojung masih melamun.Amber mengagetkannya dengan berteriak,”LEE SSAEM DATANG!! ADA INSPEKSI DADAKAN!!”

“Lee ssaem datang? Mana? Mana?”

Soojung berlari keluar, sampai di pintu kelas, langkahnya terhenti.

“Hey, Soojung-a, Lee ssaem tidak ada tahu! Hihihi…cuma mendengar namanya langsung takut”Soojung menoleh ke belakang.

Soojung mengelus dada, begitu tahu ia dikerjai Amber, sahabatnya. Ia meninju lengan Amber dan memarahinya. Amber menyengir lebar sambil garuk-garuk kepala, ia menenangkan Soojung, meminta maaf padanya.lalu ia memberitahu Soojung waktunya jam olahraga, kemudian Amber mendorong Soojung keluar kelas untuk segera berganti baju karena sebentar lagi olahraga dimulai.

Dasar! Kenapa harus disatukan seperti ini? begitu melihat kelas 2-D dan 2-E digabung. Membuat murid-murid perempuan senang, karena mereka bisa bertemu Wu Yi Fan, murid populer satu sekolah. Buat Soojung, bertemu orang macam Yi Fan, membuatnya was was setengah mati. Amber melihat kegelisahan di wajah Soojung, ia tahu Soojung sedang memikirkan sesuatu, alis Soojung mengerenyit, ia mengigit bibir bawahnya.

Murid kelas 2-D dan 2-E, hari itu mendapat pelajaran sit up berpasangan. Untuk pasangan sit up, mereka akan dipanggil namanya secara acak, ini kesempatan bagi fans Yifan.namun semua buyar saat Jung ssaem mengumumkan, mereka kecewa berat, dia sudah menentukan pasangan lain untuk mereka.

“Saya sudah menentukan siapa pasangan kalian, jadi siapapun orangnya jangan mengeluh. Yang saya butuhkan disini adalah kerjasama tim, menghitung berapa sit up yang bisa dicapai juga keakuratan hitungan. Sekarang berbaris dengan pasangan kalian, lalu berjejer disini—”

Soojung masuk dalam barisan dan berdiri menghadap Jung ssaem, tak disangka tangan seseorang melingkar di pundak kanannya, tangan itu panjang dan terlihat agak berotot. Soojung menoleh ke kiri, matanya menangkap sosok tinggi menjulang yang terlihat mencolok diantara murid lelaki lain.

“Nona ketua, kau cantik hari ini.”suara berat serta aksen cina yang kental meskipun menggunakan bahasa Korea. Apalagi terdengar jelas di telinga kirinya, membuat Soojung kegelian.

Yifan tersenyum manis pada Soojung, mengelus-elus puncak kepalanya. Perlakuan langka yang jarang dilakukan Yifan pada gadis-gadis lain. Murid perempuan baik itu kelas 2-D maupun kelas 2-E, menatap iri Soojung. Mereka sibuk kasak-kusuk, sesekali mencuri pandang padanya. Salah satunya trio kwek-kwek kelas 2-D, dari tadi mengoceh tanpa jeda.

“Jadi … bergosip lebih menarik dari pelajaran ibu? HM?!”

“Oh, begitu ya? Baiklah”Jung ssaem,memasang senyuman -lebih tepatnya seringaian seram-

“Yoon Bomi, Jung Eunji, Son Naeun!! Lari keliling tiga putaran sambil scot jam memutari lapangan, selesai pelajaran. Itu hukuman kalian, siapa suruh mengobrol saat pelajaran?!” yang disebut malah tidak terima, mereka bertiga saling menawar.

“Tidak ada nego, titik.”

“Oh, ibu hampir lupa setelah pelajaran ini, ada pertandingan basket. Siapkan wakil dari kelas 2-D dan 2-E, ibu tidak perlu mengawasi kalian, kalian tahu kapan harus selesai, mengerti? Sekarang kita mulai!”

.

.

Jam pelajaran olahraga selesai, murid-murid yang sudah melakukan sit up boleh istirahat, Sunyoung menyerahkan sekaleng jus jambu ke Soojung yang sedang tiduran santai di rerumputan,ia menjauh dari segerombolan serigala betina,ia bisa jadi santapan empuk karena ulah Yifan tadi.

“Kenapa menyendiri disini? Tidak gabung yang lain? Ada pertandingan basket, sepertinya seru”Sunyoung mengisyaratkan dagu pada teman-temannya yang berkumpul di tribun penonton.

“Aku butuh ketenangan, Sunyoung-a. Apa kau tidak lihat kerumunan? Itu kerumunan fans Yifan, yang tadi menatap tajam padaku. Aku malas bertemu mereka.”

“Jadi, kau takut dikeroyok? Memang kalau sekumpulan serigala bersatu dan menyerang seekor domba lebih menakutkan ,hihihi”sindir Sunyoung.

“Takut? Kalau dombanya cerdik, pasti dia sudah pasang strategi penghindaran dan sembunyi di tempat yang tidak mudah dijangkau.”sambil Soojung menenggak jus jambunya.

“Yep! Dombanya seperti Shaun the Sheep, mungkin saja”

Kemudian ia menarik nafasnya perlahan,mengungkapkan curahan hatinya.”Sunyoung-a.“

“Hm?”

