Dangerous – Chapter 6

DANGEROUS

 [BTS FF] DANGEROUS –Chapter 6-

“Taehyung, aku tahu ini mustahil. Tapi aku yang meminta Kyuna untuk menggantikan Kyuwon dan sekarang kau sudah tahu penyamarannya. Aku harap kau tidak membocorkan hal ini,” pinta Daehyun.

Title: Dangerous

Scriptwriter:  Reixmember

Genre: School Life, Romance, Drama

Rating: PG-17

Duration: Chaptered (1-12)

Previous Chapter: 1 // 5

Cerita murni berasal dari imajinasi pengarang sendiri. BTS milik Tuhan, orang tuanya, agensi, dan tentunya ARMY.  FF ini pernah di-post  di https://btsfanfictionindonesia.wordpress.com/2015/11/17/bts-ff-freelance-dangerous-chapter-1/

Cast:

  • BTS members
  • Lee Kyuna (OC)
  • Lee Kyuwon (OC)
  • Daehyun (BAP)
  • and other cast

chapter sebelumnya…

“iya kau harus melepaskan dulu seragamnya yang basah. Aku tidak bisa melakukannya, kau lihat kan aku sedang menyetir” jawab Daehyun sambil melihat kaca depan. Melihat Taehyung masih diam, Daehyun berkata lagi, “Cepat lakukan! Apa kau mau melihatnya mati kedinginan?”

Taehyung melihat wajah Kyuna yang pucat. Ia tidak mau melihat Kyuna mati kedinginan, tapi Taehyung juga ragu melakukannya.

***

Sejenak Taehyung mengamati Kyuna. Rambut, seragam, dan bahkan sepatunya basah. Taehyung pun melepas jaketnya yang dipakaikan pada Kyuna. Jaket itu juga lumayan basah karena menempel pada seragam Kyuna yang basah. Kemudian menyimpan jaket itu di samping tempat duduk Taehyung.

Taehyung melepas blazer seragam Kyuna yang tidak dikancingkan lalu membuka kancing rompi seragam Kyuna dan melepaskan rompi yang melekat pada kemeja seragamnya itu. Lalu melepas dasinya, Taehyung sedikit menarik nafas panjang ketika hendak membuka kancing kemeja seragam Kyuna. Taehyung memindahkan posisi kepala Kyuna ke sebelah bahu kirinya sehingga tubuh Kyuna memunggungi Daehyun yang sedang menyetir. Rupanya Taehyung tidak mau memperlihatkan tubuh Kyuna yang terbuka pada Daehyun walaupun saat ini merupakan keadaan darurat.

Taehyung menahan tubuh Kyuna dengan tangan kirinya yang ada di pundak belakang Kyuna, sementara tangan kanannya mulai membuka kancing kemeja seragam Kyuna dengan hati-hati hingga membuka seluruh kancing kemeja Kyuna. Kemudian Taehyung membuka kemeja Kyuna dengan perlahan mulai dari melepaskan bagian tangan kanan hingga bagian tangan kiri. Tubuh bagian atas Kyuna kini terekspos dan hanya mengenakan pakaian dalam saja, namun hanya Taehyung yang melihatnya.

Taehyung bisa merasakan tubuh Kyuna sangat dingin saat tangannya menyentuh punggung dan lengan Kyuna. Dengan tangan kanannya, Taehyung mengambil jaket yang tadi diberikan Daehyun lalu mulai memakaikannya pada Kyuna sambil tetap menahan tubuh Kyuna agar tidak jatuh. Taehyung memindahkan lagi kepala Kyuna ke bahu sebelah kanannya. Setelah itu, Taehyung melepas sepatu dan kaos kaki Kyuna yang basah. Taehyung juga melepas blazer seragam miliknya untuk menutupi kaki Kyuna. kemudian Taehyung merangkul Kyuna untuk menghangatkan tubuh Kyuna yang kedinginan. Walaupun Daehyun sibuk menyetir namun sejak tadi ia sekali-kali memperhatikan Taehyung yang duduk di belakang.

Sekitar 30 menit kemudian…

Daehyun sudah memarkirkan mobilnya di basement gedung apartemen. Daehyun keluar dari mobil lalu membantu Taehyung membawa Kyuna. Taehyung mengendong Kyuna sementara Daehyun membawa seragam dan sepatu Kyuna. Mereka pun masuk dalam lift. “Kau mau aku yang mengendongnya?” tanya Daehyun. “Tidak usah, aku bisa sendiri,” jawab Taehyung. Badan Kyuna memang tidak terlalu berat bagi Taehyung.

