[Vignette] Save Me

Save Me

Jung HyeRa presents

Save Me

starring

APINK‘s CHORONG

genre

FRIENDSHIP & THRILLER

duration

VIGNETTE

rating

PG-15

***

Jiyeon duduk di ruang tamu sambil menonton sebuah film bergenre thriller. Gadis itu mengambil snack yang baru dibelinya tadi dan memakannya. Jiyeon tertawa saat aksi pembunuhan berlangsung. Aneh memang, tapi Jiyeon bukanlah orang yang serius. Gadis itu lebih suka bermain – bermain daripada serius.

Tapi sepertinya hari ini Jiyeon akan menjadi orang yang serius. Hal ini dikarenakan jendela di dapur yang terbuka sendiri. Gadis itu meletakkan snacknya dan berjalan perlahan ke arah dapur. Kakinya gemetaran saat seseorang berjubah hitam masuk ke rumahnya melalui jendela tersebut. Jiyeon menyimpulkan bahwa orang berjubah hitam itu adalah seorang namja. Bisa dilihat dari tubuh kekarnya dan dadanya yang bidang.

Sosok itu mendekat ke arah Jiyeon. Membuat bulu kuduk Jiyeon berdiri. Jiyeon berjalan mundur saat sosok itu semakin mendekat ke arahnya. Sosok berjubah hitam itu mengeluarkan pisau yang sangat besar. Pisau untuk memotong daging.

Ketakutan semakin menyelimuti Jiyeon. Gadis itu berusaha untuk berteriak. Tapi suaranya tercekat di tenggorokan.

Saat sosok berjubah hitam itu mengangkat pisaunya tinggi – tinggi, Jiyeon tiba – tiba berteriak.

” AAAAHHHHHH!!! ”

Pemuda berjubah hitam itu sedikit terkejut mendengar teriakan Jiyeon ditambah dengan seorang namja dan seorang yeoja yang tiba – tiba berlari ke ruang tamu. Sosok berjubah itu segera melompat ke jendela dan menghilang entah kemana. Jiyeon terduduk di lantai dan mulai menangis. Gadis itu benar – benar ketakutan.

Chorong dan Suho segera menghampiri Jiyeon. Mereka berdua terlihat khawatir dengan keadaan Jiyeon. Terutama Chorong.

Chorong adalah kakak kandung Jiyeon. Jadi, tentu saja gadis itu sangat khawatir karna Jiyeon adalah adiknya.

” Jiyeon-ah, neo gwenchanna? Ada apa? beritahu eonni. ”

Jiyeon ingin sekali menjawab pertanyaan Chorong. Tapi, gadis itu masih sangat ketakutan.

Akhirnya, Chorong dan Suho membawanya ke kamar untuk beristirahat.

***

Sejak kejadian itu, Jiyeon mulai menutup diri. Gadis itu tidak pernah mau keluar kamar. Apalagi ke dapur. Melihat dapur saja sudah sukses membuat Jiyeon berteriak histeris dan menangis ketakutan.

Chorong menjadi tambah khawatir dengan keadaan Jiyeon. Gadis itu takut kalau mental Jiyeon terganggu. Jadi gadis itu menelepon Suho dan menyuruhnya untuk datang.

***

Tok… tok… tok…

Chorong segera berlari ke arah pintu rumahnya saat mendengar ketukan pintu rumahnya.

Gadis itu membuka pintu rumahnya dan mempersilahkan Suho untuk masuk.

Gadis itu mengajak Suho untuk pergi ke kamar Jiyeon.

” Chorong-ah, apa rencanamu? ” tanya Suho saat mereka sudah tiba di kamar Jiyeon.

” Molla. Tapi aku memutuskan untuk membawanya ke psikiater. Bagaimana menurutmu? ”

” Aku setuju. Lagian, kau bilang dia sangat takut kalau melihat dapur kan? ”

” Eum. ” sahut Chorong sambil menganggukkan kepalanya.

” Tapi… kenapa dia sangat takut kalau melihat dapur? ”

” Itu dia masalahnya. Aku tidak tahu kenapa dia akan sangat ketakutan begitu melihat dapur.”

” Bagaimana kalau kita membawa Jiyeon sekarang saja? Aku kenal dengan seorang psikiater. Dia cukup bagus. ”

” Eum. Kajja. ”

***

Suho dan Chorong membawa Jiyeon ke sebuah rumah sakit. Jiyeon tidak terlalu curiga kenapa mereka membawanya ke rumah sakit. Namun saat memasuki ruang psikiater gadis itu mulai merasa aneh.

Apa yang ingin mereka lakukan?

Chorong dan Suho duduk di hadapan sang psikiater yang diketahui bernama Yuri. Jiyeon berdiri di ambang pintu hingga Chorong menyuruhnya untuk masuk.