“Kau berpikir tidak kalau yang merusak ruang OSIS punya dendam masa lalu padaku? apa mungkin karena kekasaran yang pernah aku lakukan? ini mengganggu pikiranku sejak tadi.”

Sunyoung tersenyum tipis menanggapi curhatan Soojung, menepuk pelan pahanya,”Soojung-a. Setiap orang pasti punya musuh sebaik apapun dia. Mereka melakukan hal buruk padamu, latar belakangnya bukan soal kekerasan saja pasti ada hal lain”

****

Anak-anak OSIS menghadap Lee ssaem,tepat saat bel istirahat berbunyi. Mereka was-was soal kedudukan mereka yang terancam,akibat kelalaian kecil. Ya, Lee ssaem tidak suka itu, kesalahan kecil bisa merusak segalanya. Seungyoon, Chanyeol, Sunyoung memandang satu sama lain, mereka memasang muka cemas.

Sunyoung merasa deg-degan, padahal mereka belum masuk ruang guru. Sesekali Sunyoung mengintip dari jendela transparan di pintu, ia berharap jangan Lee songsaem sakit atau keperluan mendadak. Mereka mengisi waktu dengan mengobrol, sampai suara lengkingan indah Lee ssaem, menghampiri telinga mereka.

“Semua anggota OSIS cepat masuk!”

mereka maju satu persatu dan duduk di kursi sofa kulit coklat susu dengan wajah bersalah. Lee ssaem menangkap keganjilan,ada satu orang yang tidak ada.

“Mana Jung Soojung? Apa dia oh—”

Sosok tegas nan feminim tiba,sebelum Lee songsaem selesai bicara,”Ya saya hadir.”ia duduk di sebelah Seungyoon, wajahnya dibuat setenang dan sewajar mungkin, ia juga mengisyaratkan pandangan-semua akan baik-baik saja kesemua anggota OSIS.

Soojung menceritakan kronologi sebenarnya soal kelalaian mereka,soal ruang OSIS yang dikacaukan,membuat Lee songsaem menggeleng kepala.

Pembicaraan panjang OSIS dan Lee ssaem,memakan waktu hampir lima belas menit. Soojung dan kawan-kawan harus bertahan mendengar ocehan Lee songsaem. Soojung juga mulai gerah dengan rancauan Lee songsaem, dia berdiri.

“Lee ssaem, saya ada keperluan lain, ini sudah lima belas menit lebih. Yang lain juga ada urusan kan?”Soojung melirik anggota lain,ia memberi kode ‘cepatlah kalian berdiri,biar urusannya selesai’

“Ah, maaf jadi kelepasan bicara. ”

“Ah ya,aku ada janji dengan senior klub fotografi, maaf ssaem.”Chanyeol menggaruk tengkuknya.

“Oh aku juga”jawab Seungyoon dan Sunyoung.

“Permisi,songsaengnim”Soojung membungkukkan badan, memberikan senyum ke guru lain termasuk Lee ssaem. Mereka semua undur diri dan keluar dari ruang guru. Dari meja guru Lee ssaem mengingatkan,”Lain kali kalian harus waspada, jangan remehkan inspeksi lagi. Kalian mengerti?”

.

.

“Soojung-a,kau yakin mau tambah kerja sambilan? Jangan memaksakan diri, tubuhmu bisa drop nanti. Kau juga harus memperhatikan batas kemampuanmu, aku tahu kau pekerja keras dan rajin,tapi—”

Soojung menjelaskan dia baik-baik saja,tidak perlu khawatir pada kondisi dirinya kepada Amber,ia tahu Amber. Dia tahu Amber tidak tegaan melihat sahabatnya kesusahan, tapi demi ego, Soojung harus pertahankan gengsinya. Ia tidak ingin membebani Amber,dengan bilang bahwa ia butuh uang untuk membayar study tour. Prinsipnya ia tidak ingin membebani orang lain, selagi dia masih bisa kenapa harus meminta?

“Amber, kau sahabatku kan? Jadi bisa kan kau hargai keputusanku, seperti aku menghargaimu? Aku tahu ini egois, tapi aku harus melakukannya. Kau tidak bisa melarangku!”

“Kalau keras kepala begitu, aku bisa apa? Eh…tapi kau harus ingat jangan paksakan diri, cari pekerjaan yang sesuai kemampuanmu. Perhatikan waktunya juga, mengerti?”

Soojung berjalan keluar gerbang,kemudian berpisah dengan Amber di perempatan lampu merah dekat sekolah, Amber menuju seberang sedangkan Soojung menuju halte bis jurusan Myeongdong, tempat ia bekerja. Orang-orang yang menunggu bis tidak terlalu banyak karena jam ini orang kantoran belum pulang. Ia duduk di pinggir kursi dan mengeluarkan koran yang ia ambil di kantin saat jam istirahat. Menandai lowongan yang bisa ia lamar untuk tambahan,mencoba menghubungi tiap lowongan.

Kegiatan Soojung selalu diperhatikan seseorang, Ia tidak henti memandang Soojung.tiap gerakan Soojung selalu didokumentasikan meskipun cuma menelpon ataupun sedang membaca koran.sudut bibirnya menaik setiap ia memotret gadis itu.