Pintu lift pun terbuka. Mereka pun menuju pintu apartemen Daehyun. Daehyun menyentuh layar di samping gagang pintu, memasukkan passwordnya. Lalu membuka pintu, Taehyung berjalan ke sofa dan mendudukkan Kyuna. Taehyung juga duduk di sampingnya. “Aku akan mengambil handuk dan membuat susu hangat, kau coba sadarkan Kyuwon.” ucap Daehyun.

“Jelas-jelas dia bukan Kyuwon,” ucap Taehyung setelah Daehyun pergi. Taehyung melirik pada Kyuna. “Kyuna…” panggil Taehyung sambil menepuk-nepuk pipi Kyuna. “Kyuna… Lee Kyuna…” panggil Taehyung lagi sambil tetap menepuk-nepuk pipi Kyuna. Beberapa saat kemudian Kyuna membuka matanya perlahan lalu menatap Taehyung. “Akhirnya kau sudah sadar, Kyuna” ucap Taehyung.

“Kyuna?” ucap Daehyun kaget. Daehyun baru kembali dari mengambil handuk dan susu hangat. Tidak ada tanggapan dari Taehyung, ia hanya menatap datar Daehyun. Taehyung mengambil handuk dan susu hangat dari tangan Daehyun, lalu menaruh handuk itu pada rambut Kyuna. Taehyung menyodorkan susu hangat itu pada Kyuna. Dibantu Taehyung, Kyuna meminum susu itu, walaupun sedikit.

“Kau sudah tahu kalau dia bukan Kyuwon?” tanya Daehyun, ia penasaran kenapa Taehyung bisa mengetahuinya. “Nanti aku akan menceritakannya, Oppa” sahut Kyuna lemah.

“Baiklah, oppa akan membuat makan malam, kau ganti bajulah.” ucap Daehyun pada Kyuna. “Dan kau..” Daehyun menoleh pada Taehyung, “Jangan dulu pulang, makan malam di sini.” ucapnya pada Taehyung, Daehyun pun bergegas pergi ke dapur.

Kyuna masih lemah, dengan menggunakan tenaga yang tersisa, Kyuna bangkit berdiri, ia hendak pergi ke kamarnya. Namun, setelah beranjak dari duduknya, Kyuna sedikit hilang keseimbangan dan hampir jatuh. Refleks Taehyung berdiri menahan tubuh Kyuna, “Di mana kamarmu? Aku akan mengantar.” ucap Taehyung.

“Sebelah sana,” Kyuna menunjukkan pintu kamar yang tidak terlalu jauh dari ruang tamu.

Taehyung pun membantu Kyuna sampai ke kamarnya. “Taehyung, aku bisa sendiri.” ucap Kyuna ketika sudah di depan pintu kamarnya. Taehyung pun kembali ke sofa di ruang tamu ketika Kyuna menutup pintu kamarnya. Sebenarnya itu bukan kamar Kyuna, kamar itu adalah kamar tamu. Karena Kyuna sementara tinggal di apartemennya, Daehyun pun menyuruh Kyuna menggunakan kamar itu sebagai kamarnya.

Taehyung melihat-lihat keadaan sekitar apartemen Daehyun. “Apartemennya lebih mewah dari punyaku,” ujar Taehyung. Beberapa saat kemudian, Kyuna keluar dari kamarnya dan menghampiri Daehyun di dapur. Daehyun masih sibuk membuat makan malam. “Oppa, apa butuh bantuan?”.

“Oh, Kyuna, tidak usah. Kau kan masih lemas, sudah biar oppa saja yang mengerjakannya.” ucap Daehyun, “Kyuna, bawakan air untuk Taehyung, aku belum sempat membawakannya,” sambungnya. Kyuna pun mengangguk.

Taehyung menatap Kyuna yang berjalan ke arahnya. Kyuna memakai jaket putih yang terlihat kebesaran untuknya. Jaket itu memang bukan punya Kyuna, tapi punya Daehyun. Taehyung memperhatikan juga rambut Kyuna sudah mulai kering. Entah mengapa walaupun wajah Kyuna tanpa memakai make up justru membuat wajah Kyuna sangat cantik dan indah. Wajah polos Kyuna membuat Taehyung menyukainya.

“Minumlah,” Kyuna duduk dan menyodorkan gelas berisi jus jeruk kepada Taehyung. Taehyung pun meminumnya lalu menyimpan gelas itu di meja. Belum ada percakapan antara Kyuna dan Taehyung, hening terjadi di antara mereka.

Kyuna menoleh pada orang yang ada di sebelahnya, “Taehyung…” panggilan Kyuna membuat Taehyung menoleh padanya. Pandangan mereka bertemu, “Terima kasih karena sudah menyelamatkanku,” ucap Kyuna. Taehyung sejenak diam, “Bukankah sudah kubilang untuk berhati-hati.” sahut Taehyung.

