[Ficlet] amore a prima vista

amore a prima vista

amore a prima vista

Park Chanra.

starring. Jeon Jungkook (BTS) & Han Hyeri.

genre. romance, fluff.

rating. G.

disclaimer. Just own the plot & poster.

duration. ficlet ; +650 words.

Hanya dengan kehadirannya saja membuat jantung seorang Jeon Jungkook berdebar – debar dengan kencang.

 

.

.

.

 

 “Hyeong, mau kopi rasa apa?”

Hening.

Jungkook menoleh kebelakang, hanya mendapati keenam hyeongnya tertidur pulas. Melihat itu, Jungkook hanya mendecak, lantas mendaratkan pandangannya kepada manajernya yang sedang menggeleng – gelengkan kepala.

“Mereka lelah, Jung. Belikan saja enam latte dan segelas espresso  untukku.” Ujar sang manajer. Si pemuda hanya mengangguk pasrah, karena ini memang tugasnya sebagai seorang maknae di dalam grup. Setelah memakai masker beserta topi sebagai alat penyamarannya, dengan segera ia membuka pintu mobil.

Udara dingin dengan cepat menyelimuti tubuh Jungkook kala ia membuka pintu. Tanpa komando, Jungkook mengeratkan jaketnya, berharap dapat mengurangi rasa dingin yang menyergapnya. Ia pun berjalan ke kafe dengan normal, berharap tidak ada satu pun penggemar yang dapat menemukannya. Sampai di depan kafe, Jungkook melirik ke dalam, berharap apa yang ia inginkan ada di dalam.

Sepi.

Waktu yang sangat tepat, batin Jungkook.

Dengan segera, Jungkook membuka pintu kafe dan menggerakan tungkainya menuju kasir. Seorang gadis berkuncir dua sedang membelakanginya, sibuk dengan tugasnya. Sembari menunggu, Jungkook memainkan ponselnya, seraya menggumamkan lirik lagu yang sedang diputar di kafe.

“Anu, ada yang bisa saya bantu?”

Suara itu menghentikan segala aktivitas Jungkook, membuat Jungkook mendongak. Dan dalam satu sekon kemudian, Jungkook membeku.

Seorang gadis muda sedang menatapnya dengan tatapan innocent miliknya. Hidungnya yang tajam, serta bibirnya yang tipis membuat Jungkook meneguk ludahnya dengan susah payah. Kedua netranya mendarat ke arah name tag yang berada di dada sebelah kanan gadis itu.

Han Hyeri.

Entah mengapa, Jungkook dapat merasakan kedua pipinya mulai memerah, disertai dengan detak jantungnya yang berdetak tidak karuan. Apa yang salah dengan diriku?

“Tuan?”

Oh, suaranya sangatlah lembut layaknya kapas. Ingin sekali Jungkook merengkuh tubuhnya yang dapat digolongkan kecil itu, tetapi mustahil baginya untuk melakukan hal bodoh semacam itu.

“U-um.. enam latte, satu espresso dan satu cappuccino, nona.”

Sial! Terkutuklah lidah kelu ini!

“Baik, tuan. Totalnya 13.000 won.” Ujar gadis bermarga Han itu, membuat Jungkook kembali kedalam realita.

“Ah, baiklah.”

Jungkook mengeluarkan selembaran uang dari dalam saku celananya. Ia pun menyerahkannya kepada gadis yang bernama Hyeri itu, dan dengan cepat Hyeri mengambil uang itu dari tangan Jungkook.

Jungkook menjerit dalam hati.

Bagaimana tidak? Jemari mungilnya menggesek permukaan kulit Jungkook, membuat jantung Jungkook seperti bom yang siap meledak kapan saja.

“Tuan?”

Jungkook mengerjap – ngerjapkan kedua matanya, lagi – lagi ia terjerumus ke dalam lamunannya. Dengan segera, ia mengambil kantung plastik yang berada di tangan Hyeri, yang lagi – lagi membuat sengatan listrik muncul di dalam tubuhnya. Walau begitu, Jungkook tetap bersikap tenang sembari mengeluarkan senyum kecilnya, lantas mulai menggerakan tungkainya menuju pintu.

“Terima kasih telah berkunjung. Sampai jumpa kembali.”

Kalimat yang baru saja terlontas itu sukses membuat Jungkook menghentikan langkahnya. Ia membalikkan tubuhnya, menghadap gadis itu. Gadis itu hanya tersenyum misterius, membuat Jungkook bertanya – tanya dalam hati. Biasanya, mereka cukup mengatakan ‘terima kasih telah berkunjung’. Lalu, ‘sampai jumpa’ itu mengartikan apa? Apakah mereka akan bertemu lagi?

E-eoh. Kamsahamnida.” Balas Jungkook terbata, dengan cepat pergi dari kafe tersebut sembari menenangkan degupan jantungnya. Ia pun dengan segera masuk ke dalam mobil, yang langsung dihadiahi tatapan intimidasi dari sang manajer.

“Kenapa lama?” tanya sang manajer to the point, membuat Jungkook tegang seketika.

“Entahlah. Salahkan saja baristanya.” Balas Jungkook, membuat tatapan sang manajer melembut.

“Baiklah. Kalau begitu, mana espressoku?”

Jungkook mengeluarkan segelas kopi dengan tulisan espresso dari kantung plastic , lantas memberikannya kepada lelaki yang lebih tua itu. Manajernya mulai fokus menjalankan mobil, meninggalkan Jungkook berkecamuk dalam pikirannya.

Perasaan apa itu? Tanya Jungkook pada dirinya sendiri.

Daripada ia memusingkan hal sepele itu, Jungkook lebih memilih untuk mengambil gelasnya. Saat ia mengeluarkannya, ia langsung mengetahui apa maksud perkataan terakhir dari gadis misterius itu.

Hai, Jeon Jungkook. Aku adalah salah satu penggemarmu. Ingin minum kopi bersama akhir pekan ini? Tentu saja di tempat ini. Aku akan menunggumu.

Han Hyeri.’

Melihat secarik kertas yang menempel di gelasnya, Jungkook menarik kedua sudut bibirnya. Memejamkan matanya, Jungkook semakin tidak sabar dengan akhir pekan ini.

Love at first sight, huh?

fin.

 

N/A : HAHAHA ini cerita absurd banget ya ampun. Aku mau perjelas aja, Han Hyeri yang dimaksud fic ini adalah Han Hyeri dari produce 101. Aku pakai Hyeri soalnya suaranya imut bingits, dan menurutku cocok buat kookie HAHA. Kalo kalian mau anggep oc juga sebenernya gapapa, kok. amore a prima vista itu bahasa Italinya dari love at first sight, jadi jangan bingung – bingung (emangnya ada yang bingung?) Anyway, aku ada rencana mau bikin sequel. Tergantung sih, pada suka atau enggak HAHA. Moga suka ya! Comment juseyo!🙂

Regards,

 

Chanra.

 

 

One thought on “[Ficlet] amore a prima vista”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s