Baginya, Soojung, objek menarik, tercantik dari segala foto ataupun pemandangan. Ia rela mengikuti Soojung ke manapun.

Wu Yi Fan.

.

.

“Ketua OSIS, ini baru permulaan. Ada yang lebih mengasyikan setelah ini.”

Seseorang melempar panah ke papan sasaran dengan foto Soojung,tepat mengenai wajah Soojung di foto itu. Perkataannya seolah santai,setelah apa yang dilakukannya terhadap ruang OSIS. Tentunya dia hanya menganggap mengacak-acak ruang OSIS cuma permainan untuk menghilangkan kebosanan.

Permainan?

Untuk menghilangkan kebosanan?

Dasar konyol!

.

.

“Kau sedang apa, Soojung-a? Sepertinya sibuk sekali”Hyorin yang memergoki Soojung sibuk mencorat-coret koran.kebetulan ia sedang di ruang ganti, bersiap ganti baju.ia memandang heran koran yang dipegang Soojung,’lowongan kerja’ tertulis jelas disana.

‘apa dia mau cari tambahan lagi? sigh… benar kata bos dia gadis gigih dan enerjik,di saat kerja sambilan di kafe ini sampai sore,ia masih mencari tambahan kerja’

Soojung memandang ke Hyorin dan baru sadar.

“Ada apa Hyorin unnie? Oh..unnie menanyakan ini?aku sedang mencari kerjaan yang bayarannya tinggi,huft…ternyata tidak gampang. Kebanyakan yang dibutuhkan pria, memang karena sebagian kerjaannya berat tapi bagaimana pun aku harus usaha keras tidak boleh menyerah!”

Hyorin tersentuh dengan sikap optimistis Soojung,di usianya yang masih belia, harus banting tulang bekerja. Kemudian ia menepuk pundak Soojung, sambil membisikkan sesuatu ke telinga. Soojung mengangguk dengan ucapan Hyorin yang memotivasi .

“Ini pelayannya sudah datang belum? Aku butuh bantuan kalian.”manajer Lee memanggil mereka.

“Aku duluan, cepatlah ganti bajumu. Bos memanggil kita.”

Soojung menaruh korannya di dalam tas, membuka loker untuk berganti baju dengan kostum maid.

Sepuluh menit kemudian…

Soojung selesai berganti baju,ia menghampiri manajer yang duduk di salah satu meja.

“Ah, Soojung-a. Bisa minta pendapatmu?”

“Soal ini”manajer menunjukkan sebuah brosur.

Costume player alias cosplay?

Mereka berdua mendelik kaget begitu melihat rancangan brosur yang disodorkan manajer.

“Apa?! Ini serius?! Tapi aku tidak begitu … tahu apa itu cosplay. Apalagi kalau harus buat kostumnya”ucap Soojung polos.

Hyorin juga memandang brosur itu lekat-lekat, memperhatikan rancangan itu. Ia mengusap dagunya sambil memikirkan kostum, Hyorin mengambil kertas membayangkan kostum yang akan dikenakan nanti.

“Hmm…cuma Cosplay saja kan? Aku sudah dapat gambarannya”

“Unnie, tahu cosplay ya? Apa maksudnya gambar ini?”Soojung menunjuk gambar wonder woman.

“Yap, misalnya wonder woman ini. Kamu lihat kan kostumnya? Nah yang namanya cosplay itu kita berpenampilan seperti tokoh kartun, figur ataupun artis. Disini kita mencontoh kostum yang dikenakan, lalu kita bergaya seolah-olah jadi tokoh tersebut. Kita mencontoh kebiasaan yang dilakukannya, bagaimana sifatnya. Begitu!”terang Hyorin panjang lebar.

“Jadi… seperti berakting?”

Soojung mengarahkan pandangan ke manajer dan Hyorin.

“Hmm…kurang lebih.”

Manajer mengambil brosur itu dan menyelipkannya di binder.ia sudah fix dengan tema cosplay untuk minggu depan.

“Ok, tema ini akan terealisasi bulan depan, untuk harinya belum ditentukan. Tapi segera menyusul, jadi bersiap-siaplah”manajer mengedipkan sebelah matanya dan bangkit dari duduk.

“Beritahu yang lain juga, kalau ada yang mengganjal segera bicara padaku!”

“Sekarang bersiaplah, sebentar lagi pelanggan datang”

****

Jalanan yang dilewati Soojung, masih begitu ramai. Kedai atau klub malam masih disesaki pengunjung,begitu juga jalanan,orang berlalu lalang ke berbagai dengan tujuan yang beragam.ia juga memandang sepasang muda-mudi yang merajut cinta, saling tersenyum, tertawa dan bergelayut mesra.Soojung iri? tapi ia menyimpannya di hati yang terdalam. Begitu juga saat melihat gadis-gadis seusianya pergi bersama teman, hang out bersama, berbagi cerita bahkan sekedar nongkrong di kafe.

Soojung ingin.

Soojung memimpikannya.

Tapi…

Keadaan memaksanya.

Memaksanya hidup seperti ini.

“Kenapa malah memandangi mereka? Apa yang kau pikirkan,Jung Soojung?”

”Kau tidak boleh!kau tidak boleh iri,tapi..”Soojung menghembuskan nafasnya keras. Ia menjambak rambut, mengacak-acaknya.