“Ayo makan malam sudah siap,” ucap Daehyun sedikit berteriak. Kyuna pun mengajak Taehyung ke meja makan. Kyuna duduk di depan Daehyun, sementara Taehyung duduk di sebelahnya. Meja makannya memang hanya cukup untuk 4 orang.

“Makanlah,” ucap Daehyun pada Taehyung. Taehyung pun mengambil sumpit dan mulai memakan makanan yang Daehyun buat. “Kyuna, kau harus makan yang banyak” ucap Daehyun pada Kyuna sambil tersenyum. Kyuna pun tersenyum dan mengangguk pada Daehyun. Mereka pun dengan lahap memakan makan malam itu.

Kemudian mereka menyelesaikan makan malamnya. Sebenarnya Taehyung tidak suka melihat keakraban Kyuna dan Daehyun sepanjang makan tadi. Taehyung hanya diam. Makan malam sudah selesai, tapi mereka masih belum beranjak dari meja makan. Daehyun meminta Kyuna menceritakan kenapa Taehyung bisa sampai tahu penyamarannya. Kyuna pun menceritakannya, sepanjang Kyuna bercerita.

“Jadi Taehyung menolongmu dari dua laki-laki itu? dan setelah itu kau bertemu dengan Yeonjoo?” tanya Daehyun meyakinkan. Kyuna mengangguk, “benar begitu, Oppa.”

Sekarang Daehyun mengalihkan tatapannya pada Taehyung. Taehyung hanya menatap datar Daehyun. “Taehyung, aku tahu ini mustahil. Tapi aku yang meminta Kyuna untuk menggantikan Kyuwon dan sekarang kau sudah tahu penyamarannya. Aku harap kau tidak membocorkan hal ini,” pinta Daehyun.

“Sudah aku kira, kalau kau yang memberi ide padanya. Aku tidak bisa menjamin kalau orang lain tidak akan tahu, walaupun mereka mengetahuinya bukan dariku. Tapi mungkin saja orang lain akan mengetahui penyamarannya.” sahut Taehyung.

“Aku tahu ini pasti sulit. Tapi aku mohon tolong bantu Kyuna sebagai Kyuwon.” pinta Daehyun lagi.

“Kenapa aku yang harus melakukannya? Bukankah kau yang memberi ide padanya,” ucap Taehyung dingin. Taehyung pun beranjak dari kursinya. “Terimakasih untuk makan malamnya, aku pulang.”

Daehyun kecewa dengan respon Taehyung yang terkesan dingin dan tidak peduli. “Tapi Taehyung…” Daehyun mencoba mencegah Taehyung untuk pergi, namun Taehyung tidak mempedulikan Daehyun.

Melihat Taehyung pergi, Kyuna pun mengerjarnya, mengikuti Taehyung di belakang. Sampai di depan pintu, Taehyung melirik pada Kyuna yang sudah ada di sebelahnya. Kyuna seperti hendak berbicara, namun Taehyung sudah berbicara duluan, “Istirahatlah, kau terlihat pucat,” ucapnya lalu membuka pintu dan pergi.

Kyuna tidak mengejar Taehyung. Sebenarnya Kyuna yakin Taehyung orang yang baik meskipun sikapnya dingin dan terkesan tidak peduli.

***

Keesokan harinya (hari senin), di kelas 3-4…

Sebentar lagi pelajaran sejarah segera berakhir. Sebagian siswa terlihat sangat mengantuk, ya maklum saja karena banyak di antara mereka menganggap pelajaran sejarah adalah pelajaran yang membosankan, termasuk anggota BTS, kecuali Jungkook dan Jin yang selama pelajaran bisa berkonsentrasi. Sementara anggota BTS lainnya terlihat mengantuk, bahkan Jimin dan Hoseok tertidur sejak pelajaran dimulai.

Bel tanda istirahat pun berbunyi. Para murid senang karena pelajaran sejarah sudah berakhir. Namun, ketika mereka akan keluar kelas. Guru Cho langsung masuk ke dalam kelas, Guru Cho adalah wali kelas 3-4 (kelas BTS). Guru Cho berdiri di depan kelas itu. Semua murid pun kembali duduk dan memperhatikan Guru Cho, termasuk anggota BTS.

“Seperti yang telah kalian ketahui, setiap tahunnya sekolah kita selalu mengadakan program outing sekolah. Untuk kelas tiga, program outing akan diadakan di akhir pekan ini, sabtu dan minggu, selama dua hari satu malam. Kita akan melakukan perjalanan ke daerah dekat pegunungan yang sudah sekolah tentukan. Guru harap kalian semua mempersiapkan fisik kalian dengan baik. Jangan sampai kalian sakit dan tidak bisa mengikuti program ini. Kalian sudah tahu kalau program sekolah ini merupakan program wajib yang harus kalian ikuti setiap tahunnya, kalian mengerti?”

