[Ficlet] Cardio

Cardio

Cardio

Written by sevenbloomingflower

Starring Jung Hoseok │ Duration ficlet with > 300 words │ Rating 15

‘diam, dan dengarkan jawabannya’

“kali ini apa?”

Aku mendongak, melihat gestur tubuhnya yang tinggi di depanku dengan dua kantung plastik di masing masing tangannya. aku sedang berada di taman belakang saat itu, duduk bersandar di batang pohon maple yang daunnya hampir kekuningan sambil membaca buku yang baru saja dibelikan oleh bibi

“biologi?”

Aku menemukan wajahnya yang terlihat lelah ketika aku menyingkirkan buku tebal ini dari hadapanku. beberapa helai rambutnya yang mulai panjang jatuh di dahinya yang berkeringat dan berkerut kerut.

“masuk sana, kau menghalangi sinar matahari” Aku meletakkan buku di pangkuanku dan beralih berusaha menyingkirkan tubuh tingginya dari hadapanku.

“sejak kapan kau suka biologi?” alih alih masuk ke dalam dan menyiapkan makan malam, laki laki itu malah mengambil temoat di sebelahku dan bahkan mengabaikan kantung plastik-nya yang kutebak berisi bahan makanan.

“hanya tertarik dengan beberapa bagian dari buku itu. lagipula sayang sekali jika aku tak membaca buku pemberian bibi”

Dia hanya menggumam dan matanya dengan cepat menelusuri halaman buku yang sedang kubaca “kardio?” ia bertanya. dahinya makin berkerut.

“aku mengaitkannya dengan cinta” jawabku cepat “apa jantung selalu berdetak cepat ketika jatuh cinta”

“karena…”

“jangan menjawabnya dengan jawaban ilmiahmu. aku muak” aku memotong jawabannya dengan terburu buru.

Sedangkan ia menggembungkan pipinya, menunjukkan sikap kekanak kanakannya yang bahkan tidak pernah dia tunjukkan kepada orang lain selain aku dan bibi. Lantas aku mengusap kepalanya yang basah karena keringat hingga ia menarik kedua sudut bibirnya keatas.

“haruskah aku menjawabnya dengan gerak tubuh?” ia bertanya lagi, baru saja aku ingin menggeleng namun ia menunjukkan wajah berharapnya yang sangat lucu dan imut hingga aku menganggukkan kepalaku secara paksa.

Aku tak pernah menduga ini sebelumnya namun ia menarikku ke dalam pelukannya dengan telinga kananku tepat berada di dadanya, membiarkanku mendengarkan setiap deru napasnya dan juga debar jantungnya yang memburu. aku kaget. tentu saja. selama lima belas tahun kami hidup bersama, ia tak pernah memelukku sebelum hari ini.

“Hoseok-“

“diam, dan dengarkan jawabannya”

-fin-

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s