“Tapi … AKU JUGA INGIN HIDUP TANPA BEBAN!! Argh! Langit! Aku salah apa? Apa aku sedang dihukum? Hahaha…memang aku pantas dihukum”

Soojung mengoceh sendiri, orang-orang yang lewat pasti berpikiran dia tidak waras. Apalagi ditambah rambut berantakan, juga tatapan kosongnya.

Ada yang melindunginya, melindungi dari tatapan aneh orang-orang. Postur tinggi, serta dada bidang, memeluk dan mengelus kepalanya. Entah kenapa pelukannya terasa hangat dan menenangkan, pikiran negatif Soojung juga rancauannya seolah hilang. Tidak tersisa sedikit pun. Siapa orang ini? kenapa ia merasa nyaman didekatnya?

Tuhan,apa ini?ini sangat nyaman,aku tidak mau melepaskannya.

“Nona ketua, sudah baikan? Tenang kan, tidak ada yang memandang aneh padamu. Kau aman”

‘nona ketua..’

‘nona…ketua?’

‘jangan-jangan…dia..’

Soojung mendongakkan kepala,menyadari orang yang memeluknya ternyata…

“Hai, nona ketua. Sangat kebetulan bertemu denganmu disini”

“Wu Yifan?!”

Ia mendorong jauh Yifan,menjauh dari dirinya.Soojung heran selalu bertemu orang ini dimanapun, tidak hanya di ruang OSIS, di tempat kerja dan sekarang disini.di tempat umum, di jalanan pula.

“Aduh, tatapanmu seperti melihat maniak saja. Apa aku seburuk itu?”Yifan bersikap santai walaupun Soojung menatap kesal padanya.

“Maniak? memang kau maniak, mau cari kesempatan ya? Jangan-jangan kau mengikutiku dari tadi? Ketika aku masih kerja?”tunjuk Soojung ke wajah Yifan.

Yifan memandang wajah Soojung yang memerah seperti strawberry dengan bibir manyun, lubang hidungnya yang melebar ke samping.

“Nona ketua, sebenarnya aku tersinggung. Cuma melihat wajahmu seperti itu, rasa tersinggungku jadi berkurang”

Hahaha….

“Mana ada marah seperti itu? Aku tidak takut.”

Soojung bersiap membogem,tapi kedua tangannya dipegang erat.

“Ok,ok. Jangan marah lagi, ayo minum kopi,bagaimana? Anggap saja ini permintaan maaf”Yifan menggandeng tangan Soojung lalu mengajaknya ke seberang jalan,disana ada sebuah kedai kopi dengan nuansa klasik khas Eropa abad pertengahan.

.

.

Mereka duduk di kursi kayu,langit malam sebagai atap,di lantai dua kafe dengan suasana outdoor yang romantis,lampu kecil warna-warni tergantung dan berjejer cantik,menghiasi balkon kafe itu.belum lagi pemandangan yang disuguhkan dari sini,tidak kalah cantiknya.

“Pesanlah yang kau mau”Yifan menyodorkan buku menu ke Soojung.

Soojung menatap buku menu itu,lalu menaruhnya kembali.ia mendelik karena harga minuman dan juga cemilan disana,harganya menguras kantong.

“Kau saja. Aku ingin memandang langit,memandang langit itu tontonan gratis, lebih hemat”ia memalingkan wajahnya, memandang langit malam yang cerah,ditambah taburan bintang di langit Myeongdong.

“Ini serius, nona Soojung. Apa aku terlihat menyindir dompetmu dengan mengajak kemari?”

nada bicara Soojung menaik,”Terus?”

“Ini gratis, nona. Kau tidak perlu pikirkan harganya”

“Sungguh? Serius?”

Raut wajah Soojung berubah ceria begitu mendengar ‘gratis’,ditangkap indera pendengarannya.

“Ok, aku mau”

“Pelayan!”panggil Soojung kepada pelayan wanita yang membawa buku pesanan kecil di meja dekat jendela ruang dalam.

“Ya, nona. Mau pesan apa?”

Soojung mengerinyitkan alis,serius memilih pesanannya,”Aku mau … ice coffee cappuccino with whipped cream. Tapi esnya jangan banyak-banyak”

“Tuan pesan apa?”

“Coklat panas, tanpa gula”

“Baik, saya ulangi pesanannya. Satu ice coffee cappuccino with whipped cream, esnya sedikit lalu coklat panas tanpa gula. Ada lagi?”

Keduanya menggeleng.

“Baik, pesanan segera diantarkan. Mohon tunggu sebentar.”

.

.

.

“Ini pesanannya,silakan menikmati”

Soojung langsung menyeruput ice cappucino dengan semangat hingga habis setengah.Yifan saja baru menyeruput sedikit.

“Kalau minum seperti itu, kau tidak merasakan nikmatnya. Minumlah perlahan.

Oh… ada yang ingin kutanyakan,nona Soojung. Jawab dengan jujur “

Soojung melepas sedotannya,memandang Yifan. Tatapannya jadi serius.

“Kenapa kau sangat berani sekali kerja sampai larut malam begini?di kota seberang seperti ini? Hmm… aku sangat tertarik menanyakannya. Aku kesal pada temanmu yang keras kepala dan tidak mau mengatakan soal dirimu “

“Siapa maksudmu?”

flash back,jam istirahat siang..