“Ne…” jawab semua murid.

Guru Cho pun keluar kelas setelah memberi pemberitahuan pada kelas yang ditanggung jawabinya itu. Jimin menoleh pada Jungkook yang ada di sebelahnya. “Ya, akhirnya kita bisa menghirup udara pengunungan yang segar. Semoga di sana menyenangkan,” ucap Jimin. “Kau benar hyung, semoga sekolah menentukan tempat dan merancang acara yang bagus,” sahut Jungkook.

***

Sedangkan di kelas 3-2

“Kyuwon, kau ingat saat program outing tahun lalu…” Kyuna mengalihkan pandangannya pada Airin. “Kau membuat anggota kelompokmu tersesat saat kegiatan mencari bendera di hutan kecil dekat perkampungan penduduk. Bahkan semua guru dan murid sampai mencari kelompokmu selama lebih dari 6 jam, dan ternyata kau dan anggota kelompokmu malah berada di rumah penduduk dan makan di sana. Kau dimarahi Guru Han, tapi kau malah tidak mempedulikannya,” Airin sedikit tertawa menceritakan kejadian tahun lalu. Kyuna sedikit tersenyum mendengar cerita Airin.

“Aku harap pembagian kelompoknya tidak digabungkan dengan kelas lain, seperti tahun lalu.” sahut Hyejeong. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya bila dia satu kelompok dengan anggota BTS.

Bel masuk berbunyi, Guru Kim pun masuk dan memberikan materi. Sebelum bel tanda pelajaran bahasa Inggris sudah berakhir, Guru Kim memberikan tugas kelompok. “Kalian harus mengerjakannya secara bersama dengan teman kelompok kalian. Guru sudah menentukan kelompoknya. Satu kelompok terdiri dari dua orang. Kalian harus mengumpulkannya besok. Jadi, kalian harus mengerjakannya setelah pulang sekolah,”

Guru Kim pun memberikan kertas yang berisi pembagian kelompok pada ketua kelas. Kemudian Guru Kim keluar kelas setelah bel berbunyi. Semua siswa kelas 3-2 langsung menyerbu ketua kelas untuk melihat pembagian kelompok. Hyejin terkejut setelah melihat kelompoknya, ia dipasangkan dengan Kyuwon (Kyuna).

Kyuna menghampiri meja Hyejin. Mengetahui Kyuna berjalan ke arahnya, Hyejin terlihat sedikit takut. “Hyejin, kita akan mengerjakannya di mana?” tanya Kyuna.

“Oh… ehmm… kita… kita lebih baik mengerjakannya di kafe saja. Aku tahu kafe yang cukup sepi,” jawab Hyejin. Kyuna pun mengangguk, “Baiklah, jam 7 sudah ada di sana. Aku rasa cukup satu setengah jam mengerjakannya.” Kyuna pun pergi dari bangku Hyejin, Hyejin sendiri sebenarnya merasa kecewa dan tidak suka karena harus satu kelompok dengan Kyuwon. Namun, bagaimana lagi, Hyejin juga tidak berani membantah Guru Kim.

Di sebuah kafe…

Hyejin menunggu Kyuna yang lima menit terlambat dari waktu yang dijanjikan. Hyejin berharap kerja kelompoknya ini akan berjalan lancar, ia juga berharap Kyuwon (Kyuna) ikut mengerjakannya, mengingat tugas yang diberikan Guru Kim itu terlalu berat bila dikerjakan sendiri. Kyuna pun datang dan menghampiri Hyejin yang duduk di pojok ruangan. Kafe ini memang cukup sepi sehingga memungkinkan mereka untuk mengerjakan tugasnya.

“Maaf, aku sedikit terlambat, “ ucap Kyuna lalu langsung duduk dan mengambil netbook yang ada dalam tasnya. Kyuna pun memanggil pelayan untuk memesan. Tidak enak kalau hanya menumpang mengerjakan tugas tanpa memesan makanan di kafe ini, pikir Kyuna. Setelah memesan dan tidak lama kemudian datang pesanannya, Kyuna dan Hyejin mulai mengerjakan tugasnya. Hyejin terlihat kikuk saat mengerjakan tugas itu bersama Kyuna. Sedangkan Kyuna sendiri fokus pada tugasnya.

Belum 15 menit mereka mengerjakan tugas, tiba-tiba datang Yoongi dan Jin di belakangnya, menghampiri meja Kyuna dan Hyejin.

“Hyejin ayo pergi,” ajak Yoongi sambil menarik tangan Hyejin.

Kyuna yang tidak tahu apa-apa langsung menatap heran Yoongi. “Kami sedang mengerjakan tugas, kau tidak boleh membawa Hyejin pergi sebelum tugas ini selesai,” ucap Kyuna.