” Baiklah. Tadi tuan Kim sudah meneleponku dan berkata bahwa nona Park menjadi sangat ketakutan kalau melihat dapur. Kalau boleh tahu, siapa nona park ini? ”

Chorong menarik Jiyeon untuk mendekat. Jiyeon pun mengangkat tangannya takut – takut.

” Baiklah. Kalian berdua boleh menunggu di luar. ”

Chorong dan Suho pun berjalan ke luar ruangan dan duduk di ruang tunggu. Sekarang tinggal Yuri dan Jiyeon yang berada di dalam ruangan. Yuri tersenyum lembut dan mempersilahkan Jiyeon untuk duduk. Yuri pun mulai menanyakan beberapa hal.

” Siapa namamu? ”

” P-park Jiyeon imnida. ”

” Baiklah. Jiyeon-ah, aku ingin menanyakan beberapa hal. Kau harus menjawabnya dengan

jujur. Okay? ”

” Ne. ”

***

Chorong berjalan memasuki pekarangan rumah. Ponselnya ketinggalan di rumah. Jadi, gadis itu mau mengambilnya karna takut ada hal yang penting.

Gadis itu membuka pintu rumahnya dan berjalan masuk. Tapi Chorong merasa aneh.

Kenapa lampunya mati?

Gadis itu baru saja mau berjalan ke kamar saat mendengar suara dari arah dapur. Karena penasaran, Chorong pun melangkahkan kakinya ke dapur.

Eoh? Tidak ada apa apa. Mungkin hanya perasaanku saja.

Chorong membalikkan badannya dan matanya seketika melebar. Seseorang yang tidak dikenalnya berdiri di hadapannya dengan jubah hitam. Sosok berjubah hitam itu juga memegang pisau untuk memotong daging.

Seketika ketakutan melanda Chorong. Keringat mulai membasahi dahinya. Jantungnya berdetak dengan sangat kencang. Tangan dan kakinya pun mulai gemetaran.

Chorong berjalan mundur. Diikuti sosok berjubah hitam itu dengan berjalan maju.

” J-j-jangan mengikutiku… a-a-apa y-yang k-kau inginkan? ”

Sosok berjubah hitam itu terus berjalan maju tanpa menghiraukan perkataan Chorong barusan. Chorong pun tetap berjalan mundur hingga akhirnya punggungnya menabrak dinding.

Chorong mulai memejamkan matanya. Gadis itu sudah siap menerima apa yang akan dilakukan sosok berjubah hitam itu. Walaupun dia tetap berharap akan selamat.

Eomma, appa, aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Tapi, lindungilah aku dan Jiyeon.

Butaghanda.

Sudah lima menit berlalu. Tapi gadis itu tidak merasakan apapun. Tidak merasa sakit, perih, ataupun terluka.

Chorong pun perlahan membuka matanya. Dan gadis itu tidak melihat si sosok berjubah hitam. Melainkan seorang Kim Suho yang berdiri di hadapannya.

” Suho-ya…”

Chorong menatap Suho tidak percaya. Gadis itu benar – benar bingung sekarang.

Apa yang sebenarnya terjadi?

” Kau mencari itu kan? ” Suho menunjuk ke arah lantai. Chorong pun melihat ke arah lantai dan melihat seorang namja berjubah hitam yang penuh dengan darah.

” S-Suho-ya… k-kau… kau… ”

” Bukan aku yang melakukannya. ”

” Ne? ”

” Dia sendiri yang melakukannya. Saat dia mau melayangkan pisaunya padamu, aku berteriak. Jadi, dia terkejut dan tidak sengaja menusuk perutnya sendiri. Neo gwenchanna?”

Chorong tidak menjawab dan menangis sejadi – jadinya. Gadis itu merasa lega karna berhasil selamat dari kasus pembunuhan yang baru saja akan terjadi tadi.

Suho menghela nafas dan mendekatkan dirinya pada Chorong. Namja itu memeluk erat sahabatnya untuk membuatnya merasa lebih tenang.

” Gwenchanna. Gwenchanna. ”

***

Chorong dan Suho kembali ke rumah sakit tempat Jiyeon diperiksa tadi. Chorong sudah merasa lebih lega. Hal ini karna tadi Suho sudah diperiksa di kantor polisi dan dia tidak bersalah.

Sebenarnya Chorong takut kalau Suho yang menyebabkan kematian Xi Luhan. Namja asal China yang ternyata adalah seorang psikopat. Namja yang gagal melayangkan nyawanya.

Chorong menghela nafas lega. Benar – benar tidak terbayang bisa selamat dari kematian yang tinggal seujung jengkal jari kukunya.

” Suho-ya. ”

” Wae? ”

” Terima kasih karna sudah menyelamatkanku. ”

” Eiy~ tidak usah berterima kasih. Sudah menjadi kewajibanku sebagai teman bukan? ”

Chorong tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

” Tapi aku tetap berterima kasih. ”

” Geurae. Kajja. Jiyeon pasti sudah menunggu kita. ”

” Eum. Kajja! ”

***end***

3 thoughts on “[Vignette] Save Me”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s