 

Amber baru selesai latihan basket dengan rekan satu klubnya,di lapangan terbuka di depan gedung yang satu arah dengan ruang klub.Yifan memandang intens Amber,terbersit di pikirannya menanyakan perihal Soojung.ia sangat tertarik pada latar belakang gadis yang bergelar sahabat setia Amber yang satu itu,tanpa pikir panjang,ia turun dari lantai tiga.ia melompat dari jendela ke pohon dekat gedung lantai tiga.tanpa luka,ia berhasil menginjak tanah dengan selamat.

 

Amber yang sedang mengelap keringatnya,terdiam sesaat karena tiba-tiba laki-laki berpostur tinggi serta berwajah western oriental itu, ada di hadapannya.

 

“Amber-ssi, ada yang ingin aku tanyakan, soal ketua OSIS

 

“Ketua OSIS? Memangnya ada apa?

 

Yifan mengajak Amber ke atap, tempat Yifan biasa menghabiskan waktu jika tidak ada kegiatan klub.Yifan menutup pintu atap dengan mengganjalnya dengan tumpukan drum.

 

“Ini soal latar belakangnya kan?” Amber langsung to the point.

 

“Sebenarnya aku tidak mau bicara ini, karena dia memintaku tutup mulut. Wu Yifan-ssi, kenapa kau ingin tahu sekali soal Soojung? Apa kau punya maksud tertentu?

 

Yifan memandang Amber dan tertawa terkekeh.

 

“Aku? Aku ingin mengetahui lebih banyak tentangnya. Dia bukan gadis biasa, makanya aku tertarik. Apa itu salah?”sambil mengangkat kedua bahunya.

 

Amber tidak begitu saja membocorkan rahasia Soojung, ia tetap tutup mulut. Ia tidak ingin aib keluarga Soojung diketahui orang lain.

 

“Dia sudah cukup menderita, aku tidak mau menambah bebannya lagi dengan menyebarkan aib keluarganya selain orang yang dia kenal. Maaf, tidak bisa membantu

 

Amber menyingkirkan drum-drum yang menghalangi pintu, satu tendangan cukup menjatuhkan drum-drum itu. Ia membuka pintu atap, bermaksud turun ke bawah.

 

“Amber-ssi” dia pun berhenti sebentar.

 

“Kalau kau ingin tahu, sebaiknya tanya langsung. Aku tidak berhak membuka rahasianya, yah, itu kalau dia mau bicara terus terang padamu. Selamat mencoba!”Amber melambaikan tangannya dan turun ke bawah.

 

Amber, ia sama sekali tidak mau mengatakan itu. Akhirnya Yifan turun tangan sendiri dan saat pulang, ia mengikuti Soojung, terus membuntutinya.

flashback end

Yifan menceritakan kronologi kenapa ia ingin tahu sekali tentang Soojung,mendengar nama Amber disebut,Soojung mengepalkan tangan kanannya dan menggertak gigi.ini pertanda Soojung waspada jika ada yang tahu rahasianya, mata Soojung memicing.

“Setahuku Amber itu tidak mudah dibujuk atau dirayu, jadi dia tidak akan memberitahu apapun soal diriku pada siapapun, dan mengajakku kemari karena itu kan?”

“Soal rahasiamu,nona? Aku sangat penasaran denganmu,termasuk latar belakangmu yang rela bekerja sebagai maid dan memilih sekolah yang jauh “

Soojung tidak suka rahasia menyakitkannya diungkit, sama saja membuka luka lama.saat Soojung menatap Yifan,ada hal berbeda yang dia rasakan.aura yang sama,aura kepedihan,ia merasakan itu dari diri Yifan.

Tuhan,semoga dengan mengatakan ini bisa sedikit mengurangi beban dipundakku.ya,tuhan katakan padaku dia orang yang tepat kuceritakan.harus kupastikan dia tidak buka mulut.

“Aku melakukannya karena uang, uang yang kugunakan untuk membayar hutang si bedebah yang seenaknya pergi meninggalkan ibu dan kakakku. Jumlah cukup banyak dan mencekik dompet, dasar brengsek! Setelah kalah judi, dia meninggalkan kami dan … membawa wanita lain pergi bersamanya beserta uang tabungan keluarga. Aku harus bekerja demi itu, kebetulan di daerah ini ada sebeuah kafe yang menerima pekerja sambilan murid SMA jadi aku mengambilnya. Gajinya juga lumayan”

“ Oh. Kenapa juga kau harus memilih SMA Dongdam? Kau bisa kan memilih sekolah dekat tempat kerjamu. Berani juga memilih tempat ini”

“Cuma SMA Dongdam yang menawarkan fasilitas yang murah, uang gedungnya tidak begitu menguras dompet.”

“buhh… murah? Intinya karena murah saja?”Yifan tersenyum kecil.

“Kau sudah puas kan? Mau apalagi? Mau mengasihaniku?”ucap Soojung sarkastis, ia berdiri dan mengambil tas ranselnya.