Yoongi tersenyum meremehkan Kyuna yang ada di sampingnya. Sedangkan Jin berada di belakang Kyuna. “Kalau begitu kerjakan sendiri, bukankah kau mendapat peringkat kedua saat ujian kemarin. Sudah pasti kau bisa mengerjakannya sendiri.” ucapan Yoongi membuat wajah Kyuna sedikit kaget. Bagaimana tugas bahasa Inggris ini dikerjakan sendirian, sedangkan tugasnya banyak, pikir Kyuna.

“Tapi…” ucapan Kyuna terpotong karena Yoongi langsung berbicara lagi, “Tulis nama Hyejin setelah tugasnya selesai, kalau tidak… aku akan membuat kau menyesal” ancam Yoongi yang hanya mendapatkan tatapan tidak percaya dari Kyuna. Yoongi pun membawa Hyejin pergi.

Kyuna menarik nafas panjang. “Bagaimana ini dikerjakan sendiri?” keluh Kyuna.

“Mau aku bantu?” tanya Jin tiba-tiba membuat Kyuna menoleh kaget padanya. Kyuna tidak menyadari kalau Jin juga datang bersama Yoongi tadi. “Jin… untunglah kau ada di sini,” sahut Kyuna.

Jin pun langsung duduk di sebelah Kyuna dan melihat layar netbook. Jin membantu Kyuna mengerjakan tugas kelompok itu. Satu jam kemudian, mereka pun selesai mengerjakannya. Kyuna sangat terbantu dengan adanya Jin, setidaknya ia tidak susah payah mengerjakan tugas itu sendirian.

“Akhirnya selesai…” ucap Kyuna. “Kau harus menuliskan nama Hyejin juga,” sahut Jin. Kyuna pun mengetik namanya dan nama Hyejin. “Gomawo, Jin,” ucap Kyuna. Jin hanya tersenyum. Sebelum pergi dari kafe itu, Kyuna dan Jin menghabiskan pesanan yang dipesan Kyuna dan Hyejin tadi.

“Apa Hyejin dan Yoongi pacaran?” tanya Kyuna. Jin mengangkat kedua bahunya tanda ia tidak tahu. “Aku tidak tahu tentang itu, tapi yang jelas mereka punya hubungan yang dekat,” jawab Jin. “Oh…” sahut Kyuna.

Jin menatap dalam wajah Kyuna yang ada di sampingnya. “Kyuwon-ah…” panggilan Jin membuat Kyuna menoleh kembali pada Jin. “Bisakah… kita juga punya hubungan dekat seperti mereka?” Kyuna melebarkan matanya mendengar ucapan Jin. “Kau bisa percaya padaku dan kau juga tidak perlu khawatir ketika kau sendirian, aku akan ada di sampingmu…” lanjut Jin.

Kyuna hanya bisa terpaku mendengar kata-kata Jin, ia tidak bisa berkata apa-apa saat ini. Jin masih tersenyum pada Kyuna yang terlihat sedikit kikuk itu. Jin pun bangkit dari duduknya, “Ayo pulang, aku antar,” ajak Jin. Kyuna pun beranjak dari duduknya lalu memasukkan netbook dan buku-buku yang ada di meja. Jin dan Kyuna pun pergi dari kafe itu.

***

Keesokan harinya…

Di halaman belakang sekolah, Seulgi berjalan-jalan di sana. Halaman belakang sekolah yang cukup hijau dan terdapat beberapa pohon membuat udara lebih segar terutama di pagi hari ini. Seulgi mengambil ponselnya dan menggunakan kamera ponselnya. Ia sedikit mengambil gambar-gambar bunga dan keadaan halaman sekolah yang cukup indah.

Ckrek… ckrek… Seulgi tersenyum melihat hasil gambarnya.

Seulgi mengedarkan kamera ponselnya, Ckrek… Seulgi sedikit terkejut melihat layar ponselnya. Saat ia memfoto keadaan di bawah pohon, ternyata ada Hoseok yang sedang tertidur. Hoseok datang sesaat sebelum Seulgi ada di halaman belakang sekolah. Hoseok memejamkan matanya. Namun suara kamera ponsel membuat matanya terbuka. Hoseok menatap tajam orang yang memegang ponsel itu yang berada tak jauh dari tempatnya.

Seulgi sedikit takut ketika Hoseok menghampirinya. Hoseok langsung mengambil ponsel Seulgi dan melihat fotonya. “Untuk apa kau memotoku saat aku tertidur?” tanya Hoseok dingin.

“Aku tidak sengaja” jawab Seulgi. Ia menyesal karena tidak menyadari kalau Hoseok ada di halaman belakang juga. “Ck…” decak kesal Hoseok karena Seulgi sudah mengganggunya.