“Hey! Hey! Lagipula sekarang jam berapa? Ini sudah jam setengah sebelas lebih, kau berani pulang sendirian? Pulang bersama lebih aman kan? Ayo!”Yifan berdiri , menarik tangan Soojung.”Ya! Tapi aku—ish! Kau benar-benar…“

Mereka keluar dari kafe dan berjalan menuju halte bis, sesampainya disana mereka tak butuh waktu lama karena bis datang saat mereka tiba, lalu bergegas naik bis tersebut.

.

.

Yifan mengantar Soojung sampai ke rumah, rumah Soojung berada diatap bergaya minimalis dengan cat putih yang dindingnya sudah mengelotok disana-sini. Soojung membuka gerbang besi dan menaiki tangga menuju atap, ia menoleh ke Yifan, Yifan melambaikan tangan padanya.

“Nona ketua, jangan lupa istirahat…dan mimpikan aku ya”

****

H-1 School festival

OSIS bersiap secepat mungkin untuk penyelenggaraan festival, meskipun insiden diobrak-abriknya ruang OSIS membuat dokumen-dokumen yang terkait pengajuan dana serta sponsor,di rusak tapi dengan cerdik sudah bisa diatasi. Karena sebelum insiden itu terjadi,data penting OSIS dibuatkan soft filenya jadi meminimalisir kemungkinan terjadi sesuatu yang buruk. Saat ini seluruh kelas sudah mendekorasi kelasnya masing-masing dengan pernak pernik unik dan menarik juga mengusung berbagai tema seperti kafe maid,kafe cosplay,wahana rumah hantu.

Untuk koridor tiap lantai sudah dihias sedemikian rupa sesuai tema yang diusung saat itu adalah luar angkasa,ornamen-ornamen bebatuan,galaksi serta planet-planet. Menciptakan suasana seolah-olah berada diluar angkasa lengkap dengan makhluk-makhluk aneh seperti dalam film star wars ataupun Star Trek. Anggota OSIS yang bertugas sebagai seksi dekorasi yaitu Wonho, Kihyun juga Seunghwan mencek semua dekorasi. Tak lupa,seksi acara, seksi peralatan, seksi keamanan dan seksi-seksi lain melakukan brefing terakhirnya mengenai teknis penyelenggaraan festival besok. Demi kelancaran festival,area sekitar festival disterilkan untuk kenyamanan pengunjung.

D-Day Dongdam Space Bazaar & Festival

Festival telah dimulai,Kepala sekolah mengunting tali berbalon-balon,tanda festival dimulai.para pengunjung memasuki SMA Dongdam dengan rasa penasaran yang mengelayuti,seperti apa acara yang ditampilkannya, semenarik apa stand yang meramaikan bazaar. Di pintu masuk mereka disambut oleh Yoda, salah satu karakter di serial Star Wars, belum lagi suasana luar angkasa yang terpampang apik begitu memasuki area bazaar, stand-stand dihias sesuai konsep bazaar dengan tambahan lain menurut selera pemilik stand.

“Ayo, yang mau dapat pelukan gratis, pesan sekarang juga, dijamin tidak menyesal!”ucap seorang pemilik stand dengan menu makanan yang berkelilng mengedarkan produk kue berbentuk gaun,suara lantangnya terdengar jelas,apalagi toa membuat suaranya makin keras. Ia berkeliling ke seluruh penjuru bazaar,menawarkan produknya ke setiap pengunjung.itu baru satu penjual,belum yang lain tidak kalah dalam memasarkan produknya.

Pengunjung menuju gedung utama,tempat dimana wahana-wahana seru berkumpul.ada rumah hantu,ada kafe cosplay,ada pameran foto dan masih banyak lagi.Soojung beserta anggotanya memantau ke dalam gedung,mengawasi setiap wahana yang disuguhkan oleh siswa-siswa, memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung.kemudian ia mampir sebentar ke kelas 2-E,disana menyajikan kafe cosplay,para pelayan berpakaian seperti karakter anime,seperti ada yang berkostum Naruto, One Piece Luffy dan artis-artis terkenal salah satunya Michael Jackson.

“Ketua! Lihat, aku pantas kan jadi Naruto? Rasengann!!”Jinwoo meregangkan jari dan menguatkan jari-jarinya.

“Kau terlalu imut, Jinwoo-a!”Soojung terkekeh.

“Aku bagaimana, ketua? Aku sudah selentur Luffy belum?”Sungyeol ikut nimbrung minta pendapat Soojung.

Soojung menepuk pundak Sungyeol,”Yap,sudah oke kok!”

“Aku permisi, nikmati acara ini sampai selesai, ok ? Jangan rusuh, ingat itu!”

Soojung undur diri, dia ada acara untuk mengisi pidato di aula. Ketika ia sedang dalam perjalanan menuju aula, dia berpapasan dengan seorang murid bertampang datar tanpa ekspresi, terlihat goresan horizontal panjang di setiap ujung tangannya, murid perempuan itu baru pertama kali Soojung melihatnya.

‘Murid baru?’

Setelah Soojung menjauh, murid itu menyeringai lebar.

“Jung Soojung, belum kapok juga rupanya. Baiklah, hari ini kau akan tahu siapa diriku yang sebenarnya”

Sang gadis misterius bernama Danah, mata biru tuanya menyiratkan rencana lain saat mengeluarkan pemantik api,sebuah rencana pembakaran.ketika festival berakhir malam nanti.

.

.

Soojung merasa berkunang-kunang saat turun dari podium, orang disekitarnya jadi berbayang. Membuka pintu aula pun tak bertenaga seperti biasanya. Dia berusaha menahan diri agar tidak jatuh,ia tidak mau di hari penting seperti sekarang, harus hancur berantakan. Soojung membusungkan dadanya, memukul pelan dadanya sambil berkata dalam hati’Soojung,harus kuat,harus sehat,harus fokus!’

Sebuah panggilan dari ponselnya berbunyi,tertera nama Wonho disana.

“Ketua,gawat! Pemilik stand tteokpokki kehabisan wadah,tapi standnya agak jauh dari gerbang dan kesulitan keluar oh ya! Ada pemain utama drama yang sakit, jadi kekurangan orang”

klik!

“Wonho-a, utus orang untuk belanja, cepat cari anggota yang senggang. Cari anggota OSIS terdekat di sana,”

“Pokoknya temani dia belanja lalu minta salah seorang perwakilan kelas untuk menjaga stand. Dan soal pemain drama, cepat cari pengganti. Semuanya harus berjalan sesuai rencana, paham?”

“Y…a,ba..ik”

Soojung mengelus-elus keningnya,ternyata masih ada masalah saja,walaupun sudah direncanakan. Tidak mengira pengunjung bakal seramai ini, Soojung pun tersenyum optimis, dengan ini bisa menarik pengunjung juga calon murid baru, demi perubahan SMA Dongdam yang positif. Ada suara bass yang menyambangi telinganya saat Soojung berada diluar gedung, saat dia menutup telepon dari Wonho.

“Nona ketua, kau masih kuat? Keadaanmu membuatku cemas”

Soojung menoleh ke samping pintu sebelah kiri, Yifan sedang bersandar di tembok sambil memainkan boneka alien hijau, Soojung pun menyengir lebar melihat bando dengan kedua radar bulat dan bercahaya terang, benda itu bertengger manis di kepala Yifan. Tch!dia semakin mirip alien, apalagi ketika menirukan suara boneka alien. Tak sadar ia tertawa, sampai terbatuk. Mukanya jadi memerah.

“Segitu terpesonanya padaku “

“Kata siapa? Jangan ge-er ya,”elaknya.Soojung balik mengejek” Kau aneh, mirip alien “

“Ketua, tidak usah sok perhatian. Sebaiknya perhatikan kondisimu, lihat apa kau masih tahan dengan kondisi ringkih seperti itu. Apa perlu aku membopongmu seperti ini”Yifan memeragakan bride style di depan Soojung.

“Jangan khawatir, aku ini kuat walaupun tidak minum obat.”

Soojung bangkit dari sandarannya, memutar sedikit otot-otot lengan dan bahunya, berjalan menuju panggung, ia tersenyum pada Yifan.

“Nikmati festivalnya,buatlah hidupmu berkesan.”

Kemudian Soojung dihampiri oleh salah seorang anggota OSIS yaitu Chanyeol yang meminta sarannya soal acara di panggung nanti malam.

.

.

Kembang api dinyalakan sebagai tanda suksesnya acara namun…percikan kembang api yang seharusnya mengarah ke langit, berubah dan mengarah ke orang-orang dibawahnya,orang-orang pun berlarian ke sana kemari untuk menyelamatkan diri. Soojung yang berada dibawahnya pun berlari kencang, dalam pelariannya tersebut ia menghubungi seksi acara.

“ Bagaimana ini?”

“Ketua! Tadi aku dan Seulgi sudah memeriksanya dan semua baik-baik saja tapi…”nada bicara Seohyun bergetar.

“ Ada orang lain yang mengacaukannya?”

“hm … apa mungkin ini ulah orang yang sama dengan waktu itu?”

Mata Soojung serta tubuhnya mulai beranjak lemah, karena lari tadi cukup menguras energinya.samar-samar Nampak sosok berambut cepak beralis tebal sedang memandang rendah dirinya, raut wajah tak terlihat Cuma senyuman lebar menakutkan. Soojung berkeringat dingin, lalu pandangannya kabur. Ia tidak tahu apa yang terjadi setelahnya. Sosok tersebut malah mendekatinya dan seringaian seramnya itu punya maksud lain, setidaknya sebelum dia menyentuh leher Soojung. Ada orang lain yang menyemprotkan gas air mata serta debu dimukanya.

“Mino oppa, bagaimana? Soojung, sudah kau bereskan?”

“Sial! Hampir saja aku berhasil mencekiknya!”

“Ayo kita pergi oppa sebelum ada yang menyadarinya”Danah mengamit lengan Mino.

Saat kabut itu memudar, Soojung tidak ada di hadapannya.

Keadaan sekolah yang saat itu sedang panik, perlahan kondusif karena kembang api yang jatuh sudah diamankan. Sayangnya satpam terlambat datang, sang pelaku sudah kabur dan hanya menemukan pemantik api. Orang –orang yang panik segera ditenangkan, dan acara pentas seni mulai dilanjutkan lagi.

“Hey, Ada yang lihat Ketua?”

“Seulgi-a, tadi kau lihat ketua? Dari tadi aku mencarinya”

“Tadi sih, ada dibelakang gedung perpustakaan. Coba saja cari”

.

.