Seulgi mencoba mengambil ponselnya dari Hoseok. Namun Hoseok tidak memberikannya. “Berikan padaku,” ucap Seulgi. Hoseok tidak mau, ia malah mengangkat tangannya ke atas, Seulgi berupaya mengambil ponselnya dari tangan Hoseok. Namun nihil, Hoseok lebih tinggi darinya, membuat tangannya tidak sampai pada tangan Hoseok yang ada dikeataskan. Hoseok rupanya senang mempermainkan Seulgi seperti itu.

Seulgi menyerah. Ia berhenti dan memalingkan pandangannya dari Hoseok. Seulgi mengernyitkan dahinya ketika melihat cahaya silau dari semak-semak yang tersinari matahari. Seulgi pergi ke arah semak-semak dengan wajah ingin tahu. Hoseok heran melihat Seulgi. Setelah menekat, ternyata ada sebuah ponsel di antara semak-semak itu. Seulgi pun mengambilnya “Oh… masih menyala…” saat menekan tombol samping ponsel itu.

Hoseok menghampiri Seulgi dengan wajah heran, “Apa yang sedang kau lakukan?”

“Aku menemukan ponsel…” ucapnya pada Hoseok, “Aku kira seseorang tidak sengaja menjatuhkannya…” sambung Seulgi.

“Itu tidak penting” ucap Hoseok dingin. “Ya, pasti pemiliknya mencarinya…” sahut Seulgi, ia kesal melihat Hoseok yang terkesan tidak peduli. Tidak lama kemudian ada panggilan masuk ke ponsel yang Seulgi pegang. “Oh… ada panggilan masuk…”

“Yeoboseyo?”

“………”

“ah aku menemukannnya di semak-semak halaman belakang sekolah”

“………”

“Jungjoo? Kau kelas berapa?”

“………”
“Oh… kelas 3-4…”

“………”

“iya aku akan memberikan ponsel ini”

Seulgi menatap Hoseok yang sedari tadi memperhatikannya berbicara di telepon. “Hoseok… kau kembalikan ini pada Junjoo…” ucap Seulgi. “Mwo?” Hoseok terlihat sedikit kaget.

“Dia sekelas denganmu… kau harus memberikannya.” Seulgi langsung menaruh ponsel yang ditemukannya itu pada Hoseok dan mengambil ponselnya dari tangan Hoseok. Seulgi kemudian pergi meninggalkan Hoseok. “YA!” seru Hoseok pada Seulgi yang ada sudah berjalan di depannya. Seulgi tidak memperdulikan Hoseok, ia tetap berjalan meninggalkan halaman belakang sekolah. Hoseok kesal, “Aishhh… kenapa jadi aku yang harus mengembalikan ini”

Hoseok masuk kelas dan duduk dibangkunya. “tumben kau baru datang, hyung” ucap Jungkook. Semua anggota BTS memang sudah masuk kelas sejak tadi kecuali Hoseok yang baru datang.

“Jungjoo… yang bernama Jungjoo kemari,” ucapan Hoseok yang sedikit keras itu membuat semua siswa mengalihkan tatapannya pada Jungjoo. BTS melihat heran pada Hoseok. Jungjoo berjalan sedikit takut pada Hoseok. Ia tidak ingin ada maslah dengan anggota BTS, namun Hoseok malah memanggilnya, membuat Jungjoo tegang. Siswa lain memperhatikan Jungjoo yang sudah ada di samping meja Hoseok. Hoseok pun mengeluarkan sebuah ponsel dan memberikan ponsel itu pada Jung Joo.

“Oh ponselku yang hilang, terimakasih Hoseok, terimakasih banyak” ucap Jungjoo terlihat senang karena menemukan ponselnya lagi. Sementara Hoseok hanya diam. Semua siswa di kelas melihat heran tidak percaya apa yang barusan terjadi. Jungjoo pun pergi dari meja Hoseok.

BTS menatap heran pada Hoseok, “Kau menemukan ponselnya hyung?” tanya Jimin heran. “kenapa kau tiba-tiba baik padanya?” ucap Namjoon datar. Tidak ada tanggapan dari Hoseok dan bel jam pelajaran pertama pun berbunyi.

***

30 menit setelah bel pulang berbunyi…

Semua siswa di kelas Kyuna sudah pulang, kecuali Kyuna yang harus mengerjakan tugas saat Kyuwon absen. Masih ada tugas yang harus dikerjakannya. Daehyun menelepon kyuna.

“Oppa aku harus mengerjakan tugas dulu, satu jam lagi akan selesai.”

“……..”

“iya, oppa tidak usah khawatir, aku baik-baik saja.”

“………”

“iya… aku akan menunggu oppa.”