Yifan membawa Soojung ke sebuah apartemen mewah dan memencet lantai sepuluh, tiba di lantai sepuluh, di koridor sebelah kanan, kamar nomor 1005. Di situlah apartemen Yifan. Ia membuka pintu kamar dengan ID Card nya, seorang wanita paruh baya yang memandang Yifan dan kebetulan keluar dari kamarnya, lalu berpapasan dengan Yifan. Namun Yifan, hanya membalasnya dengan senyuman.sepertinya wanita itu ingin menanyakan siapa gadis yang dibopongnya, karena selama ini Yifan tidak pernah membawa seorang pun ke apartemennya. Namun urung, karena sepertinya gadis yang dibawa Yifan sedang sakit.

Suasana dalam apartemen yang lowong serta perabot yang minim terhampar jelas di depan mata, di ruang tengah hanya ada TV, kursi sofa kulit yang panjang, celana pendek kotak –kotak yang tersampir di kursi, meja kaca transparan pendek yang diatasnya ada kotak seterofoam bekas ramyun. Lalu di dekat ruang tengah ada sebuah dapur cukup besar bergaya minimalis yang menyatu dengan ruang tengah. Setelah dia menidurkan Soojung di sofa, Yifan menuju dapur untuk mengambil air mineral dari kulkas. Ia juga mengambil stiker pereda panas dan sup bubur instan seafood yang kebetulan masih terlihat baru dan mengambil sebungkus untuk Soojung.

Setelah lima belas menit…

Soojung membuka matanya, ia merasa aneh. Ia memegang seluruh tubuhnya, memastikan dirinya tidak apa-apa. Soojung bangun dari tidur ia mendapati dirinya yang berada di sebuah ruangan asing dan memandang sekeliling, ia berada di sebuah apartemen mewah dengan jendela besar yang menghadap pemandangan kota. Sekilas Soojung terpana pada suasana apartemen yang mewah itu, lampu Kristal menghiasi langit, lantai kayu jati yang hangat, juga suasana kota.

Eiitt… ia lupa kalau sedang di apartemen seorang lelaki. Ia sibuk memandangi kota Seoul dari ketinggian. Soojung terhenti dengan bayangan seorang lelaki yang terpantul dari jendela, lelaki itu sama dengan lelaki yang waktu itu memeluknya di pinggir jalan. Apalagi dia hanya mengenakan celana panjang tanpa atasan, sambil mengeringkan rambutnya yang basah.

‘Wu Yi Fan?’

Soojung baru menyadari sosok berambut pirang itu setelah ia mulai berjalan ke arahnya.

‘Itu memang dia’

Yifan berjalan mendekati Soojung, terus berjalan mendekatinya.Soojung menelan ludah,ia menghalangi tubuhnya dengan tangan. Pandangan Soojung berubah waspada, apalagi kondisi seperti ini. Apartemen yang dihuni lelaki, sendirian dan sepi. Soojung menelan ludah dalam-dalam untuk mengurangi ketegangan, sambil tetap kedua tangannya disilangkan. Ia memandang Yifan hati-hati.

“Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan saat membawaku kemari, dengar, aku disini karena terpaksa dan tidak ada pilihan, jadi—”

Yifan berjalan mendekat dan mendekat, hingga membuat Soojung terbentur tembok. Kedua tangan kekar Yifan mengunci Soojung, deru nafasnya begitu terasa di wajah Soojung.senyumnya susah ditebak,apa itu baik atau buruk. Soojung memalingkan wajahnya ke samping, menghindari tatap muka dengan Yifan.Yifan terkekeh,melihat Soojung seperti itu.

“Jadi?”ulang Yifan sambil memandang intens Soojung.

Soojung pura-pura terbatuk, matanya sesekali mencuri pandang.

“Jadi … jangan bermaksud atau melakukan yang tidak-tidak. Berani melakukannya,aku akan menghajarmu,ingat itu!”

“Melakukan yang tidak-tidak? Melakukan apa? Bisa kau beri contoh?”

Godanya dengan serangaian –terlihat- seperti ya..bisa pikirkan sendiri.

Situasi ini,membuatku berada dalam posisi yang sulit.haruskah aku melakukan sesuatu?menghajar perut?oh,bukan.ada yang lebih ampuh.ya!itu!aku mengerti!

“Oh, nona ketua. Aku tahu apa itu”

—Tbc——

 

Cut nya dibagian yang tepat kan??hohoho…sengaja biar bikin penasaran.mereka mau ngapain hayo?? tapi tenang aja aku ga bikin sampai ke situ kok.aku ga berani bikin yang begituan😣..oh untuk chapter ini konfliknya udah dimulai ya,jadi bakalan bikin greget. apalagi musuh Soojung yang mulai menampakkan diri*jiah..emangnya hantu??*

 

 

 

[notice please!]

 

Berhubung ff ini ber- chapter cukup panjang,mungkin sekitar 10an,aku ga janji update setiap hari.karena bikin ff kayak gini,godok idenya lama,belum lagi nulisnya plus mood juga.harap maklum ya,kalau nungguinnya lama..🙏,

 

Sekali lagi makasih sama perhatiannya ke ff ini dan mau bersabar nungguin setiap chapternya..

 

Thanks for attention \^o^/

love youuuu<3<3<3<3

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s