Taehyung melihat Kyuna bertelepon lewat kaca jendela kelas. setelah itu, Kyuna berkutat dengan tugasnya. Kali ini ia harus mengerjakan tugas matematika dan harus menjawab 50 pertanyaan. Kyuna yang sedari tadi tenggelam dalam mengerjakan tugasnya itu, tidak menyadari kalau sudah sejak lama Taehyung mengawasinya dari balik jendela kelas. Taehyung melirik keadaan sekitar yang sudah sepi dari lalu-lalang siswa. Taehyung pun memutuskan untuk menghampiri Kyuna.

Cklek, suara pintu yang terbuka membuat Kyuna mengalihkan pandangannya ke arah pintu kelas yang terbuka. Kyuna sedikit terkejut melihat siapa yang datang. “Mau apa Taehyung datang ke sini?” pikir Kyuna.

Tanpa mempedulikan Kyuna yang memandanginya, Taehyung pun langsung menarik bangku ke samping Kyuna duduk dan menggeser meja yang ada di sebelah Kyuna, menempelkannya pada meja Kyuna. Taehyung menoleh pada Kyuna yang sedari tadi heran melihatnya. “Cepat selesaikan, aku akan menunggu di sini.” ucap Taehyung.

Kyuna masih tidak mengerti, ia mengernyitkan dahinya. “Kubilang cepat selesaikan.” ulang Taehyung lalu menaruh lengannya dan kepalanya di meja, membelakangi Kyuna yang ada di sampingnya.

“Kenapa Taehyung menemaniku?” pikir Kyuna lalu ia sedikit tersenyum dan kembali mengerjakan tugasnya. Sesekali Kyuna melirik pada Taehyung yang tertidur di meja lalu kembali mengerjakan tugasnya.

Kurang dari satu jam akhirnya Kyuna bisa menyelesaikan soal-soal itu. Kyuna menutup buku latihan matematikanya kemudian menoleh pada Taehyung yang ada di sebelahnya. Kyuna memandangi rambut Taehyung yang kecoklatan.

“Taehyung…” panggil Kyuna sambil menyentuh pundaknya, mencoba untuk membangunkannya. Tak ada respon dari Taehyung.

“Kim Taehyung…” panggil Kyuna sedikit keras sambil tetap menepuk-nepuk bahunya.

Taehyung sebenarnya tidak tidur, ia hanya memejamkan matanya. Saat Kyuna memanggilnya, Taehyung membuka matanya namun ia belum mengangkat kepalanya.

“Apa dia begitu terlelap?” tanya Kyuna dalam hati. Kyuna sedikit mencondongkan badannya pada Taehyung. “Kim Tae…” panggilan Kyuna berhenti karena tiba-tiba Taehyung mengangkat kepalanya dan langsung menghadapkan wajahnya pada Kyuna. Wajah Kyuna sedikit kaget dan gugup karena wajahnya cukup dengan wajah Taehyung. Yang membuat Kyuna lebih gugup lagi karena Taehyung dengan perlahan mendekatkan wajahnya pada Kyuna. Taehyung hanya menatap datar Kyuna. Kyuna merasa kaku saat menyadari jarak wajahnya dengan Taehyung hanya sekitar 2 cm.

Lalu…

Taehyung mendorong pelan kepala Kyuna dengan satu jarinya. “Apa kau bodoh? Kau lama sekali mengerjakannya.” ucap Taehyung lalu ia pun berdiri dari bangkunya. “Ayo cepat pergi.” ajak Taehyung pada Kyuna.

Kyuna masih diam di bangkunya, Taehyung mulai berjalan meninggalkan bangku yang tadi di dudukinya. Tapi baru beberapa langkah ia berhenti dan menoleh pada Kyuna. Ia melihat Kyuna membereskan bukunya.

“Aku harus menyimpan ini dulu di ruang guru.” ujar Kyuna sambil menunjukkan buku latihan yang ada di tangannya pada Taehyung. Kyuna pun berjalan menuju ruang guru diikuti Taehyung yang ada di hadapannya. Kyuna masuk ke ruang guru sementara Taehyung menunggunya di luar ruangan itu.

Kyuna pun keluar dari ruang guru dan berjalan menuju gerbang sekolah untuk pulang. Kyuna berjalan bersama Taehyung yang ada di sampingnya. Kedua tangan Taehyung dimasukkan ke dalam saku celananya. Tidak ada pembicaraan antara mereka. Sebelum sampai di gerbang, Kyuna berhenti dan melihat Daehyun sudah menunggunya di mobil. Taehyung pun berhenti. Kyuna menoleh pada Taehyung. “Taehyung… gomawo…” ucap Kyuna pada Taehyung, tidak ada tanggapan dari Taehyung. “terima kasih karena tidak mengatakannya pada anggota BTS lain dan juga siswa lain.” sambung Kyuna.

Taehyung paham apa yang dibicarakan Kyuna, “Jangan terlalu percaya diri, aku tidak mengatakannya bukan karena aku menolongmu.” ucap Taehyung datar dan dingin. Kyuna sedikit tersenyum sedih menanggapinya.

“Cepat pulang” ujar taehyung. Kyuna pun menatap Taehyung sebentar lalu berjalan menuju mobil Daehyun.

***

Hari Sabtu, di lapangan sekolah…

Semua siswa kelas tiga berbaris sesuai kelasnya. Beberapa guru berdiri di depan. Seperti biasanya, sebelum melakukan perjalanan, semua siswa yang akan berangkat melakukan mendapat arahan dari para guru pendamping. Guru Kim berdiri di depan para murid kelas tiga.

“Perhatian semuanya…” ucap Guru Kim keras, mengondisikan anak-anak yang masih mengobrol. “Kita akan melakukan program outing ke daerah di dekat pengunungan. Di sana kita bukan hanya untuk bersenang-senang saja, tapi kalian harus mengikuti kegiatan dan peraturan yang sudah dibuat sekolah. Perhatikan hal yang paling utama, keselamatan! Untuk bis yang akan kalian tempati sesuai dengan kelas kalian. Bis satu diisi oleh kelas 3-1 dan 3-2, bis dua diisi oleh kelas 3-3 dan kelas 3-4, dan begitu seterusnya. Silakan baris yang rapi memasuki bis kalian.”

Semua murid pun memasuki bisnya masing-masing. Kyuna, Airin, Hyejeong, Seulgi, dan Hyejin berada di bis satu, sedangkan BTS berada di bis dua. Kyuna duduk bersama Airin, sementara Hyejeong dan Seulgi duduk bersama di sebrang tempat duduk Kyuna.

“Untung saja kita tidak satu bis dengan kelas BTS, kalau iya pasti sangat tidak menyenangkan,” ujar Airin. Kyuna hanya sedikit tersenyum menanggapinya. Kyuna duduk di dekat jendela. Kyuna membaca novel yang sudah disiapkannya. ia membawa novel agar tidak bosan selama perjalanan. Sedangkan Airin yang duduk di sebelah Kyuna, sibuk memainkan ponselnya.

Novel itu tidak terlalu tebal. Kemudian Kyuna mulai membaca novel itu. baru membaca tiga halaman, Kyuna mengambil ponsel yang ada di sakunya karena ada bunyi pesan masuk. Membuka ponselnya dan terlihat ada pesan dari Jin.

“Kau sedang membaca apa?”

Kyuna sedikit heran, kenapa Jin tahu ia sedang membaca buku.

“Kenapa kau bisa tahu aku sedang membaca?”

Tidak lama kemudian, ada balasan dari Jin.

“Lihatlah ke arah jendela.”

Kyuna pun menengokkan kepalanya ke arah kaca jendela yang ada di sampingnya. Di seberang sana, Kyuna melihat Jin yang berada di dekat jendela bisnya yang tidak terlalu jauh jaraknya dengan bis Kyuna. Jin pun tersenyum pada Kyuna. Senyuman Jin sejenak membuat Kyuna terdiam lalu membalasnya dengan sedikit senyuman pada Jin.

Tidak sengaja, Kyuna pun mengalihkan pandangannya ke arah samping Jin. Senyuman Kyuna berhenti saat pandangannya bertemu dengan Taehyung yang duduk di belakang Jin. Taehyung juga sama duduk di dekat jendela.

Tidak seperti Jin yang tersenyum. Taehyung menatap Kyuna tanpa senyuman maupun ekspresi lainnya. Taehyung hanya menatap Kyuna. Kyuna masih memandangi dua orang yang ada di seberang bisnya. Jin masih dengan senyumannya memandangi Kyuna, sedangkan Taehyung hanya menatap Kyuna.

Bis yang Kyuna tempati mulai melaju dan Kyuna masih menatap Jin dan Taehyung sampai laju bis itu sudah meninggalkan bis Jin dan Taehyung. Seiring dengan bis yang mulai cepat melaju, Kyuna pun kembali dengan cepat mengalihkan pandangannya pada halaman buku yang sedang dibacanya, namun ia belum membaca kembali novel itu. Kyuna terdiam sesaat.

“Perasaan apa ini?” ucap Kyuna dalam hati saat ia merasakan detak jantungnya terasa sedikit lebih cepat.

Bersambung

9 thoughts on “Dangerous – Chapter 6”

  1. Suka banget sama fanfict ini… apalagii kalo taehyung moment 😁😁meleleh gilaa… ihh keren bangett… ditungguu ya min cerita selanjutnya😍

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s